Sejarah Militer

Madsen Saetter, Senapan Mesin Langka yang Dilisensi Indonesia

Madsen Saetter dirancang sebagai General Purpose Machine Gun (GPMG) atau senapan mesin serba guna pada awal tahun 1950-an oleh perancang senjata Eric Larsen-Saetter. Pada masa itu tentara di seluruh dunia dipersenjatai kembali dengan konsep baru menggunakan GPMG. Senapan mesin ini memungkinkan pasukan yang bergerak maju untuk melepaskan tembakan akurat bervolume tinggi, dan senapan ini juga dapat berperan ganda sebagai senapan mesin berat, yang dipasang pada tripod, untuk pertahanan perimeter dan dipasang pada tank dan kendaraan pengangkut pasukan. Tingginya laju penembakan dimungkinkan karena penggantian laras yang cepat memungkinkan operator mengganti laras sebelum terjadi pemanasan berlebihan. Hal ini memungkinkan satu laras menjadi dingin saat menembakkan menggunakan laras lainnya. Tentara Jerman pada Perang Dunia II telah memelopori konsep ini. Perusahaan Madsen sendiri tidak asing dalam bidang pembuatan senjata api. Berbasis di Denmark, mereka memproduksi salah satu senapan mesin paling produktif pada paruh pertama abad ke-20, yakni senapan mesin ringan Madsen yang disuplai dengan magasin. Kemudian, perusahaan ini beralih merancang Madsen Saetter (GPMG) yang merupakan desain inovatif yang jauh lebih baru. Sistem senjata baru ini menggabungkan banyak konsep senjata sukses lainnya yang telah diproduksi sebelumnya. Perusahaan Madsen tidak melihat alasan nyata untuk menciptakan sistem yang benar-benar baru. Madsen Saetter (GPMG) menggunakan sistem penguncian dari senapan mesin ringan RPD Rusia dan senapan otomatis Gewehr 43 Jerman, yang terdiri dari tuas yang terpasang dalam ceruk receiver untuk mengunci bolt. Senjata ini juga memanfaatkan mekanisme pengumpanan sabuk peluru yang sangat andal dari senapan mesin MG42 asal Jerman. Sistem yang dibuat dengan baik ini, khas Madsen, dirancang dengan kemampuan untuk diproduksi di banyak negara yang kurang berkembang. Karena dioperasikan dengan gas dengan sistem op-rod piston, senapan mesin ini memiliki pengatur gas 3 posisi yang memungkinkannya menembak dalam kondisi buruk. Itu juga memungkinkannya untuk mengubah laju penembakan sesuai kebutuhan. Untuk mengurangi biaya produksi, beberapa bagian dari senjata dibuat dengan cara dicetak dari lembaran baja.

Seorang tentara Waffen SS Jerman terlibat dalam pertempuran sengit di dan sekitar kota Caen di Prancis pada pertengahan tahun 1944. Dia membawa senapan mesin MG 42 yang dikonfigurasi sebagai senjata pendukung ringan dengan bipod lipat dan wadah sabuk drum yang dapat dilepas. MG 42 kemudian menginspirasi desain senapan mesin serbaguna selepas Perang Dunia II. (Sumber: https://www.warhistoryonline.com/world-war-ii/mg42-important-machine-gun-second-world-warx.html)

GAGAL DALAM PEMASARAN

Pada tahun 1950-an, versi awal senjata ini, Mark I, diuji di Inggris oleh tentara Inggris untuk kemungkinan diadopsi. FN MAG yang lebih mahal namun sangat andal kemudian berhasil mengalahkan semua pesaing lainnya, termasuk Madsen. Setelah itu sebagian besar penjualan internasional pasaran senapan mesin jatuh ke tangan FN MAG Belgia atau MG42/59 Jerman Barat. Madsen kemudian harus puas menjual senjatanya ke beberapa negara kecil di Amerika Selatan. Senapan mesin buatan Madsenini lalu hanya diadopsi dan diproduksi di bawah lisensi di Indonesia. Dalam penelitian atas sistem yang digunakan Madsen Saetter, cukup jelas bahwa alasan utama mengapa sistem senjata tersebut tidak bisa bersaing dengan baik di pasar dunia adalah karena senjata tersebut belum sepenuhnya dikembangkan untuk model ketiganya atau versi Mark III. Sayangnya ketika Inggris menyingkirkan versi Mark I dari persaingan, mereka menganggapnya tidak dapat diandalkan. Hal ini merugikan daya jual senapan mesin ini di seluruh dunia. Oleh karena itu Perusahaan Madsen harus membuat sistem ini lebih dapat diandalkan. Madsen kemudian memprakarsai perubahan dari Mark I ke Mark III, (versi Mark IIsebenarnya sama dengan Mark I). Pada seri Mark III larasnya yang diperbesar diperpendek empat inci (101,6 mm), namun dibuat lebih berat untuk menghilangkan panas dengan lebih efisien. Mekanisme penguncian laras diperkuat. Pembidik depan juga diperkuat dan dibuat terlipat saat tidak digunakan. Perubahan-perubahan ini dibuat untuk mengurangi kemungkinan kerusakan. 

Detail mekanisme senapan mesin Madsen Saetter. (Sumber: https://www.armedconflicts.com/Madsen-Saetter-Mk-II-t230796)
Madsen Saetter dapat digunakan menembak sambil berdiri, senapan mesin ini dilengkapi dengan kotak sabuk peluru untuk 50 butir peluru. (Sumber: https://www.armedconflicts.com/Madsen-Saetter-Mk-II-t230796)
Senapan Mesin Serbaguna FN MAG kaliber 7,62mm. Madsen Saetter pada akhirnya kalah bersaing di pasaran dengan senapan mesin asal Belgia ini. (Sumber: https://collection.nam.ac.uk/detail.php?acc=1984-06-139-1)

Bipod kemudian diperkuat dan diringankan dengan mengubah pembuatannya dari baja menjadi aluminium. Gantungan selempang juga ditambahkan, dimana versi Mark I dan II tidak memilikinya. Penutup atas lalu direkayasa ulang untuk memungkinkan penutupan baik saat bolt dalam posisi maju ke depan atau posisi terkokang ke belakang. Sebagai catatan versi Mark I dan II hanya memperbolehkan penutup atas ditutup jika bolt dalam posisi terkokang. Versi Mark III dilengkapi dudukan kotak sabuk peluru di bawah bagian tengah senjata yang memungkinkan prajurit menggunakan kotak magasin 50 peluru yang rapi dan dirancang dengan baik. Hal ini memungkinkan prajurit untuk bergerak tanpa masalah tersangkut di semak-semak, pohon, atau terjatuh di pasir. Kotak sabuk peluru juga menjaga sabuk amunisi tetap bersih dan tidak mengganggu, serta pegangan pengokang tidak lagi terganggu. Pelindung pelatuk ditingkatkan secara substansial pada versi Mark III. Ini mungkin tampak tidak penting, tetapi semua senapan mesin Madsen Saetter menggunakan pelindung pelatuk sebagai pengunci belakang yang mengawinkannya dengan mekanisme pemutar dan pengangkat pada tripod. Penguatan pelindung pelatuk ini sangat penting karena senapan mesin yang tidak dikunci erat pada tripod tidak akan akurat atau dapat diandalkan. Salah satu aspek terpenting dalam meningkatkan keandalan versi Mark III dibandingkan Mark I atau II, adalah penguatan pengokang yang mencegah pengokang non-reciprocating bergerak dan membuat senjata macet. Setelah laras diganti, kunci baru menjaga kokangan tetap di posisi depan dengan lebih aman. Semua peningkatan keandalan sistem Madsen Saetter di atas akan sangat membantu pemakaiannya, namun sayangnya, semuanya datang terlambat.

DILISENSI INDONESIA

Senapan mesin Madsen Saetter biasanya diproduksi untuk menembakkan peluru kaliber 8mm .30,06 dan 7,62x51mm. Namun tampaknya jika diinginkan, seseorang dapat mengubah kaliber dengan mengganti laras, feed tray, dan dalam beberapa kasus, ejektor. Hal ini akan dapat meningkatkan kemudahan logistik secara signifikan. Selain itu, senjatanya menggunakan sabuk penghubung peluru non-disintegrasi dengan pola Jerman, tetapi Madsen membuat juga membuat pola sabuk peluru sendiri yang sedikit berbeda. Kedua pola sabuk peluru ini bekerja dengan baik di Madsen Saetter Mark III. Laju rata-rata kecepatan tembak Madsen Saetter adalah750 peluru per menit, dengan jangkauan efektif maksimumnya sejauh 800 meter. Desain Tripod Madsen Saetter adalah sebuah keajaiban teknik; yang ringan, dan mudah dilipat. Tripod ini menyediakan platform penembakan yang sangat aman, terlebih lagi akurasi ditingkatkan karena dudukannya di-buffer. Ini berarti bahwa senapan mesin saat menembak menghentak mundur dengan sangat lembut dalam keadaan seimbang karena sistem penyangganya. Madsen berhasil dengan sangat baik dalam pembuatan dudukan senjata mereka, sehingga pada akhirnya mereka berhenti memproduksi senjata sama sekali dan memusatkan upaya mereka pada pembuatan dudukan senjata untuk berbagai jenis senjata di dunia termasuk senjata yang menjadi pesaing lama mereka, FN MAG Belgia dan MG42/59 Jerman Barat. Dengan fokus baru mereka pada produksi dudukan senapan mesin, Perusahaan Madsen mengubah nama mereka menjadi Disa System Group of Denmark. Indonesia menjadi pembeli tunggal senjata otomatis ini, dan juga membeli izin pembuatan serta memproduksi dalam jumlah terbatas senapan mesin Madsen Saetter versi Mark IIIyang menembakkan peluru kaliber .30-06 Springfield (kaliber yang sama dengan senapan otomatisGarand asal Amerika) untuk TNI Angkatan Darat di pabrik PT Pindad. Senapan Mesin Ringan (SMR) Madsen Setter Mark III Kaliber 30-06 long kemudian diubah PT oleh Pindad menjadi SPM-1 kaliber 7,62mm yang diproduksi sebanyak 4.550 pucuk. Tentara El Salvador juga memperoleh sejumlah senapan mesin ini, yang dilengkapi dengan peluru kaliber .30-06. Sejumlah Madsen Saetter El Salvador dalam jumlah yang tidak bisa dipastikan kemudian dimodifikasi untuk dapat menembakkan peluru kaliber 7,62×51 mm NATO. 

Senapan mesin Madsen-Saetter di tangan Prajurit Angkatan Darat Indonesia. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Madsen-Saetter_machine_gun)
Madsen Saetter Mark III pada tripod dengan kotak amunisi Madsen berkapasitas 250 peluru. Desain Tripod Madsen Saetter adalah sebuah keajaiban teknik; yang ringan, dan mudah dilipat. Tripod ini menyediakan platform penembakan yang sangat aman, terlebih lagi akurasi ditingkatkan karena dudukannya di-buffer. (Sumber: https://smallarmsreview.com/madsen-saetter-gpmg/)
Kotak peluru senapan mesin Madsen Saetter dengan kapasitas 250, 100, dan 50 butir peluru. (Sumber: https://www.armedconflicts.com/Madsen-Saetter-Mk-II-t230796)

VARIAN

Madsen-Saetter Mk. II. (Sumber: https://www.armedconflicts.com/Madsen-Saetter-Mk-II-t230796)
Madsen-Saetter Mk III. (Sumber: https://smallarmsreview.com/madsen-saetter-gpmg/)
Madsen-Saetter Mk IV. (Sumber: https://tvd.im/small-arms/4574-madsen-saetter-sfmg-mark-4.html#google_vignette)

MEMBONGKAR MADSEN SAETTER

Madsen Saetter Mark III dalam keadaan terurai. (Sumber: https://smallarmsreview.com/madsen-saetter-gpmg/)

1) Lakukan gerakan mengokang dengan menarik gagang kokang sepenuhnya ke belakang sehingga kepala bolt assembly terlepas; kemudian tekan kembali kait pengaman sejauh mungkin ke posisi “Aman”.

2) Buka penutup mekanisme pengumpanan peluru dengan menekan kait penutup dan putar penutup dan platform jalur pengumpanan ke posisi vertikal; pastikan kamar peluru dalam keadaan kosong dan biarkan platform jalur pengumpanan turun ke posisi horizontal. 

3) Lepaskan laras dengan mengayunkan gagang laras ke depan dan memutarnya ke kanan secara vertikal dan, setelah mendorongnya ke depan, lepaskan dari receiver. 

4) Dorong kait pengaman ke posisi “Menembak” dan biarkan bagian yang bergerak untuk maju kedepan dengan menarik pelatuknya. Pada saat yang sama kendalikan gerakan maju dengan menempatkan tangan kanan pada gagang pengokang. 

5) Lepaskan dudukan popor dengan menekan kait rumahan pelatuk dengan ibu jari kiri dan dengan tangan kanan memutar popor 90 derajat searah jarum jam, atau berlawanan arah jarum jam, dan menariknya lurus ke belakang keluar dari receiver. (Jika senjata tidak diletakkan di atas meja atau penyangga serupa, tangan kiri harus ditempatkan di bawah rumahan pelatuk atau pegangan pistol untuk mencegah dudukan Pemicu berayun ke bawah).

6) Lepaskan penutup tuas pengumpanan peluru dengan menariknya lurus ke belakang sejauh mungkin dan mengangkat bagian belakang ke atas; tuas pengumpan sekarang terbuka dan harus dilepas dengan mengangkatnya keluar dari receiver. 

7) Tempatkan senjata dengan sisi kanannya menghadap ke atas, dan lepaskan rumahan pelatuk dengan mengayunkan ujung belakangnya dengan pegangan pistol ke kanan dan kemudian melepaskan kait di ujung depannya dari dua trunnion pada blok penyangga receiver laras. 

8) Lepaskan Piston Gas dengan menariknya ke belakang hingga kepalanya berada tepat di luar celah di bagian bawah receiver. Lepaskan dari alur bolt carrier dan, setelah memutarnya sedikit searah jarum jam, Piston Gas dapat ditarik sepenuhnya ke belakang keluar dari tabung pendukung laras. 

9) Lepaskan bolt assembly dengan membiarkannya meluncur ke belakang keluar dari receiver. 

10) Lepaskan bolt assembly – dengan ujung peluru, tekan pin bolt carrier sejauh mungkin ke samping sehingga dapat dilepas dengan jari. Tarik kembali action-head dan lepaskan bolt dengan menggesernya lurus ke belakang keluar dari bolt carrier, pin penembakan, dengan pegasnya, kemudian akan meluncur mundur keluar dari bolt. Pengunci bolt tidak boleh dilepas dari bolt selama pembongkaran di lapangan. 

11) Rakit kembali senjata dengan urutan terbalik.

Penutup mekanisme pengumpanan peluru Madsen Saetter dalam keadaan terbuka (atas) dan settingan bidikan-nya (bawah). (Sumber: https://auctions.morphyauctions.com/lot-531612.aspx)
Desain ujung laras senapan mesin Madsen Saetter. (Sumber: https://auctions.morphyauctions.com/lot-531612.aspx)

PENGGUNA

Indonesia – Madsen Saetter tetap bertugas dan terus digunakan di angkatan bersenjata Indonesia bahkan setelah pengembangan produksi di bawah lisensi senapan mesin FN MAG dari Belgia.

El Salvador – Pada tahun 1961, sejumlah senapan mesin Madsen Saetter dibeli dari Denmark untuk Garda Nasional El Salvador (setelah jip M151 MUTT mulai memasuki dinas operasional pada pertengahan tahun 1970-an, senapan tersebut dipasang pada jip yang dipindahkan ke unit reaksi cepat Garda Nasional, yang digunakan hingga tahun 1980an). Setelah pasokan senjata buatan Amerika dimulai mengalir di bawah program bantuan militer AS, Madsen-Saetter digantikan oleh senapan mesin M60.

Prajurit Indonesia dengan senapan mesin Madsen-Saetter. Tidak hanya sebagai pengguna, Indonesia juga melisensi produksi senapan mesin ini. (Sumber: https://weaponsystems.net/system/1358-Madsen-Saetter)

SPESIFIKASI

Bobot: 11.6 kg (25.57 lb)

Panjang: 1,290 mm (50.8 in)

Panjang laras: 660 mm (26.0 in)

Alur laras: 4 alur, dengan arah putaran ke kanan

Peluru:

7,62×51mm NATO 

.30-06 Springfield 

.50 BMG

Sistem Pengoperasian: dioperasikan dengan gas

Kecepatan Penembakan: 700–1000 peluru/menit

Kecepatan laras: 838 m/dtk (2.749 kaki/detik)

Jangkauan Efektif: 800 meter

Sistem Pengumpanan Peluru: sabuk peluru

Sistem pembidik: bilah pembidik depan dan pembidik belakang tipe tangent notch

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Madsen Saetter GPMG by J.R. Moody; August 1, 1998

https://smallarmsreview.com/madsen-saetter-gpmg/

Madsen-Saetter Mk.II

https://www.armedconflicts.com/Madsen-Saetter-Mk-II-t230796

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Madsen-Saetter_machine_gun

https://ru.m.wikipedia.org/wiki/Madsen-Saetter

Madsen-Saetter

https://weaponsystems.net/system/1358-Madsen-Saetter

(N) DANISH MADSEN-SAETTER LIGHT MACHINE GUN (PRE-86 DEALER SAMPLE)

https://auctions.morphyauctions.com/lot-531612.aspx

PINDAD SEBAGAI BAGIAN DARI TNI AD

https://pindad.com/bagian-dari-tni-ad

Exit mobile version