Pertempuran di Kirovograd, 1944: Selamatnya Tentara ke-8 Jerman dari Kehancuran di Front Ukraina Selatan

Bulan-bulan akhir tahun 1943 adalah masa-masa yang suram bagi pasukan Jerman di Rusia selatan. Sejak pertempuran besar-besaran di Kursk pada bulan Juli, Tentara Merah telah mendesak pasukan Grup Tentara Selatan pimpinan Field Marshal Erich von Manstein ratusan kilometer ke arah barat. Kota Soviet Belgorod jatuh pada tanggal 5 Agustus, diikuti oleh pembebasan kota Kharkov di akhir bulan itu. Dengan Jerman masih terguncang, Soviet sekarang telah berada di tepi barat Sungai Dnieper pada awal Oktober. Setelah jeda singkat untuk istirahat dan perkuatan kembali, Rusia menyerang lagi, mereka maju melintasi Dnieper dan merebut kembali kota Kiev pada tanggal 6 November. November dan Desember, mereka terus maju ke arah barat di sektor Kiev. Sementara Pasukan Panzer Keempat Jenderal pimpinan Hermann Hoth berusaha menahan pasukan Rusia di sebelah barat Kiev, pasukan lainnya di Rusia selatan juga sedang dalam masalah. Di sepanjang pantai Laut Azov, Angkatan Darat keenam pimpinan Jenderal Jenderal Karl Hollidt, yang merupakan bagian dari Angkatan Darat Grup A pimpinan Jenderal Josef Harpe, dikirim untuk melintasi Nogai Steppe pada minggu terakhir bulan Oktober. Pada akhir bulan, Front Ukraina ke-4 pimpinan Jenderal Fedor Ivanovich Tolbukhin telah menutup daerah Crimea, yang menjebak Angkatan Darat Ketujuh Belas pimpinan Jenderal Erwin Jaenecke dan secara efektif menjaga agar pasukan ini tidak ikut berpartisipasi dalam aksi militer Jerman lebih lanjut. Pada akhir November, Tolbukhin telah mendesak Angkatan Darat Keenam menjauh dari wilayah pantai, memaksanya untuk membentuk garis pertahanan baru 100 kilometer lebih ke utara.

Front Timur 2 Desember 1943-30 April 1944. (Sumber:https://en.wikipedia.org/)

Di sisi kiri Grup Selatan Hollidt, Panzer Army Pertama, yang dipimpin oleh Jenderal Hans Hube, telah didesak mundur sekitar 100 kilometer dari posisinya di Dnieper bagian sisi kiri dan di tengahnya, tetapi sayap kanan Hube masih tetap kokoh di sepanjang garis sungai. Tonjolan wilayah yang terbuat di Zaporozhye diserang berkali-kali oleh pasukan Pengawal ke-3 dan Pasukan ke-12 Jenderal pimpinan jenderal Rodian Iakovlevich Malinovskii dari Front Ukraina ke-3, tetapi pasukan Jerman mampu menghentikan penerobosan mereka. Di utara Hube terdapat satuan Angkatan Darat Kedelapan pimpinan Jenderal Otto Wöhler. Di sektor Kanev, yang ada di persimpangan Front Ukraina ke-1 dan ke-2, Jerman mempertahankan posisinya di garis sungai. Di selatan Kanev, pasukan Soviet telah menyeberangi sungai Dnieper di daerah Cherkasy dan telah menerobos sekitar 20 kilometer, tetapi sisa pasukan mereka akhirnya terpaksa mundur sebelum dapat membentuk garis pertahanan baru. Sepanjang bulan November dan minggu pertama Desember, Jenderal Ivan Stepanovich Konev, komandan Front Ukraina ke-2, menghadapi pasukan Wöhler dan bagian dari Pasukan Panzer Pertama Hube. Meskipun ia memiliki tujuh satuan infanteri  setingkat Army yang didukung oleh Guards Tank Army ke-5 yang kuat (pimpinan Kolonel Jenderal Pavel Alekseevich Rotmistrov), Konev terhenti oleh pertahanan tentara Jerman yang babak belur, sambil menunggu waktunya untuk melakukan serangan yang menentukan. Dia sedang bertarung dalam perang atrisi — sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan terus menerus oleh orang Jerman. Per 1 Januari, front Ukraina ke-2 pimpinan Konev memiliki kekuatan berjumlah 550.000 orang, 265 tank, 127 senjata self-propelled, 7.136 senjata dan mortir, 777 senjata anti-pesawat, dan 500 pesawat tempur.

Jenderal Otto Wöhler, Komandan Angkatan Darat ke-8 Jerman. (Sumber:https://enacademic.com/)

Efektivitas Tempur hanya 50 hingga 75 Persen 

Di atas kertas Tentara Kedelapan Wöhler tampak mengesankan. Selama minggu pertama bulan Desember ia membawahi Korps Panzer III Mayor Jenderal Friedrich Schulz (yang terdiri dari Divisi Infanteri ke-57 dan 72, Divisi Panzer SS ke-5, Divisi Panzer ke-3, dan brigade Wallonien SS pimpinan Mayor Lucien Lippert, yang terdiri dari pasukan anti-Komunis Perancis- berbahasa Belgia), juga termasuk XLVII Panzer Corps pimpinan Mayor Jenderal Rudolf von Bünau (terdiri dari Divisi Infanteri 320, 389, 282, dan ke-106) dan Korps XI Angkatan Darat Jenderal Wilhelm Stemmermann (terdiri dari Divisi Panzer ke-14 dan ke-11 dan Divisi Infanteri ke-376). Sementara cadangan yang dimilikinya adalah Divisi Panzergrenadier ke-10 pimpinan Mayjen August Schmidt (PGD 10). Perang atrisi yang dilancarkan Konev mulai membuahkan hasil. Sebagian besar divisi infantri jerman sekarang hanya memiliki kemampuan efektif sebesar 50 hingga 75 persen jika mereka beruntung, sementara aliran kecil tenaga pengganti sama sekali tidak memadai. Hal yang sama juga berlaku untuk divisi-divisi panzer. Divisi Panzer ke-3 melaporkan bahwa para prajurit berpengalaman dari divisi tersebut terus berjuang tetapi mengeluh, “Tenaga pengganti yang baru tiba tidak cukup siap untuk bertempur dan membutuhkan pelatihan tambahan.” Dilaporkan juga bahwa rantai dan motor pada panser dan kendaraan bermotor mulai aus, sementara suku cadangnya amat terbatas. 

Jenderal Fritz Bayerlein, Komandan Divisi Panzer ke-3, yang menjadi bagian dari Korps Panzer ke III. (Sumber:https://en.wikipedia.org/)

Komandan Divisi Panzer ke-3 adalah pendatang baru di Front Timur. Jenderal Fritz Bayerlein telah mengambil alih divisi tersebut pada tanggal 25 Oktober. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai kepala staf untuk Korps Afrika pimpinan Field Marshal Erwin Rommel dan kemudian Tentara Jerman-Italia di Afrika. Penugasan ke Front Timur bukanlah hal yang baru sebenarnya buat Bayerlein, dia telah terlibat dalam invasi awal ke Rusia, tetapi kemudian dipindahkan ke Korps Afrika menjelang akhir tahun 1941. Dalam sebuah surat tahun 1968 kepada penulis, Bayerlein, yang meninggal pada tahun 1970, mengatakan bahwa ia bersemangat untuk mengambil alih komando divisi panzer, tetapi masalah yang dihadapi pasukan di Front Timur mengingatkannya pada masalah logistik yang dihadapi Rommel di Afrika. Kurangnya pasokan, penggantian baik personel maupun kendaraan dan pasukan musuh yang lebih superior — itulah yang kami hadapi di Afrika dan itulah yang kami hadapi di Rusia, ”ingatnya. “Yang berbeda hanya panas terik Afrika dengan dinginnya Stepa Russia. Kami juga baru saja berpartisipasi dalam serangan balasan ke Kiev. Panzer kami sudah tua, meskipun demikian, mekanik kami terus bekerja keras dengan apa yang mereka bisa untuk membuatnya  tetap bisa digunakan. ” 

Kirovograd: Pusat Pasokan yang Strategis

Sementara Konev terus membiarkan orang Jerman menebak-nebak arah serangannya, stafnya sedang mengerjakan rencana untuk serangan baru mereka. Komando Tinggi Soviet (Stavka) melihat adanya peluang besar di sekitar sektor selatan front. Keberhasilan Rusia di Kiev telah menciptakan tonjolan lebih jauh di bagian selatan. Moskow melihat peluang mengirimkan Front Ukraina ke-1 ke selatan dengan tujuan memotong dan menghancurkan beberapa korps Jerman dan menghancurkan Tentara Kedelapan. Front Ukraina ke-2 Konev kemudian akan maju ke arah barat untuk menyelesaikan penghancuran pasukan Jerman. Lahir dari keluarga petani pada tahun 1897, Konev bertugas di tentara Tsar pada tahun 1916. Ketika perang dengan Jerman berakhir, dia kembali ke rumah dan kemudian menjadi bintang yang naik daun di partai Bolshevik setempat. Selama Perang Saudara Rusia ia berperang di Timur Jauh dan menjadi komisaris Korps Maritim ke-17. Mengikuti pendidikan di Akademi Militer Frunze pada tahun 1926, Konev sempat memimpin resimen, divisi, dan korps sebelum kembali ke akademi selama dua tahun untuk belajar dari tahun 1932 hingga 1934. Ia lalu ditugaskan ke Mongolia pada tahun 1937 dan kemudian ikut serta dalam pertempuran melawan Jepang di Sungai Khalkin-Gol. Berhasil lolos dari pembersihan Stalin dalam militer Soviet, Konev memimpin Angkatan Darat ke-19 pada awal invasi Jerman sebelum kemudian mengambil alih komando Front Barat, yang bertugas mempertahankan pintu masuk ke arah Moskow pada tanggal 12 September 1941. Dia kemudian memimpin Front Kalinin, Front Barat lagi, Front Northwestern, dan Steppe Front, yang kemudian berganti nama menjadi Front Ukraina ke-2. 

Kirovograd, posisinya penting bagi Grup Tentara Selatan Jerman di Eropa Timur pada tahun 1943-1944. (Sumber: https://napavalleyregister.com/)
Ivan Konev, komandan Front Ukraina ke-2. (Sumber:https://en.wikipedia.org/)

Saat dia melihat peta yang diletakkan di depannya, area yang dipertahankan oleh Korps Panzer III pimpinan Schulz menarik perhatiannya. Sebuah kota dalam sektor Schulz menurutnya perlu segera diambil alih dengan cepat jika kehancuran militer Jerman ingin dicapai. Namanya kota itu adalah Kirovograd. Didirikan di sekitar pemukiman militer pada tahun 1754, kota ini terletak di persimpangan jalur perdagangan yang penting, yang akhirnya menjadikannya pusat perdagangan utama. Salah satu dari sedikit jalan timur-barat yang baik pada wilayah ini melewati Kirovograd, seperti halnya jalur kereta utara-selatan, yang kemudian menjadikannya lokasi utama untuk pusat pasokan dan komunikasi. Kota ini diduduki oleh Jerman pada awal Agustus 1941. Ketika serangan utama mereka terus berlanjut ke arah timur, pasukan pendudukan bergabung dengan pasukan SS pimpinan Mayor Gunther Hermann bernama Einsatzkommando 4b, sebuah subunit Einsatzgruppe C pimpinan Brig. Jenderal Otto Rausch. Antara 23 Agustus dan 30 September 1941, pasukan Hermann secara sistematis membantai sekitar 5.000 penduduk Yahudi di kota itu. Ketika “aksi” selesai, hanya ada sekitar 10 orang yang selamat. Sementara itu Berlin juga mengakui pentingnya Kirovograd. Jalan-jalan dan jalur kereta api di kota itu merupakan rute untuk membawa persediaan vital bagi Pasukan Panzer Kedelapan dan Pertama. Selain menjadi jalur komunikasi yang penting, gerak mundur di sektor Kirovograd akan mengekspos sayap kiri Tentara Panzer Pertama, yang bisa memaksa suatu gerak mundur atau mengundang serangan Rusia di area itu. Hal semacam ini adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi oleh Hitler.

”Anak buahku benar-benar kelelahan” 

Konev terus memperbaiki rencana operasionalnya sementara dia menunggu cuaca berubah. Hujan lebat dan suhu di atas titik beku membuat pergerakan pasukan lapis baja dan mekanis hampir mustahil, karena sebagian besar jalan di daerah itu berubah menjadi lautan lumpur. Komandan Rusia menggunakan waktu untuk secara perlahan membawa persediaan logistik dan untuk mengintegrasikan tenaga pengganti ke dalam divisinya. Banyak dari tenaga pengganti itu berasal dari daerah-daerah baru yang dibebaskan di Rusia, dan mereka hanya memiliki dasar-dasar pelatihan militer saja. Hujan juga menghambat kemampuan pasukan Jerman untuk menggunakan pengintaian udara, membuat Konev lebih mudah untuk menutupi disposisi pasukannya di titik-titik utama serangan yang direncanakan. Cuaca akhirnya berubah cukup dingin bagi Soviet untuk melanjutkan ofensif mereka. Front Ukraina ke-1 pimpinan Jenderal Nikolai Fedorovich Vatutin menghantam satuan Panzer Keempat pimpinan Jenderal Erhard Raus di sebelah barat Kiev dengan keras yang menyebabkan tentara Raus di ambang tercerai berai. Field Marshal von Manstein segera meminta Berlin untuk mengirimkan bala bantuan. Sementara itu, ia mencoba melawan ofensif Rusia dengan kekuatan yang tidak seberapa. 

Pada akhir tahun 1943, pasukan Jerman di front timur sudah kelelahan, beberapa satuan mereka ada dibawah kekuatan normalnya, sementara pasukan Soviet semakin lama semakin kuat. (Sumber: Reddit)

Sementara itu, Konev mulai maju ke arah Kirovograd dengan tujuan mengepung mereka yang bertahan dan divisi-divisi lain dari Korps Panzer XLVII. Tanah di sebelah timur kota adalah daerah yang cukup baik digunakan oleh tank dengan dataran yang terbuka dan hanya dipecah oleh punggung bukit yang rendah. Konev memanfaatkan medan dengan baik, dan 5th Guards Tank Army serta 5th Guards Army (pimpinan Letnan Jenderal Aleksei Semenovich Zhadov) membuat kemajuan dengan baik. Jepitan Soviet sudah makin mendekati Kirovograd, dan Manstein meminta panzer-panzernya yang sudah usang dan divisi mekanisnya untuk membendung gelombang serangan Rusia. Divisi Panzer ke-11 pimpinan Brigadir Jenderal Wend von Wiethersheim terlibat dalam serangan pada minggu pertama Desember yang menghentikan penerobosan Rusia di dekat Dykivka, sekitar 53 kilometer timur laut Kirovograd. Kemudian pindah ke sektor Novhordivka, 72 kilometer barat daya kota, untuk menangkis serangan lain. Setelah itu, divisi itu pindah ke Ostnyanazhka, 16 kilometer utara Kirovograd, untuk mengambil bagian dalam serangan balik yang berhasil memperlambat tetapi gagal menghentikan serangan Soviet yang baru. 

Nikolai Fedorovich Vatutin, komandan Front Ukraina ke-1. (Sumber:https://id.wikipedia.org/)

“Orang-orang saya benar-benar kelelahan,” tulisnya pada tahun 1972. “Kendaraan kami mengalami banyak kerusakan ketika kami dikirim untuk menghentikan Rusia di beberapa daerah. Divisi melakukan yang terbaik di Ostnyanazhka, tetapi itu tidak cukup. Kami akhirnya dipaksa untuk membatalkan serangan balik dan mengambil posisi defensif di daerah tersebut. ” Divisi Panzer ke-14 pimpinan Kolonel Martin Unrein juga berpartisipasi dalam operasi di utara Kirovograd dan merupakan bagian dari serangan balik di Ostnyanazhka. Setelah aksi itu, ia mengambil posisi defensif di Kam’yanka, sekitar 56 kilometer utara kota. Komponen utama Divisi Panzer ke-3 juga merupakan bagian dari serangan balik itu. Pada akhirnya, pasukan Bayerlein mengambil posisi bertahan selama beberapa hari. “Kami kelelahan,” kenangnya. “Kekuatan panzer kami sangat jauh dibawah kekuatan normal, seperti halnya divisi panzer lainnya. Kami juga kekurangan personel sekitar 20 persen. ” 

Menyerang Bukit di Sekitar Novhordivka 

Permohonan Manstein untuk mendapat bala bantuan berhasil. Unsur-unsur Divisi Fallschirmjäger (Parasut) ke-2 (FJD ke-2) mulai tiba di daerah Kirovograd selama minggu kedua Desember, karena Rusia belum menutup kepungan mereka. Unit ini mendukung Divisi Panzer ke-11 von Wietherheim selama pertempuran di sekitar Novhordivka. Pasukan terjun payung dalam serangan mereka didukung oleh Detasemen Gun Assault ke 286 yang baru diaktifkan (pimpinan Kapten Albert Bausch), yang baru saja tiba dari Perancis. Ketika serangan dimulai, pasukan ke-286 berada di depan serangan, membentuk perlindungan lapis baja di depan pasukan terjun payung. Baterai ketiganya menghancurkan lima tank Rusia dan beberapa senjata anti tank saat bergerak maju. Beberapa bukit yang menjadi titik kunci harus direbut dari musuh sebelum Novhordivka bisa diserbu. Rusia telah memperkuat posisi mereka dengan senjata antitank, yang didukung oleh infanteri dan beberapa tank. Dalam serangan tanggal 18 Desember, pasukan payung menyerbu bukit 170,3 dan 163,7. Bausch dengan mengabaikan perintah untuk memberikan dukungan dari kejauhan, memerintahkan meriam-meriam nya untuk maju bersama pasukan infanteri. Setelah pertempuran dua hari, perbukitan itu berhasil direbut, dan pijakan di tepi selatan kota berhasil diamankan.

Dalam foto yang telah dipersiapkan, para awak tank Soviet mengamati gerakan pasukan musuh selama serangan di Ukraina yang dilakukan pada musim dingin 1943. Salah satu tentara memberi isyarat seolah-olah ia telah menemukan sesuatu yang menarik — mungkin atas saran fotografer. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Pertempuran berlanjut tanpa henti baik di dalam kota dan di perbukitan di daerah tersebut. Letnan Erich Lepwokski, pemimpin sementara 5 / FJ Rgt. 2, memimpin pasukannya melawan barisan senjata antitank Soviet yang diposisikan di Bukit 167 bersama dengan Batalion ke-2 resimen. Dua tank PzKpfw. V Panther, yang disuplai oleh satuan Panzer ke-11, yang mendukung serangan didesak kembali oleh tembakan lawan yang berat. Lepkowski dan elemen-elemen dari Kompi ke-7 berhasil menduduki baterai antitank musuh, tetapi sejauh itulah yang bisa mereka dapatkan. Upaya kedua untuk mengambil bukit itu dilakukan di kemudian hari. Jerman berhasil mengusir kedua batalyon infantri yang bertahan dari bukit, tetapi mereka harus membayar mahal. Kompi ke-5 Lepkowski hanya tinggal memiliki 45 orang yang efektif mampu bertempur, sementara Kompi ke-7 hanya tinggal memiliki 35. Novhordivka akhirnya berhasil direbut, dan pasukan terjun payung segera mengambil posisi  bertahan dengan detasemen meriam serbu Bausch datang mendukung pertahanan. Sementara itu, pasukan Rusia masih menekan Kirovograd dari arah timur. PGD ke-10 Schmidt dikirim untuk mendukung Divisi Infanteri ke-376 Kolonel Otto Schwarz, yang menduduki posisi di dalam dan sekitar kota. Dalam pertempuran sengit serangan Soviet terhenti, yang mendorong kedua belah pihak untuk membentuk posisi pertahanan statis. Sementara Vatutin terus menyerang Pasukan Panzer Keempat di utara, Konev menggunakan waktu itu untuk menyusun kembali unit-unitnya di depan kota untuk tahap selanjutnya dari operasinya di Kirovograd. Sementara itu, unit pelopor Soviet terus berdatangan di sekitar kota. Rencana Soviet sudah jelas, dengan menghancurkan Grup Tentara Selatan dan menetralisirnya, gerakan Soviet berikutnya akan memotong Grup Tentara A di Krimea dan membuka pintu akses mereka ke ladang-ladang minyak Rumania. Jika hal itu terjadi, maka akan timbul bencana bagi tentara Jerman di Front Timur yang skalanya jauh lebih besar dari Stalingrad dan mungkin bisa mengakhiri perang sebelum akhir tahun 1944.

Rombongan tawanan Jerman di Stalingrad. Jika Ofensif Soviet di Ukraina Selatan berhasil pada awal tahun 1944, mereka bisa menimbulkan petaka yang lebih besar bagi tentara Jerman dibanding dengan petaka di Stalingrad. (Sumber:https://ww2gravestone.com/)

Pertahanan Kirovograd kini berada di tangan Mayjen Nikolaus von Vormann, yang baru saja menggantikan Jenderal Rudolf von Bünau sebagai komandan Korps Panzer XLVII. Pada awal Januari, komposisi pasukan von Vormann lebih terlihat seperti satuan setingkat Army daripada sebuah satuan setingkat Korps sejauh menyangkut kekuatan divisi-divisi bawahannya yang dibawah kekuatan normalnya. Lahir di kota Neumark Prusia Barat pada tahun 1895, Vormann berdinas dalam Perang Dunia I dan tetap bertahan di Angkatan Darat selama tahun-tahun pascaperang. Dia menjabat sebagai kepala staf Korps Angkatan Darat ke III dan XXVIII selama tahun-tahun pertama perang sebelum mengambil alih komando Divisi Panzer ke-23 pada bulan Desember 1942. Vormann memimpin divisi tersebut selama pengunduran diri ke Don dan pertempuran di Donets Basin. Pada musim gugur 1943, tanggal 23 ia membuktikan dirinya dalam pertempuran di Dnieper bend. Vormann mengambil alih komando Korps XLVII Panzer hanya dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-49. Markas korpsnya terletak di Mala Vyska, sekitar 43 kilometer timur laut Kirovograd. Setelah mengamati peta pertempurannya, komandan Jerman dapat melihat bahwa divisi-divisinya terentang sangat lemah. Divisi Panzer ke-11 Von Wiethersheim menempati garis timur laut Kirovograd sekitar 15 kilometer barat Zham’yanka, dengan PGD ke-10 pimpinan Schmidt di sebelah kanannya. Unrein, yang dipromosikan menjadi brigadir jenderal pada 1 Januari, memegang posisi timur laut Adzhamka, sekitar 30 kilometer dari Kirovograd. Di sebelah selatan Unrein, Divisi Infanteri ke-376 Schwarz mempertahankan garis berbentuk busur sekitar 25 kilometer sebelah barat kota. Bayerlein, yang akan melepaskan komandonya untuk membentuk formasi dan pelatihan Divisi Lehr Panzer di Prancis, memindahkan Panzer ketiganya ke area Kirovograd. Dua divisi Vormann lainnya, Infanteri ke-106 Mayor Jenderal Werner Forst dan yang ke-282 pimpinan Brigjen. Hermann Frenking, mempertahankan garis di sebelah utara posisi satuan Panzer ke-11. Di utara Tentara Kedelapan, Front Ukraina ke-1 sudah bergerak lagi, membuat beberapa kemajuan melawan Tentara Panzer Keempat sementara Konev menunggu waktunya untuk menyerang. Dia berencana untuk membuka kembali serangannya pada 5 Januari, sementara Jerman sibuk dengan serangan Vatutin. Pada pukul 06.00, semua kekacauan melanda sektor Kirovograd ketika lebih dari 188.000 peluru artileri Soviet menghujani garis pertahanan Jerman. 

Nikolaus von Vormann, komandan Korps Panzer XLVII, yang bertanggung jawab atas wilayah Kirovograd pada awal tahun 1944. (Sumber:https://www.tracesofwar.com/)

“Kantor pusat saya berada di sebelah barat Kirovograd,” kenang Bayerlien, “tetapi kami dapat dengan jelas mendengar suara menggelegar dari rentetan tembakan yang menghancurkan itu. Saya segera memerintahkan divisi saya untuk siaga penuh. Setelah itu, saya mengunjungi beberapa unit saya yang menempati posisi defensif terdepan untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana keadaan di sektor kami. Kemudian saya meminta sopir saya untuk kembali ke markas besar pertempuran saya di Lelekovka [sekitar tiga kilometer timur laut Kirovograd]. ” Setelah berunding dengan stafnya, Bayerlein berangkat ke kota. Situasi menjadi kritis bahkan ketika kendaraannya melaju. Setelah pemboman Soviet, Konev melepaskan empat satuan setingkat Army untuk menghantam garis Jerman. Angkatan Darat ke-53 Mayor Jenderal Fedorovich Tarasov menyerang utara Kirovograd, sementara Tentara Pengawal ke-5 Zhadov mencapai garis barat Zham’yanka. Di selatan Kirovograd Kolonel Jenderal Mikhail Stepanovich, Tentara Pengawal ke-7 Shumilov menyerang sektor Novhordivka. Serangan di utara dan selatan kota didukung oleh lebih dari 500 tank dari Tentara Pengawal ke-5 Rotmistrov. 

120 Tank Hancur dalam Satu Hari 

Gempuran dari satuan lapis baja juga menimpa orang-orang dari FJD ke-2. Di Bukit 159.9 45 orang yang tersisa dari Kompi Lepkowski ke-5 mundur ke posisi sekunder mereka di sisi belakang bukit ketika artileri terus memukul mereka. Lepkowski dan sebagian besar pasukannya yang tersisa adalah veteran pertempuran di Afrika dan Italia, dan mereka telah menggali posisi mereka dengan baik, setelah sering berada di bawah ancaman artileri dan serangan udara dari Sekutu Barat. Begitu tembakan Soviet mereda, mereka bergegas ke lubang perlindungan garis depan mereka. Di ujung pemboman datanglah gelombang tank Soviet dan infanteri. Pasukan terjun payung itu sendiri tidak memiliki senjata antitank, tetapi mereka memiliki beberapa granat tangan yang direkatkan, yang mereka harapkan dapat melumpuhkan atau menghancurkan monster-monster baja itu dari jarak dekat, dan elemen-elemen antipesawat memposisikan diri di daerah-daerah yang kritis. Beruntung bagi pasukan terjun payung, detasemen artileri serbu Bausch juga tersedia untuk menangkal serangan Rusia. 

Tentara Jerman dengan senjata anti pesawat/tank di Front Timur. Pertahanan anti tank Jerman terkenal efektif dalam menghancurkan banyak tank lawan selama Perang Dunia II. (Sumber: Pinterest)

Dipasang dalam posisi penyergapan, meriam-meriam serbu, dengan dibantu oleh granat antitank modifikasi dari pasukan terjun payung, berhasil menghancurkan 25 tank terdepan dalam beberapa menit dengan hanya kehilangan dua kendaraan yang rusak. Selama hari pertama serangan Rusia, lebih dari 120 tank musuh diklaim hancur atau dilumpuhkan di sektor FJD ke-2. Meskipun menderita kerugian besar, namun Soviet mampu melakukan beberapa penetrasi di garis Jerman, yang memungkinkan tank-tank Rotmistrov melaju ke arah barat selatan Kirovograd. Hal yang sama terjadi di utara, dengan tank-tank Soviet membuka jalan mereka melalui celah di garis pertahanan Jerman. Pasukan Infanteri Tentara Merah mengikuti dengan cermat, memutari titik-titik pertahanan kuat Jerman dan meninggalkan mereka untuk dihadapi oleh pasukan gelombang kedua. Vormann sudah memberi tahu Berlin tentang serangan itu. Menjelaskan situasi yang dihadapinya, ia meminta izin untuk mundur ke jalur yang lebih pendek di sebelah barat Kirovograd. Permintaannya langsung ditolak. Hitler tidak akan membiarkan pengunduran diri dan memerintahkan agar Kirovograd dipertahankan sampai orang terakhir dan peluru terakhir.

Laporan Situasi Yang membingungkan 

Pada pagi harinya Bayerlein dihubungi oleh Vormann. Panzer ke-3 diperintahkan untuk segera siap bergerak. Bayerlein memberi tahu atasannya bahwa perintah sudah diberikan, dan dia meminta laporan situasi pertempuran. Gambaran yang didapat tidaklah menyenangkan. Panzer ke-11 Von Wiethersheim telah dipaksa untuk mundur. Korps Mekanis ke-7 dan 8 Soviet telah menerobos di persimpangan lokasi Panzer ke-11 dan PGD ke-10 dan terus melaju ke arah barat. PDG ke-10 sudah babak belur dan sudah mundur ke arah barat daya. Sisi kiri Unrein telah remuk, dan Panzer ke-14 didesak kembali ke Adzhamka. Di sebelah kanan Unrein, pasukan mekanis Soviet telah memutuskan jalur persimpangan antara Divisi Infanteri ke-376 dan FJD ke-2, yang memaksa Schwarz mundur bersamaan dengan mundurnya Unrein. Untuk membantu mencegah kehancuran total, Unrein mengirim 12 unit panzer untuk membantu Divisi ke-376 menghambat kemajuan tank-tank Soviet. Saat Bayerlein mencerna informasi itu, dia bisa mendengar suara tank dari kejauhan. “Apa perintahmu, Tuan Jenderal?” dia bertanya pada Vormann. 

Dengan kamuflase yang sesuai dengan lanskap musim dingin, tentara Soviet maju dengan hati-hati melewati sebuah desa di dekat Kirovograd pada musim dingin 1943. Pada saat itu pertempuran berlangsung rumah ke rumah. Perhatikan senapan SMG yang dibawa oleh tentara di latar depan. Senjata otomatis semacam itu memberi Tentara Merah senjata yang luar biasa dalam pertempuran jarak dekat. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Bayerlein diperintahkan untuk mempersiapkan serangan balasan ke barat laut untuk menutup celah yang terbentuk antara PGD ke-10 dan Divisi Panzer ke-11. Serangan utama akan terjadi pada hari berikutnya, tetapi Bayerlein lebih dulu mengirim batalion pengintaian lapis baja yang diperkuat, dipimpin oleh Mayor Charly Deichen, ke arah Terbovka pada jam 1500 sebagai kekuatan terdepan untuk melawan Rusia. Pada saat Deichen mencapai desa itu, tank-tank Soviet sudah melewati tempat itu. Segalanya berubah dari buruk menjadi lebih buruk ketika barisan depan Rusia, Brigade Tank ke-67, dilaporkan mendekati markas Vormann di Mala Vyska. Personel transportasi dan suplai di bawah komando Kolonel von Bernuth, ditambah oleh pasukan keamanan markas besar, segera membentuk garis pertahanan dan menghentikan serangan Soviet hanya beberapa kilometer dari kota. Namun, Rusia berhasil memutus komunikasi antara Vormann dan Kirovograd, meninggalkan komandan korps itu dalam “kegelapan” untuk memonitor situasi yang berkembang pesat. 

Serangan Balik Bayerlein dan keputusan mendobrak keluar

Pada pagi hari 6 Januari, Bayerlein memulai serangan baliknya pada pukul 0600. Dengan Kapten Botho König II / Pz. Rgt.6 dan Kapten Karl-Heinz Brandt I / Pz. Gren. Rgt. 3 memimpin serangan, Divisi Panzer ke-3 menghantam pasukan Rusia di utara Lelekova dan terus bergulir melewati tentara Soviet yang terkejut. Beberapa T-34 dan 15 meriam anti-tank kaliber 76mm musuh dihancurkan pada jam-jam pertama serangan. Bayerlein berencana untuk memotong jalur pasokan ke pasukan Soviet di sebelah barat Kirovograd. Dia juga berharap untuk dapat segera terhubung dengan Panzer ke-11 von Wiethersheim, yang turun dari utara. Saat gelap mulai turun, Panzer ke-3 telah maju sejauh delapan kilometer, tapi mereka tidak bisa pergi lebih jauh lagi. Konvoi suplai Bayerlein tidak dapat mengimbangi gerak laju pasukannya karena kendaraan mereka terjebak lapisan salju yang dalam. Akibatnya, artileri divisi telah kehabisan stok amunisi, demikian juga Pasukan lapis bajanya. Sementara itu pasukan Soviet juga telah pulih dari kejutan awal mereka, dan bala bantuan mereka bergegas datang ke daerah itu.

Divisi Fallschirmjäger ke-2 memperkuat pertahanan Jerman di Kirovograd pada bulan Desember 1943, dan pasukan udara elit ini terbukti menjadi prajurit yang hebat selama pertempuran yang panjang. Kedua prajurit ini mengambil posisi bertahan dengan Raketen-Panzer-Büchse 54, senjata antitank yang kuat. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Berkendara kembali ke markasnya, Bayerlein membahas situasi dengan petugas operasinya, Letnan Kolonel Wilhelm Voss. Dia telah memikirkan tentang kebodohan Hitler yang melarang gerak mundur apapun pada perjalanan pulang. “Kami menghadapi ini (juga) di Afrika,” kenangnya. “(dan) Hampir menghabisi Korps Afrika di Alamein. Jika Rommel tidak menentang perintahnya, perang di Afrika akan berakhir pada tahun 1942. Tentara Keenam telah dihancurkan di Stalingrad (juga) karena perintah semacam itu. ” Voss mengatakan kepada Bayerlein bahwa jalur komunikasi dengan Korps Panzer XLVII masih terputus. Dia juga mengatakan tidak ada keraguan bahwa divisi-divisi yang mempertahankan Kirovograd, termasuk Divisi Panzer ke-3, sekarang sudah terkepung. Bayerlein berpikir bahwa Kirovograd sekarang sudah terlalu mirip dengan Stalingrad. “Kita harus keluar,” katanya kepada Voss. Menilik persediaan logistik mereka yang semakin menipis, Bayerlein meyakinkan Voss bahwa akan lebih baik untuk bertarung diluar garis pengepungan, di mana amunisi dan bahan bakar akan tersedia. Dia juga mengatakan bahwa divisi itu akan jauh lebih mobile, sebagaimana divisi panzer seharusnya. Setelah masalah diputuskan, ia menyuruh Voss untuk memindahkan persediaan apa pun yang tersisa ke garis depan dan menyerahkannya ke unit-unit tempur. “Kami akan (mendesak) keluar besok,” katanya. “Buat semua persiapan yang diperlukan.” Kurangnya komunikasi dengan kantor pusat Vormann merupakan keberuntungan bagi Bayerlein. Dia tinggal menggunakan penilaiannya sendiri, tanpa dibebani oleh pendapat oleh komandan senior yang mungkin akan patuh mengikuti perintah Hitler.

“Divisi Panzer ke-3 Mendobrak Kepungan” 

Pada tengah hari 7 Januari, Bayerlein pergi untuk bertemu dengan Schmidt, Unrein, dan Schwarz. Dia memberi tahu Schmidt, yang merupakan perwira senior yang hadir, tentang niatnya. Schmidt tidak keberatan dengan rencana itu, tetapi dia juga menyatakan bahwa dia akan terus mematuhi perintah Hitler. Dua perwira lainnya mengikuti jejaknya. Front utama sekarang hanya 10 kilometer di sebelah timur Kirovograd, dan beberapa unit Soviet bahkan berhasil masuk ke pinggiran selatan kota sebelum dihentikan. Dengan garis pertahanan yang menyusut, Schmidt mengatakan dia akan menggunakan sebagian dari PGD ke-10 untuk mengambil alih sektor Bayerlein. Kembali ke markasnya, Bayerlein memanggil para perwira yang tidak terlibat pertempuran. “Kita membutuhkan kebebasan bertindak,” katanya kepada orang-orang yang berkumpul. “Karena itu, kita akan keluar dari perangkap ini malam ini.” Jenderal dan Voss kemudian kembali ke perencanaan upaya meloloskan diri, yang akan dimulai tepat ketika mulai gelap pada pukul 1600. Sebanyak lima kelompok tempur akan bergerak, satu di belakang yang lain, menuju posisi Divisi Panzer ke-11. Grup A adalah ujung tombak. Terdiri dari semua tank yang masih bisa digunakan divisi, kompi pengangkut infanteri lapis baja, artileri self-propelled pimpinan Kolonel Hans Lattmann, dan zeni lapis baja. 

Divisi Panzer ke-11 adalah formasi Panzer Jerman yang bertugas di Front Timur dan Barat selama Perang Dunia Kedua. Lambang formasi ini adalah hantu. Divisi ke-11 tidak mengambil bagian dalam kampanye di barat, atau pertempuran lain sebelum invasi ke Yugoslavia. (Sumber: Pinterest)

Tugas dari Grup A adalah untuk menerobos pertahanan Rusia. Grup B akan mengikuti dengan lebih banyak pasukan zeni dan artileri serta satuan Pz. Gren. Rgt. 2 Kolonel Ernst Wellmann. Kelompok berikutnya akan terdiri dari unit-unit medis, pasukan yang terluka, satuan pasokan, dan kendaraan rusak yang ditarik. Letnan Kolonel Wilhelm Beuremann akan memperkuat Pz. Gren. Rgt. 394 berikutnya. Pelindung belakang, Grup E, adalah Batalion Pengintaian Lapis Baja 3 Deichen. Unsur-unsur antitank dan anti-pesawat terbang self-propelled akan menjaga sisi-sisi konvoi. Pada pukul 1600, elemen utama, dipelopori oleh II / Pz. Rgt. 6 König, yang telah diperkuat bergerak keluar. Bayerlein telah memerintahkan agar pesan radio terakhir dikirimkan ke Vormann dan Wöhler. Dikatakannya, “Divisi Panzer ke-3 menerobos kepungan di arah barat laut untuk menutup celah di depan dan untuk beroperasi di belakang garis musuh menghadapi kota yang terkepung itu.” Dia tidak menunggu untuk melihat apakah ada yang menerima pesan itu, serta memerintahkan operator radio tetap diam segera setelah pesan dikirim. 

Mengevakuasi Korps Panzer XLVII 

Suhunya saat itu 13 derajat, dan tidak ada cahaya bulan yang menembus langit yang mendung. Bayerlein berada di Kübelwagen-nya (kendaraan utilitas beratap terbuka) bersama dengan tank-tank König. Ketika mereka mendekati posisi Soviet yang baru dibangun, senjata antitank Rusia menembak di tank terdepan, yang segera terbakar. Tembakan itu mengekspos keberadaan pasukan Jerman yang bergerak maju, tetapi juga sekaligus membuat pasukan Rusia panik. Dalam cahaya api dari panzer yang terbakar, kekuatan Bayerlein pasti terlihat jauh lebih besar dari yang sebenarnya. Panser König menyerang dengan perlindungan tembakan yang diberikan oleh satuan panzergrenadier dan artileri. Dengan menembakkan meriam, satuan panser menyerbu posisi Soviet, menghancurkan senjata antitank, melindas dan mencerai beraikan para prajurit Rusia. Dengan jalan keluar kepungan yang jelas terlihat, Bayerlein memerintahkan divisinya untuk bergerak maju lagi. Konvoi hanya bisa bergerak secepat kendaraan mereka yang paling lambat, tetapi kejutan pada pertempuran awal membuat Soviet tidak melakukan serangan malam. Ketika fajar menyingsing, orang-orang Jerman dengan cemas mengamati sayap mereka sambil terus bergerak ke timur laut. Akhirnya, setelah 40 kilometer berjalan, Bayerlein melihat unsur-unsur utama dari Divisi Panzer ke-11 terlihat di dekat desa Ivanivka. Dengan hanya kehilangan satu panzer dan beberapa truk, pelarian itu berhasil. “Kami semua sangat lega ketika melihat helm baja dari orang-orang Panzer ke-11,” kenang Bayerlein.

Komandan Jerman melakukan penyebaran pasukan dan pergerakan luar biasa selama mempertahankan Kirovograd, menggeser pasukan seperlunya dan melakukan serangan balasan dengan presisi untuk menggagalkan ofensif Tentara Merah selama musim dingin 1943-1944. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Komunikasi dengan XLVII Panzer Corps sekarang berhasil dipulihkan. Bayerlein mengetahui apa yang terjadi ketika dia membuat laporannya ke Vormann. Brigade Tank ke-67 telah menembus pertahanan markas besar dan memaksa staf korps untuk melarikan diri. Ajudan korps, Mayor Kurt Hasse, yang adalah pemenang medali emas dua kali dalam ajang berkuda di Olimpiade 1936 di Berlin. Mengorganisir pertahanan dengan apa yang tersisa dari batalyon sinyal korps bersama dengan juru masak dan personel suplai, Hasse menahan Soviet sampai staf melarikan diri. Dia gugur karena mempertahankan posisinya, seperti halnya banyak orang lain. Selama evakuasi yang tergesa-gesa, pemancar korps dan perangkat pensinyalan tertinggal. Vormann dan stafnya harus menempuh jarak 15 kilometer ke Novomyrhorod melewati salju tebal. Sesampai di sana, ia menggunakan perangkat telepon Angkatan Darat Kedelapan untuk mendapatkan kembali kontak dengan subunitnya. Sekarang dia bisa lagi berkomunikasi dengan divisi-divisinya dan dengan markas besar Angkatan Darat Kedelapan, tiba saatnya bagi dia untuk menyerang balik. 

Pertempuran di Kirovograd 

Pertempuran kini berkecamuk di dalam kota Kirovograd, dengan tiga divisi yang terperangkap di sana perlahan-lahan didesak kembali ke dalam daerah kantong pengepungan yang semakin menyusut. FJD ke-2 yang tertekan hampir tidak tidak bisa mempertahankan garis selatan kota, dengan beberapa kompi menderita 60 hingga 70 persen korban, dan Rusia masih mendesak ke arah barat melalui garis pertahanan yang berlubang. Pada satu titik serangan Soviet, Brigade Tank ke-67, setelah mengambil Mala Vyska, berkeliaran di medan perang seperti hantu. Hal ini mengejutkan pasukan pertahanan di lapangan udara selatan Mala Vyska dan kemudian menghancurkan fasilitas itu. Sayangnya bagi Rusia, pesawat yang ditempatkan di sana, III / Schlachtgeschwader 2 (satuan udara serangan darat), sedang dalam misi. Unit itu, yang dipimpin oleh ace penghancur tank, Kapten Hans-Ulrich Rudel, kemudian akan menyebabkan banyak korban di brigade itu selama beberapa hari berikutnya. Field Marshal von Manstein sudah memerintahkan elemen Divisi Panzer SS ke-3 Totenkopf dari Brig. Jenderal Hermann Priess dan “Divisi Grossdeutschland” Mayor Jenderal Jerman Walter Hoernlein untuk berkumpul di belakang FJD ke-2 segera setelah serangan Soviet dimulai. Unit-unit itu hampir berada di titik kumpul mereka. Setelah lolosnya satuan Bayerlein, Vormann sekarang memiliki kekuatan dua divisi panzer di utara Kirovograd, dan ia dapat juga mengandalkan dua divisi panzer yang tiba di selatan. Dengan sedikit keberuntungan, seharusnya Jerman dapat memotong pasukan Rusia di sebelah barat kota dan menutup celah di garis mereka pada saat yang sama.

2nd Fallschirmjager Division di Kirovograd. (Sumber: Pinterest)

Setelah mengisi bahan bakar kendaraannya dan memasok kembali  amunisinya yang sudah menipis, Bayerlein diperintahkan untuk menghadapi dan menyerang pasukan Soviet di daerah Lelekova. Sementara itu, Rusia telah mengambil alih sebagian besar Kirovograd, dan Divisi Panzer ke-14 Unrein sedang melakukan aksi pertahanan putus asa di wilayah yang masih ada di tangan Jerman sementara Infanteri ke-376 dan PGD ke-10 mundur ke lokasi tujuan Bayerlein. Dengan König II / Pz. Rgt. 6 sekali lagi memimpin, Panzer ke-3 menghantam sisi kiri Korps Mekanis ke-7. Rusia segera bereaksi cepat, menghentikan kemajuan Jerman. Bayerlein memerintahkan König untuk mundur dan berkumpul kembali di lokasi yang di luar jangkauan pandangan Rusia. Setelah menandai posisi Soviet, jenderal itu memerintahkan artileri divisinya untuk membuka rentetan tembakan. Pada akhir tembakan, König dan elemen-elemen dari Pz. Gr. Rgt. 3 Wellmann memotong garis pertahanan Soviet dan maju menuju desa Osykuvate, sekitar delapan kilometer utara Kirovograd. Dalam perjalanan mereka ke desa, Jerman menghancurkan Brigade Mekanis ke-48, menghancurkan sekitar 40 senjata antitank, membunuh sekitar 400 prajurit Rusia, dan menangkap 500 tahanan lainnya. Sisa-sisa brigade meloloskan diri. Di sebelah timurnya, von Wiethersheim juga membuat kemajuan yang baik. “Kami mengalami beberapa perlawanan awal, tetapi panzergrenadier yang menyertai panzer segera mengatasi perlawanan Rusia,” kenangnya. “Artileri kami mengenai posisi Rusia ke belakang saat kami maju, menghancurkan beberapa senjata antitank.” 

Memusnahkan Brigade Tank ke-67 

Pada 9 Januari, Bayerlein memanggil Deichen ke pos komandonya. Dia mengatakan kepada mayor itu untuk mengambil batalyon pengintainya dan menuju Mala Vyska untuk mencoba  menghancurkan Brigade Tank ke-67 yang merepotkan. Mendampingi dia akan ada Kompi ke-6 dari batalyon panzer König, yang dipimpin oleh Letnan Thiemer. Dia juga diberitahu bahwa Deichen bisa mengharapkan dukungan dari Luftwaffe. Beberapa waktu dihabiskan dalam mempersiapkan tank, tetapi pada sore hari kelompok tempur itu sudah bergerak. Beberapa waktu kemudian, patroli pengintaian melaporkan bahwa brigade musuh berada di daerah sekitar Mala Vyska dan sedang diserang pembom tukik  Junkers Ju-87 Stuka pimpinan Rudel. Dalam kunjungan tahun 1967 ke rumah Rudel di di luar Küfstein, Austria, penulis bertanya kepada pilot berkaki satu itu tentang Kirovograd dan aksi lain yang ia ikuti selama perang. Dia menyatakan, “Itu adalah hari yang baik untuk berburu.” “Kami naik ke ‘Kanonvogel’ kami [pesawat bersenjata kanon — nama panggilan untuk Ju-87G] dan terbang ke daerah Mala Vyska,” kenangnya. “Ada banyak tank Rusia di sekitar kota. Saya hanya dapat menyimpulkan bahwa mereka sedang menunggu pasokan atau bahan bakar karena mereka berada jauh dari pasukan utama Rusia. “Gruppe-ku menyerang tanpa henti. Stuka kami dipersenjatai dengan bom dan kanon 3,7 sentimeter di bawah masing-masing sayap. Setiap kanon memiliki enam peluru. Saya memerintahkan skuadron untuk menyerang satu demi satu. Ladang-ladang segera dipenuhi dengan tank musuh yang terbakar. Lapangan terbang sementara kami cukup dekat, sehingga kami bisa dengan mudah mendarat untuk mengisi bahan bakar dan mempersenjatai kembali. Kami tidak berhenti menyerang tank sampai menjadi gelap. Saya menghancurkan 16 tank dan tujuh meriam serbu, dan kawan-kawan saya menambahkan lebih banyak lagi. ” 

Melaju di sepanjang jalanan berlumpur di Ukraina selama musim dingin 1944, tentara Soviet berhenti sejenak untuk melihat tank Jerman yang sudah rusak. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Sisa-sisa brigade yang hancur menuju ke timur, langsung ke arah batalion yang diperkuat Deichen, yang telah mempersiapkan posisi pertahanan malam itu dan bersiap untuk melakukan serangan di pagi hari. Deichen menerima laporan dari pos-posnya bahwa kendaraan beroda rantai sedang menuju ke arahnya, diikuti oleh patroli yang melaporkan bahwa tank-tank musuh dengan pasukan infanteri di dekatnya terlihat. Dia segera memperingatkan kompi-kompinya dan panzer-panzer Thiemer, dan memerintahkan mereka untuk bersiap untuk bergerak segera. Deichen memiliki beberapa panser satuan Thiemer dengan kendaraan-kendaraan pengangkut pasukan lapis baja Letnan 1 Kleffel di tengah. Sepeda-sepeda motor Letnan Pertama Möller akan mengawal bagian belakang. Pada siang hari, konvoi itu bergerak maju menuju pasukan Rusia. Kendaraan musuh terlihat sekitar 1.500 meter jauhnya, dan Deichen memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Satuan Soviet terdiri dari sekitar 15 tank T-34 dan beberapa truk. Melaju ke depan, panser Thiemer sampai pada jarak tembak sebelum pasukan Rusia bisa bereaksi. Sesuai dengan doktrin Jerman, panser berhenti sebelum menembak, memberi para penembak platform penembakan yang stabil. Memilih target mereka dengan hati-hati, penembak menembakkan salvo tembakan yang segera membuat beberapa tank terbakar. Kendaraan musuh yang selamat kabur dengan pasukan Jerman mengejar mereka. Dalam beberapa menit, hampir semua kendaraan Rusia hancur, dan sejumlah tahanan ditangkap. Deichen, setelah menyelesaikan misinya, kemudian berangkat untuk bergabung kembali dengan anggota divisi lainnya. 

Tiga Divisi Diselamatkan 

Sementara Bayerlein dan von Wiethersheim membuat pasukan Rusia sibuk, tiga divisi dari garnisun Kirovograd perlahan mundur ke barat laut. Sekitar 11 kilometer ke barat, Grup Resimen ke-331, sisa-sisa Divisi Infanteri ke-167 yang hancur, berhasil mencapai desa Gruzkoye. Itu adalah hari yang berat bagi resimen, yang dengan mengeksploitasi keberhasilan satuan Panzer ke-3, berjuang menembus pertahanan Soviet untuk bisa mencapai desa, yang berjarak sekitar delapan kilometer sebelah barat Kirovograd. Setelah mendengar kemajuan Soviet, Hitler akhirnya memberikan izin untuk tiga divisi yang terjebak untuk meloloskan diri, tapi ia tidak tahu bahwa sebagian besar pasukan Jerman saat itu sudah pergi, sebelum ijinnya diberikan. Beberapa unit barisan belakang yang masih ada di kota dengan cepat ditarik keluar untuk bergabung dengan unit induknya. Saat malam tiba pada tanggal 9 Januari, satuan ke-331 yang kelelahan menerima perintah baru. Mereka diperintahkan untuk mendukung Panzer ke-3 dalam melakukan serangan malam untuk membuka kontak dengan unit-unit yang ada di sekitarnya. Jenderal Schmidt diberitahu tentang perintah serangan itu dan segera memerintahkan sebagian besar dari tiga divisi untuk mempersiapkan serangan ke arah barat. 

Cairnya es mendekati musim semi menciptakan kondisi medan yang sangat berlumpur yang membebani kedua pasukan yang bertempur. (Sumber:https://en.wikipedia.org/)

Berkoordinasi dengan Bayerlein, kedua pasukan itu menyerang, menyerang sejumlah unit Soviet yang panik di antara mereka. Pasukan Rusia dengan cepat melarikan diri. Schmidt menggambarkan upaya meloloskan diri itu dalam sejarah Divisi ke-10: “Kami dibawa keluar dari kantong Lelekovka tanpa kehilangan apapun. Karena hanya ada satu jalan untuk rute pasokan, penarikan divisi harus dijadwalkan dengan tepat …. Hanya beberapa tank musuh yang dengan sia-sia mencoba menghentikan pelarian (kami) …. Divisi Panzergrenadier ke-10 mundur dengan membawa semua mereka yang terluka. Tidak ada senjata berat atau senjata yang ditinggalkan bagi musuh. ” Sebelum fajar, patroli terdepan dari satuan ke-331 bertemu dengan elemen terdepan pasukan Schmidt. Tiga divisi Jerman telah diselamatkan dari kehancuran, dan garis baru sekarang dapat dibentuk, sekaligus menjebak pasukan Soviet yang ditinggalkan di sebelah barat Kirovograd. 

Menghalangi Terobosan Soviet 

Rusia sangat marah karena telah membiarkan Jerman melewati lubang-lubang pada pertahanan mereka dan mulai menghantam garis pertahanan musuh dengan artileri yang berat. Para penerjun payung dari FJD ke-2 terpukul sangat keras, tetapi mereka bisa mempertahankan diri ketika elemen-elemen dari Grossdeutschland Hoernlein mengambil posisi di sayap kiri mereka. Divisi Totenkopf Panzer Priess mengikuti untuk memperkuat garis pertahanan itu. Juga datang dari selatan adalah Korps Abteilung (Detasemen) A, yang terdiri dari sisa-sisa Divisi Infanteri ke-161, ke-293, dan ke-355. Untuk mengurangi tekanan pada pasukan terjun payung, sebuah gugus tempur dari Grossdeutschland menyerang pasukan Soviet yang bercokol di dalam dan di sekitar desa Karlivkha pada pagi hari tanggal 10 Januari. Didukung oleh pesawat-pesawat Stuka, grup tempur ini berhasil menembus desa itu tetapi didesak kembali oleh tembakan keras Russia. Serangan kedua terjadi pada pukul 1700. Meskipun mengalami kerugian besar, Jerman berhasil mengambil bagian selatan desa sebelum dipaksa untuk pergi ke posisi bertahan. Aksi itu adalah operasi tempur yang mahal, tetapi Soviet dipaksa untuk mengalihkan unit-unit yang menyerang FJD ke-2 untuk menghentikan aksi mereka, memberikan pasukan payung waktu untuk istirahat. 

Tank-tank berat Tiger I dari Divisi Panzer SS ke-2 Das Reich, Kirovograd, Ukraina, Desember 1943. (Sumber:https://ww2db.com/)

Divisi Panzer ke-3 hanya punya sedikit waktu untuk merayakan penyelamatan kawan-kawan mereka. Segera setelah aksi mereka selesai, divisi itu diperintahkan utara ke Kanizh untuk membantu Divisi Infanteri ke-320, yang dalam bahaya dihancurkan musuh. Beberapa tank Soviet dan unit pendukung telah menembus pertahanan divisi. Pasukan Bayerlein sekarang berada dalam pertempuran sepenuhnya, berusaha menghentikan terobosan Rusia disamping mencegah unit-unit Soviet yang berusaha mundur dari kantong yang telah terbentuk di bagian barat Kirovograd. Seperti yang dikatakan Bayerlein, “Sulit untuk mengatakan siapa yang dikepung — Jerman atau Rusia.” Letnan Helmut Leuthardt 5 / Pz. Rgt. 6 menyerang Soviet yang telah menembus garis pertahanan Divisi ke-320. Rusia sedang menyiapkan posisi di desa Andreevka ketika mereka dikejutkan oleh serangan panzer Leuthardt. Setelah salvo tembakan awal, panser Jerman bergegas menyerang posisi setengah jadi dari senjata antitank, menyemprotnya dengan tembakan senapan mesin. Menghancurkan senjata yang tersisa dengan melindasnya, pasukan panser menyapu desa, menembaki pasukan Rusia yang masih tersisa. Dalam beberapa menit pasukan Leuthardt telah menghancurkan 15 senjata antitank kaliber 76mm. Mereka kemudian melanjutkan untuk memburu tank yang telah menerobos. Sementara menangkis serangan Soviet di satu sisi, Bayerlein memerintahkan kelompok tempur lain untuk memblokir upaya pelarian Rusia di sebelah barat Mala Vyska. Di desa Maryanrovka, 28 kilometer utara Kirovograd, kelompok tempur Jerman menghadapi perlawanan musuh yang hebat. Panzergrenadier Rgt. 394, yang bertahan di daerah Vladmirovka, juga melaporkan konsentrasi tank musuh bergerak menuju posisinya. Beruntung bagi Panzer ke-3, dua resimen dari Divisi Infanteri ke-282 Freyking tiba untuk mendukung divisi tersebut. 

Mempersiapkan Serangan pada posisi sayap Rusia 

Pada 11 Januari, serangan Rusia, yang didahului oleh serangan artileri berat, menghantam garis Jerman di utara Gruzkoye. Kegigihan serangan itu mendesak pasukan Jerman, dan pasukan Rusia mulai mengancam akan menerobos. Hanya lewat serangan balasan Jerman yang berat yang akhirnya mencegah terjadinya bencana kecil itu. Bayerlein meminta batalion panzer König untuk memimpin serangan balasan pada hari berikutnya, dengan sisa divisi dan dua resimen Freyking untuk mengikuti. Serangan itu menghantam posisi Rusia dengan keras. Batalion pengintaian Deichen mengusir pasukan Soviet keluar dari Maryanrovka dan terus bergerak. Didampingi oleh pasukan infanteri, panzer König melewati wilayah Aleksandrovka dan menuju pertahanan Soviet di tepi hutan di selatan desa. Pasukan Rusia tidak punya banyak waktu untuk bereaksi. Sementara panser terus menyerang, pasukan infanteri datang dan bergegas maju ke depan. Pasukan Soviet yang terkejut menembakkan tembakan voli secara sporadis sebelum menarik diri kembali, meninggalkan delapan meriam serbu dan dua tank terbakar – korban dari meriam König. Sepuluh senjata antitank juga hancur. Dengan pasukan yang datang kemudian tiba untuk menekan posisi Rusia lebih jauh, Panzer ke-3 ditarik keluar dari barisan.

Kolonel Karl Lorenz, yang kemudian naik ke pangkat menjadi brigadir jenderal dan komando Regde Grossdeutschland Panzergrenadier, berhenti di samping PzKpfw. V Panther mediun tank untuk mendiskusikan pergerakan yang akan datang dengan perwira lainnya. Dengan meriam 75mm berkecepatan tinggi, Panther menjadi respons Jerman terhadap tank menengah Soviet T-34 yang legendaris. (Sumber:https://warfarehistorynetwork.com/)

Pertempuran terus-menerus selama beberapa hari terakhir telah menelan korban baik manusia maupun peralatan, dan para prajurit berharap mereka bisa mendapatkan istirahat yang sangat dibutuhkan. Namun jeda hanya berlangsung beberapa jam, karena divisi menerima perintah untuk menuju ke lokasi pertempuran baru pada hari berikutnya. Pasukan Soviet yang kuat telah menghantam daerah persimpangan antara Korps Tentara XI dan Korps Panzer XLVII dan membuat celah antara kedua unit itu. Divisi Infanteri ke-72 Kolonel Hermann Hohn, di sisi selatan IX Corps, dan Divisi Infanteri ke-389 Brig. Jenderal Paul Forster, yang menjaga sisi utara XLVII Panzer Corps, keduanya terpaksa mundur, yang menyebabkan adanya celah. Di sebelah kanan Forster, Divisi Infanteri ke-106 Mayor Jenderal Werner Forst juga terpaksa mundur karena posisi sayapnya yang terbuka. Efek buruk domino di kedua korps bisa terjadi kecuali situasinya berhasil dipulihkan. Vormann memerintahkan Panzer ke-3 untuk berkumpul di Pancheve, lima kilometer barat laut Kanizh. Sesampai di sana, divisi akan menghantam sisi sayap Rusia. Bayerlein dan Voss menyusun rincian serangan, sementara divisi panzer ke-3 sedang bergerak. 

Divisi Panzer ke-3 Menyerang 

Saat Divisi Panzer ke-3 menuju area titik berkumpul, pertempuran di barat daya Kirovograd berlanjut tanpa henti. Pasukan Soviet menyerang garis pertahanan 27 kilometer di barat kota. Selama serangan sebelumnya, Rusia telah mengidentifikasi unit-unit Jerman yang bertahan di sektor ini sebagai Divisi Panzer ke-14 yang telah melemah dan Divisi Infanteri ke-376. Setelah sibuk bertarung dengan FJD ke-2 dan Grossdeutschland lebih jauh ke selatan selama beberapa hari terakhir, mereka gagal menyadari bahwa Divisi Panzer SS ke-3 telah hadir di antara dua divisi itu. Setelah serangan artileri pendahuluan yang biasa, Rusia menyerang dengan gabungan satuan lapis baja dan satuan bermotor. Pasukan Grenadier SS menahan tembakan saat musuh mendekat. Orang-orang Priess adalah pasukan veteran, dan mereka tahu tugas mereka dengan baik. Saat perintah untuk menembak akhirnya diberikan, dengan segera badai peluru dan peluru meriam menghantam pasukan Soviet yang maju. Senjata-senjata anti-tank yang disamarkan dengan baik menembak, dengan segera mengubah beberapa kendaraan musuh menjadi rongsokan dan terbakar. Pertahanan Jerman membuat serangan Rusia terguncang, dan serangan itu terhenti. Pasukan Rusia kemudian bergerak lebih jauh ke selatan di mana mereka menemukan pasukan Divisi ke-376. Mereka menyerang sayap kiri divisi di daerah berhutan. Markas divisi Panzer SS ke-3 menerima pesan yang menyatakan, “Sisi kiri divisi 376 sepenuhnya kewalahan. Untuk menutup celah, sebuah grup tempur dari Resimen SS Eicke, yang didukung oleh bagian Detasemen Flak ke-3 SS, bergerak untuk menghadapi ancaman itu. 

Satuan Panzergrenadier Jerman yang senantiasa menyertai gerakan satuan panzer. (Sumber: Pinterest)

Dikombinasikan dengan unsur-unsur divisi ke-376, unit-unit ini berhasil menghentikan terobosan, dan garis pertahanan berhasil dipulihkan. ” Rusia mencoba menyerang dari garis selatan Kirovograd, tetapi pukulan tambahan dari satuan Grossdeutschland dan Panzer ke-3 SS menyebabkan unit-unit penyerang Soviet mengalami bencana. Meninggalkan ratusan mayat dan puluhan tank yang terbakar, para komandan Soviet akhirnya membatalkan serangan mereka. Kedua belah pihak sudah terkuras kekuatannya oleh pertempuran sengit, dan front di selatan segera stabil. Sementara Rusia menghantam sektor selatan, divisi Panzer ke-3 memulai serangannya pada pukul 0900 tanggal 15 Januari. Menjelang siang, beberapa posisi musuh telah diambil alih dengan kerugian besar bagi Soviet baik dari segi pasukan maupun material. Tujuan utama serangan itu adalah desa Rymentarovka. Kompi Tank-tank menengah PzKpfw. V Panther dari Divisi Panzer ke-11 telah digabungkan dengan divisi ke-3 untuk mendukung serangan itu. Serangan awal pada posisi terdepan Rusia terlalu cepat, karena panser bergerak maju dengan kecepatan penuh, mengakibatkan infanteri bermotor yang mengikutinya tertinggal. Tanpa adanya satuan gabungan panser-infanteri, desa yang sangat dipertahankan musuh tidak dapat diambil pada hari itu. Setelah menyusun kembali kekuatan pada keesokan harinya, serangan terhadap Rymentarovka dilanjutkan. Panzergrenadier 3, didukung oleh tank-tank Panther dari divisi Panzer ke-11, menyerbu desa setelah pemboman singkat, sementara Pz. Gren. Rgt. 394 menjaga keamanan sayap-sayap penyerang. Rusia awalnya melakukan perlawanan keras, tetapi setelah beberapa posisi jatuh, mereka mundur, meninggalkan desa di tangan Jerman. Serangan balik Soviet disambut oleh perlawanan batalyon König, yang membuat pasukan Rusia yang masih hidup melarikan diri. 

Tentara Kedelapan Jerman Selamat 

Pertempuran di sekitar Kirovograd memakan banyak korban bagi kedua belah pihak. Beberapa resimen infanteri Jerman sekarang hampir tidak memiliki kekuatan lebih besar dari ukuran batalion, dan tank-tank yang tersisa di divisi panzer sangat membutuhkan perbaikan. Untungnya buat Jerman, Rusia telah menghentikan ofensif mereka setelah pertengahan Januari. Russia berhasil merebut beberapa daerah dan telah mengambil alih Kirovograd, tetapi tujuan utama mereka mengepung dan menghancurkan Tentara Kedelapan telah gagal. Sebaliknya, mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka ke timur laut, di mana dua korps Jerman berada di ambang pengepungan dan terancam dihancurkan di daerah Korsun-Cherkassy. Markas Besar Tentara Kedelapan Wöhler mengklaim bahwa 490 tank musuh, 100 buah artileri, 15 senjata anti-pesawat terbang, dan puluhan senjata anti-tank telah dihancurkan antara tanggal 9 Januari dan 15 Januari saja. Pihaknya juga mengklaim 3.871 tahanan berhasil ditangkap. Ribuan orang Rusia lainnya terbunuh atau terluka. Bagian barat depan Kirovograd kini telah stabil, dengan divisi Panzer ke-3 menempati posisi utara Pancheve. Di sebelah kanan Bayerlein adalah Infanteri ke-106, Panzer ke-11, Infanteri ke-282, dan Panzer SS ke-3 Priess. Infanteri ke-36 Schwarz memegang sektor tepat di sebelah barat Kirovograd. Agak ke selatan dari divisi ke-376 adalah divisi Panzer ke-14, Grossdeutschland, dan FJD ke-2.

Ace Ju-87 Stuka, Hans Ulrich Rudel berjasa dalam pertempuran di sekitar Kirovograd 1943-1944 dalam menghancurkan tank-tank pasukan Soviet yang menyerang posisi-posisi pasukan Jerman. (Sumber: Pinterest)

Dengan garis yang pertahanan sekarang ditutup, beberapa unit Rusia yang tersisa di barat diburu dan dihancurkan, baik oleh pesawat-pesawat Stuka Rudel atau oleh unit lapis baja. Karena amunisi, makanan, dan bahan bakar, mereka menjadi mangsa yang mudah bagi para pemburunya, yang dibantu dalam pencarian mereka dengan pesawat pengintai. Ketidakpatuhan Bayerlein terhadap perintah Hitler mengakibatkan Vormann memiliki pasukan mobile yang bisa digunakan berulang kali untuk menyelesaikan beberapa situasi berbahaya. Anehnya, Bayerlein juga tidak dihukum oleh Berlin, dan dia meninggalkan divisi Panzer ke-3 untuk mengambil alih komando barunya di Divisi Lehr Panzer. Jika hasil pertempuran di Kirovograd berbeda, dan jika dia selamat dari pertempuran setelah upaya meloloskan dirinya, Bayerlein mungkin akan dikirim ke penjara atau mungkin dieksekusi. Tentara Kedelapan telah memenangkan kemenangan defensif yang menentukan. Meskipun Rusia terus menekan pasukan Wöhler di kedua sisi, pasukan musuh di depan Tentara Kedelapan akan membutuhkan beberapa minggu untuk beristirahat dan mengganti personel dan material yang hilang selama pertempuran. Dalam memoarnya, Field Marshal von Manstein memuji Angkatan Darat Kedelapan dan Angkatan Darat Keenam yang ada di dekatnya, dengan menyatakan, “Berkat kepahlawanan pasukan Jerman dan banyak improvisasi yang dibuat oleh dua komando pasukan, musuh di daerah pertempuran ini hanya mencapai keberhasilan yang terbatas, terlepas dari kenyataan bahwa mereka sekarang berkali-kali lebih kuat dalam jumlah dan material. Meskipun front Tentara Kedelapan sedikit mundur ke barat dan Kirovograd ditinggalkan, musuh tidak bisa melakukan terobosan yang menentukan untuk menjebak pasukan kita di tikungan Dnieper. ” Namun dalam waktu kurang dari sebulan kemudian, sebuah serangan besar lainnya yang dipimpin oleh jenderal Vatutin dan Konev, telah dimulai. Serangan besar-besaran ini akan mengepung dan sebagian berhasil memotong dua korps Jerman di Cherkassy. Hanya sisa-sisa pasukan Jenderal Wohler yang dihancurkan yang akan selamat dari bencana ini.

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Escape from Kirovograd By Pat Mactaggart

Avoiding the Trap – Kirovograd, USSR, 6th January 1944 By Wild Bill Wilder 

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Kirovograd_Offensive

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *