Battle of Ap Bac, 2 Januari 1963

Pada bulan Desember 1962, Intelijen Amerika mendeteksi adanya radio transmitter bersama dengan sejumlah gerilyawan National Front for the Liberation of South Vietnam (NLF/Viet Cong), pada laporan awal disebut berjumlah 120 orang. Mereka berada di desa Ap Tan Thoi di Provinsi Dinh Tuong, dekat tempat markas divisi ke 7 ARVN (Army of the Republic of South Vietnam) berada. Untuk menghancurkan kekuatan NLF, penasehat militer Amerika, kala itu adalah Letnan Kolonel John Paul Vann (nama yang harus dicetak tebal dan diingat, karena kisahnya cukup menarik berkaitan dengan perannya di era awal Perang Vietnam dan era akhir keterlibatan Amerika di perang ini) merencanakan untuk menyerang desa Ap Tan Hoi dari 3 arah dengan menggunakan 2 batalion Provincial Civil Guard dan elemen dari resimen infanteri ke-11, dari Divisi ke-7. Unit infanteri akan disupport oleh artileri, kendaraan lapis baja angkut personel M-113, dan helikopter.

John Paul Vann

Vann dan penasehat Amerika lainnya senantiasa berupaya meningkatkan semangat sekutu Vietnam nya bahwa Viet Cong dapat dikalahkan jika mereka “tetap bertahan dan bertempur”. Hal ini disebabkan berdasarkan pengalaman-pengalaman yang terdahulu, komandan ARVN seringkali enggan bersikap agresif dalam menghancurkan kekuatan Viet Cong meskipun mereka dalam kondisi yang menguntungkan, para komandan ARVN tidak mau menanggung jumlah korban di pihak mereka, sehingga mereka bersikap sangat hati-hati. Divisi ke 7, pimpinan Kolonel Huynh Van Cao sendiri merupakan unit yang paling baik dalam ARVN, dibawah arahan penasehat USA mereka, bersama satuan Civil Guard dan Self Defense Corp sepanjang tahun 1962 sukses membunuh 2.000 Viet Cong dan membuat ribuan lainnya terisolasi. Sekali lagi harap dicatat ini prestasi unit terbaiknya, sementara unit lainnya rata memiliki performa menyedihkan, sebab para komandan ARVN lebih sibuk saling berebut pengaruh dan kekuasaan dalam hirarki pemerintahan Saigon pimpinan Ngo Dinh Diem waktu itu, ketimbang bertempur melawan gerilya komunis.

Peta Pertempuran Ap Bac

Kolonel Vann menyarankan agar serangan dimulai pada tanggal 1 Januari 1963. Akan tetapi Kolonel Bui Dinh Dam memilih untuk menundanya sehari, agar para pilot helikopter CH-21 Shawnee dan UH-1 Huey Amerika dapat tidur pada malam tahun baru. Viet Cong yang berjumlah 350 personel telah mendeteksi kemungkinan adanya operasi dalam waktu dekat, mempersiapkan posisi defensif di sepanjang saluran air yang mengalir sekitar 1 mil dari Ap Bac ke desa berikutnya, Ap Tan Thoi. Saluran air tersebut dibatasi oleh pepohonan dan semak-semak, memberikan perlindungan yang sempurna bagi pasukan Vietcong, sekaligus memberikan ruang tembak yang leluasa ke arah area persawahan yang ada di depannya.

lukisan propaganda Vietcong dalam pertempuran Ap Bac

Pertempuran

Pasukan divisi ke 7 dan satuan pendukungnya, memiliki kekuatan rasio sekitar 10:1 (menurut buku Stanley Karnow) dan 5:1 (menurut data Wikipedia), akan tetapi jelas pasukan ARVN memiliki keunggulan jumlah personel ketimbang Viet Cong, seperti rencana mereka akan melakukan serangan dari 3 arah dalam sebuah operasi yang diberi nama Operasi Duc Thang I. Resimen Infanteri ke-11 akan didaratkan dari arah utara, sementara pasukan Civil Guard akan menyerang dari arah selatan ke utara, dari arah barat daya pasukan infanteri akan bergerak dengan menggunakan APC M-113. Sementara itu 3 kompi pasukan ARVN dijadikan cadangan, pasukan ARVN ini didukung penuh dengan kekuatan artileri dan dukungan udara. Berdasarkan kalkulasi seharusnya pasukan Viet Cong yang waktu itu dipimpin oleh kolonel Hai Hoang dapat dikalahkan, akan tetapi dari catatan hariannya kolonel Hoang menulis: “ lebih baik bertempur dan mati ketimbang lari dan dibantai”. Sikap kolonel Hoang bukan Cuma didasari rasa patriotisme belaka, akan tetapi merupakan perintah langsung dari pimpinan komunis untuk memilih bertahan dan bertempur, selepas menerima beberapa kekalahan di sepanjang tahun 1962.

Prangko memperingati kemenangan Vietcong di Ap Bac

Dengan sabar menunggu pasukan ARVN muncul dalam jarak tembak, pasukan Viet Cong menunggu 3 gelombang pendaratan pasukan ARVN memenuhi zona area persawahan yang ada di depan mereka. Pada gelombang pendaratan yang ke empat, pasukan Viet Cong serentak menembakkan senjata otomatis mereka. Sampai siang hari 5 helikopter ditembak jatuh, 3 diantaranya ditembak jatuh pada saat berupaya menyelamatkan awak 2 helikopter yang telah ditembak sebelumnya. Dalam waktu 3 jam kemudian, meski didesak oleh para penasehat Amerika, komandan satuan lapis baja Vietnam Selatan menahan satuannya untuk menyelamatkan crew yang terjebak di area persawahan. Kesalahan sebenarnya bukan hanya dilakukan oleh satuan ARVN, beberapa crew helikopter juga tidak mengindahkan instruksi kolonel Vann, yang meminta untuk mendaratkan helikopter CH-21 300 meter dari sisi barat dan selatan garis pepohonan, untuk mengurangi efektifitas senapan mesin kaliber .30 pasukan Viet Cong. Akan tetapi para pilot mendarat 200 meter dari target, sehingga mereka menjadi target mudah dari senapan mesin dan senjata-senjata Viet Cong. Hal ini menggambarkan kondisi pada era awal konflik Vietnam, dimana koordinasi antar satuan Amerika tidak begitu baik, kebanyakan crew helikopter mengabaikan instruksi dari pada penasehat militer Amerika seperti kolonel Vann.

Kepemimpinan yang buruk menjadi biang keladi kekalahan memalukan ARVN di Ap Bac

Kembali ke satuan lapis baja ARVN yang dipimpin oleh kapten Ly Tong Ba, ketika kemudian mereka memutuskan bergerak, mereka bergerak secara lambat dan saling terpisah-pisah bukan dalam formasi, yang menyebabkan mereka menjadi target mudah Viet Cong. Sebanyak 13 crew MG pada M 113 ARVN, 3 tentara Amerika (semuanya crew Helikopter) tewas.

Keunggulan dukungan kendaraan lapis baja tidak dimanfaatkan dengan baik oleh ARVN

Kondisi yang tidak kalah genting juga dialami oleh mayor Tho, komandan 2 batalion Civil Guard, telah menghentikan gerakannya setelah unitnya kehilangan salah satu komandan kompinya karena tembakan Viet Cong di awal serangan. Kolonel Vann, yang sepanjang pertempuran terbang di dalam L-19/O-1 Bird Dog, dengan menggunakan radio mengintsruksikan kolonel Tho untuk melanjutkan serangan, akan tetapi nstruksi ini ditolak oleh Tho. Begitu juga intruksi dari kolonel Dam, komandan Divisi ke 7, secara efektif pasukah Tho, sudah tidak berperan dalam pertempuran ini. Pada sore hari kemudian menjadi jelas bahwa pasukan Viet Cong tidak dapat diusir dari Ap Bac.

John Paul Vann plots strategy in Vietnam, 1962

Penerjunan yang salah

Bagian sisi timur dari medan pertempuran, yang sebagian besar merupakan area persawahan terbuka, memungkinkan artileri dan pesawat untuk menembaki Viet Cong yang mencoba melarikan diri dari posisinya di sepanjang kanal. Tantangan yang dihadapi pasukan penyerbu kini adalah bagaimana mereka memblok area yang memungkinkan untuk menjadi jalur pengunduran diri Viet Cong hingga pagi harinya. Untuk penugasan ini, Vann menyarankan pasukan Payung untuk diterjunkan. Akan tetapi rencana ini ditentang oleh Jenderal Cao, yang sekarang telah menjadi komandan korp ke 4 ARVN, Cao menilai bahwa pasukannya telah menderita banyak korban hingga sore itu. Akhirnya ketika petang dengan cepat datang, seperti kondisi normal daerah tropis, ia akhirnya setuju memberangkatkan pasukan payungnya-akan tetapi dari posisi barat, yang sebenarnya tidak berguna, karena telah ada pasukan APC M-113 Kapten Ba meski dalam keadaan babak belur. Cao mengabaikan saran Vann, dan tetap mendaratkan pasukan payungnya dari sisi barat. Hasilnya adalah sebuah petaka, bukannya mendarat dibelakang pasukan kapten Ba, karena kesalahan crew dan jump master C-123, 300 prajurit batalion para ke 8 ARVN justru mendarat persis di depan posisi pertahanan pasukan Viet Cong, dan dengan mudah ditembaki oleh pasukan yang bertahan. Di akhir hari, 19 pasukan para terbunuh dan 33 lainnya terluka

Kapten Ly Tong Ba

Pada saat malam tiba kolonel Hoang, mengetahui bahwa pasukan Vietnam Selatan terus begerak mendekat dari 3 jurusan, sementara pasukannya yakni batalion Viet Cong ke 261 dan 514 telah kecapekan dan mulai kekurangan amunisi setelah seharian bertempur. Akhirnya kolonel Hoang memerintahkan mereka untuk mengevakuasi rekan-rekan mereka yang gugur dan terluka melewati area persawahan disisi timur yang tidak terjaga. Kolonel Vann disisi lain sempat meminta Jenderal Cao menerbangkan pesawat C-47 untuk menjatuhkan flare di area tersebut dan ingin menembaki Viet Cong yang mundur dengan 500 peluru artileri. Akan tetapi permintaan ini ditolak oleh Jenderal Cao, karena menganggap peluru flare akan mengekspos posisi pertahanan yang telah dibuat oleh pasukan para ke-8 nya, sebagai gantinya ia memerintahkan penembakan 100 peluru artileri dengan rate 4 peluru per jam. Dengan kondisi ini, dengan mudah pasukan Viet Cong mengundurkan diri. Di pagi hari Kolonel Hoang dan pasukannya berhasil mencapai tempat persembunyian mereka di Plain of Reeds.

Two downed US CH-21 helicopters in Ap Bac

Kerugian

Pertempuran Ap Bac berakhir dengan korban 83 pasukan Vietnam selatan tewas dan 100 lainnya terluka; di pihak Amerika 3 orang crew helikopter tewas, 5 helikopter (CH-21 Shawnee dan UH-1 Huey) ditembak jatuh dan 9 lainnya rusak. Sementara itu di pihak Viet Cong menurut perkiraan (wikipedia) 18 tewas, meski hanya meninggalkan 3 mayat (berdasarkan dokumenter Battlefield Series episode 2-Undeclared War disebut Cuma 9 saja yang tewas). Soal data casualties memang berbeda-beda, akan tetapi jelas kemenangan mutlak ada di tangan Viet Cong. Dengan marah kolonel Van menyembur : “A Miserable f*cking performance, just like it always is”. Beberapa bulan kemudian ia memilih mengundurkan diri, secara terbuka dia menuduh presiden Diem sengaja membuat peperangan tidak berkesudahan sehingga dia dapat terus mendapatkan bantuan dari Amerika. Tuduhan ini meskipun valid, menunjukkan karakter Vann yang terbuka, ia merasa bahwa konflik ini sebenarnya dapat dimenangkan, di kemudian hari dia kembali sebagai sipil yang diperbantukan pada militer Vietnam Selatandan terbunuh di Vietnam pada saat konflik mendekati fase akhir pada Tahun 1972 dalam pertempuran Kontum.

Sumber:

Wikipedia – Battle of Ap Bac https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Ap_Bac

Stanley Karnow-Vietnam A History, bab Vietnam is the Place halaman 260-262

Battlefield Vietnam TV Series: episode 2, Undeclared War

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *