Senapan M1 Carbine & mekanismenya yang dirancang mantan narapidana.

Audie Murphy salah satu prajurit yang paling banyak mendapat penghargaan dalam sejarah Amerika melakukan aksi terkenalnya pada 26 Januari 1945. Selama tiga jam, ia berjuang melawan puluhan pasukan Nazi yang maju, datang kepadanya dari tiga sisi. Dia melakukannya dengan menggunakan telepon lapangan, senapan mesin M2 Browning .50-cal, dan M1 Carbine-nya yang terpercaya. Jenderal MacArthur menyebut senapan karabin M1, sebagai “Salah satu faktor yang punya kontribusi terkuat dalam mencapai kemenangan kita di Pasifik.”

Audie Murphy with an M1 carbine in ‘To Hell And Back,’ the film about his Medal of Honor experience in World War II.

Awal mula kisah David William

Karabin itu adalah senjata yang awalnya dirancang hanya untuk digunakan pasukan terjun payung pada Perang Dunia II. Ia memang memiliki kekurangan, tetapi keandalannya telah dibuktikan dalam tiga perang besar Amerika yang dilakukan Amerika (PD II, Korea dan Vietnam) – dan bahkan merupakan senjata yang juga digunakan oleh musuh. Namun tidak banyak orang tahu senjata tangguh ini dirancang oleh ahli senjata yang belajar secara otodidak, pernah jadi kriminal, dan bahkan terpidana.

Kapten Robert Bacon memimpin patroli ARVN dengan membawa M1 Carbin dalam tahun-tahun awal keterlibatan Amerika dalam perang Vietnam, 1960-an.

David Williams mulai membuat minuman keras di pedalaman North Carolina pada tahun 1919. Satu-satunya masalah adalah bahwa sebagai penduduk asli Kabupaten Cumberland ia sangat ahli dalam hal itu. Dengan segera tersebar kabar tentang kualitas wiski buatan pria muda itu. Dengan munculnya Larangan peredaran minuman keras pada tahun 1920, statusnya yang terkenal tersebut segera menarik perhatian penegak hukum. Tahun berikutnya, dia masih dikejar oleh penegak hukum setempat, dan baku tembak pun terjadi. Dalam adu tembak, Williams kemudian menembak dan membunuh seorang deputi sheriff.

Dia kemudian ditangkap kemudian dihukum karena tuduhan pembunuhan tingkat dua, dan dijatuhi hukuman 30 tahun penjara oleh negara. Pria yang nantinya mendapat julukan “karabin” ini menghabiskan banyak waktu baik di bengkel pandai besi penjara, maupun di sel isolasi. Sebagai seorang pemikir yang inovatif dan walau tanpa pelatihan formal, ia menghabiskan waktunya di dalam sel untuk memikirkan cara-cara baru untuk meningkatkan kinerja mesin-mesin yang ada – termasuk senjata api. Dia mulai membuat suku cadang dari besi tua dan kayu, yang, pada gilirannya, memberinya lebih banyak waktu untuk bekerja di bengkel. Semakin banyak waktu yang dia habiskan di bengkel, semakin baik yang dia lakukan untuk dirinya sendiri dan masyarakat.

Ternyata si “otodidak” ini sangat mahir dalam mengenal prinsip2 kerja bagian-bagian mesin. Dia menemukan mekanisme floating chamber, sebuah mekanisme yang memungkinkan senapan kaliber yang lebih besar untuk menembak amunisi caliber 0.22 yang lebih kecil. Sementara tahanan lain dikenal karena bisa membuat pisau buatan sendiri, Williams dapat membuat senapan dari material sisa-sisa.

Si Perancang mekanisme M1 Carbine

Kebutuhan Senapan Karabin

Dia mendapatkan pembebasan lebih awal pada tahun 1929 dan kembali ke pertaniannya, di mana dia membangun sebuah bengkel besar dan mulai memperbaiki penemuannya. Akhirnya, dia dipekerjakan oleh Winchester Repeating Firearms Company. Pada tahun 1938, Kepala Infanteri meminta agar Departemen persenjataan mengembangkan “senapan ringan” atau karabin, meskipun persyaratan formal untuk jenis senjata tidak disetujui sampai tahun 1940. Karabin pada dasarnya adalah versi yang lebih pendek dari senapan yang ada. Beratnya sering lebih ringan dan menggunakan laras yang lebih pendek tetapi tidak mengorbankan banyak performa dalam hal konsistensi atau akurasi. Namun, karabin M1 jelas bukan versi karaben dari Garand M1. Kedua senjata itu juga menggunakan amunisi yang berbeda. Tetapi pada saat itu memang ada kebutuhan akan senjata ringan yang lebih kecil dan kompak namun lebih punya daya pukul dibanding senapan SMG macam Thompson untuk digunakan oleh pasukan terjun payung dan kru pendukung lainnya (prajurit staff, awak mortir, juga awak radio) sehingga Angkatan bersenjata membutuhkan senapan baik M1 Carbine maupun M1 Garand. Pada kriteria awal, Angkatan Darat membutuhkan senapan ringan yang bisa menghantam target sejauh 300 yard (200 meter lebih) namun bobotnya tidak lebih dari 5 pon (sekitar 2.5 Kg).

M1 Carbine awalnya ditujukan untuk crew pendukung seperti awak mortir yang membutuhkan senjata kompak, ringan, akurat, namun mumpuni.

Kontribusi David William

Pada tahun 1939 Winchester mempekerjakan David Marshall William untuk menyelesaikan berbagai desain mendiang Ed Browning (Saudara perancang senjata terkenal John Moses Browning) yang belum terselesaikan. Williams mendesain sendiri dan membangun sistem short stroke gas piston saat berada di penjara dan memasukkannya ke dalam desainnya untuk senapan infanteri yang lebih ringan. Dalam uji coba, desain “Carbine” WIlliams ‘terbukti jauh lebih efektif dan konsisten daripada produsen senjata lainnya, terutama dalam kondisi berpasir – lingkungan yang akan terbukti sangat penting bagi Korps Marinir Amerika di Pasifik.

M1 Carbines were present at the first Iwo Jima flag raising.

Peluru kaliber .30 Carbine yang digunakan oleh M1 Carbine, pada dasarnya adalah versi penyempurnaan dari peluru .32 Cartridge Winchester Self-Loading usang yang digunakan untuk senapan Winchester Model 1905. Dengan Propelannya yang jauh lebih baru dan dengan memanfaatkan teknologi kimia terbaru. Akibatnya, .30 Carbine 27% lebih kuat daripada peluru pendahulunya.

Peluru caliber .30 M1 Carbine

Sebagai perbandingan, peluru M1 Garand caliber .30-06 hampir 3 kali lebih kuat daripada peluru M1 Carbine. Namun, peluru M1 Carbine dua kali lebih kuat dari peluru SMG kaliber .45ACP yang umum digunakan pada saat itu oleh M1 Thompson dan kemudian oleh M3 Grease. Karenanya, karabin menawarkan jangkauan, akurasi, dan penetrasi yang jauh lebih baik daripada senjata submachine gun tersebut. M1 juga memiliki bobot setengah dari berat senapan SMG Thompson dan menembakkan peluru yang lebih ringan. Oleh karena itu, tentara yang bersenjatakan Karabin dapat membawa lebih banyak amunisi daripada mereka yang bersenjatakan Tommy Gun.

Alat bidik, jarak, dan akurasi

Karabin M1 memiliki perangkat bidik sederhana, yang memiliki dua pengaturan: untuk jarak 150 dan 300 yard. Namun, laporan lapangan menunjukkan bahwa perangkat ini tidak memadai, dan pada tahun 1944, digantikan dengan perangkat bidik tipe geser yang dapat disesuaikan dengan empat pengaturan: 100, 200, 250 dan 300 yard.

Closeup of M1 carbine receiver. Note: original flip sight and push button safety.

Pada jarak 100 yard (91 m), karabin M1 dapat mengirimkan kelompok tembakan dengan akurasi perkenaan antara 3 dan 5 inci, cukup untuk tujuan penggunaannya yang dimaksudkan sebagai senjata pertahanan jarak dekat. Karabin M1 memiliki jangkauan maksimum 300 yard (270 m). Namun, kekuatan peluru melorot signifikan saat melebihi jarak 180 meter (180 m). Karena itu, M1 memiliki praktis memiliki jangkauan efektif sekitar 200 yard. Jangkauan yang tetap lebih unggul dari rata2 SMG yang hanya dibawah 100 yard.

The M1 Rifle and M1 Carbine share only a buttplate screw and use different sized .30 caliber ammunition

Karabin M1 biasa menggunakan magazine kotak lurus standar berisi 15 peluru. Masuknya M2 carbine yang punya fitur memilih tipe penembakan pada bulan Oktober 1944 membawa juga type magazine dengan 30 peluru yang melengkung atau biasa dikenal sebagai “Magazine Pisang”. Setelah WW2, magazine 30-peluru dengan cepat menjadi magazine standar untuk M1 dan M2 karabin, meskipun magazine 15 peluru tetap beredar sampai akhir perang Vietnam.

ARVN soldiers with M1 carbines and U.S. Special Forces with M16s

Produksi

Pada akhir Perang Dunia II, Militer AS memproduksi lebih dari 6.1 juta senapan M1 Carbine untuk digunakan melawan Nazi dan Jepang, yang menjadikannya senjata perorangan paling banyak diproduksi di Amerika, menyisihkan senapan ikonik Garand M1 oleh lebih dari satu juta unit (total produksi Garand mencapai 5.4 Juta pucuk, sementara SMG Thompson mencapai angka 1.3 Juta).

U.S. Marines holding captured Chinese Communists during fighting on the central Korean front. Note: M1 carbine with mounted bayonet

Diterjemahkan dan disarikan dari:

https://www.wearethemighty.com/gear-tech/m1-carbine-designed-by-convict?rebelltitem=4#rebelltitem4

https://en.m.wikipedia.org/wiki/M1_carbine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *