Kapal Selam Serang Nuklir Multiguna Akula Class Asal Soviet: Senyap dan Mematikan!

Kapal selam serang nuklir Kelas Akula pertama kali memasuki dinas operasional di Angkatan Laut Soviet pada tahun 1984. Kapal ini kemudian mewakili generasi kapal selam bertenaga nuklir Soviet pertama yang dapat menyaingi desain kapal selam Amerika dalam hal kesenyapan dan kemampuan bertahan hidup di lautan dalam jangka waktu lama. Sebelumnya, sementara meski kapal selam Soviet telah lama memiliki banyak keunggulan, dalam hal desain yang bisa berlayar lebih cepat, bersenjata lebih baik, bisa menyelam lebih dalam, dan lebih tangguh, kapal-kapal Amerika terus mempertahankan keunggulan mereka dalam hal kesenyapan yang membuat mereka jauh lebih sulit dideteksi. Kelas Akula lalu dianggap menjadi “game changer” dalam perlombaan teknologi senjata bawah air, yang sembari mempertahankan keunggulan kinerja signifikan yang selama ini menjadi keunggulan tradisional kapal selam Soviet, kapal ini juga mampu menantang keunggulan sifat siluman dari teknologi kapal selam Amerika. Penekanan teknologi baru dalam bidang sifat siluman sebagian dihasilkan dari data-data intelijen yang diberikan oleh mata-mata di lingkungan Angkatan Laut AS pada tahun 1970-an, dan untuk mendukung kemampuan ini, insinyur Soviet dilaporkan juga mengandalkan peralatan dan perangkat komputer baru yang masing-masing diimpor dari Jepang dan Swedia untuk memfasilitasi pengembangan baling-baling berbilah tujuh yang baru dan dikenal senyap. Teknologi baru ini kemudian ini melengkapi kekuatan pembuatan kapal Soviet yang telah ada sebelumnya. Kapal-kapal selam kelas Akula dan pengembangannya dibangun dari periode tahun 1983 hingga tahun 1994 dan masuk dinas operasional antara tahun 1984 dan 2009. Lima kapal dibatalkan pembangunannya dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991. Kelas Akula secara umum dibagi menjadi empat tipe batch modernisasi yang berbeda, yakni: Akula I, Akula I yang Ditingkatkan (Improved Akula I), Akula II dan Akula III. Angkatan Laut Rusia menyebut seluruh kelas ini sebagai “Shchuka-B”.

Kehadiran kapal selam serang nuklir kelas Akula telah mendobrak supremasi teknologi kapal selam Amerika, terutama dalam hal kesenyapan operasionalnya di lautan. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

LATAR BELAKANG DAN KARAKTERISTIK DESAIN

Untuk memperbanyak konstruksi kapal selam multiguna generasi ke-3, pada bulan Juli 1976, AL Soviet memutuskan untuk membuat kapal selam nuklir baru yang lebih murah berdasarkan proyek Gorkovsky 945 (Siera I), dimana perbedaan utama dari prototipe keduanya adalah kapal baru yang akan dibuat menggunakan baja sebagai pengganti titanium alloy di struktur lambung kapal. Oleh karena itu, pengembangan kapal, yang diberikan kode proyek 971 dan kode “Schuka-B”, dibuat sesuai dengan desain tugas taktis dan teknis proyek sebelumnya, sehingga dapat langsung melewati saja tahap desain awalnya. Kepala Desainer proyek ini adalah G.N. Chernyshov, dengan dibantu Kepala Pengamat Captain 2nd Rank I.P. Bogachenko dari Angkatan Laut Soviet. Keunikan kapal selam nuklir baru ini, yang pengembangannya dipercayakan kepada biro desain Leningrad “Malakhit”, adalah terutama pada penurunan tingkat kebisingan dibandingkan desain-desain kapal selam nuklir Soviet sebelumnya. Hasil ini dicapai melalui implementasi perkembangan sebelumnya di bidang peningkatan tingkat kesenyapan kapal selam yang dikembangkan oleh tim desain SKB (di mana proyek kapal selam nuklir dengan kebisingan sangat rendah dikembangkan pada awal tahun 70-an), dan ilmuwan dari Institut Penelitian Pusat A.N. Krylov. Proyek 971, yang menggunakan lambung baja, dimulai pada tahun 1976 ketika terbukti bahwa infrastruktur industri yang ada tidak memadai untuk memproduksi secara massal lambung titanium seperti kelas Proyek 945 Sierra yang mahal. Kinerja kapal dari Proyek 971 sangatlah mirip dengan desain Proyek 945, meskipun kelas Sierra secara signifikan lebih mahal untuk dibuat dan dirawat. Berdasarkan desainnya, kapal selam yang memiliki panjang 110 meter ini memiliki lambung ganda seperti desain dari kapal selam-kapal selam nuklir Soviet sebelumnya dengan jarak yang cukup jauh antara lambung luar dan dalam untuk mengurangi kemungkinan kerusakan pada lambung bagian dalam. Lambungnya terbuat dari baja bermagnet rendah, dan dibagi menjadi tujuh kompartemen, berporos tunggal, perangkat sensor yang dapat ditarik dan dengan ekor buritan yang tinggi, di mana terdapat fairing untuk antena yang ditarik. Bodinya yang ringan dilapisi dengan lapisan karet anti hidroakustik. Bodi bajanya yang kuat, terbuat dari baja berkekuatan tinggi dengan kekuatan 100kgs / mm2 dan dibagi menjadi 6 kompartemen dan satu kompartemen kecil.

Kapal Selam Serang Nuklir kelas Sierra. Pembuatan Akula Class dilatarbelakangi keinginan AL Soviet untuk mendongkrak armada kapal selamnya dengan penggunaan material baja yang lebih murah dibanding titanium alloy yang digunakan oleh Kelas Sierra. (Sumber: https://sakhalianet.x10.mx/)

Selama pembangunan kapal, metode blok digunakan pada body-nya. Peralatan-peralatan pendukung kemudian dipasang di blok-blok yang mampu menyerap guncangan, dan setelah dirakit, didorong ke dalam dudukan yang kokoh dan dihubungkan dengan saluran pipa dan sistem on-board. Amortisasi blok pada pembuatannya mampu mengurangi kebisingan akustik kapal, selain itu, desain blok seperti itu sangat memudahkan proses pemasangan peralatan pendukungnya. Kapal selam nuklir ini menggunakan sistem depresiasi dua tahap, yang secara signifikan mengurangi kebisingan yang ditanggung oleh struktur kapal. Semua mekanisme ditempatkan pada dudukan khusus. Setiap unit diisolasi dari lambung kapal selam dengan peredam kejut pneumatik yang terbuat dari karet, yang kemudian membentuk kaskade isolasi getaran tahap kedua. Konstruksi lambung ganda pada kapal ini, juga secara dramatis meningkatkan daya apung tambahan pada kapal selam sebanyak tiga kali lipat dibanding kapal berlambung tunggal. Tangki ballast dan peralatan lainnya terletak di antara lambung dalam dan luar, dan lubang yang fleksibel dibuat untuk menjadi bagian free-flooding di antara lambung. Pada permukaan luar dipasang lapisan anechoic serta penutup pada lubang-lubang fleksibel pada kapal guna meminimalkan pantulan akustik dari body kapal. Alhasil, kapal tersebut menjadi yang paling senyap di antara armada Rusia saat itu. Upaya pembuatan kapal ini terbukti sukses, karena kapal bertenaga nuklir baru ini untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan kapal selam Russia mampu melampaui kemampuan kapal selam Amerika terbaik, yakni kapal selam multiguna generasi ke-3 Amerika, kelas Los Angeles dalam hal kesenyapan.

Hull ganda pada kapal selam Akula Class. (Sumber: https://militaryhistoryvisualized.tumblr.com/)

Secara teknis Proyek “Shchuka-B” disetujui pada tanggal 13 September 1977. Namun, kemudian direvisi karena kebutuhan untuk “menggembangkan” teknologi hidroakustik yang kompleks setara dengan milik Amerika, yang sekali lagi telah memimpin didepan pada bidang ini. Di kapal generasi ke-3 mereka (tipe “Los Angeles”), dengan perangkat sonar AN / BQQ-5 SJC yang dilengkapi sistem pemrosesan informasi secara digital, yang menyediakan informasi sinyal secara terpisah yang amat berguna untuk mendeteksi sinyal di lingkungan yang penuh gangguan dengan jauh lebih akurat. “Peningkatan” baru lainnya, yang juga mempengaruhi persyaratan proyek, adalah adanya kebutuhan untuk melengkapi kapal selam nuklir generasi baru dengan rudal jelajah strategis SS-N-21 “Granat”. Dalam proses revisinya, yang selesai pada tahun 1980, kapal ini menerima perangkat sonar digital baru dengan kemampuan yang telah ditingkatkan, serta sistem kontrol senjata yang memungkinkan penggunaan rudal jelajah. Dalam desain kapal selam nuklir proyek 971, solusi inovatif yang diimplementasikan termasuk otomatisasi pertempuran dengan sarana teknis yang terintegrasi, dalam hal pengendalian kapal dan persenjataan pada satu pusat – pos komando utama (GKP), serta memiliki kapsul penyelamat pop-up (yang berhasil diuji pada kapal proyek 705). Semua peralatan utama dan pos tempur terletak di blok zona yang memiliki peredam kejut, yang merupakan struktur rangka spasial pada geladak. Blok zona ini diisolasi dari lambung kapal dengan peredam kejut pneumatik karet. Berkat penggunaan blok zona, dimungkinkan untuk secara signifikan mengurangi tingkat kebisingan kapal, sembari melindungi awak dan peralatan dari beban dinamis, dan juga mempermudah teknologi pembuatan kapal.

Detail Diagram Akula Class. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

Karena pengenalan sistem otomatisasi yang komprehensif pada kapal selam baru ini, maka awak kapal selam yang memiliki bobot selam sekitar 13.000 ton ini bisa dikurangi menjadi hanya 73 orang (termasuk 33 perwira), yang hampir setengah dari jumlah awak kapal selam nuklir kelas Los Angeles Amerika (awak: 141 orang). Dibandingkan dengan kapal selam nuklir Proyek 671 RTM, kondisi fasilitas tinggal untuk awak dari kapal baru ini juga agak membaik. Propulsi Nuklir kapal ini terdiri dari satu reaktor neutron termal berpendingin air OK-650B (berbeda dengan kapal selam tipe lama yang menggunakan 2 reaktor), dengan kapasitas 190 MW (dalam buku Yu.V. Apalkov dikatakan bahwa hanya K-284 yang dilengkapi dengan reaktor semacam itu, dan pada kapal selam seri yang lainnya, dipasang reaktor tipe OK-9VM) dengan empat generator uap dan unit mesin turbin uap berporos tunggal dengan komposisi mekanis yang redundan. Tenaga yang dihasilkan mesin sekitar 50.000 hp. Terdapat generator turbo arus bolak-balik. Sebagai sumber arus searah, ada dua kelompok baterai dan dua konverter bolak-balik berkekuatan 800 hp dengan suplai bahan bakar untuk 10 hari pengoperasian. Jika terjadi kegagalan pada pembangkit listrik utama, terdapat sumber daya darurat. Mereka dirancang untuk menghasilkan arus searah untuk motor baling-baling dan arus bolak-balik untuk penggunaan umum didalam kapal. Sebuah baling-baling pitch konstan tujuh bilah dengan karakteristik hidroakustik yang ditingkatkan dan frekuensi rotasi yang dikurangi digunakan sebagai baling-baling kapal. Sistem propulsi ini mampu memberikan kapal selam kelas Akula kecepatan menyelam maksimum hingga 33 knot dan kecepatan berlayar pada permukaan laut sebesar 10 knot. Terdapat dua pendorong dengan motor baling-baling berkekuatan 300 Hp DC (pada dengan kecepatan 370 kw) yang dapat memberikan kemampuan manuver dengan kecepatan hingga kira-kira 5 knot dan berfungsi untuk kapal bermanuver. Kapal selam ini memiliki kedalaman menyelam maksimum hingga 600 meter, dengan kedalaman standar resminya untuk Akula I dan Improved Akula I adalah 480 meter (200 meter lebih dalam dari Los Angeles Class), sedang Akula II dan III diyakini bisa mencapai 520 meter. Kapal selam ini membawa perbekalan yang cukup untuk berlayar selama 100 hari tanpa perlu melakukan pengisian ulang. Kapal selam serang nuklir baru ini kemudian sebagai kelas “Akula” oleh pihak Barat, dan juga dikenal luas sebagai kelas Bars (Snow Leopard). Penamaan ini kerap menimbulkan kebingungan, yang mungkin dikarenakan nama Akula (Rusia: Акула, yang berarti “hiu” dalam bahasa Rusia) sendiri telah digunakan oleh Soviet untuk kelas kapal selam yang berbeda, yakni Proyek 941, yang dikenal di Barat sebagai kelas Typhoon. Sementara Proyek 971 yang dinamai Shchuka-B oleh Soviet malah diberi sebutan Akula oleh pihak Barat

Layout Perlengkapan Akula Class. (Sumber: http://www.deepstorm.ru/)

Kapal selam nuklir Proyek 971 memiliki kemampuan membawa senjata serang yang kuat, yang secara signifikan lebih unggul (dalam hal jumlah dan kaliber tabung torpedo, serta peluru kendali dan torpedo yang bisa dibawa), dibanding kapal selam domestik dan asing yang memiliki fungsi sama. Seperti kapal proyek 945, kapal baru diharuskan mampu untuk melawan kapal selam musuh dan kelompok perkapalan, melakukan penyebaran ranjau, melakukan pengintaian, dan berpartisipasi dalam operasi khusus. Persenjataannya terdiri dari empat Torpedo 533mm dan empat Torpedo 650mm, dengan pengaturan dua baris seperti kapal selam tradisional Soviet lainnya, yakni di ujung halauan atas (pada Improved Akula dan Akula II memiliki sepuluh, dengan enam tabung torpedo kaliber 533 mm). Di bawah tabung torpedo ada penyekat dengan antena SAC. Amunisi torpedo yang dapat dibawa adalah sebanyak 40 unit. Keempat tabung kaliber 650 mm dapat dipasangi dengan liner untuk memberikan kapasitas peluncuran senjata tambahan bagi torpedo kaliber 533 mm. Kapal ini memungkinkan untuk menembakkan torpedo, rudal jelajah “Granat”, rudal bawah air dan rudal-torpedo (“Shkval”), serta mengangkut ranjau. Kelas Akula dapat membawa hingga dua belas rudal jelajah kapal selam Granat. Rudal tersebut ditembakkan dari empat tabung peluncuran torpedo kaliber 533 mm. Sementara Rudal anti-kapal yang digunakan adalah SS-N-15 Starfish dan SS-N-16 Stallion dan kemampuan pertahanan udara disediakan oleh peluncur rudal portabel jarak pendek SA-N-10 Grouse (Igla M) dengan kapasitas 18 rudal. Sebagian dari beban amunisi dapat diganti dengan ranjau, yang penyebarannya juga dilakukan melalui lubang penembakan torpedo. Persenjataan yang dibawa memungkinkan  kapal selam Kelas Akula untuk secara efektif melawan kapal selam dan kapal permukaan, serta mencapai target darat dengan rudal jelajah berakurasi tinggi.

Kapal Selam INS Chakra dari kelas Akula II, terlihat jelas lubang peluncur torpedo pada bagian depan kapal. (Sumber: https://militarywatchmagazine.com/)

Berdasarkan perjanjian Soviet-Amerika pada tahun 1989, sistem persenjataan dengan senjata nuklir dikeluarkan dari persenjataan kapal selam nuklir multiguna – dimana dalam kelas Akula adalah senjata torpedo Shkval, rudal torpedo Waterfall, serta rudal jelajah tipe Granat. rudal. Sementara itu perbaikan lain dari kapal selam ini mencakup penggantian sistem sonar memakai tipe SJSC MGK-540 “Skat-3” yang memiliki jangkauan 74,1 km, dengan sistem pemrosesan informasi digital, yang mencakup antena pada halauan, dua antena onboard jarak jauh, dan antena diperpanjang yang dapat ditarik yang ditempatkan dalam kontainer yang terletak di ekor vertikal. Jangkauan deteksi target dengan menggunakan perangkat baru telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan tipe GAS yang dipasang pada kapal generasi kedua. Waktu untuk menentukan parameter pergerakan target juga berkurang secara signifikan. Selain SJSC, kapal selam nuklir proyek 971 dilengkapi dengan sistem yang sangat efisien untuk mendeteksi kapal selam musuh dan kapal permukaan dengan jejak yang ditinggalkan (peralatan yang dipasang di kapal selam memungkinkan untuk merekam jejak seperti itu beberapa jam setelah kapal selam musuh lewat). Kapal tersebut juga dilengkapi dengan kompleks navigasi Symphony-U, sistem komunikasi radio Molniya-MC dengan sistem komunikasi luar angkasa dan antena tarik. 

Kapal Selam Kelas Los Angeles menjadi target kapal selam yang ingin ditandingi kesenyapannya oleh kapal selam kelas Akula. (Sumber: https://www.pinterest.es/)

Kapal pertama dari Akula Class, yakni K-284 dibuat di pabrik di Komsomolsk-on-Amur. Dalam proses pengujiannya, pencapaian tingkat kesenyapannya yang secara kualitatif lebih tinggi dibanding kapal-kapal selam di masanya terungkap. Tingkat kebisingan K-284 adalah 12-15 dB, yaitu, 4-4,5 kali lebih rendah dari tingkat kebisingan kapal Soviet”paling senyap” dari generasi sebelumnya – proyek 671 RTM (Kelas Victor III), yang menjadikan Soviet sebagai pemimpin dalam teknologi pembuatan kapal selam saat itu. Bersamaan dengan pembangunan kapal jenis ini, program modernisasi mereka sedang dilakukan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesenyapan dan memperluas kemampuan tempurnya. Kapal yang dibangun di Severodvinsk (dimulai dengan kapal yang diberi nama “Leopard”/K-328) serta yang terakhir dibangun di pabrik di Komsomolsk-on-Amur (dimulai dengan kapal “Morzh”) disebut sebagai “Akula yang (telah) Ditingkatkan”. Dibandingkan dengan pendahulunya, mereka telah meningkatkan tingkat kesenyapan akustiknya. Mulai dari kapal selam nuklir K-157 (Vepr) sambil tetap mempertahankan bentuk luarnya, kapal ini di modifikasi desain lambungnya  (memiliki tambahan ruang sepanjang beberapa meter untuk memasang peralatan baru) dan peralatan internal nya. Versi ini disebut sebagai “Akula-II” (di beberapa sumber Russia disebut sebagai proyek 971M). Modifikasi signifikan dilakukan pada desain asli Project 971 Akula yang dimulai pada unit kelima, diklasifikasikan sebagai “Akula II”, modifikasi ini mencakup ekstensi lambung, yang menurut beberapa laporan, kelas ‘Akula-II’ memiliki lambung 3,7 meter lebih panjang untuk mengakomodasi sistem propulsi yang lebih senyap. Mereka kadang-kadang disebut juga sebagai “Kelas Walker,” mengacu pada John Anthony Walker, yang data hasil spionasenya terkait dengan kemampuan deteksi sonar digunakan untuk memperbaiki kapal selam ini. Menulis pada tahun 1999, Neal Stevens mengamati bahwa upaya mata-mata dari personel angkatan laut Amerika John Walker dan radioman Jerry Whitworth membuat para kepala militer Uni Soviet menyadari seberapa jauh kemajuan teknologi kapal selam Amerika. Upaya substansial untuk mengurangi profil kebisingan Akula dapat ditelusuri hingga ke laporan intelijen yang diperoleh dari jaringan mata-mata Walker. Dalam peristiwa terpisah, namun sama-sama mendukung kepentingan Rusia adalah adanya penjualan ilegal teknologi pembuatan baling-baling oleh perusahaan Jepang Toshiba dan perusahaan Norwegia Kongsberg. Hasil gabungan dari kedua aktivitas tersebut kemudian menghasilkan penurunan tajam dalam profil kebisingan akustik dari kelas Akula. Kapal selam K-335 “Gepard”, memiliki siluet yang sedikit berbeda dimana terdapat bentuk modifikasi dari fairing nacelle UPV GPBA GAK, yang oleh karenanya dalam beberapa publikasi menerima sebutan sebagai “Akula -III”. Sementara itu seiring dengan berkembangnya teknologi kapal selam nuklir karakteristik peralatannya juga. Mulai dari K-263 (Delfin), perangkat SOKS dipasang pada kapal selam, dan pada K-391, dimodifikasi pada bagian superstruktur PU untuk meluncurkan sarana penanggulangan hidroakustik, emergency powder blowing system dan pada emergency power networks. 

Akula Class dengan baling-baling berbilah tujuh yang kabarnya diperoleh lewat upaya spionase yang intensif. (Sumber: https://www.pinterest.es/)

Kesenyapan dan kemampuan tempur yang tinggi memberi kapal selam Project 971 kemampuan untuk mengatasi jalur anti-kapal selam yang dilengkapi dengan sistem observasi hidroakustik jarak jauh stasioner, serta melawan kekuatan anti-kapal selam pihak lawan. Mereka dapat beroperasi di zona yang didominasi oleh musuh dan mengirimkan serangan rudal dan torpedo yang akurat terhadap lawan-lawannya. Persenjataan yang dibawa juga memungkinkan mereka untuk melawan kapal selam dan kapal permukaan, serta menyerang target darat dengan rudal jelajah berakurasi tinggi. Jika terjadi konflik bersenjata, setiap kapal proyek 971 mampu menciptakan ancaman dan menjepit kelompok pasukan musuh yang signifikan, sekaligus mencegah serangan di wilayah Rusia. Menurut ilmuwan dari MIPT, seperti yang dikutip dalam brosur berjudul “Masa Depan Pasukan Nuklir Strategis Rusia – Diskusi dan Argumen” (Dolgoprudny, 1995), bahkan di bawah kondisi hidrologi paling menguntungkan yang khas untuk Laut Barents di musim dingin, kapal selam nuklir Proyek 971 baru dapat terdeteksi oleh kapal Amerika kelas “Los Angeles” dengan perangkat sonar SAC AN / BQQ-5 pada jarak tidak lebih dari 10 km. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan di wilayah samudra lain di dunia ini, praktis tidak mungkin mendeteksi kapal selam dengan cara hidroakustik semudah itu. Munculnya kapal dengan kemampuan tempur yang tinggi ini telah mengubah situasi dan memaksa Angkatan Laut AS untuk memperhitungkan kemungkinan oposisi serius dari armada kapal selam Rusia, bahkan ditengah superioritas pasukan ofensif Amerika, terutama dalam hal kapal perang permukaannya. Armada kapal selam serang Russia dapat menyerang pasukan penyerang Angkatan Laut AS dan bagian belakang mereka, termasuk pusat komando pantai, pangkalan dan titik-titik pasokannya, tidak peduli seberapa jauh mereka. Dengan sukar dideteksi, kapal selam nuklir proyek 971 mampu menghadirkan ancaman bagi musuh selayaknya “melewati ladang ranjau”, di mana setiap upaya untuk bergerak maju akan menghadapi bahaya yang tidak terlihat tetapi nyata. 

Akula Class dilengkapi dengan pod/kapsul penyelamat, yang dapat dilepas saat darurat. (Sumber: https://commons.wikimedia.org/)

Adalah cukup tepat untuk mengutip deskripsi proyek kapal selam 971 yang diberikan oleh analis angkatan laut Amerika terkemuka N. Polmar pada sesi audiensi di Komite Keamanan Nasional Dewan Perwakilan AS: bahwa dengan kehadiran kapal selam Kelas Akula dan begitu juga kapal selam nuklir generasi ketiga lainnya, para pembuat kapal Soviet mampu menutup “celah” kebisingan kapal selam mereka lebih cepat dari yang diharapkan. “Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1994, diketahui bahwa celah ini benar-benar tertutup. Menurut perwakilan Angkatan Laut AS, pada kecepatan operasional sekitar 5-7 knot, suara kapal selam Akula yang ditingkatkan, terekam oleh perangkat pengintaian hidroakustik lebih senyap dibandingkan kapal selam nuklir Angkatan Laut AS dari tipe Improved Los Angeles. Menurut kepala departemen operasi Angkatan Laut AS, Laksamana D.Burd (Jeremy Boorda), kapal-kapal Amerika tidak dapat menandingi kesenyapan kapal selam nuklir Akula yang ditingkatkan dengan kecepatan kurang dari 6-9 knot. Kontak dengan kapal Rusia yang baru itu terjadi pada musim semi 1995 di lepas pantai timur Amerika Serikat. Tapi jangan lupa bahwa Improved Los Angeles sendiri bukanlah desain kapal selam serang nuklir Amerika yang paling unggul. Masih ada kapal selam nuklir canggih lainnya seperti Seawolf. Kapal ini juga telah digantikan oleh kapal yang lebih murah, tetapi lebih canggih, yakni kelas Virginia. Kapal pertama dari rangkaian 30 kapal selam nuklir bersenjata rudal jelajah ini mulai beroperasi dengan Angkatan Laut AS pada tahun 2004. Disamping itu meski kelas Akula dapat menyelam 70% lebih dalam dari kapal Kelas Los Angeles Amerika untuk melengkapi kemampuan silumannya yang sudah canggih, namun demikian berbagai sumber dari pihak Amerika terus mengungkapkan keyakinan mereka, bahwa bagaimanapun, Kelas Los Angeles memiliki keunggulan sensor yang lebih baik dari kapal selam Russia itu. Menurut sumber-sumber Rusia, varian Akula Class memiliki tingkat emisi kebisingan yang kira-kira setara dengan kelas Los Angeles versi dasar dan kelas improved Los Angeles pada kecepatan lambat. Pada kecepatan sedang atau tinggi, desain Kelas Improved Los Angeles tetap mampu mempertahankan keunggulan akustik mereka menurut sumber-sumber Rusia. Kapal selam Project 971 menggunakan teknik insulasi suara yang canggih namun mungkin tidak tahan terhadap kondisi operasional Rusia, dan mungkin sebenarnya bisa lebih berisik daripada desain sebelumnya yang menggunakan teknologi peredaman suara lebih kuno jika teknik peredaman suara Akula Class dibuat dengan buruk atau tidak dirawat dengan benar. Kapal selam Project 971 dikatakan oleh sumber-sumber Rusia memang memiliki kelemahan dalam perangkat sensor, dengan perangkat sonarnya kira-kira sepertiga sensitifitasnya dibanding yang digunakan pada kelas Los Angeles, dimana perangkat sensor Akula hanya mampu melacak dua target secara bersamaan (sebagai bandingan dari kemampuan pelacakan beberapa target pada sistem yang dimiliki Amerika).

K-335 Gepard, kapal selam kelas Akula III yang paling canggih. Meski berasal dari teknologi era Perang Dingin, namun nilai deterrent dari kapal selam kelas Akula masih tinggi. (Sumber: https://id.pinterest.com/)

Program kapal selam kelas Akula adalah salah satu dari sedikit program senjata utama era Soviet yang terus berlanjut tanpa gangguan setelah berakhirnya Perang Dingin, dan sementara Rusia menghentikan rencana untuk pembuatan kapal penjelajah, kapal perusak, kapal induk, dan kapal induk super baru, Angkatan Laut Rusia memperkenalkan varian Akula yang lebih canggih di tahun 1990-an yang mana dibanggakan memiliki persenjataan yang lebih superior dan punya kemampuan siluman yang telah ditingkatkan. Dengan biaya masing-masing memakan biaya lebih dari $ 1,5 miliar pada 1990-an, dengan fakta bahwa kapal-kapal itu terus dikembangkan sementara program-program dari pesawat tempur siluman dan rudal udara ke udara hingga tank tempur baru menghadapi pemotongan biaya secara drastis adalah bukti dari nilai lebih kapal selam kelas Akula bagi Angkatan Bersenjata Rusia. Saat ini, semua kapal selam nuklir multiguna Project 971 menjadi bagian dari kekuatan armada Utara (yang berpangkalan di Teluk Yagelnaya) dan Pasifik (berpangkalan di Teluk Krasheninnikov). Mereka cukup aktif (tentu saja, menurut standar saat ini) digunakan untuk dinas militer Russia. Penggalangan dana sedang diupayakan untuk melanjutkan perbaikan kelas Akula. Seperti diketahui (diberitakan oleh “Severnaya Nedelya” terbitan 11.04.2013) OJSC “TsS” Zvezdochka ” telah diinstruksikan untuk melakukan proses modernisasi secara mendalam pada enam kapal selam serang nuklir Proyek 971 (proyek baru itu, menurut laporan media, menerima kode proyek 971M , meskipun pada Mei 2015 Dygalo I. menamai kapal selam setelah proses perbaikan itu sebagai Proyek 971U). Secara khusus, hal pertama di bawah kontrak dengan Kementerian Pertahanan, galangan kapal akan melakukan perbaikan dengan modernisasi dua kapal seri – K- 328 “Leopard” dan K-461 “Wolf”. Modernisasi diperlukan untuk dilakukan dalam skala besar, dikatakan, dalam cakupan yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena hal itu akan mempengaruhi hampir semua sistem kapal – mulai dari sistem navigasi dan hidroakustik hingga senjata serta mesin penggerak utama. Mengikuti kapal-kapal armada utara di Severomorsk, kapal-kapal Proyek 971 PLAC Pasifik juga harus dibawa ke Zvezdochka untuk dimodernisasi. Dalam pidatonya di bulan September 2013, Navy’s Civil Code Viktor Chirkov mengatakan: “Hingga tahun 2020, direncanakan untuk melakukan modernisasi besar-besaran terhadap 12 kapal selam nuklir multiguna : dari proyek 949AM (kelas Oscar) – empat unit, 971M – enam unit, 945M (kelas Sierra) – dua unit. Karakteristik dari kapal-kapal selam yang dimodernisasi ini tidak akan kalah, dan dalam beberapa indikator, misalnya, dalam hal amunisi senjata rudal serang, mereka akan melampaui kapal-kapal selam negara lain “.

DETAIL PERSENJATAAN

Kapal Selam Kelas Akula dapat membawa berbagai tipe persenjataan sebagai berikut:

SS-N-21 ‘Sampson/S-10 Granat

Granat adalah bagian keluarga rudal jelajah berbasis darat dan kapal selam Rusia dengan hulu ledak nuklir yang dikembangkan di era Uni Soviet. Rudal jelajah ini memasuki dinas operasional pada tahun 1987, ketika senjata semacam itu dilarang digunakan di bawah Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces. Sebagai sebuah versi yang dapat diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam kaliber 533 mm, rudal Granat, tampaknya telah diubah untuk bisa membawa hulu ledak konvensional dan terus beroperasi hingga hari ini. Bobot dari rudal ini adalah 1,700 kg (3,750 lb), dengan panjang 809 cm (26 ft 7 in) dan diameter 51 cm (20.1 in). Pada awal pengoperasiannya, rudal ini mampu dimuati hulu ledak nuklir berkekuatan 200kt. Propulsi rudal ini sendiri menggunakan tipe Solid-propellant rocket booster dengan power 450 kgf. Jarak tempuh operasional dari rudal ini dapat mencapai jarak hingga 3,000 km (1,600 nmi) dengan kecepatan maksimum 720 km/h (447.4 mph). Di negara Barat, rudal ini dapat dipadankan dengan rudal UGM-109 Tomahawk yang sama-sama dapat diluncurkan dari tabung torpedo kapal selam.

SS-N-21 ‘Sampson/S-10 Granat. (Sumber: https://missilethreat.csis.org/)

3M-54 Kalibr

3M54K Kalibr adalah tipe rudal multiplatform asal Rusia yang dapat diluncurkan dari kapal permukaan, kapal selam dan pesawat udara sebagai rudal anti-kapal dan rudal jelajah serangan darat (LACM) yang dikembangkan oleh Biro Desain Novator (OKB-8). Varian anti-kapal yang diluncurkan dari kapal selam digunakan oleh Angkatan Laut Rusia. Dengan memiliki panjang 8,22 m (27,0 kaki), dan hulu ledak sebesar 200 kg (440 lb), rudal ini dapat menjangkau sasaran hingga jarak 440–660 km (270–410 mi). Rudal ini termasuk rudal Sea-skimmer dengan ketinggian terbang tahap akhir nya sekitar 4,6 meter (15 kaki) dan kecepatan terminal supersonik nya sekitar Mach 2,9 (3.550 km / jam; 2.210 mph). Sementara itu varian rudal jelajahnya memiliki jangkauan hingga 2.500 km (1.600 mil), yang memungkinkan Angkatan Laut Rusia untuk menyerang target di seluruh Eropa Tengah / Barat dari luar celah GIUK. Kecepatan terminal subsoniknya adalah Mach 0,8. Rudal yang memiliki kisaran panjang 6.2 m sampai 8.9 m (tergantung varian) dan memiliki diameter 0.533 m ini dapat dibekali dengan hulu ledak sebesar 400-500 kg tipe High Explosive atau Thermonuclear. Akurasi dari penembakan rudal sangatlah akurat yakni bisa mencapai radius 3 meter dari target.

3M54K Kalibr. (Sumber: https://www.globaldefensecorp.com/)

SS-N-15 Starfish

SS-N-15 Starfish yang juga dikenal sebagai 81R, adalah sistem rudal anti-kapal selam bersenjata nuklir yang diluncurkan oleh kapal selam Soviet, yang diluncurkan secara eksklusif melalui tabung torpedo kaliber 533mm. Sistem ini dirancang di Sverdlovsk, SFSR Rusia pada tahun 1960-an. Sama seperti dengan rudal ASROC yang dibawa oleh kapal perang Angkatan Laut AS, rudal ini dirancang untuk ditembakkan dari tabung torpedo 533 mm (21 in). Rudal ini ditembakkan dengan roket bahan bakar padat dan mampu mengirimkan muatannya hingga sejauh 45 km (28 mil). Muatannya berkisar dari bom dalam sederhana hingga hulu ledak termonuklir berkekuatan 200 kt.

RPK-2 Vyuga/SS-N-15 Starfish. (Sumber: https://en.topwar.ru/)
Teknik penembakan SS-N-15 Starfish. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

SS-N-16 Stallion

SS-N-16 Stallion pada dasarnya adalah torpedo yang diluncurkan dengan bantuan mesin roket berbahan bakar padat untuk menerbangkannya di atas permukaan laut. Rudal ini memiliki peran ganda; dimana dapat dipersenjatai dengan torpedo anti-kapal selam 400 mm atau bom dalam nuklir. Jarak tempuhnya sekitar 100 kilometer dan merupakan peningkatan yang mengesankan dibandingkan pendahulunya SS-N-15 Starfish, yang hanya bisa mencapai setengahnya.

SS-N-16 Stallion. (Sumber: http://militaryrussia.ru/)

IGLA-M

Merupakan varian rudal jarak pendek asal Russia yang dapat diluncurkan dari kapal dengan pemberian kode dari pihak NATO sebagai SA-N-10 Grouse. Rudal ini memiliki bobot 10.8 kg (24 lb) dimana bobot bersama peluncurnya sendiri sekitar 17.9 kg (39 lb). Panjang rudal adalah 1.574 m (5.16 ft) dengan diameter 72 mm. Hulu ledak rudal ini sekitar 1.17 kg (2.6 lb) dengan bobot peledaknya sendiri 390 g (14 oz) explosive. Proses detonasi rudal menggunakan model Contact and grazing fuze. Dengan bahan bakar motor roket padat, jangkauan rudal ini sekitar 5.0 km (3.1 mi) – 6.0 km (3.7 mi), dengan ketinggian terbang 3.5 km (11,000 ft) dan kecepatan puncaknya adalah 570m/s atau sekitar Mach 1.9.

Rudal anti pesawat Igla. (Sumber: http://www.military-today.com/)

VA-111 Shkval Torpedo

Torpedo VA-111 Shkval (dari bahasa Rusia: шквал, squall) dan turunannya adalah torpedo superkavitasi yang awalnya dikembangkan oleh Uni Soviet. Mereka mampu mencapai kecepatan lebih dari 200 knot (370 km / jam atau 230 mil / jam). Sebelumnya diperkirakan telah beroperasi pada awal tahun 1977, torpedo ini diumumkan digunakan pada tahun 1990-an. Shkval dimaksudkan senjata untuk melakukan sebagai tindakan balasan terhadap ancaman torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam musuh yang tidak terdeteksi. VA-111 diluncurkan dari tabung torpedo 533 mm dengan kecepatan 50 knot (93 km / jam) sebelum roket berbahan bakar padatnya menyala dan mendorongnya ke kecepatan 200 knot (370 km / jam). Beberapa laporan menunjukkan bahwa kecepatan 250+ knot dapat dicapainya, dan pembuatan versi yang mampu mencapai kecepatan 300-knot (560 km / jam) sedang berlangsung. Kecepatan tinggi ini disebabkan oleh superkavitasi, di mana gelembung gas, yang menyelimuti torpedo, dibuat oleh defleksi air oleh kerucut hidungnya yang berbentuk khusus dan pemuaian gas dari mesinnya. Proses ini kemudian meminimalkan kontak air dengan torpedo, yang secara signifikan mengurangi hambatan torpedo saat meluncur di dalam air. VA-111 yang berbobot 2,700 kg (6,000 lb) memiliki panjang 8,200 mm (26 ft 11 in) dan diameter 533 mm (21 in). Shkval memiliki jarak tembak efektif 7 km (4.3 mi) sedangkan Shkval 2 antara 11–15 km (6.8–9.3 mi). Torpedo ini dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir berbobot 210 kg (460 lb).

VA-111 Shkval. (Sumber: https://konkurs-uspeh.ru/)
Prinsip kerja VA-111 Shkval. (Sumber: https://navalnews.net/)

Type 53 Torpedo

Torpedo tipe 53 digunakan pada hampir semua kapal selam Soviet dan banyak kapal perang permukaannya. Kebanyakan Tipe 53 yang digunakan dalam peran anti-kapal permukaan menggunakan hulu ledak berbobot 200 hingga 300 kg. Varian anti-kapal selam memiliki ukuran hulu ledak lebih kecil antara 100 hingga 200 kg. Sistem peledakannya berdasarkan deteksi akustik, kontak atau peledakan berdasar waktu tertentu, atau kombinasi keduanya. Tipe 53 juga ada yang memiliki hulu ledak nuklir berkekuatan 20 kT yang akan meledak di lokasi yang telah ditentukan. Versi terakhir di kelas ini adalah torpedo laut berat UGST (Fizik-1) memiliki jangkauan hingga 60 km (versi ekspor dibatasi hingga 40 km).

Torpedo Type 53. (Sumber: https://en.wikipedia.org/)

VARIAN

Seperti banyak kapal asal Soviet / Rusia, informasi tentang kapal selam kelas Akula sangatlah langka. Informasi yang diberikan oleh berbagai sumber juga bervariasi. Namun setidaknya varian kapal selam Kelas Akula, dapat dibagi menjadi 4 varian utama, yaitu:

Proyek 971 (Akula I)

Dari tujuh Kapal Akula versi dasar yang dikenal sebagai Akula I, kini hanya tinggal tiga unit yang diketahui masih beroperasi. Kapal ini dilengkapi dengan sistem sonar pasif/aktif Skat MGK-500 (NATO memberi nama “Shark Gill”) yang memiliki jangkauan deteksi sekitar 74,1 km. Kapal pertama kelas ini, K-284 Akula dinonaktifkan pada tahun 2001, tampaknya untuk membantu menghemat uang di Angkatan Laut Rusia yang kekurangan dana. Sementara itu K-322 Kashalot dan K-480 Bars (sekarang bernama Ak Bars) ada dalam status cadangan. K-480 Bars dimasukkan ke dalam status cadangan pada tahun 1998, dan dibongkar pada bulan Februari 2010. Kapal Pantera kembali beroperasi pada bulan Januari 2008 setelah menjalani perbaikan secara menyeluruh. Semuanya yang masih beroperasi dilengkapi dengan sensor hidrodinamik SOKS. Semua kapal selam sebelum kapal K-391 Bratsk memiliki scoop pendingin reaktor yang mirip dengan SSBN kelas Typhoon, yang panjang dan berbentuk tubular. Bratsk dan kapal selam berikutnya memiliki scoop pendingin reaktor yang pendek mirip dengan pada Oscar II (kelas Typhoon, Akula dan Oscar menggunakan reaktor tipe OK-650 yang serupa). 

Akula I (Sumber: http://www.deepstorm.ru/)

Proyek 971 dan 971I (Akula I yang Ditingkatkan) 

Enam Akula dari kelas ini semuanya dianggap masih ada dalam dinas operasional. Versi ini lebih senyap dari Akula I. Sonar MGK-500 diupgrade menjadi tipe MGK-501 Skat-MS. Berbagai sumber yang ada juga tidak sepakat apakah pembuatan kelas ini telah ditangguhkan, atau jika ada dua unit lagi sempat direncanakan. Kapal Akula I yang Ditingkatkan (Improved Akula I) rencananya terdiri dari: K-328 Leopard, K-461 Volk, K-154 Tigr, K-419 Kuzbass, K-295 Samara dan K-152 Nerpa. Kapal selam ini jauh lebih senyap daripada kapal selam kelas Akula versi awal dan semuanya memiliki sensor hidrodinamik SOKS kecuali K-328 Leopard. Kapal selam Improved Akula I memiliki enam tabung peluncuran torpedo 533 mm, seperti halnya kapal selam versi berikutnya. Versi ini memiliki susunan lubang fleksibel yang berbeda di lambung luarnya dari pada yang ada pada Akula I. Kapal selam Nerpa dan Iribis (belum selesai) memiliki ruang penyelamat yang berbeda, yang dapat dibedakan dengan adanya kubah besar di permukaan atasnya. 

Improved Akula. (Sumber: http://www.deepstorm.ru/)

Proyek 971U (Akula II)

K-157 Vepr adalah satu-satunya kapal Akula II yang diselesaikan. Akula II lebih panjang 3 meter (9,8 kaki) dan bobotnya bertambah sekitar 700 ton (bobot terendam) dari Akula I. Ruang tambahan yang ada digunakan untuk menambah perangkat yang membantu menambah kesenyapannya. Sistem sonar Skat MGK-501 di Akula I diganti dengan sistem sonar MGK-540 Skat-3 yang baru. K-157 Vepr menjadi kapal selam Rusia pertama yang lebih senyap dari kapal selam serang AS terbaru saat itu, yang merupakan kelas Improved Los Angeles (SSN 751 dan yang lebih baru).

Akula II. (Sumber: http://www.deepstorm.ru/)

Proyek 971M (Akula III) 

K-335 Gepard adalah kapal selam ke-14 dari kelas Akula dan satu-satunya Akula III yang selesai dibuat untuk Angkatan Laut Rusia. Kapal ini adalah kapal selam pertama yang diluncurkan di Angkatan Laut Rusia sejak bencana Kursk, sebagai akibatnya, upacara peluncurannya merupakan dorongan moral yang penting bagi Angkatan Laut Rusia dengan dihadiri Presiden Vladimir Putin sendiri. Tidak ada klasifikasi pasti dari pihak NATO untuk Akula III. Versi ini lebih panjang dan memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan dengan Akula II, juga memiliki bagian menara yang lebih besar dan dispenser tarik yang berbeda pada sirip vertikalnya. Sekali lagi, lebih banyak metode pengurangan kebisingan digunakan pada Akula III. Gepard adalah kapal selam Rusia paling canggih sebelum kapal selam kelas Severodvinsk dan Borei dioperasikan. Jane’s Fighting Ships edisi tahun 1999-2000 salah mendefinisikan Akula III pertama sebagai Viper (nama sebenarnya adalah “Vepr”, “babi hutan” dalam bahasa Rusia), yang dibuat pada tanggal 25 November 1995. Gepard (Cheetah), diluncurkan tahun 1999 dan dioperasikan pada tanggal 5 Desember 2001.

Akula III. (Sumber: http://www.deepstorm.ru/)

DINAS OPERASIONAL 

Antara bulan Desember 1995 dan Februari 1996, kapal selam K-461 Volk dikerahkan ke wilayah perairan Mediterania bersama dengan kapal induk Rusia, Admiral Kuznetsov, di mana ia memantau aktivitas beberapa kapal selam NATO di bawah pimpinan captain of 1st rank S. V. Spravtsev. Sementara itu antara bulan April dan Juni 1996, kapal selam K-154 Tigr dikerahkan di Atlantik, di mana ia berhasil mendeteksi keberadaan SSBN kelas Ohio milik AS dan mengikutinya patroli tempurnya. Pada tanggal 23 Juli 1996, komandannya, Captain 1st rank Alexey Burilichev, menerima penghargaan Hero of the Russian Federation. Pada tanggal 17 Agustus 2012 Senator AS John Cornyn (R-TX), anggota Senat Komite Angkatan Bersenjata, mengirim surat kepada Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Jonathan Greenert meminta informasi lebih lanjut setelah dilaporkan bahwa kapal selam penyerang bertenaga nuklir Rusia baru-baru ini melakukan perjalanan tanpa terdeteksi di Teluk Meksiko: “Patroli kapal selam, yang dilakukan bersamaan dengan penyusupan udara, tampaknya mewakili sikap militer Rusia yang lebih agresif dan tidak stabil yang dapat menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita.” Bill Gertz membuka kisah tersebut, dengan melaporkan bahwa “Ini adalah kedua kalinya sejak tahun 2009 kapal selam serang Rusia berpatroli begitu dekat dengan pantai AS. … O Estado de Sao Paoli dari Brasil melaporkan pada tanggal 2 Agustus bahwa Rusia berencana untuk menjualnya ke Venezuela hingga 11 kapal selam baru, termasuk satu kelas Akula. ” (Mengenai rencana penjualan ke Venezuela ini sepertinya perlu dicermati karena nampaknya terlalu berlebihan, Venezuela bukanlah India yang sudah cukup akrab dan mengenal persenjataan teknologi tinggi asal Russia).

K-461 Volk yang sempat dikerahkan ke perairan Mediterania tahun 1990an. (Sumber: https://www.reddit.com/)

Sementara itu pada awal Agustus 2009, New York Times melaporkan bahwa Pentagon telah melacak keberadaan 2 kapal selam kelas Akula II di lepas pantai Amerika Serikat. Satu kapal dilaporkan pada 4 Agustus 2009 berada 320 kilometer (200 mil) di lepas pantai, sedangkan lokasi kapal selam kedua tidak jelas. Pentagon secara resmi tidak memberikan komentar, sementara Angkatan Laut Rusia menanggapi artikel New York Times dengan mengatakan bahwa patroli serupa terus berlanjut bahkan pada tahun 1990-an, meskipun ada dugaan bahwa ini adalah patroli pertama dari jenisnya dalam lebih dari satu dekade. Sementara itu Komando Utara AS mengkonfirmasi bahwa pengerahan kapal selam kelas Akula pada tahun 2009 ini memang terjadi. Salah satu kapal kemungkinan besar adalah K-335 Gepard yang menyelesaikan patroli tempur yang relatif lama antara bulan Juni dan September tahun itu di bawah komando Captain 1st rank Alexey Vyacheslavovich Dmitrov, yang kemudian pada tanggal 15 Februari 2012 dianugerahi gelar Hero of the Russian Federation atas keberanian yang ditunjukkan dalam penugasannya. Kapal selam lainnya yang juga terlibat kemungkinan adalah K-154 Tigr di bawah komando kapten E. A. Petrov, mengingat kapal tersebut melakukan patroli tempur antara bulan Maret dan November 2009. Diluar itu, sepertinya tidak mungkin ada kapal selam lain dari proyek 971 beroperasi di Samudera Atlantik tahun itu, karena kapal selam Pantera diketahui berada di Severemorsk selama musim panas, sementara Vepr, Leopard dan Volk dilaporkan belum melakukan aktivitas apa pun pada tahun itu (biasanya 1-3 kapal selam jenis ini biasanya aktif dengan armada Utara pada kurun waktu tertentu).

Sonar tarik pada ekor Kapal Selam Akula, K-154 Tigr. (Sumber: http://bennosfiguresforum.com/)

Pada bulan Januari 2004, sebuah kontrak ditandatangani oleh Russia dengan Angkatan Laut India untuk penyelesaian modernisasi secara mendalam di bawah proyek 971I “Irbis” dan penyewaan kapal selam nuklir kelas Akula untuk angkatan laut India (Kapal No. 518 – K-152 “Nerpa”). Awalnya, pengalihan kapal yang disewa Angkatan Laut India direncanakan dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2007, namun Galangan Kapal Amur menunda pembangunan kapal tersebut selama sepuluh bulan dan meminta untuk menaikkan harga sewa menjadi $ 785 juta. Pihak India hanya menyetujui penundaannya saja, namun bukan harga sewanya. Tanggal baru untuk penyewaan telah ditentukan – sejak tanggal 15 Juni 2008, dengan biaya sewa sebesar $ 650 juta untuk jangka waktu 10 tahun, tetapi kemudian diubah lagi menjadi bulan Desember 2009, tanpa mengubah biaya dan jangka waktu perjanjian sewa. Hasilnya, pada tanggal 23 Desember 2012 diresmikan kapal selam nuklir pertama yang menjadi bagian dari Angkatan Laut India dengan nama “Chakra”. Total biaya sewa dari berbagai sumber berkisar antara $ 650 juta hingga $ 900 juta. Periode penyewaan diperkirakan bisa diperpanjang, dan penjualan kapal selam tipe ini ke India juga masih memungkinkan. Perjanjian untuk menyewa kapal Kelas Akula kedua senilai $ 2 miliar telah ditandatangani pada bulan Oktober 2016, sementara penyewaan kapal Kelas Akula ketiga ditandatangani pada bulan Maret 2019 di bawah kesepakatan senilai $ 3 miliar – dengan kapal perang baru tersebut yang diberi nama Chakra III diharapkan akan dikirimkan ke Angkatan Laut India pada tahun 2025. Kapal-kapal ini telah memberikan peningkatan kemampuan besar-besaran pada Angkatan Laut India di bawah perjanjian yang telah terbukti sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. INS Chakra menjadi satu-satunya kapal selam bertenaga nuklir milik India selama bertahun-tahun, dipersenjatai dengan rudal jelajah Klub jarak pendek karena pembatasan Missile Technology Control Regime.

INS Chakra II yang disewa AL India. India sepertinya akan menambah kapal selam nuklir yang disewanya dari Russia. (Sumber: https://www.rbth.com/)

Pada tanggal 27 Oktober 2008, dilaporkan bahwa K-152 Nerpa dari Armada Pasifik Rusia telah memulai uji coba lautnya di Laut Jepang sebelum diserahkan berdasarkan perjanjian sewa ke Angkatan Laut India. Pada tanggal 8 November 2008, saat melakukan salah satu uji coba ini, aktivasi sistem pemadam kebakaran berbasis halon secara tidak disengaja terjadi di bagian depan kapal. Dalam beberapa detik, gas halon telah menyedot semua udara yang dapat digunakan bernapas dari kompartemen. Akibatnya, 20 orang (17 warga sipil dan 3 pelaut) tewas karena sesak napas. Lusinan lainnya menderita cedera terkait gas freon dan dievakuasi ke pelabuhan yang tidak diketahui di Primorsky Krai. Ini adalah kecelakaan terburuk di angkatan laut Rusia sejak hilangnya kapal selam K-141 Kursk pada tahun 2000. Kapal selam itu sendiri tidak mengalami kerusakan serius dan tidak ada pelepasan radiasi. Tiga ratus personel Angkatan Laut India telah dilatih di Rusia untuk pengoperasian kapal selam Nerpa Akula II. India telah menyelesaikan kesepakatan dengan Rusia, di mana pada akhir masa sewa kapal selam ini, India memiliki opsi untuk membelinya. Kapal selam tersebut diberi nama INS Chakra seperti kapal selam Charlie-I SSGN yang sebelumnya disewa oleh India dari Soviet. Chakra secara resmi ditugaskan ke Angkatan Laut India pada 4 April 2012. Jika Akula-II Angkatan Laut Rusia dapat dilengkapi dengan 28 rudal jelajah berkemampuan nuklir dengan jangkauan serangan 3.000 km (1.620 nmi; 1.864 mil), versi India dilaporkan dipersenjatai dengan rudal berjangkauan 300 km (162 nmi; 186 mi) – jangkauan setara rudal berkemampuan nuklir Club-S. Rudal dengan jangkauan lebih dari 300 km (162 nmi; 186 mil) tidak dapat diekspor karena pembatasan pengendalian senjata, sementara Rusia sendiri adalah penandatangan perjanjian MTCR tersebut. Media India menyiarkan laporan kepada publik pada awal Oktober 2017 yang mengindikasikan bahwa INS Chakra telah mengalami kerusakan saat memasuki pelabuhan Visakhapatnam, dimana kerusakan tersebut termasuk adanya lubang besar di kubah sonar di bagian haluan. Sebuah tim dari Rusia mengunjungi India untuk melakukan penyelidikan bersama, yang menyebabkan kapal selam tersebut ditambatkan untuk kemudian diperbaiki dengan biaya ₹ 125 crore ($ 20 juta). Pasca serangan udara Balakot tahun 2019 yang dilakukan oleh Angkatan Udara India, Angkatan Laut India mengirimkan INS Chakra bersama INS Kalvari (S21) untuk mencari kapal selam Pakistan PNS Saad yang diyakini akan dikerahkan ke laut.

Tampilan buritan dari kapal selam serang bertenaga nuklir Armada Utara Rusia kelas AKULA saat sedang berlayar di permukaan. Meski bukan lagi kapal dengan teknologi terbaru, namun kapal selam kelas Akula tetap dipandang sebagai potensi ancaman bagi kekuatan laut dunia, khususnya Amerika. (Sumber: https://military.wikia.org/)

Sementara itu armada kapal selam kelas Akula Rusia saat ini dianggap menimbulkan ancaman serius bagi para calon musuhnya, dengan program modernisasi nya kini turut menyertakan integrasi rudal jelajah anti-kapal Kalibr modern yang punya kemampuan terbang sedikit diatas permukaan laut yang hanya akan membuat mereka menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya. Meskipun hebat, namun biaya operasional yang tinggi dari armada kapal selam kelas Akula, sementara anggaran pertahanan Rusia yang menyusut telah menyebabkan sejumlah kapal kelas ini dipensiunkan dari dinas operasional garis depan. Tiga dari kapal kelas Akula telah diubah menjadi kapal selam pembawa rudal balistik, sebuah cara yang hemat biaya untuk memperkuat elemen penangkal strategis Rusia, yang saat ini tanggung jawabnya dipikul oleh kapal selam pembawa rudal balistik Kelas Borei. Saat ini 10-11 kapal selam Kelas Akula ada dalam dinas operasional Angkatan Laut Rusia, meskipun hanya empat yang dianggap berdinas aktif sementara sisanya ada dalam satuan cadangan atau sedang dalam perbaikan. Mengutip kantor berita Tass pada tanggal 2 Oktober tahun 2012 misalnya, disebutkan bahwa Kapal Selam Kelas Akula ‘Magadan’ (K-331) Akan dioperasikan lagi pada tahun 2022, lebih cepat setahun dari yang direcanakan. Magadan sendiri pertama kali dioperasikan pada tanggl 23 Desember 1990 dan sempat bertugas di Armada Pasifik. Di masa depan masih harus dilihat bagaimana kelas kapal selam baru dan lebih baik seperti Kelas Yasen akan mempengaruhi kelanjutan program kapal selam kelas Akula, dan apakah Rusia mungkin akan menyewakan kapal-kapal tipe ini kepada pihak lain karena kebutuhan mereka sendiri telah menyusut.


SPESIFIKASI AKULA CLASS


Pembuat: Amur Shipyard & Sevmash


Operator: AL Soviet, AL Russia, AL India


Biaya Pembuatan: Diperkirakan $1.55 billion (dollar tahun 1995)

Tahun pembuatan: 1983–1999

Pengoperasian: 1984–sekarang

Rencana Pembuatan: 20 unit

Selesai dibuat: 15 unit

Dibatalkan: 5 unit

Jumlah Unit Aktif : 5 (4 aktif +6 dalam proses modernisasi di Russia, 1 aktif bersama AL India)

Dipensiunkan: 3 unit

Karakteristik Umum

Type: Kapal Selam Serang Bertenaga Nuklir 


Bobot:

Permukaan: 

8,140 ton untuk Akula I dan Akula I Improved, 8,450–8,470 ton untuk Akula II dan III

Menyelam:

12,770 ton untuk Akula I dan Akula I Improved, 13,400–13,800 ton untuk Akula II and III

 

Dimensi:

Panjang:

110.3 m (362 ft) untuk Akula I dan Akula I Improved, 113.3 m (372 ft) untuk Akula II dan Akula III

Lebar: 13.6 m (45 ft)

Draught: 9.7 m (32 ft)


Mesin:

1 unit 190 MW OK-650B/OK-650M pressurized water nuclear reactor

1 OK-7 steam turbine 43,000 hp (32 MW)

2 OK-2 Turbogenerators dengan kekuatan 2 MW

1 baling-baling dengan 7 bilah

2 unit OK-300 retractable electric propulsors untuk kecepatan rendah dan manuver lambat pada kecepatan 5 knots (9.3 km/h; 5.8 mph)


Kecepatan:

10 knots (19 km/h; 12 mph) di permukaan, 28–35 knots (52–65 km/h; 32–40 mph) pada saat menyelam


Daya tahan melaut: 100 hari


Kedalaman menyelam:

480 m (1,570 ft) pada Akula I dan Akula I Improved

520 m (1,710 ft) pada Akula II and III

600 m (2,000 ft) kemampuan menyelam maksimum


Awak kapal:

73 pada Akula I & Improved, 62 (31 perwira) pada Akula II & III


Sensor dan sistem prosesing:

MGK-500 atau 540 active/passive suite Flank arrays

Pelamida towed array sonar

MG-70 mine detection sonar


Perlengkapan perang elektronik & decoys:

Bukhta ESM/ECM

MG-74 Korund noise simulation decoys (ditembakkan dari tabung eksternal)

MT-70 Sonar intercept receiver

Nikhrom-M IFF


Persenjataan:

4 × 533 mm torpedo tubes (dengan 28 torpedo) dan 4 × 650 mm torpedo tubes (dengan 12 torpedo). (K-152 Nerpa memiliki 8 × 533 mm torpedo tubes) total ada 40 torpedo yang bisa dibawa

Peluncur rudal permukaan ke udara 1–3 × Igla-M yang ditembakkan dari bagian menara kapal (hanya bisa ditembakkan saat sedang ada di permukaan)

Rudal jelajah Granat, kini Kalibr

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

Project 971 “Pike-B” (NATO – “Akula”, “Improved Akula”, “Akula II”, “Akula III”)

http://www.deepstorm.ru/DeepStorm.files/45-92/nts/971/list.htm

Silent Killer: Why Russia and India’s Akula Class Attack Submarines Command Fear in Blue Waters; June-28th-2020

https://militarywatchmagazine.com/article/silent-killer-why-russia-and-india-s-akula-class-attack-submarines-command-fear-in-blue-waters

Project 971 Shuka-B Bars-class/Akula class Attack Submarine (Nuclear Powered)

https://www.globalsecurity.org/military/world/russia/971.htm

Why the U.S. Navy Fears Russia’s Akula-Class Submarines (Stealthy with Lots of Firepower) by Sébastien Roblin

https://www.google.com/amp/s/nationalinterest.org/blog/the-buzz/why-the-us-navy-fears-russias-akula-class-submarines-19664%3Famp

Akula (K-284) Nuclear-Powered Attack Submarine

https://www.militaryfactory.com/ships/detail.asp?ship_id=akula-k284-nuclear-attack-submarine-soviet-union

Akula class Nuclear-powered attack submarine

http://www.military-today.com/navy/akula_class.htm

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Russian_submarine_Nerpa_(K-152)

Russian Akula-Class Submarine ‘Magadan’ To Be Operational Again In 2022 by Xavier Vavasseur 02 Oct 2020

Shark Gill [MGK-500 Skat-1] (Victor III, Skat-M, Skat-B)

http://cmano-db.com/pdf/sensor/458/

Shark Gill [MGK-540 Skat-3]

http://cmano-db.com/pdf/sensor/1264/

Mengenal kelas Krivak, kapal frigate anti kapal selam standar AL Soviet

https://en.m.wikipedia.org/wiki/VA-111_Shkval

https://en.m.wikipedia.org/wiki/RPK-6_Vodopad/RPK-7_Veter

https://en.m.wikipedia.org/wiki/RPK-2_Vyuga

https://en.wikipedia.org/wiki/Akula-class_submarine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *