Kapal Perusak Kelas Kidd, Kapal Perang Canggih pesanan Iran yang berakhir di Taiwan

Kapal perusak terberat yang pernah dibuat di abad ke-20 adalah empat kapal perusak kelas Spruance yang dimodifikasi (dari total enam-kapal yang direncanakan dibuat) yang mulai dibangun pada tahun 1978 untuk dijual ke Iran. Meskipun akhirnya dibatalkan setelah Shah Mohammad Reza Pahlavi digulingkan pada 1979, pembuatan kapal terus dilanjutkan dan keempatnya diserahkan pada tahun 1981-82 ke Angkatan Laut AS, di mana mereka lebih dikenal sebagai “kelas Ayatollah.” (Kemungkinan nama merujuk pada pembatalan penjualan setelah Iran jatuh ke tangan Ayatollah Khomeini). Kini kapal-kapal pesanan Iran yang tidak jadi dikirimkan itu mengabdi dalam Angkatan Laut Taiwan dan menjadi tulang punggung Angkatan Laut negara pulau ini dalam menghadapi hegemoni kekuatan militer RRC.

Destroyer kelas Kee Lung (Ex Kidd Class) sekarang menjadi tulang punggung Angkatan Laut Taiwan.

Sejarah Destroyer Kelas Kidd

Pada tahun 1973, Iran pertama kali berencana memesan dua “kapal penjelajah,” dimana kemudian jumlahnya meningkat pada tahun 1974 menjadi enam kapal untuk dinamai menurut nama-nama kaisar Persia: Kouroosh (Cyrus Agung), Daryush (Darius Agung), Ardeshir, Nader, Shapour dan Anoushirvan. Untuk hal ini, sebagai antisipasi, Angkatan Laut AS secara tentatif menetapkan nomor lambung DD 993-998 untuk keenam kapal ini. Namun, pada tahun 1976, setelah Kongres menolak untuk menghentikan pembangunan 30 kapal kelas Spruance, Iran mengurangi pesanan menjadi cuma 4: Kouroosh, Daryush, Nader, dan Anoushirvan.

Destroyer kelas Spruance, USS Oldendorf (DDG-972). Destroyer kelas Kidd merupakan modifikasi destroyer kelas Spruance yang dipesan oleh AL Iran.

Antara Juni 1978 dan Mei 1979, Litton Industries memasang lunas untuk keempat kapal ini di galangan kapal Ingalls Shipbuilding di Pascagoula, Mississippi. Sementara itu, Pada 1 April 1979, rakyat Iran memberikan suara dalam referendum nasional untuk menggantikan dinasti Pahlavi dengan Republik Islam di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Pemerintah baru itu segera membatalkan pesanannya, yang kemudian membuat masa depan kapal-kapal ini diragukan. Namun, setelah debat yang sengit di Kongres, akhirnya pembuatan kapal-kapal itu diselesaikan juga dan dikirim ke Angkatan Laut AS pada 1981–82 dengan diberi nama Laksamana Angkatan Laut AS yang tewas dalam pertempuran di Pasifik dalam Perang Dunia II, sebagai berikut:

  1. USS Kidd (DDG-993) dinamai menurut nama Laksamana Muda Isaac C. Kidd, yang meninggal di anjungan kapal tempurnya, USS Arizona, selama serangan Jepang di Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.
  2. USS Callaghan (DDG-994) dinamai menurut nama Laksamana Muda Daniel Callaghan, yan gugur dalam Pertempuran Laut di Guadalcanal, 13 November 1942, di atas kapal USS San Francisco.
  3. USS Scott (DDG-995) dinamai menurut nama Laksamana Muda Norman Scott, yang bersama Laksamana Callaghan dalam Pertempuran laut pertama di Guadalcanal, di atas kapal USS Atlanta.
  4. USS Chandler (DDG-996) menurut nama Laksamana Muda Theodore Chandler, yang meninggal pada 7 Januari 1945, sebagai akibat luka bakar dari sebuah serangan kamikaze yang menabrak kapalnya, USS Louisville.
Laksamana Muda Isaac C. Kidd, namanya digunakan untuk nama kelas Destroyer yang tidak jadi dibeli oleh Iran.

Sejak awal, para perancang Kidd membayangkan wilayah operasi di Teluk Persia yang panas, berdebu, dan penuh pasir menjadi faktor dalam perancangan kapal. Oleh karena itu, mereka memasang empat mesin AC dibanding cuma tiga yang ada pada Spruance, pemisah debu tambahan pada intake udara turbin gas kapal dan meningkatkan kapasitas destilasi air. Untuk kemampuan anti-kapal selam yang sudah ada pada Spruance, mereka menambahkan dua peluncur rudal Tartar-D — modifikasi ini meningkatkan bobot kapal sebesar 700 ton tetapi juga membuat kapal ini dipuji sebagai Destroyer terbaik Angkatan Laut AS hingga saat itu. Pada tahun 1988-90, sistem pertahanan udara Kidds ditingkatkan dengan perangkat “New Threat Upgrade.” Perbaikan mencakup pemasangan superstruktur baru dan mainmast yang lebih berat yang agak mengurangi penampilan mereka tetapi memungkinkan kapal ini bekerjasama dengan kapal penjelajah Aegis (Ticonderaga) dan perusak Aegis kelas Arleigh Burke yang akan segera tiba. Kapal-kapal kelas Aegis ini bisa membantu mengendalikan rudal permukaan-ke-udara milik Kidd meski perangkat elektroniknya dalam kondisi silent.

Modifikasi pada akhir 1980-an memungkinkan Destroyer kelas Kidd untuk bersinergi dengan kapal perang bersistem Aegis seperti penjelajah kelas Ticonderaga di atas.
Kehadiran kapal perusak kelass Arleigh Burke yang lebih baru pada awal 1990-an memaksa Destroyer kelas Kidd untuk segera dipensiunkan pada akhir dekade itu.

Namun, seperti yang dialami kelas Spruance, dimulainya pengiriman Arleigh Burke yang lebih hemat biaya turut mempersingkat karier Angkatan Laut AS kelas Kidd. Kidd mulai dinonaktifkan pada tahun 1997-1999 hanya sekitar 15 tahun setelah mulai dioperasikan oleh AL AS. Perusak kelas Kidd awalnya ditawarkan untuk dijual ke Australia pada tahun 1997 masing-masing dengan harga A $ 30 juta. Pada tahun 1999, tawaran itu ditolak, berdasarkan pengalaman buruk yang dialami Angkatan Laut Australia selama akuisisi dua kapal pendarat tank kelas-Newport, surplus dari Angkatan Laut AS pada tahun 1994. Pada awal 1990-an, pemerintah Partai Buruh Paul Keating memilih untuk mempertahankan frigat kelas Adelaide milik Angkatan Laut Australia yang sudah ada daripada menggantikannya dengan kapal perusak kelas Kidd yang lebih mahal dan lebih membutuhkan banyak personel, meski lebih canggih. Di bawah pemerintahan Liberal John Howard yang menggantikannya, pada pertengahan 1990-an mereka memulai SEA 1390, yang juga dikenal sebagai Proyek Peningkatan FFG, untuk meningkatkan kemampuan frigate Adelaide, namun proyek ini menghabiskan banyak biaya dan tidak sesuai jadwal. Yunani awalnya sempat hampir mendapatkan kapal perusak kelas Kidd untuk menggantikan empat perusaknya, yang bekas kelas Charles F. Adams sampai kemudian permintaan ini ditolak pada November 1999. Namun, setelah mendapat otorisasi Kongres pada tahun 2001, empat destroyer kelas Kidd diaktifkan kembali, ditingkatkan kemampuannya dan dijual lewat program Kuang Hua VII seharga $ 732 juta ke Taiwan pada 2005–06 sebagai destroyer kelas Kee Lung milik Angkatan Laut Republik Tiongkok (Taiwan) dengan nama: Kee Lung (ex-Scott), Su Ao (ex-Callaghan), Tso Ying (ex-Kidd) dan Ma Kong (ex-Chandler). Keempat destroyer ini masih bertugas hingga hari ini.

AL Yunani nyaris memiliki destroyer kelas Kidd untuk menggantikan destroyer kelas Charles F. Adams miliknya.

Kapabilitas Perusak Kelas Kidd

Kapal perang ini dikenal sebagai kapal paling tangguh (pada masanya) untuk ukurannya yang pernah berpatroli di lautan dunia, memadukan fitur terbaik dari kapal perusak Kelas SPRUANCE dengan sistem tempur kapal penjelajah nuklir Kelas VIRGINIA untuk menghasilkan kapal dengan karakteristik unik:

  1. Sebuah kapal yang sangat senyap, dan sistem ASW nya sangat canggih, sehingga ia bisa beroperasi secara ofensif terhadap kapal selam.
  2. Sistem AAW jarak menengah paling canggih di Armada AL AS (bahkan dunia), yang mampu bereaksi dengan cepat dan sangat akurat, dengan kemampuan pertahanan udara yang up to date saat ini dan punya potensi dikembangkan di masa depan.
  3. Desain kapal yang sangat andal dan responsif.
  4. kemampuan senjata permukaan-ke-permukaan yang mematikan.

Karakteristik ini menjadikan KIDD mampu menghadirkan ancaman tiga dimensi, dan menjadi satu dari sedikit kapal yang bisa menjalankan tugas multi-misi, yang mampu beroperasi secara ofensif, untuk menghadapi serangan udara, permukaan, dan kapal selam secara simultan. Sistem propulsi KIDD adalah mesin turbin gas otomatis, yang dapat dikontrol dari Pilot House atau Central Control Station. Sistem ini memiliki dua ruang mesin utama, masing-masing berisi dua mesin turbin gas laut LM-2500. Dengan keempat mesin turbin dan dua poros penggerak, mesin ini dapat menghasilkan kekuatan 80.000 tenaga kuda, dan kecepatan tertingginya lebih dari 30 knot.

USS Chandler (DDG-996), dengan kemampuannya, Destroyer Kelas Kidd menjadi perusak paling canggih pada masanya.

Sistem tempur KIDD melengkapi subsistem senjata dan elektronik serta peralatan, yang secara kolektif memungkinkannya untuk melakukan misi tempur, sebagai berikut:

AAW: Anti-Air Warfare

Dalam menghadapi ancaman dari udara, deteksi target awal biasanya disediakan oleh radar udara pencarian jarak jauh. Ini adalah radar tiga dimensi, yang distabilkan secara elektronik, dikendalikan komputer, yang mencakup kemampuan Deteksi dan Pelacakan Otomatis (ADT). Data target ditransfer, secara otomatis atau manual, ke komputer Naval Tactical Data System (NTDS). NTDS adalah jantung dari sistem tempur, menyatukan berbagai subsistem, mengumpulkan dan memproses informasi dari sensor kapal, melalui tautan data digital radio. Dari NTDS, data target udara dikirim ke salah satu sistem senjata berikut untuk melakukan penindakan:

  1. Untuk jarak jauh, ke pesawat Combat Air Patrol (CAP).
  2. Untuk jarak menengah, ke salah satu dari Sistem Rudal TARTAR D.
  3. Untuk jarak pendek, ke salah satu dari Sistem Senjata Meriam.
  4. Untuk jarak yang sangat dekat, ke Sistem Senjata Vulcan-Phalanx (CIWS). CIWS terpasang di dua dudukan (port dan starboard), masing-masing terdiri dari sistem kontrol penembakan dan kanon mesin tipe Gatling. CIWS secara otomatis mencari, memperoleh target, dan menghancurkan target udara dari jarak dekat.
Lokasi Penempatan senjata pada Destroyer kelas Kidd.

ASW: Perang Anti-Kapal Selam

Sensor ASW utama adalah SONAR yang dipasang di kapal dan berbagai sensor yang dibawa oleh pesawat ASW. SONAR jarak jauh KIDD mampu mendeteksi, mengklasifikasikan, dan melacak target bawah laut. Data dari SONAR diberikan ke Sistem Kontrol Penembakan Bawah Air (UFCS) dan ke NTDS menampilkan data untuk membantu pengambilan keputusan. Komputer UFCS akan memerintahkan untuk peluncuran torpedo dari tabung torpedo, menembakkan Anti-Submarine Rocket (ASROC) dari peluncur roket, dan titik pelepasan senjata terbaik untuk pesawat ASW. Kapal dapat membawa dua Helikopter Multi-purpose (LAMPS). Membawa helikopter akan memperpanjang jangkauan kemampuan pengiriman senjata dari sistem ASW kapal itu, dan sekaligus dapat memperluas pengawasan terhadap ancaman rudal anti-kapal.

ASU: Anti-Surface Warfare

Radar pencarian target permukaan, dan radar Gun Fire Control System, adalah sensor aktif utama untuk pengawasan dan pendeteksian lawan permukaan. Target permukaan dapat diatasi oleh salah satu subsistem senjata berikut:

  1. Rudal Surface-to-Surface Harpoon mampu melakukan serangan over-the-horizon pada target permukaan jarak jauh . Sistem Senjata Harpoon terdiri dari dua set peluncur masing-masing terdiri dari empat-tabung, dan sistem kontrol penembakan untuk mengakuisisi target ke sistem rudal. Rudal Harpoon memiliki jarak jangkau maksimum lebih dari 280 km.
  2. Sistem TARTAR D, yang digunakan dalam mode permukaan ke udara, mampu melakukan serangan jarak menengah pada target udara. Sistem Tartar biasa membawa rudal SAM SM2 Standard yang memiliki jarak jangkau 74-167 km.
  3. Sistem Senjata meriam dapat digunakan untuk menghancurkan target pada jarak yang lebih pendek. Dikendalikan oleh Gun Fire Control System (GFCS), senjata kaliber 5 “dapat mengatasi satu atau dua target yang masuk batas lingkup balistik amunisi 5”. Meriam Mark. 45 dengan munisi kaliber 5″ punya jangkauan efektif hingga 24,1 km.
  4. Terhadap target permukaan yang sangat dekat, CIWS dapat diaktifkan dalam mode permukaan. Meriam CIWS Phalanx yang digunakan dapat menembak target jarak dekat hingga 3,5 km.
Rudal Harpoon pada Kelas Kidd digunakan untuk menembak sasaran jarak jauh.
Rudal Standard pada peluncur rudal Mk.26

ELW: Electronic Warfare

Sensor Perang Elektronik kapal didesain sebagai sensor pertahanan rudal anti-kapal. Sistem ini memberikan kemampuan deteksi, pemrosesan, dan analisis emisi elektronik musuh dengan cepat dan otomatis. Dalam menunjang pertahanan kapal, digunakan dengan empat tabung peluncur tipe mortir Super Cepat-Blooming Off-board Chaff (SRBOC), yang memberikan pertahanan terhadap ancaman rudal-rudal anti kapal dengan menciptakan target pengecoh dari Chaff yang dilepaskan.

Komunikasi

KIDD memiliki sistem komunikasi modern dan otomatis. Untuk Lalu Lintas Informasi Armada, Sistem Komunikasi Otomatis Modular Angkatan Laut (NAVMACS) A-Plus menggunakan komputer untuk pemrosesan pesan secara otomatis. NAVMACS digabungkan dengan transceiver komunikasi satelit dan penerima satelit untuk menyediakan transfer informasi berkecepatan tinggi dan interferensi rendah melalui tautan satelit. Untuk komunikasi taktis dua arah, KIDD membawa berbagai peralatan radio UHF, VHF, dan HF modern.

Program Perusak Kelas Kee Lung Taiwan

Taiwan menggunakan keempat destroyer kelas Kidd untuk menggantikan tujuh perusak kelas Gearing era Perang Dunia II. Keempat perusak kelas Kidd dikirimkan ke ROCN pada Desember 2006. Kapal-kapal itu dilengkapi dengan 248 Rudal Standar (SM-2 Blok IIA) yang dipasang oleh Raytheon. Pembelian Empat kapal perusak kelas Kidd ini menelan biaya setidaknya sekitar NT $ 20 miliar (US $ 600 juta). Dengan sistem radar pertahanan yang ditingkatkan, biaya pembelian Taiwan menjadi sekitar $ 732 juta, atau sekitar $ 185 juta per kapal. Sebaliknya, pembelian kapal dengan sistem Aegis akan menelan biaya lebih dari $ 1 miliar per kapal dan dapat memakan waktu antara 8 dan 10 tahun untuk membuat dan menggunakannya.

Yun Yang (DDG-927), destroyer kelas Gearing milik AL Taiwan.

Berdasarkan rencana Taipei, kapal itu akan disewa selama lima tahun, dengan kepemilikan kapal-kapal yang ditransfer ke Taiwan setelah membayar sewa sekitar US $ 500 juta. Laporan lain menyatakan harga untuk empat kapal kelas Kidd senilai $ 750 juta. Pada 21 November 2002, Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS memberi tahu Kongres tentang kemungkinan Penjualan lewat skema FMS ke Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Amerika Serikat atas Kapal Perusak Rudal Terpandu Kelas KIDD, rudal STANDARD SM-2 Block IIIA, Rudal RGM-84L BLOCK II HARPOON serta peralatan dan layanan terkait pembeliannya. Kantor Perwakilan Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Amerika Serikat kemudian menanyakan kemungkinan penjualan 4 Destroyer Kelas KIDD, 248 rudal STANDARD Blok SM-2 IIIA, 32 Rudal RGM-84L BLOK II HARPOON Rudal, layanan dukungan galangan kapal / pelabuhan dan pasca pengiriman perusak kelas KIDD dari Angkatan Laut AS. Perkiraan biayanya adalah sekitar $ 875 juta.

Pada bulan Desember 2003, Raytheon (IDS) dianugerahi kontrak untuk membantu pengaktifan kembali empat kapal perusak kelas Kidd untuk Taiwan. Di bawah kontrak dengan Divisi BAV VSE Corporation, IDS akan membantu dalam koordinasi perencanaan pengembangan item, pelaksanaan reaktivasi, pengujian total kapal, pelatihan kru, dan dukungan logistik. Pekerjaan akan dilakukan di Detyens Shipyards Inc. di Charleston, S.C. Pada Januari 2003 dilaporkan bahwa AS awalnya ingin menagih Taiwan 20 persen dari harga asli untuk empat Kidds plus persenjataan mereka. AS kemudian mengurangi biaya sebesar 5 persen menjadi 15 persen dari biaya asli pengadaan Kidd. Pada 21 September 2006, Divisi BAV dari VSE Corporation mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan pengaktifan kembali dua perusak kelas Kidd. Harry Flammang, Manajer Divisi VSE / BAV, kemudian mengatakan bahwa empat kapal perusak berpeluru kendali Kelas USS Kidd telah sukses diaktifkan kembali di Charleston, Carolina Selatan siap untuk dikirimkan ke Angkatan Laut Taiwan setelah melewati program yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Su Ao (DDG-1802) salah satu destroyer kelas Kidd yang dibeli AL Taiwan. Program pengadaan destroyer kelas Kidd meningkatkan secara signifikan kekuatan AL Taiwan.

Laksamana Muda Pu, Komandan Skadron Transfer Kapal Kelas Kidd Taiwan, berkomentar, “Banyak yang tidak percaya keempat kapal akan dikirimkan sesuai anggaran dan jadwal yang ada. Kadang-kadang, saya sendiri ragu, tetapi kami semua bekerja sama untuk mengirimkan keempat kapal lebih awal dan di bawah anggaran yang dipersiapkan. ” Reaktivasi keempat kapal ini termasuk perbaikan dan modernisasi peralatan yang signifikan. Dua kubah karet sonar diganti dengan empat sonar SQS-53A yang ditingkatkan menjadi SQS-53D (versi digital). Selain itu, sistem persenjataan lewat program New Threat Upgrade (NTU), dimodernisasi untuk bisa menembakkan Standard Missile 2, Block IIIA, rudal anti-pesawat seperti yang digunakan oleh Angkatan Laut A.S. Tim VSE / BAV juga mengganti 11 boiler sebagai bagian perbaikan sistem mesin dan memasang 2 sistem Close In Weapons System dari model berbeda untuk pertama kalinya pada kapal yang sama.

Kapal-kapal, dengan kru baru mereka, melakukan pengujian ekstensif dan uji coba laut, untuk memastikan semua sistem bekerja sesuai spesifikasi. Puncak dari pengujian dan uji coba ini adalah keberhasilan latihan penembakan peluru kendali SM 2 Block IIIA, yang dilakukan oleh DDG 1801 dan 1802, di lepas pantai Virginia pada Oktober 2005. Pada tanggal 1 November 2005, dua kapal pertama, ROCS Kee Lung (DDG 1801) dan ROCS Su Ao (DDG 1802) berangkat dari Charleston ke Taiwan, lebih cepat dari jadwal dan di bawah rencana anggaran. Sepuluh bulan kemudian, dua kapal yang tersisa, ROCS Tso Ying (DDG 1803) dan ROCS Ma Kung (DDG 1805) berangkat, sekali lagi jauh lebih cepat dari jadwal dan di bawah rencana anggaran. Mewakili VSE Jim Knowlton mengatakan, “VSE / BAV telah memiliki hubungan panjang dengan Angkatan Laut Taiwan. Sejak 1997, kami telah berpartisipasi dalam transfer ARS, dua frigat kelas Knox, LSD kelas Anchorage, dan sekarang empat Destroyer Kelas Kidd “Masing-masing upaya ini telah sangat sukses dan telah secara signifikan meningkatkan kekuatan angkatan laut Taiwan. Kami menantikan kesempatan berikutnya untuk bekerja sama dengan teman-teman kami di Angkatan Laut Taiwan.”

Spesifikasi Kelas Kee Lung

Dirancang sebagai destroyer multifungsi, kelas Kee Lung mampu menjalankan fungsi perang anti-udara, anti-kapal selam dan anti-permukaan. Mereka juga dapat mendukung pendaratan pasukan amfibi. Dibangun untuk beroperasi di perairan Teluk Persia, kapal-kapal ini memiliki sistem pengkondisian udara dan penyaringan udara yang canggih untuk mengatasi ancaman debu dan pasir.

Komando dan kontrol

Perusak Kelas Kee Lung dilengkapi dengan Sistem Data Taktis Angkatan Laut (NTDS). NTDS mengintegrasikan berbagai subsistem dan mengumpulkan data dari berbagai sensor di dalam dan di luar kapal. Data yang diterima diproses dan informasi tentang target udara ditransfer ke sistem senjata untuk melakukan eksekusi.

Rudal Kee Lung

Kee Lung Class dipersenjatai dengan dua peluncur rudal MK26 (dengan total 68 rudal) dan dua tabung rudal quadruple MK141 yang masing-masing menembakkan rudal RIM-66 standar dan rudal anti-kapal Harpoon. Harpoon adalah rudal all-weather, over-the-horizon yang dapat diluncurkan terhadap target permukaan. Sistem anti-air Warfare Upgrade (NTU) yang baru dan sistem perang anti-permukaan TARTAR D juga dipasang. Rudal Harpoon di atas kapal Su Ao (1802) diganti dengan rudal anti-kapal supersonik HF-3 buatan Taiwan. Pada akhir 2008, pada Kapal Su Ao terlihat delapan ASHM HF-3 dipasang di tempat yang dulunya diisi oleh delapan ASHM Harpoon. Rudal HF-3 merupakan rudal anti kapal supersonik jarak jauh dengan jangkauan dari 402-1.500 km. Sementara itu sejak 2014 telah dispekulasikan tentang sistem rudal Sky Bow yang dapat dioperasikan di kapal laut,direncanakan untuk dipasang pada program pembuatan kapal baru sekitar 15 fregat multifungsi dan tiga atau empat kapal perusak pertahanan udara yang akan menjadi mengganti sistem Rudal Standard pada kapal-kapal ini. Belum diketahui peluncur rudal Mk. 26 sudah kompatibel dengan rudal Sky Bow III yang baru. Rudal Sky Bow III memiliki jangkauan maksimum hingga 200 km.

Rudal Hsiung Feng (HF)-3 buatan Taiwan mulai menggantikan rudal Harpoon di Kapal Perusak kelas Kee Lung.

Media melaporkan pada Januari 2019 bahwa Taiwan telah menerima dua set peluncur Mk.41 dari Amerika Serikat. Taipei telah memperoleh lisensi untuk memproduksi peluncur tambahan secara lokal. Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan sedang memodifikasi rudal permukaan-ke-udara Hai Kung-nya agar sesuai dengan peluncur tersebut. Pemerintah Taiwan berencana untuk mengintegrasikan peluncur VLS Mk.41 dan rudal Hai Kung 3 dengan sistem tempur angkatan laut baru Taiwan, Hsun Lien, yang mirip dengan sistem Aegis Angkatan Laut AS sendiri. Armada ROC memiliki setidaknya 14 kapal perang yang dapat kompatibel dengan Mk. 41 termasuk empat kapal perusak kelas Kee Lung ex Kapal perusak kelas Kidd. Pada 1990-an Amerika memasang VLS pada kapal perusak kelas Spruance yang kira-kira mirip dengan Kidd. Angkatan Laut ROC juga mengoperasikan 10 frigat kelas Cheng Kung yang identik dengan frigat kelas Amerika Oliver Hazard Perry. Perry tidak pernah dilengkapi VLS saat dalam dioperasikan A.S., tetapi angkatan laut Australia memodifikasi tiga kapal kelas Perry dengan sistem Mk.41. Jika penggunaan oleh Amerika dan Australia menjadi rujukan, maka kapal perusak milik Taiwan masing-masing dapat membawa 61 sel peluncuran. Sementara untuk Fregat masing-masing bisa memuat delapan. Dipasangkannya VLS dengan sistem tempur Hsun Lien dapat memungkinkan angkatan laut Taiwan untuk dengan cepat menarget dan menghancurkan pesawat dan rudal musuh dari jarak jauh.

Per Januari Taiwan telah membeli sistem VLS Mk.41 untuk melengkapi kapal-kapal perang permukaannya.

Meriam utama

Meriam utama adalah dua meriam 127mm, kaliber 54 Mark 45 dengan fungsi ganda. Kapal-kapal Kee Lung Class juga dilengkapi dengan dua sistem senjata Phalanx close-in (CIWS) untuk pertahanan titik. CIWS dapat menembakkan 3.000 hingga 4.500 peluru per menit dengan jarak efektif 3,6 km.

Meriam kaliber 127 mm Mark 45.
Perangkat CIWS pada Kee Lung Class dapat menembakkan 3.000 hingga 4.500 peluru per menit dengan jarak efektif 3,6 km.

Torpedo

Kelas Kee Lung dilengkapi dua tabung triple torpedo Mark 32, kaliber 324mm untuk enam torpedo MK46. MK46 dapat menembak kapal selam dalam jarak 11 km. Ada peluncur MK112 yang dipasang untuk menembakkan roket anti-kapal selam (ASROC).

Peluncuran Torpedo Mk.46

Sensor / radar

Rangkaian perangkat sensor mencakup radar pencari target permukaan SPS-55, radar pencari target udara tiga dimensi SPS-48E, radar navigasi Raytheon SPS-64, SPG-60 dan SPQ-9A fire control radar dan sonar SQS-53D yang dipasang di buritan pencarian dan penyerangan. SPS-48E memiliki kemampuan Deteksi dan Pelacakan Otomatis (ADT).

Radar SPS-48

Helikopter

Kapal-kapal kelas ini memiliki dek penerbangan dan hanggar tertutup untuk mendukung pengoperasian dua helikopter angkut menengah. Helikopter ini dilengkapi dengan peralatan untuk operasi perang anti-kapal selam.

Kee Lung Class dapat membawa 2 helikopter Sikorsky S-70C Seahawk.

Komunikasi

Sistem komunikasi otomatis modular angkatan laut (NAVMACS) yang dipasang di kelas Kee Lung didukung oleh transceiver satelit dan penerima untuk transfer data berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit. Peralatan komunikasi lainnya termasuk radio UHF, VHF dan HF.

Countermeasures

Perusak inimemiliki AN / SLQ-32 (V) 3 Outboard II Electronic Warfare (EW) suite. Sistem EW berfungsi untuk mendeteksi, memproses, dan menganalisis emisi elektronik musuh. Sistem ini dapat dilengkapi dengan empat peluncur tipe mortir SRBOC yang dipasang di dek untuk menipu rudal-rudal lawan. Sebuah torpedo umpan yang bisa ditarik tipe Nixie SLQ-25 juga dipasang di atas Kelas Kee Lung.

Tenaga penggerak

Kee Lung Class ditenagai oleh sistem propulsi turbin gas. Empat mesin turbin gas laut tipe LM-2500 yang terletak di dua ruang mesin utama menggerakkan dua baling-baling pitch yang dapat dikontrol melalui dua poros. Turbin ini menghasilkan output daya total 80.000 hp. Sistem propulsi memberikan kecepatan tertinggi lebih dari 30kt dan jangkauan maksimum 6.000nm.

GE LM2500 Gas Turbine Engine.

Spesifikasi umum KIDD Class

Type : Guided Missile Destroyer

Power plant : 4 – LM 2500 General Electric gas turbines, 80,000 shaft horsepower, two shafts

Lenght : 563 feet (171.6 meters)

Beam : 55 feet (16.8 meters)

Displacement : Light Displacement: 7289 tons Full Displacement: 9783 tons Dead Weight: 2494 tons

Speed : 33 knots (38 mph, 60.8 kph)

Range :

6,000 nautical miles (11,000 km; 6,900 mi) at 20 knots (37 km/h; 23 mph)

3,300 nautical miles (6,100 km; 3,800 mi) at 30 knots (56 km/h; 35 mph)

Aircraft : 1 – SH-3 helicopter or 2 – SH-2 Seasprite LAMPS helicopter

Armaments :

2× 5-inch (127mm) 54 calibre Mark 45 dual purpose guns

2× Mk 26 launchers for RIM-66 SM-2MR Block IIIA(RIM-66K-2) x 68

2× 20 mm Phalanx CIWS Mark 15 cannons (Varies from ship to ship, Block 0/1/1A/1B)

2× 4 MK 141 Harpoon missile canisters

2× Mark 32 triple 12.75 in (324 mm) torpedo tubes (Mk46 torpedoes)

Sensors and processing systems:

SPS-48E Air Search Radar

SPG-51D Missile Control Radar×2

AN/SPG-60 Radar Gun Fire Control Radar×1

SPS-55 Surface Search Radar

SPQ-9A Gun Fire Control Radar

SQS-53 hull-mounted sonar

Electronic warfare & decoys:

AN/SLQ-32(V)3 OUTBOARD II EW Suite

Mark 36 SRBOC

AN/SLQ-25 Nixie towed sonar decoy

Unit Operating Cost Annual Average : ~$25,000,000 [source: [FY1996 VAMOSC]

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Destroyer History Foundation: Kidd Class

http://destroyerhistory.org/coldwar/kiddclass/

DDG-993 KIDD-class

https://fas.org/man/dod-101/sys/ship/ddg-993.htm

DDG 1801 Keelung/ Kidd-class destroyers

https://www.globalsecurity.org/military/world/taiwan/kidd.htm

Kee Lung (Kidd) Class Destroyers

New Missile Launchers Won’t Save Taiwan’s Navy

https://nationalinterest.org/blog/buzz/new-missile-launchers-wont-save-taiwans-navy-42657

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Kidd-class_destroyer

https://en.wikipedia.org/wiki/Phalanx_CIWS

https://en.wikipedia.org/wiki/RIM-66_Standard

https://en.wikipedia.org/wiki/Harpoon_(missile)

https://en.wikipedia.org/wiki/Sky_Bow

https://en.wikipedia.org/wiki/Hsiung_Feng_III

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *