Operation Crimp 8-14 Januari 1966

Operasi Crimp (8-14 Januari 1966), juga dikenal sebagai Pertempuran Hutan Ho Bo adalah operasi militer gabungan AS-Australia selama Perang Vietnam , yang berlangsung sekitar 20 kilometer (12 mil) utara Cu Chi di Provinsi Binh Duong, Vietnam Selatan . Operasi tersebut menargetkan sebuah markas utama Viet Cong yang diyakini tersembunyi di bawah tanah, dan melibatkan dua brigade di bawah komando Divisi Infanteri 1 AS , termasuk Batalyon 1, Resimen Kerajaan Australia (1 RAR) yang digabungkan dengan Brigade 173 Airborne Amerika . Pertempuran sengit mengakibatkan korban yang signifikan di kedua pihak, namun gabungan kekuatan Amerika dan Australia mampu mengungkap jaringan terowongan yang luas yang mencakup lebih dari 200 kilometer (120 mil).

III CTZ, May to September 1965 dimana Lokasi Kompleks Cu Chi berada.

Operasi tersebut merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan selama perang di Vietnam Selatan sampai saat itu, dan yang pertama untuk tingkat divisi . Meskipun mendapat beberapa kesuksesan, kekuatan sekutu hanya mampu membersihkan sebagian wilayah tersebut dan tempat tersebut tetap menjadi lokasi transit kunci dan pusat pasokan komunis utama sepanjang perang. Terowongan kemudian digunakan sebagai daerah terpenting untuk menyerang Saigon selama Serangan Tet tahun 1968 sebelum kemudian sebagian besar daerah itu dihancurkan oleh pemboman berat dari pembom B-52 Amerika pada tahun 1970, yang mengakhiri fungsi tempat tersebut.

Kekuatan yang saling berhadapan

Di Phu Mi Hung, di tepi sungai Saigon dan masih dalam wilayah hutan Ho Bo, Letnan (nantinya Kapten) Nguyen Thanh Linh dari Batalyon Cu Chi ke-7 Vietcong duduk di dalam terowongan membaca laporan panjang yang ditulisnya sendiri untuk Komandan Regionalnya mengenai Operasi tentara Amerika di masa mendatang. Linh memimpin sebuah Batalyon VC dengan kekuatan kurang dari 300 orang (menurut laporan intelijen Amerika, total kekuatan komunis di tempat itu sekitar 1.000 orang). “kami tahu mereka akan datang” katanya “ini mengikuti pola-pola yang telah terjadi. Mereka membom, meledakkan, dan mengambil foto-foto pengintaian. Semua kegiatan ini merupakan tanda yang jelas bahwa akan ada operasi besar.

Pasukan Linh bukan terbentuk dari pasukan veteran yang gigih, namun sebagian merupakan anak-anak muda dan remaja. Bagi Linh bertempur di terowongan merupakan sebuah keuntungan sementara memerintah banyak orang justru akan membuat korban lebih besar di antara mereka. Dalam pertempuran terowongan untuk melawan banyak musuh hanya cukup dihadapi satu orang saja karena mereka tahu persis medan yang digunakan. Dalam sesi propaganda dengan kader, Linh harus dapat menjelaskan kepada pemuda-pemuda ini bahwa sebuah karaben tua dapat membunuh serdadu-serdadu Amerika yang tinggi besar itu. “saya meyakinkan mereka bahwa peluru mereka akan membunuhnya jika mengenai bagian-bagian yang fatal dan saya juga mengingatkan bahwa peluru orang-orang Amerika juga akan membunuh mereka jika terkena bagian yang fatal. Empat hari kemudian helikopter-helikopter Amerika datang.”

Untuk menghadapi pasukan Linh, Pasukan Gabungan Amerika-Australia mengirimkan 8.000 tentara yang dipimpin oleh oleh Divisi Infanteri 1 AS di bawah Mayor Jenderal Jonathan O. Seaman , termasuk Brigade Infanteri ke-3 AS, Divisi Infantri 1 dan Brigade Lintas Udara AS yang ke 173, total enam batalyon ditambah senjata pendukung. Masih ditambahkan pada Brigade Lintas Udara AS ke 173 adalah batalion Australia, 1 RAR-sekarang diperintahkan oleh Alex Preece-dengan dukungan 105 Field Battery, serta insinyur dari 3rd Field Troop, Royal Australian Engineers dan kendaraan lapis baja M113 dari Prince of Wales Light Horse. Serangan didahului oleh pemboman udara berat, Rencana awalnya adalah serangan akan dilakukan oleh Brigade AS ke 173 di utara dan barat, sementara Brigade Infanteri ke-3 AS akan menutup area tersebut dari selatan, untuk kemudian mendesak pasukan komunis yang terjebak ke arah timur menuju Sungai Saigon. Peran RAR adalah untuk membentuk sebuah posisi pemblokiran di sebuah desa di samping sungai di sisi utara wilayah operasi brigade.

M-113 tentara Australia turut mendukung Operasi Crimp.

Untuk memperoleh kejutan taktis, operasi tersebut segera diluncurkan setelah Operasi Marauder, dengan orang Australia dan Amerika dipindahkan melalui udara. Sebelum serangan tersebut, Petugas Operasi RAR, Mayor John Essex-Clarke, melakukan pengintaian udara dari Zona Pendaratan yang diusulkan – yang dikenal sebagai LZ Juni – pada tanggal 7 Januari. Mengamati  berkurangnya pepohonan di area tersebut , dia khawatir tentang kemungkinan adanya posisi defensif Viet Cong di dekat area LZ, zona pendaratan kemudian dialihkan ke lokasi yang kurang terpapar oleh musuh. Rencana semula 1 RAR diterjunkan langsung tepat di atas area yang kemudian ternyata merupakan sistem bungker musuh yang kompleks, dan kemungkinan akan mengakibatkan korban yang sangat banyak. Kapten Sandy MacGregor , komandan Pasukan Lapangan ke-3, berpendapat bahwa “keputusan tersebut ternyata menyelamatkan ratusan nyawa orang Australia.”

Australian soldiers being served a hot meal near the scene of the fighting.

Penerjunan, 8 Januari 1966

Pertempuran dimulai pukul 09:30 tanggal 8 Januari dengan tembakan berat dari artileri, serta napalm dan serangan udara dari pembom B-52  yang mengakibatkan defoliasi pepohonan yang signifikan. Segera setelahnya operasi udara dimulai dengan unit Amerika pertama diterjunkan dengan helikopter ke utara, barat dan selatan. Brigade Infanteri ke-3 AS – di bawah komando Kolonel William Brodbeck – kemudian diterjunkan oleh helikopter dan melalui jalan darat. Markas brigade dan elemen komando meninggalkan Di An dalam konvoi dan mencapai Trung Lap di perbatasan barat wilayah operasi brigade pada tengah hari. Pada saat bersamaan, dua batalyon diterjunkan dengan helikopter ke barat daya, satu menghalangi sisi selatan Hutan Ho Bo sementara yang lainnya melakukan sapuan. Orang Amerika segera mengalami kontak senjata, meskipun kontak tembak pada umumnya berskala kecil, atau melibatkan penembak jitu. Sementara itu, batalyon ketiga brigade tersebut bergerak melalui jalan darat ke Trung Lap dan kemudian berjalan kaki ke area dimana mereka ditugaskan melakukan aksi sweeping.

Di sebelah utara, 1 RAR diterjunkan ke dalam zona pendaratan barunya-LZ Maret-3 kilometer (1,9 mi) ke barat daya. Dengan Kompi B yang mengamankan lokasi tersebut, batalion tersebut bergerak dengan berjalan kaki sampai lokasi keberangkatan namun mereka secara tidak sengaja terlibat friendly fire dari helikopter tempur AS dan tembakan artileri. Namun, setelah orang Australia mampu membuka komunikasi, pemboman dihentikan dan mereka memulai bergerak.  Tidak lama kemudian, unsur-unsur utama-D Company di bawah komando Mayor Ian Fisher-muncul ke daerah terbuka yang semula telah digunakan sebagai lokasi LZ batalion, ketika peleton maju mereka mendapat serangan dari posisi Viet Cong di garis pohon di sudut timur laut. Dalam aksi yang mengikuti kemudian, enam orang Australia dari 12 peleton terluka, termasuk komandan peleton Letnan Jim Bourke, yang ditembak rahangnya namun tetap memegang komando sampai ia meninggal karena kehabisan darah. Sementara itu, dua petugas medis yang berusaha untuk maju untuk mengobati korban ditembak dan terbunuh. Preece kemudian menyadari bahwa mereka menghadapi musuh yang mampu menghentikan gerak satu batalyon.

Dalam perang terowongan sebuah senapan tua dan lokasi persembunyian yang terkamuflase baik mampu jadi pembeda melawan personel dan persenjataan berat lawan.

Di tengah perlawanan yang kuat musuh, orang-orang Australia dibuat bersusah payah melalui labirin bunker, jebakan punji yang runcing dan booby trap namun pada akhirnya mereka dapat memaksa sebuah kompi pasukan regional Viet Cong untuk menarik diri. Saat malam tiba di sepenjang perimeter Kompi C mereka mendeteksi sebuah tim Viet Cong berusaha menyusup ke posisi pasukan Australia. Awalnya mereka berpikit gerakan tersebut adalah sebuah patroli Australia lain yang baru saja berangkat untuk  patroli pembersihan, penembak senapan mesin yang bertugas jaga akhirnya melepaskan tembakan, menewaskan salah satu penyusup pada jarak dekat dan melukai sejumlah lainnya, sebelum para penyusup mundur.

Jebakan dengan menggunakan granat banyak ditemukan dalam kompleks terowongan Cu Chi.

Terowongan Cu Chi 9 Januari 1966

Proses menjebol dan mengeksplorasi terowongan pasukan komunis dimulai pada tanggal 9 Januari, dengan tujuan menghancurkan kompleks tersebut. Taktik standar Angkatan Darat AS adalah dengan menyegel, meledakkan atau menggunakan asap, gas air mata dan bahan peledak sebelum segera bergerak, orang Australia menghabiskan beberapa hari berikutnya dengan susah payah mencari dan memetakan tersebut, dipimpin oleh MacGregor, peternak Australia dari 3 Field Troop, menggunakan saluran telepon dan kompas untuk memetakan kompleks tersebut. Kontak skala kecil antara komunis dan orang Australia berlanjut dan MacGregor kemudian mendapatkan Military Cross untuk kepemimpinannya.

Vietcong menggali tanah liat keras yang mampu melindungi mereka dari pemboman Amerika, beberapa parit dilaporkan berukuran lebih dari 1,8 meter (5,9 kaki), dan beberapa terowongan memiliki panjang 460 meter (500 yd), sementara banyak terowongan kecil mengarah dari terowongan utama. Di beberapa tempat sistem terowongan memiliki satu, dua dan bahkan tiga tingkat. Jaringannya begitu luas sehingga mereka dikabarkan mampu menampung 5.000 pria, banyak di antaranya mampu tinggal di bawah tanah hingga enam bulan. Saat melihat terowongan, seorang tentara Amerika menggambarkan tempat itu sebagai “stasiun kereta bawah tanah New York”. Pada tanggal 9 Januari, pasukan Amerika menghancurkan tumpukan persediaan obat-obatan, sebuah rumah sakit kecil dan sejumlah besar beras, serta menangkap 30 Viet Cong selama serangkaian bentrokan. Dengan diwarnai sejumlah Friendly Fire, Batalyon AS / 503 dan AS ke-2/503 melakukan sweeping  ke arah timur menuju Sungai Saigon dan, walaupun mereka terus menemukan tumpukan persediaan dan posisi terbengkalai musuh, mereka hanya terlibat dalam bentrokan ringan dengan Viet Cong.  Dalam beberapa posisi penyergapan yang disamarkan dengan baik pasukan komunis yang bersenjata senapan tua K-44 (mosin nagant M-44) mampu menimbulkan sejumlah korban jiwa di pihak Amerika. Hanya satu Viet Cong terbunuh dalam pertempuran tersebut, sehingga total untuk operasi menjadi hanya 22. Meskipun sejumlah besar tentara AS terlibat, mereka hanya mengalami kontak terbatas pada saat itu, dan kritik atas berjalannya operasi tersebut kemudian mulai meningkat di media Amerika.

Senapan K-44 (mosin nagant) yang menjadi senjata Vietcong, defender komplek Cu Chi Tunnel dalam Operasi Crimp.

Pertarungan meningkat, 10-11 Januari 1966

Orang-orang Australia terus menjelajahi jaringan terowongan, menemukan sejumlah besar dokumen dan peralatan, dan pada tanggal 10 Januari mereka telah menemukan 59 senjata, 20.000 peluru amunisi, 100 granat fragmentasi, satu recoilless kaliber 57mm, bahan peledak, pakaian dan obat-obatan. Sedikitnya 11 Viet Cong juga terbunuh dalam pertempuran tersebut. Kontak juga berlanjut, dan sepanjang malam orang-orang Australia membunuh lima Viet Cong di luar perimeter mereka. Dalam pertempuran sepanjang hari sekitar enam belas mayat Viet Cong kemudian ditemukan, dan 60 lainnya diyakini telah terbunuh namun telah dipindahkan dari medan perang oleh rekan-rekan mereka.

Williamson kemudian memerintahkan Batalyon 1/503 AS – di bawah komando Letnan Kolonel John Tyler – untuk mengubah arah gerakan pasukannya. Pada pagi hari, batalyon tersebut telah melakukan patroli berukuran peleton di selatan, barat daya dan barat, menemukan posisi defensif yang dibangun dengan baik, termasuk bunker dan parit yang dihubungkan oleh terowongan. Tanpa melakukan kontak dengan Viet Cong, batalyon tersebut bersiap untuk pindah ke lokasi baru di utara pada pukul 13.30. Selama pergerakan ini batalion, dan pasukan lapis baja dari Troop D, Resimen Kavaleri ke-16 AS , terlibat kontak senjata dengan kompi induk Viet Cong yang bertahan sejauh 2.000 meter (2.200 yd) di sebelah barat lokasi pasukan Australia.Setelah serangan udara dan pemboman berat artileri, pasukan komunis mengundurkan diri, dengan meninggalkan 29 orang tewas dalam pertempuran yang intens.

Mayor Jenderal Ellis W. Williamson menembakkan howitzer 105 mm

Sementara itu, Brigade ke-3 AS terus melakukan progress yang lambat dan meski mencapai tepi Sungai Saigon pada tanggal 10 Januari, mereka hanya membuat sedikit kontak dengan Viet Cong. Viet Cong berusaha untuk menghindari pertempuran terbuka, memilih untuk tidak menyebar ke kelompok kecil untuk bertarung dari lubang laba-laba dan terowongan mereka dan memilih bertempur melawan orang Amerika dari jarak dekat dengan senjata ringan. Meski menderita sejumlah korban, Amerika terus maju, memanggil bantuan tembakan artileri. Taktik semacam itu terbukti sangat tidak efektif dan Komandan Batalyon 2/28 AS, Letnan Kolonel George Eyster, terbunuh ditembak oleh seorang penembak jitu selama pertempuran berlangsung. 

Brigade ke-3 AS kemudian menemukan kompleks terowongan yang signifikan, setelah Sersan Stewart Green dari Batalyon 1/28 AS secara tidak sengaja duduk di atas pintu masuk pada tanggal 11 Januari. Pasukan kemudian masuk menyerang mereka yang bertahan di terowongan dengan gas CS, dan bahan peledak. Namun, taktik seperti ini hanya mencapai keberhasilan terbatas, gas air mata hanya dapat memaksa keluar sejumlah besar perempuan dan anak-anak, tapi hanya sedikit Viet Cong. Vietcong kemudian memilih untuk mundur.

Namun orang Amerika terus berusaha untuk membersihkan terowongan, pertempuran jarak dekat terus berlangsung dan Letnan Kolonel Haldane kemudian dianugerahi Silver Star atas tindakannya ketika ia bergegas masuk ke bunker di tengah pertempuran hanya dipersenjatai dengan pistol , dalam rangka untuk memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah tentara yang terluka. Keberaniannya menginspirasi anak buahnya untuk menyelesaikan serangan itu, dan akhirnya membantu memastikan evakuasi sukses dari korban dan menyelesaikan tugas mereka. Malam itu batalyon US 3 Brigade Infanteri telah menyelesaikan operasi di area yang menjadi tanggung jawab mereka, dan keesokan harinya mereka ditarik dari wilayah operasi. Keterlibatan brigade dalam Operasi Crimp amat terbatas, mereka kehilangan enam prajurit tewas dan 45 luka-luka, sementara menewaskan 22. 

Vietcong menanam punji stick yg terkadang dilumuri kotoran untuk menyebabkan infeksi parah.

Operasi Crimp 12-13 Januari 1966

Seperti  sebelumnya, pasukan komunis terus berusaha untuk menyusup ke perimeter 1st RAR pada malam hari, dan bentrokan kecil patroli Australia terus terjadi hingga dini hari.  Selama dua hari berikutnya, operasi untuk mengeksploitasi terowongan terus berlanjut, dengan pasukan 173 Brigade dan Australia terlibat dalam sejumlah kontak dengan Vietcong, serta mengalami tembakan sniper dan mortir secara sporadis. Sejumlah besar  dokumen, peralatan dan beras ditemukan, sementara sejumlah besar warga sipil yang ditahan untuk diinterogasi. Pada tanggal 12 Januari 1st RAR melanjutkan patroli dan satu patroli kemudian menemukan 15 ton beras dan menghancurkannya setelah membunuh enam Viet Cong selama 20 menit pertempuran

Sementara itu, pada hari yang sama Haldane memerintahkan US 1/28 Batalyon menjelajahi terowongan di daerah operasi mereka, menemukan sejumlah ruang dan pintu jebakan dipertahankan oleh jebakan granat dan booby trap lainnya. Sebuah kompi kemudian menemukan sistem terowongan lain setelah seorang tentara Amerika tewas oleh tentara Viet Cong yang tiba-tiba muncul keluar dari sebuah sarang semut besar. Kemudian, sebagai 1/503 terus menyusuri daerah itu dengan patroli seukuran peleton selama sore tanggal 13 Januari, bentrokan antara Kompi C dan satu peleton Viet Cong kemudian berkembang menjadi kontak tembak besar. Serangan udara berhasil dipanggil oleh pasukan meninggalkan 10 Viet Cong mati, sementara dari jejak darah manusia menunjukkan bahwa kemungkinan 20 VC lainnya juga tewas. 

A US 1st Infantry Division soldier enters a tunnel during Operation Crimp.

Operasi Berakhir, 14 Januari 1966

Pada akhirnya, lebih dari 17 kilometer (11 mil) jaringan terowongan telah ditemukan hasil dari pencarian oleh tentara Australia. Sejumlah besar dokumen disita, termasuk dokumen lebih dari 100.000 halaman yang merinci struktur operasional serta nama-nama agen yang beroperasi di Saigon. Sembilan puluh senjata ditemukan, berikut ribuan amunisi, peralatan, makanan dan perlengkapan lainnya yang cukup untuk mengisi delapan truk 2 ½ ton.  Meskipun batalyon AS telah memainkan peranan besar dalam operasi dan juga menemukan berbagai sistem terowongan dan terlibat dalam kontak yang berat, namun 1st RAR lah yang beruntung menemukan markas pusat Viet Cong , namun mereka baru menyadari seberapa dekat mereka dengan markas utama VC, beberapa dekade setelah perang berakhir.

Enam hari setelah dimulai, Operasi Crimp berakhir, dengan 1st RAR kembali ke Bien Hoa pada 14 Januari. Operasi  itu hanya menghancurkan sebagian kecil dari jaringan terowongan, tidak sampai setelah perang berakhir diketahui bahwa sistem di Cu Chi sebenarnya terdiri lebih dari 200 kilometer (120 mil) jaringan terowongan. Meskipun operasi darat Amerika berlanjut di area itu, serta sejumlah serangan B-52 menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada kompleks terowongan, Ho Bo Woods sebagai lokasi persembunyian Vietcong tidak pernah bisa dihancurkan seluruhnya dan struktur militer Vietcong di area itu tetap utuh hingga serangan Tet 1968.

A US 105 mm howitizer providing fire support to the US 173rd Airborne Brigade on the final day of Operation Crimp

Selama pertempuran, pasukan Australia telah menghadapi perlawanan keras dan menderita korban delapan prajurit tewas dan 29 luka-luka, sementara mengklaim 27 Viet Cong tewas dan lebih 30 lainnya terbunuh. Pasukan Amerika juga telah terlibat dalam pertempuran berat dan korban mereka adalah 14 tewas dan 76 luka-luka. Jumlah korban pihak komunis sebanyak 128 Vietcong dikonfirmasi tewas, dan 190 yang lain kemungkinan terbunuh, serta 92 ditangkap dan 509 tersangka lainnya ditahan. Selain itu masih banyak lagi Viet Cong mungkin telah tewas dalam terowongan karena terowongan mereka runtuh oleh peledak yang dipasang oleh pasukan Zeni Australia. Amerika kemudian mengklaim bahwa markas Daerah Militer komunis 4 juga telah hancur. Pasukan Australia kemudian mulai mengembangkan teknik awal untuk menjelajahi dan menghancurkan terowongan VC.  Kemudian meniru keberhasilan Australia dalam membersihkan beberapa terowongan yang lebih pendek, unit Amerika mengadopsi taktik yang serupa dan menciptakan sejumlah tim pemburu terowongan dikenal populer sebagai Tunnel Rat.

Major General Jonathan Seaman, commanding 1st Infantry Division, Vietnam c. 1966

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Operation_Crimp

Lorong-lorong Neraka Cu Chi – Tom Mangold & John Penycate

2 thoughts on “Operation Crimp 8-14 Januari 1966

  • 28 October 2019 at 9:32 pm
    Permalink

    Akhirnya bisa nemuin juga situs berbahasa Indonesia yang membahas tentang sejarah atau cerita militer dunia yang disajikan secara detail dan gamblang. Sebagai peminat sejarah militer, pengetahuan dan informasi yang saya dapatkan semakin bertambah.
    Kalo boleh saya ingin meminta berbagai cerita menarik serta pertempuran dari perang Korea yang sepertinya belum ada dan untuk perang dunia ke-2 dan perang Vietnam kalau bisa porsinya dilebihkan.
    Saya berharap semoga lebih banyak lagi memuat artikelnya dan tidak pernah terputus agar dapat memberikan manfaat kepada para pembaca khususnya peminat sejarah militer seperti saya.
    Sekali lagi terimakasih atas penyajian setiap artikelnya semoga selalu tetap eksis. Salam

    “Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis”

    Reply
    • 28 October 2019 at 10:20 pm
      Permalink

      Ok, trims masukannya. Yang Perang Korea ada satu artikel kecil yang sudah disiapkan, mungkin besok atau lusa saya posting.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *