Mengenal kelas Krivak, kapal frigate anti kapal selam standar AL Soviet

Kelas Krivak, merupakan sebutan Soviet untuk Proyek 1135 Burevestnik (storm petrel), adalah seri kapal jenis frigate dan kapal penjaga perairan (patroli) yang dibangun Uni Soviet terutama untuk Angkatan Laut mereka sejak tahun 1970. Beberapa tipe dari kapal ini, seperti Nerey (Nereus) dirancang untuk misi patroli pantai oleh Pasukan Perbatasan KGB. Hingga 1977, kapal-kapal di kelas itu digolongkan sebagai kapal perang anti-kapal selam yang berukuran besar. Kapal-kapal ini umumnya dikenal di kalangan NATO dengan nama Krivak dan dibagi menjadi kelas Krivak I, Krivak II, Krivak IV (untuk angkatan laut), dan Krivak III (untuk penjaga pantai). Mereka dirancang sebagai penerus dari Frigate kelas Riga (pernah dimiliki ALRI). Desain Kelas Krivak dimulai pada akhir 1950-an dan lulus uji sebagai kapal anti-kapal selam pada periode 1960-an. Kapal pertama adalah Bditelnyy mulai bertugas pada tahun 1970. Sebanyak 40 kapal tipe ini telah dibuat, dimana 32 kapal digunakan oleh Angkatan Laut Soviet dan 8 kapal modifikasi dari subkelas Nerey (Krivak III) digunakan Pasukan Penjaga Perbatasan KGB. Saat ini 2 kapal dari subclass Nerey masih operasional bersama satuan Penjaga Pantai FSB dan satu lainnya menjadi bagian dari Angkatan Laut Ukraina.

Frigate kelas Riga yang juga pernah dimiliki ALRI. Kelas Krivak dimaksudkan untuk menggantikan kelas Riga di tahun 1970an (Sumber: https://www.naval-encyclopedia.com/)
Kapal Frigate Kelas Krivak-I (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Fitur unik dari kapal ini adalah adanya tampilan kotak penyimpanan peluru kendali yang besar di halauan, tumpukan struktur kapal dan tiang antena IFF & Radar serta cerobong yang miring, membuatnya mendapat julukan akrab di antara para pelaut AS sebagai bagian dari proses identifikasi siluet kapal perang asing sebagai “Hot dog pack, Smokestack, Guns in Back – Krivak. ” Berapa banyak kapal yang masih tetap dalam tugas aktif saat ini tidak dapat dipastikan. Menurut beberapa sumber, Rusia memiliki setidaknya empat unit yang masih operasional sementara Angkatan Laut Ukraina, satu unit. Pers Rusia mencatat tiga unit yang beroperasi pada Februari 2008, satu dengan Armada Baltik dan dua dengan Armada Laut Hitam (BSF). Angkatan Laut India mengorder enam fregat kelas Krivak III yang ditingkatkan kemampuannya sebagai kelas Talwar. Tiga kapal dikirim pada tahun 2003-2004. Tiga lagi dikirimkan pada periode 2011-2012. Pada 12 Oktober 2010, diumumkan bahwa Galangan Kapal Yantar di Kaliningrad telah memenangkan kontrak untuk pembangunan tiga kapal perang baru sekelas Talwar untuk Angkatan Laut Rusia. Pembangunan fregat untuk Angkatan Laut Rusia ini akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan fregat bertipe sama untuk Angkatan Laut India.

Latar belakang desain dan spesifikasi umum

Seri kapal ini adalah tipe fregat besar yang dirancang khusus untuk melawan kapal selam pengangkut rudal Balistik Amerika kelas Polaris. Pada tahun 1975, Pemimpin Soviet, Leonid Brezhnev telah menghabiskan banyak uang untuk meningkatkan angkatan bersenjata Soviet dan frigate ASW kelas Krivak yang baru adalah kebanggaan Angkatan Laut Soviet saat itu. Brezhnev merasa Soviet perlu mengimbangi Angkatan Laut Amerika, yang pada akhirnya mengakibatkan perlombaan senjata dalam Perang Dingin. Dengan kemenangan Komunis di Asia Tenggara (Vietnam-Kamboja-Laos), Amerika Latin dan ekonomi nasional mereka yang berkembang pesat khususnya di Rusia, banyak yang merasa Uni Soviet tampaknya akan memenangkan Perang Dingin. Pada awal 1970-an, Uni Soviet berada di puncak kekuatannya. Partai Komunis tetap merupakan satu-satunya partai politik di Uni Soviet dan reformasi ekonomi yang diatur ketat memungkinkan Soviet memiliki ekonomi yang kuat dan mampu meningkatkan standar hidup warganya, setidaknya hingga saat itu.

Poster standar komunis di dekade 1970an, yang merupakan masa-masa dimana Soviet disegani kekuatannya di dunia baik secara politik maupun militer. (Sumber: https://www.posterplakat.com/)

Panggilan NATO untuk kelas fregat baru Soviet itu adalah “Krivak”, dimana desainnya mulai dibuat pada tahun 1957 dan kemudian pada akhirnya berkembang menjadi kapal anti-kapal selam berukuran besar di tahun 1960-an. Sebanyak 40 kapal lebih dibangun untuk Angkatan Laut Soviet, Pengawal Perbatasan KGB, Ukraina dan India. Kapal berbody ramping itu memiliki panjang 405 kaki (123,5 meter) dan beratnya 3.300 ton. Kapal itu bisa berlayar 32 knot dengan mesin turbin gasnya yang menghasilkan kekuatan 40.000 tenaga kuda. Kapal-kapal ini menjaga perairan dari ancaman kapal selam Amerika dengan menggunakan perangkat sensor yang dimilikinya. Krivak memiliki radar “Eye Bowl” guna membantu sistem rudal SS-N-14 anti kapal selam bersama dengan radar “Pop Group” untuk menunjang sistem rudal SA-N-4 Gecko. Sonar di halauan dikenal sebagai “Bull Nose” dan juga sonar tarik yang disebut juga sebagai “Mare Tail” yang digunakan mengecek keberadaan kapal selam.

Layout Frigate kelas Krivak (Sumber: http://militaryhistory.x10.mx/)

Persenjataan yang dipasang diatas kapal membuatnya menjadi macan di laut lepas dengan tambahan peluncur mortir anti-kapal selam RBU6000 yang terpasang halauan. Krivak juga mampu menembakkan torpedo dari dua peluncur torpedo dengan format 4 x 533mm di sepanjang geladaknya yang dapat berayun dari kedua sisi kapal untuk melawan kapal selam musuh dari berbagai sudut, disamping itu kapal ini juga membawa 20 buah ranjau laut. Perangkat Rudal anti kapal selam ditambahan di atas kapal dari tipe SA-N-14 “Silex” untuk fungsi ASW (Anti-Surface Warfare) dan untuk pertahanan anti-kapal (Mulai dioperasikan pada tahun 1969, rudal ini berukuran panjang 25 kaki/7.62 meter dan memiliki jangkauan 30 mil laut dapat digunakan melawan kapal permukaan dan kapal selam) serta meriam ganda kaliber 76mm untuk Tujuan Ganda (DP) yang bisa juga digunakan untuk pertahanan anti pesawat jarak dekat. Sebuah kapal perang kelas Krivak juga membawa dua peluncur SAM SA-N-4 Gecko dengan masing-masing 20 rudal cadangan pada tiap peluncur. Krivak umumnya diawaki oleh 200 personel yang terdiri dari perwira dan pelaut.

Varian

Proyek 1135 Burevestnik (Krivak I)

Proses desain dimulai pada tahun 1956 sebagai pengganti fregat anti-kapal permukaan kelas-Riga. Perannya kemudian berubah menjadi kapal anti-kapal selam yang ditenagai oleh mesin turbin gas dan dipersenjatai dengan rudal SS-N-14 (untuk Anti Kapal Selam/Permukaan). Proses pembuatan kapal ini utamanya dilakukan di Zhdanov Yard (sekarang dikenal sebagai Galangan Kapal Utara-Leningrad), Yantar Yard (Kaliningrad) dan Kamysh Burun Yard, (Kerch, Crimea). NATO memberi kode kapal-kapal ini sebagai kelas Krivak I. (Sebanyak 21 kapal tipe ini dibuat). Fregat ini pada awal kemunculannya diakui oleh para pengamat internasional sebagai kapal terbaik di kelasnya (frigate). Para pengamat melakukan penilaian berdasarkan kriteria berikut: desain, rasio daya mesin terhadap bobot kapal, kecepatan, dan persenjataan yang lebih unggul dari pesaingnya di AL NATO. Pada akhir 1970-an peruntukannya diubah menjadi SKR (Storozhevoy Koabl ‘), mengindikasikan secara akurat kemampuan aktual kapal ini. Meskipun tipe ini dibuat setelah kapal perusak kelas Kashin dalam hal waktu konstruksi, Krivak lebih kecil, namun memiliki perangkat perang anti kapal selam (ASW) yang lebih canggih namun kurang memiliki sistem pertahanan SAM area yang bisa dibilang merupakan persenjataan utama Kashin. Hal ini lebih membuat Krivak lebih mudah untuk dibuat, yang memungkinnya untuk dikerjakan di galangan kapal yang lebih kecil di Baltik dan Laut Hitam, dan sekaligus memberi kesempatan galangan kapal besar untuk membuat kapal perang yang lebih besar.

Frigate Krivak I (Sumber: http://militaryhistory.x10.mx/)
Ciri khas dari Krivak-I adalah meriam laras ganda kaliber 76 mm tipe AK-726. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Sistem ASW utama adalah roket 85RU, yang ditembakkan dari peluncur format quadruple di bagian depan kapal. Senjata ini masih didukung oleh mortir RBU-6000 yang tepat ada di depan anjungan dan tabung torpedo yang ditempatkan di tengah kapal. Hanya ada senjata pertahanan udara jarak dekat yang disediakan, dalam bentuk rudal “Osa” (Sistem SA-N-4 Gecko) di bagian depan dan belakang serta sepasang dudukan meriam 76mm (kapal Krivak-II, kemudian menggunakan dua meriam tunggal kaliber 100mm). Krivak tidak seperti kapal-kapal segenerasinya yang memiliki sistem anti rudal “pertahanan terakhir” seperti senjata Gating 30mm; perangkat ECMnya juga dinilai punya kemampuan minimal. Krivak dilengkapi dengan empat mesin turbin gas, dua untuk kekuatan 12.000 hp dan dua untuk kekuatan 48.000 hp. Dengan demikian, kapal ini memiliki kemampuan akselerasi yang cepat dengan daya tahan melaut yang baik (4.000 mil pada kecepatan 14kt). Setidaknya dua hingga tiga frigat Krivak-I dimodernisasi antara tahun 1987 dan 1994. Dikenal di Barat sebagai MOD Krivak, sumber yang berbeda menunjukkan bahwa kode Soviet untuk program ini adalah Proyek 1135.2 Mod atau Proyek 1135.6 (yang pertama tampaknya lebih akurat). Modifikasi ini menampilkan adanya rudal permukaan-ke-permukaan baru sebagai pengganti peluncur roket ASW lama, bersama dengan sistem elektronik dan sonar yang ditingkatkan. Meskipun mungkin direncanakan untuk semua unit Krivak-I dimodernisasi, namun implementasi lebih lanjut dari program ini tampaknya kandas karena kesulitan keuangan. Lima Krivak-I dipensiunkan antara tahun 2003 dan 2004.

Proyek 1135M Burevestnik M (Krivak II)

Kapal Krivak dirancang sebagai pelengkap “2 nd-rate” untuk destroyer kelas Kresta-I, Kresta-II dan Kara yang lebih besar dan lebih canggih, yang awalnya sama-sama kapal tipe BPK (Anti Kapal Selam). Pada akhir 1970-an peruntukannya diubah menjadi SKR (Storozhevoy Koabl ‘) atau kapal pengawal. Tipe kapal ini dilengkapi dengan senjata meriam tunggal kaliber 100 mm yang dipasang di buritan menggantikan meriam kembar kaliber 76 mm yang digunakan pada desain Burevestnik sebelumnya. Kapal ini juga memiliki instalasi Variable Depth Sonar (VDS) yang didesain ulang. Semua kapal ini dibangun di galangan kapal Kaliningrad. NATO memberi kode kapal-kapal ini sebagai kelas Krivak II. (11 kapal tipe ini dibuat). Secara umum diketahui dari berbagai sumber bahwa pada tahun 1999 setidaknya empat unit tipe ini dipensiunkan, sementara beberapa sumber menunjukkan bahwa tiga unit lainnya juga telah dipensiunkan. Semua sumber juga sepakat bahwa setidaknya satu unit ditransfer ke Ukraina, meskipun pada awal 2001 dua frigate Krivak-I dilaporkan ada di antara unit-unit yang rencananya dipensiunkan oleh AL Ukraina.

Krivak II, dimana pada seri ini meriam laras kembar kaliber 76 mm digantikan oleh meriam kaliber 100 mm. (Sumber: https://picryl.com/)

Proyek 11351 Nerey (Krivak III)

Pada tahun 1982, lewat keputusan bersama dari Kementerian Industri Pembuatan Kapal dan Angkatan Laut menyetujui pengembangan Proyek 1135 untuk Proyek kapal pengawal 1135.1, yang memiliki persyaratan desain dan operasi baru dengan peralatan AA/ASW, radio dan radar canggih dan kemampuan menyerang kapal permukaan. Pada saat yang sama, Project 1154 (kemudian menjadi Frigate Neustrashimyy) difokuskan pada pertempuran anti kapal selam dan anti-pesawat terbang untuk melindungi kapal permukaan dan konvoi. Proyek 1135.1 Nerey (juga dicatat sebagai Proyek 1135P)/kelas Krivak III awalnya dibuat untuk Penjaga Perbatasan Perbatasan KGB.

Kelas Krivak III yang ditujukan untuk kapal penjaga pantai. (Sumber: Pinterest)

Kapal-kapal ini tidak memiliki sistem rudal SS-N-14, yang kemudian digantikan oleh helikopter dan memiliki hanggar penyimpanan. Hanya ada satu meriam kaliber 100 mm di haluan kapal. Meskipun memiliki kemampuan ASW kurang canggih dibanding Krivak-I/II, Krivak III memiliki kemampuan mengoperasikan helikopter. Semua kapal tipe ini dibuat di Kerch dan ditujukan untuk digunakan oleh Pasukan Perbatasan Soviet yang ada di bawah KGB. Diyakini bahwa satu lambung kapal kelas Krivak III yang belum jadi (Hetman Bayda Vyshnevetsky dari tahun 1995) di Ukraina dipindahkan ke Rusia dan kemudian dijual ke Angkatan Laut Rakyat Korea (Korea Utara). NATO menyebut kapal-kapal ini sebagai kelas Krivak III. (8 unit kapal dibuat). IISS melaporkan pada tahun 2008 bahwa delapan unit Krivak III masih dioperasikan oleh Penjaga Perbatasan Federasi Russia sementara 1 kapal beroperasi dengan Angkatan Laut Ukraina.

Proyek 11352/11353 (Krivak IV)

Krivak IV adalah desain yang awalnya yang ditujukan semata-mata untuk ekspor, dengan desain layout yang sama seperti Krivak III, namun memiliki sistem elektronik dan senjata yang ditingkatkan. Pada akhirnya tipe ini adalah modernisasi dari kapal-kapal Proyek 1135 (Krivak I) yang berasal dari kapal Leningradski Komsomolets (berganti nama menjadi Legkiy pada tahun 1992), Letuchiy, Pylkiy dan Zharkiy dari tipe Krivak I. Modernisasi tersebut mencakup penggantian mortir anti-kapal selam RBU-6000 dengan rudal anti-kapal SS-N-25, radar baru, sonar, dan peralatan ECM. Kapal-kapal ini menyelesaikan proses perbaikan mereka pada tahun 1990-92, sementara kapal-kapal lainnya juga direncanakan untuk dimodernisasi tetapi program tersebut kemudian dibatalkan dengan runtuhnya Uni Soviet. NATO menyebut kapal-kapal ini setelah mendapat modernisasi sebagai kelas Krivak IV.

Krivak IV (Sumber: Pinterest)

Proyek 11356 (kelas Talwar)

Tipe ini adalah derivatif terbaru yang dibuat untuk Angkatan Laut India dari tahun 1999 hingga 2012. Tiga frigat Nerey yang ditingkatkan kemampuannya dipesan oleh Angkatan Laut India pada 17 November 1997. Mereka dikenal sebagai frigat kelas Talwar yang dioperasikan oleh angkatan laut India. Tiga unit lagi, yang akan dipersenjatai dengan rudal supersonik Brahmos, dipesan pada 14 Juli 2006. (Total 6 kapal dibuat). Frigate tipe Talwar pertama untuk India dibuat di galangan kapal Baltiisky Zavod di St. Petersburg pada Maret 1999, dan diluncurkan pada 12 Mei 2000. Unit kedua, Trishul, diluncurkan pada 23 November 2000, dan frigat ketiga mulai dibuat pada tanggal 26 Mei 2000.

Proyek 11356P / M (kelas Admiral Grigorovich)

Tipe ini adalah turunan dari kelas Talwar yang ditujukan untuk digunakan Angkatan Laut Rusia. Enam kapal dipesan untuk Armada Laut Hitam Rusia di bawah dua kontrak yang ditandatangani pada tahun 2010-2011, dengan kapal pertama dibuat pada 18 Desember 2010. Namun, karena tidak adanya pengiriman mesin turbin gas Ukraina (akibat aneksasi Russia atas Crimea), pembangunan fregat Admiral Butakov dan Admiral Istomin dihentikan pada musim semi 2015. Untuk menggantikan mesin turbin pengganti dari mesin buatan Ukraina, Moskow sempat memberi kontrak kepada NPO Saturn, produsen mesin pesawat Rusia, dengan kontrak untuk memproduksi dan menguji mesin pengganti yang diproduksi di dalam negeri untuk mesin turbin M90FR pada 2017, tetapi analis industri pertahanan percaya bahwa sistem propulsi baru itu mungkin belum siap sampai sekitar tahun 2019. Sementara itu, India yang tidak terkena larangan ekspor Ukraina dan akan dapat langsung membeli mesin turbin gas M90FR dari Kiev tanpa insiden dan ini berarti bahwa New Delhi dapat mengoperasikan kapal ini dalam waktu singkat. Baik India maupun Rusia tidak secara resmi mengkonfirmasi bahwa para pihak telah mencapai kesepakatan ekspor kapal fregat rudal berbobot 3.620 ton ini, tetapi sebelumnya telah dikonfirmasikan bahwa diskusi menuju kesepakatan sedang berlangsung. Pada Oktober 2018, diumumkan bahwa fregat Laksamana Butakov dan Laksamana Istomin akan dijual ke India di bawah kontrak dengan nilai $ 950 juta yang ditandatangani pada bulan yang sama. Fregat terakhir, Laksamana Kornilov, direncanakan untuk bergabung dengan Angkatan Laut Rusia setelah tahun 2020. (3 kapal telah dibuat, 3 kapal lagi sedang dibuat).

Frigate kelas Admiral Grigorovich (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Persenjataan dan Sistem Sensor Standar Frigate Krivak

Seperti yang telah dipaparkan secara singkat persenjataan dan peralatan elektronik yang diusung oleh Frigate kelas Krivak, berikut adalah beberapa informasi mengenai kapabilitas dari perlengkapan tersebut:

Sistem Senjata

SS-N-14 “Silex”

Sistem senjata Anti-Kapal Metel (dalam bahasa Rusia: противолодочный комплекс «Метель» ‘Badai Salju’; Kode NATO: SS-N-14 Silex) adalah keluarga dari rudal anti-kapal selam. Ada berbagai varian anti-kapal selam (‘Metel’) untuk kapal penjelajah dan fregat, dan versi selanjutnya dengan hulu ledak shaped charge (‘Rastrub’) dapat digunakan untuk menghancurkan kapal permukaan dan kapal selam. Rudal ini prinsip kerjanya mirip dengan sistem ASROC (Anti Submarine Rocket) buatan Amerika atau sistem senjata IKARA (Australia) dimana roket/rudal akan membawa torpedo anti-kapal selam bawah laut ke satu titik terdekat dari target dan menjatuhkan torpedo tepat di atas posisi yang diduga sebagai lokasi kapal selam. Torpedo kemudian mulai mencari dan kemudian meluncur menuju kapal selam yang ditarget, layaknya torpedo konvensional. Pada varian 85RU / URPK-5, torpedo UGMT-1 yang digunakan dapat digunakan untuk melawan kapal selam serta kapal permukaan. Jarak operasional dari SS-N-14 adalah sekitar 10 – 90 km untuk tipe 85RU/URPK-5 Rastrub untuk lawan kapal permukaan dan 5 – 50 km untuk target kapal selam. Sistem roketnya sendiri dapat terbang dengan kecepatan Mach 0.95, 290 m/s (650 mph), sementara torpedonya dapat berfungsi hingga kedalaman 20-500 meter (kedalaman rata-rata kapal selam yang operasional di dunia). Untuk sistem pemandu digunakan dengan panduan helikopter atau panduan eksternal lainnya plus sebuah penjejak IR (Infra Merah/panas).

SS-N-14 Silex (Sumber: https://twitter.com/)
Sistem kerja ASROC yang serupa dengan SS-N-14 Silex, hanya berbeda jangkauan saja. (Sumber: http://www.foromilitar.com.ar/)

SA-N-4 “Gecko”

4K33 “OSA-M” (kode NATO SA-N-4 “Gecko”) diperkenalkan pada tahun 1972 dan merupakan versi angkatan laut dari sistem rudal anti pesawat jarak pendek 9M33M yang dipasang pada peluncur ganda yang dapat berputar Zif-122 dengan performa yang telah ditingkatkan. Sistem rudal Gecko dipasang pada fregat kelas Gepard, kapal penjelajah rudal kelas Kara, kapal penjelajah VTOL kelas Kiev dan juga kelas Kirov, Slava, dan Frigate kelas Krivak. Jarak jangkau untuk versi awal Gecko adalah sekitar 2-9 km (1,3-5,6 mil) dan ketinggian operasionalnya adalah antara 50–5.000 m (164–16.400 kaki). Tingkat keberhasilan untuk sistem rudal versi awal adalah sekitar 35-85%, tergantung ketinggian target. Pada model-model produksi selanjutnya, tingkat probabilitas kill nya meningkat menjadi 55-85%. Hulu ledak Gecko disebutkan memiliki radius mematikan hingga 5 m di ketinggian rendah terhadap target seukuran Pesawat Tempur F-4 Phantom. Dilihat dari kemampuan dan jangkauannya, Gecko memang tidak ideal untuk menjadi defender satuan tugas yang lebih besar.

Rudal jarak dekat SA-N-4 Gecko, tiap Frigate kelas Krivak setidaknya membawa 40 rudal SAM ini. (Sumber: https://baomoi.com/)

Type 53 Torpedo

Dari berbagai sumber tidak pernah disebutkan secara pasti mengenai tipe torpedo yang dipasang pada Frigate Kelas Krivak, namun jika melihat tahun penggelarannya sekitar awal 1970-an, kemungkinan torpedo yang digunakan adalah torpedo tipe 53. Torpedo tipe 53 digunakan pada hampir semua kapal selam Soviet dan banyak kapal perang permukaannya. Kapal permukaan menggunakan varian anti-kapal selam, kecuali untuk kapal torpedo di awal Perang Dingin yang juga menggunakan varian anti-kapal. Kebanyakan Tipe 53 yang digunakan dalam peran anti-kapal permukaan menggunakan hulu ledak berbobot 200 hingga 300 kg. Varian anti-kapal selam memiliki ukuran hulu ledak lebih kecil antara 100 hingga 200 kg. Sistem peledakannya berdasarkan deteksi akustik, kontak atau peledakan berdasar waktu tertentu, atau kombinasi keduanya. Tipe 53 juga ada yang memiliki hulu ledak nuklir berkekuatan 20 kT yang akan meledak di lokasi yang telah ditentukan. Versi terakhir di kelas ini adalah torpedo laut berat UGST (Fizik-1) memiliki jangkauan hingga 60 km (versi ekspor dibatasi hingga 40 km).

Torpedo Type 53 (Sumber: https://history.info/)

Roket/Mortir Laut RBU 6000

Roket atau Mortir laut RBU 6000 adalah persenjataan bawaan wajib kapal-kapal perang Uni Soviet saat Perang Dingin, mulai dari kapal kelas korvet (termasuk kelas Parchim yang digunakan oleh TNI AL) hingga kapal induk helikopter. RBU-6000 Smerch-2 (Реактивно-Бомбовая Установка, Reaktivno-Bombovaja Ustanovka) adalah peluncur roket anti-kapal selam buatan Soviet kaliber 213 mm. Sistem mulai dioperasikan pada tahun 1960-61 dan dipasang ke berbagai kapal permukaan Rusia. Sistem ini terdiri dari gabungan 12 laras berbentuk tapal kuda yang berfungsi sebagai peluncur roket, yang secara jarak jauh diarahkan oleh sistem kendali penembakan Burya (yang juga dapat mengendalikan versi jarak pendek RBU-1000). Sistem senjata ini menembakkan munisi bom dalam tanpa pemandu RGB-60. Roket biasanya ditembakkan secara salvo 1, 2, 4, 8 atau 12 peluru sekaligus. Proses isi ulang dilakukan secara otomatis, dengan tiap peluru dimasukkan ke peluncur oleh sistem pemuatan tipe 60UP dari tempat penyimpanan di bawah geladak. Kapasitas penyimpanan di kapal umumnya membawa 72 atau 96 peluru per peluncur. Senjata ini juga dapat digunakan untuk pemboman pantai. Dengan munisi tipe RGB 60 yang memiliki bobot 113.5 kg dan hulu ledak 23 kg, senjata ini dapat ditembakkan hingga jarak 5.500 meter dengan kecepatan tenggelam 11.6m/s (untuk anti kapal selam) dan efektif hingga kedalaman 10-500 meter.

Mortir anti kapal selam RBU 6000 yang menjadi bawaan wajib kapal-kapal perang Uni Soviet. (Sumber: Pinterest)

Meriam AK-726 kaliber 76 mm

AK-726 (abbr. Артиллерийский комплекс) adalah meriam angkatan laut berlaras ganda kaliber 76,2 mm, yang dikembangkan di Uni Soviet dan masih digunakan di berbagai angkatan laut. Meriam ini memiliki dua laras kaliber 76,2 mm. Proyektilnya dimasukkan ke dalam lift dari ruang amunisi ke meriam. Meriam itu memiliki sistem pengisian otomatis. Kedua laras menembak secara bersamaan, hingga mencapai tingkat penembakan secara teoritis sekitar 100 peluru per menit, tetapi tidak dapat ditembakkan secara terus menerus. Laras harus didinginkan selama beberapa menit setelah menembakkan 40 hingga 45 peluru secara terus menerus. Sistem pendinginan terhubung ke saluran air utama kapal. Kontrol penembakan dilakukan baik secara otomatis melalui radar kontrol penembakan jenis MR-105 Turel (Rusia: Турель, kode NATO: Screech Owl), semi-otomatis dengan pembidik optik Prisma, atau secara manual. Meriam dapat digunakan melawan target udara, laut atau darat. Ada dua jenis amunisi yang tersedia; tipe peledakan via kontak dan peledakan non kontak. Jarak maksimum penembakan adalah 15.7 km dengan elevasi maximum -10 °/+ 85 ° dan kecepatan peluru 980 m/s.

AK-726 kaliber 76 mm, meriam utama Frigate Krivak-I. (Sumber: http://encyclopedia.mil.ru/)

Meriam AK-100 kaliber 100 mm

AK-100 adalah meriam angkatan laut asal Soviet yang dikembangkan pada tahun 1970-an sebagai alternatif yang lebih baik dari meriam AK-726 laras ganda kaliber 76mm. AK-100 hanya memiliki laras tunggal kaliber 100mm L/70 monobloc A-214. Tingkat penembakan yang tinggi dicapai dengan sistem pendinginan air untuk meriam A-214 dan sistem pemuatan munisi secara otomatis. Turret baja besar meriam ini mampu menampung dua drum amunisi dengan total 174 butir peluru. AK-100 digunakan bersama dengan sistem radar kontrol penembakan MR-114 atau MR-145. Terdapat juga opsi sistem kontrol analog optronic jarak jauh dan pembidik Kondensor-214A pada dudukan senjatanya. Meriam A-214 menembakkan serangkaian peluru khusus kaliber 100mm pada kecepatan maksimum 50 hingga 60 rpm. Target permukaan pantai dan laut yang bergerak sejauh 21 km dapat ditembak dengan peluru HE-Fragmentation dengan titik peledakan yang sudah ditentukan. Sementara sasaran udara dapat dibidik dengan peluru berpeledak waktu atau meledak pada jarak tertentu HE-Anti Pesawat. Jarak efektif maksimumnya adalah 10 km untuk target pesawat dan 5 km melawan rudal anti-kapal yang mendekat, sementara jarak tembak maksimumnya hingga 21 km. Elevasi meriam adalah -10 / +85 derajat dan mampu berputar 360 derajat. Meriam 100 mm ini digunakan pada seri Frigate Krivak II dan III.

Meriam AK-100 kaliber 100 mm yang mulai dipakai pada seri Frigate Krivak II & III. (Sumber: https://www.goodfon.com/)

Sistem Sensor

Untuk mendukung persenjataan yang dibawanya, Frigate Krivak dilengkapi dengan sistem sensor, diantaranya sebagai berikut:

MR-755 Radar

Merupakan radar Frigate kelas Krivak terbaru yang bertipe Pulse Doppler Radar dengan kemampuan IFF (Identification Friend or Foe). Radar ini mampu mendeteksi target dengan ketinggian maksimum 30480 m dan ketinggian minimum 0 m dengan jarak maksimum hingga 296,3 km dan minimum 0,6 km.

Radar MR-755 yang kemungkinan besar dipasang pada Frigate Krivak seri terbaru menggantikan seri radar yang lebih lama. (Sumber: Pinterest)

Eye Bowl Radar

Radar ini digunakan untuk mendukung pengoperasian sistem senjata SS-N-14 “Silex”. Tipe: Radar bertipe Pulse Only ini mendukung pendeteksian objek di permukaan laut dengan ketinggian minimum 0 m dan jarak maksimumnya 22.2 km, sementara jarak minimumnya adalah 0,4 km.

FLEET RECOGNITION CENTRE LIBRARY – SOVIET RADAR AND WEAPONS SYSTEMS (HU 101516) Detailed view of sensors on a Soviet Krivak I or Krivak II class missile frigate. Image shows: Head Net C air surveillance and search radar, Don-2 navigation radar, two Kite Screech control radars for the ship’s 76mm guns and two Pop Group fire control radars for the ship’s SA-N-4 Gecko surface-to-air missiles. Copyright: © IWM. Original Source: http://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205302976

MPZ-301 Baza/Pop Group Radar

Pop Group Radar merupakan radar pendukung untuk sistem SAM SA-N-4 Gecko. Pop Group dilengkapi dengan perangkat Identifikasi Kawan atau Lawan (IFF), dengan sistem Pulsa Doppler yang mampu menjejak target secara berkelanjutan. Radar ini mampu mendeteksi target udara mulai dari ketinggian 0 meter hingga 30480 m dengan jarak 0.2 km-44.4 km.

Bull Nose Sonar

Merupakan sonar deteksi kapal selam dengan sistem pencarian Aktif/Pasif untuk target ketinggian maksimal 0 m, sementara bisa menjangkau target hingga jarak 27,8 km.

Catatan Operasional

Program produksi Kapal Perang permukaan Uni Soviet pada kenyataannya tidak pernah bisa mendekati Amerika Serikat. Hal ini disebabkan oleh adanya pergolakan ekonomi Soviet pada 1980-an dan berkuasanya Mikhail Gorbachev pada Maret 1985. Pemimpin Soviet yang baru itu sangat membatasi pembuatan kapal perang baru dan mulai mengurangi tingkat pengoperasian di laut untuk kapal-kapal yang sudah ada untuk meringankan sebagian beban dari ekonomi Soviet. Akibatnya, produksi kapal perang Soviet jauh berbeda dengan produksi mereka pada dekade-dekade pertama Perang Dingin. Uni Soviet kemudian membuat lagi sembilan frigate kelas Krivak untuk menandingi produksi Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO-nya. Sejak runtuhnya Uni Soviet, kesulitan keuangan telah membuat bekas Angkatan Laut Soviet hanya sekedar bayang-bayang dari kebesaran masa lalunya, karena tidak ada banyak uang untuk membuat kapal-kapal baru. Namun produksi dari Krivak belum berakhir, pada tahun 1993 Rusia mengoperasikan satu lagi frigate Krivak yang ditingkatkan. Kapal ini, bagaimanapun, merupakan satu-satunya unit baru yang masuk dinas operasional (hingga tahun 2004) dan tentu saja tidak dapat mengganti kehilangan sejumlah kapal yang dipensiunkan karena pemotongan anggaran.

Frigate kelas Oliver Hazard Perry yang dibuat 51 unit untuk AL Amerika dari tahun 1977-1989. Bagaimanapun dalam hal kemampuan produksi dan adu teknologi pembuatan kapal perang permukaan, Soviet tidak pernah mampu dalam menandingi Amerika hingga Soviet Runtuh. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Dari sejumlah besar kapal perusak dan frigate yang diproduksi oleh Uni Soviet, hanya 1 dari 18 kapal kelas perusak kelas Kashin yang tersisa, dan unit itupun tidak sepenuhnya beroperasi. Selain itu, terdapat 15 dari 42 frigate kelas Krivak masih beroperasi dan 22 dari 43 unit frigate kelas Grisha yang masih beroperasi. Armada fregat ini juga dibantu oleh 11 kapal korvet dari kelas Parchim. Namun, armada frigate ini yang sebagian besar merupakan kapal pertahanan pantai yang tidak cocok untuk dioperasikan samudera yang jauh. Pada tahun 2004, Rusia mengoperasikan 61 frigate kemampuan oceangoing dan 33 frigate kecil, yang sebagian besar merupakan warisan Perang Dingin. Pada tahun 2004, sebagian besar unit kapal Kelas Krivak yang masih tersisa membawa delapan rudal anti kapal SS-N-25 SSM dalam dua peluncur berformat quadruple, dua sistem peluncur SA-N-4 SAM, empat meriam kaliber 3 ″ (76 mm), delapan tabung peluncur torpedo 21 inchi dan dua peluncur mortir RBU-6000 Anti Kapal Selam.

Kapal Frigate kelas Krivak yang masih tersisa di AL Russia kabarnya dilengkapi dengan rudal anti kapal SS-N-25. (Sumber: https://www.wikiwand.com/)

Saat ini, sebanyak 15 unit kelas Krivak masih beroperasi di AL Russia. Yang lain, sebanyak tiga unit ditransfer ke AL Ukraina pada tahun 1997, sementara sisanya dibesituakan. Kapal Kelas Krivak ini diproduksi terus-menerus dari tahun 1968 hingga 1990. Sekitar 39 unit dibuat dalam tiga subkelompok yang berbeda dimana Krivak I asli adalah kelas kapal perang utama pertama di dunia yang sepenuhnya menggunakan mesin turbin gas. Krivak I memasang sebagian besar persenjataan rudal di bagian depan, dengan tabung torpedo di bagian tengah kapal dan dua meriam laras kembar 3in (76mm) AK-726 yang dipasang di buritan kanan. Konfigurasi ini diulang pada desain Krivak II, tetapi persenjataan meriamnya diubah menjadi dua meriam 3.9in (100mm)berlaras tunggal. Krivak tidak didesain untuk mengoperasikan helikopter, tetapi Krivak III, di mana delapan unit diselesaikan antara tahun 1983 dan 1993, memasukkan beberapa perubahan besar termasuk menambah hanggar dan flightdeck pada buritan kapal. Satu helikopter Kamov Ka-27 Helix mampu dibawa tipe ini. Namun perubahan ini mengharuskan dilepasnya peluncur SA-N-4 dan juga dua dudukan meriam. Sebagai gantinya, satu meriam otomatis 3.9in (100mm) dipasang pada bagian depan menggantikan tempat peluncur quadruple untuk rudal SS-N-14 ASW, yang tidak lagi dibawa. Yang menarik, Krivak Ill awalnya tidak dibangun untuk Angkatan Laut Soviet tetapi untuk Penjaga Perbatasan Uni Soviet, yang dijalankan oleh KGB. Namun, semua Krivak III sekarang dalam dioperasikan oleh angkatan laut reguler dengan pengecualian yang terakhir diselesaikan, yang diserahkan ke Ukraina setelah bubarnya Uni Soviet.

Helikopter Ka-27 Helix. Kapal Krivak III mampu membawa satu unit Helix di buritannya. (Sumber: https://www.naval-technology.com/)

Pada tahun 1997 India memesan enam frigate berdasarkan desain lambung dan mesin dari Krivak III, tetapi tipe persenjataan dan peralatan lainnya mungkin berbeda dari kapal-kapal yang digunakan Rusia. Kapal pertama dari pesanan ini dibangun di St Petersburg dan rencananya akan selesai pada tahun 2002. Sebanyak 20 Krivak I dibuat antara tahun 1970 dan 1982, dan ini diikuti oleh 11 Krivak lI, yang dioperasikan antara tahun 1975 dan 1982. Banyak dari dua tipe kelas ini telah dipensiunkan dan tiga kapal diberikan ke Angkatan Laut Ukraina pada tahun 1997, meskipun sekarang nampaknya tidak ada yang operasional. Pada 2008 IISS melaporkan bahwa hanya tinggal ada dua Krivak I dan dua Krivak II yang masih tetap beroperasi. Diperkirakan bahwa yang lainnya akan dinonaktifkan dalam beberapa tahun ke depan.

Frigate Storozhevoy yang sempat terlibat dalam pemberontakan. (Sumber: https://www.allworldwars.com/)
Kapten Valery Sablin pemimpin pemberontakan kapal Storozhevoy. (Sumber: https://www.allworldwars.com/)

Pada 9 November kapal Frigate kelas Krivak-I, Storozhevoy, yang menjadi bagian dari Armada Baltik Soviet dan berbasis di Riga terlibat dalam pemberontakan. Pemberontakan itu dipimpin oleh komisaris politik kapal, Kapten Valery Sablin, yang ingin memprotes korupsi yang merajalela di era kepemimpinan Leonid Brezhnev. Rencana Sablin adalah merebut kapal dan mengarahkannya keluar dari Teluk Riga, ke Leningrad melalui Sungai Neva, bersandar di samping kapal museum Aurora, kapal penjelajah tua simbol dari era revolusi Rusia, dan menyiarkan secara nasional mengenai maksud dan tujuan dari aksinya. Pada akhirnya semua awak dari Storozhevoy ditangkap dan diinterogasi, tetapi hanya Sablin dan komandan keduanya, Alexander Shein, seorang pelaut berusia 20 tahun, yang diadili dan dihukum. Pada persidangannya pada bulan Juli 1976, Sablin dihukum karena pengkhianatan tingkat tinggi dan dieksekusi dengan ditembak mati pada 3 Agustus 1976, sementara Shein dijatuhi hukuman penjara dan dibebaskan setelah menjalani hukuman delapan tahun. Sisa awak pemberontak lainnya dibebaskan tetapi diberhentikan secara tidak hormat dari Angkatan Laut Soviet.

Frigate Kelas Krivak-I, Bezzavetny saat menabrak USS Yorktown di Laut Hitam 12 Februari 1988. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Sementara itu pada tanggal 12 Februari 1988 terjadi insiden lain yang melibatkan sebuah kapal Frigat Krivak-I. Waktu itu kapal penjelajah Amerika USS Yorktown mencoba menggunakan hak lintas melalui perairan teritorial Soviet di Laut Hitam selama Perang Dingin. Kapal penjelajah Amerika itu kemudian ditabrak oleh frigate Soviet, Bezzavetny (Tipe Krivak-I) dengan tujuan mendesak Yorktown menuju ke perairan internasional. Insiden ini juga melibatkan kapal perusak USS Caron, yang secara sengaja ditabrak oleh frigat SKR-6 dari kelas Mirka milik AL Soviet. Yorktown dilaporkan mengalami kerusakan kecil pada lambungnya, tanpa menderita lubang apapun yang berisiko banjir, sementara Caron tidak mengalami kerusakan.

Spesifikasi Umum

Type : Frigate / Guard ship SKR (Russian classification)

Bobot : Standard: 3,300 tons; Full: 3,575 tons

Panjang: 405.3 ft (123.5 m)

Lebar : 46.3 ft (14.1 m)

Tinggi air : 15.1 ft (4.6 m)

Mesin :

2 shaft; COGAG

2 x M-8k, 40,000 shp (30,000 kW) or DK59 13.5 MW or DT59 16.9 MW gas-turbines

&

2 x M-62 7.4 MW or DS71 13.4 gas-turbines (cruise), 14,950 shp (11,150 kW)

Kecepatan : 32 knots (59 km/h)

Jarak jangkau : 4,995 nmi (9,251 km) at 14 knots (26 km/h)

Awak : 200 personel

Sensor dan Sistem:

Radar: 1 MR-755 Fregat-M/Half Plate air/surf search

Sonar: Zvezda-2 suite with MGK-345 Bronza/Ox Yoke bow mounted LF, Ox Tail LF VDS

Fire control: Purga ASW combat system, 2 Drakon/Eye Bowl SSM targeting, 2 MPZ-301 Baza/Pop Group

Perangkat Perang Elektronik :

Start suite with Bell Shroud intercept, Bell Squat jammer, 4 PK-16 decoy RL, 8 PK-10 decoy RL, 2 towed decoys

Persenjataan :

1 × 4 URK-5 (SS-N-14 ‘Silex’) SSM/ASW missiles

2 × Osa-MA SAM systems SA-N-4 ‘Gecko’ SAM (40 missiles)

4 × 76 mm guns (2×2) (Burevestnik M had 2 × 1 100 mm guns)

2 × RBU-6000 anti-submarine rockets

2 × 4 533 mm torpedo tubes

Pesawat udara: Ka-27 Helix (hanya pada tipe Krivak III)

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Storozhevoy (Project 1135)

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=Storozhevoy-Project-1135

Cold War Warships: Krivak Class Frigate

https://www.google.com/amp/s/weaponsandwarfare.com/2018/09/25/cold-war-warships-krivak-class-frigate/amp/

Project 1135 Burevestnik Krivak class Frigate

https://www.globalsecurity.org/military/world/russia/1135.htm

Guided Missile Frigate Pilky

https://www.kchf.ru/eng/ship/frigates/pilky.htm

Guided Missile Frigate Pitlivy

https://www.kchf.ru/eng/ship/frigates/pitlivy.htm

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Krivak-class_frigate

Osa Short-range air defense missile system

http://www.military-today.com/missiles/osa.htm

https://en.m.wikipedia.org/wiki/9K33_Osa

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Metel_Anti-Ship_Complex

Type 53 Torpedo

https://weaponsystems.net/weaponsystem/HH14%20-%20Type%2053.html

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Type_53_torpedo

https://en.m.wikipedia.org/wiki/RBU-6000

https://en.m.wikipedia.org/wiki/AK-726

100 MM AK-100

https://weaponsystems.net/weaponsystem/II02%20-%20100mm%20AK-100.html

100 mm/70 (3.9″) AK-100

http://www.navweaps.com/Weapons/WNRussian_39-70_ak100.php

https://en.m.wikipedia.org/wiki/AK-100_(naval_gun)

MR-755 Frigate Radar

http://www.cmano-db.com/pdf/sensor/3637/

Eye Bowl (Sprut)

http://cmano-db.com/pdf/sensor/1473/

Pop Group [MPZ-301] (Land Roll)

http://cmano-db.com/sensor/1474/

Bull Nose [MGK-335M Platina] (1981, Assoc w Mare Tail & Steer Hide)

http://www.cmano-db.com/pdf/sensor/4535/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Soviet_frigate_Storozhevoy

https://en.m.wikipedia.org/wiki/1988_Black_Sea_bumping_incident

4 thoughts on “Mengenal kelas Krivak, kapal frigate anti kapal selam standar AL Soviet

  • 6 June 2020 at 5:28 am
    Permalink

    Bismillah mantap,bila polisi air udara POLRI pakai kapal kelas KRIVAK III bagaimana nga canggih?.bila perlu dan diinginkan coba diakuisisi POLAIRUD minimal punya 5 unit.

    Reply
    • 6 June 2020 at 11:19 am
      Permalink

      Lebih baik fokus ke pengadaan kapal perang kombatan TNI AL dulu

      Reply
  • 10 November 2020 at 10:24 pm
    Permalink

    I simply want to tell you that I am just newbie to blogging and definitely loved this blog site. Very likely I’m want to bookmark your website . You certainly have tremendous articles. Thanks a bunch for sharing with us your web site.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *