Pertempuran Binh Ba (6–8 Juni 1969): Duel Sengit Prajurit Australia vs Pasukan Vietnam Utara-Vietcong
Pertempuran Binh Ba (6–8 Juni 1969), juga dikenal sebagai Operasi Hammer, adalah sebuah pertempuran yang terjadi selama Perang Vietnam. Pertempuran tersebut terjadi saat pasukan Australian Army dari Batalyon ke-5, Royal Australian Regiment (5 RAR) bertempur melawan pasukan gabungan People’s Army of Vietnam (PAVN/NVA) dan Viet Cong (VC), termasuk satu kompi dari Resimen ke-33 NVA dan elemen dari Batalyon VC D440, di desa Bình Ba, 5 kilometer (3,1 mi) utara Nui Dat di Provinsi Phuoc Tuy. Pertempuran itu dinilai tidak biasa dalam pengalaman tentara Australia di Vietnam Selatan, karena melibatkan pertempuran jarak dekat dari rumah ke rumah yang sengit, meskipun mayoritas dari pasukan musuh yang terbunuh adalah akibat tembakan artileri berat dan pemboman dari udara. Menanggapi upaya NVA/VC untuk merebut Binh Ba, pasukan Australia menyerang desa dengan mengerahkan pasukan infanteri, lapis baja dan helikopter tempur, untuk mengalahkan pasukan musuh. Akan tetapi, pertempuran semacam ini bukanlah hal yang biasa di provinsi Phuoc Tuy, dan kerugian besar yang diderita oleh pihak komunis, akhirnya memaksa mereka untuk meninggalkan provinsi itu untuk sementara waktu. Meskipun Australia memang menghadapi unit-unit Pasukan Utama NVA/VC di tahun-tahun berikutnya, pertempuran tersebut menandai berakhirnya bentrokan berskala besar diantara keduanya. Pertempuran Binh Ba, kemudian akan dikenal sebagai sebagai salah satu kemenangan besar pasukan Australia dalam Perang Vietnam.

LATAR BELAKANG
Saat tank Centurion yang lamban mendekati desa Binh Ba pagi-pagi sekali tanggal 6 Juni 1969, komandannya dari tentara Australia melihat pemandangan yang damai. Hanya lima kilometer dari pangkalan Satuan Tugas Australia di Nui Dat, Binh Ba dan dusun-dusun sekitarnya rentan terhadap infiltrasi musuh, tetapi sejauh ini di bawah perlindungan Pasukan Regional (RF) tentara Vietnam Selatan, mereka diyakini bebas dari Viet Cong (VC). Awak tank, disertai dengan kendaraan pemulihan, memiliki banyak alasan untuk berharap bahwa mereka akan bisa melanjutkan tugasnya tanpa insiden untuk mendukung elemen-elemen dari Batalyon ke-6, Royal Australian Regiment, yang sedang terlibat dalam pertempuran sengit delapan kilometer di utara Nui Dat. Situasi nampak tenang, sampai pada pukul 8.10 granat berpeluncur roket (RPG) meledak dari arah pepohonan karet dan menghantam tank Centurion pasukan Australia tepat di bagian turret-nya. Ditembak dari jarak dekat, dampak dan ledakan yang dihasilkan mengguncang tank, membuat macet turret dan melukai operator radionya. Tidak dapat mengarahkan meriam utamanya dan tidak memiliki dukungan pasukan infanteri, tank Centurion Australia tidak akan mampu menahan serangan. Mengamankan tank adalah satu-satunya pilihan. Komandan tank kemudian melihat tempat yang paling mungkin bagi tim RPG untuk menembak dan memberikan tembakan penekan di tempat itu dengan menggunakan senapan mesin 7.62mm miliknya. Secara bersamaan, kendaraan pemulihan datang dan menembakkan dua senapan mesinnya ke area yang sama. Setelah itu tidak ada lagi tembakan yang datang dari arah Binh Ba, sehingga tank Centurion yang rusak itu bisa menepi ke tempat yang aman. Percaya bahwa peluru antitank yang mengenainya mungkin merupakan tembakan yang tidak disengaja, yang dipicu oleh VC yang gugup, awak tank lalu mengirim laporan ke pangkalannya di Nui Dat. Untuk saat ini, peristiwa tersebut tampaknya hanyalah merupakan insiden kecil—tetapi, ternyata, itu adalah tembakan pertama yang akan mengubah Binh Ba yang damai menjadi tempat pertempuran sengit yang memakan banyak korban selama 48 jam berikutnya.



Kendaraan lapis baja berat pada awalnya dianggap sebagai peralatan yang tidak berguna dari tentara Australia, terutama di Vietnam, dan akibatnya pasukan infanteri serta awak tank tidak bisa bekerja dengan baik. Para kru kendaraan lapis baja, kemudian kerap disebut sebagai “Koala,” makhluk kecil yang pendiam dan suka dibelai, yang menurut undang-undang satwa liar Australia, tidak boleh ditembak—atau dikirim ke luar negeri. Terlepas dari lelucon yang dilontarkan pada mereka, para personel dan perlengkapan dari satuan 1st Armored telah membuktikan nilai mereka dalam pertempuran sebelumnya di pangkalan tembak Coral dan Balmoral, dan tank-tank mereka menjadi sangat penting dalam operasi-operasi untuk membersihkan posisi VC yang dipertahankan dengan baik. Pada tahun 1969 pasukan darat nyaris tidak mau melakukan operasi tanpa didukung oleh tank. Pada pagi bulan Juni itu, Batalyon ke-5, Royal Australian Regiment (5RAR) sebagian besar dalam keadaan siaga, sementara para prajurit dari Kompi A melakukan R&R (cuti) singkat di kota tepi laut Vung Tau. Bagi sebagian besar pasukan itu adalah hari di mana mereka bisa membersihkan diri, memperbaiki peralatan mereka, bersantai dan membaca beberapa surat dari Australia. Brian Bamblett, seorang komandan seksi di Peleton Nomor 10, Kompi D, sedang menantikan hari yang tenang untuk “mengurus tempat tinggal, merapikan tempat tidur, dan membersihkan peralatan.” Kompi D, bagaimanapun, adalah kompi reaksi cepat yang ditunjuk, jadi mereka harus siap untuk bergerak dan menyerang musuh dalam waktu 30 menit. Binh Ba sendiri adalah desa yang ditinggali dengan sekitar 1.000 petani dan pekerja perkebunan khas di daerah tersebut, terletak di antara kawasan perkebunan karet. Rumah-rumah di desa itu terbuat dari bata padat dan konstruksi ubin. Kedamaian dan kemakmuran relatif di tempat itu, serta kedekatannya dengan pangkalan Satuan Tugas Australia, telah membuat desa itu sering menjadi sasaran regu pembunuh dan pemungut cukai VC. Selama tur pertama orang-orang Australia, mereka telah menduduki desa itu dengan peleton senapan dan dukungan mortir untuk memberikan keamanan sebagai bagian dari kampanye merebut “hati dan pikiran” warganya. Itu adalah upaya pencegahan yang efektif dalam menangkal aktivitas VC, tetapi akhirnya pasukan Australia ditempatkan di tempat lain dan Pasukan Regional Vietnam Selatan (RF) mengambil alih misi pengamanan di desa itu.

LEBIH DARI DUA PLETON MUSUH
Kembali ke medan pertempuran di bulan Juni 1969, setelah tembakan RPG menyerang tank Centurion pasukan Australia, komandan Kompi D, Mayor Murray Blake mengevaluasi informasi intelijen yang tersedia dan menyimpulkan bahwa dua peleton VC tampaknya telah menyusup ke dalam desa dan bahwa elemen RF tidak lagi memegang kendali disana. Agaknya, tim RPG dari salah satu peleton ini telah menembaki tank Centurion yang lewat. Insiden itu segera mengakhiri hari tugas ringan dari Kompi D saat Blake memerintahkan kompi itu menuju ke Binh Ba. “Instruksi yang saya terima”, ingat Blake, “adalah untuk….melancarkan operasi membersihkan di desa itu”. Singkatnya misi mereka adalah untuk menghancurkan musuh di Binh Ba. “Sepertinya tidak ada yang luar biasa disana”, ujar Blake percaya diri kepada seorang sersan mayor di kompinya saat mereka bersiap berangkat. “Perlengkapan dan amunisi kami sudah dikemas,” kata Bamblett. “Kami tahu kami dalam keadaan siaga dan apa pun bisa terjadi.” Tidak ada yang tahu apakah VC akan tetap berada di sana pada saat orang-orang Australia tiba. Pasukan reaksi cepat yang dikirimkan terdiri dari Kompi D/Batalion ke-5, satu pasukan kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) M-113 pimpinan Kapten Ray De Vere dan satu pasukan tank Centurion, yang terdiri dari 4 tank asal Skuadron B/Resimen Lapis Baja ke-1. Mereka bergerak di jalanan menuju Binh Ba secepat yang bisa dilakukan kendaraan APC mereka. Pada pukul 10.30, mereka beriringan dari arah selatan desa dan menemukan pasukan RF sedang terlibat dalam pertempuran sengit. Meskipun laporan masih membingungkan, menjadi jelas bahwa perkiraan hanya ada dua peleton VC di Binh Ba adalah salah. Saat pasukan APC berkumpul, para Diggers (julukan pasukan Australia) dapat melihat bahwa pasukan RF mencoba mengevakuasi penduduk desa. Para prajurit yang lebih berpengalaman langsung tahu bahwa upaya ini juga bisa menjadi jalan keluar yang jelas bagi personel VC. Mayor Blake kemudian berusaha untuk berkoordinasi dengan kepala distrik Vietnam. Binh Ba kemungkinan besar akan dihancurkan oleh meriam utama kaliber 84mm dari tank-tank Centurion dan kemudian serangan infanteri yang tak terhindarkan, akan memberikan kemenangan propaganda lainnya bagi Viet Cong. Unit RF terus bertempur dengan keras, tetapi tidak dapat membuat kemajuan. Pada pukul 11.20, ketika para prajurit Australia mulai menerima tembakan RPG, Blake menerima pesan dari kepala distrik untuk “Melakukan apa yang bisa dia lakukan.” Kepala distrik itu mengatakan bahwa para penduduk sudah dievakuasi dari Binh Ba dan pasukan Australia bisa masuk ke desa itu. Beberapa ratus penduduk sipil telah dikumpulkan ke sebuah sekolah, dimana hanya ada dua pleton musuh di Binh Ba, tambah kepala distrik itu.



Empat tank di bawah pimpinan Letnan 2 Brian Sullivan lalu memimpin serangan menuju desa, dan kendaraan-kendaraan APC yang membawa Kompi D mengikuti di belakang. Tiga ratus meter dari desa, para prajurit infanteri turun dan ditempatkan di antara kendaraan APC. Skema manuver kemudian mewajibkan Kompi D untuk menggunakan Rute 2 sebagai garis keberangkatan dan menyerang ke arah barat, melewati jalan-jalan desa dan membersihkan musuh. Saat tentara Australia mencapai area perimeter desa yang bebas dari pohon, mereka dapat melihat bahwa mereka akan menghadapi perlawanan keras. Brian London, komandan Peleton Nomor 10 mengatakan dia melihat “sekitar 40 sosok berlari untuk mengambil posisi bertahan. Saat berikutnya beberapa jalur asap tembakan RPG menuju ke arah kami.” Ketika Bamblett dan anak buahnya turun dari APC mereka, mereka juga melihat “sosok-sosok asing berlarian di tepi desa. Aku tidak bisa melihat helm atau topi floppy, tidak ada juga bintang merah. Saya tidak tahu apakah itu NVA (tentara reguler Vietnam Utara) atau VC. Kemudian saya melihat jejak asap dari tembakan RPG. Kendaraan-kendaraan APC lalu menggunakan semburan tembakan senapan mesin kaliber .50 untuk mengusir pasukan musuh, sementara tank-tank menghancurkan satu demi satu deretan rumah pertama dimana roket RPG ditembakkan.” Bamblett sendiri segera mencari perlindungan saat tembakan RPG menjadi lebih intens dan para personel Kompi D mengorganisir diri. Blake saat itu sedang menunggu dengan sisa-sisa unitnya di area terbuka di pohon karet, sekitar 300 meter jauhnya. Kompi D terus menerima lebih banyak tembakan sementara anak buahnya menunggu, tetapi tim RPG musuh berada di luar jangkauan efektif mereka. Tidak lama setelah serangan, pasukan Australia bertemu dengan sekelompok penduduk sipil (yang bertentangan dengan informasi kepala distrik bahwa mereka semua sudah dievakuasi), mencoba melarikan diri ke utara, ke Duc Trung.
SERANGAN GELOMBANG PERTAMA
Skuadron Nomor 9 Angkatan Udara Australia kemudian dipanggil untuk mendukung serangan itu. Sebuah fire team ringan yang terdiri dari dua Bushranger—helikopter UH-1 Huey yang dipersenjatai dengan minigun dan roket—masuk untuk “melunakkan” perlawanan musuh yang bertahan dan untuk mencegah mereka melarikan diri dari desa, sembari menggiring mereka ke arah serangan tentara Australia. Dengan dukungan udara yang sekarang mendukung mereka, tank-tank dan APC-APC bergerak masuk. Binh Ba sendiri adalah desa yang padat, hanya sepanjang 200 meter dari utara ke selatan dan 500 meter dari barat ke timur, dengan sistem jaringan empat jalan yang melewatinya. Rencana awalnya sederhana, dengan tank, APC dan pasukan infanteri maju ke setiap blok rumah. Pasukan Infanteri kemudian akan membersihkan rumah-rumah dengan dukungan dari tank-tank Centurion. Sebuah kekuatan pembersih akhir kemudian akan menyusul di belakang. Perlawanan, bagaimanapun, jauh lebih keras dari yang diantisipasi. Saat mereka menerobos desa, Sullivan menemukan bahwa rumah-rumah yang dibangun dengan baik mampu menyerap banyak tembakan dan memberikan perlindungan yang baik kepada pasukan musuh. Dia dengan cepat menemukan bahwa menembakkan peluru berdaya ledak tinggi kaliber 84mm melalui pintu kayu akan membunuh siapa pun di dalam tanpa menyebabkan terlalu banyak kerusakan struktural. Meski mendapat dukungan dari tank, baik kendaraan maupun orang-orang Australia masih diserang dengan tembakan senjata ringan yang berat. “Kami mendapat kejutan yang cukup besar ketika kami mengalami hujan tembakan hebat yang berkelanjutan dari rumah-rumah pertama saat kami memasuki desa” kata komandan APC Kopral Nick Weir. Dia juga terkejut ketika, di tengah pertempuran, seorang pemilik perkebunan Prancis “mengumpat dan meludahi kami saat kami maju” mengonfrontasinya. “Yang dia pedulikan hanyalah bisnis karetnya,” kenang Weir.


Sementara itu para prajurit Australia menemukan bahwa mereka sangat rentan terhadap musuh yang bertahan gigih di area bekas rumah yang dihancurkan. Reruntuhan yang ditimbulkan malahan memberi tim RPG musuh tempat berkeliaran dengan lebih banyak perlindungan. Disamping itu kesediaan pihak musuh untuk menyerang tank lebih lanjut menunjukkan bahwa perkiraan intelijen salah. Musuh tidak bertindak seperti personel VC lokal pada umumnya. Semakin jelas kini bahwa ada kehadiran Tentara Vietnam Utara yang kuat di desa tersebut. Tetap saja, setiap elemen kecil Kompi D mendesak ke depan, melakukan kontak demi kontak. Kendaraan APC dan tank menembakkan ribuan peluru kaliber .50 dan 7.62mm ke setiap pintu atau titik tembak yang dicurigai, sementara meriam utama tank Centurion menyerang posisi pertahanan yang alot. Mayor Blake sekarang menyadari bahwa musuh Yang kuat sedang berada di Binh Ba: “Mereka ada di mana-mana. Itu seperti yang Anda lihat di film-film (mengenai pertempuran ini). Saya bahkan melihat beberapa orang menyeret senapan mesin kaliber 12,7 mm. Masalah lainnya adalah masih banyak warga sipil di sekitar tempat ini. Saya melihat anak buah saya menghentikan apa yang sedang mereka lakukan (bertempur melawan musuh) dan lari untuk mengusir warga sipil yang ketakutan.” Beberapa warga sipil berlari sambil berteriak dari rumah-rumah mereka. Seorang wanita bangkit dari kondisinya yang menyedihkan, menangis, sambil menunjuk-nunjuk kearah sebuah bunker yang sebagian rubuh. Pencarian yang kemudian dilakukan, menemukan seorang anak berusia 15 tahun dalam keadaan shock namun tidak menunjukkan luka fisik. Namun wanita itu tetap berteriak sambil menunjuk ke arah bunker.



Pencarian berikutnya kemudian menemukan tubuh seorang gadis kecil yang hancur terbagi dua. “Kami tidak dapat membantu lebih banyak ibu itu selain membungkus mayat putrinya…dan membawanya bersama putranya ke tempat yang aman”, ingat London. Dalam satu jam pertempuran, satu tank dilumpuhkan karena kerusakan akibat pertempuran dan timbul korban diantara awaknya. Salah satu roket menghantam punggung Letnan Dua Brian Sullivan, yang menderita luka gores pada bagian kepala dan bahunya akibat terkena ekor roket (kemudian Sullivan menerima medali Military Cross atas keberaniannya dalam pertempuran Binh Ba). Sementara itu Binh Ba belum juga bisa diamankan. Pada pertengahan hari, pasukan Australia terjebak dalam hujan tembakan dengan sebuah tank rusak (3 tank lainnya masih beroperasi dengan kru yang lengkap). Blake lalu memutuskan untuk mendobrak kearah selatan, dan mereka sukses melakukan itu dengan korban sangat sedikit (utamanya disebabkan oleh daya tembak dari kendaraan lapis baja tentara Australia). Weir terkejut dengan intensitas pertempuran tersebut, dan Bamblett merasa dia telah “diusir dari Binh Ba.” Blake melihatnya terutama sebagai masalah pasokan—khususnya bagi para crew Centurion yang kehabisan amunisi—tetapi faktanya tidak ada pemikiran untuk meninggalkan desa. Saat dia mengingat kembali, “Kami hanya harus masuk kembali (ke Binh Ba).” Meski demikian, jelas tentara NVA berhasil memukul serangan pertama tentara Australia ke Binh Ba.
SERANGAN GELOMBANG KEDUA
Sorenya, empat tank baru bergerak ke arah barat desa. Para Diggers kini bersiap untuk menyerang lagi, kali ini dari barat ke timur. Sebuah pasukan tank baru bergerak maju. Pasukan Infanteri memimpin serangan pada jam 14.00, membersihkan rumah-rumah sementara didukung oleh Pasukan X, Skuadron B, Resimen Lapis Baja ke-1. Tetapi dengan musuh sekarang dalam posisi pertahanan yang kuat dibantu oleh puing-puing besar berserakan, perjalanan menjadi semakin sulit. Setiap posisi persembunyian harus digeledah dan dibersihkan. Binh Ba berubah dari pertarungan mekanis menjadi pertarungan jarak dekat. Setiap peleton infanteri melakukan serangan dengan didukung oleh satu tank dan dua kendaraan APC. Peleton-peleton itu diorganisasikan ke dalam tim-tim pembersihan rumah yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Kontrol tim dan kendaraan pendukung terbukti bermasalah di lingkungan perkotaan karena hilangnya garis pandang berkontribusi pada kebingungan diantara pasukan. Tim seharusnya membersihkan satu baris rumah pada satu waktu, dan kemudian menunggu. Jika semua berjalan sesuai rencana, mereka akan melewati Binh Ba dalam satu fire team pada satu waktu. Saat Kompi D bergerak maju lagi, pasukan infanteri keluar dari kendaraan mereka dan melakukan kontak langsung dengan musuh. Saat peletonnya mencapai barisan rumah pertama, Prajurit Wayne Teeling ditembak mati oleh sniper. London lalu berlari ke bagian belakang tank Centurion peleton dan mengangkat telepon eksternal, tetapi tidak berfungsi. Dia kemudian naik ke atas tank dan berteriak ke bawah palka agar satu peluru berpeledak tinggi ditembakkan ke dalam gedung. Rumah itu meledak dan para Diggers bergegas masuk, menemukan enam NVA mati di dalam reruntuhan yang membara. Dari dokumen yang kemudian ditemukan, mengungkapkan identitas mereka, sebagai prajurit dari Batalion ke-1, Resimen ke-33 NVA. Inilah untuk pertama kalinya, sebuah batalion NVA diketahui bergerak dalam jarak 3 km dari Nui Dat.



Dalam pertempuran sengit, pihak Australia maju terus dengan atau tanpa perintah langsung. Terkadang seorang prajurit memimpin jika tidak ada orang lain yang bisa. Keberanian dan kepemimpinan di jajaran perwira junior luar biasa. Dari 21 unit senapan yang terlibat dalam pertempuran, dua belas diantaranya dikomandoi oleh tentara berpangkat prajurit. Dua peleton dipimpin oleh sersan dan satu oleh seorang kopral. Jalan demi jalan direbut dan sudut lain di desa dipertahankan; kemudian bunker lain atau ruangan lain diambil alih. Pertempuran menjadi upaya menit demi menit oleh para prajurit dan NCO. Bamblett menyebutnya pertarungan intens yang penuh dengan “pilihan sepersekian detik (yang menentukan) dan pertempuran jarak dekat di dalam rumah dan di dalam ruangan.” Letnan Dua John Russel mengalami pengalaman semacam ini. Setelah melihat para prajurit musuh dalam sebuah rumah, Russel sendirian, menyerbu masuk pintu, hanya untuk ditembak oleh seorang NVA pada jarak dekat, catat Wilkins. Tembakan itu meleset dan Russsel kemudian melompat kebalik pembatas, yang mana segera ditembaki menggunakan senapan dan sebuah granat dilemparkan keatasnya, melukai parah Russel di tangan dan dadanya. Berpikir bahwa prajurit Australia itu telah mati, seorang NVA mengintip ke balik pembatas, dimana Russel menembaknya diantara kedua matanya. Dalam keadaan kacau, Russsel terhuyung-huyung keluar dari pintu. “Apa yang kamu lakukan pak? Anda (seharusnya) sudah mati!” kata seorang anak buah Russel setelahnya. Rumah itu kemudian didapati sebagai markas batalion NVA. Bagaimanapun pola taktis tempur dari rumah ke rumah seperti ini lalu diulang lagi dan lagi. Dengan sekarang jelas bahwa perlawanan itu jauh lebih besar daripada apa yang mungkin diharapkan dari dua peleton VC, pengontrol udara garis depan Angkatan Udara AS menawarkan dukungan, meskipun Kapten Ray de Vere yakin bahwa para prajurit Australia dapat mengatasi problem yang dihadapi dengan sumber daya mereka sendiri. De Vere sendiri mengarahkan tembakan roket dari Bushrangers ke sasaran. Tetapi situasinya cukup sulit sehingga membutuhkan bala bantuan dari Kompi B, yang tiba pada sore hari. Bill O’Mara dari Peleton Nomor 6 Kompi B mengharapkan seluruh kejadian itu seperti “jalan-jalan di taman (hal yang mudah).” Seorang fotografer, O’Mara berharap dia akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil beberapa gambar yang bagus. Saat itu sore hari, waktu dia melihat pemandangan dari atas kendaraan APC saat mereka mendekati desa. “Ketika kami semakin dekat, saya melihat rumah-rumah terbakar dan ada helikopter-helikopter gunship yang berdengung bolak-balik.” O’Mara mulai menyadari bahwa itu mungkin tidak semudah yang ia bayangkan.
MEMBERSIHKAN BINH BA
Sementara itu, Kompi B seharusnya memastikan bahwa tidak ada pasukan musuh yang meninggalkan atau memasuki desa, jadi mereka ditempatkan di antara pohon-pohon karet di pinggiran Binh Ba. Musuh sekarang terhuyung-huyung akibat dari efek serangan senjata gabungan tentara Australia. Banyak yang memilih untuk bertempur sampai akhir dalam posisi bertahan mereka, tetapi beberapa memutuskan bahwa melakukan penarikan mundur taktis adalah cara terbaik bagi mereka untuk bisa bertempur di kemudian hari. Sebuah helikopter ringan Sioux yang diterbangkan oleh Letnan 2 Peter Rogers dan membawa perwira intelijen 5 RAR, Kapten Mike Battle, terbang di atas beberapa pasukan NVA saat mereka melarikan diri dari reruntuhan desa. Saat dua tank Centurion mengejar mereka, salah satunya dihentikan oleh tembakan RPG-7. Sementara itu, tanpa dukungan infanteri, pengejaran lebih lanjut oleh tank akan menjadi hal yang konyol. Saat matahari terbenam, tembakan mereda ketika rumah terakhir dibersihkan. Sebagian besar bangunan di Binh Ba sekarang hampir tidak dapat dikenali lagi dan pencarian dilakukan di bawah tanah saat para Diggers membuka penutup tempat perlindungan bawah tanah yang dibangun di dekat atau di dalam masing-masing rumah. Banyak musuh menambah kekacauan dengan berganti pakaian sipil dalam upaya melarikan diri. Pasukan musuh berlindung di rumah-rumah di selatan desa, dimana helikopter-helikopter gunship Bushranger menyerang dari jarak dekat. “Pengecekan ketat harus dilakukan” jika ada warga sipil di dalam rumah, kata Kapten David Wilkins. Namun upaya ini sukar dilakukan, dan malah memberi keuntungan bagi pihak musuh. Upaya tentara-tentara Australia dalam melindungi warga sipil menghindari pertempuran pada akhirnya memperlambat gerakan mereka. “Ini membutuhkan waktu lebih dari seharusnya, tetapi saya tidak bisa meninggalkan mereka di sana begitu saja”, ingat Blake.


Hari itu adalah hari yang panjang dan berat bagi orang-orang Australia, tetapi jika ada orang yang ingin beristirahat, dia harus tidur ditengah tembakan artileri. Tembakan yang mengganggu dimulai dengan Baterai Lapangan Nomor 105 menyerang beberapa target yang luas. Pasukan dan kendaraan APC dari Kompi B lalu membentuk garis pertahanan 360 derajat dengan kendaraan-kendaraan M-113 dan penembaknya menghadap ke luar. Malam itu sunyi. Namun pada pukul 06.00 tanggal 7 Juni, sekelompok besar tentara NVA bergerak menuju posisi Kompi B. Dalam tembak-menembak yang aneh, mungkin karena topi floppy Australia dan seragam hijau hutan yang mirip, kedua belah pihak pada awalnya sempat saling melambaikan tangan. Pasukan Regional masih berada di daerah itu dan Kompi B mengira itu adalah pasukan kawan—sebelum terjadi baku tembak cepat. Untuk Kompi D pagi itu, pertempuran akhir sudah di depan mata. Pertempuran terakhir di Binh Ba adalah untuk menyelesaikan pekerjaan sekali dan untuk selamanya. Kemudian tugas pembersihan terakhir yang mengerikan harus dilakukan—menyelidiki jebakan yang dipasang, mengeluarkan orang-orang yang mati, dan menggeledah mayat untuk mendapatkan dokumen penting. Senjata dan amunisi yang berserakan juga harus dikumpulkan sebagai indikator dalam urusan sulit, yakni memperkirakan jumlah korban di pihak musuh. Para pengumpul data intelijen selalu mendesak dikumpulkannya para tahanan, baik terluka atau tidak. 29 orang kemudian ditahan untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Namun tragedi terbesar dari semuanya, bagaimanapun, adalah kematian warga sipil yang tidak dapat melarikan diri di tengah pertempuran.
HASIL AKHIR & MISTERI MOTIVASI MUSUH
Pertempuran Binh Ba berakhir setelah penyisiran terakhir pada pukul 08:00 tanggal 8 Juni dan diikuti oleh aksi elemen urusan sipil Australia untuk membantu pemukiman kembali para penduduk desa. O’Mara dan Peleton Nomor 6 bergerak masuk ke desa yang hancur dan bertemu dengan kru kamera. “Saya hanya heran,” kenangnya. “Mereka mencoba meminta beberapa Diggers untuk mereka ulang pertempuran sehingga mereka bisa memfilmkannya.” Kata reporter itu “ulangi lagi kawan” ingat O’Mara, “ulangi lagi di depan kamera….lemparkan beberapa granat”. Beberapa prajurit melakukan arahan reporter itu, O’Mara sendiri menolak. “Aku pikir ini menjijikkan. Aku meminta reporter itu untuk pergi. Kemana saja dia sejam yang lalu?”. Sementara itu analisa intelijen yang segera berkembang mengkonfirmasi apa yang telah diduga oleh para Diggers. Binh Ba telah diduduki oleh Batalyon ke-1, Resimen ke-33 ketika tank Centurion pasukan Australia masuk ke dalam desa. Sebagian besar korban Australia berasal dari tembakan senjata ringan dan peledak fragmentasi. Terlepas dari intensitas pertempuran, Private Teeling adalah satu-satunya prajurit Australia yang tewas dalam pertempuran, sementara 10 lainnya terluka (8 diantaranya adalah awak tank). Di sisi lain, pasukan NVA telah dihajar dengan parah dalam pertempuran tersebut, dengan 91-107 personel mereka dikonfirmasi tewas. Meski demikian, laporan paska pertempuran dari Batalion ke-5 mencatat hanya ada 43 tentara NVA yang tewas dan 6 terluka (ditunjukkan dari jejak darah yang ditemukan). Beda angka ini kemudian dijelaskan, bahwa 60 korban tewas lainnya di pihak musuh disebabkan oleh pasukan Vietnam Selatan. Korban tewas juga mencakup beberapa warga sipil yang tidak terhitung, baik anak-anak, wanita, dan orang tua. Ini salah satunya disebabkan oleh tentara NVA yang kerap menggunakan warga sipil sebagai “tameng hidup”. Mayat musuh kemudian dikuburkan di lapangan desa, dan atas perintah kepala distrik, sebagai peringatan bagi warga desa untuk tidak memberi perlindungan pada musuh. Dengan memerintahkan hal ini, ia nampaknya gagal memahami, bahwa banyak warga desa tidak punya pilihan lain, karena pasukan NVA begitu saja menduduki rumah-rumah mereka. Dokumen yang diambil kemudian menunjukkan bahwa Resimen ke-33 telah bergerak melintasi provinsi Phuoc Tuy untuk mencapai daerah perlindungan di timur laut.


Tidak ada keraguan bahwa NVA membuat pertahanan yang berani di desa dan bertekad untuk menghancurkan elemen besar dari Satuan Tugas Australia. Tapi masih belum diketahui apakah pertempuran Binh Ba adalah pilihan yang disengaja oleh NVA atau tidak. Tentu saja tembakan pertama pada pagi hari tanggal 6 Juni bukanlah sebuah penyergapan. Apakah NVA terkejut dengan pembalasan tentara Australia, atau apakah itu tipuan untuk memikat bagian dari gugus tugas untuk bertempur di medan tempur yang tidak mereka pilih? Memang ada beberapa pertempuran biasa sebelumnya, tetapi sedikit di mana pasukan NVA telah begitu siap untuk menghadapi ancaman kendaraan lapis baja. Menurut Letnan Kolonel Colin Khan, Komandan 5RAR, ia percaya bahwa operasi musuh mungkin didasari oleh salah satu atau kedua tujuan berikut ini:
- Sebagai bagian dari serangan di seluruh wilayah Vietnam Selatan, yang dirancang untuk mempengaruhi negosiasi perdamaian saat itu.
- Mengurangi tekanan di wilayah utara di mana, pasukan 6RAR menghalangi Resimen HQ 33 NVA untuk bergerak ke timur ke arah area pangkalan tentara Australia.
Bagaimanapun, karena niat sebenarnya dari Resimen ke-33 NVA hari itu tidak diketahui hingga hari ini, perdebatan pasti akan terus berlanjut. Namun, yang pasti adalah bahwa 5RAR bertempur tanpa henti dan berhasil mengatasi musuh yang tangguh, dengan menghadirkan elemen senjata gabungan tingkat tinggi yang telah lama menunjukkan manfaatnya bagi tentara Australia dalam pertempuran. Sementara itu, sebagai akibat dari kerugian besar yang diderita di Bình Ba, NVA untuk sementara terpaksa pindah dari provinsi Phuoc Tuy dan masuk ke provinsi sebelah Long Khánh. Resimen Kavaleri ke-3 dan Resimen Lapis Baja ke-1 dari pasukan Australia kemudian dianugerahi penghargaan Battle Honour ‘Binh Ba’, salah satu dari hanya lima penghargaan semacam itu, yang diberikan kepada unit Australia selama perang.

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:
Aussies’ Face-to-Face Fight at Binh Ba by Raymond Gallacher
Vietnam: The Australian War by Paul Ham, 2007, p 479-485
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Binh_Ba
Strategic context: The battle of Binh Ba by Robert Hall, 12 June 2019
D-Day 25 Years On — The Battle of Binh Ba by Arthur Burke
https://anzacday.org.au/d-day-25-years-on-the-battle-of-binh-ba/
