Raid komando Vietminh di Pangkalan Udara Gia Lam dan Cat Bi (4 & 7 Maret 1954)

Kisah unik ini dikutip dari buku jadoel “Asia Menang di Dien Bien Phu” yang ditulis Drs. Oey Hong Lee dan diterbitkan tahun 1961. Mengenai buku ini sendiri, saya merasa harus lebih jeli dalam membaca, karena terlihat jelas suatu keberpihakan yang berlebihan pada pihak Vietminh dengan penggambaran “Hitam dan Putih”, dengan gaya penulisan yang patriotis (gaya penulisan era 60an), yang jika tidak ditelaah dengan pemikiran yang berimbang akan membawa pembaca terjebak dalam propaganda yang klise. Akan tetapi kisah ini sendiri menarik untuk digali, pasukan gerilya Vietminh melakukan operasi komando menyabot pesawat musuh di pangkalannya sendiri, operasi komando yang mirip dengan operasi pasukan khusus SAS Inggris di Perang Dunia II, yang menyabot armada udara pasukan Rommel di Afrika Utara! Berikut kisahnya:

buku jadoel “Asia Menang di Dien Bien Phu” yang ditulis Drs. Oey Hong Lee

Gia Lam merupakan lapangan terbang Prancis di kota Hanoi, sedangkan Cat Bi adalah lapangan terbang di Haiphong, 100 km lebih ke Timur. Pada tanggal 4 Maret 1954, regu sabotir Vietminh berhasil menerobos di Gia Lam dan menghancurkan 18 buah pesawat terbang berbagai jenis (menurut sumber Vietnam Veteran of America dan tulisan John D Plating “Failure in the Margins: Aerial Resupply at Dien Bien Phu” tercatat setidaknya 10 pesawat Dakota-kemungkinan C-47 dihancurkan, sementara menurut sumber VietnamGear.com 11 pesawat). Kemudian serangan serupa dilakukan oleh komando Vietminh lainnya dengan hasil yang jauh lebih besar pada tanggal 7 Maret 1954.

C 47 Skytrain, aset utama pengiriman logistik ke Dien Bien Phu, 10 buah dihancurkan komando Vietminh di Pangkalan Udara Gia Lam

Cat Bi letaknya ada di luar kota pelabuhan Haiphong dan terletak diatas semenanjung kecil yang pada kedua sisinya dibatasi oleh 2 cabang Sungai Merah dan pada sisi ketiga dibatasi oleh laut. Pangkalan itu dijaga cukup ketat oleh Prancis dengan dilengkapi oleh rangkaian beberapa lapis kawat berduri, menara-menara penjaga, lampu sorot, ranjau, meriam 105 mm dan sarang-sarang senapan mesin. Harap diketahui pula serangan raid atas pangkalan-pangkalan udara Prancis selama perang Indochina pertama sudah beberapa kali dilakukan oleh gerilyawan Vietminh, jadi penjagaan ketat sudah lumrah dilakukan oleh Prancis. Jenderal Rene Cogny, komandan Prancis di Vietnam Utara bahkan tetap merasa aman, meskipun telah terjadi Raid sebelumnya di Pangkalan Udara Gia Lam.

Peta lokasi Pangkalan Udara Cat Bi (Cat Hai), yg ada di semenanjung Haiphong.

Setelah mengumpulkan data-data Intelijen mengenai pangkalan udara Cat Bi, Vietminh memutuskan untuk mengirim regu komando untuk menghancurkan pesawat-pesawat Prancis yang ada di Cat Bi. Untuk diketahui, Pangkalan Cat Bi, Gia Lam dan Do Son juga merupakan tempat dimana satuan crew udara Amerika yang menyokong pengoperasian pesawat-pesawat transport Prancis C-47 dan C-119 ditempatkan. Personel bantuan Amerika ini merupakan bagian dari Far Eastern Air Forces (FEAF), yang berpangkalan di Jepang.

Foto udara Pangkalan udara Gia Lam

Sebelum ditugaskan, satuan komando Vietminh terlebih dahulu dilatih intensif selama 2 bulan, diantaranya: lari sejauh 5-6 km dengan perlengkapan penuh, berenang menyeberangi sungai selebar 200m, untuk kemudian merangkak sejauh 100 m, dan terakhir berlatih memasang peledak plastik pada objek2 vital.

Setelah 4 hari ditunda, akhirnya pada hari H, satuan komando Vietminh berhasil menyelinap menghindari patroli Prancis dan menyeberangi sungai. Dari sini kita akan mengikuti penuturan Do Van Phong, yang berusia 20 tahun, saat mengikuti misi komando itu: “kami telah berhadapan dengan lapangan terbang. Tidak ada satu pohon pun, dibelakang dimana kami dapat bersembunyi. Beruntung sekali terdapat rumput yang cukup tinggi, dengan segera kami merebahkan diri dan bergerak ke kawat berduri yang pertama. Dekat sekali dari tempat kami ada seorang penjaga dan kami dapat melihat senjata yang dipegangnya. Ia memandang sekitarnya, kemudian berlalu begitu saja. Kami mulai memotong kawat secara berhati-hati. Seorang kawan dengan kuat memegang kawat yang sedang dipotong dan secara berlahan-lahan menempatkan kedua ujung kawat diatas tanah hingga tidak menyentuh ranjau-ranjau. Regu kami yang terdiri dari 40 orang (50 orang menurut tulisan John D Plating) dibagi menjadi 2 kelompok dan tiap kelompok melubangi kawat berduri itu sendiri-sendiri. Setelah menerobos beberapa lapis jaringan kawat dan menghindari patroli yang lalu lalang di pangkalan, akhirnya satuan kami tiba pada tempat yang direncanakan, yaitu landasan dimana kelompok pesawat terbang Prancis ditempatkan dalam beberapa jajar.

C 119 Flying Boxcar, target utama serangan komando Vietminh

Kemudian kedua kelompok berpencar, kelompok saya ke jurusan kiri, kelompok lain ke jurusan kanan. Kami masing-masing bekerja sejumlah 2 orang, yang dapat lari paling cepat menuju ke arah pesawat yang lebih jauh, sementara yang lain menuju ke pesawat yang lebih dekat. Tiap kelompok 2 orang menghadapi sebuah pesawat. Salah satu naik keatas bahu kawannya, membuka pintu pesawat dan menempatkan peledak plastik didalamnya atau menempelkannya pada motor pesawat. Hanya tersedia sedikit waktu sebelum pesawat pertama meledak. Untuk menghemat waktu kami sudah mengeluarkan peledak dari bawah pakaian saat sedang berlari maju.

Perwira Vietminh dan senapan mesin ringan FM24/29

Dalam 5 menit misi telah usai dan pasukan komando Vietminh segara mengundurkan diri, 60 buah pesawat dihancurkan. Mengenai jumlah ini saya masih agak sanksi mengenai kemungkinan jumlah dibesar-besarkan. Beberapa sumber menyebut jumlah lebih kecil dan ada yang tidak merinci, diantaranya: menurut John D Plating dalam “Failure in the Margins: Aerial Resupply at Dien Bien Phu” halaman 78 ditulis 1 buah B 26 dan 6 Morane 500 Crickets (pesawat pengamat kecil) dihancurkan, sementara 3 B 26 dirusakkan sementara di web Vietnam Veteran of America, dalam tulisan “Mechanics at the Edge of War US Ground Forces in Vietnam” oleh John Prado menuliskan beberapa B-26 dan pesawat Spotter dihancurkan, dimana dalam peristiwa itu seorang perwira Vietminh, serta beberapa komando ditangkap, 5 orang komando dikabarkan tewas. Dalam bukunya “People War People Army” halaman 90, Jenderal Giap mengklaim bahwa serangan komando Vietminh di Gia Lam dan Cat Bi telah menghancurkan 78 buah pesawat musuh (18 di Gia Lam dan 60 di Cat Bi).

Morane MS 500 Cricket, turut hancur dalam serangan komando di Cat Bi

Satu hal yang dapat disimpulkan dari hal-hal diatas bahwa kedua serangan tersebut merupakan sebuah pukulan bagi Pasukan Udara Prancis di IndoChina. Jika kita melihat timeline yang ada, bukan merupakan suatu kebetulan jika raid ini dilakukan beberapa hari sebelum pertempuran Dien Bien Phu yang dimulai tanggal 13 Maret 1954. Dengan kedua serangan ini, pihak Prancis akan mengalami potensi kekurangan pesawat dalam mengirimkan bala bantuan perbekalan dan dukungan udara bagi pasukan-pasukan Kolonel Christian de Castries di Dien Bien Phu kelak. Seperti kita tahu bahwa perbentengan Dien Bien Phu, yang topografinya seperti mangkuk, amat bergantung pada logistik yang dikirim via udara lewat pesawat angkut Dakota C 47 dan dukungan tembakan akurat dari pesawat-pesawat udara seperti B-26 Invader.

B 26 Invader, aset penting AU Prancis dalam dukungan udara jarak dekat (CAS), yg turut jadi korban serangan komando di Cat Bi 7 maret 1954
Petikan koran 27 Juni 1954, tentang aktivitas serangan komando Vietminh atas Pangkalan Udara Prancis di Indochina.

Sumber:


“Asia Menang di Dien Bien Phu” halaman 40-43, Drs. Oey Hong Lee, 1961

“Failure in the Margins: Aerial Resupply at Dien Bien Phu” halaman 78, John D Plating, 2000

Vietnam Veteran of America “Mechanics at the Edge of War US Ground Forces in Vietnam” John Prado, 2002 http://www.vva.org/archive/TheVeteran/2002_08/mechanics.htm

IndoChina war time line: 1954http://www.vietnamgear.com/Indochina1954.aspx

“People’s War People’s Army’ halaman 90, Vo Nguyen Giap, 1961

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *