Kelas Upholder/Victoria Andalan AL Kanada, Salah Satu Kapal Selam Serang Diesel Elektrik Terbaik di Dunia

Kapal selam kelas Victoria, yang juga dikenal sebagai Type 2400 karena bobotnya yang 2.400 ton, adalah kapal selam Armada diesel-listrik yang awalnya merupakan kelas Upholder yang dirancang di Inggris pada akhir tahun 1970-an. Pada tahun 1998, Kanada membeli empat kapal selam ini dan seperangkat peralatan pelatihan dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris untuk menggantikan kapal selam kelas Oberon yang sudah tua. Secara resmi, Angkatan Laut Kanada telah menetapkan kapal-kapal itu sebagai Kapal Selam Patroli Jarak Jauh Kelas Victoria. Maksud awal dari pembuatan kelas Upholder sendiri adalah untuk melengkapi armada kapal selam nuklir Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Awalnya, AL Inggris (Royal Navy/RN) berencana untuk memesan 12 kapal Upholder tetapi rencana ini lalu dipangkas pertama-tama menjadi 10 unit dan kemudian menjadi sembilan sebelum dibatasi menjadi hanya empat sebagai bagian dari “deviden perdamaian” pada akhir Perang Dingin di awal 1990-an, dimana mereka tidak lagi perlu memelihara armada AL yang besar. Akibatnya, Kelas Upholder ditarik dari dinas operasional Royal Navy pada tahun 1994, menyusul hasil tinjauan pertahanan yang dilakukan oleh pemerintah Inggris. Upholder sendiri baru berdinas operasional di RN dari tahun 1990 hingga 1993. Meskipun awalnya memiliki masalah dalam menembakkan torpedo, tiga kapal pertama kelas ini telah dipasangi torpedo pada tahun 1992 dan 1993 dengan biaya sekitar £ 9 juta. Mereka beroperasi dari pangkalan kapal selam HMS Dolphin (Gosport) tetapi dengan hanya ada 4 kapal selam di kelasnya, pangkalan itu dianggap tidak ekonomis dan mereka semua dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Laut Devonport. Dalam masa layanannya yang singkat, kelas tersebut sebagian besar beroperasi di Samudra Atlantik. Keputusan untuk menarik kelas Upholder dari dinas operasional bukanlah keputusan yang mudah karena sejumlah besar uang yang telah dihabiskan untuk membuatnya, disamping Kelas Upholder adalah kapal selam bertenaga diesel paling canggih dan modern yang pernah dibuat hingga saat itu. Setelah ditarik dari dinas layanan, mereka dipensiunkan sampai dibeli oleh Kanada.

Kapal Selam Kelas Victoria milik AL Kanada adalah salah satu kapal selam diesel elektrik paling mumpuni yang saat ini digunakan di dunia. (Sumber: https://vancouverisland.ctvnews.ca/)

Pada tahun 2002, Kanada mengoperasikan empat kapal selam Kelas Upholder sebagai pengganti kelas Oberon lama mereka. Satu kapal selam ditugaskan beroperasi di armada Pasifik dan tiga di Atlantik. Kelas pertama, HMCS Victoria (SSK 876), ditugaskan di Halifax pada bulan Desember 2000, HMCS Windsor (SSK 877) pada Juni 2003, HMCS Corner Brook (SSK 878) pada Maret 2003, dan HMCS Chicoutimi (SSK 879) pada bulan September 2004. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi yang umumnya hanya ditemukan pada kapal selam bertenaga nuklir dan pada masanya dianggap sebagai salah satu kapal selam diesel-electric terbaik di dunia. Kapal-kapal milik AL Kanada tersebut dinamai menurut nama-nama kota pelabuhan di Kanada. Victoria beroperasi dari CFB Esquimalt, British Columbia dan berada di bawah komando Maritime Forces Pacific (MARPAC) sementara tiga kapal yang tersisa berbasis di CFB Halifax, Nova Scotia dan beroperasi di bawah Armada Maritime Forces Atlantic (MARLANT) yang bertugas di kawasan samudra Atlantik dan Arktik. Kapal-kapal selam ini adalah komponen sentral dari masing-masing dua gugus tugas yang punya kesiapan tinggi, yakni Gugus Tugas Kontingensi yang beroperasi dalam waktu 10 hari untuk penugasan dan Gugus Tugas Nasional yang beroperasi dalam waktu  60 hari.

DESAIN 

Seperti telah disinggung diatas Kapal Selam Kelas Upholder dirancang dan dibangun oleh Vickers Shipbuilding and Engineering Ltd untuk Royal Navy, tetapi hanya terlihat bertugas singkat sebelum dipensiunkan untuk mendukung keputusan AL Inggris yang memutuskan menggunakan kapal selam bertenaga nuklir seluruhnya. Angkatan Laut Kerajaan  Inggris awalnya berencana untuk mengganti kapal selam konvensional bermesin diesel Oberon dengan kapal-kapal selam bertenaga nuklir, namun seperti yang ditunjukkan selama Perang Falkland, kapal selam bertenaga diesel menunjukkan bahwa mereka masih mampu berperan lebih di era peperangan modern, dan mereka dapat dibangun lebih cepat daripada kapal selam nuklir. Selain itu, Angkatan Laut Kerajaan Inggris membutuhkan kapal-kapal selam untuk melindungi celah laut antara Greenland-Islandia dengan Inggris di mana kapal-kapal selam Soviet/Russia kerap menyelidiki, dan mencoba menyelinap ke samudera Atlantik yang lebih besar. Pengajuan desain kapal selam baru diumumkan pada bulan September 1979. Lima desain awal diajukan, dengan Kementerian Pertahanan memilih desain kapal selam berbobot 1.960 ton. Namun, karena kebutuhan memenuhi potensi ekspor, mereka menaikkan batas bobot kapal menjadi 2.400 ton untuk memungkinkan fleksibilitas dalam konstruksi pembuatan dan jika dikemudian hari muncul sistem alternatif lainnya. Desain kapal selam patroli diesel-listrik Vickers Shipbuilding & Engineering Ltd. (VSEL) akhirnya dipilih. Desain ini memiliki bobot antara 2.168–2.220 ton di permukaan dan 2.400–2.455 ton saat menyelam. Kapal selam ini memiliki panjang keseluruhan 230 kaki 7 inci (70,28 m) dengan lebar 25 kaki (7,6 m) dan draft 17 kaki 8 inci (5,38 m). Kapal selam ini membutuhkan awak antara 44 sampai 47 personel.

Detail Kapal Selam Kelas Upholder/Victoria. (Sumber: https://www.anatomynote.com/)

Karena saat itu kapal-kapal selam nuklir rudal balistik kelas Vanguard sedang dibangun di galangan kapal Vickers di Barrow-in-Furness, maka galangan kapal Vickers Shipbuilding and Engineering Ltd ditunjuk untuk mengembangkan kapal selam kelas Upholder. Desain ini dikombinasikan dengan pelajaran yang didapat dari desain kelas Oberon dan desain dari kapal selam kelas Trafalgar. Kelas Upholder pada dasarnya identik dengan kapal selam nuklir modern (dengan lambung berbentuk “teardrop” yang streamline khas kapal selam kelas Albacore, dimana Upholder adalah yang pertama menggunakannya untuk kapal konvensional buatan Inggris dan menggunakan material penyerap pancaran sonar) tetapi bertenaga mesin diesel dan bukan reaktor nuklir yang tentunya membatasi jangkauan operasional mereka, tetapi sebaliknya membuat mereka lebih senyap dan lebih lincah bermanuver. Kapal-kapal kelas Upholder ini dirancang dengan fitur-fitur peredam kebisingan yang canggih untuk mengurangi tingkat kebisingan yang mana mampu memiliki tingkat kebisingan di bawah tingkat kebisingan kapal kelas Oberon yang sebenarnya sudah dikenal sangat senyap. Ada juga pengurangan waktu yang diperlukan untuk mengisi ulang baterai untuk memastikan waktu pemaparan minimum dari setiap bagian perangkat yang beroperasi di atas air pada saat pengisian ulang baterai. Desain dari Kelas Upholder termasuk menambahkan sistem kendali penembakan versi terbaru seperti yang dipasang pada kapal selam serang nuklir (SSN) yang sedang dibangun pada saat yang sama. Sistem penembakan ini dirancang untuk mengurangi masalah stabilitas pada saat peluncuran torpedo, dikombinasi dengan sistem sonar pasif yang canggih, sonar tarik, dan satu perangkat passive ranging set. Fitur-fitur yang dipasang di Upholder ini sangat mengurangi karakter akustik yang dihasilkan oleh kapal saat berlayar. Dalam Pola Patroli yang lambat hanya dibutuhkan waktu 30 hingga 60 menit snorkeling per hari; sementara dengan kecepatan delapan knot (15 km / jam) hanya membutuhkan sekitar 30% waktu snorkeling. Kecepatan tertinggi dari kapal ini mampu menyamai kelas kapal selam serang diesel (SSK) yang setara (seperti kelas Scorpene misalnya) dan dapat dipertahankan selama sekitar 90 menit. 

USS Albacore saat diluncurkan 1 Agustus 1953. Desain teardrop nya (seperti air mata) yang streamline turut diaplikasikan pada desain kapal selam kelas Upholder. (Sumber: https://www.defensemedianetwork.com/)

Untuk alasan yang kurang begitu jelas, kapal-kapal selam ini tidak dilengkapi dengan sistem propulsi pompa-jet yang dikembangkan Inggris dan telah dipasang di semua kapal selam serang nuklir (SSN) mereka sejak awal 1980-an. Pilihan lalu dibuat untuk memasang baling-baling skewback tujuh bilah konvensional. Keputusan ini mungkin dipaksakan karena pembengkakan biaya proyek karena dana tambahan yang diperlukan untuk memperbaiki sistem peluncuran torpedo. Perangkat pendukung pada kapal selam ini dibuat serba otomatis untuk mengurangi jumlah awak, namun selama konstruksi kapal selam pertama kelas ini, diakui bahwa desain sistem pelepasan senjata memang mengandung beberapa kekurangan. Katup geser tabung torpedo yang mengendalikan pengoperasian pintu tabung torpedo, dalam kondisi kegagalan sistem tertentu, dapat memungkinkan terbukanya pintu bagian dalam sementara pintu luar terbuka. Hal ini tidak akan terjadi selama semua tabung torpedo dinonaktifkan sampai kelemahan ini diperbaiki. Seandainya peristiwa seperti itu benar-benar terjadi, banjir besar bisa terjadi. Cacat tersebut dengan cepat diperbaiki pada tiga kapal selam pertama dan modifikasinya termasuk dalam kapal keempat yang saat itu masih dalam pembuatan. Disamping itu, juga terjadi kesalahan perhitungan dalam desain sirkuit kontrol motor utama. Selama uji coba laut HMS Upholder, saat melakukan uji coba yang ditentukan untuk melakukan manuver pembalikan darurat (“crash back”), insiden flash-over terjadi, yang mengakibatkan hilangnya seluruh daya dan propulsi yang sangat signifikan. Dalam penyelidikan, ditemukan kesalahan make-before-break dalam desain sirkuit kontrol yang menghasilkan arus pelepasan energi listrik lebih dari 60.000 ampere. Mesin diesel yang digunakan pada kapal selam ini diketahui awalnya dirancang untuk digunakan di lokomotif kereta api, dan tidak dimaksudkan untuk dihentikan dan dihidupkan dengan cepat. Mematikannya setelah menggunakan mesin diesel dalam mode snorkeling mampu menyebabkan banyak kegagalan. Demikian pula, generator motor yang dioperasikan dengan daya penuh lebih lama dari rancangannya akan menghabiskan brushes dan filter dengan cepat. Masalah brushes tidak spesifik hanya bagi kelas Upholder saja, tetapi sudah menjadi masalah umum yang tersebar luas di semua kapal RN Inggris pada saat itu. 

Karena beberapa kesalahan desain, kapal selam kelas Upholder terlambat beberapa tahun saat masuk dinas operasional. Beberapa kelemahan ini masih terlihat saat dioperasikan oleh AL Kanada. (Sumber: http://gentleseas.blogspot.com/)

Penerimaan kelas ini ke dalam dinas operasional ditunda selama tiga tahun, sebagian karena program tersebut diperkecil oleh Kementerian Pertahanan Inggris, sementara masalah seperti yang disinggung diatas diatas harus diperbaiki. Harga setiap kapal selam resminya adalah sebesar US $ 215 juta, tetapi biaya sebenarnya setelah memperbaiki berbagai kelemahan desain diperkirakan lebih tinggi. Hasil dari perbaikan tersebut, bagaimanapun, telah menjadi desain yang sangat mumpuni. Saat beroperasi dengan daya baterai, Upholder hampir tidak dapat dideteksi dengan sonar pasif, dan saat menggunakan mesin diesel, karakteristik akustiknya sebanding dengan kapal selam serang nuklir (SSN) sezamannya saat dioperasikan secara normal. Disamping itu bentuk fisik Upholder terhitung kecil, sehingga sulit dideteksi dengan perangkat anomali magnetik atau alat non-akustik lainnya. Local area network dibuat pada desain Upholder, untuk mendukung sebagian besar perangkat sensor dan sistem pengendalian penembakan, termasuk pada sistem penglihatan jarak jauh melalui periskop yang menggunakan televisi bercahaya rendah dan inframerah, unmanned helm, dan pengendalian langsung pada motor utama melalui jaringan. Kapal bisa bertempur dengan tim beranggotakan empat orang di ruang sonar dan sebuah tim tambahan beranggotakan delapan orang. Pemadaman api di kompartemen tak berawak dapat dilakukan dari jarak jauh, dan log data petugas yang berjaga secara otomatis direkam setiap jam.

Body kapal selam kelas Upholder/Victoria dibuat dari baja berkualitas NQ1 dan seperti nampak pada gambar dilengkapi dengan 22.000 kotak lapisan khusus untuk mengurangi ciri akustik kapal, yang menjadikannya salah satu kapal selam tersenyap di dunia. (Sumber: http://www.seaforces.org/)

Di pelabuhan, kapal-kapal tersebut dapat dihubungkan secara elektronik sehingga satu petugas pengawas dapat memantau beberapa kapal selam sekaligus. Kapal selam kelas Upholder memiliki lambung tunggal yang terbuat dari baja tarik tinggi tipe NQ1, dan memiliki 3 dek. Sisi luar lambung, casing, dan sirip kapal selam dilengkapi dengan sekitar 22.000 lapisan akustik elastomer untuk mengurangi ciri akustik kapal selam. Lambung kapal berbentuk tear-drop klasik ini, memiliki panjang 70,3 m dengan lebar 7,6 m dan dengan kedalaman lambung 5,5 m. Sirip atau layar utama pada kapal mampu menampung ruang terkunci bagi lima orang. Sistem untuk keluar secara darurat dan penyelamatan kapal selam ini telah ditingkatkan secara ekstensif dengan terdapat ruang tambahan untuk menyelamatkan diri dan perangkat telepon bawah air untuk memenuhi persyaratan Angkatan Laut Kanada. Bobot lambung kapal kelas ini adalah 2.168 ton di permukaan dan 2.455 t saat menyelam. Kapal selam ini bisa menampung 48 awak (dibanding 67 pada kelas Oberon) termasuk tujuh perwira. Selain itu terdapat ruang tambahan untuk lima personel misi, pengamatan atau awak pelatihan. Ini adalah konsep baru dimana memungkinkan spesialis misi Operasi Khusus, kru pelatihan atau personel misi non-militer untuk bisa ikut serta ada diatas kapal.

TENAGA PENGGERAK 

Kapal selam kelas Upholder dilengkapi dengan sistem propulsi diesel-elektrik yang menggerakkan poros tunggal, yang didasarkan pada dua mesin diesel Paxman Valenta 16SZ masing-masing dengan daya berkelanjutan berkekuatan 2,7MW dengan dua alternator Alsthom 2,8MW dan motor Alsthom dengan daya 4MW. Sistem propulsi dan sumber tenaga pada kapal dikendalikan dari Ruang Kontrol Mesin. Untuk pengoperasian di bawah es, kapal selam kelas Upholder dapat dilengkapi dengan sistem air-independent propulsion (AIP). Pemasangan sistem air-independent propulsion dapat dipertimbangkan dalam program perbaikan atau peningkatan di masa mendatang untuk meningkatkan daya tahan dibawah air. Kecepatan kapal di permukaan adalah 12 knot (22 km/jam) dan kecepatan menyelamnya lebih dari 20 knot (37 km/jam). Dalam mode snorkling, yakni melaju dengan kecepatan rendah pada kedalaman periskop menggunakan sistem pernapasan udara yang dapat diperpanjang, kapal selam dapat melaju hingga kecepatan 12 knot. Dengan kecepatan snorkling 8 knot (15 km/jam) jangkauannya adalah 8.000 mil (13.000 km) dan kapal selam ini memiliki daya tahan patroli selama 56 hari. Bodi kapal ini juga mampu dibawa menyelam hingga kedalaman menyelam lebih dari 200m 

Ruang mesin pada HMCS Windsor. Kapal Selam kelas Upholder awalnya diketahui memiliki masalah pada pengoperasian mesinnya saat dilakukan prosedur mematikan mesin secara mendadak. (Sumber: https://defence.frontline.online/)

SISTEM SENJATA 

Kapal selam kelas Upholder memiliki enam tabung torpedo kaliber 533 mm (21 in) di bagian depan yang dilengkapi dengan dua sistem pembuangan pompa turbin udara. Tabung tersebut dapat digunakan untuk menembakkan baik torpedo Marconi Tigerfish Mk 24 Mod 2 atau Spearfish. Rudal Sub-Harpoon atau ranjau dapat digunakan sebagai pengganti torpedo. DCC Action Information Organisation and dan Sistem Kontrol Penembakan (AIS / FC), yang dikembangkan dari sistem DCA / DCB dalam dinas kapal selam serang nuklir Royal Navy, didasarkan pada dua komputer Ferranti FM1600E dengan data bus digital yang terhubung ke tiga ganda konsol. Perangkat ini dapat melacak hingga 35 target, dan panduan otomatis yang disediakan dapat digunakan untuk memandu empat torpedo sekaligus pada empat target terpisah. Dalam dinas operasional Kanada, kemampuan menembakkan rudal sub-Harpoon dan melepas ranjau telah dihilangkan. Ruang torpedo atau kompartemen penyimpanan senjata memiliki rak untuk menyimpan hingga 12 torpedo kelas berat Gould Mk 48 Mod 4. Enam sisanya disimpan di dalam tabung torpedo. Pada tahun 2014, Pemerintah Kanada membeli 12 kit upgrade yang akan memungkinkan kapal selam kelas Victoria untuk menembakkan torpedo Mk 48 Mod 7AT. Lockheed Martin Canada, Lockheed Martin Undersea Systems and Northstar Technical Inc telah meningkatkan dan memasang sistem kendali penembakan Torpedo (SFCS) Lockheed Martin Librascope pada kapal selam kelas Victoria untuk memenuhi persyaratan operasional Angkatan Laut Kanada. Beberapa komponen dari sistem pengendalian penembakan dari kapal selam kelas Oberon yang digantikan juga telah dilepas dan dipasang pada kapal selam ini. Berikut adalah beberapa keterangan lebih lanjut mengenai sistem senjata yang dapat digunakan dan pernah terpasang (meski beberapa dihapus dalam penggunaannya oleh AL Kanada):

16 Maret 2012 – HMCS Victoria melakukan serangkaian uji coba sistem senjata yang sukses, termasuk beberapa penembakan versi latihan dari torpedo kelas berat MK 48 di Canadian Forces Maritime Experimental and Test Ranges di Nanoose Bay, B.C. (Sumber: http://jproc.ca/)

Torpedo Mark 48

Dengan panjang 6,4 meter (21 kaki), lebar 53 cm (21 inci), dan berat 1.633 kg (3600 pon), ini adalah senjata “generasi terbaru”, yang dilengkapi dengan sonar aktif dan pasif, dengan sistem pemandu homing atau wire yang dapat dipandu hingga jarak 30 km. Wire guidance memungkinkan kapal selam memandu torpedo dan menyerang musuh dari jarak yang aman. Kapal selam Upholder Inggris sebelumnya telah menggunakan torpedo tipe Spearfish, dan beberapa kritikan telah disuarakan kepada berbagai media selama bertahun-tahun adalah bahwa AL Kanada seharusnya membiarkan kapal-kapal ini dilengkapi dengan torpedo asal Inggris itu, tetapi RCN telah memiliki stok torpedo Mark 48 Mod 4 dan memulai modifikasi kelas Victoria untuk bisa  menggunakan torpedo ini. RCN sekarang telah meningkatkan torpedo Mark 48 ke versi Mod 7AT (Advanced Technology). “Otak” dari torpedo sedang ditingkatkan untuk menjadikannya sebagai “senjata anti-permukaan dan anti-kapal selam yang paling canggih dan kuat” yang ada saat ini, menurut pengakuan dari pihak Lockheed Martin. Senjata ini memiliki kesamaan dengan yang digunakan pada kapal selam nuklir kelas Virginia milik Angkatan Laut AS, dan juga digunakan oleh angkatan laut Australia dan Belanda. Torpedo berat Mark 48 Mod 7 memiliki fitur pelacak aktif dan / atau pasif, dan perangkat counterattack tingkat lanjut, sehingga memampukannya untuk beroperasi secara ‘fire and forget’ atau ‘wire guided’ yang beroperasi secara otonom. Ia dapat beroperasi pada kedalaman lebih dari 365 m (1.200 kaki). Torpedo ini yang mampu beroperasi dengan kecepatan 40 knot, bisa ditembakkan terhadap target dalam jarak 50 km. Pada jarak 38 km torpedo ini memiliki kecepatan puncak hingga 55 knot.

Torpedo Mark 48 yang menjadi senjata andalan kapal selam Kelas Victoria. (Sumber: https://defence.frontline.online/)

Torpedo Spearfish (digantikan Torpedo Mark 48 pada kelas Victoria)

Torpedo Spearfish (secara resmi Naval Staff Target 7525) adalah torpedo berat yang digunakan oleh kapal selam Royal Navy. Torpedo ini dapat dipandu oleh kabel atau dengan sonar aktif atau pasif otonom, dan menyediakan kemampuan perang anti-kapal selam (ASW) dan anti-kapal permukaan (ASuW). Pengembangan spearfish dimulai pada 1970-an, dengan produksi dimulai pada 1988, dan pengoperasiannya dilakukan pada tahun 1992. Pada 2004, mereka telah sepenuhnya menggantikan torpedo Tigerfish yang lebih tua. Torpedo ini dikatakan sebagai salah satu torpedo tercanggih di dunia, dan juga torpedo tercepat yang pernah diproduksi. Torpedo ini berbobot 1,850 kg (4,080 lb), dengan panjang 7 m (23 ft) dan berdiameter 53 cm (21 inci). Dengan hulu ledak seberat 300 kg (660 lb), torpedo ini dapat meluncur dengan kecepatan 80-knot (148 km/h) dan menjangkau hingga jarak maksimum 54 km (29 nmi).

Torpedo Spearfish yang menjadi torpedo bawaan asli kelas Upholder sebelum diganti menjadi torpedo Mark 48 di kelas Victoria. (Sumber: https://www.navyrecognition.com/)

Rudal UGM-84 Harpoon (dihapuskan pada kelas Victoria)

Harpoon adalah tipe rudal anti-kapal segala-cuaca jarak jauh yang dikembangkan dan diproduksi oleh McDonnell Douglas (sekarang Boeing Defense, Space & Security). UGM-84, merupakan versi Harpoon yang dapat ditembakkan dari kapal selam dilengkapi dengan pendorong roket berbahan bakar padat dan dikemas dalam wadah untuk memungkinkan peluncuran dari bawah air melalui tabung torpedo. Bobot tipe ini adalah 1.523 lb (691 kg) dengan booster. Rudal berbobot 488 pound (221 kg) ini memiliki panjang 15 kaki (4,6 m), lebar 13,5 in (34 cm), sehingga dapat ditembakkan dari tabung torpedo standar 21 inchi. UGM-84 Harpoon memiliki jangkauan 140 km (75 nmi) yang dapat terbang dengan kecepatan subsonik tinggi, sekitar 850 km / jam (460 knot, 240 m / s, atau 530 mph). UGM-84 Harpoon setidaknya melengkapi kapal selam kelas Oberon yang dioperasikan oleh Australia.

Kapal selam kelas Upholder sebenarnya bisa membawa rudal Harpoon, namun kemampuan ini dihapuskan pada kelas Victoria. (Sumber: https://free3d.com/)

COUNTERMEASURES 

Kapal selam ini dilengkapi dengan dua pelontar submerged signal ejectors (SSE), yakni tabung pelepas vertikal kecil yang dapat meluncurkan umpan akustik atau bubble. Antena unit pendukung elektronik (ESM) pasif tipe Condor Systems Sea Search II (berkekuatan 1 hingga 18 GHz) dipasang ke tiang periskop tipe CK35. Sementara 22.000 kotak lapisan akustik yang dipasang di bagian luar lambung mampu meredam suara apa pun yang dikeluarkan oleh kapal selam. Kotak-kotak lapisan ini juga berfungsi untuk menyerap gema dari permukaan dan dari sonar aktif.

SISTEM SENSOR

Kapal selam kelas Victoria dilengkapi dengan periskop pencarian tipe CK 35 dan periskop optronik serang Barr & Stroud CH 85 yang dipasok oleh Thales Optronics. Periskop pencarian CK35 menggabungkan sistem teropong optik dengan sistem pengukur jarak target optik. Sementara periskop serang CH85 menggabungkan sistem optik monokuler, pengurangan kemungkinan deteksi kapal dari atas air, sistem termal inframerah, dan sistem pengintensifan kualitas gambar. Perangkat-perangkat periskop ini terutama digunakan untuk pengawasan dan serangan terhadap target di permukaan. Kedua periskop memiliki perangkat pengukur jarak yang memungkinkan Kapten untuk menentukan jarak yang tepat ke kapal atau target lain. Sonar jarak jauh yang digunakan kapal selam ini adalah sonar flank array Thales Underwater Systems Type 2007 dan sonar tarik Thales Underwater Systems Type 2046, keduanya beroperasi dalam mode pasif dan frekuensi rendah untuk deteksi dan menentukan lokasi jarak jauh. Canadian Towed Array Sonar (CANTASS) telah diintegrasikan ke dalam perangkat sonar tarik. Sonar pada badan kapal adalah tipe Thales Underwater Systems Type 2040 yang dipasang di bagian haluan merupakan sonar pencarian dan intersepsi pasif yang beroperasi pada frekuensi sedang untuk kinerja jarak menengah yang optimal. Pada 6 Maret 2018, diumumkan bahwa HMCS Windsor menjadi yang pertama dari kapal kelas Victoria yang menyelesaikan pemasangan perangkat pemrosesan sonar Lockheed Martin tipe AN / BQQ-10 (V) 7. Perangkat ini datang dalam tiga bagian utama: Elemen pertama terdiri dari perangkat passive range sonar yang telah ditingkatkan kemampuannya, menggantikan perangkat  Sonar 2041 MicroPUFFS yang sudah ada sebelumnya. Bagian kedua adalah sistem sonar di bagian halauan yang telah ditingkatkan kemampuannya, sedangkan elemen ketiga adalah perangkat sonar aktif frekuensi tinggi. 

LCdr Peter Chu, komandan HMCS Windsor, menggunakan periskop serang kapal selam saat kapal selam menyelam. Kapal Selam kelas Victoria, dilengkapi dengan berbagai perangkat serba otomatis, sehingga jumlah awaknya bisa ditekan lebih sedikit dibanding dengan kapal selam kelas Oberon yang digantikannya. (Sumber Foto: Tim Dunne/https://defence.frontline.online/)

PERANGKAT NAVIGASI

Paket perangkat navigasi kelas Victoria mencakup Sistem Pemosisian Global (GPS), dan sebuah perangkat radar Kelvin Hughes Type 1007 serta radar navigasi portabel Foruno yang keduanya beroperasi dalam rentang frekuensi I-band. Northrop Grumman Sperry Marine dianugerahi kontrak pada Februari 2005 untuk menyediakan sistem navigasi inersia Mk 49, yang berdasarkan teknologi ring laser gyro. Beberapa informasi mengenai perangkat-perangkat ini adalah sebagai berikut:

Kelvin Hughes 1007 Radar 

Kelvin Hughes CTD atau KH-1007 Radar adalah radar peringatan permukaan dan navigasi berkemampuan tinggi, yang tersedia dalam versi I dan F band. Kekuatan puncak dari radar ini adalah sebesar 25 kW dengan jarak jangkau yang ditampilkan sejauh 300 km. Radar ini mampu melakukan pelacakan otomatis hingga 50 target ditambah pelacakan manual sebanyak 20 target. Angkatan Laut Kanada menggunakan versi I-band.

Konsol radar Kelvin Hughes 1007. (Sumber: http://jproc.ca/)

SONAR Tipe 2007 

Sonar tipe 2007 adalah sonar pasif, yang ditempatkan di sisi badan. 

SONAR Tipe 2019 

Sonar tipe 2019 adalah sonar yang dipasang di lambung yang juga dikenal sebagai PARIS, atau Pasif / Active Range dan Intercept Sonar. 

SONAR Tipe 2040 

Sonar tipe 2040 dikembangkan dari sistem Thomson Eledone Prancis DSUV 22 yang awalnya dirancang antara tahun 1971 dan 1976 dan telah resmi digunakan pada tahun 1976. Sonar ini terdiri dari elemen aktif dan pasif yang mencakup 64 bagian, yang tersusun baik dalam wujud silinder maupun terpasang di badan. Sistem ini dapat melacak hingga 12 target secara bersamaan dan memiliki konsep yang mirip dengan sonar AN / BQQ-5 terbaru yang terpasang pada kapal selam serang nuklir kelas Los Angeles milik Amerika. Type 2040, dikembangkan dari DSUV 22 dan pada tahun 1982, dan memenangkan kompetisi AL di Inggris untuk dipasang di kapal selam kelas Upholder Batch 1.

Beberapa perangkat pendukung elektronik yang terpasang pada menara kapal selam Kelas Victoria. (Sumber: http://jproc.ca/)

SONAR Tipe 2041 MicroPUFFS 

MicroPUFFS adalah sistem sonar yang dipasang pada kapal selam kelas OBERON yang telah diupgrade. Sebelumnya, Oberon menggunakan sistem sonar AN / BQG-501. Perangkat ini adalah sistem sonar jarak pasif yang menggunakan tiga susunan hidrofon yang berjarak sama di sepanjang sisi casing kapal selam. Sedangkan Tipr 2041 adalah versi yang lebih baru dari sistem yang sama yang diproduksi untuk RN yang lambat menerima teknik penghitungan jarak pasif yang dikembangkan oleh AS pada akhir PD II. Hasil dari teknik ini muncul dari proyek yang disebut PUFFS (Studi Kelayakan Kontrol Penembakan Bawah Air Pasif). Sistem PUFF asli menggunakan teknologi tabung vakum. Dikembangkan pada tahun 1970-an untuk Angkatan Laut Australia untuk digunakan pada kapal selam kelas Oberon mereka, MicroPUFFS adalah sistem pertama yang dipasarkan menggunakan komponen canggih seperti IC dan rangkaian hidrofon yang lebih kecil. Perangkat ini kemudian diadaptasi untuk kapal selam Oberons dan sekarang dipasang di kapal selam kelas Victoria. 

SONAR Tipe 2046 

Tipe 2046 adalah sonar yang merupakan bagian dari perangkat pendukung Tipe 2051.

DINAS OPERASIONAL 

Inggris awalnya merencanakan membangun satu kapal selam kelas Upholder per tahun, dengan total sebanyak 19 kapal akan dibuat, dengan kapal-kapal batch kedua dan ketiga akan memiliki kemampuan lebih baik. Direncanakan bahwa dari kapal kelima dan seterusnya akan berbobot 3.000 ton, memiliki mesin yang lebih kuat dan daya tahan yang lebih besar. Diharapkan juga seperti kelas Oberon, Type 2400 dari Upholder bisa sukses dipasarkan di luar negeri. Namun ternyata hanya empat kapal kelas Upholder yang benar-benar dibuat, yakni Upholder, Unseen, Ursula dan Unicorn dari tujuh kapal selam yang direncanakan dibangun sebelum program ditutup. Proyeksi pembuatan kapal kelas Upholder telah diperkirakan akan memakan biaya sebesar £ 500 juta. Tetapi pada saat keempatnya menjalani perbaikan untuk memperbaiki masalah tabung torpedo, angkanya melonjak menjadi £ 900 juta. Penerimaan kelas ini ke dinas operasional sempat ditunda selama tiga tahun sementara masalah yang ditemukan diperbaiki. Hasil dari perbaikan tersebut, bagaimanapun, adalah desain yang sangat mumpuni. Saat beroperasi dengan menggunakan baterai, Upholder hampir tidak terdeteksi oleh sonar pasif, dan saat berlayar dengan snorkel, karakter akustiknya sebanding dengan kapal selam serang nuklir (SSN) sezamannya dalam pengoperasian normal. Fisik Upholder juga kecil, sehingga sulit dideteksi dengan anomali magnetik atau alat non-akustik lainnya. Namun, seperti kapal angkatan laut lain yang baru dibangun di tahun-tahun pertama operasinya, kelas Upholder belum tentu sepenuhnya bebas dari masalah ketika mereka ditarik dari dinas layanan pada tahun 1994. Pada awal tahun 1990-an, Inggris mulai menyesuaikan ukuran dan kemampuan angkatan bersenjatanya dengan realitas dunia pasca-Perang Dingin. Inggris lalu mengambil sejumlah keputusan terkait peralatan militer yang mereka gunakan. Pada tahun 1993, Angkatan Laut Kerajaan Inggris memiliki armada kapal selam yang terdiri dari kapal selam serang bertenaga nuklir (SSN) dan diesel-listrik (SSK), yang digunakan terutama untuk perang anti-kapal selam, dan kapal selam bertenaga nuklir (SSBN) yang membawa Rudal Balistik Antarbenua ( ICBM).

Kapal Selam Kelas Oberon yang cukup sukses digunakan Inggris, Kanada, dan Australia. Kapal selam kelas Upholder dirancang Inggris untuk menggantikan kapal selam kelas Oberon mereka sekaligus untuk memenuhi potensi ekspor. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Mengingat runtuhnya Uni Soviet dan pengurangan signifikan dalam ancaman terhadap perdamaian internasional, pemerintah Inggris mengumumkan pada tanggal 5 Juli 1993, lewat buku putih pertahanan mereka, untuk melakukan serangkaian pengurangan kekuatan militer Inggris. Berkenaan dengan Royal Navy, Menteri Pertahanan, Rifkind, menyatakan bahwa “penurunan yang cepat dalam ukuran dan aktivitas operasional armada kapal selam Soviet berarti bahwa tidak ada lagi kebutuhan yang sama untuk mempertahankan kekuatan anti-kapal selam di kawasan Atlantik Utara” Oleh karena itu, ia mengumumkan pengurangan armada kapal selam serang AL Inggris menjadi 12 SSN dan menarik dari dinas layanan 4 kapal selam diesel-elektrik kelas Upholder pada tahun 1995. Dalam masa layanannya yang singkat di AL Inggris, kelas Upholder beroperasi sebagian besar di perairan Samudra Atlantik, Mediterania, dan Inggris. Pengecualian ada pada HMS Unicorn, yang menyelesaikan penempatan selama 6 bulan di timur Suez untuk menyelesaikan operasi dan latihan di perairan Mediterania, Teluk Oman dan Samudra Hindia dan di Teluk Persia. Kembalinya HMS Unicorn ke Inggris pada bulan Oktober 1994 untuk dinonaktifkan menandai berakhirnya dinas operasional kelas ini di AL Inggris.

Kapal selam serang nuklir kelas Astute, kapal serang tercanggih AL Inggris saat ini. Setelah Perang Dingin berakhir Inggris memutuskan untuk mengurangi armada kapal selamnya, dengan memilih hanya menggunakan kapal selam bertenaga nuklir. (Sumber: https://home.bt.com/)

Sementara itu di seberang lautan pada penghujung era Perang Dingin, Pemerintah Konservatif Progresif Kanada pimpinan PM Brian Mulroney sempat tergoda untuk mengganti kapal selam serang konvensional kelas Oberon dengan kapal selam serang nuklir (SSN). Buku Putih, Challenge and Commitment: A Defence Policy for Canada tahun 1987 yang dirilis oleh Menteri Pertahanan Perrin Beatty menyatakan bahwa “Program pengadaan 10 hingga 12 (kapal selam nuklir) akan memungkinkan kapal selam untuk terus beroperasi di wilayah tanggung jawab AL Kanada di timur laut Pasifik, Atlantik Utara, dan perairan Arktik Kanada dalam waktu lama. ” Hal ini kemudian segera memicu persaingan antara Inggris dan Prancis untuk menjual teknologi kapal selam nuklir mereka ke Kanada. Namun pada perkembangannya dengan jatuhnya Tirai Besi pada tahun 1989, yang mengakhiri Perang Dingin, dan  diikuti dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, pembelian ini dianggap tidak lagi perlu. Pemerintah Mulroney terbukti telau gagal untuk melihat melihat kemungkinan momen ini dengan sempat berspekulasi tentang kebangkitan Rusia dan nafsu imperialismenya yang diperbarui untuk menduduki kembali bekas wilayah mereka, serta nafsu mereka untuk menyedot sumber daya alam di kawasan Arktik. Di seberang lautan, seperti yang telah disingung diatas Royal Navy telah memutuskan untuk beralih ke kekuatan kapal selam bertenaga nuklir (SSN) seluruhnya, dan mempensiunkan empat SSK diesel-listrik (konvensional) kelas Upholder. Setelah perubahan global ini, Buku Putih Pertahanan Kanada yang diterbitkan pada tahun 1994 menunjukkan minat pada empat kapal kelas Upholder Inggris ini. Berbagai negara termasuk Afrika Selatan, Portugal, Yunani, dan lainnya sebenarnya menyatakan minatnya terhadap Upholder, tetapi, karena berbagai alasan, termasuk kerja sama yang erat antara angkatan laut Kanada dan Inggris selama bertahun-tahun, Inggris tampaknya lebih memilih untuk menjual ke Kanada. Disamping negara-negara itu, pada tahun 1992, Inggris sebenarnya mengetahui bahwa Pakistan telah berdiskusi dan bernegosiasi dengan Prancis mengenai kemungkinan akuisisi kapal selam dengan pemerintahan Nawaz Sharif yang memberikan izin kepada Angkatan Laut Pakistan untuk memperoleh kapal selam bertenaga diesel atau kapal selam yang dilengkapi perangkat AIP. Tim peneliti Angkatan Laut Pakistan, yang terdiri dari tiga laksamana, telah mengunjungi Swedia, Cina, Prancis, dan Inggris. Rencana awalnya adalah untuk membeli kapal selam dari Swedia seperti yang diusulkan tim pertama tetapi tim kedua merekomendasikan akuisisi kapal kelas Upholder Inggris atau kelas Agosta dari Prancis. Selama waktu ini, Laksamana S. M. Khan, Kepala Staf Angkatan Laut (CNS), sangat menyarankan Upholder tetapi pemerintahan Benazir Bhutto kemudian telah memilih kapal buatan Prancis karena beberapa alasan politik dan teknis.

Kapal Selam Agosta 90B milik AL Pakistan. Sebenarnya ada peluang kapal selam kelas Upholder dijual ke Pakistan, namun Pakistan akhirnya memilih kapal selam Agosta buatan Prancis. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Sementara itu akhirnya pada tahun 1998, Kanada menerima empat kapal selam Kelas Upholder sebagai pengganti kapal-kapal selam kelas Oberon lama mereka; awalnya satu kapal beroperasi di armada Pasifik dan tiga di Armada Atlantik, tetapi kemudian dua kapal ditugaskan ke Armada Pasifik. Setelah keempat kapal selam diperoleh oleh Angkatan Laut Kanada, Angkatan Laut Kanada menamainya sebagai kelas Victoria. Mereka sebelumnya menerima reparasi reaktivasi di Devonshire Dock Hall di Barrow-in-Furness, dan reparasi oleh Canadian Submarine Management Group British Columbia untuk penyesuaian pemakaian di AL Kanada. Keempat kapal selam kelas Upholder / Victoria merupakan peningkatan besar dibanding Oberon yang mereka gantikan, dengan fitur hidrodinamika dan sistem teknik kelautan yang lebih canggih, ditambah peningkatan kelayakhunian dan daya tahan melaut. Pembelian tersebut termasuk paket pelatihan, empat simulator berbasis pantai yang canggih, suku cadang awal, dan paket informasi teknis yang komprehensif – semuanya dengan biaya kurang dari seperempat nilainya. Jumlah awak yang lebih kecil juga memungkinkan angkatan laut Kanada untuk mengoperasikan empat kapal kelas Upholder dengan jumlah awak kapal selam yang sama untuk mengoperasikan tiga kapal kelas Oberon. Rincian program pengadaan kapal selam kelas Upholder adalah sebagai berikut: 

  • $ 610 juta untuk: kapal selam; simulator pelatihan; suku cadang awal, paket data teknis; pelatihan kru
  • $ 140 juta biaya terkait proyek untuk modifikasi sesuai spesifikasi yang diinginkan Kanada; relokasi tempat pelatihan di Kanada; manajemen proyek; dan biaya kontinjensi. 
  • total biaya direncanakan tidak melebihi $ 750 juta
HMCS Windsor di Walney Channel, Barrow-in-Furness. Pembelian kapal selam Kelas Upholder dipromosikan oleh pemerintah Kanada sebagai pembelian peralatan militer canggih dengan biaya yang terhitung murah, meski beberapa pihak tidak setuju pendapat tersebut. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Kelas pertama, Victoria, dioperasikan di Halifax pada bulan Desember 2000, yang diikuti dengan Windsor pada Juni 2003, Corner Brook pada Maret 2003, dan Chicoutimi pada September 2004. Kapal-kapal tersebut dinamai menurut nama kota-kota pelabuhan di Kanada. Victoria dan Chicoutimi beroperasi dari CFB Esquimalt, British Columbia sebagai bagian dari armada Maritime Forces Pacific (MARPAC) di Samudra Pasifik, sementara kapal yang tersisa berbasis di CFB Halifax, Nova Scotia dan beroperasi di Armada Maritime Forces Atlantic (MARLANT) yang bertugas di kawasan samudra Atlantik dan Arktik. Meskipun pemerintah Kanada awalnya menggembar-gemborkan pengadaan sebesar CAD $ 750 juta sebagai harga yang murah, namun muncul berbagai argumen yang mempertanyakan mengenai kualitas kapal selam itu dengan beberapa menyatakan bahwa harga pembelian setidaknya akan bertambah untuk memperbaiki dan membuat kapal-kapal itu laik digunakan. Partai-partai oposisi Kanada bahkan menuntut pemerintah Inggris mendanai biaya lebih lanjut, karena diyakini secara luas bahwa kondisi kapal selam tersebut memburuk saat dalam penyimpanan dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan kapal tersebut pada saat melakukan penjualan. Sementara itu, Stephen Saunders, editor penerbitan majalah Jane’s Fighting Ships yang punya kredibilitas tinggi, sendiri berpendapat bahwa “tidak ada yang salah dengan kapal selam kelas ini.” 

Meski terdapat berbagai kontroversi, namun diatas kertas, kapal selam Kelas Victoria adalah salah satu kapal selam terbaik di kelasnya. (Sumber: http://www.seaforces.org/)

Bagi AL Kanada armada Kapal selam adalah bagian dari kekuatan militer strategis mereka yang mana kapal selam relatif tidak terlihat; senyap, mematikan dan menjadi ancaman nyata buat pihak lawan, membuat mereka ideal untuk tugas pengawasan dan pengumpulan data intelijen. Dalam krisis yang bisa saja muncul, kehadiran kapal selam dapat sangat mempengaruhi pengambilan keputusan regional, dan daya hancur dari kapal selam dapat berkontribusi secara meyakinkan untuk operasi tempur, baik dalam mempertahankan kapal-kapal kawan di permukaan dan sebaliknya dapat menempatkan pasukan lawan dalam kondisi bahaya konstan. Kapal selam Kanada juga adalah elemen penting dari hubungan strategis antara Kanada dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO-nya. Sebagai salah satu negara NATO yang mengoperasikan kapal selam, Kanada memiliki akses istimewa ke data-data intelijen yang tidak akan dimilikinya tanpa memiliki hubungan dengan negara-negara tersebut. 

6 lubang palka tabung penembakan torpedo kapal selam kelas Victoria terlihat jelas pada gambar ini. (Sumber: http://www.seaforces.org/)

Sebuah kapal selam AL Kanada, jika diperlukan, dapat menjadi bagian dari Naval Task Group – konsep inti dari operasi Royal Canadian Navy (RCN). Dengan komposisi hingga empat kapal perang permukaan, kapal pendukung bersama, dan sebuah kapal selam bila diperlukan, Naval Task Group memungkinkan RCN untuk mempertahankan misi operasi internasional utama mereka sambil mempertahankan kapasitas yang cukup untuk mempertahankan operasi skala kecil dan / atau memenuhi tugas keamanan maritim di dalam negeri, dalam mempertahankan kehadiran rutin mereka di tiga samudra yang mengelilingi Kanada, sekaligus berkontribusi pada operasi untuk mendukung keamanan wilayah Amerika Utara. Armada kapal selam kelas Victoria AL Kanada telah aktif di laut sejak tahun 2003. Kemampuan luas dari Armada Kapal Selam ini mampu memberikan dukungan yang tak ternilai bagi mitra internasional Kanada, sebagaimana dibuktikan dengan penggelaran Kapal Selam HMC Chicoutimi dan Windsor yang sangat sukses di mana mereka menyelesaikan beberapa pencapaian pertama dalam pengoperasian mereka, sebagai berikut ini: 

  • PROYEKSI Euro-Atlantik: Pada tahun 2018, HMCS Windsor telah dikerahkan selama 133 hari ke wilayah Euro-Atlantik, dimana untuk pertama kali kapal selam Kanada beroperasi di perairan Mediterania dalam lebih dari empat dekade. Dalam Operasi DYNAMIC MANTA, pada bulan Maret 2018, Windsor berpartisipasi dalam operasi pelatihan NATO ini untuk meningkatkan kerja sama dan mengasah keterampilan dalam peperangan anti-kapal selam dan anti-permukaan. Kemudian dalam Operation SEA GUARDIAN bersama NATO Windsor secara berkala mendukung operasi ini saat ditempatkan di Op PROJECTION. Salah satu tujuan utama dari SEA GUARDIAN adalah untuk mendapatkan gambaran terkini tentang aktivitas rute perkapalan harian di perairan Mediterania.
  • PROYEKSI OP Asia-Pasifik: Pada bulan September 2017, HMCS Chicoutimi dikerahkan selama 197 hari ke wilayah perairan Pasifik barat. Hal ini menjadi pengerahan terlama untuk kelas tersebut, dan pertama kali bagi kapal selam kelas Victoria beroperasi di wilayah tersebut. Chicoutimi juga melakukan kunjungan pelabuhan pertama oleh kapal selam Kanada ke Jepang dalam waktu 50 tahun terakhir. Sementara dalam ANNUALEX, pada tahun 2017, HMCS Chicoutimi mengambil bagian dalam pelatihan bilateral antara Angkatan Laut Amerika Serikat dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, yang menandai untuk pertama kalinya ada negara lain selain Amerika dan Jepang yang turut berpartisipasi dalam latihan ini.

Pada tanggal 5 Oktober 2004 HMCS Chicoutimi, yang berlayar dari Pangkalan Angkatan Laut Faslane, Skotlandia menuju ke Nova Scotia, mengumumkan keadaan darurat di barat laut Irlandia setelah terjadi kebakaran di dalam kapal. Kebakaran tersebut disebabkan oleh air laut yang masuk melalui lubang terbuka di tengah laut yang ganas. Air laut membasahi isolasi listrik yang belum cukup kedap air (karena sesuai dengan spesifikasi kapal ini, yang merupakan bekas kelas Upholder, lebih tua dari tiga kapal selam lainnya), memicu kebakaran. Chicoutimi kehilangan tenaga dan akhirnya diselamatkan oleh fregat Royal Navy HMS Montrose dan Marlborough pada tanggal 6 Oktober. Letnan (N) Chris Saunders meninggal dunia kemudian karena efek menghirup asap. Karena cuaca buruk, dia dan korban lainnya tidak mungkin dibawa ke rumah sakit sampai dua hari kemudian. Chicoutimi lalu diangkut ke Halifax untuk diperbaiki. Sebuah dewan penyelidikan membebaskan kapten kapal dari kesalahan apa pun, tetapi peraturan yang mengizinkan kapal selam untuk berlayar di permukaan laut dengan lubang palka terbuka kemudian direvisi. Nominasi untuk L-3 MAPPS Saunders Memorial Award, yang dinamai untuk mengenang Lt (N) Chris Saunders, lalu ditetapkan melalui seleksi para rekan dan evaluasi instruktur dan pemenang dari penghargaan ini melambangkan kualitas terbaik personel sesuai dengan motto penghargaan: Keunggulan Profesional dalam Sistem Teknik dan Pelatihan Kelautan. Menyusul dari kasus ini muncul klaim yang dibuat di media Kanada tentang penyebab kebakaran, yang mana mereka menyalahkan pihak Inggris karena memasok kapal yang tidak aman, situasinya ini kemudian diperburuk oleh komentar yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Inggris Geoff Hoon. Pada saat mengumumkan belasungkawa untuk Saunders ia mengumumkan juga rencana bahwa Royal Navy akan mengenakan biaya kepada Kanada untuk operasi penyelamatan yang dilakukan pihak Inggris, sementara ia juga menyatakan bahwa Kanada sebagai pembeli harusnya berhati-hati dalam menggunakan peralatan yang mereka beli. Di Kanada, banyak veteran Perang Dunia II yang marah dengan komentarnya. Terlepas dari semua spekulasi media, kecelakaan itu kemudian diputuskan karena kesalahan prosedur operasional. Pada tahun 2015, Angkatan Laut Kanada memulai program perpanjangan siklus hidup kapal selam Kelas Victoria yang diharapkan dapat memperpanjang umur kapal selam kelas ini selama 6-18 tahun. Di antara sistem yang dipasang kembali adalah sistem pengumpulan data intelijen elektronik. Program ini diperkirakan akan menelan biaya antara $ 1,5 hingga $ 3 miliar. Pekerjaan modifikasi kapal selam ini rencananya akan dimulai pada tahun 2020.

Setelah HMCS Chicoutmi kebakaran pada Oktober 2004. Kapal selam tersebut diperbaiki dan ditugaskan lagi pada tanggal 3 September 2015. (Sumber foto: DND/http://jproc.ca/)
HMCS Chicoutimi diangkut di atas kapal angkut berat Tern. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

HMCS Windsor, yang dikomandani oleh Letnan-Komandan Peter Chu, dilaporkan telah menggunakan sistem kontrol dan komunikasi penembakan yang mengintegrasikan sistem sonar aktif dan pasif. Peningkatan Sistem Sonar kapal selam ini telah menggunakan sistem sonar AN / BQQ10, sebuah sistem yang sama dengan yang dipasang di SSN kelas Virginia, yang terbaru dan paling canggih di armada AL AS. “Ini adalah sistem sonar berteknologi tinggi, canggih, dan ultra-modern yang saat ini telah digunakan oleh kapal selam AL Kanada HMCS Windsor,” kata Kapten Angkatan Laut James Clarke menjelaskan. Sistem sonar ini memancarkan “ping” akustik dan menganalisis sinyal balik untuk menentukan lokasi dan kontur kapal musuh, kapal selam, dan ancaman lainnya. Perangkat akustik ultra-modern ini dapat mendeteksi kapal, kapal selam, ranjau, dan ancaman lainnya. Namun awak kapal selam sebenarnya kurang suka menggunakan sonar aktif, karena ia dapat menunjukkan kehadiran kapal ke kapal lain, yang akan mengurangi sifat “silumannya”. “Jadi kami hanya menggunakannya bila perlu, ”tambah LCdr Chu. Sementara itu sonar pasif memungkinkan operator sistem untuk mendengarkan suara apa pun yang datang dari kapal permukaan atau kapal selam lain tanpa “target” mengetahui bahwa ada kapal selam di dekatnya dan mendengarkan. Salah satu operator sonar Windsor membanggakan bahwa “dengan sedikit pengalaman, kami dapat mengidentifikasi sebuah kapal dengan namanya hanya dari suara mesinnya, baling-balingnya, dan suara yang dia buat saat melewati air hingga jarak 10 kilometer,” dalam apa yang kerap dikenali oleh petugas sonar sebagai ciri khas akustik dari sebuah kapal. Sistem pengendalian tembakan, yang sangat penting untuk mengontrol dan menembakkan senjata kapal selam dan untuk mengumpulkan informasi taktis penting melalui sensor kapal pada kapal kelas ini, telah menggunakan layar sentuh dan dimotori oleh perangkat software yang canggih. Perangkat-perangkat ini mampu memproses dan dengan cepat mengumpulkan data sensor dan mengklasifikasikan, mengidentifikasi, serta menetralisir potensi musuh permukaan dan bawah permukaan laut. Lockheed Martin diketahui telah memasang integrasi sistem tambahan yang dimodernisasi, termasuk tampilan layer based displays, dukungan peningkatan pemrosesan sonar tingkat lanjut, sistem kendali jarak jauh dan tampilan gambar periskop pencarian dan serang, navigasi elektronik presisi tinggi, tiang komunikasi modular universal baru yang menggunakan komunikasi satelit standar Kanada dan sekutunya, serta sistem dukungan elektronik yang telah ditingkatkan.

Petty Officer Nick Dubasouf mengoperasikan Konsol Kontrol Mesin, yang mengontrol bahan bakar, AC, baterai, dan mesin HMCS Windsor. (Sumber Foto: Tim Dunne/https://defence.frontline.online/)

KARAKTERISTIK 

Bobot : 2,200 tons di permukaan laut, 2,400 tons saat menyelam 

Panjang: 70.26 m 

Lebar: 7.2 m 

Tinggi: 7.6 m 

Mesin: Diesel-electric: 2× Paxman Valenta 4070hp (3,035kW) 1600 RPA SZ diesels, 1 GEC electric motor (5000kW), 1 shaft, yang mampu membuat kapal berlayar dengan kecepatan 20+ knots (37 km/h) saat menyelam, dan 12 knots (22km/h) saat berlayar di permukaan

Jangkauan: 10,000 nautical miles (18,500 km) pada kecepatan 12 knots (22 km/h) dan kedalaman snorkel; 8,000 nmi (15,000 km; 9,200 mi) pada kecepatan 8 kn (15 km/h; 9.2 mph)

Kedalaman selam: 656.17 ft (200 m)

Daya tahan: 30 hari

Crew: 7 Perwira, 40 awak 

Sonar: Type 2040 active/passive bow, Type 2041 MicroPUFFS, Type 2007 flank, Type 2046/CANTASS MOD towed array, Type 2019 active intercept 

Sistem kontrol penembakan: Lockheed-Martin Librascope TFCS ( Torpedo Fire Control System) Mk 1 Mod C. 

Persenjataan: 6 tabung torpedo kaliber 21 inch (533 mm) dengan cadangan 12 torpedo Mark 48

Radar: Kelvin Hughes Type 1007 

EW: Condor Systems Sea Search 2 radar warning receiver 

Komunikasi: 

* UHF DAMA  (Demand Assigned Multiple Access) SATCOM. 

* UHF comms. 

* VHF Marine radio (diperkirakan) untuk komunikasi dengan pelabuhan. 

* HF – kapal selam memiliki kemampuan HF. 

* LF atau VLF  – tidak diketahui apakah kemampuan ini dipasang.


Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

VICTORIA CLASS SUBMARINES With Focus on the Electronics Fit

http://jproc.ca/rrp/victoria.html

SSK Victoria Class Long-Range Patrol Submarines

Upholder class Attack Submarine

http://www.seaforces.org/marint/Royal-Navy/Submarine/Upholder-class.htm

HMCS Victoria (SSK-876)

Diesel-Electric Attack Submarine 

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=HMCS-Victoria-SSK876

Victoria-class Submarines

http://www.navy-marine.forces.gc.ca/en/fleet-units/submarines-home.page

Victoria-class submarines Canada’s Maritime Predators By TIM DUNNE © 2016 FrontLine Defence (Vol 13, No 4)

https://defence.frontline.online/article/2016/4/5206-Victoria-class-submarines-Canada%E2%80%99s-Maritime-Predators

Upholder Type 2400

https://www.globalsecurity.org/military/world/europe/hms-upholder.htm

HMCS Victoria

https://www.globalsecurity.org/military/world//canada/hmcs-victoria.htm

Kapal Selam Serang Konvensional Kelas Oberon, andalan Inggris, Kanada dan Australia saat Perang Dingin.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Upholder/Victoria-class_submarine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *