Pertempuran Merebut Ukraina 1941, Kemenangan Terakhir Jenderal Panzer Guderian Di Front Timur

Adolf Hitler pertama kali mengunjungi wilayah yang direbut Jerman dari Uni Soviet adalah sekitar enam minggu setelah kampanye menyerang Soviet dilancarkan (yang diberi nama Operasi Barbarossa), yakni pada tanggal 4 Agustus 1941. Ketika itu ia melakukan perjalanan ke Borisov ke markas besar Grup Angkatan Darat Pusat (Army Group Center) dengan komandannya, Marsekal Lapangan Fedor von Bock. Kolonel Jenderal Heinz Guderian, komandan Grup Panzer Ke 2, yang pasukannya telah menghabiskan waktu tujuh minggu untuk membabat habis pasukan Uni Soviet di bagian barat Uni Soviet, telah dipanggil ke markas besar untuk membuat laporan kepada Führer. Dalam pertemuan mereka, Hitler berbicara tentang keragu-raguannya tentang jalannya kampanye militer Jerman selanjutnya. Dia mengatakan bahwa Leningrad adalah tujuan utama kampanye militernya pada saat ini karena kapasitas industrinya. Tetapi dia tidak yakin apakah Moskow atau Ukraina yang akan menjadi target berikutnya. Belakangan, Guderian menulis, “Dia tampaknya condong ke target terakhir karena sejumlah alasan: pertama, Grup Angkatan Darat Selatan sepertinya telah meletakkan dasar untuk memperoleh kemenangan di area itu; kedua, dia percaya bahwa bahan mentah dan hasil pertanian Ukraina diperlukan Jerman untuk memenuhi kebutuhan perang lebih lanjut; dan yang terakhir, dia merasa bahwa Krimea penting, karena dianggapnya sebagai ‘laksana kapal induk raksasa Soviet yang beroperasi mengancam ladang minyak Rumania’ dan oleh karenanya perlu dinetralkan. ” 

Setelah kesuksesannya di minggu-minggu pertama perang, pada bulan Agustus 1941, Hitler bimbang dalam menimbang target utama pasukannya selanjutnya, apakah terus melaju ke pusat pemerintahan Soviet di Moskow atau merebut Ukraina yang kaya bahan mentah. (Sumber: https://www.argophilia.com/)

UKRAINA ATAU MOSKOW

Dalam penerbangan kembali ke markasnya sendiri, Guderian memutuskan bahwa dia akan membuat persiapan melanjutkan serangannya ke arah Moskow, yang merupakan target yang menurutnya terbaik dan dia tahu bahwa Moskow adalah prioritas bagi Marsekal Lapangan Walter von Brauchitsch, komandan Panglima Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Darat Kolonel Jenderal Franz Halder, dan Marsekal von Bock sendiri. Pada saat itu pasukan di sayap utara grup panzernya sedang menjalani pertempuran sengit di Yelna yang menonjol di timur Smolensk, sementara di sayap selatan, mereka baru saja mengepung beberapa divisi Soviet di Roslavl, 425 mil dari titik awal serangan mereka pada tanggal 22 Juni dan sekitar 225 mil jauhnya dari Moskow. Pada tanggal 19 Juli, Hitler telah mengeluarkan Petunjuk No. 33, yang memerintahkan Grup Angkatan Darat Pusat untuk melanjutkan perjalanannya menuju Moskow dengan hanya membawa unit infanterinya dan mengarahkan unit lapis bajanya ke utara menuju Leningrad dan ke selatan menuju Ukraina, perintah ini kemudian menimbulkan badai kontroversi. Selama lima minggu berikutnya, apa yang dulunya merupakan perdebatan tertutup telah berubah menjadi kontroversi terbuka. Halder memohon kelanjutan serangan ke Moskow, karena percaya bahwa pengalihan kekuatan ke utara dan selatan hanya akan membebani pasukannya. Bock juga melobi untuk bisa melanjutkan serangan dengan kekuatan penuh ke Moskow, sikapnya ini didukung oleh Guderian dan Kolonel Jenderal Hermann Hoth, komandan ujung tombak lapis baja Army Group Center lainnya, yakni Panzer Group 3. Ketiganya sangat yakin bahwa satu-satunya cara untuk mengalahkan Uni Soviet adalah merebut ibukotanya, sebagai pusat komunikasi seluruh Soviet, sebelum akhir tahun. 

Dalam Operasi Barbarossa, Jerman membagi kekuatannyanya menjadi 3 kelompok tentara, yakni: Utara, Tengah, dan Selatan dengan masing-masing target utamanya adalah Leningrad (Utara), Moscow (Tengah) dan Kiev (Ukraina). Perkembangan di medan perang yang begitu cepat, pada akhirnya malah membuat Hitler bingung menentukan target utama serangan. (Sumber: https://id.wikipedia.org/)

Pada tanggal 12 Agustus, Marsekal Lapangan Wilhelm Keitel, komandan angkatan bersenjata, mengeluarkan perintah yang menegaskan niat untuk memindahkan unit lapis baja dari Grup Angkatan Darat Pusat untuk digunakan dalam serangan di utara dan selatan. Pada tanggal 18, Halder dan von Brauchitsch mengirimkan memorandum panjang kepada Hitler menjelaskan keberatan mereka secara menyeluruh. Hitler tetap berdiri teguh. Halder menyarankan kepada von Brauchitsch agar mereka mengundurkan diri sebagai protes, tetapi von Brauchitsch bimbang. Mereka akhirnya tidak mengundurkan diri. Ironisnya, di sisi lain garis depan, Marsekal Soviet Josef Stalin juga mengalami masalah serupa. Menjelang akhir bulan Juli, Jenderal Georgy Zhukov, kepala staf Tentara Merah, telah melaporkan kepada Stalin bahwa kemajuan Jerman yang berkelanjutan dari Smolensk menuju Moskow tidak mungkin terjadi. Dia mengatakan bahwa kerugian Jerman di Smolensk sangat besar dan mereka tidak memiliki cadangan yang mencukupi. Karena itu, dia menyarankan agar beberapa unit pasukan di depan Moskow harus dipindahkan ke sektor lain yang lebih terancam. Stalin dengan tegas menolak. Dia yakin bahwa Moskow adalah target utama Hitler dan bahkan tidak pernah mempertimbangkan untuk mengurangi pasukan pelindungnya. Saat Stalin mengakhiri dialognya, Zhukov kemudian mengungkapkan apa yang ternyata menjadi masalah lain, ketika dia mengatakan bahwa Kiev pada akhirnya harus menyerah. Stalin bahkan tidak pernah berpikir untuk menyerahkan Kiev, kota terpadat ketiga di Uni Soviet. Dia melihat perkataan Zhukov sebagai indikasi bahwa dia telah kehilangan keberanian dan Stalin memutuskan untuk menggantinya dari posisi sebagai kepala staf. Untungnya bagi Soviet, Stalin memilih menugaskan Zhukov untuk memimpin Front Cadangan daripada mengeksekusinya, seperti yang telah biasa dilakukannya sebelumnya pada jenderal-jenderal lainnya yang dianggap “pengecut”.

Generaloberst Walther von Brauchitsch, Komandan Pasukan Darat Jerman, tahun 1941. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Generaloberst Franz Halder, Kepala Staff Angkatan Darat Jerman, tahun 1941. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Pada tanggal 12 Agustus, Stalin menunjuk Letnan Jenderal Andrei Eremenko untuk memimpin Front Briansk yang baru yang terdiri dari Tentara Kelima Puluh dan Ketigabelas dan memberinya perintah khusus untuk bersiap menghentikan serangan baru Jerman terhadap Moskow, yang diperkirakan segera terjadi. Zhukov, meski bukan lagi kepala staf, terus memberi informasi lengkap tentang situasi secara keseluruhan. Ketika dia mengetahui bahwa hasil interogasi tahanan baru-baru ini menunjukkan bahwa Grup Angkatan Darat Pusat Jerman memang telah mengambil posisi defensif di area menuju ke Moskow, dia menjadi khawatir. Zhukov menghubungi Stalin pada tanggal 19 Agustus dan menegaskan kembali keprihatinannya sehubungan dengan kejadian baru-baru ini. Dalam jawabannya, Stalin setuju dengan Zhukov bahwa operasi musuh menunjukkan potensi ancaman terhadap Front Barat Daya di Ukraina, tetapi dia mengatakan bahwa tindakan tegas sedang dilakukan untuk mencegahnya. Stalin juga menyatakan kembali tekadnya untuk mempertahankan Kiev. Kolonel Jenderal Mikhail Kirponos, komandan Front Barat Daya, setuju dengan Stalin. Dia yakin bisa dan akan berhasil mempertahankan Ukraina. 

Saran Jenderal Zhukov kepada Stalin untuk memindahkan sebagian tentaranya dari pertahanan Moskow, nyaris saja menghentikan karir Zhukov, untung saja Stalin hanya memindahkannya ke satuan cadangan dan tidak mengeksekusinya. (Sumber: https://www.greelane.com/)

Sementara itu, Tentara Kedua dari Grup Angkatan Darat Pusat, yang menyerang ke arah timur di sayap kanan Grup Panzer ke-2, tidak mampu mengimbangi unit bermotor dari grup panzer. Selama minggu pertama bulan Agustus, unit paling timur Angkatan Darat Kedua menyerang dekat Cherikov di Sungai Sosh, hampir 100 mil barat daya unit Guderian yang bertempur di Sungai Desna di timur Roslavl. Oleh karena itu, Korps Bermotor XXIV dari Grup panzer menghabiskan tiga minggu berikutnya membersihkan kantong-kantong pasukan musuh di sisi selatan dan barat daya, menghilangkan ancaman dan memungkinkan Tentara Kedua untuk menyusul. Hal ini membawa unit Grup Panzer ke-2 lebih jauh ke selatan. Apakah mereka akan terus ke arah itu atau berbelok ke timur laut menuju Moskow masih belum jelas. Pada tanggal 23, Guderian, serta semua komandan Angkatan Darat yang berada di bawah Grup Angkatan Darat Pusat, dipanggil ke sebuah konferensi di markas besar grup dengan von Bock dan Halder hadir juga disitu. Marsekal Lapangan Angkatan Darat Keempat Hans von Kluge, komandan Angkatan Darat Kedua Kolonel Jenderal Maximilian von Weichs, komandan Angkatan Darat Kesembilan Kolonel Jenderal Adolf Strauss, dan para pemimpin grup panzer baik Guderian dan Hoth berkumpul di ruang konferensi ketika von Bock dan Halder yang tampak muram masuk ke dalam.

Pada minggu-minggu awal Operasi Barbarossa, pasukan Jerman secara taktis nyaris tak terbendung, namun jenderal-jenderal mereka mulai khawatir terhadap perlawanan tentara Soviet yang nyaris tidak ada habisnya dan khawatir bahwa perang akan berkepanjangan hingga musim dingin. (Sumber: https://www.gethistory.co.uk/)

“Führer telah memutuskan untuk tidak melakukan operasi terhadap Leningrad seperti yang dia bayangkan sebelumnya, atau serangan terhadap Moskow seperti yang diusulkan oleh Staf Umum Angkatan Darat, tetapi memilih untuk mengambil alih terlebih dahulu Ukraina dan Krimea,” Halder mengumumkan. Para jenderal tercengang! “Apa yang dapat kita lakukan terhadap keputusan ini?” tanya von Bock. “Tidak ada. Itu tidak bisa diubah, “jawab Halder. Inilah dia, keputusan yang mereka semua takuti dan mereka perjuangkan untuk bisa diubah. Mereka semua sadar bahwa dengan membelokkan serangan ke Kiev, hal ini akan membawa tentara Jerman tidak bisa masuk Moskow sebelum musim dingin tiba. Guderian juga menyinggung problem kondisi jalan yang buruk dan masalah perbekalan yang akan mendera jika tank-tank nya dikirim ke Selatan. Ia juga menyatakan keraguan mengenai perlengkapan lapis bajanya mampu menyelesaikan tugas merebut Kiev dan kemudian Moskow. Guderian menyinggung bahwa korps panzer ke XXIV belum sekalipun beristirahat dan melakukan maintenance sejak Operasi Barbarossa dimulai. Meski demikan, mungkin ada yang masih bisa mereka lakukan. Bock menyarankan agar Guderian menemani Halder kembali ke markas Führer di Prusia Timur dan mencoba meyakinkan Hitler untuk berubah pikiran. Mereka harus mencoba sesuatu. 

LOBBY GUDERIAN

Guderian dan Halder tiba di markas sekitar pukul 8 pada Sabtu malam itu; Halder pergi untuk memeriksa pengaturan pertemuan dengan Hitler sementara Guderian melapor ke von Brauchitsch. Guderian kaget ketika von Brauchitsch menyapanya dengan kata-kata, “Saya melarang Anda menyebutkan masalah Moskow kepada Führer. Operasi ke selatan telah diperintahkan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana hal itu harus dilakukan. Diskusi tidak ada gunanya! ” Guderian mengira pertemuan itu, oleh karenanya, tidak ada gunanya, tetapi Komandan Angkatan Darat itu bersikeras, agar Guderian tetap melaporkan diri ke Hitler, tetapi dengan tetap mewanti-wanti untuk tidak menyebut-nyebut Moskow. Guderian kemudian menemui Hitler. Beberapa anggota staf Führer hadir di ruang peta, termasuk Keitel; Jenderal Alfred Jodl, kepala staf operasi angkatan bersenjata; Kolonel Rudolf Schmundt, ajudan utama Hitler; dan banyak lainnya kecuali Halder atau von Brauchitsch. Guderian sendirian. Hitler menyambut pemimpin satuan panzer itu dengan ramah dan meminta laporannya. Guderian berbicara tentang situasi saat itu, kondisi pasukan dan perlengkapannya, tentang situasi pasokan dan perlawanan Rusia. 

Jenderal Guderian (Kanan). Upayanya untuk mencoba melobby Hitler agar tidak memindahkan kekuatan panzer nya yang menuju Moskow tidak membuahkan hasil. Menurut Guderian, keputusan ini nantinya akan menentukan hasil perang. (Sumber: https://flipboard.com/)

“Apakah Anda yakin pasukan Anda masih mampu melakukan sebuah upaya besar?” Hitler kemudian bertanya. Guderian melihat adanya celah untuknya berbicara lebih luas. “Jika pasukan ditetapkan tujuan yang bagus, jenis perintah yang akan menginspirasi setiap orang dari mereka, jawabannya ya.” “Anda, tentu saja, memikirkan Moskow,” jawab Hitler. “Ya Führer, bolehkah saya memiliki izin untuk memberikan alasan saya?” “Silahkan, Guderian, katakan apa pun yang ada di pikiran Anda. ” jawab Hitler. Jenderal Guderian memulai dengan perlahan, menguraikan detail yang telah dia atur sejak di dalam pesawat: “Moskow adalah kepala dan jantung Uni Soviet… kota itu adalah pusat komunikasi … kota itu adalah otak politik Soviet… Kota itu adalah kawasan industri penting… Kota itu adalah pusat transportasi Soviet … Moskow adalah satu-satunya tempat yang tidak akan pernah Stalin abaikan … Di situlah Tentara Merah akan bertahan dan bertarung… dan dihancurkan. Musim dan cuaca yang bagus sudah hampir berlalu… Moral pasukan … Perintah dan rencana (penyerangan) sudah siap… “ Guderian kemudian juga menambahkan bahwa dengan merebut Moskow, hal ini akan memukul moral dan kekuatan utama pasukan Soviet, yang mana dengan ini pada akhirnya akan membuat operasi merebut wilayah industri Ukraina (nantinya) akan lebih mudah. Dengan menguasai pusat perhubungan lalu lintas di Moskow, hal ini akan membuat Soviet sukar untuk memindahkan pasukannya dari utara ke selatan. Hitler mendengarkan dengan tenang, dan ketika Guderian selesai dia berjalan ke peta, kemudian meletakkan tangannya di wilayah Ukraina, dan memulai ceramah yang membenarkan niatnya untuk menyerang di sana terlebih dahulu. Hitler menjelaskan bahwa bahan mentah dan hasil pertanian di Ukraina akan penting bagi keperluan perang Jerman nantinya. Di sini pula, untuk pertama kalinya Guderian mendengar frase “Jenderal-jenderalku tidak memahami aspek ekonomi dari perang”, sebuah frase yang nantinya akan kerap diulang Hitler saat berbeda pendapat dengan jenderal-jenderalnya. Konferensi itu bubar sekitar tengah malam. Guderian kecewa karena baik Brauchitsch maupun Halder tidak menemaninya saat menghadap Hitler, dimana hasil percakapan ini, menurut Guderian akan secara signifikan mempengaruhi hasil akhir perang. Meski begitu, dengan keputusan ini juga, Guderian akan melangkah keluar dari “Sarang Serigala” (sebutan untuk markas Hitler) menuju kemenangan terakhir dalam kariernya selama Perang Dunia II. 

MENUJU UKRAINA

Guderian adalah sosok yang diakui sebagai pencipta pasukan panzer Jerman pada tahun 1930-an. Jurnalis Barat menciptakan istilah “Blitzkrieg” untuk menggambarkan aksi serangan Guderian melintasi Polandia pada tahun 1939 dan Prancis pada tahun 1940. Sekarang pada tahun 1941, pasukannya baru saja memotong Uni Soviet bagian barat dengan cara yang sama dan bersiap untuk mengepung ibu kota musuh. Tapi pertama-tama, akan ada serangan pengalihan ke selatan, melalui Ukraina. Dalam panggilan singkat sebelum meninggalkan Prusia Timur, Guderian memberitahu kepala operasinya, Letkol Fritz Bayerlein, tentang berita tersebut. Hal ini membuat stafnya sangat sedih ketika sang jenderal tiba kembali di markasnya. “Tidak ada yang bisa saya lakukan, rekan-rekan, saya harus menyerah,” katanya kepada kelompok orang yang berkumpul sekembalinya. Halder dan von Brauchitsch telah meninggalkannya, untuk diceramahi sendirian di depan Hitler dan bawahannya. Yang cukup menarik, ketika Guderian tiba kembali di markasnya jauh setelah tengah malam, perintah Halder untuk menyerang sudah menunggunya, yang tiba jauh sebelum pertemuannya dengan Hitler. Jelas Guderian merasa seperti “dikerjai”. Rencana yang dikembangkan oleh para jenderal Jerman dengan cepat sangatlah mudah. Grup Panzer ke-2 akan terus ke selatan melalui wilayah timur Ukraina dan bertemu pasukan dari Grup Angkatan Darat Selatan sekitar 120 mil di timur Kiev. Pasukan Kedua akan bergerak ke selatan di sisi kanan grup panzer dan akan menyegel dengan rapat di sisi utara kantong perlawanan Soviet yang terbentuk. Tentara ke-17 Grup Angkatan Darat Selatan, yang pada saat itu mendekati Sungai Dnieper di tenggara Kiev, akan membangun jembatan di atas sungai Dnieper dekat Kremenchug, sekitar 150 mil tenggara Kiev. Grup Panzer 1, pasukan serang lapis baja Grup Angkatan Darat Selatan, kemudian akan maju ke timur laut dari ujung jembatan dan menghadapi serangan yang akan dilakukan oleh Grup Panzer ke-2, menutup dan menahan sisi timur kantong perlawanan pasukan Soviet. Kemudian Tentara Keenam, yang saat ini menguasai sisi barat Dnieper utara dan selatan Kiev, akan menghancurkan Kiev dan melikuidasi kantong-kantong perlawanannya. 

Panzer Group ke-2 pimpinan Guderian terpaksa mengubah arah serangannya ke selatan menuju Ukraina atas perintah Hitler. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/)

Pada menit-menit terakhir Guderian harus menyerahkan korps terkuatnya, Korps Bermotor XLVI. Halder telah memindahkannya ke bagian cadangan Grup Angkatan Darat Pusat pada malam sebelum serangan dalam upaya untuk mendukung serangan favoritnya ke Moskow. Hal ini meninggalkan grup panzer dengan hanya memiliki Korps Bermotor XXIV dan Korps Bermotor XLVII. Semua unit grup panzer sangat membutuhkan istirahat dan perbaikan. Belum ada jeda sejak kampanye serangan Soviet dimulai. Sementara itu cuaca panas dan lembab di antara hujan lebat. Jalan terbaik yang merupakan tanah padat yang dengan cepat berubah menjadi rawa lumpur dalam saat hujan. Dan saat tidak hujan ada debunya berhamburan! Awan debu besar menggantung di atas rute konvoi, dihembuskan oleh apa pun yang bergerak di jalanan dan begitu halus sehingga bisa menembus pakaian, melapisi tubuh berkeringat para prajurit. Mesin mudah rusak karena filter udaranya tidak bisa menahan debu. Tapi upaya untuk merebut Ukraina tidak bisa lagi ditunda. Upaya menyelesaikan serangan sangat bergantung pada lokasi dimana unit-unit tersebut berada saat itu. Unit Korps Bermotor XXIV — yang terdiri dari Divisi Panzer ke-3, Divisi Panser ke-4, dan Divisi Bermotor ke-10 — selama beberapa minggu terakhir telah terlibat dalam upaya menghancurkan kantong musuh di sisi barat daya Grup Panzer, akan memimpin serangan ke selatan di sisi kanan pasukan, sementara unit Korps Bermotor XLVII — yang terdiri dari Divisi Panzer ke-17, Divisi Panzer ke-18, dan Divisi Bermotor ke-29 — akan mengepung dari timur. Serangan itu akan dimulai pada  tanggal 25 Agustus dengan kota Konotop sebagai tujuan pertama. Setelah itu, tujuan khusus akan diputuskan di jalan sesuai dengan hasil yang dicapai. 

Tank Jerman melintasi tank Soviet yang terbakar di Ukraina, musim panas 1941. Saat melintasi jalanan Ukraina yang berdebu, mesin-mesin kendaraan Jerman kerap rusak karena filternya kewalahan dalam menghadapi debu dari jalanan Ukraina yang primitif. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/)

Pada tanggal 24 Agustus, Marsekal Boris Shaposhnikov, kepala staf Stalin yang baru, memberi tahu Eremenko bahwa Front Briansk-nya dapat menghadapi pukulan utama Guderian yang akan jatuh di sisi utaranya, pertama ke arah Briansk dan kemudian ke Moskow, mungkin pada hari berikutnya. Pukulan utama Guderian memang jatuh keesokan harinya. Tapi itu di sisi selatan front menuju Ukraina, bukan ke arah Moskow. Pada cahaya pertama pagi hari pada tanggal 25, Guderian berangkat ke markas besar Divisi Panzer ke-17 dekat Pochep di sayap kiri, atau bagian timur, grup panzer. Sisi itu kurang begitu kuat, dan Guderian ingin memastikan bahwa divisi tersebut diinformasikan sepenuhnya tentang peran kritisnya. Sayangnya, sebelum mencapai divisi tersebut, mobil komandonya dan beberapa kendaraan di konvoinya mogok total akibat kondisi jalan yang buruk. Jenderal Walter Model, komandan Divisi Panzer ke-3, ujung tombak Korps Bermotor XXIV, telah mengatur kembali divisinya menjadi tiga kelompok tempur yang seimbang setelah merebut Novozybkhov dan bergerak ke tenggara menuju Novgorod-Seversk pada sore hari tanggal 25. Hasil pengintaian udara telah menunjukkan bahwa jembatan di atas Sungai Desna masih utuh. Paling tidak salah satu jembatan itu harus direbut. Waktu adalah yang terpenting. Sekitar pukul 5 sore, grup tempur utama (Kampfgruppe), Kampfgruppe von Lewinski, telah berada tiga kilometer dari Sungai Desna, bergerak cepat menghadapi posisi pertahanan pertama Soviet.

Dalam kampanye militer di Ukraina, pasukan panzer Jerman kerap harus menyeberangi berbagai sungai di Ukraina. Banyak jembatan telah dihancurkan pasukan Soviet sehingga pasukan zeni Jerman harus segera membuat jembatan ponton dengan cepat. (Sumber: https://www.amazon.com/)

Letnan Kolonel Werner von Lewinski, komandan Resimen dari divisi Panzer ke-6, meminta waktu berhenti untuk berunding dengan bawahannya di tanggul terdekat. Pesawat pengamat musuh berputar-putar di atas. Jenderal Model tiba untuk bergabung dalam rapat tersebut. Saat itu tembakan artileri Soviet meningkat. Model terluka di tangan, Kolonel Gottfried Ries, komandan resimen artileri divisi, dan beberapa perwira staf tewas. Model tidak punya alternatif selain mundur, menunggu sisa divisinya, dan mempersiapkan serangan di pagi hari. Selama tanggal 25, Divisi Bermotor ke-10, di sayap kanan Korps Bermotor XXIV, bergerak ke selatan. Terdapat kantong-kantong kecil perlawanan yang gigih dan kelompok pasukan musuh yang terkepung yang telah terputus dari markas mereka. Divisi tersebut telah merebut Klinzy setelah menghadapi perlawanan ringan pada tanggal 24 dan sekarang bergerak menuju Semenovka dan Cholmy. Sementara itu, Divisi Panzer ke-4, yang telah membersihkan kantong musuh di sekitar Unecha, sekarang sedang bermanuver ke selatan juga dan mulai menghadapi perlawanan keras saat mendekati Starodub, 45 mil sebelah utara Novgorod-Seversk. 

Tentara Jerman menyerang sebuah desa di barat Kiev, Agustus 1941. Dalam beberapa kesempatan, mereka kerap harus menghadapi kantong-kantong perlawanan tentara Soviet yang gigih bertahan. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Guderian tidak mencapai markas Divisi Panzer ke-17 di dekat Pochep sampai sore harinya, lebih dulu tepat di depan komandan Korps Bermotor XLVII, Jenderal Joachim Lemelsen. Guderian khawatir bahwa pasukan yang ditugaskan kepadanya untuk memberikan perlindungan di bagian sayap (Korps Bermotor XLVII) tidak cukup untuk menangani tugas dan menjaga kecepatan  dengan Korps Bermotor XXIV saat menuju ke selatan ke Ukraina. Guderian telah meminta kembalinya Korps Bermotor XLVI tetapi ditolak. Dia menjelaskan kekhawatirannya kepada Jenderal Wilhelm Ritter von Thoma, komandan Divisi Panzer ke-17, dan Jenderal Lemelsen. Keduanya mengerti dan yakin bahwa mereka dapat mempertahankan kemajuan mereka bersama Korps Bermotor XXIV. Guderian bermalam di Pochep sehingga dia bisa mengamati serangan divisi di pagi hari. Lemelsen juga menginformasikan kepada Guderian tentang posisi unit korps lainnya. Divisi Bermotor ke-29 sedang membersihkan tepi barat Sungai Sudost di utara Pochep dan menunggu unit pengganti dari Angkatan Darat Keempat. Divisi Panzer ke-18 berkumpul kembali, setelah berpencar selama pertempuran di Roslavl.

Guderian bukanlah jenderal yang terbiasa memimpin di “belakang meja”, dalam memimpin pasukannya, ia kerap mendatangi garis depan dengan kendaraan komandonya. (Sumber: https://www.reddit.com/)

Pada pukul 5 pagi tanggal 26, serangan Divisi Panzer ke-3 yang baru di Novgorod-Seversk dimulai dengan tiga grup tempur senjata gabungan menyerang dari arah yang berbeda. Tembakan artileri menghujani elemen utama serangan saat mereka mendekati posisi pertama, tetapi sekarang artileri mereka sendiri dapat merespons ancaman tersebut. Penghalang jalan pertama dilampaui. Peta menunjukkan bahwa jembatan di atas Desna berada di pintu masuk utara ke kota. Grup pendahulu segera berada di pintu masuk utara, tetapi tidak ada jembatan disana. Sekitar waktu itu, Letnan Kolonel Gustav-Albrecht Schmidt-Ott mencapai dataran tinggi di timur laut kota dengan Batalyon 1, Resimen Panzer 6. Lembah Desna yang luas terbentang di depan mereka, di sebelah kanan mereka kota dan sekitarnya terdapat jembatan jalan kayu tinggi di atas sungai Desna dengan arus kendaraan tanpa henti yang melarikan diri ke arah timur. Schmidt-Ott segera memerintahkan penyerangan. Pada pukul 10, tank-tank pelopor telah mencapai kaki jembatan kayu sepanjang 875 yard. Tiba-tiba, tembakan senapan mesin dan senapan meletus dari dua rumah jaga di dekat ujung jembatan. Artileri dan mortir dari tepi seberang mulai berjatuhan juga. Tank dari grup terdepan membuka serangan dan dengan cepat menghancurkan kedua rumah jaga. Sebuah kendaraan zeni Jerman meraung, dan beberapa prajurit berlari ke bawah jembatan untuk melepas bahan-bahan peledak yang menempel di jembatan. 

Seperti pasukan manapun yang sedang melakukan ofensif, pasukan panzer Guderian akan segera mengamankan jembatan-jembatan perlintasan dan menghindari agar jembatan-jembatan tidak dihancurkan oleh pasukan musuh yang melakukan gerak mundur. (Sumber: https://www.pinterest.ca/)

Para awak tank tahu jembatan itu bisa meledak setiap saat. Tank-tank itu, kemudian menembaki apa pun yang bergerak, mencapai ujung terjauh jembatan, dan para penembak Soviet yang terkejut melarikan diri dari posisi mereka. Tank-tank dan kendaraan Halftrack menyerbu; pasukan zeni dengan cepat memotong kabel peledak. Berhasil! Grup panzer telah menembus Sungai Desna. Jenderal Model segera memerintahkan seluruh divisinya melewati jembatan dengan Divisi Bermotor ke-10 mengamankan bagian belakang. Guderian menerima berita itu tepat setelah dia meninggalkan pusat operasi Divisi Panzer ke-17 di sisi timur Sungai Sudost di selatan Pochep. Sebelumnya ia telah mengalihkan Divisi Panser ke-4 ke sayap kiri untuk menghadapi pasukan Soviet yang berkumpul di dekat persimpangan Sudost dan Desna, tenggara Pogar. Mereka untuk sementara akan mengisi posisi antara satuan Divisi Panzer ke-17 di Pochep dan satuan Divisi Panzer ke-3 di Novgorod-Seversk. Hanya sedikit yang bisa dilakukan oleh Guderian sampai unit Angkatan Darat Kedua tiba dari barat atau unit Angkatan Darat Keempat tiba dari utara untuk menggantikan unit-unitnya.

Generaloberst Guderian mengunjungi salah satu pos garis depan dari salah satu resimennya, 1941. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Pada sore hari, Divisi Panser ke-4 pindah ke Kister, sebuah kota kecil di dekat pertemuan dua sungai, dalam formasi pertempuran terbuka dan bertemu dengan pasukan Soviet yang signifikan jumlahnya. Pasukan Jenderal von Langermann menghabiskan sisa hari itu dan sebagian besar hari berikutnya melakukan pertempuran dari rumah ke rumah yang sulit, untuk menghilangkan ancaman bagi sayap grup panzer. Sementara itu, Markas besar Guderian telah pindah ke Unecha pada siang hari, dan dia tiba di sana sebelum tengah malam. Pada tanggal 27, sebagian besar unit masih bertempur dengan musuh. Divisi Panzer ke-17 bertempur di dekat Semtsy, 12,1 mil di selatan Pochep; Divisi Panzer ke-3 mempertahankan dan memperbesar ujung wilayahnya di selatan Novgorod-Seversk, Divisi Panzer ke-4 bertempur dalam pertempuran sengit di dekat Kister, dan Divisi Bermotor ke-29 melindungi sayap timur grup panzer antara Shukovka dan Pochep. Divisi Bermotor ke-10 sekarang melindungi sayap barat dekat Cholmy. Divisi Panzer ke-18 akhirnya berhasil melewati Roslavl tetapi tertahan di jalan dari sana ke Mglin. Operasi sebagian besar ditangguhkan hingga keesokan harinya ketika hujan lebat awal menciptakan lautan lumpur. Saat ini Tentara Kedua telah mendekati Sungai Desna di timur Chernigov. Batas antara Angkatan Darat Kedua dan Grup Panzer ke-2 ditetapkan sebagai garis Surash-Klinzy-Klimovo-Cholmy-Sosnitza. 

Bomber ringan Sukhoi Su-2 milik Soviet menyerang konvoi kendaraan Jerman yang bergerak maju. Dalam gerak majunya ke Ukraina, pasukan panzer Guderian tidak bebas dari gangguan serangan udara Soviet. Kekuatan udara Soviet yang nyaris hancur di hari-hari pertama Operasi Barbarossa ternyata masih cukup bertaji. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Pagi hari pada tanggal 29 mendapati hampir semua unit di bawah serangan udara Soviet. Selama minggu berikutnya, Soviet melancarkan lebih dari 4.000 serangan darat dan serangan bomber terhadap grup panzer Guderian. Unit-unit Soviet yang putus asa untuk mundur ke timur melakukan beberapa serangan yang kuat dan terkoordinasi terhadap ujung tombak grup panzer. Divisi Bermotor ke-10, setelah melintasi dataran rendah Desna, memimpin di sisi barat grup panzer dan mendekati jalur kereta api Kiev-Moskow di barat Konotop ketika diserang hebat di sayap depan dan kanannya. Situasi menjadi begitu mengerikan pada satu titik sehingga personel kompi pembuat roti di divisi tersebut harus melepaskan celemeknya dan mengambil senapannya. Tetapi divisi tersebut masih harus menarik unit-unit penyerang terdepan mereka kembali melintasi Desna untuk sementara waktu guna menstabilkan situasi. Unsur-unsur utama dari Divisi Panzer ke-3 juga berada di bawah tekanan ekstrim di Shostka dan Voronezh di sisi timur Desna. Voronezh harus dievakuasi, tetapi Shostka mampu bertahan. Sementara itu, Divisi Panzer ke-17 sedang berjuang untuk membersihkan sisi timur Sudost di selatan Pochep. Setelah unit Angkatan Darat Keempat mengambil alih wilayah Divisi Bermotor ke-29 di sepanjang sisi timur selatan Zukovka, unit tersebut dipindahkan melalui jembatan Novgorod-Seversk ke sisi timur Desna dan berbelok ke utara untuk mengurangi beberapa tekanan pada Divisi Panzer ke-17. Divisi Panzer ke-18 akhirnya mulai tiba dan menggantikan Divisi Panser ke-4 sambil membersihkan musuh di sisi barat Sudost dekat Kister. Setelah digantikan, Divisi Panzer ke-4 mulai bergeser ke Novgorod-Serversk, tetapi manuvernya dibatasi karena kekurangan bahan bakar. 

Ketika hujan tiba, jalanan Ukraina yang berdebu segera berubah menjadi lautan lumpur yang mengganggu pergerakan pasukan dan kendaraan ke garis depan. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Sekali lagi Jenderal Guderian prihatin mengenai sisi sayapnya, tapi kali ini sayap baratnya. Dia terbang ke markas Korps Bermotor XXIV dan mengatakan kepada Jenderal von Geyr untuk menghabiskan tanggal 30 dengan melikuidasi ancaman di sayap baratnya. Mereka kemudian bisa melanjutkan perjalanannya ke selatan pada tanggal 31. Guderian mengulangi perintahnya agar ada cukup banyak pasukan untuk melakukan pekerjaan itu dan memohon kembalinya Korps Bermotor XLVI. Kali ini permohonannya membuahkan hasil, meski dengan enggan. Awalnya, hanya Resimen Infantri Grossdeutschland yang diberikan padanya pada tanggal 30. Guderian membutuhkan seluruh korps, tetapi tidak tersedia. Pada tanggal 1 September, Grup Angkatan Darat Pusat menambahkan Divisi Kavaleri ke-1 dan yang kedua datang Divisi SS ke-2 Das Reich. Akhirnya satuan markas dari XLVI Motorized Corps tiba. Di depan Grup Angkatan Darat Selatan, unit Angkatan Darat ke-17 melakukan beberapa penyeberangan di Sungai Dneiper dekat Kremenchug, 160 mil tenggara Kiev, pada pagi hari tanggal 29 Agustus. Mereka dengan cepat memperbesar dan memperkuat wilayah mereka dari tekanan dari unit Angkatan Darat ke-38 Soviet di dekatnya. Pada tanggal 30, Stalin memerintahkan Front Briansk yang baru untuk menyerang dari daerah Sevsk menuju Starodub dan ujung tombak pasukan Guderian. Namun, karena masih diperintahkan untuk berjaga-jaga menghadapi serangan ke Moskow, upayanya lebih ditujukan untuk mencegah Guderian berbelok ke timur daripada mencegahnya bergerak ke selatan. Serangan ini menghantam dengan keras, tetapi unit Divisi Panzer ke-3 mampu menangkis mereka dan terus ke selatan. Namun, Jerman memang menyadari adanya ancaman terhadap sayap kiri mereka dan meninggalkan pasukan untuk melindunginya.

Pasukan Jerman menanyai tawanan Tentara Soviet yang ditangkap di sebuah pemukiman dalam gerak maju mereka di Ukraina, 1941. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/)

Perhatian yang lebih mendesak bagi Divisi Panzer ke-3 pada tanggal 30 adalah pasukan Soviet yang menyerang sisi baratnya. Lokotki dan Schostka diserang di pagi hari dari daerah berhutan lebat ke barat. Beberapa tank KV-1 seberat 52 ton, di mana meriam antitank Jerman tidak berdaya, mengancam akan menyerbu posisi di sana sampai sebuah meriam artileri dibawa maju untuk ditembakkan ke raksasa Soviet itu di tempat terbuka. Keesokan harinya, tank-tank dari Divisi Panser ke-4 menyerang wilayah selatan-barat daya dari jembatan Novgorod-Seversk ke sisi utara konsentrasi musuh di daerah berhutan dan menghancurkan ancaman tersebut. Pada malam hari tanggal 2, elemen pengintai dari Divisi Panzer ke-3 telah bergerak ke selatan hingga hanya lima mil di utara Krolovetz. Gelombang ke selatan terus berlanjut. Resimen Grossdeutschland mulai tiba pada tanggal 2 September dan diarahkan ke Novgorod-Seversk untuk mempertahankan wilayah tersebut, membebaskan Divisi Panzer ke-3 dan ke-4 untuk melanjutkan serangan ke selatan. 

Tank-tank berat KV-1 milik Soviet, terbukti menjadi lawan yang sukar ditaklukkan oleh pasukan Jerman yang bergerak maju di Ukraina. Kerap hanya dengan tembakan telak meriam artileri, tank ini baru bisa dilumpuhkan setelah senjata anti tank Jerman tidak berdaya menghadapinya. (Sumber: http://military-art.blogspot.com/)

Guderian bertemu dengan komandan Divisi Panzer SS ke-2 Das Reich, Jenderal Paul Hausser, di Avdeievka pada tanggal 3 September, memberitahunya bahwa Divisi Kavaleri ke-1 akan datang di sayap kanannya dalam satu atau dua hari, dan menyuruhnya bersiap untuk menyerang Sosnitza pada tanggal 4. Guderian selanjutnya mengunjungi Divisi Bermotor ke-10, yang berada di bawah tekanan ekstrim dan menderita korban yang sangat tinggi dalam melawan serangan dari barat. Selama beberapa hari terakhir divisi telah melawan kekuatan yang sangat kuat dari tidak kurang empat divisi infanteri dan brigade tank. Guderian bertemu dengan komandan divisi Jenderal Friedrich von Loeper dan memujinya karena pertahanannya yang teguh melawan kekuatan musuh yang begitu besar. Mendorong ke selatan di sepanjang sisi timur Desna pada tanggal 2 September, Divisi Panzer ke-3 berlari menghadapi perlawanan keras di selatan Voronezh. Di tengah kawasan hutan yang luas dengan beberapa danau, tentara Soviet mempertahankan rel dan jembatan jalan di atas Essmany Creek, satu-satunya jembatan yang ada dalam jarak bermil-mil. Pada sore hari, setelah artileri divisi dibawa ke depan dan menembakkan tembakan hebat ke posisi musuh, Batalyon ke-1 dari Resimen Senapan 3 yang diperkuat melakukan penyeberangan melintasi sungai dan menyerbu posisi musuh. Bersamaan dengan itu, Batalyon resimen ke-2, yang telah menemukan tempat penyeberangan tersembunyi di hulu, menyerang posisi musuh dari belakang. Pasukan Soviet mundur. 

Ribuan prajurit Soviet berhasil ditawan selama gerak maju pasukan Jerman di Ukraina tahun 1941, namun hal ini tidak menghentikan jumlah pasukan Soviet yang terus mengalir dari timur ke barat. (Sumber: https://encyclopedia.ushmm.org/)

Divisi Panzer ke-4 melanjutkan perjalanan ke barat daya dan merebut Zarevka pada tanggal 3 September setelah menghadapi perlawanan ringan. Mereka kemudian menemukan konvoi Soviet di Shernovka dan menghancurkannya, dan menawan 800 tahanan. Di sektor Korps Bermotor XLVII pada tanggal 3, Divisi Panzer ke-18 menyerang brigade tank Soviet di Trubchevsk dan menghancurkannya, merampas empat tank utuh dan menangkap lebih dari 1.000 tahanan. Sementara itu Divisi Panzer ke-17 mempertahankan garis Desna barat daya Trubchevsk ke dekat Yevdokolye, dan Divisi Bermotor ke-29 di selatan dari sana ke tempat dimana Sudost mengarah ke Desna. Sejak awal penyerangan pada 25 Agustus lalu, Korps Bermotor XLVII telah menahan 17.000 tahanan, sedangkan Korps Bermotor XXIV telah menangkap 13.000 orang. Guderian terlambat kembali ke markasnya, saat hujan mulai turun lagi. Dia adalah orang yang cemas, sekarang lebih dari sebelumnya. Tidak hanya sayapnya yang berada di bawah tekanan berat, tapi ujung tombaknya semakin banyak menghadapi perlawanan. Lumpur membuat perjalanan dengan kendaraan roda hampir mustahil. Divisi panzernya telah dikurangi menjadi setengah dari kekuatan tank aslinya. Kendaraan rusak berserakan di setiap sisi jalan yang mereka lalui. 

Jenderal Walter Model (kanan), komandan Divisi Panzer ke-3 Jerman dalam ofensif ke Ukraina, tahun 1941. Di tahun-tahun kemudian, Model akan menjadi salah satu jenderal lapangan top Jerman selama perang. (Sumber: https://www.thoughtco.com/)

Keesokan paginya hujan telah berhenti, tetapi Guderian masih membutuhkan waktu 41/2 jam untuk menempuh jarak 45 mil ke garis depan Divisi Panzer ke-4. Divisi keempat menyerang Korop dari timur laut dan menghadapi perlawanan yang lebih kuat saat semakin dekat. Serangan bomber Ju-87 Stuka yang tepat dilakukan setelah Guderian tiba melonggarkan pertahanan musuh, dan Korop direbut sore itu. Hal ini memungkinkan Divisi Bermotor ke-10 bergeser ke barat dan mengisi celah dengan Das Reich di Sosnitza. Komandan korps, Jenderal Leo Geyr von Schweppenburg, juga bersamanya pada hari ke-4 itu. Dia memberi tahu Guderian bahwa Divisi Panzer ke-3 telah merebut peta disposisi Soviet dan itu menunjukkan bahwa Korps Bermotor XXIV-nya berada cukup dekat dengan perbatasan antara Tentara Ketiga Belas dan Dua Puluh Satu Soviet. Para perwira setuju bahwa ini merupakan sebuah peluang. Guderian kemudian pergi ke Divisi Panzer ke-3 untuk mendapatkan pendapat Model tentang masalah tersebut. Sementara itu secara tidak sengaja, Divisi ke-3 telah mengambil tahanan penting pada tanggal 3 September. Jenderal Soviet Pavel Vasilevich Chistov, seorang pemegang medali Ordo Lenin, telah dikirim dari Moskow untuk mengawasi pembentukan posisi pertahanan di sepanjang Sungai Desna. Dia memiliki lebih dari satu juta personel yang dia miliki. Dia tiba dengan kereta api di Novgorod-Seversk langsung dari Moskow pagi itu, sama sekali tidak menyadari bahwa kota itu telah berada di tangan Jerman. 

MENGEPUNG MUSUH

Divisi Panzer ke-3 telah merebut Krolovetz pada malam sebelumnya dan bergerak ke selatan menuju Spaskoye ketika Guderian berhasil mencapainya. Model setuju dengan Guderian tentang peluang yang mereka hadapi dan kebutuhan kecepatan untuk memanfaatkannya. Beberapa waktu kemudian datang kabar dari pasukan terdepan bahwa tidak ada jembatan yang bisa digunakan di atas Sungai Seim di Spaskoye. Sayangnya bagi Model yang tidak sabar, divisinya butuh dua hari dan menyerang di tiga lokasi berbeda untuk bisa melintasi Seim. Di belakang ujung tombak Korps Bermotor XXIV dan melindungi sisi timur yang memanjang, Divisi Panzer ke-18 bertahan di sepanjang Desna di Trubchevsk, Divisi Panser ke-17 bertahan ke selatan ke pertemuan dengan Sungai Sudost, sementara Divisi Bermotor ke-29 memperluas garis di sepanjang Desna ke Novgorod-Seversk, dan Grossdeutschland bertahan dari Novgorod-Seversk ke Schostka dan kemudian bergerak ke tenggara menuju Gluchov. Di sisi barat, Divisi Kavaleri ke-1 sedang berpatroli di daerah di belakang Divisi Das Reich di Sosnitza utara menuju Seminovka ketika unit-unit Angkatan Darat Kedua bergerak dari barat laut. Pada tanggal 6 September, Guderian berkendara ke garis depan divisi Das Reich di barat daya Sosnitza. Sore itu, setelah pertempuran sengit melawan musuh yang gigih, divisi tersebut berhasil merebut jembatan rel kereta api di atas Desna di Makoshino, tepat di hilir dari pertemuan antara sungai Seim dan Desna. Guderian menyuruh Hausser untuk memperbesar wilayah berpijak secepat mungkin dan bersiap untuk menyerang ke timur menuju sisi selatan Seim untuk membantu unit Korps XXIV menyeberangi sungai itu.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, tentara Jerman berhasil membangun jembatan ponton melintasi Sungai Dnieper, dekat Kiev, September 1941. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki)

Kedua divisi ujung tombak Guderian terjebak dalam pertempuran sengit di Sungai Seim, Divisi Panzer ke-4 di Baturin dan Divisi Panzer ke-3 di hulunya di Melnya. Selama beberapa hari pertama ofensif divisi ujung tombak umumnya akan menemui perlawanan tak terorganisir dari unit-unit yang terkejut yang dengan tergesa-gesa berkumpul untuk melawan mereka. Tapi selama lebih dari seminggu sekarang pertahanan mereka telah berkembang semakin kokoh setiap hari. Sekarang tampaknya ke mana pun tentara Jerman bergerak, mereka akan menemui musuh dengan serangan gabungan senjata dan artileri. Ketika Divisi Panzer ke-3 mendekati jembatan Sungai Seim di Melnya sebelum tengah malam pada tanggal 6 September, seperti yang sudah sering terjadi baru-baru ini, jembatan ini diledakkan. Namun kali ini, Kolonel Oskar Audoersch, komandan Resimen Senapan ke-394 dari divisi itu, berada di tempat kejadian dan segera memerintahkan anak buahnya naik rakit karet dan menyeberangi sungai. Melawan tembakan senapan berat dan senapan mesin, serangan itu berhasil, sebagian karena terbantu oleh kegelapan yang semakin gelap. Pasukan infanteri berjuang untuk memperluas tempat berpijak di bawah tembakan senapan mesin dan serangan udara terus-menerus sepanjang pagi berikutnya. Pada pukul 1 siang, tepat ketika Model tiba di pos komando Audoersch, pembom Jerman menghantam posisi terkuat Soviet di dataran tinggi yang menghadap ke sungai, dan melenyapkan mereka. Pasukan zeni segera mulai membangun jembatan tempur sementara prajurit-prajurit infanteri terus memperluas tempat berpijak sebisa mungkin. Enam belas mil ke barat, Divisi Panzer ke-4 berada dalam situasi yang sama. Pada awal tanggal 7 September, tank-tanknya telah ditempatkan di area berkumpul musuh di utara jembatan Seim di Baturin. Mereka menghancurkan sekitar 30 pucuk senjata artileri, 13 senjata antitank, dan enam tank. Tindakan tersebut, bagaimanapun, membuat waspada penjaga jembatan. Jembatan ini juga akhirnya diledakkan. Pada pukul 4 pagi tanggal 8 September, satuan zeni Divisi Panzer ke-3 berhasil menyelesaikan jembatan tempur di Melnya, dan unit motor kedua divisi mulai menyeberang di sana. 

Tank dan pasukan infanteri Soviet bergerak maju di padang terbuka dalam membendung serangan Jerman di Ukraina. Sikap kaku Stalin, yang kukuh ingin mempertahankan baik Moskow maupun Kiev, pada akhirnya menyebabkan banyak pasukan Soviet yang terjebak di front Ukraina. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/)

Sementara itu di Moskow, Zhukov kembali menasihati Stalin untuk menarik kembali semua pasukan di Front Barat Daya ke tepi timur Dneiper dan mengirim semua pasukan cadangan yang tersedia ke daerah Konotop untuk bertahan melawan Panzer Grup 2. Dia juga terus bersikeras bahwa Kiev harus ditinggalkan. Keesokan harinya, tanggal 9 September, sebagai tanda bahwa ia mungkin mulai menerima sudut pandang Zhukov, Stalin memerintahkan Front Barat Daya untuk menarik Tentara Kelima paling utara dan sayap kanan dari Angkatan Darat Ketigapuluh Tujuh yang mempertahankan Kiev kembali ke tepi timur dari Dnieper dan untuk membelokkan front mereka kembali ke timur untuk menghadapi Pasukan Darat Kedua dan Grup Panzer 2 yang turun dari utara. Dalam prosesnya, mereka terus melindungi Kiev. Pada awal tanggal 8 September, komandan Front Barat Daya, Kolonel Jenderal Mikhail Kirponos, meminta agar pasukan segera dikirim dari Kiev ke Romny untuk memblokir penetrasi Jerman di sana. Stalin mengatakan bahwa Front Barat Daya harus mempertahankan posisinya seperti yang diperintahkan dan Front Briansk akan menangani penetrasi di Romny, seperti yang diperintahkan. Pagi harinya, Marsekal Semyon Budenny, komandan Teater Barat Daya, kembali memohon kepada Komando Tinggi Soviet, STAVKA, untuk diperbolehkan mundur dari Kiev. Permintaan berulang ini membuat Stalin kesal; dia menuduh komandan itu tidak kompeten dan kehilangan keberanian dan memutuskan untuk menggantikan Budenny dengan Marsekal Semyon Timoshenko. Satu langkah yang masih diizinkan oleh Stalin adalah pemindahan dua divisi infantri dari Angkatan Darat ke-26 yang mempertahankan garis Dnieper di tenggara Kiev ke Angkatan Darat Keempat Puluh yang sedang berjuang. Tentara Keempat Puluh adalah formasi baru yang telah dikumpulkan secara tergesa-gesa dua minggu sebelumnya dan dimasukkan ke dalam wilayah Konotop-Shostka untuk memblokir Guderian. 

Marsekal Semyon Timoshenko ditunjuk untuk menggantikan Marsekal Semyon Budenny, komandan Teater Barat Daya yang membawahi wilayah Ukraina. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Ketika Korps Bermotor XXIV mengalahkan pasukan Soviet di Sungai Seim pada 7-9 September, mereka menerobos posisi Angkatan Darat Keempat Puluh dan menembus jauh di antara bagian depan Pasukan ke Dua Puluh Satu dan Tiga Belas Soviet, di antara Front Barat Daya dan Bryansk Front. Model lalu bergerak ke selatan, melewati Konotop ke barat. Pada malam hari tanggal 9, pengawal terdepannya telah mencapai Korabutovo dan merebut dua jembatan di sana. Hujan mulai turun pada malam hari. Dengan kabar kesuksesan Divisi Panzer ke-3, Guderian berangkat ke garis depan lebih awal pada tanggal 10. Di pos komando Geyr di Ksendovka, dia mengetahui bahwa Model telah sepenuhnya melewati Konotop dan menembus sampai ke Romny, bahwa Divisi Panzer ke-4 menyerang Bachmach, dan bahwa Das Reich bergerak ke Borsna. Sebelum berangkat ke Divisi Panzer ke-3, Guderian menyuruh Geyr memerintahkan Divisi Bermotor ke-10 untuk menyerang dan mengamankan Konotop. Sesaat sebelum tengah hari pada tanggal 10 September, setelah enam jam berjuang melewati lumpur dan kotoran, detasemen utama pimpinan Mayor Heinz-Werner Frank dari divisi Model bergegas ke jembatan Sungai Roman di tepi barat laut Romny. Para penjaga Soviet di sana begitu terkejut sehingga pada awalnya mereka tidak melawan. Kendaraan utama Jerman tidak berhenti; mereka bergegas melalui jalan-jalan berbatu di kota kecil itu dan mencapai jembatan penting di atas Sungai Sula di pusat kota. Saat lebih banyak elemen Divisi Panzer ke-3 tiba, mereka menyebar dan menyisir kota, membersihkannya blok demi blok. Angkatan udara musuh menyerang tanpa henti sepanjang sore meskipun cuaca buruk. Di malam hari, kota dengan rumah-rumah putih bersih dan jalan-jalan berbatu seperti sebuah obor yang menyala di langit malam, didukung oleh banyak sumur minyak baru yang dibakar Soviet dalam perjalanan ke luar kota. Divisi Panzer ke-3 sekarang mempertahankan Romny, 131 mil sebelah timur Kiev. 

Kebijakan bumi hangus oleh pihak Soviet menjadi taktik yang umum digunakan dalam upaya tidak menyisakan satupun barang berharga bagi pasukan Jerman yang bergerak maju. (Sumber: https://havechanged.blogspot.com/)

Sementara itu, Guderian terus khawatir. Dengan kekuatannya yang semakin menipis setiap hari, lumpur yang sepertinya semakin dalam, dan sisi tenggaranya sepanjang 145 mil, membuatnya sukar untuk merasa optimis. Pada saat itu Korps Bermotor XLVII telah tersebar tipis, meliputi sisi timur utara dari Novgorod-Seversk. Di selatan, Korps Bermotor XLVI sedang mendorong ke selatan di sisi timur. Divisi Panzer ke-17 menahan Gluchov dan maju ke Putivl sementara Grossdeutschland telah ke selatan dan mendekati Shilovka di Seim di selatan Putivl. Kedua unit ujung tombak itu tidak lagi bertempur dengan musuh pada tanggal 11, hanya melakukan patroli dan pengintaian. Divisi Panzer ke-4 telah merebut Bachmach pada akhir tanggal 10 September melawan sedikit oposisi tetapi tidak bisa melangkah lebih jauh karena kekurangan bahan bakar. Lumpur telah menyulitkan pasukan yang bertempur untuk bergerak, tetapi lebih sulit lagi bagi bagian perbekalan yang harus bolak-balik dari rel terdekat sekitar 248 mil. Divisi Panzer ke-3 berhasil merebut tempat penyimpanan bahan bakar kecil di Romny tetapi menghabiskan tanggal 11 dan sebagian besar tanggal 12 di sana untuk mengkonsolidasikan kekuatan dan beristirahat sebentar. Sementara itu, di Grup Angkatan Darat Selatan, 115 mil ke selatan, operasi mulai berjalan. Pada siang hari tanggal 11, sebuah jembatan sementara di atas Dneiper di Kremenchug selesai dibuat di tengah hujan lebat, dan Grup Panzer ke-1 dari Korps Motor XLVIII mulai menyeberang ke tempat pijakan Angkatan Darat ke-17 segera setelah hari gelap. Divisi Panzer ke-9 dan ke-16 menyeberang di tengah hujan lebat di malam yang gelap gulita. Pada pukul 9 pagi tanggal 12, Divisi Panzer ke-16 pimpinan Hans Hube bergerak memimpin dan menuju ke utara keluar dari ujung tempat pijakan. Dalam lumpur setinggi lutut, divisi tersebut bergerak maju sejauh 43 mil hanya dalam waktu 12 jam. Perlombaan untuk menutup kantong Kiev sudah dimulai.

Jerman membombardir kota Kiev, September 1941. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Berita mengenai telah diluncurkannya serangan Grup Angkatan Darat Selatan memperbaharui semangat dan kekuatan dari pasukan Divisi Panser ke-3. Mayor Frank dan pengawal terdepannya berpindah dari Romny sebelum senja pada tanggal 12 September, menyerbu posisi Soviet yang lemah di sekitar Romny, dan bergerak ke selatan. Dalam waktu kurang dari dua jam, mereka berhasil merebut jembatan utuh di atas Sungai Sula di Mliny. Lochvitsa, tujuannya, terletak lebih dari satu mil di luar sungai. Saat fajar menyingsing pada tanggal 13, Soviet telah menyadari situasinya dan mereka segera Divisi Panzer ke-3 yang mempertahankan tempat sekecil itu. Mayor Frank kemudian meminta bantuan lewat radio. Segera Kampfgruppe dibentuk di sekitar batalion ke-3 Resimen Panzer ke-6 yang sedang menuju ke selatan dari Romny untuk membantu Frank. Untungnya tidak turun hujan selama lebih dari sehari, dan jalan-jalan mengering sehingga Kampfgruppe dapat mengatur kecepatan dengan cepat dan mencapai satuan terdepan Frank sekitar pukul 4 sore. Mayor Frank dan Letnan Kolonel Werner von Lewinski, komandan Kampfgruppe, memutuskan untuk tidak menunggu datangnya dukungan infanteri dan artileri, tetapi segera menyerang Lochvitsa. Anak sungai kecil Sula mengular di sekitar Lochvitsa dan bergabung dengan sungai di tempat itu, dan beberapa jembatan di atas kedua aliran sungai itu perlu untuk diamankan. Ketika mereka mulai bergerak keluar, Pasukan Soviet menembaki jembatan dari Lochvitsa. Tembakan langsung dari senjata antipesawat dengan cepat menjadi perhatian utama. Menjelang sore, tentara Jerman telah berhasil mencapai bagian timur Lochvitsa tetapi terhenti di sana. 

Pengepungan Kota Kiev, 1-20 September 1941. (Sumber: https://www.operationbarbarossa.net/)

Soviet menembakkan senjata berat ke lokasi terbuka di setiap jalan yang didekati Jerman. Saat kegelapan turun, Lewinski menarik tanknya keluar kota karena takut akan serangan infanteri individu pada malam hari. Tank-tank tersebut mengambil posisi di daerah-daerah bersemak dan parit-parit di sepanjang tepi kota. Satu batalion infanteri Jerman telah tiba selama penyerangan, dan ditinggalkan untuk menguasai bagian timur Lochvitsa semalaman. Mereka bertahan dari beberapa serangan kuat Soviet dan mampu mempertahankan bagian-bagian kota yang telah direbut. Pada pukul 5 pagi berikutnya, saat kabut masih menggantung rendah di atas sungai dan Lochvitsa, Mayor Ernst Wellmann dan pasukannya bergerak untuk menyerang kantong-kantong pertahanan musuh. Saat mereka merebut jembatan sisi utara yang besar, mereka takjub karena menemukan enam senjata antipesawat yang berat berdiri di depan jembatan di sisi yang jauh, roda demi roda melintasi lebar jalan, tanpa adanya operator senjata anti pesawat musuh. Saat mereka bergerak para penembak Soviet keluar dari tempat tidur mereka di gubuk terdekat dan mereka segera menjadi tawanan, sisa pasukan Soviet mulai mundur. Pada pukul 10:30 pada tanggal 14 September, Lochvitsa telah berada di tangan Jerman. 

MENUTUP KANTUNG PENGEPUNGAN

Meski demikian Guderian masih khawatir. Meskipun beberapa tempat kering, namun hujan tetap mendominasi dan lumpur bertambah parah, pengintaian udara kadang-kadang dimungkinkan, namun pengintaian darat tidak mungkin. Semua divisinya terbentang 20 hingga 40 mil. Selain itu, tekanan pada ujung tombaknya sangat besar. Dengan Panzer Grup ke-1 bergerak ke utara, Soviet pasti bersama-sama akan bergegas keluar dari kantong pengepungan yang sedang berkembang, hal ini hanya meningkatkan tekanan bagi Guderian. Setelah menerobos pertahanan Soviet yang kaku di sekitar jembatan Kremenchug pada tanggal 12, Korps Bermotor XLVIII menghadapi perlawanan yang jauh lebih sedikit saat melesat ke utara untuk menemui pasukan Guderian. Pada tanggal 13, Divisi Panzer ke-9 merebut Mirgorod dengan hanya menghadapi perlawanan moderat sedangkan Divisi Panzer ke-16 berhasil merebut jembatan utuh di atas Sungai Sula di Lukomye dan berbelok ke utara menuju Lubny. Lubny dipertahankan musuh dengan keras. Komandan Soviet setempat telah meminta penduduk untuk turut mempertahankan kota, dan mereka melakukannya bersama dengan unit antipesawat dan formasi NKVD, polisi rahasia Stalin. Jenderal Hube menarik unitnya kembali untuk mengatur ulang dan mempersiapkan serangan untuk hari berikutnya. Pada fajar tanggal 14 terjadi pertempuran jalanan yang sengit. Namun pads akhirnya, kekuatan ad hoc Soviet bukanlah tandingan panzergrenadiers Jerman, dan pada sore hari Lubny telah berada di tangan Jerman dengan hanya kantong-kantong kecil pertahanan musuh yang tersisa. Tinggal tiga puluh mil lagi tersisa untuk menutup kantong pengepungan. 

Tentara Jerman berlindung dibalik parit, bersiap untuk melakukan serangan terbuka dekat kota Kiev. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/)

Direbutnya Lubny berarti bahwa rel terakhir dan koneksi jalan untuk memasok lima Pasukan Darat Soviet di kantong perlawanan telah terputus. Satu-satunya pasokan yang tersedia bagi mereka sekarang harus datang melalui udara. Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah detasemen kecil dari Divisi Panzer ke-3 bergerak ke selatan dari Lochvitsa. Letnan Hans Warthmann, komandan Kompi ke-6 dari Resimen Panzer 6, hanya tinggal memiliki dua tank dan empat kendaraan lapis baja lainnya yang masih dimilikinya. Misinya adalah menemukan Divisi Panzer ke-16. Satu-satunya kekuatan musuh yang ditemui Warthmann sedang melakukan perjalanan dari barat ke timur melintasi jalannya, mencoba melarikan diri dari pengepungan. Soviet tidak ingin lagi bertempur melawan musuh. Setiap kali tentara Jerman mendekat, tentara Soviet akan melompat dari kendaraan mereka dan melarikan diri. Kemudian tentara Jerman melaju dengan cepat. Kelompok kecil dari satuan Warthmann menyeberangi Sungai Sula melalui jembatan yang masih utuh dekat Luka sekitar pukul 16.00, kemudian mengikuti tepi timur barat daya menuju Lubny. Hari semakin gelap ketika mereka tiba di puncak bukit kecil dan pasukan tiba-tiba dapat melihat siluet kota di kejauhan dan mendengar suara tembakan senjata kecil. Itu pastilah pasti Lubny. Tapi di mana musuhnya, dan di mana pasukan kawan? Warthmann mengamati cakrawala melalui teropongnya untuk beberapa saat dan kemudian dengan hati-hati melanjutkan perjalanan. Dia segera mendekati anak sungai kecil yang tidak bisa dilewati dan mulai mencari jembatan. Sebuah jembatan kecil terlihat, dan itu harus segera direbut. Saat dia mendekat, jembatan itu terbang setinggi langit. Jerman telah melewati banyak jembatan kecil hari ini, dan ini adalah yang pertama kali dipertahankan musuh. Tiba-tiba, sosok berbaju abu-abu melompat dari semak-semak dan bergegas menuju jembatan yang hancur sambil melambaikan tangan mereka dengan panik. Mereka berlumuran tanah dengan janggut kusut. Mereka adalah orang-orang dari Kompi ke-2, Batalyon Perintis Panzer 16 dari Divisi Panzer ke-16. Saat itu pukul 18:20 tanggal 14 September, dan kantong pengepungan telah ditutup. Ketika lebih banyak pasukan tiba selama beberapa hari berikutnya, sisi timur kantung berhasil ditutup dengan aman.

 

Pasukan Jerman menjaga tawanan Soviet. Pengepungan Kiev tahun 1941 menghasilkan tawanan terbanyak dalam sejarah perang. (Sumber: https://www.rbth.com/)

Pada tanggal 17 September, Stalin akhirnya mengalah dan memberi izin kepada Front Barat Daya untuk mundur. Pada tanggal 19, Kiev jatuh ke tangan Jerman, dan pada tanggal 25 pertempuran berakhir. Meskipun ada upaya bersama untuk keluar dan beberapa serangan eksternal untuk membebaskan pasukan yang terperangkap, lima pasukan darat Soviet (Angkatan Darat ke-5, 37, 26, 38 and 21) dihancurkan dan 665.000 tentaranya ditangkap dalam kekalahan Soviet terburuk dalam Perang Dunia II. Hanya 15.000 tentara Soviet yang berhasil lolos dari pengepungan Kiev. Pengepungan dan menyerahnya ratusan ribu tentara Soviet ini juga dikenal sebagai pengepungan terbesar dan paling menghasilkan banyak tawanan dalam sejarah. Pertempuran Kiev tidak diragukan lagi merupakan kemenangan taktis besar. Namun apakah keuntungan strategisnya sebanding dengan kesuksesannya secara taktis, hal ini patut dipertanyakan. Guderian hanya punya sedikit waktu untuk menikmati kemenangan besar ini. Dalam waktu kurang dari dua minggu, serangan besar berikutnya dari Grup Angkatan Darat Pusat, lewat Operasi Topan/Typhoon yang dimaksudkan untuk merebut Moskow, akan dimulai, dan Grup Panzer ke-2 miliknya akan memainkan peran integral. Setelah kegagalan Typhoon pada  bulan Desember 1941, Guderian dibebaskan dari tugasnya oleh Hitler yang frustrasi mencari kambing hitam pada tanggal 26 Desember 1941. Hal ini adalah “pemecatan” pertama bagi Guderian dari jabatannya, namun bukanlah yang terakhir. Meski demikian, walaupun pada tahun 1943, Guderian dipanggil kembali ke dinas aktif, namun hari-harinya sebagai Jenderal Panzer yang sukses telah berakhir saat kampanye militer musim dingin tahun 1941 diluar kota Moskow!

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Guderian’s Last Victory By Jeff Chrisman

Panzer Leader By Heinz Guderian; p 158-162, p173, p210; 1961

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Kiev_(1941)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *