101st Airborne Division: Lightning in the Desert Storm

Divisi Airborne ke-101 “Screaming Eagles” adalah satu di antara beberapa satuan pertama asal Amerika yang dikerahkan ke Arab Saudi setelah invasi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990. Sekitar enam bulan kemudian, divisi ini akan melancarkan operasi Serbu Udara yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan membawa mereka lebih dari 150 mil (241 kilometer) di belakang garis musuh dan hanya sekitar 100 mil (161 kilometer) dari ibukota Irak Baghdad.

A 101st Airborne Division (Air Assault) company marches across the apron to board aircraft that will carry the unit to Saudi Arabia for Operation Desert Shield.

Latar Belakang

Pada tahun 1990, sebuah koalisi pasukan dari seluruh penjuru dunia, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, berkumpul di Arab Saudi. Tugasnya adalah untuk memaksa keluar tentara Irak dari Kuwait dan melindungi negara-negara lain di kawasan itu dari potensi perluasan agresi Saddam Hussein. Dalam waktu hanya 12 jam menginvasi tetangganya di selatan, Kuwait, tentara Irak tidak mendapat perlawanan yang berarti dari tentara Kuwait. Dengan menguasai Kuwait, Iraq yang memiliki Tentara terbesar ke-4 di dunia pada saat itu, sekarang memiliki kontrol yang kuat terhadap produksi minyak Timur Tengah dan mulai memindahkan pasukan ke arah perbatasan dengan Arab Saudi.

A soldier treks across the desert during the Gulf War in 1991.
COURTESY ROBERT NICHOLS

Negara-negara yang menyumbangkan pasukan dalam Koalisi berusaha mencari solusi damai untuk konflik dan bersikeras bahwa pasukan Irak segera meninggalkan Kuwait. Tetapi Saddam Hussein tetap membandel memutuskan untuk “mengabaikan dan melakukan tarik ulur” serta memperingatkan akan adanya “ibu dari semua perang.” jika pasukan koalisi nekad memerangi pasukan Iraq. Saddam Hussein diberi ultimatum dan tanggal untuk mematuhinya. Sementara itu militer Amerika dalam waktu bersamaan mempersiapkan aksi militer AS dengan skala paling besar sejak berakhirnya perang Vietnam.

Badai dimulai

Setelah batas waktu ultimatum terlampaui, Divisi Airborne ke-101 memulai pengeboman udara yang akan berlangsung selama 42 hari ke posisi Irak, pertahanan, dan fasilitas komando dan kontrol militernya. Delapan helikopter Apache dari Divisi 101 berangkat pada 16 Januari pada 2:38 dinihari di bawah naungan kegelapan dengan misi untuk menghabisi dua stasiun radar Irak. Apache, menggunakan peralatan canggih seperti thermal imaging, menembus ke wilayah Irak, dengan terbang hanya 50 kaki (15 meter) dari atas tanah untuk bisa mendekati situs radar dengan tidak terdeteksi.

AH-64A Apache milik Divisi Airborne ke-101 menjadi pembuka serangan Pasukan Koalisi Pimpinan Amerika saat Perang Teluk I pecah, 16 Januari 1991. Apache memiliki tugas menghancurkan satuan radar dan komunikasi Irak, sehingga memudahkan serbuan udara sekutu.

Begitu berada dalam jangkauan, Apache kemudian menghancurkan lokasi radar dan target tambahan dengan efisiensi tinggi. Lebih dari 40 rudal Hellfire dan lebih dari 200 roket Hydra 70 ditembakkan ke sasaran Irak serta sejumlah peluru meriam 30 mm yang tidak terhitung jumlahnya.

Misi ini sukses membuka koridor selebar 20 mil (32 kilometer) di wilayah udara Irak sehingga pasukan udara koalisi bisa terbang masuk tanpa terdeteksi. Ketika Apache dari Divisi 101 kembali dari misi sukses mereka, mereka dapat mendengar dan melihat kawanan pesawat koalisi memulai serangan mereka.

Operasi Badai Gurun sudah dimulai…

Bertemu dengan Takdir

Pada bulan Desember 1990, ketika Divisi 101 dikerahkan di Arab Saudi selama beberapa bulan, muncul pertanyaan dan kritik yang terus dilontarkan tentang kesiapan tempur dan efektivitas “tentara masa damai” Amerika setelah era Perang Dingin mereda. Banyak laporan mengindikasikan bahwa Apache dan kendaraan serta peralatan lainnya tidak akan berfungsi dengan baik di lingkungan gurun. Selain itu, banyak kritikus yang vokal karena kurang percaya pada kemampuan tentara AS. Seperti tercermin pada pernyataan Mayor Jenderal Robert Clark, bahwa para prajurit Divisi 101 sendiri mulai menderita kemerosotan moral. Dia kemudian mencatat dua peristiwa khusus yang membakar dan membangkitkan semangat para pria dan wanita Divisi 101.

A member of the 101st Airborne Division reads the newspaper while waiting for transportation to his duty station at the start of Operation Desert Storm.

Pertama, setiap anggota Airborne ke-101 menerima kartu dari mantan anggota Divisi ke-101, yang banyak di antaranya pernah bertugas di Perang Dunia II. Pesan pada kartu bervariasi, tetapi ada sebuah tema umum di masing-masing kartu itu: Anda akan menemui takdir anda. Hormati unit, lencana, dan orang-orang yang mengenakannya sebelumnya. Kedua, divisi itu diberitahu, “Jalan pulang ke rumah adalah melalui Irak. Sekarang Waktunya bekerja. ”

LTG Robert T. Clark sempat mengungkapkan turunnya semangat prajurit 101st Airborne Division jelang perang pecah.

Hook Kiri

Serangan darat untuk mengusir pasukan Irak keluar dari Kuwait dimulai pada 24 Februari 1991. Setelah lebih dari sebulan dibombardir terus-menerus oleh pesawat koalisi, rudal, dan artileri, Marinir AS memimpin serangan terhadap posisi Irak di Kuwait. Pasukan koalisi lain akan menyerang ke arah padang pasir Irak, melenyapkan atau menaklukkan pasukan yang ditemui, dan memotong Tentara Irak dari lembah Sungai Efrat dan Tigris.

Operasi itu disebut yang disebut sangat “inovatif” oleh beberapa komandan koalisi pada saat itu, pada esensinya adalah penyerangan dengan manuver mengapit dalam skala besar.

Divisi 101 memiliki tugas khusus dalam manuver “left hook” yang akan membawa mereka berada 155 mil (249 kilometer) di belakang garis musuh, dengan diangkut ke sana oleh lebih dari 400 helikopter. Divisi 101 ditugaskan di sayap kiri untuk kampanye darat, dengan Divisi Ringan ke-6 Prancis menemani divisi ini menuju ke arah barat laut.

Peta Operasi serbuan pasukan Koalisi atas target-target di Kuwait dan Irak dalam Operasi Badai Gurun.

Pada 22 Februari 1991, divisi tersebut menerima perintah bahwa mereka akan meluncurkan kampanye darat dua hari kemudian. Tujuannya adalah untuk mendirikan Forward Operation Base (FOB) Cobra sekitar 80 hingga 100 mil di dalam Irak. Pangkalan ini, berdiameter 20 mil, akan berfungsi sebagai area basis operasi dan titik pengisian bahan bakar untuk lebih dekat ke arah Baghdad. Batalion infanteri akan ditempatkan di garis pertahanan untuk menjaga keamanan basis operasi ini.

101st Division Securing FOB Cobra

Bagi Divisi 101, operasi ini adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan divisi itu. Dalam operasi ini Divisi 101 pada dasarnya memindahkan seluruh markas besarnya untuk melakukan operasi militer dari satu lokasi ke lokasi berikutnya dengan menggunakan armada helikopter Chinooks, Blackhawks, dan Apache.

Serbuan udara terbesar

Dengan lebih dari 60 helikopter angkut UH-60 Black Hawks dan 30 CH-47 Chinooks bersama dengan helikopter tempur Cobra dan Apache gunships, serangan udara pada 24 Februari, yang dikenal sebagai “G-Day,” tercatat sebagai operasi heli serbu yang terbesar pada saat itu.

Helikopter Blackhawk dan Chinook dari satuan Divisi 101st Airborne memampukan divisi melakukan pergerakan dan pemindahan logistik dalam skala yang belum pernah ada hingga saat itu. Dominasi udara sekutu memungkinkan satuan in menusuk masuk dan membuat pangkalan ratusan kilometer dibelakang garis musuh.

Divisi Airborne ke-101 berangkat dengan dua tujuan awal dalam Operasi Desert Storm. Yang pertama adalah mendirikan pangkalan aju di belakang garis belakang pertahanan Irak dengan sandi “Cobra”. Unsur-unsur Divisi 101 segera mempersiapkan dan mendirikan pangkalan ini dengan cepat dan efektif.

UH-60A Blackhawk being refueled, 101st Airborne Division Rapid Refuel Point (RRP) capable of servicing twenty helicopters simultaneously; fuel handling personnel from 102d Quartermaster Detachment, Logistical Base CHARLIE, Northern Province, Saudi Arabia

Tujuan awal kedua adalah membawa elemen besar dari Divisi Airborne ke-101 lebih jauh ke wilayah Irak dan ke arah Sungai Efrat. Jaraknya lebih dari 150 mil (241 kilometer) dari pangkalan mereka di Arab Saudi dan kurang dari 100 mil (161 kilometer) dari Baghdad.

Di sana, Divisi 101 kemudian ditugaskan untuk menguasai Highway 8, yang menghubungkan ibukota Irak dengan tentaranya di selatan. Saat itu, kurang dari dua hari setelah melakukan serangan darat, tentara Irak sudah mundur total dari Kuwait.Serangan hari darat hari pertama benar-benar mengagetkan pasukan Iraq, yang tidak mengira bahwa pasukan koalisi akan langsung menusuk ke wilayah Iraq. Mereka mengira bahwa musuh akan menyerang secara konvensional dengan menyerbu masuk Kuwait, atau paling tidak menyerbu dari arah laut lewat operasi amfibi.

Tampilan Prajurit 101 Airborne Division saat Operasi Desert Storm.

Pada hari kedua, 25 Februari, divisi tersebut terbang 155 mil ke utara untuk membangun posisi di lembah Sungai Efrat. Tempai ini kemudian dikenal sebagai Area dari Eagle Operation yang memotong Highway 8, “garis hidup” jalur logistik Tentara Irak di selatan. Dengan menguasai tempat ini, menempatkan divisi sekitar 145 mil dari Baghdad. “Serbuan udara ini mencatat sejarah,” kata Jenderal Thomas Hill, komandan BCT ke-1 saat itu. “Belum pernah hal seperti ini dilakukan sebelumnya.” Lanjutnya

Sementara itu, pasukan Irak menyerah di kiri dan kanan. Banyak dari mereka yang bukan bagian dari Pengawal Republik Saddam Hussein yang kemudian dipaksa untuk berperang. Begitu serangan darat dimulai, ribuan orang mulai menyerah, memenuhi kamp tahanan perang di Arab Saudi.

Operasi badai gurun menjadi salah satu operasi “termudah” dalam sejarah. Pada tembakan pertama praktis ribuan prajurit Irak memilih menyerah kepada pasukan sekutu.

Pada momen ini, pertanyaannya yang muncul bukan apakah pasukan koalisi akan mampu menyingkirkan Tentara Irak dari Kuwait, tetapi apakah pasukan pimpinan AS dapat mengunci posisi pasukan terbaik Saddam Hussein, Garda Republik Irak! Sekitar hari ketiga setelah serangan darat, Divisi 101 bergerak lagi untuk mendirikan pangkalan aju. Kali ini mereka menuju ke timur menuju Basra dan mendirikan Forward Base Viper. Dari Viper, Divisi 101 mampu melakukan operasi menghajar pasukan Irak yang mundur kembali dari Kuwait dan Basra, membantu mencegah kemampuan pasukan tersebut untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat diri.

Pada hari keempat serangan darat, 27 Februari, divisi 101 dari Forward Base Viper, 95 mil ke timur melakukan operasi menghancurkan sisa-sisa tentara Irak. Dari sini Unsur-unsur udara dari Divisi ke-101 juga turut mengambil bagian dalam serangan udara menghancurkan pasukan Irak yang mundur dari Kuwait (dengan tanpa perlindungan udara) yang paling kemudian dikenal sebagai Episode “Highway of Death”. Kehancuran dan petaka di sepanjang jalan itu benar benar menghancurkan kekuatan militer Irak. Setidaknya 10.000 tentara Irak tewas disini.

Highway Of Death.

Standing Down

Dengan pasukan Saddam dalam kondisi kacau total, Divisi 101 sudah bersiap untuk melakukan serangan lagi, menuju lebih jauh ke utara Irak. Namun, karena tujuan politik dan strategis dari konflik telah tercapai, dan pasukan koalisi diperintahkan untuk melakukan gencatan senjata.

Ketika konflik mereda, Divisi Airborne ke-101 kembali ke Amerika Serikat dengan disambut sebagai pahlawan. Mereka telah mencapai semua tujuan misi yang diberikan kepada mereka, dengan menunjukkan kemampuan mereka, dan mendatangkan malapetaka pada musuh mereka. Divisi ini hanya menderita lima tentara KIA (gugur dalam tugas) selama konflik.

Command Sgt. Maj. Robert Nichols, left, Division Sgt. Maj. Stephen Weiss, second from left, 3rd Brigade Combat Team Command Sgt. Maj. Jack Hardwick, third from left, and 2nd Brigade Combat Team Command Sgt. Maj. Charlie Robinson stand atop an Iraqi outpost they captured three days before G-Day, Feb. 24, 1991.
COURTESY ROBERT NICHOLS

Komandan pasukan koalisi, Jenderal Norman Schwartzkopf berkomentar dalam salah satu konferensi persnya mengenai betapa cepat, tangguh, dan efektifnya aksi divisi ke 101 itu. Dia menyebut mereka laksana “kilat dalam operasi Desert Storm.”

Diterjemahkan dan dilengkapi kembali dari:

https://m.warhistoryonline.com/…/101st-airborne-the-lightni…

Gulf War at 25: Desert Storm a milestone for 101st https://www.google.com/…/amp.theleafchronicle.…/amp/80403596

https://en.m.wikipedia.org/wiki/101st_Airborne_Division

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *