Sejarah Militer

Kamov Ka-25 Hormone, Helikopter Maritim-Anti Kapal Selam Andalan Blok Timur Era Perang Dingin

Kamov Ka-25 adalah sebuah pencapaian besar dalam sejarah penerbangan angkatan laut dan helikopter yang bisa dibawa oleh kapal induk, khususnya buatan blok timur. Didukung oleh dua mesin turboshaft GTD-3F yang dikembangkan oleh V.A.Glushenkov, Ka-25 pertama kali diterbangkan pada tahun 1961 dengan pilot uji D.K.Yefremov di kontrol penerbangannya. Ini adalah helikopter tempur khusus pertama yang dirancang di Uni Soviet (khususnya untuk perang Anti Kapal Selam/Anti Submarine Warfare/ASW). Munculnya Ka-25 tidak dapat dipisahkan dengan pembentukan Angkatan Laut yang bisa bergerak bebas di samudera dan memiliki pertahanan anti-kapal selam yang handal. Helikopter ini sedari awal dirancang untuk bisa menghancurkan kapal selam nuklir. Penerimaan hasil uji coba helikopter Ka-25 diselesaikan pada tahun 1968. Secara keseluruhan, terdapat 18 modifikasi berbeda dari Ka-25 yang sempat dirancang dan dibuat, yaitu antara lain versi ASW dasar Ka-25PL, versi penargetan over-the-horizon (OTH) Ka-25T, versi SAR Ka-25PS, versi penyapu ranjau Ka-25BT, versi derek terbang sipil Ka-25K, dan lain-lain. Ka-25PL diketahui diekspor ke India, Suriah, Bulgaria, Vietnam, dan Yugoslavia. 12 helikopter Ka-25BT Angkatan Laut Soviet tercatat sempat ikut serta dalam operasi penyapuan ranjau di Teluk Suez. Ka-25 kemudian menjadi ditakdirkan untuk menjadi helikopter andalan armada kapal perang permukaan Soviet selama Perang Dingin dan akan memainkan peran utama dalam perang anti-kapal selam selama beberapa dekade. Helikopter ini sekarang telah digantikan dalam pelayanan oleh seri helikopter Ka-27 yang lebih mumpuni, dan helikopter desain Kamov lainnya.

Kamov Ka-25 “Hormone” menjadi helikopter maritim andalan Soviet dan sekutu-sekutunya pada masa perang dingin, termasuk digunakan oleh AL India. (Sumber: https://www.flickr.com/)

LATAR BELAKANG PENGEMBANGAN

Pertama-tama, harus diakui bahwa kapal perang modern dengan mesinnya yang kuat dan berbagai sistem yang digunakannya pada satu sisi menciptakan tingkat kebisingan yang memungkinkan mereka terdeteksi oleh kapal selam yang memiliki perangkat sensor canggih. Pada saat yang sama, tingkat kebisingan kapal selam nuklir yang didesain dan menggunakan material khusus serta taktik penggunaan yang tepat ternyata mampu menyembunyikan diri mereka dengan baik dan cukup senyap, sehingga memungkinkan mereka untuk menang dalam duel dengan kapal-kapal perang permukaan. Sementara itu, jangkauan radar kapal perang dan sistem elektronik lainnya untuk mendeteksi target di permukaan amat dibatasi oleh garis pandang akibat kelengkungan alami permukaan air pada bola bumi. Untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan ke armada laut, pada dasarnya kapal induk baru pengangkut helikopter diperlukan untuk memerangi kapal selam nuklir dan kapal permukaan musuh. Helikopter ini harus mampu menyelesaikan tugas anti-kapal selam, pengintaian, penunjukan target, penyapuan ranjau, melakukan misi penyelamatan dan tugas-tugas lainnya. Helikopter kapal ringan tipe Ka-15 yang sudah ada saat itu dianggap tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan armada laut yang terus bertambah. 

Kapal selam nuklir USS Nautilus SSBN-571. Lukisan oleh Albert Murray tahun 1959. Keberadaan kapal selam nuklir yang lebih senyap dan punya daya jangkau jauh telah mendesak Soviet untuk mengmbangkan helikopter anti kapal selam baru. (Sumber: https://www.history.navy.mil/)
Helikopter Kamov Ka-15 (Kode NATO: Hen) sudah dipandang tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan tugas helikopter maritim yang semakin meningkat. (Sumber: https://hobbylandbg.com/)

Guna memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan Armada Udara Angkatan Laut Soviet pada tahun 1958 untuk sebuah helikopter antikapal selam yang dapat digunakan di atas kapal perang atau di darat ini, biro desain Kamov kemudian mengembangkan sebuah helikopter yang ditenagai oleh mesin turbin kembar yang dipasang berdampingan di atas kabin, yang menggerakkan dua baling-baling/koaksial  (sistem rotor bertumpuk pada satu sumbu dengan arah putar yang saling berlawanan) tiga bilah, dengan masing-masing rotornya bergerak berlawanan seperti pada  tipe helikopter lain buatan Kamov sebelumnya. Permintaan yang mendesak untuk tipe helikopter ini lalu bisa dimenangkan dengan mudah oleh Kamov karena desain rotor koaksial mampu menghasilkan helikopter yang berwujud ringkas, dengan dipadu berbagai keunggulan lainnya. Helikopter ini pertama kali terlihat di pameran udara Tushino pada bulan Juli 1961 dan diberi kode nama NATO Harp. Prototipe ini kemungkinan telah dinamai sebagai Ka-20. Prototipe helikopter ini hanyalah sebagai wahana uji untuk mesin turboshaft yang dipasang di atas badan helikopter, sistem gearbox dan sistem rotornya. Harp dikenali dengan adanya radome besar di bawah hidung dan fairing  yang ada di bawah boom ekor. Persenjataan helikopter ini terdiri dari dua senapan mesin pada posisi tetap di bagian hidung dan dua rudal udara-ke-permukaan kecil (mungkin hanya dummy saja) di kedua sisi badan pesawat. Ka-20 yang berwujud helikopter ASW; jelas mengikuti desain dasar Ka-15/18, yang menampilkan rotor koaksial dan pengaturan roda pendaratan empat titik. Namun, Ka-20 jauh lebih besar, ditenagai oleh dua mesin turboshaft Glushenkyov GTD-3, masing-masing menghasilkan tenaga 670 kW (900 HP), dimana mesin ini berasal dari mesin turboprop TVD-10 yang dikembangkan untuk pesawat transport Antonov An-28.

Helikopter Kamov Ka-20 (Kode NATO: Harp) dengan membawa rudal dummy. Harp kemudian akan menjadi dasar desain helikopter Kamov Ka-25 Hormone, yang memenangkan kompetisi helikopter anti kapal selam baru Soviet tahun 1960an. (Sumber: http://www.aviastar.org/)

Tangki bahan bakar Ka-20 berada di bawah lantai kabinnya. Ka-20 memiliki pintu geser ke belakang di setiap sisi kokpit bagi para awak, dan pintu geser besar di sisi kiri belakang pesawat. Versi produksi dari desain helikopter ini, yang disebut sebagai Ka-25, berbeda dari versi prototipe hanya dalam detail-detail kecilnya, kemudian diberi kode nama Hormone. Fitur pembeda yang khas diantara keduanya adalah bahwa sirip ekor Ka-20 memiliki konfigurasi bulat, sedangkan milik Ka-25 lebih berwujud persegi panjang, serta adanya penambahan penopang kedua pada bagian rodanya yang diperkuat. Helikopter uji yang dibangun di pabrik helikopter Ulan-Ude pada tahun 1965, kemudian menandai awal dari keberhasilan operasi penerbangan helikopter Kamov Ka-25. Sekitar 460 helikopter jenis ini dibangun antara tahun 1966 dan 1975. Mereka telah menggantikan helikopter Mi-4 bermesin piston di Angkatan Laut dan Armada Udara Angkatan Laut Soviet, serta beberapa telah diekspor ke Suriah, India dan Yugoslavia. Dari jumlah itu sekitar 260 bertipe Hormone-A. Ka-25 terus memainkan peran penting dalam operasi angkatan laut Soviet hingga tahun 1989, beroperasi dari kapal perusak, kapal penjelajah, kapal induk pengangkut helikopter (18 unit diyakini dibawa masing-masing pada dua kapal Moskva dan Leningrad) dan kapal induk (Kiev dan Minsk masing-masing bisa menampung 16 helikopter ‘Hormone-A’ dan tiga ‘Hormone-B’). Ka-25 juga digunakan di atas kapal penjelajah kelas Kresta dan Kara dan dari pangkalan-pangkalan tepi pantai. Jenis ini juga telah diekspor untuk pengoperasi berbasis kapal dan darat.

DESAIN

Untuk helikopter Ka-25, OKB (Biro Desain) Soviet mengembangkan sistem rotor koaksial yang paling baru diciptakan di negeri itu. Pada berbagai jenis helikopter bersistem koaksial yang dibuat berikutnya, hanya memiliki sedikit perubahan pada beberapa elemen sistem rotor untuk meningkatkan desain, teknologi produksi, dan perawatannya. Tata letak simetris aerodinamis dari helikopter bersistem rotor koaksial, ditambah dengan sistem autopilot, perangkat avionik canggih dan kualitas pengendalian yang baik, memungkinkan seorang pilot untuk memenuhi tugas tempur berjangka waktu lama dalam kondisi cuaca apa pun. Untuk pertama kalinya, para perancang Kamov memasang pada helikopter perangkat avionik dan sistem senjata yang memungkinkan helikopter untuk bernavigasi di atas permukaan air tanpa titik referensi dan memenuhi tugasnya untuk menemukan dan menghancurkan kapal selam musuh, baik secara manual maupun dalam mode otomatis. Mereka mencapai ini dengan mengajak sejumlah besar perusahaan untuk bekerja sama. Selama proses konstruksi prototipe, para perancang – untuk pertama kalinya dalam sejarah OKB – harus menyesuaikannya dengan ukuran kapal. Salah satu masalah besar adalah kenyataan bahwa ruang di dalam kapal sangat terbatas dan setiap meter persegi harus digunakan sebaik-baiknya. Para perancang sangat menyadari hal itu, dan mereka terbukti bisa mencapai hasil yang sangat baik. Bobot lepas landas Ka-25 memang meningkat 5 kali lipat dibandingkan dengan tipe helikopter Ka-15, namun peningkatan dimensinya hanya 1,6 kali lebih besar. Untuk mengurangi dimensi rotor helikopter untuk proses penyimpanan di dalam hanggar selama pelayaran, para perancang menciptakan sistem pelipatan bilah rotor elektromekanis. Hal ini mampu membuat ukuran helikopter menjadi cukup kompak; misalnya, panjang keseluruhannya dengan bilah terlipat hanya 11,0 m. Formasi tampilan dasar dari  Ka-25 ini kemudian diteruskan pada desain helikopter Kamov berikutnya, seperti Ka-27, Ka-28, Ka-29, Ka-31 dan Ka-32.

Desain Ka-25 dibuat secara kompak untuk dapat disimpan di kapal-kapal perang yang memiliki ruang terbatas. Bobot lepas landas Ka-25 memang meningkat 5 kali lipat dibandingkan dengan tipe helikopter Ka-15, namun peningkatan dimensinya hanya 1,6 kali lebih besar. (Sumber: https://www.the-blueprints.com/)

Sementara itu dalam retrospektif, dengan tingkat kemajuan teknologi di masa ini, seseorang tidak dapat tidak menaruh rasa hormat terhadap para spesialis dan pemimpin proyek yang memikul tanggung jawab untuk mengimplementasikan konsep helikopter tempur yang berpangkalan diatas kapal. Meski demikian, saat itu muncul juga sikap skeptis di kalangan pejabat Kementerian Perindustrian Penerbangan, pihak Angkatan Udara, dan Angkatan Laut. Selain itu, para kritikus mempertanyakan kematangan konsep helikopter bersistem rotor koaksial. Namun, Kamov dan rekan-rekan kerjanya berhasil membangun sebuah helikopter yang mampu meletakkan dasar untuk memperkenalkan produksi berskala besar helikopter berotor koaksial ke dalam dinas operasional. Program uji terbang yang dilakukan Ka-25  kemudian mengungkapkan bahwa setiap jenis kapal perang memiliki kekhasan dalam hal karakteristik pitching dan rolling serta aliran udara bagi masing-masing helikopter yang dioperasikan di atas geladaknya. Pengembangan metode pendaratan helikopter di kapal-kapal dari berbagai jenis saat siang dan malam hari dengan kondisi baik saat kapal berlayar maupun dalam keadaan diam, serta teknik pendaratan di air, dilakukan oleh pilot uji V.M.Yevdokimov dan N.P.Bezdetnov. Mereka juga melakukan sejumlah besar pekerjaan uji dengan tujuan untuk mengevaluasi sistem kontrol mesin otomatis, menguasai menerbangkan dengan hanya satu mesin dan melakukuan pendaratan dengan mematikan mesin dalam mode autorotasi tanpa melakukan landing run. 

Ka-25 dengan desain khas rotor koaksial. Beberapa pihak menyangsikan desain rotor koaksial, namun para perancang Kamov mampu membuktikan bahwa desain yang mereka pilih sudah tepat dan terbukti handal. (Sumber: https://id.pinterest.com/)
Ka-25 di dek kapal induk pengangkut helikopter. Setiap jenis kapal memiliki karakteristik pengoperasian helikopter yang berbeda-beda diatas geladaknya. (Sumber: https://daydaynews.cc/)

Keandalan Ka-25 selama pengoperasian diatas kapal telah banyak ditunjukkan selama berbagai pelayaran di laut dan samudera di mana para spesialis Kamov turut berpartisipasi. Pelayaran laut pertama Ka-25 berlangsung pada bulan April sampai bulan September 1967. Helikopter beroperasi dari dek penerbangan kapal “Tobol”, dimana helikopter ini mencatat 100 jam terbang selama pelayaran. Penempatan helikopter di atas kapal – baik sendiri maupun dalam kelompok – mengalami pengujian yang sangat ketat pada kapal dari berbagai jenis, termasuk kapal penjelajah ASW yang terkenal “Moskva” dan “Leningrad”. Ka-25 dinyatakan lulus tes ini dengan baik. Ka-25 lalu bertugas membantu navigasi kapal di Kutub Utara, dengan beroperasi dari kapal pemecah es bertenaga nuklir “Sibir”. Dalam penugasan ini ditentukan bahwa, patroli diatas medan es dan proses pemanduan kapal melalui ladang es dilakukan dalam kondisi cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas. Pada saat itu, tugas rumit ini hanya dapat ditangani oleh Ka-25 yang dilengkapi dengan perangkat avionik modern, termasuk radar pencarian dengan kemampuan deteksi 360°. Perlu dicatat bahwa Ka-25 adalah helikopter koaksial pertama yang berukuran sangat kompak di dunia yang mampu mengakomodasi tipe radar pencarian yang kuat dan memastikan pengoperasinya dapat dilaksanakan dengan efektif. Ka-25 tidak diragukan lagi adalah helikopter yang unik. Beberapa fitur yang diterapkan oleh para spesialis OKB dalam proses desainnya dapat digambarkan sebagai “yang pertama di dunia”. Dua versi dari helikopter ini diketahui dirancang secara paralel, yakni: Ka-25PL dan Ka-25T. Yang pertama adalah helikopter pemburu kapal selam yang dilengkapi dengan senjata, yang terakhir adalah helikopter platform pengintai yang bertugas mencari target di permukaan laut dan menginformasikannya pada berbagai senjata artileri dan roket atau yang ditempatkan di atas kapal perang dan di pangkalan pantai. Badan helikopter, sistem rotor, dan mesin kedua jenis helikopter ini dirancang untuk memiliki tingkat kesamaan yang maksimum, guna memudahkan proses logistik.

Ka-25 telah diuji dengan ekstensif di masa-masa awal kehadirannya, termasuk pengujian di kawasan Kutub Utara (Sumber: http://www.aviastar.org/)

Berdasar dua versi helikopter tersebut, kini pihak NATO mengenali dua varian yang berbeda dari Ka-25. Yang pertama, diberi nama Hormone-A, pada dasarnya adalah versi helikopter berbasis kapal perang dan memiliki kemampuan antikapal selam. Helikopter ini beroperasi dari kapal penjelajah kelas Kresta dan Kara, kapal induk/kapal penjelajah Moskva dan Leningrad serta kapal penjelajah ASW Kiev dan Minsk. Kapal induk/kapal penjelajah Moskow dan Leningrad dapat membawa sekitar 18 helikopter Ka-25; sementara Kiev dan Minsk yang lebih besar, bisa menampung sekitar 30. Kelas Kara dapat membawa tiga dan Kresta empat (Kresta I) atau lima (Kresta II). Hormone-A memiliki radar pencarian dengan fairing besar di bawah hidung, dan detektor anomali magnetik (MAD), sementara sonar celup ditempatkan di kompartemen pada bagian belakang kabin. Helikopter ini juga memiliki perangkat sensor elektro-optik. Beberapa model telah terlihat dengan berbagai jenis fairing, yang kemungkinan berisi perangkat pendeteksi kapal selam. Beberapa memiliki lubang palka besar di bawah badan helikopter, untuk menyimpan torpedo antikapal selam, bom dalam nuklir atau jenis senjata lainnya (mungkin peluru kendali udara-ke-permukaan, namun tidak pernah terlihat pernah dibawa oleh Ka-25 yang operasional). Sementara itu, varian kedua dari Ka-25, yang diberi nama Hormone-B, memiliki peralatan elektronik khusus untuk mendeteksi target dan mengarahkan rudal permukaan-ke-permukaan. Versi ini memiliki bentuk radome lebih bulat yang lebih besar di bawah hidung dan radome silinder di bawah bagian belakang kabin. Varian ini tidak memiliki pintu pemuatan ventral. 

Ka-25 dapat digelar di berbagai kapal induk helikopter dan kapal penjelajah AL Soviet selama Perang Dingin. (Sumber: https://daydaynews.cc/)

Ka-25 biasanya memiliki awak yang terdiri dari dua pilot dan dua atau tiga operator peralatan ASW, tetapi helikopter ini juga memiliki kemampuan sekunder untuk mengangkut pasukan, karena kabinnya cukup besar untuk bisa menampung hingga 12 prajurit. Masing-masing dari empat roda roda pendarat dapat ditutup oleh ponton udara. Perangkat ini menyediakan daya apung jika helikopter terpaksa harus mendarat di air. Meskipun bagian bawah badan helikopter disegel dan dibuat kedap air, bagaimanapun Ka-25 tidak dimaksudkan untuk beroperasi secara amfibi, dan pelampung flotasi, yang sering dipasang pada bagian bawah badan hanya untuk digunakan jika terjadi pendaratan darurat di atas air. Prototipe definitif dari Ka-25 menggabungkan struktur badan helikopter yang anti-korosi, dan kabin untuk menampung peralatan misi. Pengujian dari prototype helikopter ini kemudian dilakukan dari tahun 1963-69. Ka-25 memiliki rotor dengan engsel berpelumas dan bilah aluminium dengan perangkat peringatan tekanan nitrogen, kontrol hidraulik, sistem penghilang es dengan alkohol, dan proses pelipatan bilah yang dilakukan secara otomatis. Inlet berpemanas elektrik yang menghadap ke depan, knalpot polos lateral (tanpa perlindungan deteksi IR/Infra Red/Infra merah), dan penggerak belakang untuk rotor dan ke kipas pendingin besar untuk radiator oli yang disediakan oleh inlet hadap belakang yang melingkar di atas badan belakang helikopter. Badan helikopter seluruhnya terbuat dari duralumin stress-skin, flush-riveted tetapi menggabungkan beberapa panel bonding dan struktur model “sarang lebah”. Badan helikopter utamanya dikhususkan untuk membawa muatan. Pada kokpit di bagian hidung terdapat perangkat kontrol ganda berdampingan dengan pintu geser di setiap sisinya. Kabin utama memiliki lebar 1,5m, tinggi 1,25m dan panjang 3,95m dengan pintu geser di sebelah kiri dan akses di depan ke arah kokpit, dan sebagian besar volume di bawah lantai ditempati pada bagian kiri dan kanan sekelompok tangki yang terisi dengan sambungan tekanan pada sisi kiri. 

Ka-25 Hormone dengan ruang senjatanya terbuka. Hormone dapat membawa persenjataan berupa torpedo dan bom dalam untuk menghancurkan kapal selam lawan. (Sumber: http://www.aviastar.org/)

Fairing kabel terdapat di sepanjang sisi kanan kabin. Pada bagian ekor di belakang terdapat boom pendek untuk sirip dengan elevator dan sirip tengah, serta sirip ujung untuk kemudi. Yang terakhir digunakan terutama dalam aktivitas autorotasi, kontrol yaw dengan pedal yang menerapkan kolektif diferensial; kotak mixer menahan total daya dorong rotor konstan untuk mengurangi beban kerja misalnya pada saat mendarat di dek. Sementara itu rotor tidak dirancang untuk menahan beban negatif-g. Dua roda depan tipe kastor (dengan ban berukuran 400×150) terdapat pada penyangga vertikal pendek dengan penyangga bagian belakang dapat diputar ke badan pesawat untuk berayun keluar menghindari menutup sudut FOV (Field Of View) radar. Dua roda utama dengan rem sprag (berukuran 600×180) masing-masing pada penyangga vertikal dapat berayun vertikal pada penyangga V paralel yang diputar ke badan pesawat untuk alasan yang sama; beban pendaratan bereaksi ditahan diagonal shock retraction strut. Setiap roda dipasang untuk bisa memunculkan daya apung secara cepat. Sementara itu, perangkat autopilot disesuaikan dengan pola operasi diatas dek dan saat terbang melayang, dengan dilengkapi platform twin-gyro dan radar Doppler, duplikat HF, VHF, UHF, pencahayaan malam plus strobo, kompas radio, radar altimeter, IFF, dan empat RWR  (perangkat peringatan radar) pasif. Kokpit Hormone tersedia untuk dua pilot, dengan kemampuan angkut termasuk 12 kursi tip-up pada bagian kabin. Selain itu terdapat juga perangkat kerekan penyelamat, drum bahan bakar eksternal di setiap sisi, dengan alternatif kontainer untuk penempatan kamera, suar, pelampung asap atau lampu penyelamat. Dalam standar pengoperasiannya sebagai helikopter anti kapal selam, jika target kapal selam atau kapal permukaan terdeteksi, maka koordinat dan lintasannya ditransmisikan ke kapal, pangkalan pantai, dan ke semua helikopter yang tersebar di grup armada laut. Para kru Ka-25 akan bisa “melihat” semua target yang terdeteksi baik target udara maupun di air pada tampilan display di kokpitnya. Resolusi radar udara-nya sedemikian rupa baiknya sehingga perahu penyelamat kecil bisa terdeteksi pada jarak setidaknya 15 km. Setelah target terdeteksi, komandan armada kemudian bisa memutuskan untuk menyerang kapal selam atau target yang ditemukan dengan menggunakan helikopter yang berada di posisi paling menguntungkan.

VARIAN 

Ka-25BSh/PL (kode NATO “Hormone-A”)

Versi Perang Anti Kapal Selam/ASW. Dilengkapi radar pencarian I/J-band dengan sudut pemindaian 360° di radome  di bawah hidung, kotak untuk tiga sonobuoy vertikal yang dapat dilepaskan dari sisi kanan. Sonar celup Oka-2 terdapat ujung belakang badan helikopter di garis tengah atau bisa juga (jarang dipasang) dipasangi perangkat sensor APM-60 MAD di pod pada pylon di bawah ekor, drum penerima ESM besar di atas boom dengan blister ADF opsional pada bagian belakang. Terdapat port penglihatan EO di bawah boom, perangkat EW yang telah ditingkatkan kemampuannya. Ruang senjata memiliki lebar 0,9m di bawah garis tengah, awalnya dengan dua pintu yang bisa terbuka, kemudian diganti dengan kotak persegi panjang, yang sebagian besar terbuka, yang mampu menampung utamanya untuk dua torpedo anti kapal selam (awalnya kaliber 450mm) dengan gulungan kawat pemandu di sisi kiri badan helikopter; sebagai alternatif bisa juga dibawa bom dalam nuklir atau konvensional atau persenjataan lainnya, yang maksimal berbobot 1,9 ton. Versi ini umumnya telah digantikan di Angkatan Laut CIS (bekas pecahan Uni Soviet) oleh helikopter Kamov Ka-27PL, tetapi beberapa masih sempat bertugas cukup lama di India, bekas Yugoslavia, Suriah dan Vietnam. Beberapa sumber menyebutkan adanya varian penyapu ranjau “Ka-25BShZ”, dengan delapan unit sempat dibuat, yang mungkin berasal dari konversi Ka-25PL.

Ka-25 Hormone Angkatan Laut Soviet menjatuhkan Torpedo VTT-1 Strizh. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Ka-25K (mungkin juga sama dengan Ka-25T; kode NATO “Hormone-B”)

Merupakan versi penargetan OTH (Over The Horizon) untuk memasukkan data panduan ke rudal jelajah yang diluncurkan oleh kapal perang permukaan dan kapal selam. Pada varian ini peralatan ASW dan ESM serta ruang senjata dihilangkan, Sementara kapasitas bahan bakar internalnya ditingkatkan. Terdapat perangkat penargetan OTH dan radar pemandu rudal jelajah dengan reflektor pemindai berbentuk elips besar (bukan persegi panjang) di radome yang menonjol. Rudal jelajah yang dapat dipandu termasuk tipe SS-N-3B (NATO “Shaddock”) yang diluncurkan dari kapal penjelajah “Kresta I”, SS-N-12 (“Sand Box”) dari kapal penjelajah kelas “Kiev” dan “Slava”, SS-N-19 (“Shipwreck”) dari kapal penjelajah tempur Kirov dan Frunze, dan SS-N-22 (“Sunburn”) dari kapal perusak kelas “Sovremenny”. Kapal kelas “Kiev” dan “Kirov” masing-masing bisa membawa tiga “Hormon-B. Ka-25T menggunakan radar yang lebih kuat (kode NATO “Big Bulge”, yang tampaknya dinamai demikian sesuai ukuran radome-nya), dibanding versi lainnya. Hormone-B tampaknya tidak dilengkapi perangkat ESM, meskipun perangkat ini mungkin malah berguna untuk tugas penargetan. Perangkat pertukaran data dengan kapal-kapal permukaan termasuk antena kecil di silinder vertikal pada bagian bawah garis tengah belakang dari badan helikopter. Total terdapat sekitar 50 helikopter Ka-25T yang diproduksi. Kapal yang membawa helikopter ini adalah kapal penjelajah Proyek 58, kapal anti-kapal selam besar proyek 1134 dan 1155. Ka-25T dapat berpatroli hingga jarak 200 km dari kapal induk. Radar onboard yang terpasang bisa mendeteksi target pada jarak rata-rata hingga 250 km, dan perangkat ASPD-nya bisa mengirimkan data ke kapal. Dengan Ka-25T, sebuah rudal jelajah bisa diluncurkan dengan akurat dari kapal perang. Helikopter itu sendiri tidak dapat mengarahkan rudal yang ditembakkan, tetapi berkat dia, operator di kapal dapat melihat target dan rudal serta melakukan koreksi arah sebelum target dikunci. Dengan jangkauan penerbangan hingga 500 km, Ka-25T tercatat dioperasikan oleh Angkatan Laut Rusia hingga pertengahan tahun 1990-an.

Ka-25 Hormone-B, dengan radar yang lebih kuat dari versi lainnya. (Sumber: https://www.scalemates.com/)

Ka-25K

Tidak ada kaitan dengan tipe sebelumnya,  helikopter ini merupakan sebuah prototipe tunggal untuk keperluan sipil (kode: SSSR-21110), yang muncul pada tahun 1966 dengan gondola di bawah hidung yang diperpanjang untuk bisa menampung beban gantung seberat 2 ton. Varian ini memiliki perangkat anti es pada bilah-bilah rotornya, dan mampu dimuati 12 kursi untuk penumpang. Pada tahun 1967 prototipe Ka-25K berhasil didemonstrasikan dalam tampilan statis dan dalam penerbangan di Le Bourget / Paris Air Show pada tahun 1967. Versi ini memiliki gondola berlapis kaca di bawah hidung (sebagai pengganti fairing untuk radar pencarian militer versi), dengan kokpit operator kargo yang menghadap ke belakang digantung di bawah badan pesawat depan untuk mengontrol alat berat selama pengoperasian dengan beban yang digantungkan. Mesin yang digunakan pada Ka-25K adalah sepasang  mesin turboshaft Glushenkov GTD-3 berkekuatan 900shp, dipasang berdampingan di depan sistem transmisi. Pengerjaan desain pada Ka-25K dipimpin oleh wakil kepala desainer I.A.Ehrlikh; sementara desainer kepala proyeknya adalah S.V.Mikheyev. Meskipun dimaksudkan terutama sebagai wahana derek terbang, Ka-25K juga dapat digunakan sebagai helikopter angkut konvensional. Dalam peran ini gondola di bagian dagu dilepas, dan beban ditampung di sebuah palka besar. Lantainya memiliki sembilan titik lash-down untuk kargo, yang dapat dimuat melalui pintu geser di sisi kiri. Meski demikian tampaknya Ka-25 tidak pernah digunakan secara operasional dalam pelayanan sipil.

Helikopter Kamov Ka-25K milik Aeroflot di Paris Air Salon tahun 1967. Helikopter ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan helikopter sipil. (Sumber: https://commons.wikimedia.org/)

Ka-25PS (kode NATO “Hormone-C”)

Ka-25 Hormone-C, helikopter SAR dan Transportasi. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Merupakan versi SAR dan transportasi, dengan tidak memiliki ruang senjata pada versi BSh. Versi ini mirip dengan Ka-25PL, tetapi dengan sebagian besar perlengkapan tempur kecuali radarnya dihilangkan; setidaknya beberapa tipe Ka-25PS mungkin merupakan konversi dari stok berlebih versi Ka-25PL. Perlengkapan normalnya termasuk winch berkapasitas angkut 300 kg dan kabel sepanjang 40 meter, 12 kursi, dengan tambahan untuk penempatan tandu dan tangki bahan bakar tambahan. Perangkat opsional lainnya termasuk antena Yagi berformat quad pada bagian hidung untuk homing receiver, ESM, lampu sorot dan loudspeaker. Versi ini umumnya dicat warna putih/merah. Keberadaannya sekarang digantikan oleh helikopter Ka-27PS. Sementara itu, pada awal tahun 1968, ketika N.I.Kamov masih hidup, OKB sempat mengikuti kompetisi studi desain untuk helikopter serang/angkut Angkatan Darat. Desain yang diajukan Kamov adalah versi turunan dari Ka-25 yang diberi nama Ka-25F, yang menampilkan badan helikopter yang didesain ulang dan roda pendaratan model skid. Persenjataannya terdiri dari kanon GSh-23 23-mm dengan 400 peluru di turret dagu, enam pod roket UB-16-57 dengan roket tanpa pemandu kaliber 57-mm (masing-masing pod membawa 16 roket tipe S-5), enam peluru kendali anti-tank 9M17 “Falanga” (Solifuge), dan bom. Proyek Ka-25F sebenarnya mendapat penilaian positif dari lembaga penelitian Angkatan Udara tetapi pada akhirnya kalah dari desain helikopter Mi-24.

Ka-25F, versi heli serbu dari Hormone. Versi ini akhirnya kalah dengan desain Mi-24. (Sumber: http://www.all-aero.com/index.php/)

OPERATOR: Versi Ka-25 setidaknya sempat digunakan oleh angkatan bersenjata negara-negara berikut ini: India (5); Federasi Rusia (65); Suriah (5); Ukraina (18); dan Vietnam (5). Setelah runtuhnya Uni Soviet sejumlah helikopter diserahkan ke Angkatan Laut Ukraina. Pada tahun 2010 hanya segelintir yang masih tersisa di dinas operasional Rusia dan Ukraina, sebagian besar digunakan untuk menjalankan peran sekunder. Tampaknya  berdasarkan informasi, pada tahun 2016 Ka-25 tidak lagi digunakan lagi secara operasional.

Helikopter Ka-25 Hormone milik Vietnam, yang kini ada di Museum Penerbangan di Hanoi. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

DETAIL TAMBAHAN

FITUR DESAIN: Penggunaan rotor koaksial tiga bilah yang bisa lipat, sehingga tidak memerlukan rotor ekor. Memiliki sirip ekor tiga dan memastikan bahwa dimensi keseluruhan helikopter cukup ringkas disimpan diatas kapal. Mesin ditempatkan diatas kabin dan dengan pemasangan peralatan operasional dan bahan bakar tambahan secara eksternal membuat interior kabin helikopter tidak berantakan. Namun, meski Kabin cukup memadai, tetapi tidak cukup tinggi untuk memungkinkan kru berdiri tegak didalamnya. Selain itu, penambahan peralatan baru yang diimbuhkan secara progresif kemudian, membuat interior menjadi lebih padat.

Desain yang kompak adalah ciri utama dari Ka-25 Hormone, (Sumber: http://www.military-today.com/)

MESIN: Dua turboshaft Glushenkov GTD-3F berkekuatan 671kW, yang dipasang berdampingan di atas kabin, di depan poros penggerak rotor, pada varian awal. Varian yang muncul kemudian di tahun 1973 mulai menggunakan mesin turboshaft GTD-3BM berkekuatan 738kW. Pasokan bahan bakar dipasok secara independen untuk setiap mesin. Berdasar pengaturan, tangki bahan bakar eksternal ditempatkan di setiap sisi kabin. 

Mesin ganda Ka-25 Hormone dipasang tepat diatas kabin. Rotor koaksial membuat helikopter ini tidak membutuhkan rotor ekor, yang pada akhirnya membantu memperingkas panjang keseluruhan helikopter. (Sumber: https://www.britmodeller.com/)

AKOMODASI: Pilot dan co-pilot duduk berdampingan di kokpit, dengan pintu geser ke belakang di setiap sisinya. Para penumpang masuk ke kabin utama melalui pintu geser ke belakang di belakang roda pendarat utama di sisi kanan dari arah depan. Kabin di dalam cukup besar untuk menampung 12 kursi lipat untuk para penumpang. 

Ka-25 Hormone milik India. Kabin bagian dalam Hormone versi pengangkut dapat menampung hingga 12 penumpang. (Sumber: http://kapil1979.blogspot.com/)

AVIONICS: Perlengkapan yang tersedia untuk semua versi termasuk perangkat autopilot, sistem navigasi, kompas radio, komunikasi radio, sistem pencahayaan untuk operasi segala cuaca di siang atau malam hari, dan kerekan yang dipasang di atas pintu kabin. Antena IFF (Kode NATO: ‘Odd Rods’) yang ada di atas hidung dan di samping sirip ekor tengah. Sonar celup OKA-2 ditempatkan di kompartemen di belakang kabin utama, tepat di depan tailboom, sensor elektro-optik Tie Rod yang menghadap ke bawah ada di bagian ekor, dan radar pencari (kode NATO: ‘Short Horn’) di radome bawah hidung (diameternya berukuran 1,25 m; atau 4 ft 1 in) pada versi anti-kapal selam, yang dapat memiliki tabung sonobuoy yang dipasang secara eksternal di belakang roda pendarat utama kanan. Sebagian besar helikopter memiliki rumahan silinder untuk ESM di atas tailboom, dengan fairing blister dangkal pada bagian belakang rumahan silinder. Dudukan serupa terdapat di bawah bagian belakang kabin untuk peralatan datalink. Sonar OKA-2 yang digunakan Ka-25 bertipe sonar Aktif/Pasif, dengan ketinggian deteksi maksimum 0, sedangkan jangkauan maksimalnya adalah 5.6 km. Pada versi Ka-25 “Hormone-A”, digunakan radar Initsiativa-2 (Short Horn), dengan jangkauan deteksi maksimum sekitar 200 km untuk target besar, 165 km untuk target sedang, dan 94 km untuk target kecil. Sementara itu Ka-25 “Hormone-B” menggunakan tipe radar yang lebih kuat, yakni Uspech-2K (Big Bulge B) yang memiliki jangkauan secara teoritis maksimum 361 km untuk target besar, 340 km untuk target sedang, dan 194 km untuk target kecil, sedangkan jangkauan minimumnya adalah 0,4 km.

Dalam menjalankan tugasnya, Ka-25 dilengkapi dengan berbagai peralatan navigasi dan radar yang memungkinkannya beroperasi dalam segala cuaca, siang dan malam. (Sumber: http://www.aviastar.org/)

PERALATAN: kontainer silinder di setiap sisi badan helikopter yang lebih rendah untuk menyimpan penanda, generator asap atau peluru suar. Kontainer sisi kanan telah terlihat menampung kamera pengintai. 

Ka-25 Hormone-C memiliki winch untuk melakukan penyelamatan dalam misi-misi SAR. (Sumber: http://acemodel.com.ua/)

PERSENJATAAN: Pintu-pintu di bawah badan pada beberapa helikopter menyimpan ruang senjata untuk pilihan senjata, yang terdiri dari dua torpedo homing anti kapal selam AT-1 kaliber 450mm, 4-8 bom dalam nuklir atau konvensional dengan berat 250 dan 50 kg, serta persenjataan lainnya. Bisa juga dibawa sebuah kaset dengan pelampung sonar yang digantung di kompartemennya. Kompartemen ini dilengkapi dengan penutup bertenaga listrik. Torpedo AT-1 memiliki karakteristik peluncuran bersistem Bearing-Only Launch (BOL) dan dilengkapi dengan sensor aktif/pasif (kemampuan deteksi 0.9 km). AT-1 berbobot 550 kg, dengan panjang torpedo 3.93 meter dan lebar diameter 0.45 meter. Kecepatan puncaknya adalah sekitar 40 knot dengan jangkauan maksimum 1.9 km, sementara ketinggian maksimum peluncurannya adalah 487.6 meter (minimum 18.2 meter). AT-1 dilengkapi dengan hulu ledak tipe High Explosive (HE) seberat 70, dengan tingkat perkenaan untuk sasaran dibawah air hingga 65%. Selain torpedo, Ka-25 dapat juga membawa bom dalam bertipe PLAB-50 yang berbobot masing-masing 50 kg. Bom dalam ini memiliki ketinggian peluncuran minimum 30.4 meter dan ketinggian maksimum 609.6 meter. Jangkauannya bisa mencapai  926 meter dengan tingkat perkenaan 99% pada sasaran bawah air.

Torpedo AT-3 yang dapat ditembakkan dari pesawat udara dan helikopter. Ka-25 Hormone menggunakan torpedo versi AT-1 yang lebih lama. (Sumber: https://weaponsystems.net/)
Bom dalam PLAB-250. Ka-25 Hormone dapat membawa bom dalam versi PLAB-50 dan 250. (Sumber: https://twitter.com/)

KARAKTERISTIK UMUM KA-25 HORMONE

Performa

Persenjataan

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Kamov Ka-25, 1966

http://www.aviastar.org/helicopters_eng/ka-25.php

Kamov Ka-25, Anti-submarine warfare helicopter

http://www.military-today.com/helicopters/kamov_ka25_hormone.htm

The Kamov Ka-15, Ka-25, Ka-26, & Ka-27 v1.0.3 / 01 feb 20 by greg goebel

https://www.airvectors.net/avka25.html

Kamov Ka-25

http://www.all-aero.com/index.php/home2/5470-kamov-ka-25-

Ka-25 PL

http://www.airwar.ru/enc/sh/ka25.html

Ka-25 T

http://www.airwar.ru/enc/sh/ka25c.html

Ka-25 P

http://www.airwar.ru/enc/sh/ka25ps.html

Kamov Ka-25 (Hormone) Anti-Submarine Warfare (ASW) Helicopter (1966)

https://www.militaryfactory.com/aircraft/detail.php?aircraft_id=211

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Kamov_Ka-25

https://wiki.baloogancampaign.com/index.php/DataAircraft?ID=50

Smarter (and Simpler) Radar in Harpoon by Larry Bon

http://www.admiraltytrilogy.com/cic/Harpoon/Smarter_Radars_for_Hpn.pdf

Elk Tail [Oka-2]

http://cmano-db.com/pdf/sensor/1292/

Big Bulge B [Uspech-2K] (Ka-25)

http://cmano-db.com/pdf/sensor/3765/

AT-1M [NATO E45-75A] (1973)

https://cmano-db.com/weapon/1470/

https://wiki.baloogancampaign.com/index.php/DataWeapon?ID=1470

https://wiki.baloogancampaign.com/index.php/DataWeapon?ID=2810

Exit mobile version