Stephen Wesley Pless & Crew: from Gunship to Dust-Off Mission

Pada tanggal 19 Agustus 1967, Kapten Stephen W. Pless sedang dalam misi penerbangan keduanya di hari itu. Helikopter gunship UH-1E nya diterbangkannya menuju area Chu Lai untuk memberikan perlindungan atas evakuasi medis seorang prajurit Korea Selatan yang terluka. Saat Huey mereka menuju area evakuasi, Pless dan para awak lainnya memonitor frekuensi radio emergency seperti biasanya, saat tiba-tiba mereka mendengar adanya laporan mengenai jatuhnya sebuah Huey milik Angkatan Darat di sebuah pantai selatan dari Chu Lai. Crew Huey malang itu dilaporkan dalam kondisi terkepung. Pless kemudian berusaha mengontak crew dari Huey yang jatuh itu sambil berharap, salah seorang diantara mereka dapat memberikan informasi mengenai posisi pasti mereka di daratan. Namun tidak ada jawaban….

Chu Lai, lokasi penyelamatan oleh Pless dan Crew pada 19 Agustus 1967.

Pless kemudian memastikan bahwa misi evakuasi prajurit Korea dapat dilakukan dengan aman tanpa perlu mendapat perlindungan dari Huey gunshipnya. Setelah itu dia mengadakan “voting” diantara crew Huey nya sendiri, apakah mereka akan mengeksekusi operasi penyelamatan crew Huey yang jatuh di selatan Chu Lai itu atau tidak. Crew Huey-nya yang terdiri dari: Kapten Rupert Fairfield-Co-Pilot, Gunnery Sergeant Leroy Poulsen-Gunner, dan Lance Corporal John Phelps-Crew Udara, semuanya adalah veteran berpengalaman. Semuanya memberi “lampu hijau” untuk melakukan operasi penyelamatan. Pless segera mengarahkan Huey nya ke arah dimana helicopter yang jatuh itu terakhir terlihat. Tidak lama lagi Pless dan crew-nya akan segera terlibat dalam aksi yang menentukan hidup-mati dari crew helicopter Angkatan Darat yang malang itu.

(Left to Right) Lance Cpl. John Phelps, Maj. Stephen W. Pless, Capt. Rupert Fairfield, and Gunnery Sgt. Leroy Poulson, pose for a photo in Da Nang, Vietnam, following their daring rescue mission. Pless was awarded the Medal of Honor for his actions, and all other members of his crew received the Navy Cross. Photo by: Official U.S.M.C. Photos from Pless Archives

Pilot Berpengalaman

Pless lahir dengan nama Stephen Pollard pada 6 September 1939, di Newnan, Georgia. Setelah orang tuanya bercerai, ibunya Nancy Lassetter Pollard pindah ke Atlanta dan menikah lagi dengan pria bernama Berlin Pless. Stephen diadopsi oleh ayah tirinya dan mengambil nama keluarga Pless. Ketika menjadi lulus dari Akademi Militer Georgia, Pless mendaftar di Cadangan Korps Marinir AS pada 6 September 1956, dan bertugas di Batalion Transportasi Motor ke-1 di Atlanta. Setelah lulus, ia mengikuti pelatihan rekrutmen dan pelatihan tempur tingkat lanjut di Parris Island, Carolina Selatan, dimana pendidikan berakhir pada Oktober 1957. Ia kemudian bertugas sebagai pengamat artileri pada Resimen Marinir ke-10, Divisi Marinir ke-2, hingga September 1958. Pless lalu mengikuti pendidikan pelatihan penerbangan di Pensacola, Florida, ia ditugaskan sebagai letnan kedua pada 16 September 1959. Ia dipromosikan menjadi letnan pertama pada 16 Maret 1960, dan ditunjuk sebagai penerbang marinir setelah lulus dari pelatihan pada 20 April 1960.

Kapal induk USS Boxer (LPH-4), salah satu tempat penugasan Stephen Pless.

Pada tahun 1967, Pless sudah terbiasa dengan misi tempur dan Vietnam. Setelah lulus pelatihan penerbangan Marinir 7 tahun sebelumnya, Pless ditugaskan di skuadron helicopter USMC yang bertugas di Kapal induk USS Wasp dan kemudian di USS Boxer. Pless kemudian ditugaskan di Asia Tenggara pada tahun 1962. Penugasan pertamanya di kawasan ini adalah di Thailand sebelum kemudian dikirim ke Da Nang, Vietnam Selatan, dimana dia turut mendukung misi anti gerilya pemerintah setempat. Pada masa-masa ini Marinir Amerika mengandalkan helicopter UH-34 yang tangguh dan dapat diandalkan, yang kerap dikenal di lingkungan AL Amerika dan USMC sebagai HUS (kependekan dari Helicopter Utility Sikorsky). Pada tahun-tahun seperti 1966-1967, satuan marinir di daratan sering meminta bantuan dukungan helicopter dengan berkata: “Give me a HUS” yang sama artinya dengan: “kirimkan yang terbaik, kami tidak ada waktu untuk bermain-main”.

Di awal penugasannya, Pless kerap menerbangkan helikopter UH-34 Choctaw. Choctaw dikenal sebagai helikopter tangguh yang dapat diandalkan oleh USMC selama bertahun-tahun sebelum secara bertahap digantikan oleh UH-1 Huey. Kelemahan Choctaw adalah profilnya yang tinggi memudahkannya jadi sasaran tembak, kurang lincah dan kurang firepower.

Pada tahun 1963 Pless kembali ke Amerika untuk menjadi instruktur helicopter. Setelah 3 tahun di Amerika, Pless dikirim kembali ke Vietnam. Pada masa itu Marinir sudah mulai mengganti armada H-34 nya dengan armada Huey UH-1E yang mulai diterima oleh USMC pada Februari 1964. Pless menyukai Huey yang punya cukup firepower dibanding H-34. Saat ditugaskan sebagai gunship, UH-1E memiliki persenjataan standar yang terdiri dari pod roket dan hingga setengah lusin senapan mesin M60 yang ditempatkan di dudukan khusus di kiri kanan body helicopter dan di bagian pintunya. Seringkali para crew juga membawa serta beberapa granat dan senjata perorangan.

From March 20 to September 22, 1967, Pless served in Vietnam as Assistant Operations Officer, VMO-6, Marine Aircraft Group 36, 1st Marine Aircraft Wing.

Hingga misi tanggal 19 Agustus 1967, Stephen Pless telah menjadi salah satu pilot korps Marinir yang paling berpengalaman menjalankan misi tempur serta telah dianugerahi medali Distingushed Flying Cross karena menyelamatkan seorang marinir yang terluka di sebuah Firebase yang tengah mendapat serangan gencar musuh. Ia kerap membagi pengalamannya ke banyak penerbang baru yang tidak diragukan lagi akan menyelamatkan banyak nyawa.

Misi Penyelamatan

Mayor Stephen Wesley Pless, satu-satunya penerbang Marinir Amerika yang memperoleh Medal Of Honor di Vietnam.

Tidak diketahui apa yang ada di pikirannya saat mengarahkan hidung helikopternya kea rah pantai di mulut sungai Song Tra Khuc dimana panggilan emergency muncul pertama kali. Saat ia mendekati pantai, ia segera melihat reruntuhan helicopter. Dengan menurunkan hidung helikopternya untuk mendapatkan kecepatan, Pless mengitari area dan melihat empat orang Amerika tergeletak di pantai sedang dipukuli dan dibayonet oleh Viet Cong. Pless membawa Hueynya terbang melayang untuk menilai situasi. Vietcong dibawah mengacungkan kepalan tangan kearahnya untuk menakuti Pless dan rekan-rekanya untuk tidak mendekat dan menemui nasib serupa.

Saat Pless mendekati pantai, tiba-tiba 50 Vietcong lainnya berlari dari arah pepohonan untuk bergabung dengan rekan-rekan mereka di pantai. Salah seorang Amerika di pantai mulai melambaikan tangan kearah helicopter dalam kondisi telah dipukuli habis-habisan. Pless kemudian memerintahkan Sersan Poulson untuk membuka tembakan. Leroy Poulson segera memuntahkan tembakan ke sisi terluar dari musuh, karena khawatir tembakannya akan mengenai crew Amerika yang helikopternya jatuh itu. VC dengan bergerombol segera lari kearah jurusan pepohonan.

Detail dudukan roket dan senapan mesin ganda pada Huey Gunship.

Dengan membelokkan helikopternya, Pless menempatkan Hueynya diantara VC yang berlarian dengan pepohonan tempat mereka dapat berlindung, untuk memblokir rute pelarian mereka. Ia menghabiskan 2 pod roket kearah kumpulan VietCong yang terjebak di tempat terbuka. 14 buah roket 2.75 inchi menghajar target, mengenai beberapa VC tepat di dadanya. Area segera dipenuhi dengan mereka yang mati dan sekarat. Asap yang ditimbulkan oleh roket mengurangi jarak pandang, hingga Pless membawa helikopternya menjauh untuk menghindari counter attack dari pihak musuh. Dengan 4 senapan M60 ada di dudukan kiri kanan helicopter yang mengarah kedepan dan 2 lagi ada di pintu helicopter, Huey Pless masih memiliki cukup firepower.

UH-1E Huey Gunship milik marinir yang dilengkapi dengan persenjataan standar yang terdiri dari 2 pod roket dan 6 senapan mesin M60 yang ditempatkan di dudukan khusus di kiri kanan body helicopter dan di bagian pintunya.

Setelah memundurkan helikopternya, Pless menekan tombol penembakan, menembakkan M60 kearah kabut asap untuk menghajar VietCong yang tersisa menjauh dari crew Amerika yang terluka di pantai. Pless sadar bahwa kini adalah saat yang kritis, dimana dia dapat menahan VietCong selama amunisi gunship nya masih cukup. Tanpa berpikir terlalu lama, Pless segera membelokkan dan mendaratkan Huey nya ke pantai. Kopral John Phelps mulai menembaki kea rah Vietcong. Sersan Poulson melepas harness dan headsetnya, kemudian melompat keatas pasir dan berlari kearah para crew Amerika yang terluka. Vietcong yang masih hidup segera mengkonsolidasi dan kini mulai menembaki Poulson dan helicopter. Setelah menemukan seorang Amerika, yang meski shock, namun masih mampu berjalan, Poulson membantunya kembali ke helicopter. Phelps dengan tembakan akurat melintasi Poulson dan orang Amerika itu, mengenai beberapa VC lainnya.

Pless dan crew helikopter nya yang pemberani.

Poulson kemudian berlari kearah crew lainnya di pantai, yang ada dalam kondisi buruk. Sialnya, tubuh orang ini besar, dan Poulson beberapa kali kesulitan untuk mengangkatnya. Melihat rekannya dalam masalah, Phelps segera menembakkan beberapa tembakan perlindungan dan segera berlari untuk membantu. Situasi semakin genting, Kapten Rupert Fairfield beranjak dari kursi ko-pilotnya, melepas sebuah M60 dan melompat keluar dari helicopter. Dengan menjatuhkan diri keatas pasir, ia segera menjumpai 3 VC mendekat kurang dari 10 kaki jaraknya, tanpa membuang waktu, ia segera menghabisi ketiganya dengan M60 nya, dan segera berlari membantu Poulson dan Phelps. Melihat beberapa musuh mendekat, Fairfield memerintahkan Phelps untuk kembali ke M60nya dan memberikan tembakan perlindungan sementara ia membantu Poulson.

Ilustrasi penyelamatan yang dilakukan Pless dkk di Pantai selatan Chu Lai, 19 Agustus 1967.

Beberapa VC telah berkelompok dibalik pepohonan dan mulai menembaki dengan gencar kearah helicopter. Kedua penyelamat terlihat mengalami kesulitan melintasi pasir, sekali lagi Pless meminta Phelps untuk membantu mereka. Survivor crew yang telah diselamatkan menggantikan Phelps untuk memberikan tembakan perlindungan sementara Phelps berlari membantu rekan-rekannya. Dengan membawa awak yang terluka, ketiganya mampu kembali ke helicopter melintasi tempat terbuka berjarak 20 kaki sambil menembakkan pistol Colt caliber.45 nya kearah musuh.

Stephen W. Pless (left) and his brother, Travis, salute the camera in this 1942 photo. Both boys went on to join the military as young men — more than 20 years later, Stephen would receive the Medal of Honor for heroism during combat in Vietnam.

VC kemudian melancarkan serangan kearah helicopter, Phelps yang sudah kembali keatas heli mulai menembakkan M60nya membunuh beberapa dan memaksa sisanya berlindung dari posisi dimana mereka tadi menembaki helicopter. Meski kecapekan setelah membawa orang kedua ke helicopter, Poulson dan Fairfield masih harus kembali untuk membawa 2 korban lainnya. Membawa orang ketiga sama susahnya saat melintasi pasir, sekali lagi Phelps turun membantu. Saat mereka kembali, terlihat seorang VC ada di balik helicopter sambil membawa granat tangan. Phelps menarik pistol caliber.45 nya dan menembak Vietcong itu dengan 6 peluru. Poulson kembali ke orang yang keempat, namun menemukannya sudah dalam kondisi tidak bernyawa, lehernya digorok dan mukanya dimutilasi. Kedua crew helicopter itu berlari kembali ke helicopter, yang telah ada dalam guyuran tembakan yang intensitasnya semakin bertambah. Pada saat itu sebuah UH-1B milik Angkatan Darat muncul, dimana pilotnya segera menembak kearah pepohonan, sementara VC masih ada yang di pantai. Kehadiran Huey AD ini memindahkan konsentrasi tembakan dari UH-1E milik marinir dan memungkinkan Pless beserta crew dan 3 awak yang diselamatkan untuk take off, pada saat yang sama sebuah H-34 milik ARVN mendarat di pantai (tidak jelas apakah crew ARVN ini berhasil mengevakuasi jenasah crew ke-4 atau tidak). Dengan kondisi kelebihan beban, karena UH-1E marinir adalah helicopter gunship bersenjata yang mengurangi kapasitas angkut personelnya, Pless terpaksa terbang sedikit diatas air dan menyentuh air beberapa kali saat Huey-nya beberapa kali menolak mengudara.

Sersan Staff Lawrence H. Allen, satu-satunya crew yang tetap hidup setelah penyelamatan yang dilakukan Stephen Pless, 19 Agustus 1967.

Para crew mulai melepas pod roket, plat armor pelindung dan apa saja yang dapat meringankan helicopter. Akhirnya saat helicopter berhasil mengudara, Pless segera mengontak markas besar untuk menghentikan penembakan artileri di sepanjang jalur penerbangannya, karena helikopternya tidak dapat terbang tinggi untuk menghindari peluru artileri yang beterbangan. Ia juga mengontak tim medis di Chu Lai untuk mempersiapkan diri menerima personel yang terluka. Jam di tangannya menunjukkan waktu sekitar 30 menit sejak ia pertama kali menerima informasi permohonan bantuan. Namun jelas waktu saat penyelamatan terasa lama.

Penghargaan

Kembali ke pangkalan, mereka yang terluka segera mendapat perawatan, namun hanya satu yang selamat dari perlakuan brutal VC, yakni Sarsan Staff Lawrence H. ALLEN. Rupert Fairfield, Leroy Poulsen dan John Phelps memperoleh penghargaan Navy Cross atas aksi mereka yang penuh keberanian mereka. Para marinir itu tercatat menewaskan 20 VC dan sekitar 38 lainnya yang tidak terkonfirmasi.

Stephen Pless tepat di sebelah kiri Presiden Johnson dan di kanan jauh, Drew Dix, perwira Baret Hijau yang memperoleh MOH atas aksinya menyelamatkan sebuah kota pada saat serangan Tet, 1968.

Stephen Pless meninggalkan Vietnam pada bulan Oktober 1967 kembali ke Amerika setelah menyelesaikan 780 misi dan 1000 jam tempur dalam 2 kali tour di Vietnam. Helicopter-helikopter yang dikemudikannya telah 100 kali ditembus peluru dan ia ditembak jatuh 2 kali. Ia total dianugerahi penghargaan Silver Star, Distinguished Flying Cross, Bronze Star, Air Medal with Seven Silver and Gold Star, Navy Commendation Medal with Combat V, Purple Heart, Marine Corp Expeditionary Medal, Vietnam Service Medal, dan Republic Of Vietnam Campaign Medal.

Service members render honors at the funeral of Maj. Stephen W. Pless, the first and only Marine aviator to receive America’s highest and most-revered medal — the Medal or Honor — for bravery and courage in Vietnam.

Setelah dipromosikan menjadi Mayor, Pless diperintahkan untuk hadir di Gedung Putih pada tanggal 16 Januari 1969 untuk memperoleh Medal Of Honor yang diberikan oleh Presiden Lyndon B. Johnson. Ia adalah marinir ke-18 yang menerima penghargaan itu di Vietnam, sekaligus satunya penerbang marinir yang menerimanya. Tragisnya 6 bulan kemudian Stephen Pless meninggal dalam kecelakaan sepeda motor di jembatan Santa Rosa Sound, Florida. Mayor Pless meninggalkan seorang istri, Jo Ann Smith dan tiga anaknya.

Patung perunggu Stephen Pless.
Makam Mayor Stephen W. Pless.

Diterjemahkan dan dilengkapi kembali dari:

Illustrated History Of The Vietnam War: Helikopters oleh John Guilmartin, Jr & Michael O’ Leary; Mei 1988 Chapter 4, hal 59-71

Vietnam War Congressional Medal of Honor Recipient Major Stephen

Wesley Pless, USMC http://www.mcleague1196.org/Pless_bio.htm

http://www.txdevildog.com/steve-pless-moh/

http://popasmoke.com/story/pless-moh-mission/

http://www.mcleague1196.org/pless_moh.htm

https://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_W._Pless

One thought on “Stephen Wesley Pless & Crew: from Gunship to Dust-Off Mission

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *