Perang Dunia II

Saat Jenderal Konev “Meruntuhkan” Pertahanan Jerman di Polandia (12 Januari-2 Februari 1945)

Dalam film Downfall tahun 2004, yang menceritakan beberapa hari terakhir di bunker Adolf Hitler di bawah Berlin sebelum kota itu akhirnya jatuh ke tangan pasukan Soviet pada tanggal 2 Mei 1945, penggambaran diktator Nazi yang sangat terkenal ini benar-benar menunjukkan betapa gilanya dia (atau memang begitulah dia sepanjang waktu). Hitler tidak hanya ditampilkan sebagai orang yang paranoid dan sangat tidak percaya pada perwira dan stafnya, tetapi juga sangat yakin bahwa seluruh kelompok tentara, yang beberapa diantaranya sudah dilenyapkan, harus tetap beroperasi. Adegan-adegan dalam film tersebut menunjukkan dia berteriak-teriak dan menggerakkan tangan dengan liar, tidak hanya dengan gaya khas pemimpin Nazi tersebut, namun juga dalam kemarahan yang membabi-buta sementara para perwira-nya saling melontarkan ekspresi keprihatinan yang mendalam. Dengan kata lain, dia benar-benar tidak menyadari situasinya. Pada titik ini, sangat jelas bagi banyak perwira tinggi Jerman bahwa pemimpin mereka sama sekali tidak mampu menilai situasi militer yang mereka hadapi dan semua harapan telah hilang. Salah satu indikator utama hilangnya kompetensi Hitler adalah penilaiannya yang sangat buruk terhadap pasukan Rusia yang sedang mempersiapkan Serangan Vistula-Oder pada bulan Januari 1945. Tentara Merah saat itu telah membangun kekuatan mereka di sekitar sejumlah pijakan utama, dengan dua front dipimpin oleh Marsekal Georgy Zhukov dan Marsekal Ivan Konev. Melawan mereka, Grup Angkatan Darat A Jerman, dipimpin oleh Kolonel Jenderal Josef Harpe (segera digantikan oleh Kolonel Jenderal Ferdinand Schörner), kalah jumlah lima berbanding satu.

Adegan terkenal yang menunjukkan kemarahan Hitler di hari-hari terakhirnta di tahun 1945 dalam film Downfall (2004). Hitler sama sekali tidak mampu menilai situasi militer yang dihadapi militer Jerman dan semua harapan telah hilang. (Sumber: https://scroll.in/reel/805898/adolf-hitler-biopic-downfall-is-the-gift-that-doesnt-stop-giving)

LATAR BELAKANG

Selama paruh terakhir tahun 1944, Wehrmacht di front timur terpaksa menyerahkan hampir semua wilayah yang telah ditaklukkannya sejak masa awal perang melawan Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Menderita kerugian yang sangat besar, pasukan Jerman terpaksa meninggalkan Ukraina dan sebagian besar wilayah di negara-negara Baltik. Pada akhir tahun, pasukan Soviet telah “menendang” Bulgaria dan Rumania dari perang, dan Finlandia juga meminta perdamaian. Soviet juga telah menduduki sebagian besar wilayah Hongaria dan Polandia, serta “berdiri” di dalam perbatasan Prusia Timur. Di sektor yang diduduki Grup A Angkatan Darat Jerman (menduduki garis pertahanan di Timur Warsawa yang membentang kira-kira dari Utara-Selatan, terdiri dari sekitar 450.000 tentara, 4.100 senjata artileri, dan sekitar 1.150 tank), pimpinan Jenderal Josef Harpe, pasukan Jerman menjaga benteng di belakang Sungai Vistula di Polandia. Namun, garis pertahanan Vistula bukannya tidak bisa ditembus. Sebelum menghentikan operasi untuk mengirimkan pasokan, tentara Soviet telah merebut tiga pijakan di tepi barat sungai selama Operasi Bagration tahun sebelumnya, di mana mereka telah menghancurkan Grup Angkatan Darat Pusat Jerman yang berkekuatan 1 juta orang dan bergerak maju ke wilayah Polandia. Sekitar 36 kilometer selatan Warsawa, Front Belorusia ke-1 pimpinan Marsekal Georgii Zhukov menduduki pijakan dengan kedalaman sekitar 10 kilometer dan lebar 12 hingga 16 kilometer di dekat kota Magnuszen. Pijakan kedua sekitar 35 kilometer ke arah tenggara berpusat di dekat Pulawy dan memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer dan lebar 18 kilometer. Pijakan yang diduduki oleh unsur-unsur Front Ukraina ke-1 pimpinan Marsekal Ivan Konev sejauh ini merupakan yang terbesar. Terletak sekitar 130 kilometer tenggara Warsawa di daerah Sandomierz, lebarnya sekitar 60 kilometer dan kedalaman terbesarnya sekitar 42 kilometer. Dari pijakan inilah Konev berencana melanjutkan serangannya setelah perintah diberikan. 

Jenderal Josef Harpe, komandan Army Group A. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Josef_Harpe)
Awak penghancur tank Nashorn duduk di depan kendaraan mereka bersama rekan-rekan tentara Jermannya di Front Timur (1944). Selama paruh terakhir tahun 1944, Wehrmacht di front timur terpaksa menyerahkan hampir semua wilayah yang telah ditaklukkannya sejak masa awal perang melawan Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Menderita kerugian yang sangat besar, pasukan Jerman terpaksa meninggalkan Ukraina dan sebagian besar wilayah di negara-negara Baltik. (Sumber: https://www.militaryimages.net/media/the-crew-of-a-nashorn-tank-destroyer-sits-in-front-of-their-vehicle-together-with-fellow-german-soldiers-on-the-eastern-front-1944.129568/)

Lahir dari keluarga petani pada tanggal 28 Desember 1897, Konev adalah salah satu komandan terbaik yang dimiliki Soviet. Direkrut menjadi prajurit Angkatan Darat pada bulan April 1916, ia mengalami sedikit pertempuran sebelum pasukan tsar hancur dalam Perang Dunia I. Selama Perang Saudara Rusia ia bertempur di Front Timur, dan menjadi Komisar dari Korps Maritim ke-17. Dia kemudian bersekolah di Akademi Militer Frunze dan naik pangkat menjadi komandan resimen, divisi, dan Korps Khusus ke-57 di Mongolia dan akhirnya memimpin 2nd Separate Red Banner Army. Pada bulan Juni 1941, Konev memimpin Angkatan Darat ke-19 dan naik pangkat menjadi kolonel jenderal saat bertempur dalam pertempuran berdarah di tahap awal perang. Pada bulan September 1941, ia diangkat menjadi komandan Front Barat. Dalam sebulan, front tersebut praktis hancur ketika lima unit setingkat Army-nya dimusnahkan di pengepungan Vyazma. Hanya melalui campur tangan dari Zhukov, Konev bisa diselamatkan dari eksekusi. Ketika nasib Soviet berubah di pertengahan perang, Konev memimpin serangkaian front yang membantu mengusir Jerman dari Tanah Air Russia. Setelah penghancuran Kantong Korsun-Cherkassy pada awal tahun 1944, ia dipromosikan menjadi Marsekal Uni Soviet. Kini, di hari-hari awal tahun 1945, dia siap menyerang lagi. Baik Konev maupun Zhukov mendapat perintah serupa. Mereka ditugaskan untuk menghancurkan pasukan Jerman di sepanjang Vistula dan bergerak ke tepi Sungai Oder sebagai persiapan untuk serangan terakhir di Berlin. Untuk menjalankan tugasnya Zhukov dan Konev memiliki kekuatan 163 divisi dengan total: 2.203.000 prajurit infanteri, 4.529 tank, 2.513 meriam serbu, 13.763 artileri lapangan (kaliber 76 mm atau lebih), 14.812 mortir, 4.936 senjata anti-tank, 2.198 peluncur roket multilaras Katyusha, dan 5.000 pesawat.

Konev pada tahun 1945. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ivan_Konev)
Konev (kanan) sebagai komandan Front Stepa bersama Georgy Zhukov selama Pertempuran Kursk, 1943. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ivan_Konev)
Jenderal Fritz-Hubert Gräser, lawan utama Konev saat ia menempuh jarak 500-600 kilometer dari Vistula hingga Oder. (Sumber: https://www.gettyimages.be/detail/nieuwsfoto%27s/graeser-fritz-hubertgeneralleutnantkommandeur-einer-nieuwsfotos/545974313)

Dalam prosesnya, Zhukov akan merebut kota-kota utama Warsawa, Radom, Lodz, dan Poznan. Rute Konev akan membawanya melewati Kielce, Czestochowa, Krakow, dan Katowice serta memasuki jantung kawasan industri Silesia. Jenderal Fritz-Hubert Gräser akan menjadi lawan utama Konev saat ia menempuh jarak 500-600 kilometer dari Vistula hingga Oder. Gräser lahir di Frankfurt pada tanggal 11 Maret 1888, dan masuk tentara Kaiser sebagai calon perwira pada bulan Februari 1907. Ia bertempur dalam Perang Dunia I dan pensiun dari Angkatan Darat pada bulan Oktober 1933. Bergabung kembali dengan Angkatan Darat Jerman pada bulan Oktober 1935, ia dipromosikan menjadi kolonel pada bulan Oktober 1938 dan memimpin Resimen Infantri ke-29 dari Divisi Infanteri ke-3 (kemudian menjadi unit Panzergrenadier) (PGD) selama fase pembukaan invasi ke Uni Soviet. Gräser terluka saat memimpin resimen, dan setelah sembuh ia mengambil alih komando divisi tersebut pada bulan Maret 1943. Ia memimpin Korps Panzer ke-XXIV pada tahun 1944 dan mengambil alih pimpinan sebagai komandan Tentara Panzer ke-4 pada bulan September tahun itu. Meskipun ditetapkan sebagai pasukan panzer, Tentara Panzer ke-4 kekurangan kendaraan lapis baja. Korps Panzer ke-LVI Jenderal Johannes Block terdiri dari dua divisi infanteri Jerman (ke-17 dan 214) dan satu divisi infanteri Hongaria (Divisi Cadangan ke-5). Korps Angkatan Darat ke-XLII Jenderal Hermann Recknagel memiliki empat divisi infanteri (ke-72, 88, 291, dan 342), dan Korps Panzer ke-XLVIII Jenderal Maximilian Freiherr von Edelsheim memiliki tiga divisi infanteri (ke-68, 168, dan 304). Unit Cadangan dari satuan ini terdiri dari Korps Panzer ke-XXIV Jenderal Walther Nehring, yang memiliki dua divisi panzer—ke-16 dan ke-17. Pasukan Divisi ke-16 Brigadir Jenderal Dietrich von Müller memiliki kekuatan sembilan tank PzKpfw. III usang, 13 tank PzKpfw. IV yang meriamnya inferior dan tank 62 PzKpfw. V panther. Pasukan Divisi ke-17 Kolonel Albert Brux memiliki kekuatan 65 tank PzKpfw. IV dan 19 Penghancur tank PzKpfw. IV/70. Namun, sebagian besar kru dari kendaraan-kendaraan lapis baja ini dilatih dengan tergesa-gesa dan akan menghadapi pertempuran untuk pertama kalinya. Sementara PGD ke-10 Brigadir Jenderal Karl-Richard Kossmann dan PGD ke-20 Brigadir Jenderal Georg Jauer juga berada di wilayah operasi Tentara Panzer ke-4.

MASKIROVA SOVIET

Medan merupakan faktor penting dalam rencana pertahanan Jerman. Sebagian besar wilayah yang harus dilintasi Konev pada dasarnya datar dengan sedikit bukit atau hutan. Itu adalah area operasi tank yang luar biasa. Selain benteng yang ditempatkan di depan pijakan Sandomierz, terdapat pertahanan yang dibangun dengan tergesa-gesa di sepanjang Sungai Nida dan Pilica. Di belakang mereka, garis pertahanan membentang di sepanjang Sungai Warta dan Notec dengan garis pertahanan selanjutnya sekitar 120 kilometer ke arah barat. Sebagian besar benteng ini lemah, dan hanya sedikit yang dijaga karena kekurangan pasukan. Konev berencana menggunakan pasukan mobile-nya yang luas untuk melancarkan serangan kilat dan merebut area penyeberangan di sepanjang garis pertahanan ini. Pasukan Zeni akan mengikuti dari belakang untuk membangun jembatan melintasi sungai. Kawasan perkotaan yang sudah terbangun akan dilewati jika upaya pertama untuk merebutnya gagal. Pasukan yang mengikuti kemudian akan digunakan untuk mengepung dan menghancurkan wilayah perlawanan ini. Untuk menyelesaikan misinya Konev memiliki sekitar 1,1 juta prajurit, dimana sekitar 750.000 di antaranya adalah pasukan tempur. Intelijen Jerman memperkirakan tiga atau empat tentara Soviet menduduki pijakan Sandomierz. Sebenarnya ada enam unit tentara dan sebagian unit pasukan lainnya. Orang-orang Rusia telah membawa rencana maskirovka (penipuan) ke tingkat yang baru untuk menipu Jerman. Karena medan di dalam area pijakan, unit-unit dan kendaraan-kendaraan disamarkan dengan cerdik dan lalu lintas radio diminimalkan. Formasi baru dibawa melintasi Sungai Vistula hanya pada malam hari, dan bukti pergerakan lalu lintas di jalan raya dengan cepat ditutup-tutupi. Konev menggunakan Korps Tank Pengawal ke-4 pimpinan Letjen Pavel Poluboiarov untuk mensimulasikan keberadaan dua pasukan tank di selatan pijakan di sisi timur sungai. Sekitar 500 tank tiruan juga dirakit di daerah tersebut dan difilmkan oleh pengintaian udara Jerman. Lalu lintas radio palsu menambah penipuan ini. Dengan semua tindakan ini, tentara Jerman sebagian yakin bahwa serangan akan datang dari selatan dan juga dari arah pijakan. Di dalam pijakan, Konev memiliki sebagian besar pasukan Angkatan Darat ke-6 pimpinan Letjen Vladimir Gluzdovskii (empat divisi senapan) yang menempati sekitar 40 kilometer dari sektor utara. Menghadap ke barat adalah Tentara Pengawal ke-3 pimpinan Kolonel Jenderal Vasilii Gordov (dengan sembilan divisi infanteri, tiga brigade tank, satu brigade senapan bermotor, dan tiga resimen meriam serbu), Angkatan Darat ke-13 pimpinan Letjen Nikolai Pukhov (dengan sembilan divisi senapan, tiga resimen tank, dan empat resimen meriam serbu), dan Tentara Tank ke-4 pimpinan Letjen Dmitri Leliushenko (dengan lima brigade tank, tiga brigade mekanis, satu brigade senapan bermotor, lima resimen tank, satu brigade senapan serbu, dan empat resimen meriam serbu).

Barisan tentara Jerman yang ditangkap dikirim ke belakang Front Ukraina ke-1. (Sumber: https://en.topwar.ru/66652-vislo-oderskaya-operaciya-chast-2.html)
Tentara Soviet menembus hutan di wilayah Polandia, awal 1945. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)

Di sebelah selatan unit-unit tersebut terdapat Tentara ke-52 pimpinan Kolonel Jenderal Konstantin Koroteev (terdiri dari sembilan divisi senapan dan satu brigade tank), Tentara Tank Pengawal ke-3 pimpinan Kolonel Jenderal Pavel Rybalko (dengan tujuh brigade tank, satu resimen tank, lima brigade mekanis, satu brigade senapan bermotor, satu brigade meriam serbu, dan enam resimen meriam serbu), dan Tentara Pengawal ke-5 pimpinan Mayor Jenderal Georgii Poluektov (dengan delapan divisi senapan, satu divisi senapan lintas udara, dua resimen tank, dan delapan resimen meriam serbu). Pada bagian sayap pasukan Konev ditempati oleh Angkatan Darat ke-60 pimpinan Kolonel Jenderal Pavel Kurochkin (dengan sembilan divisi senapan). Di tepi timur Sungai Vistula terdapat Angkatan Darat ke-21 pimpinan Letjen Dmitrii Gusev (dengan sembilan divisi senapan) dan Angkatan Darat ke-59 pimpinan Letjen Ivan Korovnikov (dengan tujuh divisi senapan). Rencana Maskirovka pasukan Soviet di Sandomierz sangat brilian, dimana Jerman memperkirakan jumlah mereka kalah sekitar 3,5 banding satu, padahal angka sebenarnya dua kali lipatnya. Namun Hitler tidak siap menerima perkiraan intelijen Jerman dan bahkan dengan tegas menyangkalnya. Dia menyebutnya sebagai penipuan terbesar sejak era Jenghis Khan. Untuk memerangi tank-tank dari Divisi Panzer ke-17 dan ke-18, Pasukan Tank Pengawal ke-4 mempunyai sekitar 800 tank, sedangkan Tentara Tank Pengawal ke-3 mempunyai sekitar 750 tank. Pada titik fokus serangan, jumlah kekuatan Soviet akan melebihi jumlah pasukan Jerman dengan rasio 10-15 banding satu. “Suami saya kemudian memberi tahu saya bahwa intelijen kami telah mengecewakan kami,” tulis janda Gräser, Eldegard, dalam suratnya pada tahun 1971 kepada penulis. “Dia tahu bahwa dia kalah jumlah, tapi dia tidak tahu betapa buruknya hal itu.” Pasukan Konev akan dilindungi oleh “payung” dari Angkatan Udara ke-2. Angkatan Udara  ke-2 memiliki empat divisi pembom, 10 divisi  pesawat tempur, dan empat divisi serbu udara. Kekuatan besar ini akan menahan sisa-sisa armada Luftwaffe—walaupun cuaca selama sebagian besar masa operasi akan menyebabkan kondisi penerbangan yang buruk—sementara pasukan lapis baja Konev terus bergerak maju. Biasanya Soviet akan menggunakan pasukan infanteri mereka untuk menerobos dan memperluas penerobosan garis musuh. Pasukan lapis baja kemudian akan mengeksploitasi penerobosan tersebut satu atau dua hari kemudian. Kali ini, Konev berencana menggunakan sebagian besar pasukan lapis bajanya pada hari pertama. 

OFENSIF DIMULAI

Pada pukul 04:35 tanggal 12 Januari, artileri pasukan Konev melepaskan tembakan ke Korps Panzer ke-XLVIII von Edelsheim. Seperti yang diingat Konev, serangan dimulai dalam kondisi cuaca yang sulit, hampir tidak ada jarak pandang memadai, dan menghadapi salju tebal. Di satu sisi, hal ini menciptakan penyamaran tambahan bagi pasukan darat. Di sisi lain, kekuatan udara Tentara Merah tidak dapat mendukung pasukan infanteri dan tank. Selain itu, sulit memantau situasi di medan perang. Namun, rencana operasi telah dipersiapkan dengan sangat baik sehingga persiapan artileri, penerobosan pertahanan musuh dan pengenalan antar unit bergerak yang terlibat dalam penerobosan berjalan lancar. Konev menulis: “Semua rencana kami pada hari ini dilaksanakan dengan ketepatan waktu, yang, harus saya katakan, tidak sering dapat dicapai dalam perang …” Diperkirakan 420 meriam per setengah kilometer menghujani tiga divisi korps Jerman selama 45 menit sebelum serangan tiba-tiba berhenti. Selama jeda, ratusan peleton infanteri Tentara Merah menyerbu keluar dari area pijakan dan dengan cepat bergerak menuju posisi Jerman. Sasaran mereka adalah posisi-posisi kunci di perimeter pijakan, dan sebagian besar direbut dari pasukan Jerman yang terkejut. Dengan sasaran awal di tangan, artileri Konev membuka tembakan selama 15 menit lagi, untuk menggempur posisi sekunder tentara Jerman. Setelah serangan itu, pasukan infanteri Soviet yang berhasil merebut pertahanan di pijakan bergerak maju lagi. Batalyon infanteri lainnya juga dikirim untuk menduduki posisi yang telah direbut sebelumnya. “Yang harus dilakukan para penembak hanyalah menembak lurus,” tulis Konev dalam memoarnya. “Dan mereka tidak pernah gagal: tidak sekali pun mereka mendapat sinyal peringatan—‘Berhenti, kamu menyerang pasukanmu sendiri’—dari pasukan mana pun yang menyerang di sepanjang garis depan.” Divisi Infanteri ke-68 pimpinan Mayor Jenderal Paul Scheuerpflug merasakan gempuran penuh dari Pasukan Pengawal ke-5 Poluektov ketika Korps Senapan Pengawal ke-32 (pimpinan Letjen Aleksandr Rodimstev), ke-33 (pimpinan Letjen Nikita Lebedenko), dan ke-34 (Mayjen Gleb Baklanov) melaju ke depan. Posisi sayap kiri Scheuerpflug juga diserang oleh Korps Senapan ke-73 dari Angkatan Darat ke-52 (pimpinan Mayor Jenderal Sarko Martirosian) dan ke-78 (pimpinan Mayor Jenderal Georgii Latyshev). Di sebelah kanan Scheuerpflug, Divisi Infanteri ke-304 pimpinan Mayjen Ernst Seiler diserang oleh Korps Senapan ke-15 pimpinan Mayjen Petr Tertyshnyi dan Korps Senapan ke-28 dari Angkatan Darat ke-60 pimpinan Mayjen Mikhail Ozimin. Tugas mereka adalah membuat perpecahan antara Tentara Panzer ke-4 dan Tentara ke-17 Jenderal Friedrich Schulz dalam persiapan untuk menyerang Krakow. Divisi lain dari korps Edelsheim, korps ke-168 pimpinan Kolonel Maximilian Rosskopf, diserang oleh Korps Senapan ke-21 dari Angkatan Darat Pengawal ke-3 (pimpinan Mayor Jenderal Aleksei Iamanov) dan ke-76 (pimpinan Letjen Mikhail Glukhov) dan Korps Senapan ke-102 dari Angkatan Darat ke-13 (pimpinan Mayor Jenderal. Ivan Puzikov) dan Korps Senapan ke-27 (pimpinan Mayjen Filipp Cherokmanov).

Tembakan artileri tentara Soviet membuka serangan. (Sumber: https://www.pinterest.com/pin/soldier–792492865652317079/)

Dengan kekuatan terkonsentrasi yang menyerang mereka, Divisi Infanteri ke-68 dan ke-168 menghilang begitu saja. Kelompok-kelompok yang tercerai-berai mencoba bergerak ke arah barat, namun sebagian besar mereka dihancurkan oleh pasukan berseragam coklat. Pada akhirnya, sebagian besar resimen di divisi tersebut telah berkurang kekuatannya menjadi setara batalion dengan kekuatan rendah atau lebih buruk lagi. Korps Recknagel berada pada posisi yang hampir sama. Melihat disintegrasi di garis Jerman, Konev mengerahkan pasukan lapis baja dan mekanisnya. 4th Tank Armydan 3rd Guards Tank Army menerobos pasukan infanteri yang maju untuk menyebar di depan mereka. Hal ini memaksa Gräser untuk mengerahkan Divisi Panzer ke-16 dan ke-17 sebelum waktunya, karena hanya ada sedikit atau tidak ada perlawanan dari pasukan infanteri Jerman yang hancur. Ia pun memerintahkan Brigadir Jenderal Hermann Hohn membentuk Divisi Infanteri ke-72 menjadi tiga kelompok tempur dan bergerak ke selatan untuk menyerang bagian sisi penetrasi Soviet. Ketika divisi panzer mulai tiba di lokasi, mereka awalnya berhadapan dengan kendaraan-kendaraan lapis baja Soviet yang bergerak maju. Karena kurangnya pengalaman awak panzer, tentara Jerman menderita kerugian besar. Pada saat 4th Tank Army dan 3rd Guards Tank Army bergerak maju, Tentara Panzer Keempat telah kehilangan hingga ⅔ senjata artileri dan ¼ pasukannya. Setelah pertempuran pertama, pasukan Soviet terus bergerak ke barat, melewati pasukan lapis baja Jerman yang tidak terorganisir. Pada akhir hari pertama pertempuran, tank dan pasukan mekanis Soviet telah menembus sejauh 20-25 kilometer di belakang garis Jerman dan pasukan infanteri Tentara Merah menusuk sekitar 10-15 kilometer di belakang mereka. Kemajuan pesat Soviet ditambah dengan serangan artileri yang menghancurkan benar-benar mengganggu jaringan komunikasi tentara Jerman. “Terjadi kekacauan total,” Frau Gräser mengenang perkataan suaminya. “Sebagian besar korps von Edelsheim dan Recknagel sudah tidak ada lagi. Divisi-divisi sudah hilang begitu saja.” Pada tanggal 13 situasi menjadi semakin kacau bagi Jerman. Divisi Panzer ke-17 telah dilewati di sisi utaranya oleh Korps Tank Pengawal ke-10 Angkatan Darat ke-4 dan Korps Mekanis Pengawal ke-6 pimpinan Mayjen Sergei Pushkarev. Korps Tank Pengawal ke-6 pimpinan Mayjen Vasilii Novikov dan Korps Mekanik ke-9 pimpinan Letjen Ivan Sukhov melewati sisi selatan divisi tersebut. Posisinya di sekitar kota Chmielnik, sekitar 32 kilometer selatan Kielce, semakin tidak ada harapan seiring dengan majunya pasukan infanteri Angkatan Darat ke-13 dan ke-52. Celah besar antara 40-50 kilometer memisahkan Divisi Infanteri ke-17 dan Divisi Infanteri ke-304 Sieler, satu-satunya divisi Recknagel yang menunjukkan segala bentuk kohesi dalam mundur dari serangan gencar Soviet. Markas induk Gräser, Grup Angkatan Darat A Jenderal Josef Harpe, hanya mampu mengumpulkan satu resimen dari Divisi Infanteri ke-344 Brigadir Jenderal Georg Kossmala dari cadangannya untuk mencoba menutup celah. Pasukan ini segera disingkirkan oleh Korps Senapan Pengawal ke-33 pimpinan Lebedenko dan Korps Senapan Pengawal ke-34 pimpinan Baklanov. 

Meskipun Angkatan Darat Jerman adalah salah satu kekuatan militer paling mekanis di dunia, tidak ada yang bisa sepenuhnya menggantikan posisi kuda, terutama selama kemunduran panjang dari serangan Uni Soviet. Dalam foto yang diambil pada bulan Januari 1945 ini, tentara Jerman menggunakan kuda dan kereta luncur untuk mengangkut perbekalan selama mundur. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)

Harpe kemudian juga memerintahkan kelompok tempur PGD ke-20 Jauer untuk membantu kelompok tempur Divisi Infanteri ke-72. Serangan ini dihentikan oleh pasukan infanteri Soviet yang mengikuti jejak 4th Tank Army. Kelompok tempur ke-72 mengalami nasib yang sama ketika mereka bertemu dengan pasukan infanteri Tentara Pengawal ke-3. Letnan Satu Karl Zimmer adalah pemimpin Batalyon ke-II/Resimen Grenadier ke-105 dari Kelompok tempur ke-72. Dia mengingat peristiwa tanggal 13 dalam surat tahun 1984 kepada penulis: “Kami bisa melihat pasukan Rusia di kejauhan maju ke arah kami. Tembakan artileri mereka dengan cepat memaksa kami mengambil posisi bertahan. Artileri kami merespons dengan lemah. Kami menghadapi pasukan Rusia dengan tembakan defensif, namun mereka terus menyerang kami, mendesak kami berulang kali.” Sementara pasukan Gräser berjuang untuk menyelamatkan hidup mereka, tentara Soviet memperburuk keadaan pada tanggal 14 ketika Front Belorusia ke-1 pimpinan Zhukov keluar dari pijakannya di Magnuszew dan Pulawy setelah pemboman yang sangat besar terhadap pertahanan Angkatan Darat ke-9 pimpinan Jenderal Smilo Freiherr von Lüttwitz. Seperti yang terjadi di sektor Gräser dua hari sebelumnya, pasukan Jerman yang selamat dari serangan tersebut dipukul mundur. Tampaknya hanya sedikit yang bisa dilakukan Jerman untuk membendung gelombang serangan Rusia. Situasi Tentara Panzer ke-4 menjadi semakin kritis ketika pasukan mekanis Soviet terus bergerak ke barat. Elemen Korps Tank ke-31 pimpinan Mayjen Vasilii Grigorev (yang berada di bawah langsung Front Ukraina ke-1) berada dalam jarak 10 kilometer dari Sungai Pilica pada penghujung hari dengan sebagian besar posisi tidak dipertahankan di depan mereka. Di selatan Kielce, Divisi Panzer ke-16 dan ke-17 hampir dikepung. “Batalyon saya, dengan sisa-sisa unsur Batalyon Panzer ke-2/Resimen Panzer ke-30, terletak sekitar 12-15 kilometer selatan Kielce di medan terbuka,” kenang Mayor (yang kemudian menjadi kolonel di Bundeswehr) Hans-Günther Liebisch, komandan Batalyon ke-I/Resimen Pz. Grenadier ke-40/Divisi Panzer ke-17. “Kami menderita serangan hebat dari pesawat-pesawat serang darat, namun serangan ini dihentikan karena tembakan defensif dari kendaraan tempur infanteri mekanis.”

BANJIR PASUKAN SOVIET

Sementara itu Konev juga bergerak ke Krakow. Tentara ke-59-nya, dengan dilindungi di sebelah kiri oleh Angkatan Darat ke-60, sedang menyerang kota itu. Korps Panzer ke-XLVIII Von Edelsheim, yang terdiri dari Divisi Infanteri ke-68 dan ke-168 yang hancur serta Divisi Infanteri ke-304 yang telah berkurang kekuatannya, dipindahkan ke Angkatan Darat ke-17 Schulz. Untuk mencoba menghentikan Soviet, Harpe memerintahkan kelompok resimen PGD ke-10 untuk mengambil posisi di Walbrom, sekitar 14 kilometer sebelah utara Krakow. Dia juga mengirim Divisi Infanteri ke-75 Brigadir Jenderal Karl Arning ke daerah selatan Walbrom. Pada tanggal 15 Januari, 3rd Guards Tank Army menyeberangi Sungai Pilica, melewati posisi kelompok tempur PGD ke-10 di Koniecpol, sekitar 30 kilometer sebelah timur Chestochowa. Sementara Soviet mengangkut lebih banyak pasukan dan perbekalan ke seberang sungai, tentara Jerman segera mengambil posisi bertahan di depan kota, menggunakan pasukan apa pun yang ada. Di utara Krakow, Korps Tank Pengawal ke-4 Poluboiarov, diikuti oleh Korps Senapan ke-43 dan ke-115 Angkatan Darat ke-59, menerobos barisan Divisi Infanteri ke-75 di utara Krakow dan melanjutkan perjalanannya ke arah barat. Untuk melawan serangan tersebut, Harpe memerintahkan Divisi Infanteri ke-269 pimpinan Mayor Jenderal Hans Wagner memasuki wilayah sekitar 24 kilometer barat laut Krakow.

Pada tahun 1945, kekuatan pasukan Soviet melebihi pasukan Jerman berkali-kali lipat. (Sumber: https://www.amazon.com/makeuseof-T-34-85-Soviet-medium-during/dp/B01EV2CLE0)

Di wilayah Kielce situasinya sangat memprihatinkan. Divisi Panzer ke-16 berhasil menerobos pengepungan, namun Divisi Panzer ke-17 masih dalam kesulitan. Elemen-elemen yang tersisa dari divisi tersebut berusaha untuk keluar dari kantong yang terkepung, tetapi menghadapi posisi pemblokiran yang dijaga ketat pada pagi hari tanggal 15 Januari. Meriam-meriam antitank menyerang pasukan Jerman, dan beberapa kendaraan yang tersisa akhirnya berhasil menerobos untuk menemui barisan belakang pasukan Divisi Panzer ke-16 Jerman. “Setelah tiga hari pertempuran, batalion tersebut, bersama dengan sisa kelompok tempur lainnya, khususnya Batalyon Panzer ke-2, telah menembus beberapa barisan elemen musuh yang mengepung dan akhirnya melakukan kontak dengan elemen Divisi Panzer ke-16,” kenang Liebisch. “Tidak ada komando dan kendali yang seragam dalam operasi ini. Keinginan untuk melakukan terobosan telah mendorong kami untuk melakukan tindakan bersama. Divisi Panzer ke-17 sudah tidak ada lagi.” Orang-orang yang selamat dari kedua divisi panzer lalu direformasi menjadi kelompok tempur yang dipimpin oleh Jenderal Dietrich von Müller, komandan divisi ke-16. Unit-unit Soviet kini sudah berada di dalam Kielce, dan kota itu terbakar di beberapa wilayah. Grup Tempur von Müller, yang tidak mampu menghentikan banjir pasukan Soviet, bergabung dengan beberapa unit infanteri Jerman dan bergerak ke barat untuk mencoba membangun garis pertahanan baru. Saat pasukan Rusia bertempur di Kielce, Pasukan Tank Pengawal ke-3 pimpinan Rybakov, yang didukung oleh Korps Tank ke-31, menyerang Chestochowa. Ada beberapa elemen belakang di pihak Jerman yang melakukan perlawanan, namun hanya ada sedikit perlawanan nyata terhadap gerak maju pasukan Soviet. Di sebelah tenggara, Korps Tank Pengawal ke-4 Independen Poluboiarov berada di depan Angkatan Darat ke-59 Korovnikov saat melaju di Krakow. Divisi Infanteri ke-75 Arning melakukan perlawanan mati-matian, namun pasukan Soviet berhasil menembus garis pertahanannya di beberapa tempat, sehingga memaksa mereka untuk melakukan penarikan pasukan. Angkatan Darat ke-17 yang terdesak hanya mampu mengirim beberapa unit kecil ke posisi-posisi di utara kota, di mana mereka mampu memperlambat pasukan Rusia untuk sementara waktu. 

HITLER MENOLAK MEMPERKUAT FRONT TIMUR

Di Berlin, Kepala Staf Umum Angkatan Darat, Jenderal Heinz Guderian, memohon agar lebih banyak pasukan dikirim ke Front Timur. Pada awal tanggal 9 Januari, dia telah menelepon markas besar Hitler di wilayah barat, tempat Hitler mengawasi ofensif di Ardennes, untuk memberi tahu Führer akan bahaya luar biasa yang mengancam di Timur. Setelah memaparkan permintaannya untuk memindahkan pasukan dari Barat ke Timur, Guderian terdiam selama beberapa detik. “Front Timur harus puas dengan apa yang dimilikinya,” jawab Hitler akhirnya. Namun, Hitler memerintahkan Korps Panzer Grossdeutschland (GD) Jenderal Dietrich von Saucken untuk pindah dari posisinya di Prusia Timur ke selatan ke daerah Lodz—sebuah tindakan yang membuat marah Guderian. Korps tersebut adalah salah satu unit kunci dalam pertahanan Prusia Timur, dan ketidakhadirannya akan membuat situasi berbahaya di sektor tersebut semakin berbahaya. Namun demikian, korps tersebut tiba sedikit demi sedikit di Lodz dan baru terorganisir sepenuhnya pada tanggal 18. Pada akhir tanggal 16 Januari, Front Belorusia ke-1 Zhukov mengepung Warsawa. Harpe memerintahkan pasukan Jerman keluar kota tepat sebelum pengepungan selesai, dan menyelamatkan sebagian besar Korps Panzer ke-XLVI. Kota ini jatuh ke tangan Soviet keesokan harinya. Radom juga jatuh pada tanggal 16. Lebih jauh ke selatan, pertempuran terus berkecamuk di sekitar Kielce. Unit-unit yang hancur berada di sekitar Korps Panzer ke-XXIV Nehring. Mayoritas unit dikepung di wilayah barat laut kota dan telah membentuk posisi landak agar tidak diserbu. Pertempurannya berlangsung sengit, namun untungnya bagi Jerman, sebagian besar kendaraan lapis baja dan pasukan mekanis Soviet masih bergerak ke arah barat. Pada penghujung hari, Korps Tank Pengawal ke-6 Novikov berada di pinggiran Radomsko dengan Korps Senapan ke-78 Latyshev menjaga sisi selatannya. Korps Tank ke-31, dengan Korps Senapan Pengawal ke-33 dan ke-34, juga berada dalam jarak beberapa kilometer dari Chestochowa, dan artileri Soviet sudah menembaki posisi Jerman di sebelah timur kota. Warsawa jatuh ke tangan pasukan Zhukov pada tanggal 17. Ketika pasukan Soviet dan Polandia memasuki kota yang hancur tersebut, hanya sedikit penduduknya yang siap menyambut mereka. Diperkirakan dari 1.310.000 orang yang tinggal di kota tersebut pada tahun 1939, kurang dari 100.000 orang yang tersisa ketika kota tersebut dibebaskan. 

Hitler menolak permintaan Jenderal Guderian untuk memperkuat front timur. “Front Timur harus puas dengan apa yang dimilikinya,” jawab Hitler. (Sumber: https://www.quora.com/I-ve-heard-of-Heinz-Guderian-s-verbal-battles-with-Hitler-over-strategy-How-far-could-a-senior-commander-go-in-arguing-with-Hitler-before-it-became-dangerous-for-him-to-continue)
Tentara Russia memasuki reruntuhan kota Warsawa, 17 Januari 1945. (Sumber: https://muzeum1939.pl/en/17-january-1945-red-army-entered-ruins-leftbank-warsaw/3036.html)

KANTONG BERGERAK NEHRING

Sementara Zhukov meraih kejayaan dalam merebut Warsawa, pasukan Konev terus bergerak maju ke arah barat. Chestochowa kini dikepung dan diserang oleh Divisi Lintas Udara Pengawal ke-9 pimpinan Kolonel Grigorii Polishchuck, Divisi Pengawal ke-13 pimpinan Kolonel Vladimir Komarov, dan Divisi Senapan Pengawal ke-14 pimpinan Mayor Jenderal Vikentii Skryganov. Kota itu akan jatuh malam itu juga. Sementara itu, Korps Tank Pengawal ke-7 dan Korps Tank ke-31 telah melewati kota dan terus bergerak ke barat. Di Krakow, Divisi Infanteri ke-75 Arning bertahan habis-habisan di utara kota. Divisi infanteri ke-75 kemudian terbantu dengan kedatangan Divisi Infanteri ke-344 Brigadir Jenderal Georg Kossmala. Untuk melawan pertahanan Jerman, Korps Tank Pengawal ke-4 Poluboiarov bergerak ke barat daya di sekitar garis Jerman sementara Angkatan Darat ke-60 melanjutkan serangan frontal. Di sektor Kielce, situasi menjadi lebih serius. Korps Panzer ke-XXIV Nehring dan Korps Angkatan Darat ke-XLII Recknagel dikepung dan terputus satu sama lain. Mereka lalu membentuk “kantong terapung” yang perlahan bergerak ke arah barat, melawan serangan Rusia dari semua sisi. Mereka pada akhirnya akan terhubung ketika mereka mencoba mencapai garis Jerman. Letnan 1 tentara Jerman, Zimmer ingat bergabungnya kantong Nehring: “Yang tersisa dari batalion saya berhasil melewati garis (kantong Nehring). Beberapa unit dari Resimen ke-72 masih bersama Recknagel, dan beberapa juga sudah menuju ke sini, tapi kami tidak memiliki kesatuan. Batalyon saya digabungkan ke dalam barisan dengan satu unit Divisi ke-88 di satu sisi dan satu unit dari divisi lain di sisi lain.” Nehring sekarang dikepung oleh lima korps senapan Rusia, satu korps kavaleri, dua korps tank, dan satu korps mekanis. Tetap bertahan berarti menghadapi pemusnahan, jadi kantong tersebut terus bergerak ke barat dengan unit tempur di perimeter dan pasukan layanan, perbekalan, dan medis di bagian tengah.

Jenderal Walther Nehring. (Sumber: https://generals.dk/general/Nehring/Walther_K./Germany.html)
Selama kemajuan pesat mereka melawan tentara Jerman yang mundur pada musim dingin tahun 1945, pasukan Soviet dari Front Ukraina ke-1 menerobos reruntuhan kota Gleiwitz, Polandia. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)
Tentara Jerman, beberapa di antaranya berkamuflase dengan pakaian musim dingin, berhenti sejenak di sepanjang tanggul saat mundur menuju Sungai Oder. Seluruh divisi-divisi Jerman menghilang selama serangan awal tentara Soviet. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)

Pada sore hari tanggal 17 kami bergerak ke arah barat,” kenang Kolonel Liebisch. “Pada tanggal 18 kami cukup beruntung bisa sampai di depot pasokan tentara di mana kami dapat mengisi bahan bakar. Setelah itu, kami meledakkan depo tersebut. Kami membentuk kantong bergerak. Berapa banyak tentara yang ada di kantong, saya rasa kita tidak akan pernah bisa mengetahuinya. Diperkirakan lebih dari 100.000 tentara berada di kantong ini. Kendaraan-kendaraan pengangkut personel lapis baja dari batalion itu sendiri membawa setidaknya delapan komandan divisi. Seorang komandan tidak ada dalam kelompok itu. Komandan Divisi Panzer ke-17, Kolonel Brux, terluka di daerah Kielce dan ditawan pada tanggal 17. Dia tidak akan kembali ke Jerman sampai bulan Januari 1956. Kemajuan tentara Soviet berjalan sesuai rencana. Dengan jatuhnya Chestochowa pada malam tanggal 17, pasukan infanteri dapat mengikuti pasukan mekanis dan lapis baja yang bergerak menuju Oder. Dengan sedikitnya perlawanan yang mereka hadapi di darat dan tidak ada ancaman serius dari udara, pasokan Rusia bergerak siang dan malam untuk menjaga pasukan Konev tetap bergerak. Tank dan brigade mekanis terkadang beroperasi 50-80 kilometer di depan pasukan infanteri, dan masing-masing pasukan tank membutuhkan sekitar 300 truk per hari hanya untuk pasokan bahan bakar. 300 truk lainnya diperlukan untuk amunisi. Ini benar-benar operasi logistik yang luar biasa. Meskipun penimbunan bahan bakar dalam jumlah besar dilakukan pada awal serangan, tentara Rusia juga mampu merebut beberapa tempat penimbunan bahan bakar Jerman saat mereka maju. Para spesialis lalu menguji bahan bakar yang dirampas untuk memastikan bahwa bahan bakar tersebut tidak disabotase sebelum digunakan oleh kendaraan-kendaraan Tentara Merah. Tempat perbekalan musuh sangatlah penting seiring dengan kemajuan barisan depan pasukan Russia karena konvoi pasokan hanya dapat mengirimkan sepertiga hingga setengah dari bahan bakar dan amunisi yang dibutuhkan untuk satu hari operasi tempur. Tempat perbekalan musuh yang berhasil direbut dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan konvoi untuk mencapai garis depan dan kembali. Makanan untuk tentara sepertinya bukan prioritas utama. Meskipun tentara Tentara Merah membawa sejumlah makanan, terutama Spam buatan Amerika, mereka diharapkan hidup dari apa yang ada di sekitarnya. Selain membebaskan kota-kota besar dan desa-desa di Polandia, mereka juga merampasi apa pun yang bisa mereka makan, sehingga menyebabkan lebih banyak kesulitan bagi penduduk Polandia. 

JEBOLNYA PERTAHANAN JERMAN

Pada tanggal 18 Januari, pasukan utama Grup A Angkatan Darat Jerman telah mengalami kekalahan telak, pertahanan Jerman berhasil ditembus di garis depan sepanjang 500 km hingga kedalaman 100-150 km, namun hari itu perlawanan Jerman menguat di timur Katowice. Untuk menghindari pengepungan oleh Korps Tank Pengawal ke-4, unit-unit yang mempertahankan posisi di utara Krakow mulai mundur ke barat. Divisi Jäger (ringan) ke-97 pimpinan Mayor Jenderal Friedrich-Carl Rabe von Papenheim sedang menyaring unit-unit ke dalam garis antara posisi Divisi Infanteri ke-75 dan ke-712. Unsur-unsur dari Divisi Panzer ke-20 pimpinan Brigadir Jenderal Hermann von Oppeln-Bronikowski juga tiba di lokasi. Selain unit-unit ini, lima batalyon Volkssturm menjaga pertahanan sekitar 30 kilometer sebelah utara Katowice dalam garis yang membentang dari kota Myszkow hingga Wozniki. Berbeda dengan rekan-rekan mereka di Barat, sebagian besar unit Volkssturm di Timur melakukan perlawanan dengan baik. Mungkin lebih mudah untuk menyerah kepada tentara Amerika atau Inggris dibandingkan kepada Tentara Merah, yang berusaha membalas dendam atas kekejaman yang dilakukan di negara mereka sendiri. Volkssturm terdiri dari remaja muda, pria tua, dan mereka yang sebelumnya dianggap tidak layak untuk dinas militer. Berbekal senjata gado-gado, mereka paling baik digunakan dalam posisi bertahan daripada menyerang. Dalam banyak kasus, mereka mempertahankan kota tempat mereka tinggal. Krakow jatuh ke tangan Angkatan Darat ke-60 pada tanggal 19. Karena tentara Jerman telah meninggalkannya, sebagian besar kota ini tetap utuh, terhindar dari nasib banyak kota Polandia lainnya yang dihancurkan oleh artileri dan kekuatan udara Soviet. Pasukan Tank Pengawal ke-3 Rybalko kini telah menyeberangi Sungai Prosna. Elemen terdepannya berjarak kurang dari 60 kilometer dari Breslau dan Sungai Oder dan berada di perbatasan Silesia Tengah. Gräser kemudian memerintahkan Divisi Infanteri ke-269 pimpinan Mayjen Hans Wagner dan Divisi Pengganti ke-408 pimpinan Mayjen Heinrich Wosch ke tepi barat Sungai Oder untuk mengambil posisi di dekat kota Picse dan Kepno. Kantung terapung korps Nehring, yang sekarang ditambah dengan Korps Panzer ke-LVI yang selamat yang berhasil mencapai posisi Nehring, terus mundur ke barat dengan PGD ke-20 Jauer, bersama dengan beberapa batalyon yang tergabung, membentuk barisan belakang. Dengan Tentara Pengawal ke-3 menekan dari selatan dan timur dan Tentara ke-69 Zhukov pimpinan Mayor Jenderal Vladimir Kolpakchi turun dari utara, kantong ini berbelok ke barat laut, berharap untuk bergabung dengan Korps Panzer GD, yang telah didesak keluar dari Lodz dan bergerak ke tenggara. Saat ini ada empat korps senapan yang mengejar Nehring, dan barisan belakang Jauer kesulitan untuk memperlambat mereka. 

Prajurit Volkssturm Jerman mendengarkan perintah dari seorang perwira saat mereka bersiap untuk menjaga posisi di sepanjang tepi Sungai Oder. Foto ini diambil pada awal bulan Februari 1945, dan pada saat itu Volkssturm, yang pada dasarnya adalah orang-orang tua dan anak-anak, telah dikerahkan untuk bertugas dalam upaya yang sia-sia untuk menghentikan kemajuan Tentara Merah ke jantung Nazi Jerman. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)

Pada tanggal 20 Januari, elemen Divisi Panzer ke-17 telah mampu menyeberangi Sungai Pilica di utara Sulejow. Pasukan Soviet kemudian bereaksi dengan menyerang kantong di utara Piotkow, sekitar 15 kilometer di utara persimpangan. Meski mengalami kemajuan, kantong pengembara ini masih berjarak lebih dari 70 kilometer dari Korps Panzer GD von Saucken, yang mempertahankan area di sekitar Sieradz. Di sebelah selatan kantong, Pasukan Tank Pengawal ke-3 Rybalko telah mencapai perbatasan Silesia. Satu-satunya hal yang menghentikannya mencapai tujuannya bergerak menuju ke Breslau adalah pertahanan Divisi ke-269 dan 408 yang dibangun dengan tergesa-gesa, yang sekarang ditambah dengan 10 batalyon Volkssturm. Di dalam Breslau sendiri, gabungan kelompok tempur Angkatan Darat dan Luftwaffe serta batalyon Volkssturm hanya berjumlah sekitar 18.000 orang. Konev di sisi lain sadar akan pergerakan cepat front Zhukov di utara ke arah barat. Memang terjadi persaingan antara kedua pria tersebut yang didorong oleh Perdana Menteri Soviet Josef Stalin. Keduanya ingin memperoleh kejayaan dengan merebut Berlin, dan operasi pada bulan Januari merupakan langkah besar menuju tujuan tersebut. Meskipun pasukan di sektor utara frontnya hampir mengimbangi Zhukov, pasukan selatan Konev, khususnya Tentara ke-21, ke-59, dan ke-60, menghadapi perlawanan yang lebih kuat karena semakin banyak divisi dan kelompok tempur Jerman yang datang dari selatan untuk menjaga garis depan. Untuk mematahkan pertahanan Jerman di barat Krakow, Konev memerintahkan Rybalko menghentikan gerak majunya ke barat dan berbelok 90 derajat ke selatan untuk menyerang bagian belakang garis musuh. Dalam hitungan jam, Rybalko menyuruh Korps Tank Pengawal ke-7 pimpinan Mayjen Sergei Ivanov bergerak cepat ke selatan untuk mengambil posisi baru di sepanjang Sungai Oder di selatan Oppeln. Korps Tank Pengawal ke-6 Novikov diarahkan ke wilayah timur Oppeln, sedangkan Korps Mekanis ke-9 Sukhov menjaga sayap kiri. Pasukan Infanteri Angkatan Darat ke-52 akan segera bergerak maju untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh manuver Rybalko. Meskipun tentara Rusia berulang kali menyerang pada tanggal 21, pasukan von Saucken tetap mempertahankan posisi mereka di daerah Sieradz. Mereka telah membangun sebuah pijakan di tepi timur Sungai Warthe (Warta) di sekitar salah satu dari sedikit jembatan di daerah tersebut yang dapat mendukung kendaraan-kendaraan lapis baja.

Pasukan Soviet disambut oleh masyarakat Lodz di Polandia setelah mengusir tentara Jerman pada tanggal 19 Januari 1945. (Sumber: https://www.warhistoryonline.com/featured/vistula-oder-offensive.html)

Unit zeni PGD Brandenburg pimpinan Kolonel Hermann Schulte-Heuthaus sedang mempersiapkan jembatan untuk diledakkan ketika von Saucken tiba di lokasi. Dia segera memerintahkan agar peledak dicabut dan sebagai gantinya menempatkan lebih banyak orang di jembatan, berharap kantong Nehring dapat melakukan kontak. Meskipun Korps Panzer GD berada dalam bahaya besar karena dikepung, tentara Jerman tetap bertahan. Unit-unit Korps Panzer ke-XL Angkatan Darat ke-9 bertempur di sisi utara GD, namun elemen depan 4th Tank Army Leliushenko telah melintasi Warthe di selatan. Di dalam kantong Nehring, pertempuran berkobar di semua lini saat menuju Sieradz. Korban terus bertambah seiring dengan hancurnya pasukan dan peralatan oleh tank-tank Soviet dan tembakan artileri. Beruntung bagi Jerman, cuaca tetap buruk sehingga mencegah serangan besar-besaran dari Angkatan Udara Tentara Merah. Ketika Angkatan Darat ke-52 bergerak ke posisi Rybalko sebelumnya, unit-unitnya menyerang garis pertahanan Jerman dengan serangan artileri sebelum bergerak untuk menyerang musuh. Divisi Senapan ke-254 pimpinan Kolonel Mikhail Puteiko mendesak Divisi Infanteri ke-269 keluar dari Kepno, yang membawanya sekitar 65 kilometer dari Breslau. Unit-unit Korps Senapan ke-73 Martriosian lainnya menyusul. Bersama dengan Korps Senapan ke-78 yang berdekatan, pasukan infanteri yang bergerak maju kini mengarahkan sasarannya ke kota Öls—hanya 25 kilometer sebelah timur Breslau. Di barat laut Krakow, pergerakan Rybalko ke selatan sudah mulai membuahkan hasil. Unit-unit Jerman terpaksa mundur agar tidak terpotong di belakang, dan Angkatan Darat ke-59 dapat bergerak maju lagi. Di utara dan timur Katowice, tentara Jerman masih mempertahankan garis pertahanan. Namun, mereka ini juga diancam oleh pasukan Rybalko yang bergerak ke arah mereka dari arah barat laut. Dengan jumlah pasukan yang tersebar sangat sedikit, pasukan Rybalko mengalami banyak korban jiwa saat mereka menghadapi perlawanan tingkat sedang hingga berat. Salah satu korban adalah Mayjen Nikolai Oganesian, kepala artileri pasukan Rybalko. Pertempuran untuk memperebutkan Katowice berlanjut tanpa henti keesokan harinya. Pasukan dari Korps Tank ke-31 dan Korps Kavaleri Pengawal ke-1 pimpinan Letjen Viktor Kirillovich Baranov bergerak menuju Gleiwitz (Gliwice), sekitar 20 kilometer sebelah barat Katowice. Di belakangnya adalah Korps Senapan ke-117 dan ke-118 pimpinan Gusev. Kemajuan ini mengancam bagian belakang Korps Panzer ke-XLVIII pimpinan von Edelsheim, yang sekarang berada di bawah kendali Angkatan Darat ke-17, yang bertahan di utara dan barat kota.

Di garis depan yang panjangnya bermil-mil, Marsekal Ivan Konev melancarkan serangan yang menghancurkan pada musim dingin tahun 1945 dan berhasil memukul mundur pasukan Jerman dari Sungai Vistula ke Sungai Oder, menempatkan tentara Soviet pada posisi untuk menyerang langsung ke ibu kota Jerman, Berlin. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)

Di utara Breslau, 4th Tank Army menyerang Rawciz, sekitar 22 kilometer sebelah timur Oder. Tepat di sebelah timur Breslau, Divisi ke-408 yang terdesak dan beberapa batalyon Volkssturm harus menyerahkan Namslau (Namyslow), yang terletak sekitar 50 kilometer jauhnya. Garis pertahanan baru tidak ada, dan satu-satunya hal yang memperlambat 4th Tank Army dan Angkatan Darat ke-52 adalah medan yang bergejolak dan beberapa ladang ranjau yang dibangun dengan tergesa-gesa. Saat ini, kantong Nehring telah terpecah menjadi beberapa kelompok, masing-masing berjuang untuk mencapai kebebasan. Pada tanggal 22 Januari, kelompok pertempuran tempat batalion Liebisch bergabung melakukan kontak dengan unsur-unsur Divisi Brandenburg setelah menerobos pertahanan Rusia. Hal ini hanya memberikan sedikit bantuan, karena orang-orang yang selamat dari kelompok tempur tersebut mengetahui bahwa pasukan Soviet sudah berada di sebelah barat Sieradz, yang berarti mereka akan menghadapi pertempuran yang lebih sengit sebelum mereka mencapai garis Sungai Oder. Meskipun banyak unit kantong Nehring kini melakukan kontak dengan korps von Saucken, lebih banyak pasukan yang mencoba melarikan diri masih tersebar dan terputus. Sekitar 65 kilometer sebelah timur Sieradz, kelompok tempur yang terperangkap yang terdiri dari sebagian Korps Angkatan Darat ke-XLII bertempur mati-matian dengan pasukan eselon dua dari Tentara Pengawal ke-3 di sekitar kota Petrikau (Piotrkow). Kelompok tempur ini akhirnya dapat dihancurkan, dan beberapa orang ditawan. Sebagian besar tentara Jerman tewas, termasuk Jenderal Recknagel, komandan korps. Di sekitar Katowice, tentara Jerman masih bertahan di utara dan timur kota. Membentang hingga batasnya, Divisi Infanteri ke-304 pimpinan Mayjen Ernst Seiler mempertahankan wilayah utara Gleiwitz dari serangan Korps Tank Pengawal ke-31. Seiler baru saja mengambil alih komando divisi tersebut setelah komandan sebelumnya, Brigadir Jenderal Ulrich Liss, telah terluka dan ditawan sehari sebelumnya. Di sisi kiri Seiler, Divisi Jäger ke-100 pimpinan Kolonel Hans Kreppel menahan pasukan Korps Kavaleri Pengawal ke-1 sekitar enam kilometer sebelah timur Oder. Pasukan Konev mencapai Oder pada tanggal 23, dan pasukan zeni serta unit penyerang Soviet segera mulai bekerja. Pasukan zeni Korps Mekanis Pengawal ke-6 Pushkarov menyeberangi sungai diikuti oleh beberapa pasukan senapan bermotor dan membangun pijakan kecil sekitar 50 kilometer barat laut Breslau. Di sektor Tentara Pengawal ke-5, Korps Senapan Pengawal ke-32 Rodmistev mengirim pasukan penyerang menyeberangi sungai di sekitar Ohlau (Olawa) dan Brieg (Brzeg) antara 25-35 kilometer tenggara kota. Dalam banyak kasus, tentara Jerman tetap tidak menyadari penyeberangan ini, sehingga tentara Soviet dapat menentukan titik awal untuk operasi di masa depan. 

DILEMA KONEV

Selama dua hari berikutnya pertempuran di sekitar Katowicz semakin intensif. Korps Kavaleri Pengawal ke-1 berhasil merebut Gleiwitz dari Divisi Infanteri ke-30 dan Divisi Panzer ke-20, dan Korps Senapan ke-118 maju ke pinggiran barat Katowice sendiri. Di tenggara kota, Angkatan Darat ke-60 Kurochkin menekan keras Divisi Infanteri ke-371 pimpinan Niehoff dan Divisi Infanteri ke-359 pimpinan Arndt’s, yang mempertahankan posisi di depan kota Oswiecim di Polandia, yang oleh orang Jerman dikenal sebagai Auschwitz. Pijakan di seberang Oder kemudian diperkuat, dan perbekalan mulai diangkut melintasi sungai untuk mengantisipasi serangan terhadap Breslau. 4th Tank Army Leliushenko sudah bergerak ke arah barat di utara kota dan maju ke Steinau, yang hanya dipertahankan oleh satu batalion Volkssturm dan beberapa kelompok tempur ad hoc. Di sebelah utara kantong terapung melanjutkan pelariannya ke arah barat. Melewati konsentrasi tentara Soviet di sekitar Ostrova, unit-unit kantong tersebut mampu menghancurkan beberapa konvoi pasokan Soviet saat mereka berjuang menuju Oder. Saat ini pasukan Nehring telah bergerak mendahului Korps Panzer GD pimpinan von Saucken, yang sedang melakukan pertahanan barisan belakang yang kuat. Kedua kelompok berharap bisa mencapai Oder dekat Glogau. Pada tanggal 26, pasukan Konev telah menduduki tepi timur Sungai Oder di wilayah 20 kilometer utara Steinau hingga Kossel (Kozle), sekitar 90 kilometer selatan Breslau. Satu-satunya pengecualian adalah pijakan Jerman di timur dan timur laut Breslau, yang diduduki oleh Divisi Infanteri ke-269 dan kelompok tempur campuran yang menghadapi Korps Senapan ke-73 Martirosian.3rd Guards Tank Army Rybalko telah mendesak pasukan Jerman di sebelah barat Katowice lebih jauh ke selatan, mengancam setidaknya tiga korps Angkatan Darat ke-17 dengan pengepungan. Anehnya, hal ini menimbulkan dilema bagi Konev. Tujuan utamanya adalah untuk mengambil alih kawasan industri Silesia secara utuh. Pertahanan Jerman yang berkepanjangan di wilayah tersebut akan merugikan Front Ukraina ke-1 dan kemungkinan besar akan menghancurkan sebagian besar pusat industri di wilayah tersebut, yang memiliki panjang 110 kilometer dan lebar 70 kilometer. “Saya akui saya sedang mengalami konflik batin,” tulisnya dalam memoarnya. “Beberapa hari sebelumnya… Saya telah mengeluarkan perintah untuk mengepung.” Peluang untuk menghancurkan kurang lebih 100.000 pasukan musuh memang sangat menggiurkan. Namun, pertarungan jarak dekat dari rumah ke rumah akan menimbulkan korban jiwa yang menakutkan. Dengan berakhirnya perang, kerugian yang dialami akan menjadi beban berat bagi komandan mana pun. “Sebagai hasil dari perenungan saya, saya akhirnya memutuskan untuk tidak mengepung tentara Nazi, tetapi meninggalkan koridor bebas untuk keluarnya mereka dari wilayah Silesia dan menghabisi mereka nanti, ketika mereka keluar ke medan perang,” tulisnya. 

Para tahanan kamp konsentrasi Auschwitz yang selamat dan dibebaskan dibawa keluar dari kamp. (Sumber: https://en.topwar.ru/66652-vislo-oderskaya-operaciya-chast-2.html)
Selama mengejar tentara Jerman yang mundur, tentara Soviet menyeberangi Sungai Oder melalui jembatan ponton. Pada tanggal 26 Januari 1945, Tentara Merah telah mendudukin garis di timur Oder, dan dalam beberapa minggu, serangan terakhir ke Berlin akan dimulai. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)
Tentara Soviet mendirikan garis batas antara Polandia dan Jerman di jembatan di atas Oder. (Sumber: https://en.topwar.ru/66652-vislo-oderskaya-operaciya-chast-2.html)

Untuk melaksanakan rencana tersebut, Konev memerintahkan Rybalko untuk berhenti bergerak ke selatan dan berbelok 90 derajat lagi untuk maju ke Ratibor (Raciborz). Ia juga memerintahkan Angkatan Darat ke-59 dan ke-60 untuk meningkatkan tekanan terhadap tentara Jerman di wilayah Katowice. Pada tanggal 27 Januari, Divisi Senapan ke-100 pimpinan Kolonel Fedor Krasavin, Divisi Senapan ke-322 pimpinan Mayjen Petr Zubov, Divisi Senapan ke-286 pimpinan Mayjen Mikhail Grishin, dan Divisi Senapan ke-107 pimpinan Kolonel Vasilii Petrenko bertempur menuju Oswiecim. Ketika tentara Jerman mundur, pasukan Soviet tiba di kompleks kamp kematian Auschwitz-Birkenau. Selama bulan-bulan sebelumnya, Jerman telah berusaha membunuhi sebanyak mungkin yang ada di dalam kamp dan telah mengevakuasi sebagian besar tahanan kamp, tetapi masih ada sekitar 9.000 orang yang tersisa di fasilitas tersebut. Penemuan ini tidak menarik banyak perhatian pada saat itu. Kamp konsentrasi Majdanek telah dibebaskan pada tanggal 23 Juli, ketika tentara Rusia merebut Lublin, sehingga keberadaan kamp tersebut sudah diketahui. Surat kabar Barat telah menerbitkan foto-foto kamp tersebut, dan mereka terlalu sibuk mengikuti kejadian di Front Barat sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk melaporkan mengenai kamp Auschwitz. Besarnya kejahatan yang dilakukan di Auschwitz baru diketahui kemudian. Konev menerima laporan tentang kamp tersebut, tetapi dia tidak mengunjungi tempat kejadian. “Bukannya saya tidak ingin melihat kamp kematian itu dengan mata kepala sendiri,” tulisnya. “Saya hanya memutuskan untuk tidak melihatnya. Operasi tempur sedang berjalan lancar, dan untuk memimpin mereka adalah suatu ketegangan sehingga saya tidak dapat menemukan waktu atau pembenaran untuk membiarkan diri saya dalam emosi. Selama perang aku bukan milik diriku sendiri.” Hari-hari terakhir bulan Januari membuktikan Konev benar dalam menghentikan perjalanan Rybalko ke selatan. Pasukan Jerman di wilayah Katowice mundur melalui koridor yang dibiarkan terbuka bagi mereka, dan Angkatan Darat ke-59 dan ke-60 merebut sebagian besar kawasan industri di timur Oder secara utuh. Korps Senapan ke-73 Martirosian telah mendesak tentara Jerman keluar dari pijakan mereka di timur Breslau, dan seluruh tepi timur sungai kini berada di sektor Front Ukraina ke-1. Di utara, elemen depan kantong Nehring akhirnya mencapai tempat aman di dekat Glogau. Selama serangan terakhir ke Oder, jenderal Block terbunuh pada tanggal 26, menjadikannya komandan korps kedua di Pasukan Panzer ke-4 yang menjadi korban sejak serangan Soviet dimulai. 

HARGA YANG HARUS DIBAYAR

Ketika semakin banyak unit yang melintasi Oder, Nehring menerima perintah untuk menyerang ke selatan di sepanjang tepi barat. Von Saucken juga diperintahkan untuk menyerang ke selatan di sepanjang tepi timur sungai dan menyerang tentara Soviet yang sedang mengkonsolidasikan posisi mereka di daerah tersebut. Karena kekurangan panzer dan personel, perintah itu mustahil dipenuhi. Meskipun kedua jenderal tersebut menurutinya, kekuatan Rusia terlalu sulit untuk diatasi. Pada tanggal 2 Februari, sisa-sisa Korps Panzer GD dapat menyeberangi Oder melalui jembatan ponton yang dibangun oleh pasukan Nehring dan bergabung dengan rekan-rekan mereka di tepi barat. Pada hari yang sama, pasukan Soviet menyatakan operasi Vistula-Oder telah selesai. Masih ada kantong-kantong pasukan Jerman yang terjebak di sisi timur Oder, namun mereka segera dibersihkan. Meski masih melawan sisa-sisa Jerman di selatan kawasan industri Silesia, Konev telah mencapai tujuan utamanya. Pasukannya telah maju hingga 600 kilometer dalam kurun waktu 21 hari, menghancurkan Pasukan Panzer ke-4 dan sebagian besar Angkatan Darat ke-17, dan pasukannya kini bergerak untuk mengepung Breslau. Dia juga telah menyelamatkan sebagian besar infrastruktur industri di Silesia timur dari kehancuran. Jerman telah kehilangan puluhan ribu orang tewas dan terluka. Beberapa divisi telah dihancurkan dan tidak akan pernah dibangun kembali, sementara divisi lainnya dikurangi kekuatannya menjadi setara batalion yang diperkuat. Liebisch menyatakan bahwa batalion-batalion Divisi Panzer ke-17 miliknya telah dikurangi kekuatannya menjadi sekitar sepertiga dari kekuatan aslinya. Kelayakan tempur Divisi Panzer ke-16 dan ke-17 dinilai rendah setelah operasi akhirnya selesai. Kerugian Konev berjumlah 26.219 tewas dan 89.567 sakit dan luka-luka. Rata-rata kerugian hariannya adalah 5.034 tentara. Front Ukraina ke-1 telah kehilangan sekitar 10 persen dari total kekuatan mereka, namun banyak dari kerugian tersebut dapat digantikan. Dengan berakhirnya operasi Vistula-Oder, tentara Soviet berada dalam jarak 70 km dari Berlin. Kemudian terjadi perdebatan setelah perang apakah gerak maju tentara Soviet harus dilanjutkan atau diakhiri saat itu juga. Namun, bagi orang-orang Jerman, dan bagi Hitler yang gila dan marah, akhir dari segalanya sudah dekat. Selama tiga minggu Serangan Vistula-Oder, Jerman telah kehilangan 295.000 tentara tewas dan 147.000 ditangkap, serta ribuan tank, artileri, dan senapan mesin hilang. Di antara rampasan yang direbut oleh tentara Merah adalah lebih dari 5 ribu meriam dan mortir, lebih dari 300 tank, lebih dari 200 pesawat dan sejumlah besar senjata dan peralatan lainnya. Sementara itu dari sudut pandang militer Soviet, bala bantuan, perbekalan, dan peralatan harus disediakan untuk tentara Rusia di Oder sebelum mereka siap menyerang lagi. Ada juga pasukan Jerman di Hongaria, Prusia Timur, Polandia utara, dan di pantai Baltik yang harus diatasi. Meskipun perang belum berakhir, akhir dari Third Reich tinggal tiga bulan lagi.

Dalam foto yang diambil pada bulan Februari 1945 ini, kumpulan kendaraan lapis baja Jerman bergerak maju di sepanjang jalan bersalju untuk melakukan serangan balik terhadap pasukan Merah Soviet yang bergerak maju. Pada titik ini, Tentara Merah sudah mendekati Sungai Oder, dan tentara Jerman kesulitan mempertahankan pertahanan yang efektif. (Sumber: https://warfarehistorynetwork.com/article/konev-strikes/)
Delegasi perwira Jerman datang untuk merundingkan penyerahan Festung Breslau. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Vistula%E2%80%93Oder_offensive)

KONEV SELEPAS PERANG

Setelah perang, Uni Soviet menunjuk Konev sebagai kepala pasukan pendudukan Soviet di Jerman Timur dan juga Komisaris Tinggi Sekutu untuk Austria. Pada tahun 1946 ia menjadi Panglima Angkatan Darat Soviet dan Wakil Menteri Pertahanan Pertama Uni Soviet, menggantikan Zhukov. Dia memegang jabatan ini hingga tahun 1950, ketika dia diangkat menjadi komandan Distrik Militer Carpathian. Dia memegang jabatan ini sampai tahun 1960, ketika dia pensiun dari dinas aktif. Namun, pada tahun 1961–1962, ia dipanggil kembali dan kembali menjadi komandan pasukan Soviet di Jerman Timur, di mana ia memerintahkan penutupan Berlin Barat hingga Berlin Timur selama pembangunan Tembok Berlin. Ia kemudian diangkat ke jabatan seremonial Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan. Setelah Musim Semi Praha, Konev memimpin delegasi yang mengunjungi Cekoslowakia pada Mei 1968 untuk merayakan ulang tahun kemenangan Soviet selama Perang Dunia II. Setelah kematian Stalin, Konev kembali menjadi terkenal. Ia menjadi sekutu penting pemimpin partai baru Nikita Khrushchev, dan dipercaya untuk mengadili kepala polisi pro Stalin, Lavrenty Beria pada tahun 1953. Ia kembali diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Pertama dan komandan pasukan darat Soviet, jabatan yang dipegangnya hingga tahun 1956. ketika ia diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Pakta Warsawa. Tak lama setelah pengangkatannya, dia memimpin penindasan Revolusi Hongaria. Konev meninggal pada tanggal 21 Mei 1973 pada usia 75 tahun di Moskow. Setelah dikremasi, abunya ditempatkan di Pemakaman Tembok Kremlin bersama para tokoh terhebat Uni Soviet, dimana makamnya masih dapat dikunjungi hingga saat ini.

Ivan Konev (barisan depan, nomor 1 dari kiri) di Parade Kemenangan, 24 Juni 1945. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ivan_Konev)
Tank-tank T-54 Soviet pimpinan Konev di Budapest selama penindasan Revolusi Hongaria, tahun 1956. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ivan_Konev)

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Konev Strikes By Pat Mctaggart

Konev Strikes

Vistula-Oder Offensive: The Offensive That Brought The Soviets To 70km From Berlin By Colin Fraser

https://www.warhistoryonline.com/featured/vistula-oder-offensive.html

Vistula-Oder operation. Part of 2; January 14 2015

https://en.topwar.ru/66652-vislo-oderskaya-operaciya-chast-2.html

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Vistula%E2%80%93Oder_offensive

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ivan_Konev

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *