Kapal Selam Serang Konvensional Kelas Oberon, andalan Inggris, Kanada dan Australia saat Perang Dingin.

Kelas Oberon adalah kelas kapal selam yang dirancang oleh Inggris dan memiliki populasi hingga 27 unit (cukup banyak untuk ukuran kelas kapal selam) yang dioperasikan oleh lima negara yang berbeda. Oberon dirancang sebagai kelanjutan langsung dari kelas Porpoise: dengan dimensi fisik yang sama, tetapi menggunakan bahan yang lebih kuat dalam konstruksi lambungnya, dan dipasang peralatan telah yang diperbarui. Kapal selam ini dibangun antara tahun 1957 dan 1978 oleh empat galangan kapal: Cammel Laird (4), Chatham Dockyard (6), Perusahaan Pembuatan Kapal dan Teknik Scotts (11) dan Vickers-Armstrongs (6). Tiga belas unit kapal selam dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris, enam oleh Angkatan Laut Australia, tiga oleh Angkatan Laut Brasil, tiga oleh Komando Angkatan Laut Kerajaan Kanada/Angkatan Laut Kanada (ditambah dua kapal eks Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang kemudian diperoleh untuk peran non-tempur), dan dua oleh Angkatan Laut Chili.

Oberon class submarines Hyatt and O’Brien docked together with the rented by the chilean navy submarine Simpson. (Sumber: https://commons.wikimedia.org/)

Oberon beroperasi selama masa-masa puncak Perang Dingin, dengan tugas-tugas termasuk pengawasan, pelacakan kapal dan kapal selam lainnya, pengiriman dan pengambilan personil pasukan khusus, dan berfungsi sebagai kapal target untuk pelatihan anti-kapal selam. Didesain khusus untuk beroperasi senyap, Oberon Class termasuk di antara kapal selam operasional paling senyap di dunia, termasuk dibanding kapal selam bertenaga nuklir pada masanya. Kapal selam kelas Oberon beroperasi hingga tahun 2000. Pada 2015, delapan kapal selam dilestarikan sebagai kapal museum, tiga lainnya dilestarikan sebagian (dengan beberapa bagian eksterior kapal selam dipajang), dan satu kepemilikan pribadi yang menunggu proses konversi untuk ditampilkan. Sisanya telah dijual untuk dibesituakan, termasuk satu kapal yang telah dimuseumkan sebelumnya.

Desain dan Konstruksi

Kelas Oberon yang memiliki panjang 295,2 kaki (90,0 m), lebar 26,5 kaki (8,07 meter) dan tinggi 18 kaki (5,48 meter) didasarkan pada desain kelas kapal selam Porpoise (dibuat 8 unit) sebelumnya, yang mana beroperasi dari tahun 1956 hingga 1988. Perubahan dari desain Porpoise terutama untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan bersembunyi kapal selam. Alih-alih menggunakan baja UXW, lambung kapal dibuat dari baja QT28, yang lebih mudah dibuat dan lebih kuat, memungkinkan kapal selam untuk menyelam lebih dalam. Plastik yang diperkuat kaca digunakan dalam konstruksi pembungkus badannya. Sistem elektronik, sonar, dan radar juga ditingkatkan ke standar terbaru. Kapal selam itu dilengkapi dengan radar pencarian dan navigasi permukaan tipe 1002, sonar serangan pasif-aktif tipe 186 dan 187, serta sonar pasif jarak jauh tipe 2007. Sesuai dengan rancangannya kelas Oberon memiliki bobot bersih 1,610 ton dan bisa menjadi 2.000 ton saat membawa beban penuh.

Kapal selam kelas Porpoise, pendahulu kelas Oberon. (Sumber: https://weaponsandwarfare.com/)
Detail kapal selam serang kelas Oberon (Sumber: Pinterest)

Oberon dibangun di berbagai galangan kapal di Inggris: enam kapal selam untuk Australia dan dua kapal selam untuk Chile oleh Scotts Shipbuilding and Engineering Company (yang terakhir dibangun setelah merger dengan Scott Lithgow); tiga kapal selam Brasil dibuat oleh Vickers-Armstrongs; dan tiga kapal selam Kanada dibuat di Chatham Dockyard. Sementara konstruksi kapal selam Inggris dibagi di antara empat galangan kapal: tiga yang disebutkan di atas dan di Cammell Laird. Pada saat kemunculannya, kelas Oberon dianggap sebagai salah satu kapal selam diesel-listrik paling senyap yang pernah dibuat. Kapal ini bisa mencapai kecepatan 12 knot ketika berlayar di permukaan dan 17 knot saat menyelam. Karena termasuk tipe kapal selam diesel, kapal-kapal tipe ini diharuskan muncul ke permukaan setelah periode waktu tertentu untuk mengisi ulang baterai dan mengeluarkan gas CO2 yang berbahaya. Di atas kapal umumnya, terdapat 68 kru, termasuk enam perwira.

Sistem propulsi

Kapal selam Kelas Oberon menggunakan tenaga diesel-listrik dengan baterai timbal-asam untuk memberikan daya ketika mesin tidak dapat digunakan. Setiap kapal memiliki dua mesin diesel V-16 model Admiralty (ASR1 16VMS) yang masing-masing menggerakkan satu generator 1280-kW 880-V. Ini dapat memberikan daya langsung ke dua motor listrik berkekuatan 2000-BHP, satu terhubung langsung ke masing-masing baling-baling, atau untuk mengisi baterai. Mesin diesel hanya dapat dioperasikan dengan ventilasi eksternal, tetapi ini dapat diperoleh baik saat di permukaan atau ketika menyelam dangkal dengan menggunakan dua snorkeling yang dapat dinaikkan dari sirip. Satu snorkeling membawa udara segar baru ke dalam kapal, sementara yang lain mengeluarkan asap knalpot dari mesin. Sistem ventilasi dirancang agar udara segar menyebar melalui kapal. Generator didinginkan oleh kipas internal pada poros yang mengalirkan udara melalui filter dan pembuang panas berpendingin air di dalam casing. Sebuah grill memungkinkan pemerataan tekanan di dalam dan luar. Generator memiliki satu bantalan tumpuan yang disuplai dengan minyak dari pasokan pelumasan mesin diesel dan dilengkapi dengan pemanas internal untuk mencegah kondensasi saat tidak digunakan.

Ruang Mesin kapal selam kelas Oberon, HMAS Ovens. (Sumber: https://www.cnet.com/)

Kapal selam ini memiliki dua baterai, masing-masing terdiri dari 224 sel 2V (tipe D7420) yang menghasilkan output sekitar 440-V. Satu baterai terletak di bawah kompartemen akomodasi kru, dan yang lainnya di bawah kompartemen kontrol. Setiap baterai memiliki sirkuit saklar di tengah sehingga dapat dibagi menjadi dua bagian dengan 112 sel. Sel-sel dirancang untuk memberikan daya 7420 Ah selama 5 jam. Semua baja di dalam kompartemen baterai dilapisi dengan karet untuk melindungi logam dari serangan zat asam, dan juga semua bahan penghantar diisolasi untuk mencegah risiko sengatan listrik. Kayu yang dilapisi lilin digunakan untuk membuat kerangka dan jalur merangkak untuk mengakses area baterai dan mendukungnya karena relatif tahan terhadap asam. Kompartemen baterai memiliki tempat untuk menampung cairan yang tumpah. Setiap sel memiliki berat 1,120 lb, berukuran sekitar 4 kaki kali 16 in kali 12 in, dan mengandung 18,5 galon elektrolit. Sel-sel dipasang erat di tempatnya dengan dudukan kayu untuk mencegah gerakan didalam kapal. Setiap sel memiliki empat baut konektor untuk masing-masing elektroda dan pipa agitator yang mengeluarkan gelembung udara melalui sel untuk memastikan elektrolit tetap tercampur dan selalu sama kondisinya. Air pendingin dimasukkan melalui pipa yang terpasang pada konektor elektroda untuk mencegah panas berlebih dan suhu baterai tetap terjaga.

Ruang Juru mesin HMAS Ovens (Sumber: https://www.cnet.com/)

Dalam pengoperasiannya, setiap baterai terisi daya hingga tegangan mencapai 560 V, lalu dibiarkan mengisi daya beberapa jam lagi. Setiap dua minggu, seharusnya dibolehkan mengisi 5 jam setelah mencapai 560 V untuk memastikan setiap cell mencapai daya maksimumnya. Setiap dua bulan, baterai harus di-charge delapan jam untuk memastikan semua sel telah mencapai kemampuan maksimum. Dalam keadaan darurat, arus pengisian dapat dinaikkan menjadi 2000 A. Untuk mempertahankan kapasitas keseluruhan, baterai harus benar-benar habis selama 5 jam setiap empat bulan sekali dan kemudian diisi ulang kembali sepenuhnya. Kompartemen baterai disegel untuk mencegah gas keluar ke kapal selam, atau air garam yang masuk ke dalam baterai akan menyebabkan pelepasan gas klorin beracun. Kipas ventilasi digunakan untuk mengekstraksi hidrogen yang dilepaskan oleh sel dan catalytic converter ditempatkan secara strategis melalui kapal selam yang menghilangkan hidrogen dari udara dengan menggabungkannya kembali dengan oksigen untuk membentuk air. Masing-masing dari dua baling-baling pada kapal selam dihubungkan ke motor listrik 3000-BHP DC.

Persenjataan dan Sistem Sensor

Kapal selam kelas Oberon awalnya dipersenjatai dengan delapan tabung torpedo 21 inci (533,4 mm): enam tabung ditempatkan di haluan, dan dua tabung yang lebih pendek untuk pertahanan anti-kapal selam ditempatkan di buritan. Kapal selam itu biasanya membawa muatan 20 torpedo untuk tabung depan; yang terdiri dari campuran tipe Mark 24 Tigerfish dan tipe Mark 8 torpedo, sementara hanya dua torpedo dimuat untuk tabung di buritan. Ranjau laut dapat dibawa menggantikan torpedo, dimana muatan torpedo akan diganti hingga 50 buah ranjau Mark 5 Stonefish atau Mark 6 Sea Urchin. Tabung torpedo depan dibangun dalam dua bagian yang disatukan bersama di sekat di ujung depan kompartemen torpedo. Bagian dalam tabung yang 116-in panjangnya dibuat dari baja gulung 0,5-in dilengkapi dengan flensa dilas dan braket penopang. Bagian luar dibuat dari tabung yang sama namun memiliki panjang 175-in tetapi dengan ketebalan 1,125 inci diperkuat di belakang sekat utama. Pintu internal terletak pada satu sisi dengan dua mekanisme penguncian. Ujung terluar tabung ditutup dengan penutup berbentuk kubah untuk menjaga bentuk tetap streamline Diameter internal tabung adalah 22,5 in, lebih lebar dari torpedo yang dirancang agak longgar di dalam tabung. Torpedo dapat ditembakkan dengan tenaga listrik atau dengan udara yang terkompresi. Sementara itu tabung torpedo belakang melewati tangki pemberat di bagian belakang kapal selam. Secara keseluruhan tabung torpedo belakang relatif pendek dengan panjang 12 kaki, tetapi berdiameter 25-in. Dengan persenjataan yang cukup lumayan ini, kapal selam tipe ini dapat mendatangkan malapetaka pada armada perkapalan musuh dan kapal permukaan lainnya dengan tetap memegang inisiatif untuk menyerang kapal-kapal perang musuh. Berikut adalah beberapa tipe persenjataan yang dapat dibawa oleh kapal selam kelas Oberon.

Periskop kapal selam kelas Oberon (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)
Konsol penembakan torpedo HCMS Onondaga milik AL Kanada. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Mark VIII Torpedo

Mark VIII dirancang sekitar tahun 1925 dan merupakan torpedo desain burner-cycle Inggris pertama. Torpedo ini mulai digunakan sejak tahun 1927 pada kapal selam kelas O dan seterusnya dan kapal motor torpedo. Versi utama pada Perang Dunia II adalah Mark VIII ** yang ditingkatkan. Sekitar 3.732 torpedo tipe ini telah ditembakkan hingga September 1944 (56,4% dari jumlah total produksi). Torpedo ini masih beroperasi dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggris meskipun dalam peran terbatas, dan dengan Angkatan Laut Norwegia (Artileri Pesisir: Baterai torpedo Kaholmen di Benteng Oscarsborg) hingga tahun 1993. Dengan peledak Torpex seberat 805 lb (365 kg), torpedo ini memilki jangkauan maksimum 7,000 yards (6,400 m) dengan kecepatan 41 knots. Torpedo ini tercatat menenggelamkan kapal penjelajah ringan ARA General Belgrano milik Argentina pada Perang Malvinas, 2 Mei 1982.

Mark VIII Torpedo (Sumber: https://wiki.warthunder.com/)

Mark 24 Tigerfish Torpedo

Mark 24 Tigerfish adalah torpedo berpendeteksi akustik kelas berat yang digunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris (RN) selama tahun 1980-an dan 90-an. Konsepnya mulai muncul pada pertengahan 1950-an, dan secara resmi mulai dikerjakan pada tahun 1959 dengan uji coba target dilakukan pada tahun 1969. Proses pengembangan yang panjang menyebabkan persyaratan kemampuannya yang dikurangi, termasuk penghapusan kemampuan anti-kapal permukaan. Contoh prototipe “Tigerfish” pertama dikirimkan pada tahun 1967. Tigerfish dilengkapi dengan sonar aktif dan pasif dan dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui kabel tipis yang menghubungkannya ke kapal selam peluncuran. Sistem ini memungkinkan torpedo diluncurkan seketika saat target terdeteksi pertama kali dari jarak jauh. Sementara dalam perjalanan menuju target, data target dan kecepatan dapat diperbarui lewat sensor yang superior dari kapal selam dan mentransmisikan ‘down-the-wire’. Torpedo juga dapat dipindahkan menuju ke target lain atau dibatalkan penembakannya. Biasanya, torpedo yang dipandu pada awalnya berjalan pada kecepatan rendah untuk memaksimalkan jangkauan mereka dan untuk meminimalkan kebisingan yang dihasilkan sendiri ketika menuju target dan mempercepat kecepatannya saat mendekati target. Torpedo ini memiliki bobot 1,550 kg (3,417 lb), panjang 6.5 m (21 ft), dan diameter 533 mm (21 in). Jangkauan maksimumnya adalah 39 km (21 nmi) pada kecepatan rendah dan 13 km (7 nmi) pada kecepatan tinggi.

Torpedo Mark 24 Tigerfish (Sumber: https://www.wikiwand.com/)

Mark 48 Torpedo

Mark 48 dan varian Advanced Capabilitynya (ADCAP) adalah torpedo kapal selam kelas berat Amerika. Torpedo ini dirancang untuk menenggelamkan kapal selam bertenaga nuklir yang menyelam dalam-dalam dan kapal permukaan canggih. Beroperasi sejak 1972, torpedo ini menggantikan torpedo Mk-37 dan Mk-14 sebagai senjata utama kapal selam Angkatan Laut AS. Dengan masuknya kapal selam baru kelas-Alfa milik Soviet pada tahun 1977, keputusan dibuat untuk mempercepat program ADCAP, yang akan membawa modifikasi signifikan pada torpedo. Tes dijalankan untuk memastikan bahwa senjata dapat mengikuti perkembangan jaman dan senjata ini dimodifikasi dengan sensor akustik dan elektronik yang ditingkatkan. Versi baru senjata torpedo ini dikenal sebagai Mk-48 Mod 4. Mk-48 memiliki bobot 3,434 lb (1,558 kg) untuk varian awalnya dan 3,695 lb (1,676 kg) untuk versi ADCAP, dengan panjang 19 ft (5.8 m) dan diameter 21 in (530 mm). Jangkauan torpedo ini adalah 38 km (24 mi; 21 nmi) pada kecepatan 55 kn (102 km / jam; 63 mph) atau 50 km (31 mi; 27 nmi) pada kecepatan 40 kn (74 km / jam; 46 mph) (diperkirakan), dimana secara resmi jarak minimalnya “lebih besar” dari 5 mil (8,0 km).

Torpedo Mk.48 ADCAP (Sumber: http://www.seaforces.org/)

Ranjau Mark 5 Stonefish

Ranjau Stonefish diproduksi oleh perusahaan pertahanan Inggris (BAE Systems). Ada dua ukuran hulu ledak Stonefish yang tersedia, yakni 100 kilogram (220 lb) dan 300 kilogram (660 lb). Namun, kekuatan destruktif dari ranjau Stonefish dapat disesuaikan dengan menggabungkan beberapa hulu ledak menjadi satu dalam kombinasi yang berbeda. Dengan cara ini, ranjau Stonefish dapat memiliki hulu ledak yang beratnya 100, 200, 300, 400, 500 atau 600 kg. Kemampuan untuk mengubah ukuran hulu ledak memungkinkan Stonefish untuk dikerahkan melawan target kecil di perairan pantai yang dangkal atau terhadap target besar di laut dalam. Kedalaman operasi Stonefish berkisar antara 30 dan 200 meter (98 dan 656 kaki). Umur penyimpanannya adalah 20 tahun, dan memiliki masa operasional 700 hari setelah dipasang di dasar laut.

Ranjau Mark 5 (Sumber: http://www.navweaps.com/)

UGM-84 Harpoon

Harpoon adalah tipe rudal anti-kapal segala-cuaca jarak jauh yang dikembangkan dan diproduksi oleh McDonnell Douglas (sekarang Boeing Defense, Space & Security). UGM-84, merupakan versi Harpoon yang dapat ditembakkan dari kapal selam dilengkapi dengan pendorong roket berbahan bakar padat dan dikemas dalam wadah untuk memungkinkan peluncuran dari bawah air melalui tabung torpedo. Bobot tipe ini adalah 1.523 lb (691 kg) dengan booster. Rudal berbobot 488 pound (221 kg) ini memiliki panjang 15 kaki (4,6 m), lebar 13,5 in (34 cm), sehingga dapat ditembakkan dari tabung torpedo standar 21 inchi. UGM-84 Harpoon memiliki jangkauan 140 km (75 nmi) yang dapat terbang dengan kecepatan subsonik tinggi, sekitar 850 km / jam (460 knot, 240 m / s, atau 530 mph). UGM-84 Harpoon setidaknya melengkapi kapal selam kelas Oberon yang dioperasikan oleh Australia.

Rudal Harpoon (Sumber: https://www.cgstudio.com/)

Kelas Oberon dilengkapi berbagai perangkat sensor dengan kemampuan sebagai berikut:

  • Type 1002 Radar: Radar untuk Pencarian & Navigasi Permukaan dengan jangkauan maksimal sekitar: 37 km
  • Type 187- Hull Sonar: Sonar bersistem Active/Passive pada lambung kapal dengan jangkauan maksimal sekitar: 7.4 km
  • Type-186 Hull Sonar: Sonar Pasif pada lambung kapal Search dengan jangkauan maksimal sekitar: 7.4 km
  • UA-4 ESM RWR: Radar Warning Receiver dengan jangkauan maksimal sekitar: 222.2 km
  • Type 197 (DUUG 1 Mod) Acoustic Intercept (Active Sonar Warning) perangkat detektor pelacakan akustik dengan jangkauan maksimal sekitar: 27.8 km
  • General Acoustic Decoy: Perangkat Decoy bawah permukaan dengan jangkauan maksimal sekitar: 1.9 km.
Sonar Type 187 yang ada pada tonjolan di bagian depan kapal selam Kelas Oberon. (Sumber: http://www.seaforces.org/)

Dinas Operasional Inggris

Kelas Oberon dalam Royal Navy (RN) menjalankan peran sebagai kapal selam penyerang / patroli laut dalam sebagian besar masa dinasnya. Kapal selam kelas Oberon, HMS Onyx adalah satu-satunya kapal selam konvensional Royal Navy untuk berpartisipasi dalam Perang Falklands 1982 melawan Argentina. Dalam konflik ini, kapal itu digunakan untuk mengirimkan pasukan khusus ke daratan karena ukurannya yang relatif kompak jika dibandingkan dengan kapal selam Inggris lainnya yang bertenaga nuklir yang lebih besar saat itu. Perang, yang berakhir dengan kemenangan Inggris yang menentukan, dan mempertontonkan pentingnya angkatan laut yang kuat (dan logistik yang memadai) ketika ingin mampu menjangkau bagian-bagian dunia yang jauh – dan HMS Onyx tentu saja memainkan perannya sebagaimana dimaksud. Pada periode pasca perang, HMS Onyx menggunakan torpedonya untuk menenggelamkan HMS Sir Gallahad, kapal pendarat / logistik buatan tahun 1960-an yang rusak parah selama Perang Falklands, aksi ini menjadi tugas penting terakhir dari kapal ini. Onyx kemudian dikawal kembali ke Inggris dengan kecepatan 5 kn setelah menabrak ranjau yang tidak terdeteksi yang merusak dua tabung torpedo, dan menyebabkan torpedo Tigerfish terjebak di tabungnya, sehingga harus diperbaiki di Portsmouth. Untuk alasan anggaran pada akhir Perang Dingin, HMS Onyx dinonaktifkan dari dinas Angkatan Laut Kerajaan pada tahun 1991 dan mulai pensiun sebagai museum yang terpelihara di Birkenhead, Inggris sebelum dibeli untuk dipajang di The Submarine Heritage Centre at Barrow-in-Furness (Cumbria). Meskipun ada upaya tambahan yang dilakukan untuk melestarikannya lebih lanjut, kapal ini akhirnya diambil alih dari museum dan dibesituakan dan dihapus untuk meringankan biaya perawatan museum. Kelas Oberon dalam dinas AL Inggris kemudian digantikan oleh kelas Upholder ketika jumlah kapal Inggris mulai menyusut pada periode akhir Perang Dingin (keruntuhan Soviet kemudian meniadakan kebutuhan akan kekuatan militer yang besar dan banyak menghabiskan anggaran). Dengan demikian, fokus AL Inggris dibebankan pada tipe dan jumlah kapal yang lebih sedikit, meskipun jauh lebih kuat, dan ditenagai oleh nuklir daripada tipe kapal selam diesel-listrik yang banyak disukai oleh sebagian besar AL negara-negara Eropa.

Kapal selam HMS Onyx dari kelas Oberon turut dilibatkan dalam Perang Falkland tahun 1982. (Sumber: http://rnsubs.co.uk/)

Dinas Operasional Australia

KRI Pasopati. Keberadaan armada kapal selam kelas Whiskey yang dimiliki Indonesia turut mendorong Australia untuk mengaktifkan kembali satuan kapal selam nya. (Sumber: https://www.tripadvisor.co.id/)

Kelahiran kembali Satuan Kapal Selam Australia diawali dengan keputusan yang dibuat oleh Dewan Angkatan Laut, dimulai pada tahun 1963, dengan pembentukan satuan kapal selam untuk mengomandoi empat kapal selam kelas “Oberon” buatan Inggris. Satuan Kapal selam amat penting bagi AL Australia, dimana sebelum adanya kelas Oberon, AL Australia nyaris tidak memiliki armada kapal selam yang memadai, sementara tetangga utaranya, yakni Indonesia sempat mengoperasikan hampir selusin kapal selam kelas Whiskey buatan Soviet pada tahun 1960-an. Pesanan ditujukan kepada galangan kapal Scotts di Greenock dan setiap kapal hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga tahun untuk pembuatannya. Sesuai tradisi para pendahulu mereka sekitar empat puluh tahun sebelumnya, mereka dinamai untuk menghormati orang-orang yang melakukan eksplorasi awal benua Australia. Segera setelah lunas pertama dari empat kapal yang dipesan diletakkan, RAN mulai mengirim sukarelawan untuk mengikuti pelatihan kapal selam dengan Angkatan Laut Kerajaan Inggrid. Pengiriman personel ini terus dilakukan saat program pembangunan berjalan, dan ketika setiap kapal yang dibuat siap dioperasikan, hampir seluruhnya diawaki oleh perwira dan pelaut RAN.

Kapal selam HMAS OXLEY (Sumber: https://www.navy.gov.au/)

HMAS OXLEY, kapal selam pertama yang dibuat untuk RAN selama hampir empat puluh tahun, diluncurkan pada 24 September 1965 oleh Lady Downer, istri Sir Alex Downer, Komisaris Tinggi Australia di Inggris. Kapal ini resmi operasional pada tanggal 27 Maret 1967 dengan komandan Lieutenant Commander D.H. Lorrimer. Setelah meninggalkan Inggris pada tanggal 12 Juni, OXLEY mencapai Sydney pada tanggal 18 Agustus 1967, di mana ia ditambatkan di HMAS PLATYPUS, pangkalan kapal selam baru RAN yang mulai dioperasikan pada hari kedatangan OXLEY. Kapal ini adalah kapal selam RAN pertama yang melewati Terusan Panama. Nomor lambung asli OXLEY adalah S57 dan pada tahun 1969 diganti menjadi 57. HMAS OTWAY adalah kapal selam kedua kelas “Oberon” yang harus dikirimkan untuk RAN. OTWAY diluncurkan oleh Princess Marina, Duchess of Kent pada 29 November 1966 dan ditugaskan di Greenock pada 23 April 1968 dengan komandan, Lieutenant Commander G.R. Dalrymple RAN. Pada tanggal 23 Juli, OTWAY berangkat dari Portsmouth ke Australia dan tiba di Sydney pada tanggal 7 Oktober 1968. Nomor lambung OTWAY adalah 59.

HMAS Oxley melewati Sidney Opera House (Sumber: https://www.submarineinstitute.com/)

Pada 10 Januari 1969, OTWAY mengawal HMS TRUMP, dimana yang terakhir berasal dari Skuadron Kapal Selam ke-4 Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang berbasis di Australia, keluar dari Sydney Harbour dan berangkat ke Inggris. Kapal selam ketiga yang diselesaikan untuk RAN adalah HMAS OVENS. Dia diluncurkan pada 4 Desember 1967 oleh Lady Slim, istri Viscount Slim, mantan Gubernur Jenderal Australia. Ovens ditugaskan pada 15 April 1969 di bawah komando Lieutenant Commander B. Nobes RAN. OVENS meninggalkan Inggris pada 1 Agustus dan tiba di Sydney pada 17 Oktober 1969. OVENS adalah kapal selam RAN pertama yang bertugas dengan pasukan ANZUK di bawah Perjanjian Pertahanan Lima Negara di Timur Jauh pada tahun 1972. Nomor lambungnya adalah 70. Sementara itu 3 kapal lainnya, yakni HMAS ONSLOW, HMAS ORION, dan HMAS OTAMA masing-masing diluncurkan antara tahun 1968-1975.

Ruang Operasi HMAS Onslow. Pada dekade 1970an, kapal selam kelas Oberon Australia mendapat ugrade kemampuan yang signifikan. (Sumber: https://www.flickr.com/)

Pada awal 1970-an, menjadi jelas bahwa sensor, senjata dan sistem pengendalian penembakan dari kapal selam kelas Oberon telah usang dan tidak akan memenuhi persyaratan RAN sampai akhir masa dinas kapal selam itu. Sejumlah proyek kemudian dimulai untuk memperbarui kemampuan kapal selam ini – program keseluruhan dikenal sebagai Submarine Weapons Update Program (SWUP). Karena kurangnya pengembangan RN dan USN (Inggris dan Amerika sudah fokus pada desain kapal selam nuklir) di kapal selam konvensional, pemilihan, integrasi dan desain dilakukan sepenuhnya oleh RAN. Jantung dari SWUP adalah Sistem Kontrol Penembakan Kapal Selam digital (SFCS) yang dibuat oleh Singer Librascope. Peralatan lain yang termasuk dalam SWUP adalah CSU3-41 Attack Sonar, AN/BQG Pasif Ranging Sonar, WSN-2 Gyro Compass, Torpedo MK48 dan kemudian modifikasi untuk bisa menembakkan Rudal UGM-84 Encapsulated Harpoon. HMAS OXLEY menyelesaikan pembaharuan SWUP-nya pada 18 Desember 1979, OTWAY pada 30 April 1981, OVENS pada 12 Agustus 1982, ORION pada 12 Agustus 1983, ONSLOW pada 21 September 1984 dan OTAMA pada 12 September 1985. Pada tahun 1985, di lepas pulau Kauai di Hawaii, HMAS Oven menjadi kapal selam konvensional kedua di dunia — dan kelas Oberon pertama — yang menembakkan rudal Harpoon yang diluncurkan di bawah permukaan laut, berhasil mengenai sasaran di atas cakrawala. Dengan adanya penambahan kemampuan ini, kode untuk kapal selam Oberon Australia berubah dari SS ke SSG (G menunjuk pada kemampuan menembakkan rudal/Guided Misile).

Spesifikasi akhir HMAS Ovens setelah mendapatkan upgrade kemampuan pada dekade 1980-an. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Australian submarine HMAS Rankin (Hull 6) and U.S. Navy attack submarine USS Key West (SSN 722) prepare to join a multinational formation with other ships July 25, 2006, to commemorate the last day of exercise Rim of the Pacific 2006. Conducted in the waters off Hawaii, RIMPAC brings together military forces from Australia, Canada, Chile, Peru, Japan, the Republic of Korea, the United Kingdom and the United States. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist Seaman James R. Evans) (Released)

Dari awal yang sangat bergantung pada dukungan dari AL Inggris, Armada Kapal Selam Australia kemudian matang menjadi bagian yang sangat profesional dari Angkatan Laut Australia dengan memberikan tingkat pengabdian yang amat baik. Melalui pengalaman dan keinginan mandiri terhadap Inggris ini, ditambah dengan kesadaran bahwa “Oberon” yang menua harus diganti, kemudian keputusan dibuat untuk membangun enam kapal selam baru dengan memanfaatkan industri Australia, Pemerintah Australia kemudian memesan kapal selam baru pada Produsen kapal asal Swedia, Kockums pada tahun 1987. Setelah menempatkan pesanan ini, AL Australia secara berangsur menonaktifkan kapal selam kelas “Oberon”. HMAS OXLEY dinonaktifkan pada 13 Februari 1992, OTWAY pada 17 Februari 1994, OVENS pada 1 Desember 1995, ORION pada 4 Oktober 1996, ONSLOW pada 29 Maret 1999 dan OTAMA pada Desember 2000. Sementara itu Pangkalan kapal selam kelas Oberon di Sydney selama hampir 32 tahun, HMAS PLATYPUS dinonaktifkan pada 14 Mei 1999. Kapal selam buatan Kockums, yakni kelas Collins kini menjadi tulang punggung armada kapal selam RAN. Bekas kapal selam kelas Oberon milik Australia, kini dapat dilihat pada museum kapal selam yang ada di Western Australia Maritime Museum, Freemantle, Australia Barat, dimana disini disajikan ex kapal selam HMAS OVENS, yang dibuka untuk umum.

Museum kapal selam HMAS Ovens yang ada di Western Australia Maritime Museum, Freemantle, Australia Barat. (Sumber; dokumentasi pribadi)
Kamar untuk Crew pada HMAS Ovens (Sumber: dokumentasi pribadi)
Kamar Perwira pada HMAS Ovens (Sumber: dokumentasi pribadi)
Toilet pada HMAS Ovens (Sumber: dokumentasi pribadi)

Dinas Operasional Kanada

Mulai tahun 1957, Kanada mulai mencari opsi untuk membeli kapal selam untuk menggantikan Divisi pelatihan Kapal Selam ke-6 Angkatan Laut Kerajaan di Halifax, Nova Scotia. Sebuah proposal diajukan kepada Kepala Staf Kanada pada bulan November 1959 yang menegaskan perlunya satuan kapal selam Kanada dan untuk memasukkan proposal akuisisi kapal selam ke dalam rencana pembaruan armada pada akhir 1950-an. Kapal selam itu akan menjadi bagian dari upaya Kanada untuk memperbarui di armada kapal-kapalnya yang sudah usang. Pada tahun 1960 dua opsi diajukan kepada pemerintah Kanada, yang pertama menyarankan pembelian kapal selam kelas Barbel yang mahal dan yang kedua mengusulkan pembelian enam kapal selam kelas Oberon yang lebih murah sebagai bagian dari paket pembelian kapal yang nominalnya lebih besar. Pada bulan Maret 1962, Kabinet merekomendasikan pembelian tiga kapal selam kelas Oberon dan delapan fregat, dengan syarat bahwa biaya untuk memperoleh kapal selam dari Inggris akan diimbangi dengan pembelian perlengkapan militer Inggris di Kanada. Pada 11 April 1962, rencana pembelian diumumkan di House of Commons of Canada oleh Menteri Pertahanan Nasional, Douglas Harkness. Namun, pemerintah Konservatif menunda akuisisi Oberon karena lambatnya upaya Inggris untuk mengimbangi akuisisi tersebut. Pemerintah Konservatif dikalahkan pada tahun 1963 dan pemerintah Liberal yang menangguhkan semua proyek pengadaan pertahanan utama setelah mengambil alih kekuasaan.

3 kapal selam kelas Oberon milik Kanada. (Sumber: http://www.hazegray.org/)

Inggris, dalam upaya untuk membuat kontrak tetap berjalan, menawarkan lambung kapal Ocelot dan Opportune yang belum jadi, namun Kanada menolak tawaran itu. Akan tetapi, ketika HMS Onyx sudah hampir jadi, Kanada menerima tawaran itu. Harga akhir $ 40 juta untuk seluruh kontrak disepakati pada tahun 1963. Karena Onyx sudah dalam konstruksi, kapal selesai dengan spesifikasi Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Ketiga kapal pesanan Kanada menerima modifikasi dari desain Oberon asli, yang meliputi pembesaran snort de-icer, tipe senjata yang berbeda, unit pendingin yang lebih besar, sonar aktif, dan peralatan komunikasi yang berbeda. Lambung kedua dan ketiga dibangun sesuai spesifikasi Kanada, yang memindahkan dapur ke depan ruang kontrol untuk memberi ruang bagi peralatan sonar. Hal ini menyebabkan penghapusan tiga ranjang kru, sebuah masalah yang tidak pernah diperbaiki di kapal selam ini dan menyebabkan masalah akomodasi bagi kru.

Kapal selam Oberon Class milik Kanada di Halifax. (Sumber: http://www.hazegray.org/)

Kapal selam pertama dijadwalkan dikirim pada tahun 1965, dengan dua kapal selam berikutnya pada tahun 1967 dan 1968, masing-masing. Tiga kapal diberi nama Suku Pertama di Kanada; Onyx (beda dengan yang nantinya jadi HMS Onyx) diganti nama menjadi Ojibwa, Onondaga dan Okanagan. Mereka memasuki layanan pada tanggal 23 September 1965, 22 Juni 1967 dan 22 Juni 1968 masing-masing untuk menjalankan tugas sebagai kapal selam yang digunakan untuk melatih kapal permukaan dalam perang anti-kapal selam. Dua Oberon selanjutnya diperoleh tetapi tidak pernah ditugaskan ke Angkatan Laut Kanada. Pada tahun 1989, Olympus dibeli sebagai kapal pelatihan stasioner di Halifax, Nova Scotia. Pada tahun 1992 Osiris dibeli untuk dikanibalisasi suku cadangnya. Kapal selam ini tidak pernah berlayar dan tiba di Kanada dalam 22.050 kepingan pada tahun 1993.

Kapal selam kelas Oberon Kanada kemudian digantikan oleh kapal selam kelas Upholder/Victoria Class. (Sumber: http://gentleseas.blogspot.com/)

Pada akhir 1970-an, Oberon di dinas AL Kanada telah menjadi usang dan membutuhkan pembaruan (seperti pengalaman di Australia). Perencanaan dilakukan pada 1978 dan program disetujui pada Februari 1979. Dalam upaya untuk mengubah tugas kapal selam dari satuan pelatihan perang anti-kapal selam ke dinas garis depan, Komando Maritim mengembangkan program reparasi yang mencakup sonar baru, periskop, komunikasi dan sistem pengendalian penembakan. Mereka juga meningkatkan persenjataan mereka dengan pemasangan tabung torpedo yang mampu menembakkan torpedo Mk 48. Hal ini akan memungkinkan kapal selam ini untuk dikerahkan oleh NATO di Atlantik Utara untuk memantau kapal selam Soviet. Program Pembaruan Operasional Kapal Selam (SOUP) dikembangkan untuk menangani kemampuan operasional kapal selam bersama dengan Perjanjian Dukungan Logistik (LSA) untuk memperoleh lebih banyak suku cadang. Reparasi SOUP dilakukan selama masa reparasi paruh usia kapal selam. LSA diselesaikan pada tahun 1989, dengan akuisisi Olympus sebagai kapal pelatihan. Namun, LSA dianggap tidak mencukupi pada tahun 1992 dan pemerintah Kanada mengakuisisi Osiris untuk dikanibalisasi. Reparasi SOUP terdiri dari sistem pengendalian penembakan buatan AS yang baru, Singer Librascope Mark I digital, dan sonar mulai Sperry pasif menggantikan sonar jarak pendek Tipe 719. Sonar baru ditempatkan di atas casing lambung bertekanan. Sistem komunikasi dan navigasi baru juga dipasang. Kapal selam ini dilengkapi dengan tabung torpedo baru untuk Mk 48 torpedo; namun, torpedo nya sendiri dianggap sebagai program pengadaan terpisah, yang baru diselesaikan pada tahun 1985. Antara 1980 dan 1986, salah satu Oberon Kanada tidak dapat beroperasi karena menjalani reparasi. SOUP diselesaikan tepat waktu dan dengan anggaran sebesar $ 45 juta pada tahun 1986. SOUP mampu mempertahankan masa operasional Kapal selam Oberon Kanada hingga akhir 1990-an ketika mereka digantikan oleh kapal selam kelas Upholder buatan Inggris.

KARAKTERISTIK UMUM

Type: Attack/Patrol submarine

Displacement:

Surfaced: 2,030 t (2,000 long tons)

Submerged: 2,410 t (2,370 long tons)

Length: 295.2 ft (90.0 m)

Beam: 26.5 ft (8.1 m)

Draught: 18 ft (5.5 m)

Mesin:

  • 2 × 1,840 hp Admiralty Standard Range V16 diesels
  • 2 × 1,280 kW generators
  • 2 × 3,000 hp electric motors, diesel-electric
  • 2 shafts

Kecepatan:

  • Permukaan: 12 knots (22 km/h; 14 mph)
  • Menyelam 17 knots (31 km/h; 20 mph)

Jangkauan

10,350 nautical miles (19,170 km; 11,910 mi) at surface cruising speed

Test depth: 650 ft (200 m)

Awak:

  • 7 Perwira
  • 62 Awak kapal

Sensors and processing systems:

  • Type 1002 surface search and navigation radar
  • Type 187 Active-Passive attack sonar
  • Type 2007 long range passive sonar

Electronic warfare & decoys: MEL Manta UAL or UA4 radar warning

Persenjataan:

  • 6 × 21 in (533.4 mm) bow tubes, 20 torpedoes
  • 2 × 21 in (533.4 mm) short stern tubes, 2 torpedoes
  • Forward torpedo payload could be replaced with 50 × mines

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Oberon class Patrol/Attack Submarine

http://www.seaforces.org/marint/Royal-Navy/Submarine/Oberon-class.htm

HMS Onyx (S21) Diesel-Electric Attack Submarine

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=hms-onyx-s21-diesel-electric-attack-submarine-royal-navy

The RAN Oberon Class

https://www.submarineinstitute.com/submarines-in-australia/The-RAN-Oberon-Class.html

S 09 Oberon – 1970

http://cmano-db.com/cw/submarine/227/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Oberon-class_submarine

https://en.m.wikipedia.org/wiki/British_21-inch_torpedo

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mark_24_Tigerfish

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mark_48_torpedo

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Harpoon_(missile)

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Stonefish_(mine)

12 thoughts on “Kapal Selam Serang Konvensional Kelas Oberon, andalan Inggris, Kanada dan Australia saat Perang Dingin.

  • 24 September 2020 at 6:18 am
    Permalink

    fantastic points altogether, you simply gained a new reader. What may you suggest about your post that you just made some days ago? Any sure?

    Reply
  • 1 October 2020 at 11:59 am
    Permalink

    Right now it sounds like BlogEngine is the best blogging platform out there right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?

    Reply
    • 1 October 2020 at 12:54 pm
      Permalink

      WordPress

      Reply
  • 2 October 2020 at 8:59 am
    Permalink

    Hello, i think that i saw you visited my site thus i came to 搑eturn the favor?I’m trying to find things to improve my site!I suppose its ok to use some of your ideas!!

    Reply
  • 3 October 2020 at 3:27 am
    Permalink

    As a Newbie, I am continuously searching online for articles that can benefit me. Thank you

    Reply
  • 13 October 2020 at 7:13 pm
    Permalink

    Oh my goodness! an incredible article dude. Thank you Nevertheless I am experiencing problem with ur rss . Don抰 know why Unable to subscribe to it. Is there anyone getting identical rss drawback? Anyone who is aware of kindly respond. Thnkx

    Reply
  • 18 October 2020 at 10:00 pm
    Permalink

    There are some fascinating cut-off dates in this article however I don抰 know if I see all of them middle to heart. There may be some validity but I will take maintain opinion till I look into it further. Good article , thanks and we want more! Added to FeedBurner as nicely

    Reply
  • 22 October 2020 at 8:39 pm
    Permalink

    I抳e recently started a website, the information you offer on this website has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.

    Reply
  • 23 October 2020 at 8:30 am
    Permalink

    Hiya, I am really glad I’ve found this info. Today bloggers publish only about gossips and net and this is really irritating. A good blog with exciting content, this is what I need. Thanks for keeping this site, I will be visiting it. Do you do newsletters? Cant find it.

    Reply
  • 23 October 2020 at 9:19 pm
    Permalink

    Hi! This is kind of off topic but I need some help from an established blog. Is it tough to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast. I’m thinking about creating my own but I’m not sure where to begin. Do you have any ideas or suggestions? With thanks

    Reply
    • 23 October 2020 at 9:36 pm
      Permalink

      Not so tough, i think

      Reply
  • 27 October 2020 at 2:18 am
    Permalink

    I think other web-site proprietors should take this site as an model, very clean and excellent user genial style and design, let alone the content. You are an expert in this topic!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *