Kapal Induk Serbaguna Kelas Invincible Asal Inggris: Kecil, Ringan Namun Efektif

Kelas Invincible adalah kelas kapal induk ringan yang dioperasikan oleh Royal Navy (Angkatan Laut Kerajaan Inggris). Ada tiga buah kapal jenis ini yang dibuat, yaitu: HMS Invincible (R05), HMS Illustrious (R06) dan HMS Ark Royal (R07). Kapal-kapal itu awalnya dibuat sebagai platform perang anti-kapal selam (ASW) yang memiliki kemampuan angkut pesawat udara untuk melawan ancaman kapal selam Soviet era Perang Dingin di kawasan Atlantik Utara. Sedari awalnya kapal ini dirancang untuk dapat meluncurkan pesawat tempur Sea Harrier dan helikopter anti-kapal selam HAS.1 Sea King. Dengan pembatalan program pembaruan kapal induk pada tahun 1960-an, ketiga kapal tersebut kemudian ditakdirkan untuk menjadi pengganti kapal induk besar armada AL Inggris, yakni HMS Ark Royal dan HMS Eagle dari kelas Audacius serta kapal induk ringan kelas Centaur. Selama puluhan tahun, ketiga kapal induk ini sempat menjadi satu-satunya kelas kapal induk yang dioperasikan oleh Laut Kerajaan Inggris. Ketiga kapal tersebut menjalani dinas operasional aktif di sejumlah lokasi di seluruh dunia, termasuk kawasan Atlantik Selatan selama Perang Falkland, Laut Adriatik selama Perang Bosnia, dan di Timur Tengah selama Invasi ke Irak pada tahun 2003. HMS Invincible telah dinonaktifkan pada tahun 2005 dan kemudian disimpan karena kondisi kesiapan yang rendah. Dia kemudian dijual ke tempat pembongkaran kapal di Turki pada bulan Februari 2011, dan meninggalkan Portsmouth dengan ditarik pada tanggal 24 Maret 2011. Berdasarkan Kajian Pertahanan dan Keamanan Strategis, tahun 2010, HMS Ark Royal mengikutinya, dengan dinonaktifkan pada tanggal 13 Maret 2011. Dinonaktifkannya kapal ini telah meninggalkan HMS Illustrious sebagai satu-satunya kapal yang masih tersisa, yang telah berfungsi sebagai kapal pengangkut helikopter dari tahun 2011 hingga 2014 ketika kapal itu juga akhirnya dinonaktifkan. Royal Navy sempat tidak memiliki kapal induk untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir satu abad, sampai diperkenalkannya untuk pertama kalinya kapal induk kelas Queen Elizabeth pada bulan Desember 2017.

Selama hampir 30 tahun kapal induk ringan Kelas Invincible menjadi tulang punggung AL Kerajaan Inggris dalam berbagai misinya di seluruh dunia. (Sumber: https://id.wikipedia.org/)

DESAIN DAN PENGEMBANGAN

Di saat angkatan lautnya mulai mengurangi jumlah armadanya yang cukup besar warisan masa Perang Dunia Kedua, program kapal induk Inggris pada masa setelah perang tidak begitu berkembang dan sering menghadapi berbagai pembatalan karena kesulitan ekonomi yang parah yang datang dengan runtuhnya kemaharajaan Inggris. Kelas Audacious, yang mulai dioperasikan dari tahun 1951, mendapati dua dari empat kapal dari kelas ini dibatalkan karena alasan ekonomi, sedangkan Kelas Centaur yang dioperasikan pada periode yang sama memdapati empat unit dari delapan kapal kelasnya yang rencananya dibuat dibatalkan. Berikutnya Kelas Majestic yang direncanakan untuk digunakan pada periode yang sama menemukan hanya satu dari enam kapal perang yang direncanakannya benar benar dioperasikan oleh AL Kerajaan Inggris, dengan yang lainnya dibatalkan atau dijual ke beberapa negara persemakmuran Inggris. Akibatnya, ukuran armada kapal induk Inggris pada masa itu kurang dari setengah yang direncanakan – yang secara serius merusak kemampuan proyeksi kekuatan laut Inggris di seluruh dunia. Keadaan ternyata hanya akan menjadi lebih buruk dari saat itu, ketika empat kapal induk Kelas Malta yang cukup besar, dengan bobot lebih dari 50.000 ton dan masing-masing dirancang untuk bisa membawa 80 pesawat, semuanya dibatalkan. Setelah periode tahun 1950-an, dengan hilangnya sebagian besar wilayah Kemaharajaannya, Inggris secara khusus mengekang ambisi pembuatan kapal induk dan membatalkan kapal kelas induk berikutnya, yakni Kelas Queen Elizabeth, yang direncanakan hanya dibuat dua kapal perang seberat 50.000 ton pada tahun 1960-an. Sementara itu karena ukuran kapal induk berkembang pesat selama Perang Dingin, ketika pesawat tempur yang dibawa semakin besar dan berat, kapal induk konvensional Yang dimiliki Inggris sendiri seperti kelas Audacious tidak lagi dianggap sebagai ukuran kapal induk yang sangat besar – melainkan ukuran medium. Namun keberlangsungan program pembuatan kapal induk semacam itu sendiri terbukti di luar kemampuan anggaran Inggris, dan karena kesulitan ekonomi, pembuatan kapal induk kelas baru dibatalkan pada akhir tahun 1960-an.

Kapal Induk kelas Audacious menjadi kapal induk konvensional terakhir yang digunakan Inggris sebelum munculnya kapal induk ringan kelas Invincible. (Sumber: https://www.rosswatton.com/)
Konsep kapal induk CVA-01 yang dibatalkan oleh Inggris pada tahun 1960an. (Sumber: https://www.reddit.com/)

Pada masa seperti inilah muncullah rancangan kapal Kelas Invincible yang berasal dari sketsa desain kapal penjelajah pengawal berbobot 6.000 ton, berpeluru kendali, yang mampu membawa helikopter dan dimaksudkan sebagai pendamping dari kapal induk kelas CVA-01 yang jauh lebih besar. Namun kapal induk kelas CVA-01 kemudian juga dibatalkan. Pembatalan dari proyek CVA-01 pada tahun 1966 kemudian berarti bahwa kapal penjelajah yang lebih kecil itu sekarang harus menyediakan gugus tugas anti-kapal selam (ASW) dengan fasilitas komando dan kontrol yang lebih memadai, karena sekarang semua beban tanggung jawab dari dua kelas kapal dilimpahkan padanya. Dua desain baru kemudian disiapkan untuk memenuhi persyaratan ini; yakni yang pertama adalah kapal penjelajah seberat 12.500 ton dengan rudal di bagian depan, dan dek penerbangan yang mampu membawa enam helikopter Westland Sea King di bagian belakang, dimana desainnya agak mirip dengan kapal Vittorio Veneto dari Angkatan Laut Italia. Sementara itu desain kedua adalah kapal seberat 17.500 ton dengan desain “through-deck” yang mampu membawa sembilan helikopter Sea King dan rudal di bagian kanan depan. Dek penerbangan yang lurus menjadi ciri khas dari kelas kapal tersebut dengan jalur penerbangan yang dipasang di sisi kiri lambung kapal. Area peluncuran helikopter juga ditempatkan di sisi ini karena superstruktur kapal (Island) ditempatkan di sebelah kanan. Beberapa elevator dipasang untuk menghubungkan dek penerbangan dan dek hangar di bagian bawah.

Desain Kapal Induk Kelas Invincible. (Sumber: https://www.pinterest.co.uk/)

Pada tahun 1970, desain kapal cruiser “through-deck” telah berkembang menjadi Naval Staff Requirement untuk Through-Deck Command Cruiser (TDCC) seberat 18.750 ton. Pada bulan Februari 1963, pesawat Hawker P.1127 VTOL (pesawat yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal) telah menjalani uji mendarat dan lepas landas dari kapal induk HMS Ark Royal dan selanjutnya Hawker-Siddeley Kestrel telah menjalani uji coba dari sebuah “Commando carrier” (kapal induk yang mengoperasikan helikopter) HMS Bulwark. Oleh karena itu sangat mungkin bahwa “kapal penjelajah” baru yang dirancang dapat digunakan untuk mengoperasikan pesawat VTOL serupa. Kapal baru itu kemudian disebut sebagai “through-deck cruisers” dan bukan “kapal induk”. Ini sebagian dikarenakan pembatalan proyek CVA-01, tetapi juga karena kapal-kapal tersebut dimaksudkan untuk melayani peran C3I (Komando dan Kontrol) kapal penjelajah tradisional dan untuk menjalankan perang anti-kapal selam, serta dibangun lebih seperti kapal penjelajah. Desain Invincible yang digambarkan sebagai “kapal penjelajah ber-dek” juga merupakan sebuah upaya untuk menyamarkan fakta dari pemerintah bahwa kapal itu sebenarnya adalah sebuah kapal induk, karena pemerintah Partai Buruh telah menetapkan untuk menarik semua kapal induk konvensional besar terakhir negara itu. Istilah “Kapal Induk” pada masa itu (di Inggris) dipandang sebagai kapal besar yang mahal serta berkonotasi agresif yang tidak sesuai dengan kebijakan dan anggaran pemerintah saat itu. Nama “kapal induk” tidak secara resmi baru muncul dalam kaitannya dengan kapal ini pada tahun 1980 saat beberapa pihak mulai menyebut Invincible sebagai kapal induk. 

Pesawat Hawker P.1127 VTOL sedang diuji-coba di kapal induk HMS Ark Royal, Februari 1963. (Sumber: https://www.iwm.org.uk/)

Masalah ekonomi di Inggris pada awal tahun 1970-an memang menunda kemajuan pembuatan kapal baru itu, tetapi desainnya terus berkembang. Pesanan untuk kapal pertama diberikan kepada Vickers (Pembuat Kapal) pada tanggal 17 April 1973. Sekarang, desainnya dikenal sebagai “CAH” (kapal penjelajah berat yang membawa helikopter, dengan gaya simbol klasifikasi lambung ala Angkatan Laut AS) seberat 19.000 ton (di masa kini sepadan dengan ukuran kapal induk helikopter seperti Kelas Dokdo Korea Selatan dan kapal serbu amfibi multiguna Kelas Mistral Prancis) dengan kemampuan membawa hingga empat belas pesawat dan dua peluncur rudal Sea Dart di bagian depan. Pemerintah Inggris kemudian memutuskan bahwa kapal induk itu membutuhkan pesawat sayap tetap untuk bisa bertahan melawan pesawat pengintai Soviet. Sementara itu karena ukurannya yang kecil dan landasan pacu yang pendek, kapal induk Invincible Class tidak dapat menampung jet tempur konvensional seperti F-4 Phantom atau A-4 Skyhawk yang digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat, dan membutuhkan jet khusus berkemampuan lepas landas pendek dan mampu melakukan pendaratan vertikal (STOVL). Pada bulan Mei 1975, mereka mengijinkan pembuatan versi maritim dari Hawker Siddeley Harrier, yang kemudian berhasil dikembangkan menjadi Sea Harrier. Ini berarti bahwa desain kapal penjelajah itu harus dibuat ulang lagi untuk memasukkan peralatan pelengkap kecil untuk bisa mengoperasikan pesawat VTOL ini.

Untuk mendongkrak kemampuan pesawat yang dibawa, pada bagian ujung landasan di kapal induk HMS Invincible dipasang “ski jump” bersudut 7 ° dan 12 °. (Sumber: https://www.pinterest.co.uk/)

Dek penerbangan yang hanya sepanjang 170 meter (560 kaki) relatif pendek bahkan hanya bisa digunakan rolling take-off STOVL marginal untuk meluncurkan Harrier yang bermuatan penuh. Pengembangan “ski jump” kemudian memungkinkan peluncuran di semua kondisi dengan mendorong pesawat naik ke atas lewat sebuah “lerengan” pada tahap akhir lepas landas di ujung kapal. HMS Invincible dan Illustrious kemudian dilengkapi dengan ski-jump bersudut 7 °, sementara Ark Royal menggunakan ski-jump bersudut 12 °. Berdasarkan penelitian, keberadaan ski jump mampu mendongkrak kinerja Sea Harrier dengan jauh lebih baik, yang memungkinkannya untuk membawa lebih banyak bahan bakar dan senjata, serta menjadikannya pesawat yang jauh lebih serbaguna untuk pertahanan armada. Sementara itu masuknya Harrier ke dalam dinas operasional, menjadikannya salah satu dari jet tempur pertama dari jenisnya di pihak NATO, mengikuti jet tempur Yak-38 asal Soviet yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL) yang memiliki fungsi yang sangat mirip, meski memililiki sistem yang berbeda. Menariknya, Yak-38 milik Soviet digelar pada kapal kelas Kiev yang dalam klasifikasi AL Soviet merupakan kapal jelajah kelas berat pengangkut pesawat, sebuah konsep yang juga mirip dengan Kelas Invincible, meski memiliki dimensi yang jauh lebih besar. Sementara itu ketidakmampuan Harrier untuk menandingi pesawat tempur canggih berbasis kapal induk seperti F-14 Tomcat dan F-4 Phantom yang digunakan oleh kapal-kapal induk AS berarti bahwa Harrier hanya diandalkan sebagai kemampuan sampingan dari kapal kelas Invincible, meski di kemudian dalam perang di Falkland, Harrier menunjukkan performa diluar ekspektasi.

Yak-38 Forger, pesawat VTOL asal Soviet yang fungsinya dapat dipadankan dengan Harrier. (Sumber: https://id.pinterest.com/)
Kapal induk Novorossiysk dari kelas Kiev milik AL Soviet. Meski jauh lebih besar namun konsep Kelas Kiev + Yak-38 hampir serupa dengan konsep Kelas Invincible + Harrier. (Sumber: https://partisan1943.tumblr.com/)

Di sisi lain, Kelas Invincible sejak tahun 1976 juga memiliki peran sekunder sebagai pengangkut helikopter, atau LPH, dalam memperkuat Wing Utara NATO di Norwegia. Kapal induk HMS Invincible pertama dibangun oleh Vickers Shipbuilding and Engineering (sekarang BAE Systems Marine) di Barrow-in-Furness. Kapal itu dioperasikan pertama kali pada bulan Juli 1980. Dua saudaranya kapal HMS Illustrious dan HMS Ark Royal, keduanya dibangun di galangan Kapal Swan Hunter di Wallsend, untuk kemudian dioperasikan masing-masing pada tahun 1982 dan 1985. Pada tahun 1998, HMS Ocean, dengan bentuk lambung yang didasarkan pada kelas Invincible, ditugaskan secara khusus untuk peran ini. Dimensi kapal yang telah dibuat kemudian memiliki panjang 677 kaki (206,35 meter), lebar 90 kaki (27,43 meter) dan draft 24 kaki (7,43 meter). Pembuatan kapal kelas Invincible telah melibatkan pemasangan satu juta komponen yang dilengkapi oleh 1.000 kilometer kabel dan 100 kilometer pipa. Jumlah orang yang mengerjakan pembuatannya di Barrow mencapai 3.500 orang terutama selama proses perakitannya di Buccleuch Dock, tetapi secara total terdapat 35.000 orang yang terlibat dalam peran sub kontraktor di seluruh Inggris. Selama pembangunannya, tenaga kerja galangan kapal yang dipekerjakan sekitar 14.000 orang dibandingkan hanya 5.000 orang yang dipekerjakan pada saat ini. Ketika kapal induk Invincible mulai beroperasi pada awal tahun delapan puluhan, sempat ada kekhawatiran tentang apakah Inggris akan dapat melanjutkan perannya sebagai Angkatan Laut yang seimbang, atau sekedar menjadi Wing ASW dari NATO.

Peluncuran HMS Invincible di Vickers Shipyard, Barrow, pada tanggal 3 Mei 1977. (Sumber: http://www.gosportheritage.co.uk/)

Kapal induk Kelas Invincible mampu menampung lebih dari 1.000 awak termasuk 350 personel udara dan 80 perwira. Setelah Perang Falkland 1982, senjata CIWS ditambahkan ke dalam desain kapal ini. HMS Illustrious memasangkannya pada saat-saat terakhir sebelum diluncurkan, sementara Ark Royal menambahkannya sebagai bagian normal dari proses pembuatan, dan Invincible sendiri memasangnya selama perombakan pertamanya setelah Perang Falkland. Awalnya, Invincible dan Illustrious dilengkapi dengan dua unit senjata CIWS Vulcan Phalanx buatan Amerika; namun kemudian diganti dengan tiga sistem Goalkeeper asal Belanda yang lebih besar kaliber kanon-nya. Sementara itu HMS Ark Royal tetap mempertahankan tiga sistem CIWS Phalanx yang dia pasangkan saat dibuat (dia dapat dengan mudah dibedakan dari “saudara-saudaranya” dengan keberadaan radome putih “R2-D2” khas sistem CIWS Phalanx). Peralatan Penanggulangan elektronik pada kapal disediakan oleh sistem jamming dan sistem ECM buatan Thales. Peluncur seagnat juga disediakan untuk bisa melepas chaff atau suar pengecoh. Sebagai bagian dari peningkatan selama pertengahan tahun 1990-an, Sistem rudal Sea Dart yang dipasang dekat “ski jump” pada ketiga kapal dihapus, dengan tempat yang ditinggalkan kemudian diisi untuk meningkatkan ukuran dek penerbangan bagi pengoperasian pesawat Harrier GR.7 / 9 milik RAF. HMS Invincible menyelesaikan perbaikan pada bulan Maret 2003. Sementara perbaikan Illustrious selesai di galangan kapal Rosyth Babcock pada bulan November 2004.

Pada masa-masa akhir karirnya, kapal induk kelas Invincible seperti HMS Ark Royal dimodifikasi untuk bisa membawa pasukan komando dan helikopter-helikopter serbu udara seperti helikopter Chinook milik RAF. (Sumber: https://arkroyal.net/)

Sementara itu tempat penyimpanan munisi rudal Sea Dart kemudian juga diubah untuk meningkatkan penyimpanan senjata udara-ke-permukaan, dan fasilitas pengarahan awak udara baru yang dibuat di bawah dek penerbangan yang diperpanjang, keduanya dibuat untuk mendukung penggelaran pesawat Harrier GR7 RAF sebagai bagian rutin dari wing udara kelas Invincible. Semua kapal juga kemudian dipasangi perlengkapan untuk mengoperasikan helikopter Merlin saat Merlin HM1 mulai menggantikan helikopter Sea King HAS6 dalam peran ASW yang dibebankan padanya. Setelah integrasi Harrier GR7 pada kapal itu, konfigurasi tipikal pesawat yang dibawa kapal termasuk tujuh atau delapan pesawat tipe tersebut, menggeser Merlin untuk digelar ke kapal pendukung kelas Fort yang menyertai kapal induk. Pengoperasian terakhir kelas ini di masa perang membawa mereka dalam peran sebagai LPH sekunder, karena secara resmi dinilai bahwa Sea Harrier tidak dapat memberikan peran yang berguna dalam misi yang diberikan. Selama misi tersebut, kelas Invincible menggunakan helikopter RAF Chinook, sebagai pengganti pesawat-pesawat mereka. Perbaikan terakhir Invincible dilakukan pada tahun 2004. Sementara itu HMS Illustrious sempat menjalani perbaikan selama 16-bulan yang memakan biaya £ 40 juta di Rosyth Dockyard selama tahun 2010 dan 2011 dalam persiapan untuk peran barunya sebagai pembawa helikopter selama kapal induk helikopter HMS Ocean menjalani perbaikan. Sementara itu HMS Ark Royal menyelesaikan perbaikan pada bulan September 2006 yang mencakup pemasangan fasilitas penerbangan yang lebih baik, perangkat komunikasi yang ditingkatkan, penambahan sistem komunikasi satelit SCOT 5, sistem komunikasi komando dan kontrol Bowman, charting elektronik dan towed sonar decoy system. Perbaikan ini memungkinkan kapal untuk membawa pasukan komando dan helikopter-helikopter tambahan serta melakukan penyerangan maritim, dan sebagai platform komando dan kontrol. HMS Ark Royal setelah perbaikan itu kemudian bisa membawa hingga 400 prajurit dan helikopter Chinook RAF, helikopter Apache Angkatan Darat dan helikopter Sea King serta Merlin milik Angkatan Laut. Ark Royal secara resmi bergabung kembali dengan armada Angkatan Laut Inggris pada bulan Desember 2006 dan memulai periode pelatihan laut selama dua bulan pada bulan Januari 2007 sebelum kembali ke dinas operasional aktif.

SISTEM PENUNJANG DAN PERSENJATAAN

Dalam menjalankan fungsinya sebagai kapal jelajah berkemampuan angkut pesawat dan helikopter khusus perang anti kapal selam serta kemudian menjadi kapal induk multifungsi, Kapal Kelas Invincible dibekali dengan beberapa perangkat sensor dan persenjataan utama sebagai berikut:

SISTEM PENUNJANG

Kelas Invincible dilengkapi beberapa sistem penunjang utama yang terdiri dari:

Sistem komando

Sistem data tempur yang digunakan pada kelas Invincible adalah BAE Systems ADIMP dengan link komunikasi link 10, link 11 dan link 14. Setelah perbaikan, HMS Invincible mengupgrade sistem tempur ke standar yang sama dengan Illustrious dan Ark Royal, dengan konsol multi-fungsi dan flat-panel colour displays. Sistem komunikasi satelit yang telah diamankan, tipe Astrium (sebelumnya Matra Marconi) SCOT pada kapal ini memiliki kapasitas untuk memproses data dengan kecepatan hingga 2Mb / s.

Ruang kontrol HMS Illustrious. (Sumber: http://travelling-blogger.blogspot.com/)

Sensor 

Radar kendali penembakan BAE Systems Type 909 G / H-band, yang ada pada kapal menyediakan kemampuan pelacakan dan illuminasi target untuk rudal pertahanan udara Sea Dart, yang kemudian dihapuskan dari ketiga kapal induk tersebut. Antena radar pencari target permukaan tipe 996 BAE Systems pada kapal dipasang sangat tinggi pada menara di antara dua cerobong. Sementara itu HMS Ark Royal memiliki radar versi Type 992 yang memiliki jangkauan 203.7 km. Kedua radar beroperasi pada frekuensi E dan F. Disamping radar tersebut terdapat Radar pencarian target udara yang bertipe 1022 buatan BAE Systems yang beroperasi pada frekuensi D. Radar tipe 1022 memiliki jarak jangkau hingga 333.4 km. Selama Perang Falklands banyak kapal perang Inggris yang dilengkapi dengan sistem radar Type 965 dan 992Q yang lebih tua. Mereka kemudian dinilai tidak efektif melawan pesawat terbang rendah yang menggunakan kontur daratan untuk berlindung. Radar tipe 1022 merupakan sebuah peningkatan yang memungkinkan untuk mengakuisisi target dengan lebih baik pada target yang terbang rendah dan terbang mengikuti kontur daratan. Radar Type 1022 digambarkan memiliki “kinerja yang jauh lebih baik” dibandingkan dengan Type 965, “terutama dalam hal memilih target dengan latar belakang penuh cluttered dan jamming yang dihasilkan oleh pantulan radar yang tidak diinginkan atau oleh aksi musuh.” Sementara itu HMS Invincible dan Ark Royal dilengkapi dengan radar navigasi tipe 1006 Kelvin Hughes sedangkan HMS Illustrious menggunakan tipe 1007 yang berjangkauan sekitar 177.8 km, keduanya beroperasi pada I band. Qinetiq, bersama dengan Babcock Design & Technology, mendapatkan kontrak untuk menyediakan perangkat dudukan komunikasi dan radar berteknologi canggih untuk HMS Ark Royal. Sensor dan antena ditempatkan di dalam struktur, yang terlindung dari lingkungan sekitar. Sistem sonar yang digunakan pada kapal adalah sonar pencari dan serang aktif / pasif Type 2016 yang dipasang di bagian lambung oleh Thales Underwater Systems (sebelumnya Thomson Marconi Sonar). Sistem sonar ini memiliki jangkauan 29.6 km.

Radar Type 1022 di HMS Illustrious (R06). (Sumber: https://id.wikipedia.org/)

Countermeasures

Kelas Invincible dilengkapi dengan sistem jamming Thales Defense Type 675 (2) dan sistem pendukung elektronik UAT (8) yang juga dipasok oleh Thales Defense (sebelumnya Racal). Sistem decoy pada kapal adalah tipe Royal Navy’s Outfit DLJ with Sea Gnat. Pada kapal ini terdapat delapan peluncur decoy berlaras enam kaliber 130mm yang diproduksi oleh Hunting Engineering. Sementara itu Chemring dan Pains Wessex memproduksi Sea Gnat chaff dan decoy infra merah.

Perangkat decoy Sea Gnat. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Tenaga penggerak 

Kapal induk kelas Invincible didukung oleh mesin tipe COGAG (combined gas turbine and gas turbine), yang terdiri dari empat mesin turbin gas Rolls-Royce Olympus TM3B dengan didukung oleh 8 mesin diesel generator Paxman “Valenta” yang menghasilkan kekuatan 97.000hp, sehingga bisa memberikan kapal kecepatan hingga 28kt. Pada kecepatan jelajah 19kt jaraknya tempuh kapal bisa mencapai 7.000 mil. Mesin utama HMS Invincible berbeda dengan kapal-kapal perang konvensional lainnya. Dia tidak memiliki ketel uap utama atau turbin uap, tetapi digerakkan oleh turbin gas Rolls-Royce Olympus, yang merupakan varian dari yang digunakan oleh pesawat penumpang supersonik Concorde yang cantik.

PERSENJATAAN

Dalam menjalankan fungsi perang anti kapal selam dan peran multifungsi lainnya, kapal kelas Invincible didukung oleh sistem persenjataan sebagai berikut:

Rudal Permukaan ke Udara GWS30 Sea Dart

Sea Dart adalah sistem rudal permukaan-ke-udara angkatan laut Inggris yang dirancang oleh Hawker Siddeley Dynamics pada tahun 1960-an. Rudal ini memasuki dinas operasional pada tahun 1973. Sistem rudal ini tercatat dipasang pada kapal perusak Type 42 (yang digunakan Inggris dan Argentina), kapal perusak Type 82 dan kapal induk kelas Invincible milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Awalnya dikembangkan oleh Hawker Siddeley, rudal ini kemudian diproduksi oleh British Aerospace setelah tahun 1977, dan dipensiunkan dari dinas operasional pada tahun 2012. Dibandingkan dengan sistem rudal Seaslug yang digantikannya, Sea Dart lebih cepat, memiliki jangkauan yang lebih jauh, dan dengan panduan radar pelacak semi-aktifnya, rudal ini jauh lebih akurat. Sistem panduan rudal ini adalah menggunakan sistem navigasi proporsional dan sistem homing radar semi-aktif yang dipasang pada kerucut intake hidung dan empat antena di sekitar intake sebagai antena interferometer, sementara targetnya diidentifikasi oleh radar pengintai Tipe 1022 (awalnya radar Tipe 965) dan diilluminasi oleh salah satu dari sepasang radar Type 909. Sistem ini memungkinkan dua target untuk bisa ditembak secara bersamaan pada versi awal, sementara dengan varian yang lebih baru lebih banyak target yang dapat diserang secara bersamaan. Rudal ini memiliki panjang 4.4 m (14 ft) dan lebar 0.42 m (17 in) serta berbobot 550 kg (1,210 lb) yang dilengkapi dengan hulu ledak HE Blast-fragmentation seberat 11 kg (24 lb). Dengan motor ramjet Bristol Siddeley Odin berbahan bakar padat rudal ini memiliki jangkauan hingga 40 nmi (46 mi; 74 km) pada versi Mod 0 (versi dasar) sedangkan pada versi Mod 2 (yang telah ditingkatkan) dapat mencapai jarak 80 nmi (92 mi; 150 km). Sistem rudal memiliki delapan catatan “kill” yang berhasil dikonfirmasi, termasuk enam pesawat, helikopter, dan rudal anti-kapal. Sebuah Helikopter tambahan juga tercatat menjadi korban insiden “Friendly Fire” rudal ini selama Perang Falkland. 

Rudal Sea Dart. (Sumber: https://www.savetheroyalnavy.org/)
Dudukan Ganda Rudal Sea Dart. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)


Kanon Pertahanan diri CIWS

HMS Ark Royal dipersenjatai dengan tiga sistem senjata pertahanan diri jarak dekat (CIWS) mk15 Phalanx buatan Raytheon dan General Dynamics. Setiap sistem CIWS Phalanx memiliki satu kanon berlaras enam kaliber 20mm M61A1 Vulcan yang menggunakan prinsip Gatling yang mampu menembakkan 3.000 peluru per menit hingga jarak 1,5 km. Sementara itu HMS Invincible dan Illustrious masing-masing memiliki tiga senjata CIWS Goalkeeper buatan Thales Nederland (sebelumnya Signaal). Kanon kaliber 30mm dengan prinsip Gatling Goalkeeper mampu memberikan tingkat penembakan maksimum 4.200 peluru per menit dengan jangkauan tembak mencapai 1.500m. Selain senjata CIWS ketiga kapal induk tersebut juga dilengkapi dengan dua kanon GAM-B01 kaliber 20mm buatan Oerlikon-Contraves dan BAE Systems, yang memiliki jangkauan maksimum hingga 2 km sementara kecepatan tembaknya mencapai 1.000 peluru per menit.

CIWS mk15 Phalanx pada kapal Induk HMS Illustrious. (Sumber: https://id.pinterest.com/)
CIWS Goalkeeper di kapal induk kelas Invincible Inggris. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Pesawat dan helikopter 

Grup udara khusus (TAG) pada kapal induk kelas Invincible dapat berjumlah hingga 24 unit pesawat, termasuk sembilan pesawat Harrier GR7 / GR9 gabungan RAF / RN. Dalam dinas operasionalnya Sea Harrier FA2 milik Royal Navy secara bertahap ditarik dari dinas operasional mulai bulan Maret 2004 dan skuadron terakhir dinonaktifkan pada bulan Maret 2006. Dalam Perang Falkland sebanyak 28 Sea Harrier dan 14 Harrier GR3 dikerahkan ke medan perang. Skuadron Sea Harrier Inggris tercatat berhasil menembak jatuh 20 pesawat tempur Argentina dalam pertempuran udara-ke-udara tanpa kehilangan satupun pesawat, meskipun dua Sea Harrier hilang akibat tembakan darat dan empat akibat kecelakaan. Dari total kehilangan pesawat udara Argentina, 28% ditembak jatuh oleh Harrier. Satu pesawat Sea Harrier, yang diterbangkan oleh Letnan Penerbangan RAF David Morgan, tercatat menembak jatuh dua pesawat A-4 Skyhawk dalam satu pertempuran udara. Hal ini menunjukkan bahwa kapabilitas pesawat Harrier yang awalnya cuma dimaksudkan sebagai pendukung pada kapal Kelas Invincible tidak dapat diremehkan begitu saja. Sementara itu TAG sendiri juga mencakup campuran beberapa tipe helikopter, tergantung pada perannya masing, seperti: Sea King ASaC mk7 sebagai helikopter peringatan dini, helikopter Sea King dan Chinook sebagai helikopter pendukung, serta helikopter anti-kapal selam Merlin HM.1. Landasan pacu pada kelas Invincible memiliki panjang sekitar 170m dengan ski jump-nya diatur dengan sudut 12 °. Di dek hanggar, pesawat-pesawat ditambatkan ke lantai menggunakan rantai pengaman dengan tension clamp. Selex Sensors & Airborne Systems (sebelumnya Galileo Avionica) dikontrak untuk memasok radar SPN-720 untuk membantu pendaratan secara presisi bagi pesawat Harrier GR9 di HMS Ark Royal dan Illustrious pada bulan Februari 2005. Sistem radar, dengan sistem Perangkat TACAN baru (navigasi udara taktis), mulai beroperasi di kapal kelas ini pada bulan April 2008.

Pesawat tempur Sea Harrier FA2. (Sumber: https://wall.alphacoders.com/)
Helikopter Peringatan Dini Sea King ASaC mk7. (Sumber: https://id.pinterest.com/)
Helikopter Chinook. (Sumber: https://chinook-helicopter.com/)
Helikopter Merlin HM.1. (Sumber: https://www.flightglobal.com/)

DINAS OPERASIONAL

Pada pertengahan tahun 1970-an, Shah Iran menyatakan minatnya untuk membeli tiga kapal kelas Invincible dan armada yang terdiri dari dua puluh lima pesawat Sea Harrier untuk menyediakan pertahanan bagi armada kapal yang akan dibeli tersebut. Namun ketika Angkatan Laut Iran tidak bisa berkomitmen untuk menyediakan personel yang cukup untuk mengoperasikan kapal-kapal tersebut, pesanan kapal dibatalkan pada tahun 1976. Proposal selanjutnya untuk membeli empat kapal pembawa pesawat “tipe Harrier” juga ditolak, begitu juga negosiasi untuk membeli pesawat Sea Harrier itu sendiri. Dalam Buku Putih Pertahanan tahun 1981 dan rencana pengurangan yang direncanakan AL Inggris, kapal induk Invincible dinilai sebagai kapal yang berlebih, dan kapal itu kemudian ditawarkan untuk dijual ke Angkatan Laut Australia pada bulan Juli 1981, sebagai pengganti kapal induk HMAS Melbourne yang sudah tua. Dengan harga penawaran yang rendah sekitar GB £ 175 juta (A $ 285 juta) dan kondisi kapal yang sudah selesai dibuat, hal ini mendorong pemerintah Australia untuk mengumumkan pada bulan Februari 1982 niat mereka untuk menerima tawaran Inggris. Dalam dinas operasional Australia, kapal tersebut rencananya akan diberi nama HMAS Australia, dan akan beroperasi sebagai kapal pengangkut helikopter sampai keputusan akuisisi pesawat Sea Harrier dibuat. Akan tetapi pengoperasian Invincible yang krusial selama Perang Falklands menunjukkan bahwa pengurangan yang disarankan White Paper itu salah dan kedua negara kemudian menarik diri dari kesepakatan pada bulan Juli 1982. 

Sebelum pecah Perang Falkland, HMS Invincible nyaris menjadi milik AL Australia. (Sumber: https://www.iwm.org.uk/)

Dalam Perang Falkland, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, terutama karena tidak bisa membawa pesawat dan helikopter dalam jumlah banyak, HMS Invincible bersama dengan pesawat tempur Harrier telah menjalankan fungsinya dengan baik sebagai elemen pertahanan udara Armada Inggris. Sementara itu selama masa perang, pesawat tempur Dassault-Breguet Super Étendard milik Angkatan Laut Argentina yang mampu membawa versi rudal Exocet yang diluncurkan dari udara, yakni AM39 telah menyebabkan banyak kerusakan yang diawali dengan menenggelamkan kapal perusak Type 42 milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Sheffield pada tanggal 4 Mei 1982. Dua lagi Exocet menghantam Kapal Dagang Atlantic Conveyor seberat 15.000 ton itu yang membawa tambahan pesawat tempur Harrier, helikopter Chinook dan Wessex pada tanggal 25 Mei. Selain itu, rudal Exocet milik Argentina juga telah menenggelamkan kapal perusak HMS Glamorgan. Jelas selama perang sejauh itu rudal Exocet asal Prancis telah menunjukkan lethalitasnya, kini Argentina ingin mendapatkan mangsa yang lebih besar dengan menggunakan sedikit rudal Exocet yang masih tersisa. Di Falkland jelas tidak ada target Inggris yang lebih bernilai daripada kapal induk HMS Invincible, oleh karenanya pada tanggal 30 Mei, dua pesawat tempur Super Étendards, dimana satu diantaranya membawa rudal Exocet terakhir milik Argentina yang masih tersisa, dikawal oleh empat pesawat A-4C Skyhawks yang masing-masing dengan dua bom 500lb, lepas landas untuk menyerang kapal induk HMS Invincible. Intelijen Argentina telah berusaha untuk menentukan posisi HMS Invincible dari analisis rute penerbangan pesawat dari gugus tugas Inggris di sekitar Falkland. Namun, pihak Inggris telah memiliki perintah tetap bahwa setiap pesawat harus melakukan penerbangan di ketinggian rendah ketika meninggalkan atau kembali ke kapal untuk menyamarkan posisinya. Taktik ini mampu mengacaukan serangan Argentina, yang kemudian berfokus menyerang pada sekelompok kapal pengawal sekitar 40 mil selatan dari HMS Invincible. Hasilnya, dua dari pesawat-pesawat Skyhawk yang menyerang ditembak jatuh oleh rudal Sea Dart yang ditembakkan oleh HMS Exeter, sementara HMS Avenger mengklaim telah menembak jatuh rudal Exocet dengan kanon 4,5″ miliknya (meskipun klaim ini masih diperdebatkan kebenarannya). Dalam serangan itu, tidak ada kerusakan yang diderita oleh kapal-kapal Inggris.

HMS Invincible disambut saat kembali ke Inggris setelah berakhirnya Perang Falkland. Sehabis perang, rencana penjualan Invincible dibatalkan. (Sumber: https://rarehistoricalphotos.com/)

Sebelum tahun 1982, grup udara Invincible hanya terdiri dari helikopter anti-kapal selam Sea King HAS.5 dan pesawat Sea Harrier FRS.1. Biasanya, sembilan Sea King, dan empat atau lima Sea Harrier dibawa berlayar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa misi yang awalnya dibayangkan akan dilakukan untuk kapal-kapal tersebut adalah untuk menyediakan “jantung” bagi kelompok pemburu-pembunuh ASW (Anti Kapal Selam) di perairan Atlantik Utara selama perang melawan Uni Soviet (yang mungkin terjadi). Dalam konteks itu, senjata utama kapal induk bukanlah pesawat tempurnya, melainkan helikopter ASW-nya. Para pesawat tempur berada di kapal itu untuk tugas menembak jatuh pesawat patroli maritim Soviet yang sesekali mengintip di sekitar kapal dan pengawalnya. Perang Falklands mengubah konfigurasi itu, karena membuktikan bahwa Inggris perlu mempertahankan kemampuan menggunakan kekuatan udara kapal induk dalam peran tradisionalnya yakni proyeksi kekuatan, baik di darat, maupun melawan armada kapal musuh. Perang Falklands menampilkan Invincible, dan HMS Hermes yang lebih besar dan lebih tua diisi dengan pesawat-pesawat baik Sea Harrier dan varian serangan darat Harrier GR3 milik Royal Air Force, bersama dengan helikopter ASW Sea King. Harrier RAF cuma menjadi penempatan sementara pada saat itu, namun terdapat perubahan yang kemudian menjadi penambahan permanen ke grup udara kapal kelas Invincible sebagai pelajaran berharga yang didapat selama perang, yakni: penempatan helikopter Sea King versi AEW2A (peringatan dini udara). Illustrious menjadi contoh pertama dari konfigurasi wing udara jenis itu ketika dibawa ke selatan setelah Perang Falklands untuk membebaskan Invincible dari tugas penjagaannya di sekitar pulau disengketakan.

Pada tahun 1990an, pesawat tempur Sea Harrier yang ditempatkan di kapal induk Kelas Invincible diugrade dengan radar Blue Vixen yang baru dan kemampuannya untuk membawa rudal jarak menengah AIM-120 AMRAAM. (Sumber: https://www.airliners.net/)

Sebagai akibat dari perang Falklands, grup udara tipikal yang dibawa kelas Invincible kemudian menjadi tiga helikopter Sea King AEW, sembilan Sea King ASW dan delapan atau sembilan pesawat tempur Sea Harrier. Analisis kinerja Sea Harrier selama perang mengarah pada persyaratan untuk dilakukan peningkatan performa pesawat, dimana persetujuan diberikan pada tahun 1984. Sea Harrier FA2 mulai beroperasi pada tahun 1993 dan ditempatkan di Invincible untuk dibawa ke Bosnia pada tahun 1994. FA2 menampilkan pemasangan radar Blue Vixen yang mana digambarkan sebagai salah satu radar pulsa Doppler tercanggih di dunia dengan daya jangkau hingga 148,2 km. Sea Harrier FA2 mampu untuk membawa rudal udara ke udara jarak menengah bertipe “fire and forget” AIM-120 AMRAAM. Pesawat produksi terakhir Sea Harrier FA2 dikirim pada tanggal 18 Januari 1999. Perbaikan lainnya dilakukan pada kelas Invincible selama tahun 1980-an dan awal 1990-an, khususnya untuk meningkatkan sudut ski jump di Invincible dan Illustrious menjadi 12 ° agar sesuai dengan yang telah dipasang pada Ark Royal. HMS Illustrious pada tahun 1990an dan 2000an sempat ditugaskan di kawasan Timur Tengah selama “Operation Southern Watch” yang berusaha untuk membatasi radius aksi dari kekuatan udara pemerintah Irak, yang berselisih dengan Barat sejak invasi mereka ke negara tetangganya yang kaya minyak, Kuwait pada tahun 1990. HMS Illustrious juga sempat dikirimkan ke Balkan seperti Invincible selama keterlibatan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam upaya menghentikan Perang Yugoslavia tahun 1990-an. Aksi besar berikutnya dari HMS Illustrious dilakukan di Sierra Leone selama tahun 2000, yang kemudian diikuti dengan periode perbaikannya pada tahun 2002 – memaksanya untuk melewatkan semua penugasan dalam invasi pasukan koalisi ke Irak pada tahun 2003. Meski demikian perannya tidak berakhir sampai disitu, kali ini mereka menjalankan peran kemanusiaan, saat mengevakuasi warga Inggris dari Lebanon yang dilanda perang pada tahun 2006. Pada bulan Maret sampai April 2003, HMS Ark Royal dikerahkan sebagai bagian dari satuan tugas Inggris untuk mendukung Operasi Iraqi Freedom. Di atas dek-nya terdapat helikopter Merlin HMA1 dan helikopter Sea King ASaC mk7, yang juga sekaligus merupakan pengoperasian pertama helikopter ini. Sea Harrier secara resmi pensiun pada tanggal 1 April 2006. Dengan ini pesawat utama dari kapal induk kelas Invincible kemudian diganti menjadi Harrier GR9 yang diterbangkan oleh dua Skuadron Fleet Air Arm (Skuadron Udara AL Inggris) dan dua skuadron RAF sampai mereka pensiun pada tahun 2010. 

Kapal Induk kelas Invincible terakhir yang masih aktif HMS Illustrious pada tahun 2012. Illustrious akhirnya dipensiunkan pada tahun 2014. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)
Setelah hampir 3 tahun tidak memiliki kapal induk, AL Kerajaan Inggris menerima kapal induk konvensional pertamanya yang mampu menampung 40-50 pesawat setelah 40 tahun, yakni lewat kapal induk HMS Queen Elizabeth. (Sumber: https://defpost.com/)
HMS Queen Elizabeth menerima pendaratan pertama pesawat tempur siluman F-35B Lightning II pada bulan Oktober 2019. (Sumber: https://www.navalnews.com/)

HMS Invincible dinonaktifkan pada bulan Juli 2005, dan disimpan hingga bulan September 2010. Dia kemudian dijual pada bulan November 2010. Pada awal Februari 2011 diumumkan bahwa dia telah dijual ke tempat pembongkaran kapal di Turki, Tempat Daur Ulang Kapal Leyal; Leyal telah terlibat dalam pembongkaran berbagai kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, termasuk HMS Cardiff, HMS Newcastle, HMS Glasgow, dan RFA Oakleaf. Invincible  meninggalkan Portsmouth dengan ditarik untuk dibesituakan pada tanggal 24 Maret 2011. Ark Royal yang mengambil alih perannya sebagai kapal bendera, direncanakan untuk dinonaktifkan pada tahun 2016, tetapi kemudian malah dipensiunkan lebih awal pada tahun 2010 setelah dilakukan Peninjauan Pertahanan dan Keamanan Strategis. Illustrious yang  menjadi satu-satunya kelas ini dalam masih aktif, akhirnya pensiun juga pada tahun 2014, kemudian dinonaktifkan dan dijual untuk dibuang dan meninggalkan Portsmouth ditarik ke tempat pembongkaran kapal di Turki pada tanggal 7 Desember 2016. Dua kapal induk kelas Queen Elizabeth yang jauh lebih besar kini telah menggantikan kelas Invincible, dengan yang pertama, HMS Queen Elizabeth, ditugaskan pada akhir tahun 2017. Mereka masing-masing berbobot sekitar 65.000 ton, sekitar lebih dari tiga kali lipat bobot kelas Invincible dan bisa membawa sekitar 40 pesawat. Kapal-kapal ini direncanakan untuk mengoperasikan pesawat-pesawat tempur siluman F-35B Lightning II buatan Amerika. Dengan ini armada kapal induk Inggris akan menjadi lebih besar dan lebih kuat dibanding dengan beberapa dekade sebelumnya saat mereka harus bergantung dengan kapal induk kecil kelas Invincible. Sementara itu sebagai refleksi meski kapabilitas Invincible sangat terbatas dengan ukurannya yang sangat kecil, desain tersebut tetap dianggap sukses besar karena performanya saat melawan Argentina dan membuktikan bahwa kapal itu dapat menjadi pertahanan yang efektif bagi armada Inggris. Keberhasilan mereka terutama mengingat bahwa kapal perang tersebut telah dipaksa untuk menjalankan peran yang mana ia tidak pernah dirancang untuk itu.

KARAKTERISTIK UMUM INVINCIBLE CLASS

Type: Kapal Induk/Kapal Penjelajah Pengangkut Pesawat Anti Kapal Selam

Bobot: 22,000 ton


Panjang: 209 m (686 ft)

Lebar: 36 m (118 ft)

Draught:8 m (26 ft)

Mesin:

  • COGAG
  • 4 × Rolls-Royce Olympus TM3B gas turbines
  • 8 × Paxman Valenta diesel generator
  • 100,000 shp (75 MW)
  • 2 shafts

Kecepatan:

Maksimum 28 kn (52 km/h; 32 mph)

Kecepatan jelajah 18 kn (33 km/h; 21 mph)

Jarak jangkau:

7,000 nmi (13,000 km; 8,100 mi) pada kecepatan jelajah

Daya angkut prajurit: hingga 500 Marinir

Awak:

650 Awak kapal, 350 Awak Udara

Sensor dan Sistem Pemrosesan:

  • Type 1022 Air Search Radar
  • Type 996 Surface Search Radar
  • Type 1006/1007 Navigation Radar
  • Type 909 Fire Control Radar (sampai tahun 1998-2000)
  • Type 2016 Sonar

Persenjataan:

  • 2 × 20 mm anti-aircraft guns
  • 3 Phalanx/Goalkeeper close-in weapons systems

Daya angkut pesawat:

  • Sampai bulan Desember 2010, 22 pesawat;
    • Multi Mission – Strike, ASuW and ASW
      • 12 x Harrier GR.7/9
      • 10 x Sea King ASaC dan helikopter Merlin HM Mk.1
    • Multi Mission – Strike and ASuW
      • 18 x Harrier GR.7/9
      • 4 x Sea King ASaC dan helikopter Merlin HM Mk.1

Pendukung penerbangan:

  • Dek lurus untuk penerbangan sepanjang 168 m (551 ft)
  • Ski-jump Pada bagian halauan dengan sudut 12°

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Invincible-class_aircraft_carrier

Invincible Class Aircraft Carriers

Before HMS Queen Elizabeth; How Invincible Class Light Carriers and Harrier Jump Jets Filled the Gap in British Naval Aviation; July-9th-2018

https://militarywatchmagazine.com/article/before-hms-queen-elizabeth-how-invincible-class-light-carriers-and-harrier-jump-jets-filled-the-gap-in-british-naval-aviation

RO-5 Invincible

https://www.globalsecurity.org/military/world/europe/invincible.htm

HMS Illustrious (R06) Conventionally-Powered Light Aircraft Carrier

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=HMS-Illustrious-R06

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Type_1022_Radar

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Sea_Dart

https://en.m.wikipedia.org/wiki/British_Aerospace_Sea_Harrier

R 06 Illustrious [Invincible Class] – 2001

http://cmano-db.com/ship/474/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Exocet

Sea Harrier FA.2 – 2000

http://cmano-db.com/aircraft/1148/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *