Penembakan EC-121 Amerika diatas Perairan Internasional oleh MiG Korea Utara, 15 April 1969.

Insiden penembakan EC-121 terjadi pada tanggal 15 April 1969 ketika Lockheed EC-121M Warning Star dari 1st Skuadron Pengintai Udara ( VQ-1 ), yang sedang menjalankan misi pengintaian, ditembak jatuh oleh pesawat MiG-21 Korea Utara di atas Laut Jepang. Pesawat tersebut ditembak pada jarak 90 mil laut (167 km) dari lepas pantai Korea Utara dimana mengakibatkan 31 orang awak Amerika tewas (30 pelaut dan 1 marinir), yang tercatat merupakan korban tunggal terbesar awak pesawat AS selama era Perang Dingin.

A EC-121 taking off in the late 1960s. (Wikimedia)

Pesawat itu merupakan pengenbangan dari pesawat angkut Lockheed Super Constellation yang dilengkapi dengan radar udara, dimana tugas utamanya adalah melakukan patroli jarak jauh, pengawasan elektronik, dan bertindak sebagai pesawat peringatan dini.

Radar operators onboard a USAF EC-121 spy plane, like the one shot down by North Korean fighter jets in 1969. 

Pemerintahan Nixon akhirnya tidak melakukan pembalasan terhadap Korea Utara selain hanya melakukan unjuk kekuatan angkatan laut di Laut Jepang beberapa hari kemudian, yang dengan cepat diakhiri. Pemerintah Amerika kemudian melanjutkan penerbangan pengintaian serupa dalam waktu seminggu setelah insiden untuk menunjukkan bahwa hal semacam itu tidak akan dapat mengintimidasi mereka sekaligus pada saat bersamaan menghindari sebuah konfrontasi lebih lanjut.

Presiden Nixon, Insiden penembakan EC-121 ada di waktu yg “tidak tepat”, yakni ada di awal masa transisi pemerintahannya yang banyak disibukkan oleh masalah Perang di Vietnam warisan Presiden Johnson

Beggar Shadow Mission

Kode “Beggar Shadow” diberikan untuk program pengintaian akhir tahun 1960an oleh Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertugas untuk mengumpulkan informasi serta data komunikasi antara negara-negara Blok Soviet sambil tetap terbang dengan aman (setidaknya menurut hukum internasional) di atas perairan internasional.

Pukul 07:00 waktu setempat pada hari Selasa, 15 April 1969, sebuah pesawat EC-12M dari U.S. Navy’s Fleet Airborne Reconnaissance Squadron One (VQ-1) lepas landas dari pangkalan NAS Atsugi, Jepang, dalam misi pengintaian intelijen. Pesawat itu memiliki nomor 135749, c/n 4316, dan memiliki tail number “PR-21”, serta menggunakan kode panggilan radio Deep Sea 129. Di atas pesawat terdapat 8 perwira dan 23 orang tamtama di bawah komando LCDR James Overstreet. Sembilan kru, termasuk satu NCO laut, adalah teknisi kriptologi Grup Keamanan Laut (CTs) dan ahli bahasa Rusia dan Korea.

Deskripsi lokasi penembakan EC-121.

Tugas Deep Sea 129 adalah misi rutin pengumpulan data sinyal intelijen ( SIGINT ) Beggar Shadow . Rute penerbangannya adalah lepas landas dari NAS Atsugi lalu terbang ke barat laut di atas Laut Jepang (Laut Timur Korea) sampai tiba di sebuah daerah di luar Musu Point, di mana EC-121M akan berbalik ke timur laut menuju arah Uni Soviet sepanjang jalur elips 120-mil laut (222 km). Begitu misi selesai, mereka akan kembali ke Pangkalan Udara Osan, Korea Selatan. Perintah untuk LCDR Overstreet mencakup larangan mendekati lebih dari 50 mil laut (90 km) ke pantai Korea Utara. Squadron VQ-1 telah menerbangi rute selama dua tahun, dan misi tersebut dinilai memiliki “risiko minimal”. Selama tiga bulan pertama tahun 1969 hampir 200 misi serupa telah diterbangkan oleh pesawat pengintai Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS di lepas pantai timur Korea Utara tanpa insiden.

Sang komandan pesawat malang.

Misi ini, sementara secara komando berada di bawah komando Armada Ketujuh dan CINCPAC, dikendalikan secara operasional oleh detasemen Grup Keamanan Laut di NSF Kamiseya , Jepang, di bawah arahan Badan Keamanan Nasional. Misi tersebut dimonitor oleh beberapa bagian dalam Departemen Pertahanan, yang telah diberitahu sebelumnya tentang misi tersebut, termasuk beberapa radar Angkatan Udara berbasis darat di Korea Selatan dan Jepang. Skuadron Keamanan USAF 6918 di Terminal Hakata Air Japan, USAF 6988 di Pangkalan Udara Yokota, Jepang, dan Detasemen 1, Wing Keamanan 6945 di Pangkalan Udara Osan memonitor reaksi Korea Utara dengan mencegat transmisi radar pencarian pertahanan udara Korea Utara. Stasiun intersepsi komunikasi Angkatan Darat di Osan mendengarkan lalu lintas radio pertahanan udara Korea Utara, dan Grup Keamanan Angkatan Laut di Kamiseya, yang menyediakan ketujuh dari sembilan CT di atas kabin Deep Sea 129, juga mencegat radar pencarian Angkatan Udara Soviet.

Intersepsi dan penembakan

Segera setelah tiba di atas Laut Jepang (Laut Timur Korea), pukul 10.35, Korea Utara bereaksi terhadap kehadiran EC-121, namun tidak terlihat upaya yang akan membahayakan misi tersebut. Pada pukul 12:34 waktu setempat, kira-kira enam jam setelah dimulai misi tersebut, Badan Keamanan Angkatan Darat dan radar di Korea mendeteksi lepas landasnya dua pesawat Angkatan Udara Korea Utara tipe MiG-21 dari Tongchong-ni Timur dekat Wonsan dan melacaknya, dengan asumsi bahwa mereka menanggapi beberapa misi Deep Sea 129 seperti biasa. Sementara itu, EC-121 mengirmkan laporan aktivitas mereka sesuai jadwal melalui radio tepat pukul 13:00 dan tidak menunjukkan hal-hal yang aneh. Tapi hal itu merupakan pesan terakhir yang dikirim dari pesawat tersebut. Dua puluh dua menit kemudian radar kehilangan gambar MiG dan tidak muncul kembali sampai pukul 13:37, di mana mereka dalam posisi mendekat Deep Sea 129 untuk kemungkinan melakukan pencegatan.

MiG-21: The Culprit

Komunikasi yang dihasilkan kemudian yang dipantau oleh unit induk EC-121, VQ-1. Pada pukul 13.44 EC-121 mengirimkan peringatan “Kondisi 3” melalui radio, yang mengindikasikan bahwa mereka mungkin sedang diserang. LCDR Overstreet menyadari kondisi saat itu dan mengambil keputusan untuk membatalkan misi tersebut dan kembali ke markas. Mendekat dari arah timur laut dengan kecepatan supersonik, MiGs dengan mudah mendekati EC-121, yang hanya bisa melakukan sedikit manuver. MiG dipersenjatai kanon 23 mm dan rudal AA-2 Atoll sementara EC-121 tidak bersenjata dan tanpa pengawal tempur. Pada 13:47, lintasan radar deteksi MiG menyatu dengan Deep Sea 129, yang menghilang dari gambar radar dua menit kemudian. MiGs telah meledakkan EC-121 di atas langit, dan meskipun rincian kejadian tersebut tidak pernah dipublikasikan, diasumsikan bahwa rudal udara-ke-udara digunakan dalam peristiwa tersebut berdasar laporan pers Korea Utara yang menyebutkan bahwa “tembakan tunggal” menjatuhkan pesawat tersebut.

Reaksi atas insiden

Korea Utara

Segera setelah serangan tersebut, pasukan Korea Utara segera mengumumkan keadaan darurat. Media mereka menyiarkan versi kejadiannya dua jam setelah kejadian tersebut. Menyebut EC-121 sebagai “pesawat tentara agresor imperialis AS yang kurang ajar,” media Korea Utara menuduhnya “melakukan penyadapan setelah menyusup jauh ke dalam wilayah teritorial udara korut.” Sebuah cerita dibuat sebagai “keberhasilan lewat pertarungan hebat menembak jatuh musuh dengan satu tembakan.”

Uni Soviet

Meski saat itu merupakan puncak Perang Dingin, Uni Soviet dengan cepat memberikan bantuan dalam upaya penyelamatan. Dua kapal perusak Soviet dikirim ke Laut Jepang, dan keterlibatan mereka menunjukkan ketidaksetujuan Moskow atas serangan terhadap EC-121.

Berita penembakan EC-121 di media Amerika.

Amerika Serikat

Amerika mengaktifkan Task Force 71 untuk melindungi penerbangan pengintaian di masa mendatang di atas perairan internasional. Awalnya, Task Force terdiri dari kapal induk Enterprise , Ticonderoga , Ranger , dan Hornet dengan layar kapal penjelajah dan kapal perusak yang juga termasuk kapal perang New Jersey. Kapal-kapal untuk TF-71 sebagian besar berasal dari satuan tugas di Asia Tenggara. Deployment ini menjadi salah satu unjuk kekuatan terbesar di kawasan ini sejak Perang Korea.

Ships of Task Force 71 underway off Korea in April 1969.

Menanggapi serangan tersebut beberapa pihak meminta pembalasan terhadap Republik Rakyat Demokratik Korea . Pada tanggal 16 April, Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat mempertimbangkan beberapa pilihan termasuk aksi blokade dan serangan terhadap posisi Korea Utara.

Pada akhirnya, tidak ada tindakan yang dilakukan terhadap Korea Utara pada hari-hari setelah serangan tersebut. Administrasi Nixon yang baru saja terpilih tidak banyak mengetahui informasi tentang lokasi dan ketersediaan pasukan AS dan Korea Utara di daerah itu, pemerintah AS juga mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang-orang mereka di Pasifik. Pada saat informasi dapat dikomunikasikan ke para perencana, waktu sudah dinilai terlambat untuk bereaksi. Baik Nixon dan Sekretaris Negara Henry Kissinger merasa malu dengan hasil akhir dari peristiwa tersebut, Kissinger mengungkapkan bahwa “langkah kita dalam krisis EC-121 terhitung lemah, tidak jelas dan tidak terorganisir.” Setelah menjadi jelas bahwa tidak akan ada tindakan yang akan dilakukan terhadap orang Korea Utara, Nixon berjanji bahwa “mereka akan [orang Korea Utara] tidak pernah lolos lagi jika peristiwa serupa terulang lagi” dan memerintahkan “dimulainya kembali penerbangan pengintaian udara di kawasan itu.

Motivasi serangan

Beberapa teori muncul untuk menjelaskan peristiwa penembakan EC-121, namun sebagian besar merujuk pada sikap kurang ajar Korea Utara. Nixon dan pemerintahannya berasumsi bahwa Korea Utara akan bersikap sesuai dengan standar hukum internasional. Serupa dengan insiden Pueblo , Pyongyang mengambil tindakan terhadap pesawat EC-121 meski berada di luar wilayah Korea Utara. Sumber lain mengklaim bahwa serangan ini mungkin dilakukan untuk menghormati Kim Il-sung, karena hari kelahirannya jatuh pada 15 April, namun tidak ada cukup bukti untuk mendukung pernyataan ini.

Kim Il Sung, pemimpin Korea Utara saat penembakan EC-121 tanggal 15 April 1969, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Beberapa juga percaya bahwa ini mungkin merupakan penembakan yang tidak disengaja, namun banyak yang tidak setuju karena berdasar liputan media di Korea Utara dan juga cerita versi mereka yang menyatakan bahwa pesawat tersebut telah memasuki wilayah udara Korea Utara. Pada akhirnya, tidak cukup banyak informasi yang tersedia di luar Korea Utara untuk menjelaskan motif sebenarnya dari peristiwa tersebut.

Sumber:

https://en.m.wikipedia.org/w…/1969_EC-121_shootdown_incident

https://timeline.com/north-korea-ec-121-shot-down-8e881ee50e86

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *