McNamara Line, High Tech yang mubazir

Kutu hidup yang digunakan untuk mengganggu pergerakan pasukan musuh, burung merpati kamikaze yang dipasangi peledak untuk melakukan tugas bunuh diri atas konvoi truk musuh, perangkat monitoring elektronik yang disamarkan seperti kotoran anjing. Apakah hubungan dari perangkat-perangkat aneh yang lebih mirip perangkat rahasia ala James Bond dengan peperangan di Vietnam? Dan kenapa Mr. Q dan Dr. No merancang perangkat canggih ini dari gedung sekolah wanita di Massachusett?

Merpati dalam PD I yang dilengkapi dengan kamera kecil. Saat perang Vietnam muncul ide memanfaatkan merpati sebagai wahana pengebom truk2 suplai komunis.

Ide awal

Pada 7 September 1967, Menteri Pertahanan Robert McNamara mengumumkan bahwa “tembok penghalang” sedang didirikan di sepanjang garis DMZ yang membentang mnembelah Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sampai batas selatan Laos untuk menutup Jalur Ho Chi Minh Trail. Tembok ini terdiri dari pagar kawat berduri, perangkat sensor, ranjau, dan senjata kimia, yang diselingi dengan lahan terbuka yang telah dirontokkan tumbuhannya sebagai Free Fire Zone. Respons pers di awal beragam dan menamai ide Mcnamara ini dengan berbagai nama seperti: McNamara Wall, De fence, The Strip, McNamara Fairway, The Electronic Fence, dengan kemudian secara umum mereka menamainya dengan The McNamara Line (Garis McNamara). Akan tetapi jika para wartawan mengetahui latar belakang ide ini, mereka akan lebih terkesima lagi.

Arus suplai perbekalan pihak komunis melalui jalur Ho Chi Minh Trail mendapat perhatian khusus dari Menteri Pertahanan Amerika, Robert S McNamara.
Jalur “tikus” Ho Chi Minh Trail.

Kisah ini diawali pada musim panas tahun 1966, di Dana Hall, Hall sebuah sekolah khusus wanita di Wellesley, Massachusett dimana diadakan beberapa seri seminar dan Grup Studi. Akan tetapi tema yang dihadirkan bukan mengenai problem anak muda, akan tetapi mengenai perangkat perang pembunuh. Tidak dapat dipungkiri, forum ini adalah forum diskusi paling aneh semasa perang. Hadir dalam seminar itu adalah sebuah Grup dari para Ilmuan Top yang dikenal dengan sebutan “The Jason”. Mereka dikumpulkan oleh McNamara, yang merespon atas memo yang dikirimkan oleh Richard Fisher dari Harvard Law School. Fisher menyarankan dibangunnya tembok fisik, selebar 10 mil dan sepanjang 160 mil, yang didesain untuk menghentikan infiltrasi NVA. Baik Admiral Sharp ( Komandan armada Pasifik) dan Jenderal Westemoreland tidak menyakini bahwa ide ini akan mampu menyelesaikan masalah, akan tetapi kementrian pertahanan tetap kukuh meneruskan ide ini.

Ide-ide gila

Laporan pertama hasil diskusi di Dana Hall memperkirakan bahwa tembok ini dapat diselesaikan dalam waktu setahun, dan dapat dilengkapi dengan teknologi-teknologi terbaru. Diantara beberapa proposal yang ada, proposal paling jelas adalah mencakup rencana pembuatan area selebar 12 mil dan sepanjang 60 mil, yang bebas dari manusia dan dipasangi berbagai ranjau yang mematikan. Dimana salah satu tipe ranjaunya adalah ranjau yang diberi nama “ranjau kerikil” berukuran 3 Inchi yang membungkus peledak yang akan menghancurkan siapapun yang menginjak ataupun truk yang melindas. Kemudian ada “bom jarum”, sebuah perangkat kecil yang tidak lebih besar dari ukuran pil aspirin, yang akan terpicu oleh aktivitas musuh, sekaligus dapat meledakkan telapak kaki musuh dan membuat suara yang dapat mengaktifkan perangkat sensor suara. Dimana perangkat ini dimonitor oleh pesawat patroli khusus yang terbang rendah di sekitar area. Pesawat ini kemudian akan mengundang pesawat penyerang untuk menjatuhkan bom Cluster di sekitar area musuh. The Jason memperkirakan bahwa untuk dapat efektif, diperkirakan diperlukan pertahun disebarkan 240 juta ranjau kerikil, 300 juta bom jarum, dan 120.000 bom Cluster. Disamping itu diperlukan lebih dari 100 pesawat patroli dan penyebar ranjau, diluar berbagai penelitian baru lainnya. Biaya yang diperlukan juga mencapai 1 miliar dollar. Sebuah rencana yang amat ambisius.

Robert Strange McNamara, Menteri Pertahanan Amerika yg getol membangun apa yg dikenal sebagai McNamara Line (1966-1968).
Rencana pembangunan McNamara Line tahun 1967. Problem yg dialami adalah bahwa kenyataannya Infiltrasi NVA dan Suplai pasukan komunis selama perang tidak dilakukan dengan melewati garis demarkasi, akan tetapi lewat perbatasan Laos-Vietnam, Kamboja-Vietnam, via laut dan via Pelabuhan Sihanoukville.
Ranjau kerikil.

Akan tetapi ide ini juga amat meragukan keberhasilannya dimana bom dan ranjau dapat diinjak oleh binatang dan bukan cuma manusia. Serangan udara pada akhirnya bukan saja dapat menyerang suspect musuh namun bisa juga sekumpulan kerbau air. Ide aneh lain yang muncul dari salah satu whizz kid adalah proposal penggunaan kutu hidup. Dengan mengharapkan bahwa kutu ini akan tetap diam di lingkungan sampai manusia datang mendekat, rencananya simple: melekatkan kutu pada elektroda dan mendistribusikan di sepanjang DMZ. Beberapa rumor menyebutkan bahwa ide ini benar-benar dicoba, akan tetapi gagal jika tidak oleh kutu yang gagal beradaptasi dengan hutan, bisa juga karena lem nya “luntur”.

Perangkat sensor berbentuk kotoran anjing.

Proposal lain yang juga amat optimistik adalah dengan melibatkan merpati yang dilatih membawa peledak untuk hinggap di truk-truk musuh dan meledak saat mendarat. Akan tetapi kemudian terbukti bahwa merpati tidak dapat membedakan antara truk milik komunis dan truk non komunis. Sepertinya para merpati ‘perlu’ mendapatkan “pendidikan politik”. Upaya lain yang tidak kalah “konyol-konyol pintar” adalah dengan menyamarkan perangkat monitor sebagai tumpukan kotoran anjing, akan tetapi ide ini terbukti meragukan setelah seorang komandan Air Cav menyatakan bahwa beruang mungkin saja buang kotoran di hutan, akan tetapi dia ragu jika ada anjing yang buang kotoran di hutan.

Inovasi dan Pembuatan MacNamara Line

Meski demikian, beberapa perangkat monitor benar-benar begitu bagus, sehingga pembicaraan area pertempuran dapat dimonitor. Salah satu diantaranya ditampilkan pada sebuah sub komite konggres di tahun 1970, yang menunjukkan secara jelas suara orang Vietnam, suara kapak yang sedang digunakan untuk menebang pohon dimana perangkat tersebut dijatuhkan. Rekaman suara ini berakhir dengan suara pohon roboh yang diikuti dengan teriakan saat pohon tersebut menimpa manusia. Dengan didukung beberapa munisi baru seperti ranjau anti personel dan bom “daisy cutter, serta eksperimen yang sukses dari berbagai perangkat yang dilakukan, proyek ini sepertinya akan sukses baik dari perancangan di Florida maupun di dalam pelaksanaan proyek di Vietnam pada pertengahan 1967. Pada waktu itu sebuah garis selebar 600 yard dan sedalam 10 mil ke daratan dari garis pantai sudah dibersihkan dari pepohonan.

Konsep pertahanan McNamara Line.
Konstruksi pembangunan McNamara Line.

Sayangnya, kemudian disadari baik dari kedua sisi garis McNamara-Lautan di sebelah timur dan perbatasan Laos di sebelah barat-dapat benar-benar diamankan, dimana unit-unit NVA dan konvoi suplai dapat mem-bypass tembok penghalang ini yang hanya “menjaga” sisi utara Vietnam Selatan. Pada saat yang sama, konstruksi pembangunan tembok juga amat rawan diserang oleh mortir, artileri dan tembakan roket. Para komandan lapangan juga menganggap bahwa pembangunan tembok ini justru menghalangi terjadinya set piece battle yang sesungguhnya diharapkan oleh para perwira militer AS sebagai satu-satunya cara memenangkan perang. Pada awal 1968, walaupun pentagon sudah mengumumkan bahwa sebagian garis sudah selesai dibangun dan bekerja, laporan pers mulai meragukan efisiensinya. Hal ini kemudian diikuti dengan pengepungan markas marinir di Khe Sanh di bagian selatan garis McNamara membuat rencana pembuatan garis ini menjadi tidak relevan.

Dari kisah diatas dapatkah disebutkan bahwa ide pembuatan tembok penghalang adalah ide yang sia-sia?

Perbandingan dengan “Barrier” lain

Jika kita melihat sejarah sebenarnya pembuatan tembok pertahanan untuk mencegah pergerakan dan suplai musuh bukanlah hal yang baru. Pada jaman Romawi ada tembok Hadrian di Inggris, kemudian ada Maginot Line pada tahun 1930an. Akan tetapi dalam era modern terutama di konteks operasi militer kontra gerilya, dimana umumnya pihak gerilyawan bergantung pada suplai dari pihak luar, pembangunan tembok penghalang dapat mencegah kontak antara pihak gerilya dengan pihak luar yang pada akhirnya dapat melemahkan pihak gerilya dan pada satu titik mampu mengalahkan mereka.

Tembok Hadrian di Inggris dari era Romawi.

Sebagai contoh garis De Lattre pada perang Indochina pertama (1946-195) terdiri dari beberapa bunker beton yang dibangun di sekitar kota penting Hanoi & Haiphong, walau beberapa kali dapat ditembus, namun garis ini dapat menyediakan cukup proteksi sebagai basis untuk melaksanakan operasi mobile kemudian.

de Lattre Line dari era kolonial Prancis di Vietnam.

Contoh lain yang lebih impresif adalah Morice Line yang dibangun Prancis di sepanjang perbatasan Aljazair Tunisia dalam perang kemerdekaan Aljazair (1954-1962) terbukti amat efektif dalam membendung infiltrasi para gerilyawan lewat gabungan ladang ranjau, pagar kawat listrik dan penggunaan mobile reaction force. Pada April 1958, hanya 7 bulan setelah pendiriannya, diketahui bahwa 85% gerilya yang mencoba menyusup telah terbunuh ataupun ditangkap.

Infiltran FLN Aljazair tewas saat mencoba menyusup di Morice Line. Morice Line menjadi contoh sukses pembangunan Barrier untuk Operasi kontra Gerilya.

Dengan beberapa catatan tersebut, amatlah wajar bahwa Amerika mencoba melaksanakan taktik yang sama di sekitar DMZ yang memisahkan Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Akan tetapi taktik ini terbukti tidak berjalan dengan baik di Vietnam, selain mahal, tidak praktis serta efektif, juga karena sifat natural dari infiltrasi pihak komunis itu sendiri yang menyusup bukan dengan melewati garis DMZ akan tetapi justru lewat laut dan jalur di Laos serta Kamboja yang tidak mungkin dibatasi dengan garis semacam McNamara Line. Sementara suplai logistik sendiri justru paling banyak lewat laut dan “dibongkar” di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja yang “netral”.

Jenderal Westmoreland panglima pasukan Amerika di Vietnam. Westy lebih menyukai opsi militer lintas batas Laos-Kamboja ketimbang pembangunan McNamara Line.
Admiral U.S. Grant Sharp, seperti Westy, dia meragukan efektifitas McNamara Line.

Meski taktik pembuatan tembok penghalang ini gagal di Vietnam namun idenya terus bergaung hingga sekarang. Taktik ini sukses dijalankan Sultan Oman (dibawah supervisi Inggris) di Perang Dhofar (1970-1975), dimana Hornbeam, Hammer, dan Dammarvand Lines berhasil mengisolasi pemberontak Marxist dari pangkalan suplainya di Yaman Selatan, tetangganya. Kini hal ini juga ditiru Israel di Jalur Gaza, dengan hasil yang silahkan anda simpulkan sendiri.

Tembok pembatas Israel di Tepi Barat.

Sumber:

Nam The Vietnam Experience (1965-75), Tim Page & John Pimlott, 1995

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *