Kapal Perusak Kelas Luyang III/Type 052D China, Ancaman Laut bagi AL Amerika di Pasifik
Kapal perusak Tipe 052D (Kode NATO/ OSD Kelas Luyang III ) adalah kelas kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Tipe 052D adalah varian yang lebih besar dari Tipe 052C, dimana Tipe 052D menggunakan sistem peluncuran vertikal (VLS) tipe tabung, dan bukan tipe revolver, serta memiliki radar active electronically scaned array (AESA) berpanel datar. Sistem VLS baru yang tidak terbatas pada rudal permukaan-ke-udara, menjadikan Type 052D sebagai kapal perusak multi-peran khusus pertama di China. Tipe 052D dilengkapi dengan sistem radar AESA empat panel Tipe 346A (kode pelaporan NATO: Dragon Eye). Media China secara informal menyebut Tipe 052D sebagai kapal AEGIS China, menggambarkannya sebagai tandingan dari kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang dilengkapi dengan Sistem Tempur AEGIS (Sistem yang mampu menangani berbagai ancaman secara bersamaan melalui sistem pemrosesan komputer dan teknologi radar yang kuat). Kemunculan Tipe 052D, dengan radar berpanel datar dan sistem penembakan rudal berbasis VLS, telah mendorong penggunaan sebutan informal ini.
LATAR BELAKANG
Kapal perusak berpeluru kendali kelas Luyang-III/Tipe 052D dibangun oleh Galangan Kapal Changxingdao-Jiangnan (JNCX) dan Perusahaan Industri Pembuatan Kapal Dalian (DSIC) untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China. Kapal perusak kelas Luyang III dapat ditelusuri garis keturunannya kembali ke kapal perusak kelas Luhai (Tipe 051B) yang cuma dibuat 1 unit bernama Shenzhen, yang pertama kali memasuki dinas operasional pada tahun 1999. Shenzhen kemudian diikuti oleh dua kapal perusak kelas Luyang I (Tipe 052B) yang ditugaskan pada tahun 2004. Konstruksi kemudian dialihkan ke kelas kapal perusak Luzhou (Tipe 051C) dan Luyang II (Tipe 052C), yang dibangun dengan desain lambung yang sama dengan kelas Luyang I. Kelas Luyang II (Tipe 052C), dilengkapi dengan radar phased array dan sistem peluncuran vertikal 48 sel, yang dianggap sebagai kapal kombatan permukaan China pertama yang memiliki kemampuan pertahanan udara sejati. Kapal perang ini kemudian berevolusi menjadi kapal Tipe 052D yang berbobot 7.500 ton. Setelah selesainya enam lambung kapal Tipe 052C, Shanghai Jiangnan Changxing Shipbuilding Co., Ltd. mulai membangun dua lambung kapal perusak rudal multiperan kelas baru. Kapal perusak baru, yang diberi nama Tipe 052D ini mirip dengan kapal Tipe 052C sebelumnya dalam hal desain lambung, tetapi struktur atasnya sedikit lebih tinggi dan miring ke dalam dengan sudut yang lebih besar untuk mengurangi penampang radar. Ia juga dilengkapi radar active phased array radar (APAR) baru, yang menampilkan susunan radar lebih besar yang memanfaatkan sistem pendingin cair. Tipe 052D juga dilengkapi dengan meriam utama kaliber 130 mm berlaras tunggal baru, dan peluncur SAM jarak pendek HHQ-10 di bagian buritan. Perubahan paling signifikan pada Tipe 052D adalah sistem peluncuran vertikal (VLS) universal 64 sel (8×8). Berbeda dengan VLS pada Tipe 052C, yang hanya dapat meluncurkan rudal pertahanan udara HHQ-9, VLS baru pada Tipe 052D memungkinkan rudal dengan berbagai jenis dan ukuran untuk dibawa dan diluncurkan dari sel rudal standar. Hasilnya, Tipe 052D dapat membawa berbagai senjata pertahanan udara, anti-permukaan, dan anti-kapal selam sesuai dengan kebutuhan misinya, yang memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar dan juga kemampuan peluncuran tembakan cepat terhadap berbagai ancaman musuh. Tipe 052D adalah desain akhir dari keluarga kapal perusak 052 milik Angkatan Laut PLA, yang dibangun dalam jumlah besar untuk menggantikan kapal perusak yang sudah tua. Selain Galangan Kapal Jiangnan Changxing yang berbasis di Shanghai, beberapa lambung kapal ini dibangun di Galangan Kapal Dalian di timur laut China.
DESAIN
Tipe 052D menggabungkan desain yang ditingkatkan kemampuannya, serta berbagai sistem sensor dan senjata yang dipasang diatasnya. Tata letaknya sedikit berbeda dari kapal kelas Tipe 052C sebelumnya, karena struktur atasnya miring ke dalam dengan sudut yang lebih besar untuk mengurangi penampang radar. Kapal ini pada dasarnya berdesain konvensional layaknya kapal perang modern, dengan bagian depan kapal sebagian besar tidak terhalang kecuali keberadaan satu tempat meriam utama, memiliki tempat peluncuran rudal vertikal, dan superstruktur haluan yang ditinggikan. Terintegrasi ke bagian anjungan adalah tiang utama yang tertutup dan, di belakangnya, terdapat turunan tajam yang mengarah ke cerobong asap tertutup yang berprofil rendah. Tiang sekunder dipasang di belakang bagian tengah kapal dengan struktur atas belakang dipasang setelahnya. Bagian buritan kapal didominasi oleh helipad untuk menampung helikopter tunggal. Kapal perang ini dapat melayani helikopter dari fasilitas hanggar yang ada di dalamnya dan meluncurkan/mengambil helikopter tersebut dari helipad. Helikopter-helikopter ini biasanya diperlengkapi dengan berbagai sistem tempur untuk peran pemburu kapal selam atau kapal permukaan dan membantu kapal sebagai “mata di langit” untuk misi-misi Over-the-Horizon (OtH). Selain itu, helipad berguna untuk menerima pembekalan ulang di laut melalui udara. Dek helikopter di bagian belakang lambung dapat menampung satu helikopter Kamov Ka-28 atau Harbin Z-9C. Kapal perusak ini memiliki fasilitas hanggar untuk helikopter yang diangkut diatas kapal. Di kedua sisi hanggar helikopter terdapat sistem peluncuran perahu/rakit tertutup. Kapal perusak ini juga mengintegrasikan sistem joint service integrated datalink system (JSIDLS) yang baru. Kapal perusak berpeluru kendali ini memiliki panjang 156m, lebar 18m dan draft6,5m. Bobot perpindahan penuh kapal adalah sebesar 7.500 ton. Kapal kelas Tipe 052D diawaki oleh 280 awak.
Sensor
Tipe 052D dilengkapi dengan empat radar multifungsi Tipe 346A AESA dan Tipe 518 L-band (dipasang pada 4 sisi superstruktur atas kapal), yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Teknologi Elektronik Nanjing (Institut CETC 14). Setiap susunan radar (pengaturannya mirip dengan radar SPY-1 pada sistem AEGIS Amerika) berbentuk persegi panjang ini terdiri dari beberapa ribu modul transceiver S-banduntuk tugas pencarian udara jarak jauh dan modul C-band untuk penargetan SAM HQ-9. Dibandingkan dengan APAR H/LJG346 pada kapal Tipe 052C, radar baru ini memiliki empat susunan radar yang lebih besar, yang mungkin menampung lebih banyak transceiver radar. Susunan radar melengkung akibat kebutuhan sirkulasi udara pada APAR sebelumnya di Tipe 052C telah digantikan oleh susunan radar datar, yang menunjukkan penerapan sistem pendingin cair alih-alih sistem pendingin campuran udara dan cair pada APAR sebelumnya di kapal Tipe 052C. Radar ini dikatakan memiliki jangkauan hingga 400 km. China mengklaim bahwa radar ini memiliki kemampuan untuk mendeteksi pesawat tempur siluman seperti F-35, namun hal ini sangat diragukan kebenarannya. Radar China, meskipun kuat, namun diperkirakan tidak setara kemampuannya dengan radar buatan barat. Sementara itu sistem radar ini termasuk radar pencarian ketinggian dan permukaan Tipe H/LJQ-364, radar pencarian dan penargetan permukaan Tipe H/LJQ-366 (versi China dari MR331 Mineral-ME ‘Band Stand’ buatan Russia) untuk pengendalian tembakan AShM, radar pencarian udara 2D jarak jauh Tipe 517H (Nama pelaporan NATO: ‘Knife Rest’), Radar H/LJP-344A untuk pengendalian tembakan meriam utama, radar navigasi Tipe 760, dua radar kendali penembakan Tipe 349A untuk senjata CIWS Tipe 730, dan radar kendali helikopter Tipe 754. Tipe 052D juga dilengkapi dengan sonar yang dipasang di lambung MGK-335MS-E, sonar variabel kedalaman (VDS) dan sonar tarik linier. VDS dipasang melalui bukaan pada jendela di atas pintu dengan mekanisme pengalih hidrolik. Bodi VDS adalah fairing ramping yang dilengkapi dengan baling-baling hidrodinamik berbentuk Y untuk stabilitas dalam penarikan. Kapal perusak ini juga dilengkapi dengan Sistem optronik dan jammer tipe IR-17. Tipe 052D mungkin menggunakan sistem joint service integrated datalink system (JSIDLS) dan naval common tactical data link (NCTDL). JSIDLS setara dengan Link 16 dan disertifikasi pada bulan Juni 2012. NCTDL adalah tautan data terenkripsi dua arah generasi lanjut dengan dukungan untuk pod elektro-optik UAV dan laser untuk menggantikan sistem HN-900 yang lebih tua.
Persenjataan
Tipe 052D adalah kapal kombatan permukaan China pertama yang menggunakan sistem VLS universal berbasis tabung, dibandingkan dengan VLS tipe konsentris yang dibawa kapal sebelumnya. 64 sel VLS bisa dibawa pada kapal kelas ini, dengan 32 sel peluncur di bagian depan dan 32 di bagian tengah kapal. VLS dilaporkan merupakan implementasi standar dari sistem GJB 5860-2006 National Military Standard, dimana Tipe 052D menjadi yang pertama mengaplikasikannya, yang memungkinkan peluncuran rudal menggunakan metode peluncuran ‘Cold‘ atau ‘Hot‘. Sel VLS berbentuk persegi panjang mirip dengan VLS yang diluncurkan dengan metode ‘Hot‘ pada fregat bersenjata rudal Tipe 054A (kelas Jiangkai-II), tetapi tanpa ventilasi pembuangan bersama di antara deretan tabung peluncur. Sebaliknya, ia menggunakan metode peluncuran tabung konsentris (CCL) yang lebih canggih, yang pertama kali dirintis oleh Angkatan Laut AS pada pertengahan tahun 1990 untuk peningkatan VLS tipe Mk 41. Rudal yang dapat dibawa dan diluncurkan dari VLS universal kapal Tipe 052D meliputi:
- SAM jarak jauh HHQ-9;
- SAM jarak menengah HHQ-16;
- SAM jarak pendek HHQ-10 (empat rudal dalam satu sel);
- Rudal jelajah anti-kapal YJ-18//YJ-83 (ASCM);
Selain itu, VLS dikabarkan juga mampu meluncurkan rudal jelajah serang darat (LACM) CJ-10 dan torpedo berpeluncur roket CY-5/Yu-8, namun klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Rudal SAM HHQ-9 adalah varian angkatan laut dari sistem SAM HQ-9 China, yang berasal dari sistem SAM S-300/SA-10 berbasis darat asal Rusia. Perkiraan jangkauan serangan maksimum untuk HHQ-9 sangat bervariasi di berbagai publikasi, mulai dari 55 mil laut (nm)/102 km untuk varian awal hingga 108 nm/200 km (jangkauan yang dilaporkan untuk varian HHQ-9B yang lebih canggih yang dibawa oleh Tipe 052D). Sistem SAM ini dapat menembak jatuh platform peluncuran rudal seperti pesawat tempur pada jarak 200 km sebelum pesawat tempur tersebut dapat menembakkan rudal AShM-nya. Kemampuan menghancurkan platform peluncuran rudal berarti dapat mencegah saturasi serangan rudal musuh. Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah platform Airborne Radar seperti Ka-31 untuk mendeteksi dan memandu HQ-9B untuk mencapai target yang terbang rendah pada jarak 200 km, ketika target udara di ketinggian dapat dideteksi oleh radar kapal dan diserang secara mandiri. Di sisi lain kemampuan HQ-9B untuk menyerang rudal sea skimming (terbang sedikit diatas permukaan laut) dalam jarak dekat sangat diragukan. Pertahanan udara sekunder kapal Tipe 052D disediakan oleh SAM HQ-16 yang memiliki jangkauan 50 km. Ada rumor bahwa China sedang mengembangkan SAM jarak menengah baru berformat 4 yang dapat dikemas dalam 1 sel VLS. Jika hal ini benar, hal ini akan memungkinkan China untuk memiliki rudal dalam jumlah besar karena 32 rudal jarak menengah dapat dimasukkan ke dalam 8 sel. Kemampuan antikapal dari kapal perusak Tipe 052D disediakan oleh rudal YJ-18 ASCM, yang diyakini memiliki hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 661 pon (300 kg). Jangkauan rudal ini dikatakan bervariasi dari 220 km hingga sekitar 350-540 km tergantung pada profil penerbangannya. Satu-satunya kelemahan rudal adalah ia terbang dengan kecepatan subsonik pada ketinggian maksimal dan mencapai kecepatan supersonik hanya pada saat menukit menuju targetnya, sehingga mudah untuk dicegat menggunakan rudal jarak jauh dan menengah selama fase terbang subsoniknya. Namun profil penerbangan alternatif tinggi-rendah memberikan jangkauan rudal hingga 250-300 km, menempatkannya dalam kategori yang sama dengan rudal BrahMos dari India.
Namun demikian, sejumlah besar rudal ini yang dapat ditembakkan oleh kapal Tipe 052D memberikan kemampuan kapal China untuk membuat kewalahan sistem pertahanan udara modern. Di sisi lain, meskipun VLS pada kapal Tipe 052D secara teori dapat membawa 64 AShM, namun kenyataannya tidak demikian. Hanya modul belakang di VLS 32 sel pada bagian depan kapal yang diketahui bisa membawa rudal YJ-18, sehingga kemampuan angkut AShM ini juga dibatasi hingga maksimal 16 sel. Ini karena meskipun penampang semua selnya sama, hanya 16 sel tersebut yang cukup panjang untuk memuat rudal YJ-18. Tentu saja, China dapat mengembangkan AShM baru yang lebih pendek dan kemudian menyebarkannya secara massal dalam sel yang lebih pendek. Sementara itu, sistem roket anti-kapal selam (AsRoc) CY-5 dapat membawa torpedo pelacak akustik jarak pendek. Kemampuan antikapal selam tambahan juga disediakan oleh hanggar helikopter bagian belakang kapal dan dek pendaratan untuk menampung satu helikopter maritim antikapal selam (ASW) Kamov Ka-28 (nama kode NATO: Helix). Membawa berbagai senjata termasuk torpedo dan bom dalam, helikopter ini dapat beroperasi dalam segala kondisi cuaca hingga jarak 200 km dari kapal induknya. Sebagai alternatifnya, kapal perusak ini dapat membawa helikopter Z-9C buatan dalam negeri. Z-9, yang merupakan versi lisensi dari helikopter Eurocopter AS-365 yang digunakan oleh Penjaga Pantai A.S. dengan sebutan HH-65 Dolphin. Kapal perusak ini juga mengintegrasikan dua tabung berformat tiga torpedo Tipe 7424B untuk meluncurkan torpedo anti-kapal selam berpelacak akustik aktif/pasif Yu-7. Torpedo Yu-7 membawa hulu ledak seberat 45 kg dan memiliki jangkauan maksimum 15 km serta kecepatan maksimum 28 knot (52 km/jam). Kedalaman pencarian/serang torpedo ini adalah 6—400 m. Meriam utama kapal perusak Tipe 052D adalah meriam laras tunggal H/PJ-38 berkaliber 130 mm, yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Teknik Mesin-Listrik Zhengzhou (713 Institute) dan dibangun oleh Pabrik Mesin Mongolia Dalam Kedua. Desain aslinya meriam ini menggunakan pengisian amunisi tautan ganda pada laras tunggal dan sistem berpendingin air; dengan panjang laras (termasuk kamar peluru) adalah kaliber 70. Menggunakan peralatan pemuatan peluru otomatis, meriam ini memiliki laju penembakan 40 peluru/menit. Meriam yang dipasang di bagian depan kapal ini mampu menembakkan proyektil berbobot 86.2 kg tanpa pemandu sejauh 16 nm (30 km). Bobot keluruhan meriam memiliki berat (tidak termasuk periferal) lebih dari 50 ton, termasuk dudukan berdesain silumannya. Desain meriam ini diperkirakan didasarkan pada teknologi yang telah terbukti dari meriam laras ganda AK-130 kaliber 130 mm asal Rusia, terutama desain mekanisnya, yang merupakan elemen lemah pada meriam-meriam yang dibawa kapal-kapal perang China. Di sisi lain, kontrol kelistrikan meriam dan sistem pembidikannya mengandalkan pada desain lokal yang baru. Meriam ini dapat dioperasikan dalam mode otomatis penuh dari sistem kendali radar, dari sistem pembidik optik kapal, atau diarahkan secara manual. Meski meriam ini efektif digunakan menyerang target permukaan dan terbukti sangat berguna dalam misi pemboman pantai. Kemampuannya melawan pesawat dan rudal sangat terbatas.
Peluncur SAM 24 sel HHQ-10/FL-3000N, yang memiliki konfigurasi mirip dengan peluncur rolling airframe missile launcher Mk 49 milik Angkatan Laut A.S., dipasang di atas hanggar helikopter untuk memberikan pertahanan titik. Berasal dari rudal AAM jarak pendek TY-90, HQ-10 dilengkapi dengan sistem pencari radar pasif/inframerah ganda dan memiliki jangkauan maksimum 9 km. Varian yang ditingkatkan dilaporkan dilengkapi dengan sistem panduan inframerah aktif independen, dengan jangkauan maksimum 10 km. Kapal-kapal versi awal dilengkapi dengan sistem senjata jarak dekat (CIWS) Tipe 730 (kode penamaan PLA: H/PJ12) kaliber 30 mmberlaras 7, yang dipasang di depan anjungan. Senjata ini kemudian digantikan di versi-versi selanjutnya (mulai dari lambung kapal ke-10 dan seterusnya) dengan CIWS Tipe 1130 berlaras 11 yang lebih besar, yang dapat menembak dengan kecepatan 10.000 peluru per menit. Senjata CIWS ini jangkauan maksimum 2,5 km terhadap rudal anti kapal dan 3,5 km terhadap pesawat. Setiap CIWS memiliki catu daya independennya sendiri, serta radar pengendali tembakan H/LJP-349 dan pengarah elektro-optik (EOD) Tipe 4. Untuk pertahanan diri Empat peluncur chaff/umpan H/RJZ-726-4 18-laras (dengan susunan 3×6) di dek belakang juga dapat digunakan untuk menembakkan roket ASW jika diperlukan. Roket ASW ini tidak dapat diisi ulang dan memiliki jangkauan sekitar 1 km. Senjata ini digunakan untuk menembakkan umpan terhadap torpedo yang datang dan bertindak sebagai pertahanan terakhir melawan kapal selam.
Mesin
Mesin yang digunakan pada kapal perusak Tipe 52D adalah mesin dengan sistem gabungan diesel atau gas (CODOG) dengan dua mesin turbin gas berkekuatan 28 megawatt (38.000 hp ) tipe QC-280 (versi lisensi China dari mesin DA80/DN80 buatan Ukraina) dan dua mesin diesel berkekuatan 6 MW (8.000 hp) MTU 20V 956TB92. Mesin tersebut menggerakkan dua poros, yang mampu memberikan kapal ini kecepatan maksimum hingga 30 knot (56 km/jam; 35 mph). Kapal ini menggunakan mesin diesel untuk menjelajah dengan kecepatan rendah yang ekonomis, sedangkan mesin turbin gas digunakan untuk menjelajah dengan kecepatan tinggi.
Varian Lebih Panjang
Varian yang diperbanjang, biasa dan secara tidak resmi disebut sebagai Tipe 052DL, memiliki dek penerbangan yang diperpanjang empat meter (13 kaki 1 inci), dan “radar anti-siluman”. Dek penerbangan yang kemungkinan besar ditujukan untuk menampung helikopter Harbin Z-20. Varian ini sedang dibangun pada tahun 2016, dengan unit pertama (Zibo) diluncurkan pada tahun 2018 dan ditugaskan pada tahun 2020. Pembangunan kapal selanjutnya dengan desain ini terus berlanjut dengan kecepatan pembuatan tiga atau empat kapal per tahun.
KELAS KAPAL
Tiga batch pertama Kelas 052D berjumlah 30 kapal. Gelombang keempat yang terdiri dari 10 kapal saat ini sedang dibangun. Kapal pertama di kelasnya, Kunming (DDG-172), diluncurkan pada bulan Agustus 2012 dan mulai ditugaskan pada bulan Maret 2014. Disusul oleh Changsha (DD-173), yang diluncurkan pada bulan Desember 2012 dan mulai ditugaskan pada bulan Agustus 2015. Hefei (DDG-174), kapal ketiga di kelasnya, diluncurkan pada bulan Juli 2013 dan mulai ditugaskan pada bulan Desember 2015. Yinchuan (DDG-175) diluncurkan pada bulan Maret 2014 dan ditugaskan pada bulan Juli 2016. Xining(DDG-117) diluncurkan pada bulan Agustus 2014 dan ditugaskan pada Armada Laut Utara China pada bulan Januari 2017. Kapal perusak keenam dalam seri ini, Ürümqi (DDG-118), diluncurkan pada bulan Desember 2014 dan dijadwalkan akan ditugaskan pada akhir tahun 2017. Guiyang (DDG-119) diluncurkan pada bulan November 2015 untuk ditugaskan pada tahun 2018, sementara Xiamen (DDG-154) diluncurkan pada bulan Juli 2015 dan dijadwalkan untuk ditugaskan pada bulan November 2017. Kapal-kapal lainnya di kelas tersebut, DDG-120, DDG-155, DDG-156 dan DDG-157, sedang dibangun dan dijadwalkan untuk ditugaskan antara tahun 2018 dan 2019.
KOMPARASI TIPE 052D DENGAN KAPAL PERUSAK LAIN
Berikut adalah analisis komparatif terhadap kelas kapal perusak di angkatan laut Amerika Serikat, China, dan India. Dalam perbandingan ini diadu kapal perusak kelas Arleigh Burke (Flight IIA) Amerika Serikat (karena hanya 3 kapal perusak kelas Zumwalt yang akan dibangun), kapal perusak kelas Kolkata dari India (karena belum ada kapal perusak kelas Vishakapatnam yang ditugaskan) dan kapal perusak kelas Luyang III/Tipe 052D dari AL China (karena kemungkinan besar jumlah kapal perusak tersebut akan melebihi jumlah kapal perusak Tipe 055 yang diperkirakan lebih sedikit). Perbandingan diantara 3 tipe kapal perusak ini dinilai berdasarkan efek kinetik yang dihasilkannya, kecepatan dan kebebasan bergeraknya, kemampuan mereka untuk menghindari atau menerima kerusakan, dan kemampuan sensorik mereka untuk memahami lingkungan dan target mereka. Rangkaian komparasi ini akan memberikan gambaran mengenai pengorbanan desain yang dibuat oleh masing-masing platform kapal dan utilitas terkait di medan perang untuk menjalankan misinya. Selain hal-hal tersebut, akan diukur pula mengenai biaya, dan kapasitas produksi masing-masing tipe kapal untuk memberikan wawasan lain mengenai kemungkinan dan prevalensi pengerahannya.
Kemampuan Meriam
Persenjataan meriam utama Tipe 052D adalah meriam H/PJ-38 kaliber 130mm berlaras tunggal dengan jangkauan 30 km dan laju pembakan 40 peluru per menit. Kapal perusak kelas Arleigh Burke memiliki meriam kaliber 127 mm (5”) dengan jangkauan 24 km (13 mil laut) yang bisa menembakkan 16-20 peluru per menit. Meskipun perbedaan kaliber meriam kapal China dan Amerika tampak kecil, kinerja dan keakuratan senjata angkatan laut sangat penting dalam menentukan output daya tembak selama pertempuran di laut. Sebaliknya, kelas Kolkata memilih kaliber senjata yang lebih kecil dan jangkauan yang jauh lebih pendek, namun memiliki kecepatan tembak yang lebih tinggi dibanding kapal China dan Amerika. Kolkata membawa meriam Oto Melara Super Rapid Gun Mount kaliber 76 mm yang mampu menembakkan 120 peluru per menit pada jarak 16 km dengan amunisi standar dan 40 km dengan amunisi jarak jauh berpemandu.
Sistem Rudal
Tipe 052D dikabarkan dilengkapi untuk menembakkan rudal jelajah serang darat CJ-10 (dilaporkan memiliki jangkauan 1500+ km dengan hulu ledak seberat 500 kg), rudal permukaan ke udara jarak jauh HHQ-9 (jarak sekitar 200 km), rudal permukaan ke udara jarak menengah HQ-16 dan DKA- 10A (jangkauan 40 km), rudal anti-kapal YJ-18 dan YJ 83 (jangkauan 540 km dengan hulu ledak seberat 300/180 kg; dan jangkauan 120 km dengan hulu ledak sebesar 165 kg), dan keluarga rudal anti-kapal selam CY-5. Kapal ini juga membawa dua tabung torpedo format tiga 7424B (kaliber 533mm) dan empat peluncur 18 tabung untuk roket umpan. Rudal supersonik YJ-18 dengan jangkauan 540 km telah memberikan Luyang III kemampuan yang tak tertandingi melawan platform sejenis, dengan kecepatan terminal yang tinggi memberikan energi kinetik yang tinggi pada benturan dan waktu reaksi yang lebih sedikit bagi kapal musuh. Pengerahan rudal jelajah anti-kapal YJ-100 subsonik dengan jangkauan 1.000 km (hulu ledak 500 kg) akan secara radikal meningkatkan kemampuan serang jarak jauhnya bahkan terhadap grup tempur kapal induk. Kelas Arleigh Burke melepas kemampuan menembakkan rudal Harpoonnya dengan imbalan bisa membawa 2 helikopter ketika ditingkatkan ke versi Flight IIA. Kapal ini tidak membawa rudal anti-kapal khusus jarak pendek, yang sebanding dengan YJ-18, dan bahkan versi sebelumnya hanya menerima rudal Harpoon Block III dengan jangkauan 310 km. Arleigh Burke memang membawa rudal jelajah subsonik Tomahawk yang telah teruji untuk serangan darat dengan jangkauan 1.600 km. Angkatan Laut AS berharap dapat memodifikasi Tomahawk menjadi kemampuan anti kapal dengan jangkauan 1.850 km (1.000 mil laut) dalam kurun waktu 8 tahun ke depan. Sementara itu rudal SM-2MR (berjangkauan 166 km/90 mil laut) memberikan beberapa kemampuan antikapal dan, ditambah dengan rudal SM-6 (berjangkauan 370 km) dan rudal Evolved Sea Sparrow/ESSM (berjangkauan 50 km) membentuk perlindungan pertahanan udara yang solid bagi kapal perusak kelas Arleigh Burke. Sementara itu kapal ini membawa 2 tabung torpedo berformat 3 untuk menembakkan torpedo ringan. Sebaliknya, kelas Kolkata memiliki kemampuan peluncuran vertikal yang lebih rendah. Sebagai senjata serang utamanya, ia membawa modul peluncur vertikal universal 16 sel dari rudal supersonik Brahmos dengan jangkauan 290 km.
Untuk pertahanan udara, ia memiliki hingga 32 sistem SAM Barak-8/NG dengan jangkauan tempur sejauh 100 km, meskipun beberapa sumber mencatatnya hanya memiliki jarak 70 km. Salah satu sumber melaporkan kelas Kolkata membawa 2 x 32 rudal Barak-8 dengan total 64 rudal di atas kapal (selain rudal Brahmos). Kelas Kolkata dilengkapi dengan 4 tabung torpedo.Kapal ini juga membawa peluncur torpedo kembar dan sistem roket RBU-600 Smerch-2(jangkauan 6 km) untuk peperangan anti kapal selam. Tipe 052D memiliki 64 sel peluncuran vertikal dibandingkan dengan kelas Arleigh Burke yang memiliki 96 sel (60 di antaranya didedikasikan untuk pertahanan udara). Setidaknya satu sumber menyebutkan Tipe 052D memiliki 88 sel peluncuran vertikal dengan 24 sel untuk penggunaan khusus sistem SAM HHQ-10 untuk pertahanan udara. Namun sifat modular dari sel-sel ini berarti bahwa kapal perusak Amerika dapat membawa lebih banyak rudal dan memberikan efek terminal yang lebih besar pada sasaran, dalam hal kemampuan tembak. Kapal kelas Kolkata di sisi lain hanya membawa 16 rudal Brahmos yang merupakan senjata jarak jauh utamanya, dengan 32 sel lainnya untuk sistem pertahanan udara Barak. Dalam hal kemampuan ofensif, Type 052D memiliki kemampuan anti-kapal yang lebih baik melalui rudal YJ-18 berjangkauan 540 km (meskipun sistem radar yang diperlukan untuk memandu rudal mungkin masih menjadi masalah) dibandingkan kelas Arleigh Burke atau Kolkata. Baik kapal China maupun Amerika juga melampaui jangkauan kemampuan serang darat kelas Kolkata dengan rudal CJ-10 (jangkauan 1500+ km) dan Tomahawk (jangkauan 1600 km) secara signifikan melebihi Brahmos yang hanya memiliki jangkauan sejauh 290 km. Jangkauan 200 km dari rudal HHQ-9 dan 166 km pada rudal SM-2MR juga bahkan melebihi jangkauan 100 km yang dilaporkan lebih tinggi dari rudal Barak 8.
Mobilitas
Kapal perusak Tipe 052D memiliki jangkauan jelajah 4.000 mil laut (7.408 km) pada kecepatan 15 knot/28 km per jam (meskipun setidaknya beberapa sumber mencatat memiliki jangkauan 4.500 mil laut/8.300 km) dan kecepatan maksimum 30 knot/56 km per jam, dibandingkan dengan Arleigh Burke yang bisa menempuh jarak 4.400 mil laut (8.100 km) dengan kecepatan 20 knot/37 km perjam, serta memiliki kecepatan maksimum yang sama dengan Tipe 052D. Dalam hal ini kelas Kolkata (kecepatan tertinggi lebih dari 30 knot) memiliki keunggulan jangkauan, dengan mampu berlayar sejauh 6.000 mil laut (11,000 km) pada kecepatan 18 knot (33 km/jam).
Mesin
Kapal perusak kelas Tipe 052D dilengkapi dengan dua mesin turbin gas QC-280 yang masing-masing menghasilkan kekuatan 28MW dengan total output 56 MW dan dua turbin diesel MTU 20V 956TB92 yang masing-masing menghasilkan tenaga 6MW. Sebagai perbandingan, kelas Arleigh Burke memiliki empat mesin turbin gas GE LM-2500-30 yang menghasilkan tenaga 90.000 HP (67 MW) pada kecepatan berkelanjutan dan 105.000 HP (78 MW) pada kecepatan penuh, selain 3 mesin turbin gas Rolls Royce Allison 9140 yang menghasilkan tenaga 7,5 MW. Sementara itu kelas Kolkata memiliki mesin turbin gas kembar Zorya M36E dengan empat turbin gas Zorya-Mashproekt DT-59, yang masing-masing menghasilkan daya 16.550 kW dengan total tenaga sedikit lebih dari 66 MW. Penambahan sistem yang lebih baru (dan berpotensi haus daya seperti rail gun atau radar yang lebih kuat) akan memberikan keuntungan pada kapal yang mampu menghasilkan tenaga lebih tinggi dan Luyang III akan menghadapi kerugian terbesar dalam kategori potensi menyerap teknologi masa depan karena alasan ini.
Keandalan Sistem Sensor
Kelas Luyang III memiliki 4 panel radar datar Tipe 346A/Tipe 518 L-band AESA (dikabarkan berjangkauan 400 km), sonar yang dipasang di lambung MGK-335MS-E, sonar tarik dan sonar kedalaman variabel selain sensor optik-elektronik dan rangkaian perangkat jamming lainnya. Kelas Arleigh Burke di sisi lain memiliki sistem radar AN/SPY-1D, yang beroperasi di frekuensi S-band (versi selanjutnya/Flight III akan memiliki radar SPY-6) dan SQS-53C(V)1 Hull-Mounted Sonar, dengan perkiraan jangkauan deteksi radar 310 km. Kelas Kolkata menggunakan radar AESA MF STAR S-band buatan Israel dengan jangkauan deteksi lebih dari 250 km (beberapa sumber mengklaim 450 km) dan digambarkan sebagai lebih ringan dibandingkan sistem serupa. Dibandingkan dengan versi China dan Amerika, radar tersebut dipasang lebih tinggi pada tiang memberikan jangkauan deteksi cakrawala yang lebih tinggi untuk objek yang terbang rendah, tetapi membatasi ukuran total (dan juga dayanya) susunannya. Sistem ini digambarkan setara dengan sistem AEGIS dan “setara” dengan sistem yang dibawa Type 052D. Kelas Kolkata memiliki sonar yang dipasang di lambung Humsa-NG tetapi kurangnya sonar yang ditarik dan sonar kedalaman yang bervariasi mempengaruhi kemampuan ASW-nya karena sonar yang dipasang di lambung dipengaruhi oleh kondisi dan suhu laut serta kurang mampu menembus zona bayangan dimana kapal selam lawan bisa bersembunyi. Kapal perusak tersebut pernah direncanakan untuk menggunakan sistem sonar tarik Nagin yang sedang dikembangkan di dalam negeri namun tidak ada dokumentasi yang tersedia baik untuk pengembangan maupun status operasionalnya, dengan laporan yang menyatakan bahwa program tersebut dihentikan beberapa tahun yang lalu.
Ukuran dan Jejak pada Radar
Ketiga kapal dibangun dengan lambung yang miring ke dalam yang dioptimalkan untuk mengurangi penampang radar dan memiliki ukuran, jika bukan bobot perpindahan, yang sebanding. Tipe 052D memiliki panjang 154 meter (505 kaki), lebar 18 meter dan memiliki draft 6,5 meter (versi terbaru memiliki panjang sekitar 161 meter). Dengan bobot bobot 7.500 ton, kapal ini jauh lebih ringan dibandingkan kelas Arleigh Burke yang berbobot 9.200 ton dengan panjang 155 meter (509 kaki), lebar 18 meter dan draft 6,35 meter. Sebaliknya, kapal perusak kelas Kolkata lebih panjang dan lebih ramping dibandingkan kapal China. Panjangnya 163 meter, lebar 17,4 meter dan draft 6,5 meter serta bobot perpindahan 7.500 ton. Dengan bobot dan ukurannya, kelas Arleigh Burke diperkirakan memiliki stabilitas dan kualitas pengendalian yang paling baik diantara ketiganya, serta memiliki keunggulan tonase, yang dapat menghasilkan kapasitas muatan yang unggul dalam skenario tertentu.
Aset Udara
Tipe 052D memiliki fasilitas hanggar yang dapat menampung sebuah helikopter Harbin Z-9 atau Kamov Ka-28. Kelas Arleigh Burke di sisi lain bisa membawa 2 helikopter SH-60 Sea Hawk (LAMPS MK III) yang memberikan kemampuan lebih besar untuk membantu operasi ISR dan ASW, belum lagi menambahkan faktor redundansi penting yang tidak dimiliki kapal perusak China. Kapal perusak kelas Kolkata juga dilengkapi untuk bisa membawa dua helikopter, kemungkinan besar adalah HAL Cheetah, Sea King atau Dhruv meskipun India secara umum kekurangan helikopter angkatan laut, yang mana berarti mereka kemungkinan biasa berlayar tanpa satu helikopter atau harus berbagi aset udara dengan kapal angkatan laut lainnya. Kelas Arleigh Burke juga dibantu dengan penempatan peredam kejut pada roda yang mengisolasi suara dan mengurangi ciri-ciri akustik kapal. Kelas Arleigh Burke juga memiliki kemampuan berburu ranjau jarak jauh yang dapat melakukan pencarian dalam mode otonom dan manual, dan terhubung dengan sistem tempur bawah laut di kapal.
CIWS dan Pertahanan Titik
Tipe 052D membawa CIWS H/PJ-12 kaliber 30mm dengan laju tembakan maksimum 10.000 peluru per menit. Kelas Arleigh Burke membawa rudal Evolved Sea Sparrow dalam konfigurasi VLS dan dua chain gun kaliber 25 mm, selain senjata CIWS Phalanx kaliber 20 mm yang memiliki kecepatan tembak maksimum 3.000 peluru per menit. Di sisi lain kelas Kolkata menggunakan 4 AK-630 Rusia yang telah teruji dan terdiri dari sistem kanon 6 laras kaliber 30 mm yang mampu menembakkan 5.000 peluru per menit. Dalam hal ini kelas Arleigh Burke bisa dibilang memiliki keunggulan karena memiliki lapisan pertahanan udara yang lebih lengkap, meski bukan menjadi yang terunggul dalam hal kecepatan tembak senjata CIWS-nya.
Kuantitas Kapal
Terdapat sekitar 25 kapal perusak Tipe 052D dalam dinas aktif dan 6 dalam berbagai tahap peluncuran dan pemasangan dengan 31 kapal yang diproyeksikan dibuat di kelas tersebut. Sementara itu ada 77 kapal perusak kelas Arleigh Burke dalam dinas layanan aktif, dengan 10 dalam proses konstruksi dan 9 dalam pemesanan (total 92 kapal), sedangkan kelas Kolkata akan menyelesaikan produksinya dengan hanya 3 kapal perusak. Di sini kapal AL Amerika memiliki keunggulan dalam hal kuantitas dibanding China dan India. Akan tetapi perlu dipertimbangkan juga, penyebaran global kapal-kapal Amerika yang lebih luas dibanding China dan India, yang lebih bisa mengkonsentrasikan kekuatan kapal perusaknya di Asia Pasifik untuk mengimbangi kehadiran AL Amerika di kawasan yang sama.
Ongkos Produksi
Type 052D berharga sekitar $432 juta (diperkirakan dari “setengah dari 6 miliar yuan biaya kapal perusak Type 055”). Sementara itu harga terakhir yang diminta untuk kapal perusak kelas Arleigh Burke adalah $1,82 miliar dolar, lebih dari 4 kali lipat harga kapal kelas Type 052D. Jumlah awak kapal Tipe 052D sebanyak 280 orang lebih rendah dibandingkan kelas Arleigh Burke yang berjumlah 303 – 323 orang dan kemungkinan akan mengurangi sebagian biaya pengoperasian. Kapal perusak kelas Kolkata, di sisi lain, dijual dengan harga sekitar $950 juta masing-masing dan memiliki awak yang sekitar 300 orang.
Kesimpulan
Secara kualitatif, Luyang III menghadirkan serangkaian kemampuan yang sangat kompetitif dalam pertempuran dengan jangkauan ofensif yang menyamai kemampuan serang darat Amerika, dan melampaui kapal-kapal sejenis Amerika dan India dalam kemampuan anti-kapal. Namun kapal Amerika membawa lebih banyak sel peluncuran vertikal yang menghasilkan pukulan lebih besar pada jarak yang lebih pendek. Kelas Luyang III memiliki kerentanan dalam kemampuan ASW dengan hanya membawa satu helikopter, meskipun kelas Kolkata pasti kalah karena kurangnya sonar yang ditarik dan kurangnya kemampuan helikopter multi-peran di Angkatan Laut India (meskipun teorinya kapal ini mampu membawa 2 helikopter). Kapal perusak kelas Kolkata dan kelas Arleigh Burke sama-sama menghasilkan tenaga penggerak yang lebih besar dibandingkan kelas Luyang III sehingga akan membantu keduanya dalam menyerap teknologi di masa depan. Di sisi lain, kapal perusak Tipe 052D memiliki keunggulan besar dalam hal biaya – harganya hanya seperempat dari kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kurang dari setengah kapal kelas Kolkata. Selain itu, jumlah mereka jauh melebihi kapal perusak India 6:1 (akhirnya hampir 10:1) meskipun jumlah mereka masih kurang dari sepertiga kapal perusak kelas Arleigh Burke yang beroperasi saat ini. Dengan analisis di atas, penting untuk diingat bahwa pertempuran kapal tunggal jarang terjadi dalam peperangan modern dan upaya India harus berorientasi pada menemukan struktur kekuatan kritikal dan upaya yang dapat menghasilkan hasil pertempuran yang optimal. Uji Kemampuan Kooperatif antar kapal memungkinkan peperangan menggunakan jaringan bersama dengan mekanisme penembak sensor terdistribusi merupakan langkah ke arah yang benar yang akan membantu mengimbangi kekurangan platform dan memberikan keuntungan di medan perang.
SEJARAH PENGOPERASIAN
Di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dengan semakin seringnya operasi militer AS di wilayah tersebut, pada bulan Juli 2020, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) berlayar dengan versi terbaru dari kapal perusak berpeluru kendali 052D yang dilengkapi dengan radar gelombang meter baru untuk mendeteksi pesawat tempur siluman selain dek helikopter yang lebih panjang untuk mengakomodasi versi helikopter serang/utilitas Z-20 yang dibawa diatas kapal. Pada awal bulan Juli, armada kapal perusak yang berafiliasi dengan Angkatan Laut Komando Teater Timur PLA melakukan latihan di lokasi yang dirahasiakan di Laut China Timur. Subyek pelatihannya mencakup pertahanan udara dan rudal, serangan terhadap kapal permukaan, dan operasi gabungan anti-kapal selam, PLA Daily melaporkan pada hari Minggu. Menurut rincian lebih lanjut yang dirilis dalam pernyataan dan foto yang diposting oleh Armada Laut China Timur PLA pada hari Jumat, latihan tersebut menampilkan kapal perusak berpeluru kendali Zibo, yang memiliki nomor lambung 156, di antara beberapa kapal perang lainnya. Zibo adalah kapal pertama Angkatan Laut PLA dari versi perbaikan kapal perusak Tipe 052D. Dibandingkan dengan Type 052D yang asli, Type 052DL memiliki dek helikopter yang lebih panjang, dan dilengkapi dengan radar gelombang meter jarak jauh baru di tiang belakangnya, kata artikel tersebut, dan mencatat bahwa peningkatan tersebut memungkinkan kapal perusak tersebut untuk membawa helikopter berbasis kapal Z-20 versi paling canggih dan untuk mengatasi ancaman pesawat tempur siluman musuh dengan lebih baik. Latihan tersebut dilakukan pada saat ketegangan meningkat di Selat Taiwan, karena AS tidak hanya menyetujui penjualan senjata baru ke Taiwan pada hari Kamis tetapi juga mengirim kapal perusak ke perairan utara pulau Taiwan dan melakukan pengintaian jarak dekat di daratan China pada hari Jumat, menurut Inisiatif Penyelidikan Situasi Strategis Laut Cina Selatan (SCSPI), sebuah wadah pemikir yang berbasis di Beijing.
Beberapa analis mengatakan bahwa kinerja keseluruhan kapal perusak Tipe 052D lebih unggul dibandingkan kapal perusak kelas Atago milik Jepang, kapal perusak kelas Sejong the Great milik Korea Selatan, dan kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS. Namun dibandingkan dengan kapal perusak kelas Arleigh Burke, kapal perusak tipe 052D China lebih lemah dalam hal kuantitas, bobot tonase, dan jumlah peluru kendali berbasis kapal yang dibawanya. Arleigh Burke IIA memiliki 96 sel VLS, sementara Tipe 052D memiliki 64 sel. Arleigh Burke IIA mampu membawa dua helikopter, Tipe 052D hanya bisa membawa satu. Kemiringan pada panel samping Arleigh Burke IIA memberikan dispersi radar yang lebih baik, karena lebih miring, terutama di atas dek utama, dan juga dengan tiang yang “dimiringkan”. Sonar halauan pada Arleigh Burke IIA jauh lebih kuat dibandingkan pada Tipe 052D. Arleigh Burke IIAyang lebih lebar memungkinkan kendali yang lebih baik, khususnya di kondisi laut yang ganas. Sementara itu sistem AEGIS dan kemampuan koordinasi kooperatif di Arleigh Burke IIA sudah sangat dikenal, dipahami, dan terbukti, dibandingkan dengan sistem tempur pada Type 052D masih belum diketahui.
Destroyer Kunming (172)
Kunming adalah kapal utama di kelasnya dan diletakkan lunasnya pada tanggal 16 Februari 2012 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai. Ia diluncurkan pada tanggal 29 Agustus 2012 dan ditugaskan pada tanggal 21 Maret 2014. Pada tanggal 26 Oktober 2015, sebuah kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat mendekat dalam jarak 12 mil laut (22 km; 14 mil) dari pulau-pulau dan terumbu karang China di Laut Cina Selatan. Kunming lalu dikirim untuk mengawasi kapal Amerika itu.
Destroyer Changsa (173)
Changsha adalah kapal kedua di kelasnya dan diletakkan lunasnya di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai. Kapal ini diluncurkan pada tanggal 19 Desember 2012 dan ditugaskan pada tanggal 12 Agustus 2015. Pada bulan September 2015, Changsha dan kapal-kapal lain dari Detasemen Kesembilan Armada Laut Cina Selatan melakukan latihan tempur sebenarnya “berturut-turut” di wilayah tertentu di Laut China Selatan. Selama latihan, Changsha dan yang lainnya melakukan kompetisi dalam berbagai latihan, seperti pertahanan udara dan anti-rudal, anti-kapal selam, dan pertahanan komprehensif yang mengutamakan serangan bersama dan integrasi informasi. Pada tanggal 18 Juni 2017, Changsha, kapal perusak Yuncheng, dan kapal pemasok Luomahu berangkat ke St. Petersburg dan Kaliningrad, Rusia, untuk berpartisipasi dalam latihan militer China-Rusia “Sea Joint-2017“. Dalam perjalanan, tiba-tiba terjadi kerusakan pada peralatan bawah air Changsha, dan sistem tenaga kapal mengalami masalah. Changsha lalukembali ke China dan digantikan oleh Hefei. Awal tahun 2018, Changsha dan fregat Hengyang membentuk formasi pelatihan laut terbuka ke Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia untuk melakukan pelatihan laut terbuka “Zhanlan-2018A“.
Destroyer Hefei (174)
Hefei adalah kapal ketiga di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 1 Juli 2013 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, dan ditugaskan pada tanggal 12 Desember 2015. Hefei dan beberapa kapal Angkatan Laut PLA lainnya melakukan latihan sekitar 360 km selatan Yonakunijima dan terlihat oleh JS Akizuki pada tanggal 25 Mei 2016. Pada tanggal 8 Februari 2018, Hefei transit di Laut Cina Selatan. Dia mengawasi gugus tugas kapal induk Amerika USS Carl Vinson yang beroperasi di dekatnya. Pada tanggal 25 Mei 2016, Honghu, Lanzhou dan Hefei terlihat melakukan latihan pengisian ulang di Laut Jepang.
Destroyer Yinchuan (175)
Yinchuan adalah kapal keempat di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 28 Maret 2014 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai. Dia diluncurkan pada tahun 2014 dan mulai ditugaskan pada tanggal 12 Juli 2016. Pada 9 Juni 2017, Yinchuan mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Ngong Shuen Chau, Hong Kong dan dibuka untuk umum. Yinchuan berpartisipasi dalam latihan Sea Guardians-2020 yang diselenggarakan antara Angkatan Laut China dan Angkatan Laut Pakistan. Sebuah karnaval diketahui diselenggarakan di atas kapal saat berada di lepas pantai Teluk Aden. Latihan Annual High Sea Joint Training Exercises dilaksanakan pada tanggal 6 April 2021, yang diikuti oleh Yinchuan, Hengyang, Chaganhu, Wuzhi Shan dan Tianshuxing.
Destroyer Xining (117)
Xining adalah kapal kelima di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 26 Agustus 2014 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai dan ditugaskan pada tanggal 22 Juni 2017. Pada 30 Desember 2019, Xining meninggalkan Pelabuhan Chabahar, Iran setelah melakukan latihan angkatan laut bersama dengan Angkatan Laut Rusia. Latihan tersebut diadakan di Teluk Oman pada tanggal 27-30 Desember. Pada tanggal 22 Mei 2022, Xining melakukan latihan di Laut China Timur sebagai bagian dari Grup Kapal Induk Liaoning; dimana mereka terlihat di dekat Pulau Miyako oleh JMSDF.
Destroyer Xiamen (154)
Xiamen adalah kapal keenam di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 30 Desember 2014 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai. Kapal ini ditugaskan pada tanggal 10 Juni 2017.
Destroyer Ürümqi (118)
Ürümqi diluncurkan pada tanggal 7 Juli 2015 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, dan ditugaskan pada tanggal 12 Maret 2018. Pada 22 Mei 2022, Ürümqi melakukan latihan di Laut China Timur sebagai bagian dari Grup kapal induk Liaoning, dan mereka terlihat di dekat Pulau Miyako oleh JMSDF.
Destroyer Guiyang (119)
Guiyang adalah kapal kesebelas di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 28 November 2015 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tanggal 22 Februari 2019. RSS Intrepid dan RSS Sovereignty melakukan latihan angkatan laut bersama dengan Guiyang dan Zaozhuang di Laut China Selatan pada tanggal 24 Februari 2021.
Destroyer Nanjing (155)
Nanjing adalah kapal kedelapan di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 28 Desember 2015 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tanggal 2 April 2018.
Destroyer Hohhot (161)
Hohhot adalah kapal kesepuluh di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 26 Desember 2016 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tanggal 12 Januari 2019.
Destroyer Taiyuan (131)
Taiyuan adalah kapal kesembilan di kelasnya dan diluncurkan pada tanggal 28 Juli 2016 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tanggal 12 Desember 2018. Pada tanggal 15 Maret 2021, Taiyuan, Ningbo dan sebuah kapal Tipe 054A Armada Laut Timur melakukan latihan penembakan langsung. Pada tanggal 5 April 2021, kapal induk Liaoning, Chengdu, Taiyuan, Nanchang, Huanggang dan Hulunhu terlihat antara Okinawa dan Pulau Miyako.
Destroyer Chengdu (120)
Chengdu diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2016 di Perusahaan Industri Pembuatan Kapal Dalian di Dalian, sebelum ditugaskan pada tanggal 20 November 2019. Pada tanggal 5 April 2021, kapal induk Liaoning, Chengdu, Taiyuan, Nanchang, Huanggang dan Hulunhu terlihat antara Okinawa dan Pulau Miyako. Pada tanggal 22 Mei 2022, Chengdu melakukan latihan di Laut China Timur sebagai bagian dari Grup kapal induk Liaoning; dan mereka terlihat di dekat Pulau Miyako oleh JMSDF.
Destroyer Qiqihar (121)
Qiqihar diluncurkan pada tanggal 26 Juni 2017 di Perusahaan Industri Pembuatan Kapal Dalian di Dalian, sebelum ditugaskan pada tanggal 14 Agustus 2020. Pada 2 Maret 2021, Huainan, Tangshan, Qiqihar dan Zhangjiakou melakukan latihan di Laut Kuning.
Destroyer Zibo (156)
Zibo diluncurkan pada tanggal 26 Juni 2017 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai dan ditugaskan pada tanggal 12 Januari 2020.
Destroyer Huainan (123)
Huainan diluncurkan pada tanggal 15 April 2019 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tahun 2021. Pada tanggal 2 Maret 2021, Huainan, Tangshan, Qiqihar dan Zhangjiakoumelakukan latihan di Laut Kuning. Pada bulan Februari 2023, kapal perusak tersebut dikerahkan ke selatan Samudera Hindia untuk terlibat dalam latihan bersama dengan angkatan laut Afrika Selatan dan Rusia yang akan diadakan di perairan lepas pantai Afrika Selatan. Latihan tersebut dimulai pada tanggal 18 Februari dan melibatkan fregat Admiral Gorshkov dan kapal tanker Kama dari Angkatan Laut Rusia bersama dengan fregat Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Rizhao dan kapal pendukung Kekexilihu. Beberapa kapal dari Angkatan Laut Afrika Selatan diperkirakan berpartisipasi termasuk fregat Mendi serta kapal patroli kelas Warrior King Sekhukhune I dan kapal survei hidrografi SAS Protea.
Destroyer Tangshan (122)
Tangshan diluncurkan pada tanggal 7 Juli 2018 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, sebelum ditugaskan pada tanggal 14 Agustus 2020. Pada 2 Maret 2021, Huainan, Tangshan, Qiqihar dan Zhangjiakou melakukan latihan di Laut Kuning.
Destroyer Suzhou (132)
Suzhou diluncurkan pada tanggal 19 Desember 2018 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai dan ditugaskan pada tahun 2020. Pada tanggal 29 Maret 2021, Taizhou, Hangzhou dan Suzhou dari Armada Laut Timur melakukan latihan penembakan langsung. Pada tanggal 3 Juni 2023, Suzhouterlibat dalam insiden dengan USS Chung-Hoon dan HMCS Montréal saat kedua kapal tersebut transit di Selat Taiwan.
Destroyer Nanning (162)
Nanning diluncurkan pada tanggal 23 Februari 2019 di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai dan ditugaskan pada tanggal 12 April 2021.
Karakteristik umum
Jenis: Kapal perusak berpeluru kendali
Bobot: 7.500 ton (dengan beban penuh) Panjang:
- Varian awal: 156 m (511 kaki 10 inci) – 157 m (515 kaki 1 inci)
- Varian dengan dek penerbangan yang diperluas: 161 m (528 kaki 3 inchi)
Lebar: 17 m (55 kaki 9 inci) – 18 m (59 kaki 1 inci)
Draught: 6 m (19 kaki 8 inci)
Mesin:
- CODOG
- 2 × mesin turbin gas QC-280
- 2 × mesin diesel MTU 20V 956TB92
Kecepatan: 30 knot (56 km/jam; 35 mil per jam)
Jangkauan: 4.500 nautikal mil (8.300 km; 5.200 mil) pada kecepatan 15 knot (28 km/jam; 17 mil per jam)
Sensor dan sistem pemrosesan
- Radar AESA 3D multifungsi Tipe 346A
- Radar pencarian udara tipe 518
- Radar pencarian ketinggian dan permukaan Tipe 364
- Radar pencarian permukaan dan pengendalian tembakan anti-kapal Tipe 366
- Radar kendali tembakan meriam utama tipe 349A
- Radar navigasi tipe 760
- Sonar kedalaman variabel
- Sonar tarik
Sistem Peperangan Elektronik & umpan:
- 2 × sistem penanggulangan elektronik H/RJZ-726
- 4 × peluncur umpan Tipe 726-4A (masing-masing terdiri dari 18 roket)
Persenjataan:
- 1 × Meriam kaliber 130 mm
- 1 × 24 sel peluncur SAM jarak pendek HQ-10
- 64 sel VLS ( standar GJB 5860-2006)
- Rudal SAM HHQ-9
- Rudal SSM YJ-18
- Rudal ASM CY-5
- Unit awal: CIWS Tipe 730
- Unit selanjutnya: CIWS Tipe 1130
Pesawat yang bisa dibawa : Helikopter
Fasilitas penerbangan:
- Hangar
- Landasan pendaratan
Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Type_052D_destroyer
Type 052D Luyang-III Class Missile Destroyer by sinox, 27 may 2017
A Comparative Analysis of Major Destroyer-classes of the Chinese, American and Indian Navies By Divyam Nandrajog
Luyang-III Class / Type 052D Destroyers
https://www.naval-technology.com/projects/luyang-052d-destroyers/?cf-view&cf-closed
The Great Asian Showdown : Kolkata Class vs Type 052D
https://battlemachines.org/2023/07/08/the-great-asian-showdown-kolkata-class-vs-type-052d
PLA’s upgraded Type 052D destroyer sails for the first time amid rising tensions
China’s Luyang III/Type 052D Destroyer Is a Potent Adversary By Eric Wertheim; January 2020
CNS Hefei (174) / (Type 052D)
Luyang III / Type 052D – Design
https://www.globalsecurity.org/military/world/china/luyang-iii.htm
Chinese 052D vs American Arleigh Burke: A Brief Destroyers Comparison By Kedy – March 11, 2024
https://militaryview.com/chinese-052d-vs-american-arleigh-burke
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Kunming
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Changsha_(173)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Hefei_(174)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Yinchuan_(175)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Xining_(117)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Xiamen
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_%C3%9Cr%C3%BCmqi
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Guiyang
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Nanjing_(155)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Hohhot
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Taiyuan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Chengdu
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Qiqihar
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Zibo
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Huainan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Tangshan
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Suzhou
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Chinese_destroyer_Nanning_(2019)
