Peluru revolver pra-1870 vs Film Cowboy
Berapa banyak dari kita sudah pernah nonton film Cowboy Wild West?…saya yakin pasti rata2 orang banyak yang sudah pernah menyaksikan jagoan Cowboy bersenjata revolver yang menembak musuh dari sebelah pinggangnya. Namanya juga jagoan, nggak usah mikir terlalu rumit, hingga bagaimana mereka mengisi peluru dan kapan mereka mengisinya. Dengan Revolver yang rata2 cuma berisi 6 peluru melawan banyak musuh, yang penting ada musuh bergerak, secepat kilat sang jagoan akan tembak jatuh lawan…

Kemudian bagaimana sih sebenarnya proses mengisi peluru revolver pada masa era Wild West itu? Apakah semudah mengisi revolver di masa kini?

Jawabannya adalah sebenarnya tidak semudah itu yang kita lihat di film2, dimana pengguna revolver bisa mengisi peluru satu demi satu, sebelum menembak kembali. Pada era sebelum tahun 1870, revolver yang beredar umumnya belum memakai peluru/cartridge yang terintegrasi dalam satu selongsong. Pada masa itu peluru yang terdiri dari pemantik (cap), mesiu dan kepala peluru (karena bentuknya seperti bola, hingga disebut sebagai ball) harus diracik dan dimasukkan satu per satu kedalam “lubang” revolver yang umumnya berjumlah 6.
Secara garis besar cara mengisi revolver adalah sebagai berikut:
1. Pasang pistol dengan semacam dudukan secara vertikal, dengan laras menghadap keatas.

2. Tuang bubuk mesiu yang disimpan dalam tempat khusus (semacam tabung) ke dalam lubang revolver.

3. Masukkan peluru (ball) ke dalam lubang revolver, tepat diatas mesiu yang sudah dimasukkan sebelumnya. Dalam prosesnya, memasukkan “ball” dibantu dengan semacam pengungkit yang terintegrasi dengan laras revolver untuk mendorongnya masuk.

4. Lumasi ujung revolver dengan pelumas padat, untuk mencegah adanya mesiu yang tumpah dan memantik ledakan pada lubang revolver yang lain.

5. Pasang pemantik (cap) pada ujung lubang revolver yang menghadap ke pemukul (percusion). Pemantik ini secara prinsip tidak banyak berbeda cara kerjanya dengan yang digunakan pada pistol mainan anak2 yang sering kita pakai di masa kecil.

6. Ulangi proses diatas hingga seluruh 6 lubang revolver terisi peluru dan mesiu.

7. Revolver siap ditembakkan.

Dengan proses yang cukup panjang ini, maka dapat dipastikan jika 6 peluru sudah ditembakkan, pengguna membutuhkan waktu beberapa menit sebelum siap untuk menembakkan revolvernya. Misal jika lawan jumlahnya lebih dari 6, mustahil dapat menanganinya cuma dengan sebuah revolver di tangan, apalagi model menembak dari atas kuda dimana proses akuisisi bidikan lebih sukar lagi, seperti yang sering digambarkan di film-film.

Dengan adanya cartridge logam yang mengintegrasikan pemantik, mesiu dan kepala peluru dalam satu selongsong, jelas hal ini memudahkan dan mempercepat pengisian revolver. Sayangnya cartridge semacam ini belum marak digunakan sebelum tahun 1870. Walau teknologinya sudah ada dan dipatenkan sejak 1857 oleh pabrikan Smith & Wesson, namun patent nya belum kadaluarsa sampai tahun 3 April 1869.

Pabrikan Colt sendiri yang melegenda sempat menolak sistem cartridge dan masih memakai sistem percusion cap seperti yang telah dijabarkan diatas. Produk revolver awal Colt dengan sistem percusion cap yang terkenal seperti Navy model 1851 dipakai secara luas termasuk oleh beberapa tokoh “gunfighter” ternama pada masanya.

Para pengguna revolver Navy model 1851, diantaranya adalah Wild Bill Hickok, John Henry “Doc” Holliday, Richard Francis Burton, Ned Kelly, Bully Hayes, Richard H. Barter, Robert E. Lee, Nathan B. Forrest, John O’Neill, Frank Gardiner, Quantrill’s Raiders, John Coffee “Jack” Hays, “Bigfoot” Wallace, Frederick Townsend Ward, Ben McCulloch, Addison Gillespie, John “Rip” Ford, dan “Sul” Ross.

Dalam film, revolver Navy model 1851 digunakan juga oleh para tokohnya, seperti Clint Eastwood dalam film The Bad, The Good, and The Ugly (1966) dan Kevin Costner dalam Dances with Wolves. Di kedua film terkenal itu terlihat kurang cermatnya pembuat film dengan menampilkan Navy model 1851 dengan peluru cartridge dan bukan peluru cap & ball sesuai eranya yang bersetting masa Perang Saudara Amerika (1861-1865).
Akhir kata, saran saya kl nonton film Cowboy, cobalah sedikit berpikir kritis: jika eranya sebelum 1870 seharusnya revolver yang digunakan masih pakai sistem cap and ball yang butuh waktu lama untuk reload (bisa hingga 4-5 menit). Sementara jika settingnya sudah diatas masa itu (misal nonton film Geronimo), bolehlah kita sedikit relax, jika jagoannya bisa mengisi peluru revolver dengan cepat, anggap aja mereka pakai revolver cartridge.
Sumber:
The Illustrated Encyclopedia of Pistols Revolvers and Submachine Guns, Will Fowler-2010
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Cartridge_(firearms)
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Colt_1851_Navy_Revolver
http://petticoatsandpistols.com/…/reloading-cap-ball-revol…/
http://www.imfdb.org/wiki/Colt_1851_Navy

nice posting i have many times to read all of your post thanks for sharing about it.
tks, you’re welcome
Tks, I really appreciate if you can share this blog to the others