Hiroshi “Hershey” Miyamura, Nisei penerima Medal Of Honor dalam Perang Korea.

Pada 24 April 1951, Kopral. Hiroshi Miyamura – lebih dikenal sebagai “Hershey” (karena kesulitan menyebut nama depannya) oleh anak buahnya – dan pasukannya (bagian dari Kompi H, Resimen Infantri ke-7, Divisi Infanteri ke-3) yang terdiri dari selusin penembak senapan mesin dan lima penembak senapan ditempatkan di sebuah bukit di Taejon-Ni, Korea untuk menghambat serangan tentara Cina yang semua orang tahu akan datang. Sisi bukit saat itu penuh dengan parit dan kawah dan berserakan dengan dikelilingi kawat berduri. Pada jam 4 pagi, keheningan dipecahkan oleh suara terompet dan siulan ketika gelombang demi gelombang tentara Cina yang menyeberangi Sungai Imjin sambil berteriak “Kill, kill, dam ‘mericans!”. Salah satu gelombang serangan infanteri itu menghantam posisi Miyamura. Tiba-tiba, dia ada dalam posisi bertanggung jawab atas misi yang lebih mirip misi bunuh diri.

Sersan Staff Hiroshi Miyamura

Awal karir

Lahir 6 Oktober 1925 dan dibesarkan di Gallup, New Mexico, putra seorang imigran Jepang sebagai anak ke-4 dari 9 bersaudara. Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II, Presiden Franklin D. Roosevelt memerintahkan relokasi dan pengasingan orang Jepang-Amerika karena kekhawatiran bahwa beberapa akan berubah menjadi pengkhianat. Namun, bagi masyarakat di luar “zona militer” pantai yang sensitif, hal ini tidak wajib, dan pemerintah daerah dapat memutuskan apa yang ingin mereka lakukan. Di Gallup, penduduk Jepang-Amerika dibiarkan bebas. Miyamura bergabung dengan militer pada tahun 1944 saat Perang Dunia II dengan Regimental Combat Team ke-442 yang terkenal, sebagai unit Jepang-Amerika yang menjadi unit yang paling banyak mendapat penghargaan untuk satuan sebesar itu dalam sejarah Amerika (selain Medal Of Honor, personel satuan ini setidaknya mendapat 47 Distinguished Service Crosse, 354 Silver Star, dan sekitar 3,600 Purple Heart). Tetapi Miyamura sendiri tidak sempat bertempur bersama satuan itu karena lima hari sebelum mendarat di Italia, perang usai.

The 442nd Regimental Combat Team, salah satu satuan paling banyak mendapat penghargaan dalam militer Amerika selama Perang Dunia II. Seluruh satuan beranggotakan prajurit-prajurit keturunan Jepang-Amerika. Hiroshi Miyamura sempat bergabung dengan satuan ini, namun tidak sempat bertempur, karena perang keburu berakhir.

Hershey dengan bangga pulang ke rumah bersama dengan satuan-442 yang gagah berani, kembali ke kota Gallup tempat ia berasalnya. Ia kemudian bekerja sebagai montir mobil, sekaligus bertugas di satuan cadangan Angkatan Darat. Dia menikahi kekasihnya pada Juni 1948, tepat sebelum pendaftarannya di satuan cadangan berakhir. Dan kemudian, menyadari sepenuhnya bahwa dengan melakukan pendaftaran ulang, pihak militer mungkin akan memanggilnya untuk bertugas aktif sewaktu-waktu. Hershey membuat pilihan untuk terus melayani negaranya.

Invasi Korea Utara ke Korea Selatan membawa Hiroshi Miyamura ke medan perang sesungguhnya.

Pada pukul 4:00 A.M. hari Minggu, 25 Juni 1950, hampir 100.000 tentara Korea Utara melintasi garis pararel 38 yang membagi kedua Korea terus melaju menyerbu ke Korea Selatan. Dalam beberapa hari, kejatuhan Korea Selatan tampaknya sudah dekat, namun kekalahan yang sudah didepan mata ini dalam sekejab berubah oleh pendaratan amfibi pasukan MacArthur pada 15 September di Inchon. Dengan otorisasi sebagai pemimpin pasukan PBB, MacArthur membalik keadaan yang tidak menguntungkan menjadi operasi ofensif yang tidak hanya mengusir pasukan agresor Korea Utara kembali ke negeri mereka. Tidak hanya mengusir, MacArthur kemudian memerintahkan tentaranya terus melaju melintasi garis DMZ menghancurkan pasukan Komunis yang tersisa hingga merebut ibukota Korut, Pyongyang tanggal 19 Oktober 1950. Cina tidak tinggal diam melihat sekutu komunis Korea nya ditaklukkan tentara MacArthur yang terus berbaris mendekati Sungai Yalu, batas negara Cina dan Korea Utara. Merespon “ancaman” ini, kemudian pada 26 November dengan tiba-tiba 200.000 tentara “sukarelawan” Komunis China melintasi Sungai Yalu.

Bergabungnya China dalam Perang Korea mendesak Pasukan PBB keluar dari wilayah Korea Utara.

Pada saat itu Hershey (yang telah dikirimkan ke medan perang Korea) dan pasukan senapannya bisa melihat dengan jelas aksi militer pasukan Cina “Aku bisa melihat mereka berkerumun di seberang sungai melalui teropongku,” kenang Hershey. Dia dan pasukannya segera mundur dengan dikejar waktu dan berhasil menumpang kapal terakhir yang berangkat dari Hungnam sebelum tentara Komunis menyerbu dan menghancurkan kota itu. Selama bulan-bulan berikutnya, pasukan Hershey dipindahkan dari satu tempat ke tempat, unit ke unit, untuk mendukung elemen-elemen infanteri yang berbeda-beda. Seperti yang dikatakan oleh sejarawan Edward Murphy, “Seperti kebanyakan prajurit garis depan, dia tidak tahu di mana dia berada dan peran apa yang dia dan unitnya mainkan dalam perang. Yang dia tahu adalah apa yang diperintahkan oleh para pemimpin peletonnya.” (dikutip dari KOREAN WAR HEROES oleh Edward F. Murphy)

Against All Odds

Hershey telah berada di garis depan hampir selama tujuh bulan terus-menerus ketika gabungan Pasukan PBB bersama-sama bergerak untuk merebut kembali Seoul. Selama kegelapan malam pada 22 April 1951, orang-orang Cina menyerang di sepanjang Sungai Imjin. Menjelang fajar, musuh yang banyak telah mendesak pertahanan pasukan Amerika, yang mulai mundur ke seberang sungai. Selama berjam-jam pagi itu, gelombang demi gelombang serbuan tentara Cina menghantam posisi Miyamura dan pasukannya. Jumlah mereka yang luar biasa langsung bergerak menuju posisi Miyamura ketika senapan mesinnya perlahan-lahan melenyapkan pasukan musuh, satu demi satu. Ketika amunisi mereka semakin menipis, Miyamura, yang mengarahkan tembakan para penembak senapan mesin, mulai menembakkan senapan karabinnya, dan melemparkan granat ke arah para penyerang, untuk kemudian memerintahkan pasukannya untuk memasang bayonet. Pada satu titik, orang-orang Cina mulai berusaha untuk menjepit sisa-sisa unit kecil ini, sehingga Miyamura memutuskan untuk menyerang – sendirian. “Tentara Cina telah dengan hati-hati bergerak ke atas lereng ketika Miyamura tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka,” kata Brig. Jenderal Ralph Osborne, kemudian. “Menusuk dan menebas, dia mencerai beraikan satu regu dan berbalik, mencerai-beraikan regu lainnya dengan cara yang sama.”

Seperti air bah: Tentara China menyerbu perbukitan dalam Perang Korea.

Dia kemudian kembali ke pasukannya dan mulai merawat yang terluka, tetapi dia segera menyadari posisinya sudah tidak ada harapan. Dia memerintahkan penarikan mundur. Ketika orang-orangnya bersiap untuk keluar, gelombang tentara Cina lainnya menyerang dan Miyamura segera pindah ke sebuah senapan mesin ditinggalkan dan menembakkannya sampai dia kehabisan amunisi. Dia merusak senapan mesin itu untuk menghindari jatuh ke tangan musuh dan segera bergabung dengan pasukannya yang bergerak mundur ketika orang-orang Cina kembali menyerang posisinya. Dengan menggunakan bayonet dia mencapai posisi senapan mesin lain dan menggunakannya untuk melindungi penarikan pasukannya sampai dia terpaksa berlindung di sebuah bunker dan terus bertempur. Di depan bunkernya kemudian ditemukan berserakan tubuh setidaknya 50 prajurit musuh.

Ilustrasi Hiroshi Miyamura mempertahankan bunker pertahanannya.

Ketika pertempuran berakhir, Hershey menemukan dirinya sendirian. Sekarang dalam kondisi terluka di kaki oleh pecahan granat, dia kemudian berusaha kembali ke garis pertahanan Amerika waktu bertemu dengan pasukan Cina dan dalam pertempuran tangan kosong sampai, kelelahan dan dirinya melemah. Menjelang fajar, sang kopral yang kelelahan mendapati dirinya pura-pura mati di selokan ketika ratusan musuh berjalan melewati dirinya yang dalam posisi sujud di selokan. Salah satu dari mereka, seorang perwira Cina, tidak tertipu oleh tubuh berdarah itu. Sambil menodongkan pistol kaliber .45 nya, perwira itu bilang: “berdiri!” Hershey kemudian ditangkap.

Menjadi POW dalam Perang Korea adalah mimpi buruk, Hiroshi Miyamura turut mengalami hal tersebut.

Dia dan tahanan perang lainnya (POW) disuruh berjalan, Hershey sempat membantu temannya yang terluka Joe Annello untuk terus bergerak, tetapi tentara Korea Utara mengancam akan menembaknya jika dia tidak meninggalkan Annello di belakang. Tawanan perang yang disasar secara rutin sering dibunuh. Miyamura menolak, tetapi Annello sendiri meyakinkan Miyamura untuk meninggalkannya. Annello sendiri akhirnya selamat dari perang dan kemudian mengunjungi Miyamura di Gallup. Para POW dipaksa untuk berjalan 300 mil (480 km) selama lima minggu dengan sedikit makanan.

Dalam tawanan

Selama 28 bulan berikutnya dia ditahan pihak komunis, dimana para penawannya melakukan yang terbaik untuk menghancurkan semangat dan pikirannya. Selama lebih dari setahun keluarganya tidak tahu apa-apa tentang keberadaannya, mereka tidak tahu apakah dia sudah mati atau masih hidup, karena pihak Cina belum merilis berita tentang statusnya sebagai Tawanan Perang. Sepanjang hari-hari yang panjang dan malam-malam yang sepi ketika dia tidak memikirkan rumah, Hershey justru memikirkan anak buahnya. Pasukannya telah direnggut darinya saat melawan musuh dengan jumlah yang luar biasa. Ia tidak menyadari bahwa karena keberaniannya, banyak anak buahnya berhasil mencapai garis depan pasukan Amerika, sementara sang kopral percaya mereka semua terluka atau sudah mati. Dia ingin berada di rumah tetapi pikirannya tentang rumah dikaburkan oleh masa depannya. Kadang-kadang dia yakin dalam benaknya sendiri bahwa jika dia kembali, itu akan menghadapi pengadilan militer karena kehilangan begitu banyak anak buahnya.

POW Amerika yang ditawan Komunis tidak hanya mendapat ransum makanan yang buruk tapi juga menghadapi cuci otak.

Kehidupan di kamp POW sangat sulit. Bukan hanya makanan dan tempat tinggal yang begitu primitif, yang lebih mengerikan adalah penyiksaan dan pencucian otak yang konstan dilakukan para penahan. Hershey telah menyaksikan banyak rekan seperjuangannya mati pelan-pelan, karena siksaan atau penelantaran oleh para penahan mereka. Tubuhnya sendiri menderita disentri dan berat badannya turun 50 pound, kondisi yang mengerikan bagi seorang pria yang bertubuh kecil. Sebagai seorang tentara keturunan Jepang-Amerika, orang Korea Utara memiliki kebencian khusus terhadap pemuda dari Gallup, New Mexico ini (Orang Korea punya kebencian historis pada orang Jepang). Pada hari pembebasan, meski bobot tubuhnya menyusut hingga kurang dari 100 pon, akhirnya Hershey merasa dia telah selamat dari kebencian dan penyiksaan para penahannya dan bisa melihat istri dan keluarganya yang masih muda sekali lagi.

Pembebasan dan Penghargaan

Saat itu tanggal 23 Agustus 1953, Hershey bersama 19 POW lainnya dikawal oleh para penahannya melewati kerumunan POW di Freedom Village dekat Panmunjom untuk menjalani pertukaran tawanan perang. Dari para pejabat yang menunggunya, Hershey mendengar suara yang kuat berujar, “Apakah Anda Kopral Hiroshi H. Miyamura?” kemudian Hershey melihat didepannya prajurit berseragam Perwira Tinggi Angkatan Darat Amerika Serikat. Sejenak pikirannya melayang sambil bergumam: “inilah dia…”, pikirnya sebentar lagi menunggu pengadilan yang telah lama ditakutinya. Baginya tidak ada lagi waktu untuk menghindar, Nisei muda ini akhirnya mengangguk mengiyakan. Yang mengejutkannya, sang jenderal mengulurkan tangannya dengan pengumuman yang mencengangkan, “Selamat. Anda telah dianugerahi Medali”. kata Brig. Gen. Ralph Osborne.

POW Amerika menanti pembebasan.

Kekhawatiran akan dihadapkan pada pengadilan militer sama sekali tidak berdasar, Hershey malah dianugerahi Medali Medal Of Honor atas aksinya. Penghargaan itu awalnya dirahasiakan karena takut akan adanya pembalasan dari musuh, sehingga hanya sedikit yang tahu tindakan Hershey di bukit Korea yang sunyi sepi itu. Jadi dengan sedikit terkejut Miyamura diberi tahu oleh Jenderal Osborne tentang MOH-nya. “Apa?” dia dilaporkan mengatakan. “Aku telah dianugerahi medali apa?”

Miyamura mendapat Penghargaan Medali Medal Of Honor yang diberikan langsung oleh Presiden Eisenhower pada 27 Oktober 1953.

Pada 27 Oktober 1953, Sersan Miyamura saat itu – dia dipromosikan pangkatnya saat dalam penahanan – menerima penghargaan dari Presiden Dwight Eisenhower di Gedung Putih dan kembali ke kota Gallup di mana sekolah-sekolah dan aktivitas bisnis kota diliburkan, 5.000 orang menyambutnya ketika dia turun dari kereta. Warga kota Gallup mendedikasikan hari itu sebagai “Hari Hiroshi Miyamura.”

Hiroshi Miyamura, Istri dan cucunya yang bergabung dengan Angkatan Udara.

Miyamura menikahi Terry Tsuchimori. Dia memiliki tiga anak dan empat cucu, dengan salah satu cucunya, Marisa, menjadi seorang perwira di Angkatan Udara Amerika Serikat. Dia tetap tinggal di Gallup, New Mexico, sejak keluar dari Angkatan Darat, di mana ia membangun karier sebagai mekanik mobil dan pemilik bengkel. Miyamura tetap aktif dalam mendukung sesama veteran termasuk bekerja dengan Wounded Warrior Project. Pada Memorial Day 2018, kisahnya ditampilkan selama Konser National Memorial Day di Mall di Washington, DC. Sebagai pengakuan atas kegiatan Miyamura yang banyak melibatkan kaum muda di komunitasnya, ia menerima 2014 Director’s Community Leadership Award dari divisi FBI Albuquerque. Di kota asalnya, Gallup, New Mexico, sebuah daerah diberi nama Miyamura untuk menghormatinya, seperti halnya SMA Hiroshi H. Miyamura dan Miyamura Overpass, sebuah persimpangan pada jalur I-40.

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

This POW earned the Medal of Honor for saving his entire unit by Chuck Lyons, 29 Jan 2018

https://www.wearethemighty.com/history/this-pow-earned-the-medal-of-honor-for-saving-his-entire-unit

One of the Korean War’s Most Closely Guarded Military Secrets!

https://homeofheroes.com/heroes-stories/hersheys-medal-of-honor/

Army Sgt. Hiroshi Miyamura by Bethanne Kelly Patrick

https://www.google.com/amp/s/www.military.com/history/army-sgt-hiroshi-miyamura.html/amp

The Hero Next Door: Medal of Honor recipient Hiroshi ‘Hershey’ Miyamura by Mike Tharpl, 17 March 2019

https://www.dallasnews.com/opinion/2019/03/17/the-hero-next-door-medal-of-honor-recipient-hiroshi-hershey-miyamura/

KOREAN WAR: HIROSHI MIYAMURA’S MEDAL OF HONOR

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hiroshi_H._Miyamura

2 thoughts on “Hiroshi “Hershey” Miyamura, Nisei penerima Medal Of Honor dalam Perang Korea.

  • 13 November 2020 at 5:06 am
    Permalink

    I just want to say I’m new to blogs and really savored your web site. Probably I’m planning to bookmark your website . You surely come with fantastic writings. With thanks for revealing your website page.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *