Alutsista

Tank M-84, Sebuah Upaya Kemandirian Industri Militer Yugoslavia

Pengembangan dan produksi M-84 Main Battle Tank (MBT/Tank Tempur Utama) oleh Republik Federal Sosialis Yugoslavia secara sempurna melambangkan slogan nasional mereka, Persaudaraan dan Persatuan, hanya satu dekade sebelum negara itu sendiri runtuh. Program ini menggabungkan kemampuan ekonomi dan kapasitas produksi enam republik multi-etnis Yugoslavia untuk menghasilkan apa yang akan menjadi kebanggaan nasional mereka. Dianggap sebagai salah satu proyek paling ambisius yang dilakukan oleh industri di Yugoslavia, program ini membuktikan betapa rumit dan beratnya produksi tank bahkan untuk negara-negara berkemampuan Industri sedang.

Tank M-84 milik Serbia. Program tank M-84 yang digelar Yugoslavia tahun 1980an, menunjukkan sebuah upaya kemandirian di bidang militer. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

LATAR BELAKANG PROGRAM PENGEMBANGAN

Setelah Perang Dunia Kedua, Yugoslavia mengoperasikan berbagai macam kendaraan lapis baja buatan negara-negara Axis dan Sekutu. Dua brigade lapis baja mereka terdiri dari tank-tank Panzer II, Panzer III dan Panzer IV Jerman yang berhasil dirampas, bersama dengan tank ringan M3 Stuart Amerika dan sekitar lima tank T-34-76 buatan Soviet yang direbut dari unit-unit Anti-Partisan Jerman. Tank Italia tipe L6/40, M13/40, M14/41, dan M15/42 juga turut dirampas selama perang dan tetap disimpan dalam pengoperasian terbatas. Kemudian berdasarkan perjanjian dengan Uni Soviet, 308 tank tipe T-34-85 dan 52 senjata self-propelled SU-76M tiba pada tahun 1947. Pengiriman ini tepat sebelum memburuknya hubungan antara Tito dan Stalin pada tahun 1948. Setelah itu hubungan Yugoslavia dengan Soviet menjadi merenggang. Dua tahun kemudian, sebuah upaya untuk menghasilkan versi copy dari tank T-34-85 tanpa izin, yang dikenal sebagai Tipe A, terbukti tidak berhasil. Produksinya yang lambat, dibutuhkannya pekerja yang terampil, serta karena kurangnya cetak biru dan suku cadang standar, mengakibatkan hanya lima prototipe dari tank ini yang dibuat sebelum program ini dibatalkan. Setelah membuat kesepakatan, kali ini dengan Amerika Serikat, antara tahun 1951 dan 1957, Yugoslavia menerima 599 tank M4A3 Sherman dan 319 tank M47 Patton, 140 penghancur tank M18 Hellcat dan 399 M36 Jackson sebagai bagian bantuan militer dari Program Bantuan Pertahanan Bersama, bersama dengan banyak jenis kendaraan militer lainnya. Dengan ini, maka dalam waktu relatif singkat, Angkatan Darat Yugoslavia telah mengoperasikan baik tank buatan Jerman, Italia, Russia dan Amerika, yang sebagian merupakan warisan dari masa Perang Dunia II. Beragamnya koleksi ini, maka tidaklah mengherankan kalo Yugoslavia di tahun 1960-70an menjadi salah satu lokasi favorit dalam pembuatan film ber-thema Perang Dunia II, seperti The Secret Invasion (1964), Kelly’s Heroes (1970), Cross of Iron (1977), dan Force 10 from Navarone (1978).

Anggota Brigade Tank Kedua Yugoslavia dengan tank T-34-85 baru milik mereka. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Awak tank Yugoslavia mengisi kembali amunisi tank M47 Patton mereka. Pada awal dekade 1950an, AD Yugoslavia menggunakan armada tank campuran negara-negara barat dan Soviet. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Tank T-34 dalam film Cross Of Iron (1977), yang dibuat di Yugoslavia. Ketersediaan perlengkapan era Perang Dunia II yang dioperasikan oleh AD Yugoslavia, membuat negeri ini kerap menjadi lokasi Shooting film perang di era tahun 1960-70an. (Sumber: https://www.imcdb.org/)

Sementara itu, tanpa sarana untuk memproduksi suku cadang bagi tank yang baru dibeli, proses pemeliharaannya kemudian menjadi masalah yang semakin meningkat. Dengan berjalannya waktu, tidak lama kemudian hubungan Yugoslavia dengan Uni Soviet mulai membaik setelah kematian Stalin. Delegasi Angkatan Darat Yugoslavia lalu mengunjungi akademi militer Soviet dan menghadiri latihan militer, di mana mereka berkesempatan melihat tank T-54 baru beraksi. Selama 25 tahun berikutnya dan dalam beberapa kontrak, Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA) memperoleh 140 tank T-54 dan lebih dari 1.600 unit tank T-55. Pada akhir tahun enam puluhan, pejabat militer JNA menyadari bahwa banyak dari tank T-55 yang lebih tua perlu untuk sepenuhnya diganti dengan tank tipe baru. Juga menjadi jelas bahwa pengadaan tank yang lebih modern daripada T-55 tidak dapat ditunda lagi.

Barisan tank T-55 dari Tentara Rakyat Yugoslavia. Pada akhir tahun 1960an, menjadi jelas bahwa armada tank T-55 di AD Yugoslavia memerlukan penggantian dengan tank yang lebih modern. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Pada awal tahun tujuh puluhan, tank T-72 muncul di panggung dunia dan menarik minat para ahli militer Yugoslavia. Tank itu tersedia untuk dijual, tetapi mendapatkan lisensi untuk produksinya tidak mungkin diperoleh selama beberapa tahun pertama, bahkan untuk negara-negara anggota Pakta Warsawa, apalagi Yugoslavia, yang kerap punya kebijakan yang mandiri dari pihak Moskow. Pada tahun 1978, setelah pejabat militer Yugoslavia melihat T-72 selama presentasi di dekat Moskow, keputusan dibuat untuk membeli lisensi tank ini. Soviet dengan cepat menolak permintaan tersebut, dengan penjelasan bahwa Yugoslavia tidak dapat memproduksi kendaraan tempur seperti itu karena kerumitannya. Tak lama setelah itu, Presiden Tito mengunjungi Uni Soviet dan, bahkan meski dengan keberatan keras dari Kementerian Pertahanan Soviet, ia berhasil meyakinkan Leonid Brezhnev, Sekretaris Jenderal Partai Komunis, untuk menjual lisensi tank T-72 tersebut kepada Yugoslavia. Harganya adalah 39 juta dolar ($ 162 juta pada nilai 2020), dengan lisensi berakhir setelah 10 tahun atau 1.000 tank yang diproduksi. Perjanjian tersebut juga menyatakan bahwa Yugoslavia tidak dapat menjual, memodifikasi, atau memproduksi bersama tank dengan negara lain tanpa persetujuan Uni Soviet. Pada tahun 1979 semua dokumen dan gambar yang diperlukan untuk membangun tank ini telah diterima Yugoslavia. Dua tahun berikutnya kemudian akan dihabiskan untuk melakukan perubahan rinci pada gambar agar sesuai dengan kapasitas produksi lokal dan menggabungkan beberapa peralatan yang digunakan Yugoslavia, terutama untuk pembuatan bagian turret tank.

Parade pertama Tank T-72 Soviet, 7 November 1977. Setelah melakukan berbagai pengamatan, AD Yugoslavia yakin bahwa T-72 merupakan kandidat yang tepat untuk menggantikan armada tank T-55 mereka. Segera upaya untuk membuat T-72 secara lisensi diajukan ke Moskow. (Sumber: https://www.flickr.com/)
Leonid Ilyich Brezhnev di kiri dan Josip Broz Tito di kanan. Lobby dari Tito berhasil meluluhkan Brezhnev, sehingga Soviet yang awalnya enggan, akhirnya mau untuk memberikan lisensi pembuatan tank T-72 di Yugoslavia. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Sebelum dimulainya proses produksi, memperoleh berbagai mesin dan peralatan yang dibutuhkan terbukti sangat sulit. Misalnya, untuk mengurangi bobot, roda utama tank dibuat dari bahan aluminium alloy. Proses produksinya sangat kompleks, membutuhkan mesin press seberat 30.000 ton, mesin press tambahan yang lebih kecil, dan tungku khusus. Pada saat itu, hanya ada satu mesin press dengan karakteristik serupa di seluruh Eropa. Sementara itu proses produksinya sendiri adalah sebuah upaya besar. Lebih dari 200 perusahaan dari keenam republik Yugoslavia dikontrak untuk memproduksi suku cadang dan subsistem yang berbeda, bersama dengan pabrik Djuro Djakovic, yang bertanggung jawab atas tahapan perakitan akhir. Prototipe, yang diberi nama T-72MJ, selesai pada bulan April 1983, diikuti oleh 10 kendaraan uji pada tahun 1984. Produksi serial awal dimulai pada tahun 1985 dan kendaraan tersebut menerima nama baru: M-84. Beberapa pabrik yang terlibat dalam produksi dan produknya adalah: 

  • “Djuro Djakovic” – Slavonski Brod (Kroasia) – Proses Perakitan terakhir 
  • “Famos” – Pucat (Bosnia dan Herzegovina) – Mesin 
  • “Iskra” -Ljubljana (Slovenia) – Pembidik laser dan komponen elektronik 
  • “Zrak” – Sarajevo (Bosnia dan Herzegovina) – Perangkat Optik 
  • “Slovenske Zelezarne” – Ravni (Slovenia)- baja / Armor dan turret
  • “Prvi Partizan” – Uzice (Serbia) – amunisi 
  • “Pretis” – Vogosca (Bosnia dan Herzegovina) – amunisi 
  • “Prva petoletka” – Trstenik (Serbia) – Perangkat hidrolik 
  • “21 Maj” – Rakovica (Serbia) – sistem traverse turret manual 
  • “Bratstvo” – Travnik (Bosnia dan Herzegovina) – meriam dengan laras kaliber 125 mm
  • “Metalski zavodi Tito” – Skoplje (Makedonia, sekarang Makedonia Utara) – bagian dari alat transmisi 
  • “Rudi Cajevec” – Banja Luka (Bosnia dan Herzegovina) – Perangkat elektronik dan Sistem Pengendalian Penembakan 
  • “Sever” – Subotica (Serbia) – mekanisme autoloader meriam
  • “Industrija lezajeva Kotor” – Kotor (Montenegro) – bearings
  • Zastava arms – Kraguejvac (Serbia) – senapan mesin coaxial kaliber 7.62mm dan senapan mesin anti-pesawat kaliber 12.7mm machine gun
  • 14. oktobar – Kruševac (Serbia) – pembuatan mesin tank modular, mesin and bagian transmisi.
Proses pembuatan tank M-84 yang berasal dari lisensi tank T-72, akhirnya akan melibatkan hampir 200 perusahaan yang tersebar di seluruh federasi Yugoslavia. (Sumber: http://www.balkanwarhistory.com/)
Yugoslavia dalam memproduksi M-84 memperkenalkan teknik-teknik baru yang menyederhanakan dan mempercepat proses pembuatannya, dibandingkan dengan metode umum yang digunakan Soviet. (Sumber: http://marsonia.org/)

Inovasi Yugoslavia yang kemudian ditambahkan dalam proses pembuatan tank ini adalah salah satunya dengan penggunaan pemrosesan mekanis untuk mengelas bagian tepi serta bagian sudut dari turret dan lambung tank. Hal ini kemudian memungkinkan untuk secara signifikan meningkatkan kecepatan produksi dan menghilangkan risiko pengerjaan yang akan memakan waktu dalam membersihkan bagian tepi tank dengan menggunakan mesin gerinda atau cara-cara manual.

DESAIN

Pada masanya, sebagai tank generasi ketiga, M-84 adalah tank yang cukup modern dengan perlindungan yang baik, berkat lapisan baja kompositnya. Pelat depan atas memiliki kemiringan 68 derajat dan terdiri dari pelat baja rol homogen (RHA) setebal 80 mm, yang diikuti oleh lapisan plastik kaca yang diperkuat setebal 105 mm yang disebut sebagai textolite, dan didukung oleh pelat baja setebal 20 mm. Susunan armor ini setara dengan sekitar RHA setebal 350 mm saat melawan munisi Armor-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot (APFSDS) dan sekitar 450 mm saat melawan proyektil High Explosive Anti-Tank (HEAT). Pelat depan bawah berada pada sudut 60 derajat dengan ketebalan 80 mm. Beberapa perlindungan tambahan 20 mm berupa bilah dozer yang terpasang, juga memungkinkan tank untuk menggali tempat perlindungan untuk dirinya sendiri dalam waktu singkat. Sisi lambung yang vertikal memiliki ketebalan 80 mm di kompartemen kru dan 70 mm di kompartemen engine-transmisi, sedangkan pelat belakang setebal 40 mm memiliki kemiringan 30 derajat. Lantai dan dek mesin memiliki ketebalan 20 mm. Side skirt dari karet juga dipasang untuk mengurangi jumlah debu yang beterbangan saat tank bergerak. Sementara lambung memiliki konstruksi yang dilas, turretnya dicor. Karena ketebalannya yang bervariasi, secara keseluruhan tank ini memberikan perlindungan armor RHA dengan ketebalan sekitar 280-380 mm. Tata letak lapis baja varian awal ini setara dengan tank T-72M dan tidak memiliki material komposit di bagian turret. Siluet rendah dari M-84 juga berkontribusi pada perlindungan keseluruhan dari kendaraan tempur ini. Dibandingkan dengan tank modern dari negara-negara barat, tank M-84, karena profilnya yang rendah, memiliki area penampang depan yang lebih kecil, yang membuatnya menjadi target yang 15-20% lebih kecil. Tank ini dilengkapi dengan peralatan perlindungan Nuclear Biological Chemical (NBC) dan dua cara untuk menyebarkan tabir asap. Yang pertama menggunakan 12 tabung pelepas asap di bagian depan turret (lima di sebelah kanan, tujuh di sebelah kiri). Granat ini diluncurkan 150 m di depan tank, untuk membuat tabir asap selebar 20 m atau 100 m yang berlangsung selama 4-5 menit. Yang kedua adalah melalui penggunaan sistem pembangkit asap pada bagian mesin. Sistem ini menyemprotkan bahan bakar ke knalpot panas untuk menciptakan jejak asap putih di belakang tank. M-84 juga dilengkapi dengan sistem pemadaman api otomatis.

Gambar 3 sisi dari tank M-84 Yugoslavia. (Sumber: https://www.the-blueprints.com/)

Tank M-84 dipersenjatai dengan meriam utama smoothbore (tanpa alur) tipe 2A46 125 mm dengan selubung termal – meriam yang sama dipakai oleh MBT T-72 Soviet. Meriam sepanjang 6.25 meter ini bisa menembakkan peluru 3BM9 dan 3BM12 APFSDS dengan penetrasi 350 mm pada kemiringan 90 derajat dari jarak 2 km, sedangkan jika menggunakan peluru 3BK14M HEAT-FS, meriam ini memiliki kemampuan penetrasi hingga ketebalan 500 mm pada kemiringan 90 derajat. Selain munisi tersebut, meriam ini juga dapat menembakkan amunisi High Explosive Fragmentation (HE-FRAG). Secara singkat masing-masing munisi ini memiliki karakteristik, sebagai berikut:

  • Amunisi peledak (TF, HE), dirancang untuk menghancurkan target-target dengan perlindungan ringan, seperti kendaraan non-tempur dan unit infanteri. Bobot munisi ini adalah 33 kg, dengan kecepatan tembak awalnya 850 m/s dan jarak sasaran sampai 6000 m.
  • Amunisi kumulatif (KM, HEAT), dirancang untuk pertempuran anti-lapis baja, dengan bobot munisi 29 kg, kecepatan awal penembakan 905 m/s dan jarak sasaran sampai 4000 m. 
  • Amunisi sub-kaliber (PK, AP-FSDS), dirancang untuk pertempuran anti-lapis baja, berbobot 19,7 kg, dengan kecepatan awal 1785 m/s dan jarak sasaran sampai 4000 m.
Mekanisme meriam 2A46 kaliber 125 mm, yang digunakan pada tank T-72, tipe sama dipakai pada desain tank M-84. (Sumber: https://medium.com/)
Senapan mesin tipe PKT kaliber 7,62 mm yang menjadi senapan coaxial pada tank M-84. Sebanyak 2.000 butir peluru PKT dapat dibawa tank ini ke medan tempur. (Sumber: https://thesovietarmourblog.blogspot.com/)
Untuk senjata anti pesawat, komandan tank M-84 dapat menggunakan senapan mesin NSVT kaliber 12,7 mm, yang dibekali dengan 300 butir peluru. (Sumber: http://www.sadefensejournal.com/)

Elevasi laras meriam dapat digerakkan dengan elevasi 6°13′ / +13°47′. Sebagai senjata tambahan, penembak juga memiliki senapan mesin koaksial PKT kaliber 7,62 mm (dengan 2.000 peluru). Senapan mesin PKT memiliki jarak tembak hingga 1800 m, dengan kecepatan penembakan rata-rata 250 peluru/menit. Sementara itu, komandan tank mengoperasikan senapan mesin anti-pesawat NSVT kaliber 12,7 mm (dengan 300 peluru). Senapan ini dikendalikan secara manual dengan cover 360° ke segala arah dan elevasi antara -5° / +75° dengan jarak target hingga 2000 m. Kecepatan penembakan senapan mesin ini adalah 680 hingga 800 peluru/menit. Persenjataan lainnya yang ada di dalam tank terdiri dari pistol sinyal, granat tangan dan senjata pribadi milik para kru. Perbedaan utama antara T-72 dan M-84 adalah pada Fire Control System (FCS)/Sistem Kontrol Penembakan yang digunakan. FCS baru dikembangkan di dalam negeri dan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan yang digunakan pada tank T-72M. Perangkat kontrol ini diberi nama SUV M-84 dan diklaim sebanding dengan sistem pengendalian penembakan terbaik di dunia saat itu. Modul utama FCS adalah perangkat penglihatan bagi penembak tipe DNNS-2 dengan alat pengukur jarak laser terintegrasi. Perangkat ini dipasang di sisi kiri turret, di depan palka penembak. Perangkat ini memiliki dua perbesaran yang berbeda, yakni 3x dan 7x, sedangkan untuk penggunaan di malam hari memiliki perbesaran 8,5x. Perangkat malam ini memiliki penguat gambar generasi kedua. Selain itu, penembak juga memiliki perangkat periskop penglihatan langsung.

DNNS-2, modul utama perangkat pengontrol penembakan pada tank M-84. (Sumber: https://www.reddit.com/)
Tampilan pembidik DNNS-2. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Komandan tank dilengkapi dengan periskop binokular DNKS-2 dengan tampilan 360 derajat dan penguat gambar untuk operasi di malam hari. Dengan menekan sebuah tombol, dia bisa mengarahkan turret ke arah target atau menyerangnya sendirian. Ada empat periskop tambahan yang dia miliki. Komponen lain dari SUV M-84 adalah perangkat sensor meteorologi yang terletak di bagian depan atap turret, yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin, suhu lingkungan, dan tekanan atmosfer. FCS kemudian menggunakan informasi ini, dikombinasikan dengan data tambahan seperti jarak ke target, powder charge temperature, sudut kemiringan longitudinal dan horizontal, dan kecepatan gerakan tank untuk memastikan probabilitas tembakan pertama yang tinggi saat bergerak atau saat tidak bergerak. Sementara penembak melacak target yang bergerak, SUV M-84 secara otomatis membimbing bidikan dengan menghitung kecepatan sudut target. Untuk komunikasi antar kru dan komunikasi eksternal melalui receiver, digunakan perangkat interkom. Tank M-84 dan M-84A dilengkapi dengan receiver FM dan UHF konvensional dengan rentang frekuensi 20-79,975 MHz dan jangkauan 20 km. Sementara itu, untuk tank M-84AB dilengkapi dengan receiver UHF modern yang tahan terhadap interferensi dengan hop frekuensi narrow dan wide band (100 hop/dtk), dengan rentang frekuensi 30-87,975 MHz (RACAL Jaguar V). Tank versi komando M-84ABK memiliki transciever HF SSB/AM tambahan dengan rentang frekuensi 1,6-29,999 MHz dan catu daya eksternal berkekuatan 1 kW.

Posisi penembak pada tank M-84 yang memiliki sudut pengamatan 360 derajat. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Alih-alih proses pemuatan menggunakan tenaga manusia, tank ini memiliki sistem pemuatan otomatis dengan prinsip elektro-mekanis untuk meriam utamanya. Dengan satu anggota awak lebih sedikit, turret tank, yang diawaki oleh dua orang bisa dibuat lebih kecil dan dilengkapi lapisan baja lebih baik dengan bobot yang sama. Perangkat pemuat otomatis terletak di bawah turret, di lantai tank. Bagian ini menyimpan 22 peluru meriam di alat transporter yang bisa berputar, biasa disebut sebagai carousel, sementara 20 peluru tambahan disimpan di kompartemen kru. Perangkat pemuat otomatis memiliki sudut pemuatan tetap, yang berarti bahwa meriam perlu dinaikkan ke sudut +3 derajat untuk menyelaraskan ujung belakang laras dengan alat pendorong amunisi. Karena pembidik penembak distabilkan secara independen dan tidak terikat pada meriam, perangkat pembidik tetap pada sasaran selama proses pemuatan peluru. Tingkat kecepatan penembakan adalah 8 peluru per menit. Berlawanan dengan kepercayaan populer, carousel terlindungi dengan baik dari pecahan peluru jika terjadi penetrasi pada turret. Sebuah pintu, yang dilalui amunisi, ditutup setelah proses pemuatan, untuk melindungi amunisi. Meskipun amunisi di carousel mungkin cukup aman dari sebagian besar penetrasi tembakan lawan, namun amunisi di kompartemen kru masih bisa terbakar. Studi setelah Perang Teluk 1991 menunjukkan bahwa sebagian besar ledakan yang menghancurkan pada tank T-72 milik Irak disebabkan oleh amunisi di luar carousel yang terkena efek tembakan.

Mesin V46-6 dari tank M-84 yang dapat dengan mudah diganti dalam waktu 15 menit. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Tank M-84 memiliki kemampuan gerak yang cukup bagus baik di jalanan maupun di medan off road. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

M-84 ditenagai oleh mesin V46-6, mesin multifuel V12 berkapasitas 38,8 liter yang menghasilkan 780 tenaga kuda. Mesin ini bisa menggunakan solar, bensin beroktan rendah, atau minyak tanah. Mesinnya dikenal andal dan memberikan kemampuan mobilitas tank yang memadai dengan rasio tenaga berbanding bobot 19 hp/ton. Transmisi manual pada tank ini memiliki 7 gigi bergerak maju dan 1 gigi bergerak mundur. Satu-satunya kekurangan dari sistem ini adalah kecepatan mundurnya sangat lambat hanya 4 km/jam, sebuah masalah yang melanda hampir semua tank yang dibuat dari desain tank T-72. Meskipun berguna saat bermanuver dan parkir di lingkungan non-tempur, namun hal ini sangat menghambat kemampuannya untuk mundur dengan cepat ketika butuh menghindar di medan tempur. M-84 memiliki kapasitas bahan bakar 1.600 l (dengan drum bahan bakar tambahan dapat ditempatkan di bagian belakang) dan jangkauan operasional 700 km di jalan dan sekitar 460 km di medan off-road. Bergantung pada medannya, konsumsi bahan bakar bisa naik dari 230 menjadi 350 liter per 100 km. Tank ini memiliki sistem suspensi batang torsi dengan peredam kejut ganda pada pasangan roadwheel ganda pertama, kedua, dan keenam. Treknya dengan enam roda ganda, memiliki lebar 580 mm, yang didukung oleh 3 return roller. Roda sproket berada di bagian belakang. Sistem ini dapat melintasi parit selebar 2,8 m, memanjat dinding setinggi 85 cm, dan mengarungi air setinggi 1,2 m tanpa persiapan. Dengan persiapan penuh, ia bisa mengarungi rintangan air sedalam 5 m dan lebar 1.000 m.

PRODUKSI DAN VARIAN

Secara total, sekitar 650 tank dari semua varian M-84 sempat diproduksi. Varian yang paling banyak adalah M-84 versi dasar dengan 370 unit dibuat antara tahun 1984 dan 1987. 

M-84A (Yugoslavia)

Pada tahun 1987, varian baru M-84 mulai diproduksi dan diberi nama M-84A. Sementara daya tembak tetap sama, perlindungan lapis baja dan mobilitasnya meningkat secara substansial. Pelat depan atas memiliki tata letak laminasi yang berbeda dan terdiri dari pelat baja tipis dengan kekerasan tinggi setebal 16 mm yang dilas ke rolled homogenous plate setebal 60 mm, diikuti oleh textolite setebal 105 mm yang didukung oleh pelat dengan ketebalan 50 mm. Sementara M-84 dasar memiliki turret baja cor sederhana, turret M-84A memiliki rongga yang diisi dengan pasir kuarsa yang dicampur dengan perekat. Ketebalan lapisan tambahan ini adalah 130 mm. Layout lapisan baja baru tank ini diklaim efektif melawan proyektil kaliber 105 mm kontemporer milik tank-tank NATO. Mobilitas tank varian ini lalu ditingkatkan dengan mengganti mesin lama berkekuatan 780 hp dengan mesin berkekuatan 1000 hp tipe V-46TK yang telah di-upgrade (dengan penguatan transmisi, sistem pendinginan dan pembersihan udara baru, supercharger baru serta sistem injeksi bahan bakar baru). Mesin baru ini mampu memberikan M-84A rasio power-to-weight yang sangat baik hingga 24 hp/ton. Ini cukup untuk membawa tank berbobot 41,5 ton ini ke kecepatan tertinggi sampai 65 km/jam. Sekitar 100 versi ini sempat dirakit dari tahun 1988 hingga akhir masa produksinya berakhir pada tahun 1992. M-84 kemudian ditingkatkan menjadi tank komando M-84K pada tahun 1994.

M-84A mudah dikenali oleh adanya dua “tulang rusuk” di bawah port pengemudi, bukan empat, dan jumlah peluncur granat asap yang sama di setiap sisi turretnya. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

M-84AB/ABK (Yugoslavia)

M-84AB/ABK adalah varian ekspor yang dibuat untuk Kuwait. Perusahaan yang menangani ekspor dan pengapalannya adalah Yugoimport SDPR. Tank ini mampu mengesankan Kuwait setelah memenangkan proses uji coba di gurun melawan tank M1A1 Abrams asal Amerika. M-84AB/ABK terbukti lebih andal dan mampu menyelesaikan uji lintas sejauh 102 km tanpa kerusakan, sementara Abrams tidak dapat menyelesaikannya karena kerusakan pada sistem bahan bakar. Kemudian setelah itu, unit mekanik asal Yugoslavia mendemonstrasikan proses pelepasan mesin, pembongkaran, dan pemasangan kembali komponen tank di lapangan. Pihak Kuwait lalu memesan 200 tank M-84AB dan 15 M-84ABK versi komando. Harganya 1,58 juta dolar per kendaraan (3,4 juta untuk nilai tahun 2020). Sekitar 150 unit tank dikirim ke Kuwait sebelum Perang Saudara Yugoslavia pecah dan sejumlah kecil menyusul setelah perang. Varian ini berbeda dari M-84A dengan memiliki skema cat warna gurun, posisi peluncur asap yang sedikit berbeda, radio tipe Racal Dana atau Jaguar V menggantikan RUT-1 versi standar, lampu sorot konvensional di bagian depan turret kanan, tulisan dalam bahasa Arab, peralatan tambahan untuk operasi di gurun, dan sekitar 200 perubahan kecil yang diminta oleh Kuwait. Tank ini juga memiliki periskop TNP-160, periskop ekstra TNP-65, sistem penglihatan siang / malam DNKS-2 untuk komandan dan periskop untuk pengemudi tipe T n PO-168V. Versi Commando memiliki generator untuk menjaga agar radio tank dan sistem kelistrikan tetap berfungsi saat mesin mati. Selama Perang Teluk tahun 1991, M-84 beroperasi bersama tank-tank pasukan Koalisi melawan pasukan Irak, namun dengan pengoperasian yang agak hati-hati. M-84 dapat dengan mudah disalahartikan sebagai T-72 musuh pada malam hari atau dalam badai pasir dan potensi kemungkinan terjadinya tembakan salah sasaran menjadi perhatian utama. Untungnya, hal ini tidak terjadi, dan tank ini kabarnya efektif digunakan untuk melawan tank T-62 dan T-55 milik Irak, tetapi dalam beberapa laporan yang belum dapat dikonfirmasi mengklaim bahwa beberapa dari mereka rusak, tetapi bisa diperbaiki kembali. Berdasarkan pengalaman, Kuwait menemukan bahwa tank M-84 mereka unggul dalam kondisi gurun. Swedia, Pakistan, Libya, dan Mesir juga menunjukkan minat pada tank tersebut. Pakistan secara ekstensif menguji dua contoh dari tank ini. Mereka menyelesaikan evaluasi yang ketat dan menempuh jarak 1.600 km tanpa kegagalan atau intervensi mekanik. Libya sempat memesan 200 tank tetapi kemudian menarik pesanan itu demi mendapatkan T-72M Soviet yang lebih murah. Karena 240 perusahaan sebelumnya telah dikontrak untuk membuat suku cadang dan komponen, tidak satu pun dari bekas republik Yugoslavia yang dapat memproduksi tank ini secara mandiri.

M-84AB milik AD Kuwait. Kuwait merupakan satu-satunya pengguna varian tank M-84 diluar negara-negara pecahan Yugoslavia. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)
Tank M-84 Kuwait dalam Operasi Desert Storm, 1 Maret 1991. Menurut orang-orang Kuwait M-84 memiliki performa yang baik di meda gurun. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

M-84A4 Snajper (Kroasia)

Meskipun Kroasia hanya mendapat 25% peran dalam memproduksi M-84, namun perusahaan yang merakit tank ini menjadi produk jadi ada di wilayahnya. Setelah pecahnya Republik Federal Sosialis Yugoslavia, selama perang saudara berdarah, pabrik Djuro Djakovic masih memiliki cukup suku cadang untuk meluncurkan tank M-84 baru dan meneruskan produksi M-84AB yang dimaksudkan untuk diekspor ke Kuwait kepada Tentara Kroasia yang baru dibentuk. Setelah perang, banyak M-84AB akhirnya dikirim ke pembeli aslinya. Beberapa tetap dalam dinas operasional dan pada tahun 2003 dan dimodernisasi bersama dengan M-84A yang tersisa. Tujuan utama dari modernisasi adalah memperbaiki Sistem Pengendalian Penembakan. FCS baru yang disebut Omega-84 dikembangkan bekerja sama dengan perusahaan Fotona dari Slovenia dan diklaim lebih efektif daripada SUV-M84 asli. Sistem pengendalian penembakan ini memiliki komputer balistik DBR-84 baru dan perangkat penglihatan siang/malam SCS-84 baru. Sistem ini memiliki sistem stabilisasi baru untuk perangkat penglihatan dan meriam utama, sensor meteorologi baru, penguat gambar generasi kedua untuk beroperasi malam hari, dan perangkat pengukur jarak laser baru yang akurat hingga jarak 10 km dengan kemungkinan kesalahan +/- 7,5 m. Tank ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi baru yang disediakan oleh perusahaan Inggris terkemuka Racal. Fitur tank lainnya dibiarkan tidak berubah seperti pada versi aslinya. Varian ini menerima sebutan M-84A4 Snajper (bahasa Inggris: Sniper). Pada tahun 2008, Angkatan Darat Kroasia telah meningkatkan semua armada tank M-84 mereka ke standar A4 serta membeli tambahan 20 A4, yang benar-benar baru di fasilitas manufaktur yang sama yang awalnya membuat M-84. Pada tahun 2021, Angkatan Darat Kroasia masih mengoperasikan sekitar 80 tank jenis ini.

M-84A4 Snajper milik AD Kroasia. (Sumber: http://www.balkanwarhistory.com/)
M-84A4 Snajper dapat dikenali dari rumahan perangkat penglihatan penembak yang berbentuk persegi panjang. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

M-84D (Kroasia) 

Upgrade Kroasia pada M-84A4 yang menggabungkan banyak peningkatan modern adalah M-84D, dimana varian ini muncul pada pertengahan tahun 2000-an. Tank ini dilengkapi dengan armor reaktif eksplosif asal Israel, bersama dengan sistem Omega-84D FCS yang menampilkan imager termal, penerima peringatan laser, sistem navigasi dan manajemen pertempuran untuk meningkatkan kesadaran situasional yang lebih baik. Perangkat AC juga dipasang untuk meningkatkan kenyamanan bagi kru. Perangkat senjata independen untuk komandan dengan senapan mesin Browning M2 kaliber .50 juga ditambahkan. Varian ini memperbaiki masalah keamanan kru saat menggunakan senapan mesin berat versi lama yang tidak bisa ditembakkan dari jarak jauh di tengah pertempuran dengan menambahkan Samson Remote Controlled Weapon Station. Sistem pengisian munisi otomatis M-84D 15% lebih cepat dari versi M-84 sebelumnya, artinya tank ini mampu menembakkan 9 peluru per menit, bukan 8 peluru. Sistem traverse turret sekarang elektrik, yang beroperasi lebih cepat dan lebih tepat daripada sistem hidraulik lama. Rak tambahan yang berfungsi ganda sebagai pelindung slat armor RPG terletak di bagian belakang turret, begitu juga perangkat penerima peringatan laser.

M-84D, versi upgrade terbaru dari Kroasia. (Sumber: http://www.balkanwarhistory.com/)
Senjata CIWS kaliber ,50 bagi komandan tank yang dipasang pada M-84D terlihat bertengger di sebelah kiri turret. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
M-84D dengan track tipe baru dan side skirt ERA yang disebut RRAK. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

M-84D memiliki armor RRAK ERA baru. Mesinnya tetap menggunakan V-46TK yang berkekuatan 1.000 hp, tetapi perangkat transmisi otomatis baru dipasang. Meski demikian, tank ini juga dapat dilengkapi dengan mesin 1200 hp baru yang mampu menyediakan jangkauan operasional hingga 700 km dan kecepatan maksimum di jalanan hingga 70 km/jam. Mesin yang lebih bertenaga (mungkin tipe MTU Jerman) juga bisa dipesan untuk menggantikan mesin lama. M-84D juga akan menampilkan LIRD-4B – Detektor dan perangkat pemberi peringatan radiasi laser dan mampu menembakkan rudal anti tank LAHAT buatan Israel. Selain itu, terdapat juga potensi integrasi meriam kompak kaliber 120 mm Swiss yang dikembangkan oleh RUAG. Opsi ini sekarang sedang dipertimbangkan secara serius karena ini akan memungkinkan Kroasia untuk menggunakan amunisi standar NATO kaliber 120 m. Meriam kompak RUAG 120 mm adalah pilihan yang lebih disukai daripada meriam Rheinmetall L44 120 mm buatan Jerman yang lebih mahal dan akan membutuhkan dukungan Jerman di masa depannya, sedangkan RUAG akan memberikan pengetahuan teknis dan transfer teknologi ke uro aković specijalna vozila dd. M-84D memiliki konstruksi modular yang memberikan kebebasan kepada pembeli potensial dalam memilih subsistem dan peralatan pada tank. Paket upgrade ini ditujukan untuk Angkatan Darat Kuwait dan Kroasia, tetapi tak satu pun dari mereka memutuskan untuk mengupgrade tank mereka ke standar M-84D. Hanya dua tank Kroasia yang telah ditingkatkan standar ini karena keterbatasan anggaran. Tank ini pada akhirnya cuma selesai pada tahap prototipe.

M-84AB1/AS (Serbia)

Pada bulan Juli 2004, pada peringatan 55 tahun perusahaan Serbia YugoImport SDPR, M-84AB1 diungkapkan ke publik. Ini adalah model M-84AB modern yang terutama ditujukan untuk ekspor. Biaya modernisasi adalah sekitar 1 juta dolar per kendaraan ($1,374,000 pada nilai tahun 2020). Lapisan armor dari tank ini ditingkatkan dengan tata letak yang mirip dengan T-90 MBT asal Rusia. Tank ini memiliki sistem pelindung NERA baru, yang kemungkinan terbuat dari baja yang diperkeras dengan pelat titanium dan/atau aluminium di bagian tengah, diatas lapisan ini ditambahkan lapisan tambahan Kontakt-5 ERA. Perlindungan tambahan termasuk panel blow out di sekitar tempat penyimpanan bahan bakar dan amunisi. Perlindungan lebih lanjut ditingkatkan dengan sistem perlindungan pasif soft-kill Shtora-1. Sistem Soviet yang berasal dari awal tahun 1980-an ini adalah jammer elektro-optik yang menggunakan dua dazzler InfraRed (IR) untuk mengganggu rudal anti-tank bersistem command to line-of-sight (SACLOS) semi-otomatis. Tank ini juga dilengkapi dengan perangkat penerima peringatan laser yang mendeteksi serta menginformasikan ke kru sinar laser yang datang dari perangkat pengintai dan penunjuk target. Sistem ini dapat secara otomatis mengarahkan turret ke arah ancaman dan menyebarkan tabir asap aerosol untuk menyembunyikan keberadaan tank. M-84AB1 menerima sistem perlindungan ranjau elektro-magnetik, yang menggerakkan medan magnet tank ke bagian depan untuk memicu ledakan prematur dari jenis ranjau ini.

M-84AS dengan perangkat TOMS (di atas perangkat penglihatan penembak) dan dudukan senjata jarak jauh kaliber 12,7 mm. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
M-84AS dengan perangkat TOMS nya yang ditinggikan. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Daya tembak tank juga ditingkatkan. Sistem Kontrol Penembakan baru dipasang, ditambah dengan perangkat penglihatan penembak buatan Thales, Catherine-QW. Pencitraan termal pada perangkat ini memiliki jangkauan deteksi target dari jarak 3,5 hingga 8,6 km, tergantung pada tingkat perbesaran yang dipilih. Tank versi ini juga memiliki perangkat opsional yang disebut TOMS yang dapat ditinggikan untuk memberikan pengamatan dan pengukuran di balik pelindung tanpa memaparkan posisi tank. TOMS dilengkapi dengan kamera TV CCD dengan bidang pandang lebar, perangkat pengintai laser, kamera TV hitam-putih bersudut sempit, dan imager termal. Penstabil dari meriam utama yang ditingkatkan, sensor meteorologi, dan periskop kru juga dipasang pada tank ini. Meriam utama 2A46M yang lebih baru digunakan untuk memungkinkan tank dapat menembakkan proyektil APFSDS modern dengan penetrasi sekitar 550 mm pada jarak 2,2 km, proyektil HEAT tandem-charge dengan penetrasi sekitar 600 mm, dan Rudal Refleks ATGM (AT-11 Sniper) yang memiliki jangkauan sampai 5 km dan penetrasi dari ketebalan 700 hingga 900mm. Komandan tank sekarang dapat sepenuhnya mengendalikan meriam utama dan mengoperasikan senapan mesin berat dari jarak jauh. Senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh adalah opsional dan tidak dipasang di semua tank. Kenyamanan kru ditingkatkan dengan penambahan perangkat AC, dan kesadaran situasional menjadi jauh lebih baik dengan perangkat navigasi baru dan sistem manajemen pertempuran. Sistem manajemen pertempuran MBT ini mampu meningkatkan kesadaran situasional bagi kru-nya dengan menampilkan data pada peta digital, yang menggabungkan faktor navigasi, posisi dan sistem komunikasi untuk memberikan perintah dan kontrol untuk mengakuisisi target, perencanaan dan persiapan misi, pengambilan keputusan, pemberian informasi, dan operasi tempur lainnya.

Tank tempur utama M-84AB1 yang dimodernisasi dipamerkan di pameran militer “Partner 2013”. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Sistem kontrol penembakan yang ditingkatkan dengan penglihatan siang/malam terintegrasi dengan senapan mesin (MG) koaksial M86 kaliber 7,62 mm dan senapan mesin anti-pesawat M87 kaliber 12,7 mm pada cupola komandan. Terdapat dua pilihan mesin yang berbeda ditawarkan pada tank M-84AB1. V-46TK dengan kekuatan 1.000 hp atau V-46TK1 dengan kekuatan 1200 hp. Mesin yang dipakai dilengkapi dengan sistem keselamatan yang mencegah start dengan prosedur yang tidak benar. Sistem ini juga bisa mematikan mesin jika tekanan oli turun di bawah 2 bar. Sementara itu, pompa bahan bakar tekanan tinggi baru memberikan 16% lebih banyak tenaga tanpa peningkatan konsumsi bahan bakar. Tank ini memiliki jenis trek baru dengan masa pakai yang diperpanjang dari 3.000 menjadi 8.000 km. Varian ini dikabarkan dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 72km/jam dan memiliki jangkauan antara 450km dan 700km. M-84AB1 dapat melintasi parit selebar 2,8m dan rintangan vertikal setinggi 0,85m, menyelam hingga kedalaman fording 5m dan ground clearance 0,47m. Pada tahun 2009, M-84AB1 berganti nama menjadi M-84AS. M-84AS memiliki kesamaan dalam hal perlengkapan dan kemampuan dengan varian tank T-90S milik Angkatan Darat Rusia. Kuwait sempat menguji versi modifikasi ini tetapi keputusan untuk meningkatkan armada M-84 mereka ke versi standar ini tidak jadi dibuat. Varian ini bisa dibilang merupakan kegagalan komersial dari program tank ini. Tentara Serbia setidaknya mengoperasikan sekitar 10 tank M-84AS. M-84AB1 dikabarkan ikut serta dalam pameran PARTNER 2015 International Fair of Armaments and Defense Equipment yang diadakan di Beograd, Serbia.

M-84AS1/AS2 (Serbia)

M-84AS2 diikuti oleh M-84AS1. Kait penarik ditutupi dengan lapisan ERA pada model AS2. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Modifikasi M-84 Serbia terbaru dikenal sebagai M-84AS1. Tidak banyak yang diungkapkan secara resmi tentang tank ini, tetapi beberapa asumsi mengenai spesifikasinya dapat dibuat. Armor dasar tank ini mungkin ditambah dengan ERA M19 baru buatan dalam negeri, yang diklaim efektif melawan proyektil jenis HEAT tandem-charge dan 3BM42 Mango APFSDS. Perangkat Penerima peringatan laser juga dipasang di turret. Explosive Reactive Armor (ERA) menutupi sebagian besar sisi kompartemen tempur dan slat armor melindungi kompartemen mesin dan transmisi dari terjangan senjata Rocket-Propelled Grenade (RPG). M-84AS1 dipasangi perangkat tampilan termal independen untuk komandan tipe PKP-MRO buatan Belarusia dengan jangkauan deteksi 7 km dan jangkauan pengenalan 4 km untuk target berukuran tank, bersama dengan dudukan senjata senapan mesin kaliber 12,7 mm yang dioperasikan dari jarak jauh dengan sistem kontrol tembakannya tersendiri dan pencitraan termal. Komandan memiliki akses ke kamera low light untuk mengamati kondisi sekeliling tank, yang dipasang pada perangkat sensor meteorologi tipe baru, serta adanya penambahan sistem manajemen pertempuran. Versi perbaikan dari perangkat penglihatan penembak yang disebut DNNS-2 TI dilengkapi dengan pencitraan termal tetapi tidak jelas apakah jenis perangkat penglihatan ini dipasang di tank baru karena terlihat hampir sama dengan DNNS-2 versi lama pada tampilan luarnya. Sementara itu, pengemudi dilengkapi dengan kamera spion, panel kontrol digital, dan sistem navigasi GPS atau GLONASS. M-84AS1 direncanakan mendapatkan modernisasi tahap kedua yang disebut sebagai M-84AS2. Sistem apa yang akan ditingkatkan pada tahap kedua atau berapa banyak tank yang akan ditingkatkan ke standar M-84AS1/AS2 masih belum terungkap.

M-84AS1 menunjukkan cakupan perlindungan lapisan ERA yang sangat baik bahkan dipasang juga di atap turret. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Gambaran potongan dari lapiasn M-19 ERA. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
1: Laser Warning Receiver
2: Smoke grenade launchers
3: Remote weapon station
4: Meteorological sensor with low light cameras
5: The commander’s independent thermal viewer (CITW).
(Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

M-84AI (Serbia)

Pada pertengahan tahun 1990-an, Kendaraan Pemulihan (Recovery) Lapis Baja M-84AI dikembangkan pada sasis M-84A dengan bantuan para insinyur dari Polandia, sehingga wujudnya menjadi sangat mirip dengan WZT-3 milik mereka. Kendaraan ini memiliki peralatan pemulihan dan penarik kendaraan, bersama dengan bilah dozer hidraulik untuk pembersihan medan dan penghalang. Sebuah derek dipasang untuk mengangkat benda berat atau membantu dalam proses perbaikan kendaraan. Untuk pemulihan kendaraan, digunakan winch utama dengan daya tarik sebesar 300 kN (30 ton) dan kabel sepanjang 200 meter. Perangkat ini memiliki sistem penggerak mekanis dengan transfer case dua kecepatan. Winch hidraulik tambahan yang lebih kecil dengan daya 20 kN (2 ton) dan kabel sepanjang 400 meter digunakan untuk tugas yang tidak terlalu berat. Derek teleskopik hidrolik TD-50 dengan kapasitas 15 ton pada M-84AI memiliki jangkauan gerak 360 derajat dan ketinggian angkat maksimum 8,6 m. Kendaraan itu juga dilengkapi dengan peralatan las dan peralatan untuk perbaikan ringan. Platform transport di bagian belakang kendaraan memiliki kapasitas 3.500 kg. Kendaraan ini didukung oleh mesin V-46TK berkekuatan 1.000 hp dan bobotnya 42 ton. Kendaraan ini dipersenjatai dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dengan bekal 300 peluru yang dipasang di depan palka komandan. Hanya lima kendaraan jenis ini yang dibuat.

Kendaraan Pemulihan (Recovery) Lapis Baja M-84AI, yang sangat mirip dengan WZT-3 milik Polandia. (Sumber: https://commons.wikimedia.org/)

DINAS OPERASIONAL 

Sebelum dimulainya proses produksi M-84, Yugoslavia sempat menerima pengiriman sekitar 50 tank T-72 dari Uni Soviet saat itu, yang memungkinkan proses pelatihan dan penyesuaian pengoperasian dilakukan. M-84 diketahui dioperasikan oleh semua pihak selama Perang Saudara Yugoslavia yang kacau dan berdarah yang berlangsung dari tahun 1991 hingga 1995. Topik ini sangatlah kompleks, dan informasi yang akurat tidak tersedia untuk banyak unit yang menggunakan tank ini. Mengingat fakta bahwa tank T-55 dan T-34 masih menjadi mayoritas kekuatan unit-unit di garis depan, sementara M-84, sebagai perbandingan, kurang begitu umum dijumpai. Tepat sebelum dimulainya perang, unit-unit Tentara Nasional Yugoslavia (JNA) yang dilengkapi dengan M-84 adalah: 

  • Brigade Lapis Baja 1 – Vrhnika / Slovenia 
  • Brigade Lapis Baja ke-4 – Jastrebarsko / Kroasia 
  • Brigade Lapis Baja ke-211 – Nis / Serbia 
  • Brigade Lapis Baja ke-252 – Kraljevo/ Serbia 
  • 329 – Banja Luka – Bosnia dan Herzegovina 
  • Brigade Bermotor ke-51 – Pancevo/ Serbia 
  • Brigade Lapis Baja ke-243 – Skopje/ Makedonia (sekarang disebut Makedonia Utara)

Sebelum dimulainya perang saudara, setiap brigade lapis baja dilengkapi dengan 40 tank. Jumlah sebenarnya setelah konflik dimulai dan perkuatan yang diterima kemudian lebih sulit didapat informasi pastinya. Ketika perang berlangsung dan negara-negara bekas republik federasi Yugoslavia mulai memperoleh kemerdekaannya, banyak kendaraan militer JNA yang direbut dan digunakan untuk melengkapi unit-unit yang baru dibentuk dari Tentara Slovenia (SV), Tentara Serbia Krajina (SVK), Tentara Kroasia (HV), Tentara Bosnia dan Herzegovina (ARBiH), dan Tentara Republika Srpska (VRS). Di awal perang, unit lapis baja JNA menderita kerugian besar melawan HV. Selama pertempuran untuk kota Vukovar, pasukan infanteri pendukung yang tidak berpengalaman sering menolak untuk maju tanpa adanya tank yang memimpin serangan. Kurangnya dukungan infanteri yang tepat pada akhirnya membuat armada tank menjadi sasaran empuk bagi pasukan Kroasia yang dipersenjatai dengan senjata peluncur roket genggam dan ranjau anti-tank. Namun, dalam satu catatan dalam Pertempuran Vukovar mencatat bahwa satu M-84 menerima hantaman 5 peluru dari berbagai peluncur roket yang ditembakkan dari berbagai arah dengan tembakan yang ke-6 hanya berhasil mematikan mesinnya dan memaksa krunya untuk menyelamatkan diri (meriam utamanya dihancurkan oleh tembakan “keberuntungan” dari senjata RPG-7).

Tank M-84 hancur dalam pertempuran di Vukovar. Buruknya koordinasi dari pasukan infanteri dan lapis baja, membuat banyak tank hancur dalam perang saudara di Yugoslavia. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Tank M-84 ditinggalkan setelah pertempuran Vukovar. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Salah satu contoh dari buruknya koordinasi unit lapis baja dan infanteri adalah kejadian penghancuran 9 kendaraan lapis baja JNA di Jalan Trpinjska yang terkenal (Trpinjska cesta). Garda Nasional Kroasia (ZNG), pendahulu dari Tentara Kroasia, dan anggota polisi, yang menjaga pasukan infanteri JNA tetap ditempatnya dengan tembakan mortir dan penembak jitu, berhasil menghancurkan empat tank M-84, satu T-55, tiga kendaraan pengangkut personel lapis baja BVP M-80, dan kendaraan recovery TZI. Meskipun medan di wilayah Kroasia itu ideal untuk penggunaan unit-unit lapis baja, karena areanya yang terbuka dan datar, alih-alih memanfaatkan titik lemah pertahanan lawan atau dengan cepat bermanuver ke posisi yang berbeda di garis depan, tank-tank malahan sering digunakan sebagai senjata self-propelled atau dibiarkan tidak bergerak, yang benar-benar mengabaikan doktrin dari JNA sendiri. Pertempuran tank-lawan-tank sangatlah jarang. Namun, pada satu kesempatan, HV mencoba melakukan terobosan dengan menggunakan beberapa T-55 yang dirampas dan mungkin satu tank M-84. Mereka secara frontal menyerang tank-tank M-84 JNA yang ada dalam posisi bertahan dan menderita kerugian. Tiga tank T-55 dikabarkan hancur dan dua lainnya rusak. 

Tank M-84 dihancurkan oleh ranjau anti-tank di Jalan Trpinjska. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
M-84 hancur di Slovenia. (Sumber: http://www.balkanwarhistory.com/)
M-84 dalam perang di kawasan Balkan. (Sumber: http://www.balkanwarhistory.com/)

Karena M-84 hanya memiliki awak tiga orang, kurangnya anggota awak keempat menambah beban mereka selama proses pemeliharaan (suatu hal yang umum terjadi satuan-satuan yang menggunakan tank bersistem auto-loader), karena peningkatan jumlah staf tambahan yang tidak memadai di tingkat unit-unit mereka. Aksi dari pihak musuh tidak selalu menjadi penyebab kehilangan tank, karena banyak kecelakaan terjadi akibat perawatan yang tidak memadai atau terlewatkan. Misalnya, kurangnya pembersihan laras meriam secara teratur dapat mengakibatkan deformasi saat ditembakkan. Proyektil akan memakan waktu beberapa milidetik lebih lama untuk keluar dan tekanan yang diberikan untuk durasi waktu yang lebih lama dapat mengubah bentuk laras yang cukup untuk membuat proyektil terjebak di antara trunnion meriam selama siklus gerak mundur setelah penembakan (recoil). Dalam contoh kasus lain, peluru meledak di pangkal meriam dan meluncurkan laras hampir 30 meter di depan tank, sementara pangkal laras akhirnya menghantam bagian belakang turret. Beruntung, para kru selamat dengan hanya menderita luka ringan. Kelemahan lain dari M-84 adalah bahwa komandan perlu mengekspos diri saat mengoperasikan senapan mesin anti-pesawat, karena tidak dapat ditembakkan dari jarak jauh. Hal ini terjadi pada hampir semua tank yang dibangun di atas platform T-72 dan senapan mesin biasanya tidak digunakan atau dilepas untuk mencegah tersangkutnya dedaunan dan puing-puing. Sementara itu di perbukitan Bosnia atau dalam pertempuran perkotaan, karena atap turret yang rendah, kurangnya sudut elevasi dan depresi meriam menjadi masalah yang nyata.

Hasil ledakan amunisi yang menghancurkan. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Kotak-kotak kayu yang ditempatkan di bagian depan berfungsi sebagai pelindung armor tambahan dan, yang lebih penting, meningkatkan moral kru. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Sistem pemuatan munisi otomatis terbukti andal, tetapi hampir semua tembakan ke sisi bawah tank memicu ledakan pada penyimpanan amunisi dengan konsekuensi mematikan. Armor frontal M-84 tidak pernah ditembus selama perang, tetapi satu kendaraan tidak berfungsi setelah dihantam dengan apa yang kemungkinan besar adalah peluru High-Explosive atau iluminasi shell yang ditembakkan dari howitzer kaliber 122mm atau meriam lapangan kaliber 130 mm. Proyektil itu menghantam lempeng gletser dan membengkokkan lambung tank secara membujur, yang membuatnya tidak lagi kokoh secara struktural, jadi tank itu akhirnya terpaksa dipensiunkan. Diperkirakan sekitar 40 tank M-84 hancur selama perang, tetapi beberapa kemudian bisa diperbaiki. M-84 terakhir digunakan melawan KLA (Tentara Pembebasan Kosovo) di provinsi Kosovo selama kampanye pengeboman NATO tahun 1999 di Republik Federal Yugoslavia. Meskipun tank utama yang digunakan untuk melawan pemberontak KLA adalah T-55, M-84 tetap disimpan sebagai cadangan untuk invasi darat yang diperkirakan akan terjadi. Brigade Lapis Baja ke-252 tentara Federal berhasil menyembunyikan tank mereka dari serangan udara NATO dan hanya beberapa tank yang hilang selama periode ini. Banyak umpan palsu dibangun dan ditempatkan pada posisi tempur palsu untuk “dihancurkan” oleh pesawat-pesawat NATO. Laporan resmi NATO menyatakan bahwa sekitar 110 tank, 200 APC, dan 545 artileri berhasil dihancur oleh kekuatan udara mereka. Kenyataannya, Angkatan Darat Yugoslavia hanya kehilangan sembilan tank M-84 selama 78 hari pengeboman terus-menerus dan serangan oleh pemberontak KLA. Karena invasi darat tidak pernah datang dan perjanjian damai ditandatangani, Tentara ke-3 Yugoslavia, bersama dengan Brigade Lapis Baja ke-252, yang dijuluki Brigade Lapis Baja “Invisible”, mundur dari provinsi Kosovo di depan pengamatan pasukan PBB dan NATO dengan hampir tanpa mengalami kerugian. 

Sebuah tank M-84 Bosnia di tempat pengujian Manjaca. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
M-84 dalam kamuflase tiga warna standar Angkatan Darat Serbia. Ilustrasi oleh Jaroslaw ‘Jarja’ Janas. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Serbia diperkirakan masih mengoperasikan 212 M-84 dan M-84A, bersama dengan beberapa tank M-84AS dan AS1/2 yang termasuk diantaranya. Kuwait setidaknya masih menggunakan 149 tank M-84AB/ABK. Kroasia juga memiliki 72 tank M-84A4 standar, dua prototipe M-95 Degman dan satu M-84D. Sementara itu, Slovenia mengoperasikan 54 M-84/M-84A yang direbut dari JNA. Bosnia dan Herzegovina setidaknya memiliki 16 M-84/M-84A dalam dinas operasional mereka. Dalam refleksinya, sementara versi awal M-84 adalah varian copy berlisensi T-72 yang kemampuannya sedikit ditingkatkan, namun hal ini tidak menghalangi industri senjata Yugoslavia untuk memproduksi Main Battle Tank yang kompetitif yang memperoleh keberhasilan ekspor dan masih digunakan hingga hari ini. Namun, karena pecahnya Yugoslavia, fasilitas produksi terbagi di antara negara-negara penerus, sehingga tidak ada dari mereka yang dapat terus memproduksi tank jenis ini.

SPESIFIKASI TANK M-84

Bobot : 41.5 ton

Panjang : 6.86 m (9.53m termasuk meriam)

Lebar : 3.57 m

Tinggi : 2.19 m

Ground clearance : 470 mm

Crew : 3 (komandan, penembak, pengemudi)

Lapisan Armor : composite alloy; termasuk baja yang diperkeras, kaca yang diperkuat plastik, baja RHA, dan antara pasir atau granit di bagian depan turret (M-84A).

Persenjataan utama : meriam tanpa alur kaliber 125 mm tipe 2A46 dengan 42 peluru

Persenjataan tambahan: 

1× 7.62 mm senapan mesin coaxial dengan 2000 peluru

1× 12.7mm senapan mesin anti pesawat dengan 300 peluru

5× peluncur granat asap

Mesin : Mesin diesel V-46-6 berkekuatan  780 hp (pada M-84); Mesin diesel V-46TK berkekuatan 1,000 hp (M84A/AB)

Power/weight ratio : 24.10 hp/ton (M84A/AB)

Suspensi : torsion bar, shock absorbers

Transmisi : Manual, 7 gigi maju, 1 gigi mundur

Kapasitas Bahan Bakar : 1200 + 400l

Jangkauan Operasional : 700 km; 460 km off-road

Kecepatan Maksimum : 60 km/jam (M-84); 68 km/jam (M84A/AB)

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

M-84 by Nikola Isidorovic

https://www.google.com/amp/s/tanks-encyclopedia.com/m-84/amp/

M-84

http://www.army-guide.com/eng/product911.html

The Yugoslavian M-84 Tank Series; tanknutdave.com

M-84AB1 Main Battle Tank (MBT); Army Technology

Details of the M-84 main battle tank of the Yugoslav National Army; May 30, 2016

http://www.balkanwarhistory.com/2016/05/details-of-m-84-main-battle-tank-of.html?m=1

M-84 (MBT) Main Battle Tank (1985) 

https://www.militaryfactory.com/armor/detail.php?armor_id=629

Balkan tanks: Croatian tank M-95 Degman and Serbian M-84; March 2 2012

https://en.topwar.ru/11895-balkanskie-tanki-horvatskiy-tank-m-95-degman-i-serbskiy-m-84.html

https://en.m.wikipedia.org/wiki/M-84

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *