M60 Main Battle Tank, the American “Cold War” Warrior

Selama Perang Dingin, terdapat satu tank tempur utama A.S. Amerika Serikat bertugas lebih lama dan bertempur di lebih banyak medan perang daripada tipe lainnya. Sementara dunia kini lebih akrab dengan tank M1 Abrams yang sekarang menjadi ikon dari tank modern, tank M60 telah bertugas selama masa-masa penting dalam sejarah Amerika, dan turut bertugas membela sekutu-sekutu utama Amerika dan memberikan kepada Angkatan Darat AS yang ditempatkan di Eropa sebuah tank yang solid dan dapat diandalkan untuk menangkis gerombolan armada lapis baja dari Uni Soviet dan Pakta Warsawa.

Tank M60A1 milik Angkatan Darat Yunani

Merupakan turunan dari tank era Perang Korea, M60 adalah contoh bagaimana kemajuan kemajuan dalam teknologi militer dapat secara progresif meningkatkan kinerja mesin tempur lawas. Dengan lebih dari 15.000 dibuat selama periode waktu yang lama, dimodernisasi dengan berbagai cara, masih beroperasi di AS hingga tahun 1997 dan masih dioperasikan di garis depan oleh banyak Angkatan Bersenjata di dunia saat ini, menjadi kesaksian dari baiknya desain awal dari M-60. Meskipun dianggap masih mirip dengan MBT generasi pertama, MBT ini telah dimodernisasi menjadi MBT generasi ke-2, setara dengan rekan-rekannya di Eropa pada tahun enam puluhan, seperti Chieftain Inggris, Leopard Jerman, dan AMX-30 Prancis. Sekarang M-60 sudah pensiun dari militer AS, tetapi beberapa varian khusus masih aktif digunakan.

Sejarah desain

Tank M60 pada awalnya didasarkan pada desain tank M48 Patton. M48 sendiri yang muncul pada awal 1950-an didasarkan pada tank M47 dan M46, Patton menunjukkan peningkatan pada sistem kontrol penembakan yang mampu memberikan 50 persen peluang perkenaan tembakan pertama dari jarak 1.500 meter, pengurangan jumlah kru dari lima menjadi empat, dan turret berbentuk kubah yang memberikan perlindungan yang sangat baik bagi kru. Kelemahan dari M48 adalah senjata utama nya yang kaliber 90-milimeter kemampuan biasa-biasa saja dan jangkauan operasinya yang sangat buruk (tujuh puluh mil). Terlepas dari berbagai kritikan yang beragam ini, Patton segera diproduksi dengan cepat pada tahun 1953.

M47 pendahulu dari keluarga “Patton” tank

Pada tahun 1956, intelijen Inggris memperoleh informasi mengenai tank kelas medium Soviet T-54A. T-54A menampilkan meriam rifled D-10T 100-milimeter. Temuan ini mengancam kekuatan darat NATO yang tank-tanknya sebagian besar masih dilengkapi dengan senjata kaliber 90-milimeter, dan sebagai hasilnya, Inggris mengembangkan meriam L7 kaliber 105-milimeter. Meriam ini kemudian dikenal sebagai meriam M68 dalam layanan Amerika. Mengintegrasikan meriam ini ke dalam armada tank Angkatan Darat menjadi prioritas tinggi saat itu.

Tank T-54 di Budapest

M60 adalah tank yang sangat konvensional untuk masanya – dikategorikan sebagai “Main Battle Tank” generasi pertama. Desainnya menampilkan plat glacis yang miring di lambung depan dengan superstruktur lambung yang melandai. Kompartemen mesin memperbesar lambung di bagian belakang tetapi cukup pendek untuk mengimbangi ekor turret menggantung ke belakan, memungkinkan turret untuk berputar 360 derajat penuh agar dapat menembak target dari setiap sisi. Dengan menggunakan sistem suspensi torsion bar menggunakan enam roda ganda. Drive sproket ada di bagian belakang sedangkan idler track berada di bagian depan lambung. Turret terletak di tengah di atas lambung dan memiliki sisi yang tebal dan miring untuk memberi perlindungan balistik. Adanya cupola komandan menjadi ciri khas seri M60 dari seri tank Patton sebelumnya, penempatannya ada di sebelah kanan atas turret dan dapat beroperasi sebagai turret “mini” selain dari turret utama.

M19 mini cupola pada Turret M60

Lapisan baja paling tebal adalah 155mm pada bagian depan, setara dengan kurang lebih 6 inci dan lambungnya terbuat dari baja homogen. M60 diawaki oleh empat personel yang terdiri dari pengemudi, komandan tank, penembak dan loader. Pengemudi duduk di lambung depan tengah dengan kru yang tersisa ada di turret. Penembak dan komandan duduk di sebelah kanan meriam dengan loader khusus di sebelah kiri mereka. Loader itu diberi pintu masuk / keluar sendiri. M60 juga merupakan tank Amerika terakhir yang memiliki fitur pintu darurat yang terpasang di lantai – sesuatu yang tidak muncul dalam seri tank M1 Abrams yang modern.

Detail tampilan Turret M60A3

Detail

Meriam M68 kaliber 105 mm

Meriam utama dipilih setelah menjalani uji tembak di Aberdeen Proving Grounds pada tahun 1957. Yang ikut dalam tes ini terdapat enam tipe senjata: M41 90 mm (meriam M48A2 yang diuji dengan peluru T300E53 HEAT yang baru), T208E9 90 mm ( senjata smoothbore yang menembakkan peluru T320E62 APFSDS), X15E8 105 mm (senjata Inggris yang dikembangkan dari meriam 20 pdr), T254E1 105 mm (senjata Amerika yang menembakkan amunisi APDS yang sama dengan yang dimiliki Inggris), T123E6 120 mm (varian ringan dari M58), dan M58 120 mm (persenjataan tank M103). T123E6 120 mm lebih disukai oleh Departemen persenjataan karena amunisinya, sama dengan amunisi untuk meriam M58, yang status pengembangannya sudah cukup maju. Namun T123E6 memiliki kecepatan tembak yang lambat karena, tidak seperti M58 pada M103, hanya akan ada satu loader yang bertugas di M60. Hal ini menyebabkan senjata itu memiliki kecepatan tembak maksimal 4 rpm vs T254 yang bisa menembak dengan kecepatan 7 rpm.

Detail meriam M68 kaliber 105mm

Faktor-faktor yang turut dievaluasi adalah akurasi, kerusakan target akibat tembakan, kecepatan tembakan dan kinerja penetrasi amunisi meriam. Berdasarkan tes ini, kaliber 105 mm T254E2 dipilih dan distandarisasi sebagai M68. Meriam ini menggunakan Breechblock geser vertikal bukan Breechblock horisontal L7. Sampai laras buatan Amerika mampu menandingi akurasi laras aslinya, laras buatan Inggris X15 / L52 tetap digunakan. Amerika membuat laras tipe XM24 / L52 (panjang 218,5 inci) yang dilengkapi dengan evacuator bore eccentric dan mulai digunakan untuk seri M60 mulai Juni 1959 tetapi tetap bisa ditukar laras X15 / L52 buatan Inggris. Semua senjata buatan Amerika dan laras XM24 diproduksi di Watervliet Arsenal, NY dan dudukan senjatanya diproduksi di Rock Island Arsenal, IL. Meriam ini mampu menggunakan berbagai amunisi termasuk APDS-T (M932 dan M728), APFSDS-T (M774 dan M735), APFSDS-DU (M744A1 dan M833), HEAT-FS (M456), APDS dummy dan peluru target untuk latihan, HEP / HESH (M393), fosfor putih dan Canister Rounds. Meriam dengan pelindung panas mulai digunakan tahun 1973.

Lapisan Baja

Panel armor applique komposit tambahan yang dibuat dengan kaca silika leburan dimaksudkan untuk dipasang pada turret T95E7 dan bagian lambung. Hal ini menyebabkan diperlukan desain ulang pada bagian depan lambung menjadi bentuk irisan datar, bukan seperti bagian depan M48 yang berbentuk elips, untuk menyederhanakan pemasangan lapisan pelindung tambahan ini. US Army Tank and Automotive Command dan Carnegie Institute of Technology memulai pengembangan lapisan armor tambahan ini pada November 1952 di Ft. Belvoir VA lewat Proyek TT2-782 / 51 untuk melakukan pengujian balistik. Armor komposit ini memberikan perlindungan terhadap peluru HEAT, HEP, dan HE. Namun, panel baja yang diperbaiki mengalami kehilangan perlindungan terhadap energi kinetik. Keterbatasan kapasitas produksi dan biaya tambahan menyebabkan penggunaan armor tambahan ini dibatalkan pada November 1958 dan semua tank seri M60 tetap menggunakan armor besi baja konvensional. Seri M60 adalah tank tempur utama AS terakhir yang menggunakan pelindung baja homogen sebagai perlindungan. Tank itu juga yang terakhir memiliki fitur pintu darurat di bawah lambung. Hatch melarikan diri itu disediakan untuk pengemudi, yang palka sisi atasnya dapat dengan mudah tertutup oleh keberadaan meriam utama.

Ada dua versi lambung yang digunakan untuk seri M60. Lambung M60 memiliki kemiringan dan bagian depan yang lurus dibandingkan dengan bentuk bulat pada varian M48. Lapisan Armor ditingkatkan ketebalannya hingga 6 inci (155 mm) pada glacis depan dan bagian depan turret yang terbuat dari baja homogen solid, dibanding dengan lapisan baja setebal 4,3 inci (110 mm) pada M48. Hull prototipe pertama tidak memiliki peredam kejut dan secara singkat dinamai XM68 pada awal 1959 sebelum Departemen persenjataan menamainya M60 pada bulan Maret. Versi lambung ini hanya digunakan pada varian M60 asli dan M728 awal dan M60AVLBs. Model lambung ini diproduksi 1959-1962.

Detail armor tank M60

Lambung pada M60A1 pada dasarnya memiliki karakteristik visual yang sama dengan deskripsi diatas, perbedaan yang nyata adalah penambahan peredam kejut kedua pada pasangan roadwheel kedua dan juga disertai dengan sedikit pemindahan first return roller. Modifikasi ini diperlukan karena peningkatan berat turret M60A1 serta pelindung lambung tambahan. Model lambung ini digunakan pada model M60A1, M60A2 dan M60A3 dari seri M60 serta M728A1 dan M60A1 AVLB yang diproduksi antara 1962-1983.

Perbandingan M60 dan M60A1

Seri M60 melewati perubahan bentuk armor turret yang berubah-ubah selama masa produksinya dengan empat tipe turret berbeda yang diproduksi. Turret T9PUBL yang digunakan pada M60 berbentuk hemispherically dan memiliki kemiripan yang kuat dengan M48 Patton. M60A1 adalah versi pertama menggunakan turret T95E7 yang mendesain ulang ruang peluru untuk meningkatkan jumlah peluru yang dibawa untuk meriam utama menjadi 63. M60A2 menampilkan turret yang dirancang khusus untuk fungsi penembakan meriam/rudal M162 yang sangat mengurangi wujud lengkung pada bagian depan dibandingkan dengan M60A1. Turret M60A3 mirip dengan A1 tetapi dengan peningkatan pelindung lapis baja untuk lambung depan dan bagian depan turret dalam upaya untuk memberikan perlindungan tambahan pada sistem hidraulik turret.

Mesin

Mesin Continental AVDS-1790-2 V12

Mesin yang digunakan pada M60 adalah mesin Continental AVDS-1790-2 V12, mesin diesel twin-turbo berpendingin udara, yang menyediakan daya 750 bhp (560 kW), memberikan rasio daya terhadap berat 15,08 bhp /t, dibandingkan dengan mesin bensin berdaya 810 hp dari versi M48 awal. Perubahan ini diperlukan setelah melihat M48 terganggu oleh jarak operasinya yang pendek. Mesin Diesel ini hampir memiliki dua kali lipat jangkauan operasional. Unit mesin baru ini menggunakan transmisi single-stage, cross-drive Allison CD-850-6, dikombinasikan dengan kemudi diferensial dengan 2 forward dan 1 reverse ranges, serta unit pengereman. Mesin ini dapat diandalkan dan, meskipun tidak memberikan kecepatan yang luar biasa, atau kemampuan mobilitas cross country, namun disukai oleh para pengemudinya karena kenyamanan saat dikendarai. Kecepatan tertinggi M60 di jalanan adalah sekitar 30 mil per jam dengan jarak maksimum operasional sekitar 300 mil.

Varian utama

M60 (sebelum 1962)

Paket elektronik pada M60 varian awal pada dasarnya sama dengan yang digunakan pada tank M48A2C termasuk sistem kontrol pada turret yang ditingkatkan dengan M16 Fire Control System (FCS), M16 FCS terdiri dari penggerak balistik M10 baru dan komputer data senjata M16E1 mekanik yang mengintegrasikan data suhu barel dengan pencari jarak M17. Rangefinder adalah instrumen lapangan yang digunakan sebagai perangkat pengukur jarak yang membantu penglihatan penembak dan sistem kontrol penembakan meriam. Penembak dilengkapi dengan periskop M31E1 dengan perbesaran x8 dan penglihatan teleskopik M105D yang memiliki perbesaran x8 dengan bidang pandang 7,5 derajat. Data informasi jarak dari rangefinder dimasukkan ke sistem komputer balistik. Komputer balistik adalah unit yang digerakkan secara mekanis yang memungkinkan pemilihan amunisi, koreksi jangkauan, dan koreksi superelevasi oleh penembak untuk menempatkan meriam pada posisi penembakan yang tepat.

Pada akhir 1962, sebuah kit ditambahkan yang memungkinkan penggunaan lampu sorot IR AN / VSS-1 (V) 1. Lampu sorot yang memiliki kemampuan inframerah dan membantu penglihatan dalam gelap diposisikan tepat di atas dudukan meriam. Bersamaan dengan penambahan periskop IR M32 untuk penembak, periskop IR M19 dan teropong IR M18 untuk komandan memberikan kemampuan penglihatan malam generasi pertama dari tank M60 dan M60A1. Kit ini juga kompatibel dengan tank M48A5.

Perangkat penglihatan malam AN / VSS-1

Tank ini juga memberikan perlindungan NBC penuh untuk para awaknya menggunakan sistem perlindungan M13A1 yang mampu menciptakan tekanan atmosfer positif di kompartemen tank. Tekanan positif menjaga udara yang terkontaminasi tetap di luar tank dan memaksa asap yang dihasilkan dari penembakan senjata utama atau senjata coaxial keluar dari kendaraan. Akses antara kompartemen pengemudi dan kompartemen turret juga dibatasi, yang baru bisa terhubung ketika turret diputar ke ke belakang. M60 dikerahkan ke Jerman Barat untuk melawan ancaman dari T-54 dan T-55 yang digelar Uni Soviet dan Pakta Warsawa serta ke Korea Selatan tetapi tidak pernah dikirim ke Vietnam Selatan terutama karena medan yang tidak menguntungkan dan kecilnya ancaman armada lapis baja Vietnam Utara, mirip seperti Soviet yang tidak pernah menerjunkan T-64/T-72/T-80 ke Afghanistan tahun 1980-an. Pada bulan Mei 1961 Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Decker mengumumkan bahwa Komando Eropa telah menerima M60 untuk menggantikan armada tank yang lebih tua. Pada bulan Oktober, 7th Army telah dilengkapi dengan banyak tank M60. Sebanyak 2.205 M60 dibangun antara Juni 1959 dan Oktober 1962.

M60A1 (1962)

Ini adalah versi perbaikan pertama dan model produksi massal, ditandai dengan turret model “needle nose” yang baru. Tipe turret ini tidak segera diadopsi, dan sejumlah besar M60 awal masih menggunakan turret M48A3. Tipe ini beroperasi sejak musim semi 1962. Karena setidaknya memiliki bobot dua ton lebih berat, hal ini memaksa diadopsinya peredam kejut pada pasangan roadwheel kedua dan juga disertai dengan sedikit perpindahan dari first roller return. Mesin yang digunakan adalah sekarang Continental AVDS-1790-2C, menggunakan Allison CD-850-6A powershift cross-drive transmission. Modifikasi internal kecil lainnya dibuat pada bagian lambung. M60A1 awal tidak memiliki sistem stabilisasi senjata. AOS atau add-on-stabilizer dipasang pada awal tahun 1970-an, meningkatkan tingkat akurasi pada tembakan pertama dengan menjaga senjata tetep pada saat saat bergerak.

M60A1 RISE

Perlindungan ditingkatkan (berkat informasi dari perang 1973) dengan adopsi armor tambahan pada bagian bawah turret. Di mesin, cairan hidrolik baru ditambahkan untuk mencegah bahaya kebakaran internal dengan menurunkan titik bakar. Pada tahun 1974 dan 1975, tank-tank ini ditingkatkan dengan RISE (Reliability Improvement of Selected Equipment), yang terdiri dari konfigurasi mesin baru, dan pada tahun 1977, RISE/pasif muncul, yakni adopsi penglihatan IR (infra merah) pasif untuk pengemudi, penembak dan komandan. Dengan keberadan IR Pasif ini, maka iluminator IR yang besar di atas meriam dihilangkan.

Pada 1978-79, dua perangkat pembuat asap dipasang di kedua sisi turret. M60A1 juga dipasang dengan trek M60A3 T142 dengan trackpads yang dapat diganti. Pada tahun 1980-an, setelah peningkatan ini, M60A1 hanya dibedakan dari M60A3 dengan tidak adanya crosswind censored, flap lapis baja TTS dan selubung termal untuk senjata utama. Tank-tank ini menjadi tulang punggung pasukan lapis baja AS hingga M1 Abrams mulai beroperasi. Dengan bobot 58 ton, varian akhir A1 jauh lebih berat daripada M60 (50,7 ton), atau A1 awal (52-54 ton), sehingga mengurangi mobilitasnya.

M60A2 “Starship” (1969)

M60A2 Starship

Pada tahun 1966 General Dynamics Land Systems mendesain turret berprofil rendah baru, dilengkapi dengan sistem meriam/peluncur Rudal 152mm. Turret baru ini dikawinkan dengan lambung Tank M60 bermeriam 105mm dan menciptakan M60A2, yang secara tidak resmi dijuluki “Starship”. Meskipun kendaraan ini adalah salah satu yang paling kompleks secara teknologi pada zamannya, namun hal ini juga berkontribusi terhadap kegagalannya, sebagian besar disebabkan oleh kesulitan dalam perawatan, pelatihan, dan pengoperasiannya yang rumit. Salah satu masalah pelik yang dihadapi oleh tank ini adalah recoil dari penembakan senjata utamanya ternyata mempengaruhi sensitifitas dari perangkat elektroniknya yang amat diandalkan untuk menembakkan rudal anti tank Shillelagh. Cuma 600 dari tipe ini yang sempat dibuat dan dioperasikan secara singkat sebelum dipensiunkan.

M60A3 (1980)

Versi peningkatan M60 ini mulai dibuat pada tahun 1978, pada saat yang sama program tank M1 Abrams dimulai. Hal ini terutama untuk ditujukan untuk menjaga M60 tetap mampu beroperasi di samping tank tempur utama yang jauh lebih mahal, dan untuk dapat menghadapi tank semacam T-64 dan T-72. Meskipun lambung dan turret tetap tidak berubah untuk sebagian besar, M60A3 tetap mudah dibedakan dari M60 versi terdahulu dengan pemasangan dua perangkat pembuat asap buatan, sebuah lampu flash AN / VVG-2 laser rangefinder, komputer balistik M21 dan sistem stabilisasi turret sehingga memampukan tank dapat menembak dengan akurat pada saat bergerak. Pada pertengahan produksi, diputuskan untuk menghapus cupola tambahan untuk komandan.

M60A3 milik AD Thailand

Hal ini dilakukan karena tiga alasan. Studi-studi Israel dalam penggunaan M60A1/A3 mereka sendiri saat pertempuran (doktrin taktis IDF memberlakukan bahwa komandan berperang dalam kondisi terekspos, yang berkontribusi atas tingginya korban diantara komandan tank dalam perang Yom Kippur) menunjukkan bahwa hantaman secara tidak langsung pada atap turret, akan mengubur pelurunya di dasar cupola yang langsung membunuh komandan. Selain itu, mekanisme penguncian palka pada cupola berbahaya digunakan di tengah pertempuran. Selain itu Performa AA MG M85 yang dikendalikan dari jarak jauh sebagaimana dimaksudkan pada awalnya bahkan lebih buruk performanya daripada SMB cal.50 (12,7 mm) dengan dudukan sederhana karena keterbatasan elevasi penggunannya. Oleh karena itu, versi-versi terakhir dikenali dari penggunaan “Urdan cupola” yang sederhana dan siluet keseluruhan tank yang sangat berkurang dengan penghapusan cupola lama.

Urdan Cupola, inovasi Israel atas kritikan pada Cupola tipe M19

Durasi pemakaian dari M60A3 cukup mengesankan, sekitar dua setengah dekade lebih, dari tahun 1980 hingga 2005. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor, yang membuatnya lebih baik dibandingkan dengan M1 yang jauh lebih mahal, terutama dari segi biaya dan pemeliharaan. Telepon lapangan infantri di bagian belakang masih ada di M60 tetapi dihilangkan pada M1 dan kemudian dipasang kembali pada M1 TUSK. Meskipun memiliki kinerja yang lebih rendah terutama dari sisi power, namun mesin M60 jauh lebih murah untuk dirawat, lebih hemat bahan bakar dan memiliki suhu yang lebih rendah dibanding mesin turbin pada M1, sehingga memungkinkan pasukan infantri bisa berbaris di belakang. Pintu keluar di lantai, tidak ada di M1, juga merupakan fitur keselamatan tambahan bagi kru, jika tank terbalik atau berada di bawah tembakan gencar musuh. M60 memungkinkan lebih banyak variasi operasi yang berkoordinasi dengan infanteri. Jadi, dalam doktrin taktis, peran M1/M60 dapat saling melengkapi dengan baik. M1 Abrams adalah ujung tombak pada serangan lapis baja untuk berurusan dengan tank musuh, sementara M60 akan mengikuti dengan infanteri untuk membersihkan area tersebut, terutama di lingkungan perkotaan. Namun, kedua tank sama-sama sensitif terhadap IED.

Combat Record

Karena lama pengoperasiannya yang mengesankan, M60 dan variannya berpartisipasi dalam beberapa konflik besar dan banyak operasi militer, termasuk dalam pasukan koalisi pada tahun 1991 (Operasi Badai Gurun). Dalam layanan AS, M60 tidak pernah diterjunkan di Viet-nâm, seperti M48. Untuk Angkatan Darat AS, M60 digunakan dalam operasi militer di Grenada (1982), Beirut (1983), dan Perang Teluk (1991). Pada pertengahan 1980-an, M60 digunakan dalam uji coba melibatkan dukungan udara jarak dekat yang dilakukan bersama dengan F-16 memelopori doktrin dan teknologi taktis udara-darat yang kemudian juga akan digunakan oleh unit-unit baru yang dilengkapi M1 Abrams. Setelah berakhirnya Perang Dingin, sebagian besar M60 ditempatkan sebagai cadangan dan hanya varian khusus yang tetap digunakan, seperti kendaraan M728 Combat Engineer dan versi bridgelayer AVLB.

M728 Combat Engineer

Israel

M60 disebut sebagai Magach di militer Israel dan sebagai seri E60 menurut Foreign Military Sales dari USA. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membeli tank M48 pertama (Magach 3) dari Jerman Barat pada akhir 1960-an dan yang pertama (E60As Magach 6) dari Amerika Serikat pada tahun 1971. Tank E60A ini bertugas dengan konfigurasi asli (Amerika) tetapi dengan kubah M19 digantikan dengan kubah profil rendah Urdan. Pada awal Perang Yom Kippur pasukan Israel memiliki armada sekitar 390 Magach 5s dan 150 Magach 6s. Mereka terlibat dalam aksi di Sinai dan Golan Heights.

Magach 6 IDF dalam Perang Yom Kippur 1973

Amerika Serikat pada saat perang Yom Kippur melaksanakan Operasi Nikel Grass untuk menggantikan kerugian perang Israel dengan tank type E60A sehingga memicu Krisis Minyak 1973. Sebelum Perang Lebanon 1982 Israel memasang pada Magach 6 mereka dengan armor peledak reaktif Blazer (ERA). Israel meningkatkan kemampuan armada Magach 6 selama tahun 1980-an dan 90-an di Pabrik Slavin milik Israel Military Industries. Pada 1990-an Israel mulai menggantikan Magach 6s dan 7s dengan Merkava MBT. Pada tahun 2006 semua Magach di unit reguler telah digantikan oleh Merkava meskipun beberapa Magach 7C disimpan sebagai cadangan.

Magach 7C

Selama Pertempuran Sinai (1973), Angkatan Darat Kedua dan Ketiga Mesir menbus Garis Bar-Lev pada 6 Oktober. Setelah infanteri Mesir berhasil melintasi kanal dan merebut Garis Bar-Lev pada 6 Oktober, pasukan Israel melakukan beberapa serangan balasan dalam upaya mengusir orang Mesir kembali melintasi Terusan Suez. Israel menderita kerugian besar dalam serangan-serangan ini, dan pada 9 Oktober pasukan Mesir di Sinai telah berhasil menghancurkan 500 tank Israel. Sementara itu Divisi Lapis Baja ke-3 Mesir benar-benar disapu dan sekitar 120 tahanan Mesir ditangkap dalam pertempuran di Wadi Mab’uk. Setelah ini kedua belah pihak bertahan pada posisi masing-masing. Orang Mesir tidak menyerang lebih lanjut karena takut gerakan pasukan mereka akan berada di luar perlindungan pertahanan SAM mereka. Brigade tank Israel ke-600 kehilangan 92 dari 111 tank M60A1 yang ada sebelum perang Yom Kippur. Batalion Israel ke-87 tank Batalyon kehilangan 24 dari 24 tank M60A1.

Magach 6 dalam Perang Yom Kippur

M60 pertama kali berdarah-darah perang ini, saat sekitar 150 M60A1 (E60A) cukup sukses melawan T-54/55 dan T-62 yang dioperasikan oleh Mesir. Tetapi, pada saat yang sama, di garis Bar-Lev, mereka dihancurkan dalam barisan oleh rudal portabel berawak AT-3 Sagger portabel berawak Mesir, mengikuti penyeberangan pasukan Mesir melewati Terusan Suez. Dengan senjata yang efektif, mobilitas dan catatan keselamatan yang sangat baik, M60 milik IDF telah sangat dihormati dan ditingkatkan kemampuannya signifikan ke tipe Magach 6/7 dan Sabra untuk pasar ekspor. Selama konflik ini, Jordania juga memiliki M60A1, tetapi tidak mengerahkannya ke medan pertempuran:

Tim Hunter Killer dengan rudal antitank portable AT-3 Sagger, momok awak tank IDF dalam Perang Yom Kippur

Selama Operasi Peace Of Gallilee pada tahun 1982, Magach 6Bs bertemu Tank T-54/55 dan T-72 milik Suriah serta Tank T-34-85 milik PLO. Magach 5 dan 6B milik Israel terlibat dalam pertempuran Sultan Yacoub pada tanggal 10-11 Juni 1982, yang dianggap sebagai salah satu kegagalan terburuk Israel dalam perang yang menewaskan 30 orang, tiga orang ditahan dan mereka kehilangan 11 tank. Beberapa dihancurkan oleh tim Hunter-Killer infantri Suriah yang dilengkapi dengan ATGM dan RPG-7. Beberapa lainnya rusak oleh rudal HOT yang ditembakkan dari helikopter Gazelle Suriah dan satu Magach 6B dihancurkan oleh T-72. Pasukan Israel juga gagal menghancurkan beberapa tank M48A3 (Magach 5) yang rusak dan ditinggalkan, yang kemudian ditemukan oleh pasukan Suriah pada hari berikutnya. Salah satu tank M48 Patton Israel (Magach 5) yang dirampas selama pertempuran sekarang dipajang di Monumen Perang Oktober di Damaskus, sementara yang lainnya dipamerkan di Museum Tank Kubinka di Rusia.

Pada awal 1980-an, ketika Angkatan Darat AS mulai menerima tank Abrams yang baru, pengembangan M60 beralih ke Israel. Berdasarkan pengalaman Invasi Israel tahun 1982 di Lebanon membuat IDF melakukan sejumlah perbaikan pada armada M60 nya, termasuk salah satunya adalah penggunaan paling awal dari armor pelindung reaktif yang mudah meledak, penambahan mortir 60 milimeter untuk penerangan di medan perang malam hari, dan senapan mesin kedua untuk menekan posisi tim rudal antitank musuh. Mungkin modifikasi yang paling penting dari semuanya adalah peluru meriam M-111 “Arrow” armored piercing, fin-stabilized discarding sabot yang dirancang Israel untuk meriam L7, peluru ini mampu menunjukkan kemampuannya untuk menembus lapisan baja tank T-72 Suriah yang dianggap kebal. Israel mengklaim telah menghancurkan sembilan T-72 di Lebanon dengan peluru Arrow. Arrow kemudian dibeli oleh Jerman Barat, Afrika Selatan dan Cina.

Peluru Armored Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot

Pada Juli 2013, Israel memulai program Teuza (keberanian) dengan mengubah beberapa pangkalan militer menjadi tempat penjualan untuk peralatan ex IDF yang sudah usang. Model persenjataan lama yang sudah tidak cocok untuk digunakan pasukan Israel dijual, atau jika tidak terjual akan dihancurkan jika tidak ada pembeli. Tank E60 dan Magach model awal termasuk yang ditawarkan. Pasar utama yang diharapkan berasal dari negara-negara Amerika Latin, Asia, dan Afrika.

Dengan pembubaran batalyon E60 terakhir pada tahun 2014, tank seri M60/E60 dan seri Magach 6 tidak lagi beroperasi dengan Pasukan Pertahanan Israel. Mereka telah diganti dengan MBT Merkava. Namun hull dan sasis M60 masih digunakan untuk tank Magach 7 dan kendaraan lainnya. Sementara Sejumlah kecil AVLB M60A1 (Tagesh) masih beroperasi dengan IDF.

Perang Iran – Irak

M60 Iran mendapat ujian serius saat berhadapan dengan T-55, T-62 dan T-72 Irak dan terbukti memiliki kinerja yang baik bersama beberapa tank M48. Sebelum revolusi, Iran memiliki sekitar 350 M60A1, tetapi jumlah ini menyusut dengan cepat karena kurangnya perawatan dan suku cadang, ke angka sekitar 150 tank pada 2011. Setidaknya satu M60 dirampas oleh pasukan Irak, dievaluasi, dan ditemukan di Baghdad pada tahun 2003.

Tank M60 milik AD Iran

Sejumlah besar tank M47, M48 dan M60 bertugas di dalam militer Iran selama Perang Iran-Irak, dengan berbagai keberhasilan maupun kegagalan dalam pertempuran selama delapan tahun masa perang. Sekitar tahun 2010 divisi-divisi armor Iran diperkirakan memiliki armada yang mencakup sekitar 100 tank Chieftain Mk3 dan Mk5 MBT (disebut sebagai Mihr dan Mobarez), 150 M60A1s, dan 150 M47s dan M48. Secara total, Iran kehilangan lebih dari 300 dari 455 M60 yang sempat mereka miliki. Tank-tank yang tersisa ini kemudian semua dimodernisasi secara lokal, menggunakan nama-nama lokal baru seperti Zulfiqar atau Samsam, tetapi beberapa di antaranya tampaknya tidak pernah melewati tahap prototipe, seperti Sabalan.

Perang Teluk Pertama (1991)

Selama Operasi Badai Gurun di bulan Februari 1991, M60A1 USMC yang dilengkapi dengan armor reaktif ERA digunakan untuk merebut Kota Kuwait setelah pertempuran sengit di Bandara Kuwait. Sekitar 200 tank berpartisipasi dalam pertempuran tank terbesar untuk unit USMC sejak Perang Dunia Kedua, menghadapi tank Irak dari tipe T-54/55, Tipe 69, dan T-72. Unit-unit marinir ini mengklaim menghancurkan sembilan lusin tank Irak dengan satu tank M60A3 rusak. Pada saat yang sama, unit TFF (P) USAF 401 menggunakan M60 yang berbasis di Doha AFB, Qatar, yanf telah dimodifikasi untuk menangani persenjataan yang tidak meledak di landasan pacu dan permukaan taxiway. Pasukan Saudi, Mesir dan Oman juga mengerahkan M60 mereka sendiri dalam operasi ini.

Tank M60A1 dengan lapisan Armor Reaktif ERA

Korps Marinir A.S. lebih lambat dalam beralih ke armada tank modern, dan selama Perang Teluk Persia 1991 masih mengoperasikan tank M60A1. Kekhawatiran bahwa tank yang lebih tua dari Marinir itu akan dikalahkan oleh tank T-72 Irak yang lebih baru, menyebabkan brigade lapis baja A.S. AS yang dilengkapi dengan tank M1A1 diperbantukan pada Divisi Marinir ke-1, meskipun kemudian M60A1 milik Marinir terbukti mampu bertugas dengan baik dalam perang itu. M60A1 dari Gugus Tugas Divisi Marinir ke-1 memimpin perjalanan ke Bandara Internasional Kuwait pada 27 Februari 1991, tank M60A1 dari Gugus Tugas menghancurkan sekitar 100 tank Irak dan pengangkut personel lapis baja, termasuk sekitar 50 tank T- 72. Komandan divisi Mayor Jenderal J.M. Myatt berkata, “Selama hari pertama operasi tempur Peleton 1, Kompi D, Batalion Tank ke-3 menghancurkan 15 tank Irak”. Marinir juga menghancurkan 25 APC dan mengambil 300 tawanan perang. Divisi Marinir ke-1 kehilangan 1 tank M60A1 yang membersihkan jalan melanggar ladang ranjau.

Tank M60A3 dalam Operasi Badai Gurun 1991

Divisi Marinir ke-1 menghadapi lebih banyak oposisi Irak ketika mereka bergerak ke utara pada hari berikutnya untuk melakukan kontak dengan Brigade Mekanis ke-15 Irak, Divisi Lapis Baja ke-3. Selama pertempuran ini Marinir menghancurkan 46 kendaraan musuh tambahan dan mengambil sekitar 929 tawanan perang lagi. Begitu Divisi Marinir ke-1 mencapai Bandara Internasional Kuwait, mereka menemukan apa yang tersisa dari Brigade Lapis Baja ke-12 Irak, Divisi Lapis Baja ke-3. Marinir menghancurkan 30 hingga 40 tank T-72 Irak yang telah mengambil posisi bertahan di sekitar bandara. Marinir juga menemukan tank T-62 di pleton dan unit-unit kompi yang tersebar dan kurang kekuatan. Mereka kemudian oleh rudal TOW dari jarak jauh. Pada akhir hari, Divisi Lapis Baja ke-3 Irak sudah hancur total. Kerugian Divisi Lapis Baja ke-3 Irak termasuk lebih dari 250 T-55/62 dan 70 T-72 tank. M60A1 Korps Marinir AS yang digunakan saat itu telah dilengkapi dengan paket add-on explosive reactive armor (ERA).

Diterjemahkan dan dilengkapi kembali dari:

America’s M60 Tank: The Cold War Weapon Russia Feared https://nationalinterest.org/blog/the-buzz/americas-m60-tank-the-cold-war-weapon-russia-feared-21794

M-60 Patton https://www.militaryfactory.com/armor/detail.asp?armor_id=28

105mm Gun Tank M60 (1960) https://www.google.com/amp/www.tanks-encyclopedia.com/coldwar/US/M60_Patton.php/amp/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/M60_Patton

One thought on “M60 Main Battle Tank, the American “Cold War” Warrior

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *