Alutsista

Kapal Selam Serang Nuklir Kelas Victor, Tulang Punggung AL Soviet Yang Meresahkan NATO

Kapal selam Project 671 Yorsh, Project 671RT Syomga, dan Project 671RTM/RTMK Shchuka buatan Uni Soviet lebih dikenal publik internasional melalui nama pelaporan NATO masing-masing sebagai Victor I, Victor II, dan Victor III. Secara keseluruhan, kapal-kapal ini mencakup 48 unit kapal selam serang bertenaga nuklir (nuclear attack submarine/SSN) Podvodnaya Lodka Atomnaya (PLA) generasi kedua serta transisi menuju generasi ketiga yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Soviet hingga akhir Perang Dingin dan masa setelahnya. Pembangunannya dimulai pada dekade 1960-an, dimana beberapa varian terakhir secara resmi masih bertugas di Angkatan Laut Rusia hingga dekade 2020-an (dengan unit-unit purna tugas terakhir bertahan hingga tahun 2023).

Kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Victor Class. Pembangunannya dimulai pada dekade 1960-an, dimana beberapa varian terakhir secara resmi masih bertugas di Angkatan Laut Rusia hingga dekade 2020-an (dengan unit-unit purna tugas terakhir bertahan hingga tahun 2023). (Sumber: https://www.globalsecurity.org/military/world/russia/images/victor1-DNSC9400803.JPG)

SEJARAH PENGEMBANGAN

Pengembangan Project 671 dimulai pada tahun 1958 ketika SSN kelas November (Project 627) sedang dievaluasi. Kapal pertama kelas November diluncurkan setahun sebelumnya dan mengusung banyak masalah teknis, seperti tingkat kebisingan di atas rata-rata, masa pakai yang singkat akibat kompleksitas sistem penggeraknya, kemampuan deteksi yang buruk, serta sangat rentan mengalami kerusakan fatal yang bersifat katastropik sehingga dijuluki “peti mati bawah air” oleh para pelautnya. Sistem deteksi kapal selam umumnya bersifat pasif melalui pendengaran hidroakustik. Mengingat kapal selam Amerika Serikat (AS) dan Inggris jauh lebih senyap, mereka mampu mendeteksi kapal selam Soviet sebelum sebaliknya—sebuah kelemahan taktis signifikan yang terus mengganggu Angkatan Laut Soviet pasca-Perang Dunia II. Oleh karena itu, Staf Angkatan Laut Soviet segera merencanakan kapal pengganti sesegera mungkin. Pada tahun 1959, tugas desain diserahkan kepada SKB-143 (salah satu pendahulu Biro Rekayasa Angkatan Laut Malakhit). Pada paruh kedua dekade 1950-an, Uni Soviet membutuhkan kapal selam nuklir serbaguna yang berkemampuan Anti Kapal Selam/ASW (pemburu-pembunuh kapal selam SSN/SSBN milik NATO, pengawal SSBN Soviet, dan pelindung armada kapal niaga/transpor), sekaligus mampu menyerang gugus tempur kapal induk AS, mengumpulkan data intelijen, dan memasang ranjau. Moskow pun meluncurkan rencana tujuh tahun untuk membangun SSN baru ini sebagai “solusi serba guna” bagi angkatan laut Soviet.

Kapal selam November Class, kelas kapal selam serang nuklir pertama yang dimiliki Soviet. (Sumber: https://kitsunesden.xyz/Rifts/Rifts-Earth-Vehicles/Ghost_Vehicles/Ghost_November_Submarine.htm)
Kapal induk Amerika USS Midway meluncurkan Douglas A-3 Skywarrior – akhir tahun 1950-an. Pada paruh kedua dekade 1950-an, Uni Soviet membutuhkan kapal selam nuklir serbaguna yang berkemampuan Anti Kapal Selam/ASW (pemburu-pembunuh kapal selam SSN/SSBN milik NATO, pengawal SSBN Soviet, dan pelindung armada kapal niaga/transpor), sekaligus mampu menyerang gugus tempur kapal induk AS, mengumpulkan data intelijen, dan memasang ranjau. (Sumber: https://www.seaforces.org/usnships/cv/CV-41-USS-Midway-2.htm)

Pengembangan Project 671 (nama kode “Yorsh” — sejenis ikan ruffe) didahului oleh catatan pengalaman dari Project 627 Kit, Project 645 (penggunaan reaktor berpendingin logam cair), Project 627A (pemasangan rudal jelajah), dan Project 639 (kelas Golf). Tim pengembang yang mengadaptasi gagasan-gagasan dari generasi muda insinyur Soviet ini dilaporkan menguji hingga 20 prototipe/desain selama pengembangannya guna menyempurnakan persenjataan, tata letak komponen, posisi tabung torpedo, serta mesin demi mencapai keseimbangan optimal antara daya tembak, tingkat kebisingan, dan performa bawah air. Pada tahun 1958, SKB-143 memenangi kompetisi yang diadakan Komite Pembangunan Kapal Negara melawan TsKB-18 (Rubin) dan TsKB-112 (Malakhit) untuk empat Project (Project 667, 669, 670, dan 671), di mana Project 669 kemudian digabungkan ke Project 671. Spesialis muda yang terlibat antara lain A. B. Petrov (Project 670), L. A. Samarkin (Project 671), V. I. Turenko (Project 669), dan G. N. Chernyshev (Project 667). Hasilnya adalah sebuah “desain universal”, yakni: penggunaan poros tunggal, desain baru untuk kecepatan dan kelincahan bawah air, rasio daya apung yang lebih baik, penentuan jumlah reaktor berdasarkan kebutuhan daya, serta jaringan listrik AC tiga fase. Pada tanggal 3 November 1959, spesifikasi taktis dan teknis (TTZ) untuk kapal selam baru ini disetujui berdasarkan bobot selam 2.000 ton dan kedalaman selam minimal 300 meter. Dimensi perangkat sonar dan hidroakustik baru yang cukup besar menentukan lebar lambung sejak awal guna mendeteksi kapal selam AS dari jarak jauh dengan presisi tinggi. Perancang Utama Project ini adalah G. N. Chernyshev (lulusan Institut Perkapalan Nikolaev tahun 1942) dengan L. A. Samarkin sebagai wakil utamanya, didukung tim inti A. I. Kolosov, V. D. Levashov, dan A. V. Korolev, serta Captain Engineer Kelas 2 V. I. Novikov sebagai pengawas utama Staf Angkatan Laut. Laksamana Sergei Kuznetsov juga sangat berperan dalam pengembangan awal Project 671.

Perancang Utama Kapal Selam Kelas Victor adalah G. N. Chernyshev (lulusan Institut Perkapalan Nikolaev tahun 1942). (Sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/)

Terilhami oleh kelas Tullibee milik AS, permintaan desain awal mencakup sonar yang kuat, pemasangan 4 tabung torpedo (dengan 8 amunisi), kecepatan ~30 knot, dan kedalaman uji 300 m dengan bobot selam 2.000 ton. Laksamana Gorshkov menyetujui penggunaan poros tunggal untuk meminimalkan kebisingan dan hambatan air pada kapal selam. Susunan reaktor diletakkan berdampingan guna menghemat panjang kapal. Instalasi reaktor pada seluruh kelas Victor serupa dengan yang digunakan pada SSBN kelas Yankee dan Delta. Kedalaman uji ditetapkan mencapai 270 m dengan kedalaman hancur (collapse depth) 350 m. Baling-baling utama memiliki 5 bilah ditambah 2 baling-baling bantu untuk manuver. Desain baru ini menggunakan mesin nuklir poros tunggal (reaktor PWR generasi ke-2 yang lebih aman) demi efisiensi tinggi, sistem rafting (peredam getaran), pelapisan lambung luar, dan baling-baling bilah melengkung baru untuk mengurangi kebisingan (estimasi awal 4 kali lebih senyap dari kelas November). Namun secara umum, dibanding tandingan sezamannya dari AS yaitu kelas Sturgeon, kelas Victor jauh lebih cepat tetapi memiliki tingkat kebisingan yang jauh lebih tinggi. Pada dua varian pertama, perancang belum melakukan upaya signifikan untuk menekan emisi kebisingan akustik secara radikal karena masih memprioritaskan kemampuan ofensif. Doktrin pengoperasian kelas Victor dipengaruhi oleh pandangan Panglima Angkatan Laut Laksamana S. G. Gorshkov mengenai kegagalan strategi U-boat Jerman pada Perang Dunia II akibat ketiadaan dukungan armada udara dan permukaan dalam melawan armada ASW lawan. Oleh karena itu, kelas Victor dirancang sebagai komponen defensif sekaligus ofensif: meng-cover/melindungi SSBN Soviet agar tidak dibuntuti SSN Barat, serta memburu SSBN strategis AS (pembawa rudal balistik Polaris) dan gugus tempur kapal induk. Meskipun demikian, pemutusan jalur komunikasi laut (sea lines of communications/SLOC) Atlantik pada dekade 1960–1970-an kemudian menjadi prioritas sekunder bagi SSN Soviet baru ini.

Admiral Sergey Gorshkov. Dua kali dianugerahi gelar Pahlawan Uni Soviet, ia mengadakan perluasan Angkatan Laut Uni Soviet menjadi kekuatan global pada Perang Dingin. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sergey_Gorshkov)
USS Tullibee (Foto ini kemungkinan diambil tak lama setelah peresmiannya pada tahun 1960. Kubah berbentuk sirip hiu yang khas tersebut adalah untuk sistem sonar PUFFS). Kelas Tullibee mendorong penggunaan poros tunggal untuk meminimalkan kebisingan dan hambatan air pada kapal selam kelas Victor. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/USS_Tullibee_(SSN-597))

Persetujuan pembangunan seri kelas Victor secara penuh diberikan pada tahun 1962–1963. Sebelumnya, pada Desember 1958, dekrit yang dikeluarkan pemerintah menyetujui desain dan pembangunan kapal selam nuklir tahun anggaran 1959–1965. Pembangunan direncanakan di Galangan Kapal Admiralty (LAO / Sudomekh), Leningrad. Ini merupakan pembangunan kapal selam pertama di Admiralty sejak dekade 1930-an pasca-pembangunan kapal pemecah es nuklir Lenin pada 1959, yang memberi Uni Soviet total lima galangan pembangun kapal selam. Dimensi kapal dibatasi agar dapat diangkut melalui Terusan Laut Putih-Baltik yang sempit menggunakan dok apung. TTZ menetapkan instalasi dua reaktor tipe VM-4 (masing-masing berkekuatan 72 MW) pada dua unit OK-300 dan empat generator uap PG-4T berdaya 31.000 hp yang diusulkan oleh I. I. Afrikantov (OKBM). Inti reaktor dirancang untuk siklus isi ulang 8 tahun sekali. Di bawah pimpinan V. P. Goryachev, dikembangkan system otomasi terpusat yang mencakup sistem kontrol dan perlindungan terpusat untuk pembangkit listrik nuklir, sistem kontrol manuver spasial terintegrasi (“Shpat”), sistem kontrol otomatis trim darurat dan pencegahan kegagalan penyelaman (“Turmalin”), serta sistem kontrol otomatis terpusat untuk sistem umum kapal (GSS) dan mekanisme individual (“Wolfram-671”).

Gugus kapal perang AL Soviet dalam Perang Dingin. Kapal selam kelas Victor dirancang terutama untuk melindungi kelompok kapal permukaan Soviet dan menyerang kapal selam rudal balistik (ballistic missile submarine/SSBN) Amerika Serikat. (Sumber: https://cdn2.picryl.com/photo/2016/05/03/428-gx-k-128770-26528903350-d67e18-1024.jpg)

Kelas Victor memiliki bentuk lambung seperti tetesan air (teardrop) baru dengan menara komando kecil yang aerodinamis untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, peredaman kebisingan, sonar yang lebih baik, serta otomasi yang lebih maju dibandingkan jenis kapal selam pendahulunya. Desain ini banyak yang kemudian diadopsi kapal kelas Alfa, terlepas dari penggunaan reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) standar. Kapal selam ini dirancang terutama untuk melindungi kelompok kapal permukaan Soviet dan menyerang kapal selam rudal balistik (ballistic missile submarine/SSBN) Amerika Serikat dari kelompok “41 for Freedom”yang merujuk pada kapal selam Rudal Balistik Armada (Fleet Ballistic Missile/FBM) Angkatan Laut AS dari kelas George Washington, Ethan Allen, Lafayette, James Madison, dan Benjamin Franklin. NATO kemudian menganggap kelas Victor sebagai SSN Soviet pertama yang sangat ampuh dan sempat menimbulkan kekhawatiran bagi kapal-kapal anti-kapal selam (anti-submarine warfare/ASW), meskipun tingkat kebisingannya masih jauh lebih tinggi dibandingkan kapal selam kelas Los Angeles milik AS pada zamannya. Bentuk lambung teardrop sendiri merupakan revolusi dalam desain kapal selam Soviet. Project 627 Kit (November) memang sudah memiliki haluan membulat, namun buritannya masih berporos ganda klasik dengan lebar konstan. Studi hidrodinamika tahun 1958 dan kabar mengenai kehadiran kapal selam USS Albacore (AGSS-569) membangkitkan minat pada bentuk teardrop (Victor I dirancang 49 kaki (14,9 meter) lebih pendek dan 3,5 kaki (1,06 meter) lebih lebar daripada kelas November). Kelas Victor menjadi SSN pertama (bersama kelas Alfa yang berukuran lebih kecil) yang mengadopsi bentuk ini, sedangkan kelas Charlie (SSGN) merupakan variasi darinya.

Kapal selam kelas Quebec. Pembangunan kapal selam nuklir generasi pertama Soviet pun berakhir pada awal 1960-an saat galangan bersiap membangun kapal generasi kedua yang mencakup kelas Victor (SSN), Yankee (SSBN/kapal selam pembawa rudal balistik), dan Charlie (SSGN/kapal selam nuklir berpeluru kendali). Kapal-kapal tipe SSN ini bertugas menggantikan armada kapal selam diesel-elektrik era awal Perang Dingin (antara lain kelas Whiskey, Zulu, dan Quebec). (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/quebec-class-submarines-1950.php)

Diameter lambung bertekanan (pressure hull) pada kelas Victor diperbesar dengan kompartemen tunggal yang menampung instalasi turbin uap (STP) dan turbogenerator otonomnya. Kompartemen torpedo dan ruang akomodasi kru juga digabungkan menjadi satu kompartemen di bagian depan. Pembangunan kapal selam nuklir generasi pertama Soviet pun berakhir pada awal 1960-an saat galangan bersiap membangun kapal generasi kedua yang mencakup kelas Victor (SSN), Yankee (SSBN/kapal selam pembawa rudal balistik), dan Charlie (SSGN/kapal selam nuklir berpeluru kendali). Kapal-kapal tipe SSN ini bertugas menggantikan armada kapal selam diesel-elektrik era awal Perang Dingin (antara lain kelas Whiskey, Zulu, dan Quebec). Kapal selam serang nuklir awalnya menggunakan penamaan seri “K” lalu diubah menjadi seri “B” sejak 29 Agustus 1991. Semua kapal kelas Victor dibangun di Galangan Kapal Admiralty / Sudomekh, Leningrad (dengan laju produksi 2 unit/tahun antara 1968–1975) dan sebagian besar bertugas di Armada Pasifik. Kapal pertama sempat dinamai “Yonah” (serta nama tidak resmi Del’fin, Sazan, Treska, Ugor), namun secara resmi dinamai K-38. Dua unit kapal Project 671 kemudian dimodifikasi untuk membawa senjata torpedo berpemandu kabel TEST-68 di bawah kode Project 671B (terkadang ditulis 671V). Sepasang kapal selam Project 671 selanjutnya dilengkapi dengan sistem deteksi non-akustik “Kolos” baru dan dinamai ulang sebagai Project 671K.

Pengembangan dan Evolusi Project 671RT Syomga (Victor II)

Guna meningkatkan kemampuan tempur Project 671 dalam menghadapi kapal induk super AS beserta pengawalnya, pada November 1961 Angkatan Laut Soviet dan Kementerian Pembangunan Kapal memutuskan untuk memperkuat persenjataan torpedo dengan mengembangkan torpedo superberat berjangkauan jauh kaliber 650 mm (SET 65-73). Pada tahun 1963, desain modernisasi kapal selam yang dinamai Project 671RT Syomga (“noble salmon” / ikan salmon Atlantik) ini resmi dimulai, dan dokumentasi teknisnya disetujui pada 15 Juli 1967 (NATO awalnya memberi sebutan kelas Uniform). Project 671RT mengambil langkah-langkah moderat untuk meredam kebisingan dengan merevisi penataan komponen mesin menggunakan teknik raft mounting (komponen bising diisolasi di atas bahan penyerap suara). Untuk mengakomodasi dudukan peredam ini serta sistem daya yang diperluas guna mendukung persenjataan baru, kompartemen turbin diperbesar. Hal ini membuat Project 671RT diperpanjang hingga 101,8–102 meter (bertambah 9,3–15 m dibanding Victor I yang sepanjang 92,5 m) dan lebar lambung bertekanan diperbesar 0,5 meter (menjadi 8 m), sehingga bobot selamnya meningkat menjadi 4.500 ton (permukaan) dan 5.700–5.900 ton (menyelam), dengan beberapa catatan merekam bobot menyelamnya hingga 7.200 ton.

Kapal selam kelas Victor II. Kapal kelas ini dibuat untuk meningkatkan kemampuan kapal selam kelas Victor dalam mengusung torpedo super berat. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-ii-class.php/vic2-05-hrazegray/#google_vignette)

Perubahan dimensi ini diperlukan untuk menampung dua tabung torpedo 650 mm berukuran besar di bagian kompartemen depan yang membagi ruang torpedo menjadi dua platform horizontal kedap air, sekaligus menambah amunisi cadangan. Torpedo berat generasi baru bediameter 65 cm ini lebih panjang dan memerlukan bantuan tenaga mekanis (power assistance) untuk menanganinya di ruang torpedo. Sistem kendali tembak juga dimodifikasi untuk meningkatkan presisi penargetan dan peluncuran amunisi. Torpedo anyar ini dirancang mampu melumpuhkan kapal permukaan utama, sehingga Victor II mampu mengancam gugus tempur kapal induk AS dengan cara yang tidak dapat dilakukan varian sebelumnya. Pembesaran lambung ini menyebabkan kecepatan puncak resminya sedikit turun menjadi 30 knot (55,56 km/jam), meskipun dalam uji coba berhasil mencapai 31,7 knot (58,7 km/jam).

Torpedo kelas berat SET 65-73 berjangkauan jauh kaliber 650 mm. (Sumber: https://www.militaryperiscope.com/weapons/naval-warfare/torpedoes/65-73-torpedo/overview/)

Pembangunan kelas Victor II diputuskan bertempat di Galangan Kapal Krasnoye Sormovo di Gorky (dimulai dari pemancangan lunas K-387 pada 2 April 1971). Namun karena laju pengerjaan yang lambat, pembangunan juga dimulai di Galangan Kapal Admiralty, Leningrad pada tahun 1971. Biro Leningrad menerapkan teknik pembangunan unit-blok yang canggih dengan praperakitan komponen seberat hingga 350 ton sebelum dirakit. Berdasarkan analisis intelijen yang diperkuat oleh temuan jaringan mata-mata Walker (Walker spy ring), militer Soviet menyadari bahwa tingkat kebisingan Project 671RT masih tertinggal jauh di belakang kapal selam AS dengan selisih yang tidak dapat diterima. Akibatnya, Moskow memutuskan memangkas program Victor II: dari rencana awal, hanya 7 unit yang resmi bertugas (4 di Gorky, 3 di Leningrad dari tahun 1972 hingga 1978) sebelum produksinya dihentikan untuk memberi jalan bagi Project 671RTM (Victor III). Perubahan yang direncanakan pada Victor II kemudian dinilai terlalu tidak signifikan untuk membuat kapal selam tersendiri, sehingga Project tersebut dilebur ke dalam kelas Victor III. Seluruh armada kapal kelas Victor II resmi dipensiunkan penuh pada tahun 1996.

Pengembangan dan Evolusi Project 671RTM/RTMK Shchuka (Victor III)

Seiring berkembangnya sains, teknologi, dan sistem ASW Barat yang makin canggih, Uni Soviet membutuhkan SSN transisi yang menjembatani generasi ke-2 dan ke-3 (sebelum lahirnya kelas Sierra dan Akula). Kelas Victor III kemudian mewakili puncak pencapaian Uni Soviet dalam desain kapal selam serang nuklir sebelum kehadiran kelas Akula, serta berfungsi sebagai fondasi dan jembatan teknologi krusial bagi generasi kapal selam Rusia berikutnya. Sebagai salah satu keberhasilan industri kapal selam Soviet yang kurang diapresiasi (underrated success), kelas Victor III membentuk tulang punggung kekuatan SSN Angkatan Laut Soviet. Sebelum lahirnya kelas ini, perancang kapal selam selalu dihadapkan pada kompromi kaku antara kecepatan versus kemampuan siluman (speed vs. stealth); melaju lebih cepat selalu berarti menjadi lebih bising—sebuah kompromi (trade-off) yang berhasil dihapuskan pada kelas Victor III. Biro Desain Malakhit di bawah Perancang Utama G. N. Chernyshev merancang Project 671RTM Shchuka (“pike” / ikan serigala air) dengan melakukan perombakan masif pada teknologi elektronik, sonar, navigasi, komunikasi, dan peredaman kebisingan.

USS Peterson (DD-969) dan sebuah kapal selam kelas Victor III yang sedang muncul ke permukaan pada tahun 1983. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-iii-class.php)

Lompatan kuantum akustik pada Victor III—yang di lingkungan Angkatan Laut AS dijuluki sebagai “kelas Walker“—dipicu secara signifikan oleh kebocoran dokumen rahasia dari perwira Angkatan Laut AS sekaligus mata-mata Soviet, John Anthony Walker, beserta jaringan mata-matanya (John Walker spy ring). Walker, seorang Bintara Tinggi Angkatan Laut AS yang membelot ke KGB pada tahun 1967, membocorkan kode sistem komunikasi, taktik ASW, jaringan pemantau SOSUS (Sound Surveillance System, yaitu jaringan pos pendengaran bawah laut rahasia milik Angkatan Laut Amerika Serikat), serta rahasia utama teknologi peredaman suara kapal selam AS. Berbekal rahasia ini, insinyur Soviet di biro Rubin dan Malakhit melakukan rekayasa balik (reverse engineering), memahami konsep rafting isolasi mesin, serta memanfaatkan mesin perkakas canggih dari Toshiba untuk merancang baling-baling yang memangkas kavitasi. Penyesuaian performa mikro (performance tweaks) juga terus dilakukan secara bertahap dari satu unit ke unit berikutnya sepanjang masa produksinya untuk kian menekan emisi kebisingan.

Ilustrasi konsep seniman yang memperlihatkan kapal selam armada kelas Victor III milik Uni Soviet sedang melaju dalam kondisi menyelam. (Sumber: https://nara.getarchive.net/search?q=An+artist%27s+concept+of+a+Soviet+Victor+III+class+fleet+submarine+underway+while+submerged)
John Anthony Walker, mata-mata Soviet. Walker, seorang Bintara Tinggi Angkatan Laut AS yang membelot ke KGB pada tahun 1967, membocorkan kode sistem komunikasi, taktik ASW, jaringan pemantau SOSUS (Sound Surveillance System, yaitu jaringan pos pendengaran bawah laut rahasia milik Angkatan Laut Amerika Serikat). (Sumber: https://news.usni.org/2014/09/02/john-walker-spy-ring-u-s-navys-biggest-betrayal)

Proyek teknis kapal selam baru ini disetujui pada Juli 1974. Keputusan bersama diambil untuk menyerahkan kapal pertama tanpa menunggu sistem Skat-KS, Omnibus-RTM, dan Medveditsa-RTM selesai dikembangkan penuh, sehingga sistem tersebut disempurnakan secara bertahap selama tiga tahun berikutnya. Menara komando (sail) berbahan titanium diganti dengan bahan nonlogam untuk mengelabui system deteksi anomali magnetik (MAD). Pembangunan lunas pertama (K-524) dimulai di Galangan Kapal LAO (Admiralty/Sudomekh, Leningrad) pada 7 Mei 1976 (hamper bersamaan dengan peringatan dua abad kemerdekaan AS), dan resmi diluncurkan pada tahun yang sama, serta diserahterimakan ke Angkatan Laut Soviet pada tahun 1977 sebelum bertugas penuh mulai tahun 1979. Sebanyak 26 unit kelas Victor III dibangun dalam dua kelompok secara paralel di Galangan Kapal Admiralty/Sudomekh, Leningrad dan Galangan Kapal Leninsky Komsomol, Komsomolsk di Amur (13 unit di masing-masing galangan, walau 1 unit dibatalkan saat pengerjaan; 21 hingga 25/26 unit berhasil diluncurkan dan diselesaikan di fasilitas galangan ini hingga produksi dihentikan pada akhir Perang Dingin tahun 1991). Kelompok pertama terdiri dari 21 kapal Project 671RTM yang dibangun antara tahun 1977 dan 1985. Lima kapal terakhir dari konstruksi Leningrad diserahterimakan di bawah Project 671RTMK, yang dilengkapi dengan sistem sensor non-akustik “Kolos” serta sistem pemandu tempur dan kontrol tembak terintegrasi penuh “Viking” (yang disinyalir menggunakan komputer buatan Toshiba Corporation). Selanjutnya, kapal-kapal 671RTM sisanya juga ditingkatkan ke konfigurasi 671RTMK. Kapal kelas ini kemudian menjadi tulang punggung armada SSN Soviet hingga akhir Perang Dingin.

DETAIL DESAIN

Kelas Victor I, II, dan III memiliki evolusi dimensi dan berat selam yang meningkat secara bertahap. Victor I memiliki bobot selam 4.300 ton (permukaan) / 5.100–6.100 ton (menyelam), panjang 92,5–95 m, lebar 10 m, draft 7 m, dserta kedalaman operasi efektif 320 m. Victor II berkembang dengan bobot selam 4.500 ton (permukaan) / 5.700–7.200 ton (menyelam), panjang 101,8–102 m, lebar 10 m, dan draft 7 m. Sementara itu, Victor III (Project 671RTM) mencapai bobot selam 4.900–4.950 ton (kosong/permukaan), 6.000–6.990 ton (normal permukaan), hingga 7.250 ton (menyelam), dengan panjang 102 m (lambung luar) / 93 m (lambung bertekanan), panjang maksimum 106–107,2 m (347 kaki 8 inci), lebar 10 m (32 kaki 10 inci), dan draft 7 m (23 kaki). Penambahan ruang internal ekstra pada subkelas ini juga memungkinkan perluasan kapasitas tempat tinggal untuk menampung hingga 100 personel awak (jumlah terbanyak pada masa itu).

Kapal selam kelas Victor I. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-class-submarine.php)

Dianggap secara luas oleh para pelaut Soviet sebagai desain yang memiliki kesempurnaan rancangan yang amat aerodinamis, profil lambung teardrop Victor III konstan pada 2/3 panjangnya dengan hidung membulat besar dan lekuk menara yang sangat halus untuk mendukung kecepatan. Kapal ini dilengkapi dengan kemudi selam haluan (bow hydroplanes) yang dapat ditarik (retract) masuk ke dalam lambung saat melaju pada kecepatan tinggi di bawah air atau saat berada di permukaan guna memaksimalkan hidrodinamika. Pengaturan PWR generasi kedua ini lebih kompak. Pipa sirkulasi utama dipasang di area tak berpenghuni berselimut perlindungan biologis. Mesin penggeraknya mencakup unit turbin-gear utama GTZA-615 dan dua turbogenerator otonom OK-2 (AC 380 V, 50 Hz, berkapasitas 2.000 kW). Penggerak cadangan menggunakan dua motor listrik DC PG-137 (2 x 275 hp) atau motor listrik bantu berkekuatan 375 hp. Terdapat dua kelompok baterai penyimpan (112 elemen, 8.000 A/jam) dan dua generator diesel (200 kW, 400 V, 50 Hz). Arus AC diubah ke DC oleh dua konverter PR-501 (500 kW) dari Electrosila Plant. Pengoperasian daya dikontrol dari panel sistem Baikal.

Kapal selam Project 671 (Victor I). (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Victor-class_submarine)

Daya pendorong utama dihasilkan oleh reaktor fisi nuklir tipe VM-4 (unit VM-4P, VM-4A, atau VM-4T) yang menggerakkan turbin uap tunggal (menghasilkan daya listrik/listrik-propulsi hingga 22,7 MW) atau dua set turbin uap OK-300 yang menghasilkan keluaran total 31.000 shp pada putaran poros 290 rpm (reaktor memiliki daya termal gabungan 180 MWt). Kapal-kapal ini memiliki satu poros penggerak utama (bersama kelas Charlie, Victor adalah SSN poros tunggal pertama dalam dinas angkatan laut Soviet). Kecepatan maksimum Victor I mencapai 32–33 knot (59,2-61,1 km/jam), sedikit lebih cepat dari kelas Skipjack Amerika dan baru bisa ditandingi oleh kelas Los Angeles pada tahun 1976 (pembangunan kelas Los Angeles oleh Laksamana H. G. Rickover sendiri didorong oleh kekhawatiran atas kecepatan tinggi dari kelas Victor). Untuk operasi “merayap” (creeping), dua motor jelajah listrik berkecepatan rendah dihubungkan dengan dua pod baling-baling kecil (spinners) pada bidang kendali buritan yang ditenagai unit listrik berdaya 1.020 shp pada 500 rpm guna memberikan gerakan yang sangat senyap dan mengurangi turbulensi aliran air buritan.

Kapal selam Project 671RT Syomga (Victor II). (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Victor-class_submarine)

Khusus pada kelas Victor II, untuk menekan tingkat kebisingan akustik secara radikal, perancang N. P. Bykov mengusulkan pemasangan turbin, planetary gear, dan turbogenerator pada frame tunggal dengan sistem peredam guncangan dua tingkat (two-cascade shock-absorbing mount/rafting), memanfaatkan ruang ekstra 25 cm di kedua sisi lambung. Generator diesel DC berkekuatan 200 kW juga diganti dengan jenis yang lebih kuat berdaya 460 kW. Pada kelas Victor III, penambahan persenjataan baru dan peredaman kebisingan memerlukan pemotongan sisipan silinder sepanjang 4,2 m (hampir 20 kaki) pada kompartemen ke-2. Struktur menara komando dan lambung luar diperkuat untuk memfasilitasi penembusan lapisan es Arktik secara aman. Pemasangan sistem landasan isolasi suara dua tingkat (two-stage sound-isolating raft system) Amerika meredam sumber kebisingan mesin utama secara drastis. Baling-baling 7-bilah tunggal asli digantikan oleh skema tandem (skew-back dua baling-baling koaksial 4-bilah yang berputar berlawanan arah) hasil akuisisi mesin perkakas 9-poros dari Toshiba, yang secara signifikan mengurangi frekuensi nada bilah baling-baling (blade rate tonals) dan kebisingan kavitasi pada kecepatan taktis (model Victor III belakangan semuanya mengadopsi skema dua baling-baling koaksial ini). Penambahan baling-baling bantu di sirip buritan setelah penggantian baling-baling 7-bilah asli menjadikan desain Victor III sebagai satu-satunya kapal selam dalam sejarah yang pernah dilengkapi dengan 4 baling-baling. Poros penggerak dan sistem ventilasi juga dirancang khusus untuk makin meminimalkan jejak suara.

Kapal selam Project 671RTM/RTMK Shchuka (Victor III). (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Victor-class_submarine)
Baling-baling tandem berbilah empat milik kapal selam kelas Victor III. Baling-baling tipe ini secara signifikan mengurangi frekuensi nada bilah baling-baling (blade rate tonals) dan kebisingan kavitasi pada kecepatan taktis. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-iii-class.php)

Langkah peredaman kebisingan tambahan mencakup dudukan peredam getaran pelepasan (disabling foundations), pemutusan koneksi akustik, penutup ventilasi dan vertical scuppers, perangkat demagnetisasi magnetometer, serta system penangkal terpasang (onboard countermeasures) untuk mengelabui detektor anomali magnetik (MAD). Target awal tim perancang Soviet adalah menekan kebisingan hingga setara dengan SSN kelas Los Angeles Amerika, namun upaya ini sempat mengalami kendala akibat penurunan alokasi anggaran program. Meskipun demikian, penerapan rafting, pelapisan anekoik “cluster-guard” untuk menurunkan emisi kebisingan terpancar (radiated noise), dan teknologi peredam canggih ini dinilai oleh beberapa kalangan Angkatan Laut AS telah membuat kesenyapan Victor III setara dengan SSN kelas USS Sturgeon. Para analis pertahanan Barat (seperti Owen R. Cote dan Laksamana Watkins) mencatat bahwa kapal ini berhasil menekan suara frekuensi tinggi dari perangkat turbogenerator, sehingga Victor III menjadi “lubang hitam” akustik yang memangkas keunggulan deteksi Angkatan Laut AS dan menjadi awal lahirnya kelas Akula yang mampu menghindari sistem SOSUS serta menggagalkan pelacakan sonar pasif ASW Negara-negara Barat. Otonomi operasional kapal kelas ini juga meningkat menjadi 80 hari dengan jumlah kru 85–100 personel. Kecepatan puncaknya adalah 30–32 knot (55–59 km/jam saat menyelam).

Kapal selam kelas Victor III di permukaan. Para analis pertahanan Barat (seperti Owen R. Cote dan Laksamana Watkins) mencatat bahwa kapal ini berhasil menekan suara frekuensi tinggi dari perangkat turbogenerator, sehingga Victor III menjadi “lubang hitam” akustik yang memangkas keunggulan deteksi Angkatan Laut AS dan menjadi awal lahirnya kelas Akula yang mampu menghindari sistem SOSUS serta menggagalkan pelacakan sonar pasif ASW Negara-negara Barat. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Victor-class_submarine)

Seluruh kapal selam kelas Victor merupakan kapal selam berlambung ganda (double-hulled). Lambung luar dilapisi bahan anti-hidroakustik (ubin anekoik yang awalnya dinamai Cluster Guard oleh intelijen Barat) untuk menyerap sinyal sonar aktif dan mengurangi kerentanan terhadap torpedo pemandu akustik. Konstruksi lambung ganda ini memberikan tambahan daya apung besar (25%–45% dibanding 9%–15% pada kapal tunggal AS), kompartemen kedap air lebih banyak, serta perlindungan terhadap benturan es. Project ini kembali menggunakan keran laut (seacocks) pada tangki pemberat utama (MBT), pipa berbasis paduan titanium, serta sistem regenerasi air elektrokimia (ECR). Lambung bertekanan terbuat dari baja AK-29 (dikembangkan TsNII-48) yang dibagi menjadi kompartemen kedap air. Pada Victor I, terdapat 7 kompartemen kedap air (1. Akomodasi/torpedo; 2. Ruang kendali; 3. Reaktor; 4. Turbin; 5. Mesin bantu; 6. Akomodasi; 7. Motor listrik/kemudi). Victor II memiliki 8 kompartemen kedap air (1. Torpedo/baterai/provisi; 2. Kamar perwira/ruang makan/dapur/DUK; 3. Pos kontrol pusat; 4. Reaktor; 5. Turbin GTZA-ATG/desalinasi; 6. Kompresor/pendingin; 7. Ruang tinggal/diesel; 8. Motor pendorong/kemudi). Sementara pada Victor III (Project 671RTM), beberapa sumber menyebutkan 8 kompartemen seperti Victor II, namun sumber lain menunjukkan tata letak 7 hingga 9 kompartemen dengan penataan internal baru (1. Torpedo/sonar; 2. Pos pusat/navigasi; 3. Reaktor nuklir; 4. Turbin uap/planetary gear; 5. Peralatan elektromekanik/bantu; 6. Akomodasi tempat tinggal; 7. Motor pendorong/penggerak kemudi). Struktur penutup rumah kemudi dan bangunan atas dibuat dari alloy AMg-61 (dan sebagian aloy ringan pada Victor III). Spesifikasi teknis menetapkan kedalaman selam hingga 400 meter (1.312 kaki).

PERSENJATAAN DAN SISTEM SENSOR

Persenjataan kapal selam kelas Victor I terdiri dari 6 tabung torpedo caliber 533 mm (21 inci) di haluan yang mampu menembak pada kedalaman hingga 250 m, membawa 18 torpedo atau hingga 36 ranjau (12 diluncurkan dari tabung) dengan kapasitas total 24 senjata peluncuran tabung atau 48 ranjau/kombinasinya. Penataan tabung torpedo diletakkan di sepertiga bagian atas kompartemen pertama dalam dua baris horizontal (dua di atas, empat di bawah) di atas ruang sonar. Dua tabung eksternal ditambahkan untuk menampung torpedo berhulu ledak nuklir E53-65K. Pemuatan amunisi dilakukan secara otomatis menggunakan penggerak hidraulik melintasi palka khusus di haluan. Pada varian Victor II (Project 671RT) dan Victor III (Project 671RTM/RTMK), persenjataan diperkuat dengan mengganti dua tabung torpedo 533 mm menjadi tabung caliber 650 mm (25,5 inci), sehingga memiliki 2 atau 4 tabung 650 mm untuk rudal SS-N-16 / torpedo Type 65 dan 4 atau 2 tabung caliber 533 mm untuk rudal SS-N-21 / SS-N-15 / torpedo Type 53 (tergantung konfigurasi). Kombinasi ini menjadikan Victor II dan III sebagai kapal selam pemburu-pembunuh (hunter-killer) yang sangat serbaguna untuk menghancurkan kapal permukaan besar maupun kapal selam musuh. Kapasitas muatannya adalah 18 torpedo caliber 533 mm/rudal dan 6 torpedo caliber 650 mm (total 24 amunisi peluncuran tabung), atau hingga 36 ranjau laut (peluncuran ranjau dikategorikan sebagai misi sekunder).

Lubang penembakan torpedo kapal selam kelas Victor. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-ii-class.php#google_vignette)

Jenis amunisi dan rudal yang dapat dibawa meliputi:

  • SAET-60M (1969): Pemandu akustik pasif, berat 2.000 kg, hulu ledak 300 kg, jangkauan 15.000 m (kecepatan 40 knot/74.08 km/jam).
  • SET-65 “Yenot-2” (1965): Pemandu akustik aktif, berat 1.740 kg, hulu ledak 205 kg, jangkauan 16.000 m (40 knot).
  • SET 53-61M (1969): Pemandu akustik ditingkatkan, ditenagai turbin Minyak Tanah-Hidrogen Peroksida (hingga kecepatan 55 knot/101,8 km/jam).
  • SET 53-65M / 53-65K (1969): Torpedo Type 53 pelacak jejak kapal (acoustic wake-following), berat 2.100 kg, hulu ledak 300 kg, jangkauan 19.000–22.000 m (kecepatan 44–45 knot/81,48-83,34 km/jam).
  • SET 65-73 / 65-76 “Kit” (1973/1976): Torpedo Type 65 raksasa kaliber 650 mm berdaya dorong turbin Minyak Tanah-Hidrogen Peroksida berkecepatan 50 knot (92,6 km/jam) hingga jarak 50.000 m (50 km). Varian 65-73 membawa hulu ledak nuklir taktis, sedangkan varian 65-76 “Kit” membawa hulu ledak konvensional 450 kg dengan pemandu pelacak jejak kapal (wake-following).
  • TEST 68 (1969) & TEST 71 (1971): Torpedo kendali kabel (wire-guided) ASW. TEST 71 memiliki hulu ledak 205 kg dengan jangkauan hingga 25.000 m (kecepatan 35 knot/64,82 km/jam) dan dapat ditembakkan pada kedalaman 400 m.
  • USET-80 (1980): Torpedo pelacak jejak akustik aktif/pasif (2.000 kg, hulu ledak 200–300 kg, jangkauan 20 km pada 40–50 knot).
  • VA-111 Shkval (1977): Torpedo superkavitasi bertenaga roket berkecepatan 200 knot (370 km/jam) dengan hulu ledak 700 kg/nuklir (jangkauan 11 km).
  • RPK-2 Vyuga / RPK-6 / 81R / Type 84RN / SS-N-15 Starfish (1969): Rudal anti-kapal selam peluncuran tabung torpedo (kedalaman 50-60 m) berjangkauan 10–45 km (20 mil laut) yang meluncur ke udara pada kecepatan maksimum sedikit di bawah 700 mph (~1.126 km/jam) lalu melepaskan muatan bom dalam nuklir berparasut.
  • SS-N-16 Stallion: Rudal anti-kapal selam peluncuran tabung 650 mm berjangkauan 30–50 mil laut (55,56-92,6 km) yang membawa torpedo pemandu konvensional.
  • RK-55 Granat / S-10 Granat / SS-N-21 Sampson (1984): Rudal jelajah subsonik strategis jarak jauh (tandingan Soviet untuk rudal UGM-109 Tomahawk peluncuran kapal selam AS) dengan jangkauan operasional 2.000–3.000 km yang membawa hulu ledak HE 410 kg atau hulu ledak nuklir. Diluncurkan melalui tabung kaliber 533 mm atau tabung caliber 650 mm pada varian Project 671RTMK (hanya lima unit 671RTMK yang dibangun secara khusus dengan kapasitas membawa dua rudal S-10 Granat ini sebagai pengganti torpedo).
  • Rudal Anti-Kapal P-100 / SS-N-22 Sunburn: Dioperasikan pada beberapa unit khusus Victor III untuk misi serangan kapal permukaan (anti-shipping).
  • MG-84 Korund-705 & MG-74 Korund-2 / Siren: Umpan (decoy) hidroakustik peniru suara jejak kapal untuk perang elektronik.
  • Perangkat Khusus & Ranjau: Ranjau PMR-1, PMR-2, atau Golets (hingga 36–48 unit); sistem pengalih perhatian Sirena; serta helikopter lipat tunggal Kamov Ka-56 yang dapat diluncurkan dari tabung torpedo 533 mm untuk transportasi pasukan khusus.
  • Project Victor IV (Eksperimental): Satu unit tidak resmi dari kelas Victor III yang memasang fairing sepanjang 10 meter di atas geladak di depan menara komando untuk pengujian rudal SS-N-21.
Torpedo SET65 kaliber 533 mm dan SET40 kaliber 400 mm berdampingan, Kaliningrad. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-class-submarine.php)
Torpedo VA-111 Shkval. (Sumber: https://warhistory.org/ja/article/va-111-shkval)
SS-N-22 Sunburn. Rudal ini dioperasikan pada beberapa unit khusus kapal selam kelas Victor III untuk misi serangan kapal permukaan (anti-shipping). (Sumber: https://www.ausairpower.net/Analysis-Regional-ASCM.html)

Urutan (sequence) penembakan diatur oleh sistem kontrol Kiparis, Ladoga (atau Ladoga 1V-671RT), Brest-671, Leningrad-671, dan Neva (untuk rudal Vyuga). Perangkat sensor diketahui mengalami peningkatan pesat antarvarian. Victor I & II menggunakan sonar Rubin (MGK-300 / MGK-300T berbobot 20 ton) berjangkauan 50–60 km yang mencakup sonar pasif frekuensi rendah dan sonar frekuensi menengah, sonar pendeteksi ranjau MG-509 Radian / Arfa-M, sistem kontrol Akkord, perangkat komunikasi Molniya, serta antena VLF tarik Paravan dan radio buoys. Pasca-1976, sistem ini diganti dengan sonar Rubikon (MGK-400) berjangkauan >200 km, MG-519 Arfa, serta radar Albatros dengan perangkat tambahan Korma. Pada Victor III (Project 671RTM/RTMK), dipasang susunan antena linier pasif (passive linear array) baru dan kompleks sonar hidroakustik MGK-503 Skat-KS (NATO: Shark Gill) dengan jarak deteksi target hingga 230 km. Perangkat ini mencakup pemancar aktif/pasif LF, flank arrays, sonar pemintas es MT-70, serta antena infrasumber tarik linier Barrakuda/Pithon dalam pod kapsul (panjang 29,5 kaki/8,8 meter, diameter 8 kaki/2,4 meter) pada sirip kemudi vertikal buritan. Spekulasi awal dari pihak NATO mengira pod tersebut adalah pendorong magnetohidrodinamik (MHD) atau sistem senjata eksotis, sebelum teridentifikasi sebagai rumah hidrodinamis penggulung kabel sonar pasif tarik (towed passive sonar array) untuk mendengarkan kontak musuh tanpa terganggu kebisingan lambung. Sensor lainnya meliputi radar pencari permukaan MRK-50 Albatros/Topol/Snoop Tray, sistem navigasi Medveditsa-671RTM, sistem pengarah tempur Omnibus (Vodopod/Viking), sistem komunikasi satelit Tsunami-B / Molniya-L, penerima ESM/ECM MRP-10 Zaliv-P/Bulava/Brick Pulp, pencari arah Park Lamp, serta sistem deteksi non-akustik Kolos/SOKS pada varian 671RTMK.

Modifikasi Kelas

Berbagai modifikasi diterapkan pada kelas Victor yang meliputi: Modifikasi 671V / 671B yang menggunakan sistem rudal-torpedo Vyuga dan torpedo TEST-68; Modifikasi 671K yang mengusung sistem rudal jelajah jarak jauh S-10 Granat (SS-N-21) dan sensor non-akustik Kolos; Modifikasi 671M dengan torpedo kendali jarak jauh TEST-70; Modifikasi 671RT Semga (Victor II) yang mengganti dua tabung torpedo 533 mm menjadi caliber 650 mm, memakai generator diesel baru berkekuatan 460 kW, peredaman kebisingan (rafting), dan persenjataan baru; Modifikasi 671RTM Shchuka (Victor III) yang melakukan modernisasi elektronik, pemasangan baling-baling 4-bilah tandem putaran rendah, dan penambahan sisipan silinder; serta Modifikasi 671RTMK yang memasang SOKS (System for Detection of Wake) dan meningkatkan jangkauan rudal Granat hingga 3.000 km beserta sistem kontrol tembaknya. Dua modifikasi terakhir dikategorikan NATO sebagai Victor III, yang tetap dianggap SSN dan bukan SSGN karena tabung kaliber 650 mm tersebut tetaplah tabung torpedo, bukan peluncur rudal vertikal.

Berbagai modifikasi diterapkan pada kelas Victor. (Sumber: https://www.super-hobby.com/products/Soviet-Navy-Victor-III-Class-Project-671RTMK-SSN.html?srsltid=AfmBOopO1MqlLdMsWBDKUS3qf9qNwfjQrnAYONjxKdaDySe7iFnUTz-b)

Kelas Penerus

Pengembangan subkelas Victor berlanjut pada Project 671RT Syomga (Victor II) yang masuk dinas tahun 1972 (7 unit, dengan panjang 101,8 m) dengan memperkenalkan sistem raft mounting pada mesin agar lebih senyap. Puncak pencapaiannya diraih oleh Project 671RTM/RTMK Shchuka (Victor III) yang masuk dinas tahun 1979 (25 unit, dengan panjang 106–107 m), dilengkapi pod sonar tarik (towed array) di sirip buritan, 4 tabung torpedo standar 533 mm, dan 2 tabung besar 650 mm untuk rudal SS-N-16/Granat atau torpedo Type 65.

Kapal Selam Kelas Victor III yang diambil dari publikasi Soviet Military Power, 1984. (Sumber: https://nara.getarchive.net/media/victor-iii-class-submarine-courtesy-of-soviet-military-power-1984-photo-no-6b929e)

SEJARAH PENGOPERASIAN

Rangkaian pengoperasian kapal selam kelas Victor diawali dengan uji coba tambat yang dimulai pada Juli 1966 di Galangan Kapal Admiralty. Kapal pertama dari kelas ini, K-38, resmi masuk dinas aktif pada November 1967 setelah berhasil mencetak rekor kecepatan bawah air mencapai 34,5 knot (63,8 km/jam) saat menjalani uji coba di Laut Putih. Keberhasilan Project ini membuahkan berbagai penghargaan negara: G. N. Chernyshev dianugerahi gelar Pahlawan Pengabdian Sosialis, sementara L. A. Samarkin, A. N. Gubanov, M. V. Sidorenko, V. I. Novikov, V. N. Dubrovsky, L. A. Podvyaznikov, dan V. N. Shamenkov menerima Hadiah Lenin atau Penghargaan Negara. Komandan K-38, E. D. Chernov, turut dianugerahi gelar Pahlawan Uni Soviet atas kepemimpinannya. Sepanjang era Perang Dingin (1971–1991), kapal selam kelas Victor I, II, dan III bertugas secara aktif di berbagai samudra dunia (berbasis di Gremikha, Zapadnaya Litsa, dan Bolshaya Lopatka untuk Armada Utara, serta di Armada Pasifik). Meskipun kelas Victor I masih tergolong bising pada kecepatan tinggi, tingkat kebisingan Victor II dan III berhasil ditekan secara drastis hingga setara dengan SSN Barat (seperti kelas Sturgeon dan Los Angeles asal Amerika). Kemunculan kelas Victor III secara drastis mengubah sifat Perang Dingin di bawah air menjadi duel sengit antara dua kekuatan yang hampir setara, di mana penyusutan kesenjangan akustik membuat pertemuan antar-kapal selam di Atlantik Utara menjadi adu keterampilan, keberanian, dan keberuntungan. Tekanan dari ancaman kapal kelas Victor III ini secara langsung mendorong Amerika Serikat mengucurkan miliaran dolar untuk mengembangkan kapal selam kelas Seawolf guna merebut kembali dominasi akustik mutlaknya.

Sebuah kapal selam kelas Victor I sedang berlayar. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Victor-class_submarine)

Seri Victor III terbukti sangat andal dan dianggap sebagai “kapal selam beruntung” (lucky subs) karena tidak ada satu pun unitnya yang hilang di laut dan dilaporkan tidak ada kecelakaan fatal/serius yang dialami kapal-kapal dari kelas ini selama ratusan operasi tempur. Salah satu pencapaian operasional terbesar adalah keterlibatan mereka dalam Operasi “Aport” dan Operasi “Atrina” (1987) di Atlantik Utara, di mana lima kapal selam kelas Victor III mencoba mendekati pesisir AS untuk menguji seberapa mudah mereka dapat menghilang kembali ke dalam kesenyapan setelah terdeteksi oleh SOSUS—sebuah manuver yang mengguncang kepercayaan NATO terhadap sistem pelacakan ASW mereka. Dalam rekam jejak operasinya, sejumlah insiden penting dan misi khusus tercatat melibatkan unit-unit kelas Victor, di antaranya: K-398 (Victor I) mendekati gugus tempur kapal induk USS Independence di Laut Mediterania saat Perang Yom Kippur (Oktober 1973) dan memotret kapal induk tersebut melalui periskop; SSBN USS James Madison (SSBN-627) bertabrakan dengan kapal selam kelas Victor di lepas pantai Holy Loch (3 November 1974); USS Drum bertabrakan ringan dengan K-324 (Victor III) di Teluk Peter the Great (1981); K-324 (Victor III) tersangkut kabel sonar tarik milik frigat AS USS McCloy di Bermuda (31 Oktober 1983); K-314 (Victor I) bertabrakan dengan kapal induk USS Kitty Hawk di Laut Jepang (21 Maret 1984); K-53 (Victor I) bertabrakan dengan kapal kargo Soviet Bratstvo di Selat Gibraltar (18/19 September 1984); K-314 (Victor I) mengalami kebocoran dan ledakan termal reaktor di Teluk Chazhma yang menewaskan 10 orang (10 Agustus 1985); K-524 (Victor III) melakoni pelayaran Arktik selama 80 hari menembus pengawalan USS America (Agustus 1985); B-414 Daniil Moskovsky mengangkut 10 ton bantuan logistik ke Kharasavey (Agustus 1995); B-448 Tambov (Victor III) muncul di tengah formasi latihan NATO di Atlantik untuk evakuasi medis usus buntu akut (29 Februari 1996); serta B-414 Daniil Moskovsky mengalami kebakaran listrik di Laut Barents yang menewaskan 2 awak (6 September 2006) sebelum akhirnya dinonaktifkan pada 28 Oktober 2022.

Foto yang sangat baik menggambarkan menara dari kapal selam kelas Victor. (Sumber: https://nationalinterest.org/blog/buzz/russias-victor-i-class-submarine-killer-weapons-platform-flaw-192770)

Sementara itu keunggulan rancangan kelas Victor III menjadikannya sangat populer di kalangan kolektor miniatur model kapal selam. Di ranah budaya populer, kapal selam Victor III tampil menonjol dalam film James Bond tahun 1999, The World is Not Enough. Seluruh kapal selam Victor I (16 unit resmi bertugas hingga 1974) dan Victor II (7 unit bertugas dari 1972 hingga 1978) telah dinonaktifkan (decommissioned) secara penuh pada rentang 1996–1997 dan seluruhnya telah dimusnahkan/diafkirkan. Antara tahun 1999–2000, sekitar 8 hingga 15 unit Victor III ikut dinonaktifkan karena keterbatasan anggaran pasca-runtuhnya Uni Soviet. Pada tahun 2003, melalui program Star of Hope dan bantuan dana 20 miliar yen dari Jepang, pembongkaran kapal selam kelas Victor I dari Armada Pasifik dilakukan di Galangan Zvezda, Vladivostok, dengan memotong lambung menjadi tiga bagian dan memindahkan reaktor ke tempat penyimpanan.

Model kapal selam Victor III yang digunakan untuk film James Bond. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-ii-class.php#google_vignette)
Kapal selam kelas Victor III (Proyek 671RTM) dibesituakan di galangan kapal Zvezda, Vladivostok. (Sumber: https://www.reddit.com/r/submarines/comments/1bleqy9/victor_iii_class_project_671rtm_submarine/)

Varian Victor III bertahan jauh lebih lama setelah menjalani perbaikan paruh umur dan program modernisasi berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan era modern. Meskipun rumor sempat beredar pada tahun 2015 mengenai rencana program modernisasi besar-besaran untuk kelas Victor III, upaya tersebut segera dibatalkan karena pertimbangan analisis biaya-manfaat (cost-benefit). Pada tahun 2007, tersisa lima unit Victor III aktif di mana K-412 berada dalam status cadangan, dan jumlah ini kemudian menyusut menjadi tiga unit yang bertugas di Armada Utara Rusia. Pada tahun 2023, 24 dari 26 kapal kelas ini telah dipensiunkan penuh—hanya menyisakan dua unit (B-138 Obninsk dan B-448 Tambov) yang bertugas bersama Armada Utara Angkatan Laut Rusia. B-448 Tambov, yang diletakkan lunasnya pada tahun 1991 dan bertugas pada tahun 1992, menyelesaikan perbaikan berkepanjangan dari tahun 2015 hingga tahun 2021/2023 sebelum kembali aktif dan dijadwalkan berparade di Kronstadt pada tahun 2024. Sementara itu, K-138 Obninsk yang diluncurkan Agustus 1989 dan bertugas akhir 1990 telah menyelesaikan overhaul-nya pada 2016. B-414 Daniil Moskovskiy sendiri telah resmi dinonaktifkan pada 28 Oktober 2022 dengan alokasi biaya pembongkaran dari perusahaan Rosatom.

Catatan Armada & Karier Kapal Selam Kelas Victor I

  • K-38 (1967): Kapal pertama. Rekor kecepatan 34,5 knot. Mengikuti latihan, patroli Teluk Persia/Laut Arab, dan syuting TV The Third Dimension. Mengalami kebakaran pada 1985. Dinonaktifkan tahun 1991.
  • K-69 / K-369 (1967): Bertabrakan dengan SSN USS Gato (1969) dan USS Sturgeon (1970). Ditarik dari dinas tahun 1995.
  • K-147 / B-147 (1968): Patroli Atlantik/Mediterania, uji coba SOKS dan sonar Rubikon. Menjejak SSBN AS selama 30 jam. Didekomisioning tahun 1997.
  • K-53 / B-53 (1969): Bertabrakan dengan kapal kargo Bratstvo di Selat Gibraltar (1984). Dinonaktifkan tahun 1993/1997.
  • K-306 (1969): Bertabrakan dengan SSBN USS James Madison (1974) di perairan Britania Raya. Didekomisioning tahun 1991.
  • K-323 / B-323 (1970): Kapal pertama dengan rudal jelajah Granat (SS-N-21). Dinonaktifkan tahun 1993/1997.
  • K-370 / B-370 (1970): Patroli Atlantik Utara. Didekomisioning tahun 1993/1997.
  • K-438 / B-438 (1971): Mengawal SSBN K-245 ke Kutub Utara (1972). Tampil dalam film Incident in Square 36-80 (1982). Didekomisioning tahun 1995/1997.
  • K-367 / B-367 (1971): Patroli Mediterania dan Atlantik Utara. Didekomisioning tahun 1994/1997.
  • K-398 / B-398 (1972): Siaga tempur saat Perang Arab-Israel 1973. Tercatat melakukan 12 penugasan utama. Didekomisioning tahun 1995/1997.
  • K-462 / B-462 (1973): Membayangi gugus tempur USS Iowa dan HMS Ark Royal selama 30 hari (1986). Dinonaktifkan tahun 1993/1997.
  • K-481 / B-481 (1974): Melakukan 10 penugasan operasional. Didekomisioning tahun 1992/1997.
  • K-314 (1972): Bertabrakan dengan USS Kitty Hawk (1984). Mengalami kebocoran reaktor dan ledakan termal saat pengisian bahan bakar di Teluk Chazhma (1985). Diafkirkan tahun 1989.
  • K-454 / B-454 (1973): Pelayaran trans-Arktik Soviet pertama (1.876 mil, 1974). Dinonaktifkan tahun 1994/1997.
  • K-469 / B-469 (1974): Rekor pelayaran menyelam dari Armada Utara ke Kamchatka (21.754 mil/35.009 km, selama 80 hari, tahun 1976). Didekomisioning tahun 1993/1997.
Kapal selam kelas Syomga/Victor II SSN di dok kering, nampak berkarat. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-ii-class.php#google_vignette)

Catatan Armada & Karier Kapal Selam Kelas Victor II (Project 671RT)

  • K-387 / B-387 (1972): Diletakkan lunasnya pada tanggal 2 April 1971, diluncurkan pada 2 September 1972, selesai tanggal 30 Desember 1972. Bertugas di Divisi ke-3, ke-33, ke-6, ke-24, dan ke-17. Mengikuti latihan “Sever-81” (1981), patroli Atlantik/Mediterania (1979, 1988, 1990, 1991). Diklasifikasi ulang B-387 (1992), dinonaktifkan bulan September 1995, dan reaktor dilepas pada bulan Maret 2005 di SRZ-10 Polyarnyy.
  • K-371 / B-371 (1974): Diletakkan lunasnya pada tanggal 27 Februari 1973, diluncurkan pada 30 Juli 1974, selesai tanggal 30 September 1974. Bertugas di Divisi ke-33, ke-6, dan ke-24. Melakukan patroli Laut Norwegia/Arktik (12 hari di bawah es, 1979) dan Mediterania (1983). Ditambatkan di galangan Shkval Polyarny sejak tahun 1989 tanpa perbaikan karena ketiadaan dana, kini diperkirakan telah dibesituakan (scrapped).
  • K-467 / B-467 (1976): Diletakkan lunasnya pada tanggal 19 November 1974, diluncurkan pada 7 Mei 1976, selesai tanggal 30 November 1976. Mengikuti latihan “Magistral“, “Eskiz“, “Atlantik-80“, dan “Sever-81“. Menjalani patroli panjang di Mediterania (1985) dan Atlantik Selatan (1987). Berganti nama menjadi B-467 (1992), dinonaktifkan di bulan September 1997, dan reaktor dilepas pada tahun 1998–2000 setelah menyelesaikan 9 kali patroli.
  • K-488 / B-488 (1977): Diletakkan lunasnya pada tanggal 15 Desember 1976, diluncurkan pada 8 Oktober 1977, selesai tanggal 29 September 1978. Manjalani patroli di Samudra Hindia/Laut Arab selama >180 hari (1979–1980) dan mengikuti Operasi “Aport” (1985). Berganti nama menjadi B-488 (1992), dinonaktifkan bulan Juni 1993, dan reaktor dilepas Juni 2001 di SRZ-10 Polyarnyy.
  • K-495 / B-495 (1975): Diletakkan lunasnya pada tanggal 28 September 1974, diluncurkan pada 26 Agustus 1975, bertugas tanggal 31 Desember 1975. Ikut Ekspedisi Ilmiah ke-16 ke Greenland (1976), menguji torpedo VA-111 Shkval, dan pelayaran es Arktik (1980). Berganti nama menjadi B-495 (1992), dinonaktifkan Juni 1993, dan kompartemen reaktor dilepas pada tahun 2004/2006.
  • K-513 / B-513 (1976): Diletakkan lunasnya pada tanggal 22 Juli 1975, diluncurkan pada 21 Agustus 1976, bertugas tanggal 27 Desember 1976. Menguji sonar Rubin, bertabrakan ringan dengan gunung es bawah air di Kutub Utara dengan tanpa mengalami kerusakan (1979), patroli di Laut Merah/Samudra Hindia dan beroperasi di lepas pantai Pulau Ascension saat Perang Falkland (1982). Berganti nama menjadi B-513 (1992), dinonaktifkan Juni 1993, dan dibongkar pada tahun 2003–2004 di Galangan Nerpa.
  • K-517 / B-517 (1978): Diletakkan lunasnya pada tanggal 23 Maret 1977, diluncurkan pada 24 Agustus 1978, selesai tanggal 31 Desember 1978. Patroli di Samudra Hindia selama 7 bulan (1980–1981), mencapai Kutub Utara (1981), mengikuti penjelajahan Laut Beaufort (1983), dan patroli di Mediterania (1991). Berganti nama menjadi B-517 (1992), dinonaktifkan Juni 1993, dan reaktor dilepas pada tahun 2005 di Severodvinsk.
  • K-505: Dipesan di Krasnoye Sormovo, Gorkiy (No. Seri 805) dan diletakkan lunasnya pada bulanl Januari 1975. Seluruh pengerjaan dihentikan pada tanggal 11 Juni 1975, dibatalkan, dan dibesituakan di galangan peluncuran (slipway).
Dengan populasi hingga 48 buah, kapal selam nuklir kelas Victor menjadi salah satu tipe kapal selam yang paling banyak diproduksi di kelasnya. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-ii-class.php#google_vignette)

Catatan Armada & Karier Kapal Selam Kelas Victor III (Project 671RTM / 671RTMK)

Varian Project 671RTM:

  • K-524 / B-524 “Zapadnaya Litsa” (1977): Diletakkan lunasnya pada tanggal 7 Mei 1976, selesai tanggal 28 Desember 1977. Berhasil menembus perimeter kapal induk USS America (1985), mengikuti Operasi “Atrina” (1987), dimodernisasi menjadi 671RTMK (1987–1996). Dinonaktifkan tahun 2002, dibesituakan tahun 2007–2008.
  • K-254 / B-254 (1979): Diletakkan lunasnya pada tanggal 24 September 1977, selesai tanggal 30 Desember 1979. Dipakai untuk uji coba awal rudal Granat. Dinonaktifkan tahun 2000, dan dibesituakan pada tahun 2006.
  • K-502 / B-502 “Volgograd” (1980): Diletakkan lunasnya pada tanggal 23 Juli 1979, selesai tanggal 31 Desember 1980. Dimodernisasi untuk membawa rudal Granat. Diafkirkan antara tahun 1998/2000, dan dibesituakan pada tahun 2006.
  • K-527 / B-527 (1981): Diletakkan lunasnya pada tanggal 28 September 1978, selesai tanggal 30 Desember 1981. Bertugas di Divisi ke-33, ke-6, ke-11. Dinonaktifkan pada tahun 2000, dan dibesituakan pada tahun 2006.
  • K-298 / B-298 (1982): Diletakkan lunasnya pada tanggal 25 Februari 1981, selesai tanggal 27 Desember 1982. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-358 / B-358 “Murmanskiy Komsomolets” (1983): Diletakkan lunasnya pada tanggal 23 Juli 1982, selesai tanggal 29 Desember 1983. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-299 / B-299 (1984): Diletakkan lunasnya pada tanggal 20 Desember 1983, selesai tanggal 22 Desember 1984. Dicoret dari daftar armada pada tahun 2000.
  • K-244 / B-244 (1985): Diletakkan lunasnya pada tanggal 25 Desember 1984, selesai tanggal 25 Desember 1985. Dicoret dari daftar armada Mei 1998.
  • K-247 / B-247 (1978): Dibangun di Galangan Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 15 Juli 1977, selesai tanggal 30 Desember 1978. Dicoret dari daftar armada pada bulan Juli 1996.
  • K-507 / B-507 (1978): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 2 November 1977, selesai tanggal 30 November 1979. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-251 / B-251 (1980): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 29 Juli 1979, selesai tanggal 30 September 1980. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-255 / B-255 (1980): Dibangun di Leninskiy Komsomol, , diletakkan lunasnya pada tanggal 7 November 1979, selesai tanggal 28 Desember 1980. Dicoret dari daftar armada pada tahun 1998.
  • K-324 / B-324 (1980): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 23 Februari 1980, selesai tanggal 30 Desember 1980. Bertabrakan dengan USS Drum tahun 1981, tersangkut kabel sonar USS McCloy di Bermuda (1983), membayangi 3 SSBN AS di Gulf Stream (1985). Diafkirkan tahun 2000.
  • K-355 / B-355 (1981): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 31 Desember 1980, selesai tanggal 29 Desember 1981. Dicoret dari daftar armada tahun 1998.
  • K-360 / B-360 (1982): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 9 Mei 1981, selesai tanggal 29 September 1982. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-218 / B-218 (1982): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 7 November 1981, selesai tanggal 28 Desember 1983. Dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-242 / B-242 “50 Let Komsomolsku-na-Amure” (1983): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 12 Juni 1982, selesai tanggal 25 Oktober 1983. Dicoret dari daftar armada pada tahun 1998.
  • K-492 / B-492 (1979): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 23 Februari 1978, selesai tanggal 30 Desember 1979. Dicoret dari daftar armada pada bulan Juli 1996.
  • K-412 / B-412 (1979): Dibangun di Leninskiy Komsomol, lunas 29 Oktober 1978, selesai tanggal 30 Desember 1979. Dicoret dari daftar armada pada bulan Juli 1996 (“masuk dalam daftar cadangan” pada tahun 2007).
  • K-305 / B-305 (1981): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 27 Juli 1980, selesai tanggal 30 September 1981. Mengalami kebakaran kompartemen turbin (1994), dikirim ke unit cadangan teknis, dan dicoret dari daftar armada pada bulan Mei 1998.
  • K-264 / B-264 (1984): Dibangun di Leninskiy Komsomol, diletakkan lunasnya pada tanggal 29 Juli 1983, selesai tanggal 26 Oktober 1984. Dicoret dari daftar armada pada tahun 2003.
  • K-315: Dipesan di Leninskiy Komsomol (1982), dibatalkan pada bulan Januari 1983 dan dibesituakan di galangan peluncuran (slipway).
Keberadaan kapal selam kelas Victor menjadi momok bagi armada laut NATO di masa Perang Dingin. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-iii-class.php)

Varian Project 671RTMK (Unit Aktif Terakhir):

  • K-292 / B-292 “Perm” (1987): Diletakkan lunasnya pada tanggal 15 April 1986, selesai tanggal 27 November 1987. Meruopakan kapal pertama varian 671RTMK. Mengalami kerusakan teknis sejak tahun 1996, dibongkar pada tahun 2006 dengan dana bantuan Kanada.
  • K-388 / B-388 “Petrozavodsk” (1988): Diletakkan lunasnya pada tanggal 8 Mei 1987, selesai tanggal 30 November 1988. Terpilih sebagai awak terbaik Armada Utara pada tahun 1991. Dinonaktifkan tahun 2013, dan dicoret dari daftar armada pada tahun 2016.
  • K-138 / B-138 “Obninsk” (1989): Diletakkan lunasnya pada tanggal 7 Desember 1988, diluncurkan tanggal 5 Agustus 1989, selesai pada tanggal 30 Desember 1990 (atau bulan Mei 1990). Pemenang Hadiah Panglima sebanyak 3 kali. Menjalani modernisasi/perbaikan di Nerpa (tahun 2011–2014, 2016), aktif berpartisipasi dalam latihan penembakan torpedo hingga tahun 2016–2017 di Armada Utara. Bertugas bersama Armada Utara sebagai salah satu dari dua unit terakhir yang aktif pada 2023.
  • K-414 / B-414 “Daniil Moskovskiy” (1990): Diletakkan lunasnya pada tanggal 1 Desember 1989, selesai tanggal 30 Desember 1990. Menjalani pelayaran di Arktik (1994), mengangkut bantuan Kharasavey (1995), mengalami kebakaran listrik/elektronik di Laut Barents (bulan September 2006) yang menewaskan 2 awak. Resmi dinonaktifkan tanggal 28 Oktober 2022 dengan alokasi biaya pembongkaran dari Rosatom.
  • K-448 / B-448 “Tambov” (1991): Merupakan model kelas Victor III terakhir yang dletakkan lunasnya tanggal 31 Januari 1991, diluncurkan pada tanggal 17 Oktober 1991, selesai pada tanggal 24 September 1992). Muncul di tengah formasi NATO untuk evakuasi usus buntu (1996). Menjalani perbaikan dan peningkatan parsial berkepanjangan di Galangan Nerpa dari tahun 2015 hingga tahun 2021/2023, kembali bertugas aktif di Armada Utara pada tahun 2022–2023 sebagai salah satu dari dua unit terakhir yang tersisa dan dijadwalkan berparade di Kronstadt pada tahun 2024.
Gambar 3 sisi kapal selam kelas Victor. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-class-submarine.php)

Seri Produksi

  • Project 671 (Victor I – 15/16 unit): K-38, K-69 (B-369), K-147, K-53, K-306, K-323, K-370, K-438, K-367, K-314, K-398, K-454, K-462, K-469, K-481.
  • Project 671V / 671B: K-314, K-454, K-469 (dilengkapi rudal Vyuga / torpedo TEST-68).
  • Project 671K & 671M: K-323 (membawa rudal Granat) dan K-398 (torpedo TEST-70 / sensor Kolos).
  • Project 671RT Syomga (Victor II – 7 unit dibangun + 1 dibatalkan): K-387 (B-387), K-371 (B-371), K-467 (B-467), K-488 (B-488), K-495 (B-495), K-513 (B-513), K-517 (B-517), serta K-505 (dibatalkan).
  • Project 671RTM/RTMK Shchuka (Victor III – 25/26 unit dibangun + 1 dibatalkan): K-524, K-254, K-502, K-527, K-298, K-358, K-299, K-244, K-247, K-507, K-251, K-255, K-324, K-355, K-360, K-218, K-242, K-492, K-412, K-305, K-264, K-292, K-388, K-138 (B-138 Obninsk), K-414, K-448 (B-448 Tambov), serta K-315 (dibatalkan).
Perangko bergambar kapal selam kelas Victor. (Sumber: https://naval-encyclopedia.com/cold-war/ussr/victor-class-submarine.php)

Spesifikasi Teknis Kelas Victor I, II, dan III

Parameter Victor I (Project 671) Victor II (Project 671RT) Victor III (Project 671RTM/RTMK)
Bobot Selam 4.950 ton (permukaan) / 5.100–6.100 ton (menyelam) 4.500 ton (permukaan) / 5.700–7.200 ton (menyelam) 4.900–4.950 ton (kosong) / 6.000–6.990 ton (normal) / 7.250 ton (menyelam)
Dimensi Panjang 92,5–95 m × Lebar 10 m × Draft 7 m Panjang 101,8–102 m × Lebar 10 m × Draft 7 m Panjang 102 m (106–107,2 m maks. / 347 kaki 8 in) × Lebar 10 m × Draft 7 m
Mesin Penggerak 2x Reaktor PWR VM-4P (75 MW), 2x set turbin uap OK-300, 1 poros baling-baling (31.000 shp) 2x Reaktor PWR VM-4P (75 MW), 2x set turbin uap OK-300, 1 poros baling-baling (31.000 shp) 2x Reaktor PWR VM-4P / VM-4A / VM-4T (180 MWt gabungan, 22.7 MW listrik/propulsi), 2x set turbin uap OK-300 (31.000 shp pada kecepatan 290 rpm), 2x baling-baling koaksial tandem
Kecepatan 32–33 knot (59 km/jam) di bawah air 30 knot (31,7 knot uji coba) 30–32 knot (55–59 km/jam) di bawah air [29–30 knot jelajah; 14 knot / 25 km/jam batas teknis tertentu]
Jangkauan / Ketahanan Tak terbatas (ketahanan operasional kru 80 hari) Tak terbatas (terbatas pasokan logistik) Tak terbatas (ketahanan operasional kru 80 hari)
Persenjataan 6x Tabung Torpedo 533 mm (18–24 amunisi) / Rudal Vyuga / 36–48 Ranjau 2x Tabung 650 mm & 4x Tabung 533 mm (24 amunisi) / Rudal Vyuga 2x / 4x Tabung 650 mm & 4x / 2x Tabung 533 mm (24 amunisi/rudal Granat / Shkval / Vyuga / P-100 / 36 ranjau)
Sensor Utama Radar MRK-50 Albatros, Sonar Rubin / MGK-503 Skat-KS / Rubikon Sonar Rubin (MGK-300T) / Rubikon, Sistem Akkord, Radar Albatros Sonar MGK-503 Skat-KS (Shark Gill) [susunan aktif/pasif/flank & ice avoidance], Radar MRK-50 Albatros / Snoop Tray, Sistem Omnibus / Viking, SOKS / Kolos
Kedalaman Uji Di atas 320–350 meter (maksimum 400 meter) Maksimum 400 meter Di atas 350 meter (maksimum 400 meter / 1.312 kaki)
Kru Sekitar 100 orang (27 perwira, 34 bintara tinggi, 35 tamtama) 100 orang (20 perwira, 80 anak buah kapal) 85–100 orang (27 perwira, 34 bintara tinggi, 39 tamtama)

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *