Problem Maintenance Kekuatan Udara Jepang dalam Perang Pasifik

Saat Jenderal MacArthur mendarat di pangkalan udara Atsugi jelang penyerahan Jepang, di Mainland Jepang terdapat kurang lebih 8.000 pesawat tempur, coba bayangkan jika pesawat ini digunakan untuk menyerang target-target armada militer sekutu yang mendekat di kepulauan Jepang. Namun berdasarkan pengakuan MacArthur di buku biografinya “Reminicences” (1964), disebutkan bahwa Jepang punya problem akut yang membelitnya sepanjang perang, yakni tingkat kesiapan terbang pesawat2 tempurnya rendah dibandingkan lawannya di Pasifik. Dari ribuan pesawat, sekitar 95-98% tidak operasional karena kelangkaan suku cadang sepele serta kurang baiknya tim maintenance di garis belakang. Selama kampanye di wilayah Papua dan Filipina, kekuatan udara MacArthur mampu menghancurkan ratusan pesawat grounded ini saat masih berjajar di landasan.

General view of wrecked Japanese Air Force planes at Atsugi Airport, Japan. September 1945

Hal sebaliknya terjadi di pihak sekutu, dimana meski mengawali perang dengan keadaan inferior baik secara kuantitas maupun kualitas, namun crew garis belakang yang bertugas melakukan maintenance armada udara mampu menerbangkan sebagian besar armada pesawat sekutu yang tersedia. Disamping itu, kontribusi dari pihak Australia selama perang dalam bentuk man power, penguasaan teknologi, dan kekuatan industrinya tidak dapat dikesampingkan. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa dengan kebijakan strategi “Europe First” dari pihak Amerika, Front Pasifik senantiasa dinomorduakan setelah eropa. Cuma sekitar 10% dari bantuan Amerika yang diberikan ke pasifik, sisanya dikirim ke Inggris dan bahkan Russia, inilah yang bikin MacArthur selalu meradang. Untungnya, medan Operasi MacArthur di Pasifik Barat daya terhitung self sufficient dengan bertopang pada industri Australia.

Bristol Beaufighter dibuat juga oleh Department Of Aircraft Production-Australia berdasar lisensi.

Australia secara industri cukup mandiri dalam mencukupi kebutuhan alat2 perang. Beberapa pesawat tempur mereka produksi berdasarkan lisensi seperti Bristol Beaufighter, pesawat serang darat dengan firepower mematikan. Bahkan mereka juga bikin pesawat tempur sendiri dalam wujud CAC Boomerang.

Pesawat tempur desain lokal CAC Boomerang asal Australia dalam PD II.

Tidak heran jika MacArthur tidak menganggap serius niatan Belanda untuk membikin bastion terakhir di pulau Jawa. Secara fasilitas Industri, Jawa tidak sebanding dengan Australia. Bahkan tawaran Inggris untuk menjadikan India sebagai sumbu counter offensive terhadap Jepang juga dia tolak karena menurutnya Australia lah yang lebih dekat dan lebih cocok untuk dijadikan pijakan dalam kampanye merebut Filipina (kunci akses Jepang ke wilayah Hindia Belanda yang kaya akan bahan baku).

Reminicences biografi MacArthur yang ditulisnya sendiri tepat sebelum dia meninggal, 5 April 1964.

Ketika kampanye perebutan wilayah di Pasifik dimulai, pangkalan aju di Australia dapat menjadi pendukung dan lokasi maintenance dari armada sekutu yang mumpuni untuk mengurangi ketergantungan dukungan dari mainland Amerika Serikat, dibanding pihak Jepang yang senantiasa amat bergantung dengan industri dan man power di mainland Jepang.

Dari pengalaman MacArthur, kita bisa belajar beberapa hal sebagai berikut:

1. Bahwa memiliki armada udara besar dan canggih tanpa ditopang dengan kemampuan maintenance yang mumpuni, hanya akan menjadi sekedar macan kertas, dimana pesawat ada secara fisik tapi nilai militernya tidak ada.

2. Lebih baik memiliki armada kekuatan udara yang senantiasa dapat menghadirkan potensinya secara militer ketimbang sekedar mampu membuat banyak armada udara namun hanya teronggok di landasan.

3. Faktor kekuatan dan kemandirian industri tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan kampanye militer. Selama sebuah kekuatan militer masih bergantung dengan pihak kedua, ketiga, yang jauh dari garis depan, jangan banyak berharap kesiapan tempur pasukan di garis depan dapat berjalan optimal.

Sumber:

Reminiscences by Douglas MacArthur, 1964.

https://en.m.wikipedia.org/wi…/Government_Aircraft_Factories

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Bristol_Beaufighter

https://en.m.wikipedia.org/wiki/CAC_Boomerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *