Duel OV-1 Mohawk vs MiG-17 Fresco di Lembah A-Shau

Dikembangkan memenuhi persyaratan Angkatan Darat AS untuk pesawat kecil, dengan dua tempat duduk, mesin kembar, untuk fungsi pesawat pengintai, Grumman OV-1 adalah pesawat pengintai di medan perang yang sempurna untuk memasok hampir semua informasi yang diinginkan oleh komandan medan perang mana pun, dan jika perlu pesawat ini juga bisa menghancurkan target di darat. Grumman OV-1 Mohawk dikembangkan mulai tahun 1956 dan pertama kali diterbangkan pada tahun 1959 untuk kemudian secara resmi dioperasikan oleh Angkatan Darat AS pada tahun 1960. Meski bisa dipersenjatai namun menembak jatuh MiG jelas bukan tugas Mohawk, meski pesawat ini benar-benar melakukannya selama Perang Vietnam.

Meski bisa dibekali persenjataan berupa roket dan senapan mesin, namun misi utama dari OV-1 Mohawk adalah pengintaian dan pengamatan udara dan bukan misi penyerangan.

Angkatan Darat AS menerbangkan berbagai jenis pesawat di Vietnam. Dari pesawat pengintai ringan hingga pesawat transportasi dan tentu saja ribuan helikopter. Angkatan Darat bisa terbang ke mana saja seperti yang dilakukan Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Marinir dan juga banyak tempat yang tidak bisa dikunjungi oleh kekuatan udara dari kecabangan lainnya. Meskipun banyak kemenangan udara berhasil dicetak oleh AU dan AL, Angkatan Darat tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk bisa bertempur melawan MiG. Namun, OV-1 Mohawk, entah bagaimana, berhasil meraih satu-satunya kemenangan udara-ke-udara Angkatan Darat A.S. selama Perang Vietnam.

Ken Lee

Sebagai latar belakang, Ken Lee mulai menerbangkan Mohawk Angkatan Darat pada awal 1964 dan menyelesaikan pelatihan penerbangan transisi dengan tipe pesawat ini pada September 1964. Tur pertama Ken di Vietnam dimulai pada bulan November 1964. Selama tur itu ia terbang dengan Detasemen Penerbangan Perang Khusus ke-23 (SWAD) dengan Kompi Penerbangan Pengintai ke-73 (SAC) dan memiliki callsign “uptight”. Ken kembali ke rumah untuk bergabung di CONUS pada akhir tur pertamanya selama bulan November 1965.

Crew darat mempersiapkan pesawat OV-1 Mohawk dari 73rd Aviation Company.

Ken Lee yang berusia 27 tahun memulai tur keduanya dengan menerbangkan Mohawk pada bulan Agustus 1967. Dia ditugaskan ke Kompi Penerbangan ke-131 Nighthawks dengan callsign “Spud” yang bermarkas di Pangkalan Udara Phu Bai. Ken (personal callsign “Martini”) dan teman-teman pilotnya menerbangkan campuran pesawat OV-1A (pengintaian visual dan fotografi), OV-1B (dengan Side Looking Airborne Radar [SLAR]), dan varian Mohawk OV-1C (dengan perangkat Inframerah [IR]). Misi mereka selama tur ini difokuskan pada pencarian target di Laos dan Vietnam Utara bagian selatan.

Dengan bekal radar dan perangkat inframerah, OV-1 melakukan tugas pengamatan dan pengintaian atas lokasi-lokasi musuh untuk memasok data bagi komandan-komandan satuan darat Amerika di Vietnam.

Ken pernah terluka sebelum perjumpaannya dengan MiG. Seperti yang ia katakan, “Saya terluka pada Oktober 1967 di perbatasan antara Vietnam Selatan dan Laos. Peluru kaliber .50 menghantam melalui sisi pesawat dan melewati jaket antipeluru saya, merusak senjata kaliber .45 saya, melalui survival radio saya dan perlengkapan survival. Saya tepat berada di belakang jalur peluru. Saya tidak bisa terbang lagi selama tiga minggu dan insiden MiG itu terjadi dalam misi kedua yang saya terbang setelah saya mulai terbang lagi. ”

MiG “killer”

Pada suatu pagi di pertengahan Februari 1968, dua OV-1A dari Kompi Penerbangan ke-131 terbang pada ketinggian 2000 kaki di atas Lembah Ashau, salah satu dari dua wilayah pertahanan kuat Tentara Vietnam Utara di Vietnam Selatan, yang lainnya adalah kawasan Hutan U Minh di utara Saigon. Penerbangan ini dipimpin oleh Kapten Ken Lee, yang telah menjadi salah satu pilot Mohawk yang paling berpengalaman dari unit tersebut. Karena kedua pilot tahu bahwa di hutan di bawah mereka terdapat lebih dari 6.000 pasukan musuh yang permanen dengan didukung salah satu kompleks baterai anti-pesawat paling canggih di dunia, mereka menjaga ketinggian terbang mereka dan menggunakan radar side looking OV-1 serta alat deteksi inframerah untuk mengamati aktivitas musuh di lembah.

Peta lokasi markas satuan OV-1 Mohawk di Phu Bai dan konsentrasi pasukan komunis di lembah A-Shau.
MiG-17 yang dihadapi Ken Lee awalnya dikira sebagai pesawat tempur CA-27 Sabre milik RAAF.

Tiba-tiba, seperti yang dijelaskan oleh Wayne Mutza dalam bukunya US Army Aviation di Vietnam, Lee merasakan pesawatnya terkena tembakan dan dia langsung berbelok ke kanan ketika wingman-nya dari jarak setengah mil di belakangnya, berteriak padanya: “Ada MiG di belakang kamu ! ”. Ken melanjutkan, “Awalnya saya mengira MiG itu mungkin adalah F-86 Australia (RAAF CA-27 Sabre saat itu berbasis di Ubon) tetapi kemudian saya melihat ada lambang bintang merah di ekornya”. Lee mengarahkan pesawatnya dan MiG-17 lewat dengan kecepatan 275 knot di sebelah kirinya, menghentikan tukikannya dua ratus kaki di bawahnya dan berbalik untuk menyerang kedua Mohawk itu lagi. Lee mengerti bahwa satu-satunya kesempatan untuk menghindari tembakan oleh MiG adalah dengan menyerang. OV-1A memang bisa membawa pod roket 2,75 inci dan senapan mesin kaliber .50 di bawah setiap sayap – bawaan yang Lee bawa pagi itu.

OV-1 Mohawk dapat dibekali dengan roket dan senapan mesin untuk menyerang musuh dalam kondisi darurat.

Pilot MiG telah membuat kesalahan besar dengan memperlambat serangannya dan berbalik tepat di depan pesawat milik Lee. Lee kemudian menembakkan hampir semua 38 roket dari dua pod roket M159 kaliber 2.75 inchi, dengan empat di antaranya mengenai MiG. Selain itu, Lee juga menembak pesawat tempur musuh dengan senapan mesin yang terdapat pada pod XM14 nya. “Saya menembakkan 100 peluru kaliber .50 ke MiG itu – saya bisa melihat peluru tracer masuk ke dalam pesawat. Menghantam mesinnya memutus powernya. ”Karena MiG naik ketika Lee melepaskan tembakan, mereka masuk ke kawanan awan. Lee keluar dari awan ke sebelah kanan, dan melihat MiG muncul sekitar tiga hingga lima detik kemudian. Sayap kanan MiG mengarah kebawah dan hidungnya mendongak, dengan kobaran api berwarna oranye. MiG mengitari salah satu gunung yang mengelilingi Ashau, yang Lee tahu adalah lembah yang tidak teridentifikasi, tetapi pesawat itu terbang sangat rendah, sehingga Lee tidak bisa mengikutinya masuk lembah itu tanpa menghadapi risiko menabrak lereng bukit dan dia tidak melihat MiG itu crash atau jatuh.

Kemenangan yang dirahasiakan

Begitu mereka kembali ke pangkalan udara Phu Bai, Lee menemukan beberapa lubang peluru kaliber 23mm di ekor dan di belakang pesawatnya sementara ia sendiri cuma punya beberapa roket dan peluru yang tersisa, tetapi ia dan wingmannya diperintahkan untuk tidak berbicara kepada siapa pun tentang kemungkinan Lee telah menembak jatuh sebuah MiG. Angkatan Darat sebenarnya khawatir bahwa Angkatan Udara AS (USAF) akan memaksa mereka untuk melucuti persenjataan Mohawk atau bahkan memaksa menyerahkannya ke USAF, karena Angkatan Udara telah meminta bahwa menembak jatuh MiG sebagai domain eksklusif mereka. Konflik antar Angkatan Darat dan Angkatan Udara memang sudah berlangsung sejak awal 1960-an, dimana AU menuduh AD seolah-olah akan membuat AU tandingan dengan mengakuisisi pesawat angkut taktis. Berdasar Perjanjian Johnson-McConnell tahun 1966 antara Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Jenderal Harold K. Johnson dan Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat Jenderal John P. McConnell pada tanggal 6 April 1966 kemudian Angkatan Darat AS sepakat untuk menyerah pesawat angkut taktis mereka ke Angkatan Udara, sedangkan Angkatan Udara AS melepaskan klaimnya penggunaan sebagian besar helikopter mereka, kecuali untuk misi-misi khusus seperti SAR. Karena alasan tidak ingin berdebat lagi dengan AU inilah, pihak Angkatan Darat ingin agar kemenangan udara atas MiG ini tidak dibesar-besarkan dan cenderung untuk ditutupi.

Perjanjian antara AU dan AD Amerika membuahkan kesepakatan penyerahan pesawat taktis milik AD seperti pesawat Caribou ini ke AU.

Sejujurnya Lee sendiri tidak benar-benar tahu pasti apakah dia benar-benar telah menembak jatuh MiG itu. Bagaimanapun, Ken tidak pernah menerima kredit telah menembak jatuh MiG atau pengakuan semacam itu – dari pihak Angkatan Darat. Beberapa minggu kemudian Lee terbang dari Phu Bai ke Ubon, di mana ia bertemu dengan Kolonel Robin Olds, komandan TFW ke-8. Olds mengatakan kepada Lee bahwa dia telah mendengar beberapa desas-desus tentang sebuah Mohawk yang menembak jatuh MiG dan dia tertarik untuk mengetahui bahwa Lee adalah pilot yang terlibat dalam pertempuran udara itu. Pada bulan Mei, Lee terbang dalam misi lain dan singgah di Ubon. Begitu dia mendarat, Robin Olds dan Chappie James meminta dia untuk menemani mereka ke Klub Perwira, di mana mereka mengatakan kepadanya bahwa sebuah MiG hampir bisa dipastikan telah ditembak jatuh seperti yang dia gambarkan. Ketika Lee bertanya bagaimana mereka tahu, Olds berkata kepadanya, “Kami tahu hal-hal yang kalian tidak akan pernah tahu.”

Kolonel Robin Old telah mengetahui desas-desus ditembak jatuhnya sebuah MiG-17 Fresco milik Vietnam Utara oleh OV-1 Mohawk milik AD.

Ken mengatakan serangan MiG di sektor ia terbang tidak sepenuhnya unik. Dia mengenang, “Kejadian ini bukan satu-satunya saat saya diserang dari atas dan bukan di bawah. Saya memiliki memiliki lubang peluru di pesawat yang saya terbang pada dua kesempatan lainnya. Saya tidak tahu kenapa MiG itu bisa ada disana (Seperti diketahui, resminya MiG nyaris tidak pernah digunakan di wilayah udara Vietnam Selatan). Kemudian Kolonel Robin Olds mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Vietnam Utara telah membuka lapangan terbang di sebelah utara DMZ sehingga mereka dapat tiba-tiba masuk ke area operasi kami. “

Kolonel (kemudian Jenderal) AU Amerika, DANIEL “CHAPPIE” JAMES JR. Pihak AD memilih merahasiakan penembakan MiG-17 untuk menghindari konflik dengan AU Amerika.

Ken dan rekan-rekannya yang pemberani bagaimanapun telah melakukan pekerjaan yang sulit, berbahaya, dan pada akhirnya sia-sia namun jarang mendapat pengakuan seperti yang seharusnya. Antara Juni dan Desember 1966, OV-1A dari Kompi Penerbangan ke-131 telah menerbangkan 1.228 sorti, OV-1B menerbangkan 2.134 sorti, dan OV-1C menerbangkan 520 sorti dengan total 3882 sorti dan 5.638 jam terbang di medan pertempuran. Pada tahun 1967 Nighthawks terbang sebanyak 11.947 jam di medan pertempuran. Mereka kehilangan 13 awak udara dengan status KIA atau MIA dan 10 awak lainnya terluka. Enam OV-1A, 2 OV-1B, dan 2 OV-1C hilang selama periode tersebut. Ken Lee sendiri kembali dari Tur keduanya di Vietnam pada bulan September 1968.

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

OV-1 Vs MiG-17: THE STORY OF HOW THE MOHAWK BECAME A MiG KILLER by Dario Leone, 3 Dec 2017

https://theaviationgeekclub.com/ov-1-vs-mig-17-story-mohawk-became-mig-killer/

Avgeekery Exclusive: MiG-Killing Army OV-1 Mohawk Pilot Ken Lee by Bill Walton, 22 July 2018

SILENT WARRIOR: GRUMMAN’S OV-1 MOHAWK By Thomas McKelvey Cleaver

2 thoughts on “Duel OV-1 Mohawk vs MiG-17 Fresco di Lembah A-Shau

  • 19 August 2020 at 9:46 am
    Permalink

    Of course, what a fantastic blog and enlightening posts, I definitely will bookmark your site.Best Regards!

    Reply
    • 19 August 2020 at 9:53 am
      Permalink

      Tks, I really appreciate if you can share this blog to the others

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *