Alutsista

Type-74, Tank Generasi Kedua Jepang Paska Perang Dunia Kedua

Type 74 (74式戦車, nana-yon-shiki-sensha) adalah tank tempur utama (MBT) dari Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF). Tank ini dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries sebagai pelengkap dari tank Type 61, yang sudah ada sebelumnya. Tank Type 74 didasarkan pada fitur terbaik dari sejumlah desain tank kontemporer di masanya, yang menempatkannya di kelas yang sama dengan tank M60 Patton AS atau Leopard 1 Jerman. Seperti desain tank-tank ini, Type 74 memakai meriam kaliber 105 mm M68. Tank ini secara efektif baru mulai beroperasi pada tahun 1980, karena proses pengembangannya yang lama. Pada saat itu militer negara-negara Barat lainnya telah memperkenalkan desain tank yang lebih mumpuni dari Type 74. Kehadiran tank Type 74 kemudian diikuti oleh tank Type 90 yang lebih berat. Baik Type 74 dan Type 90 dilengkapi dan pada akhirnya akan digantikan oleh tank Type 10, yakni tank generasi yang paling baru di JGSDF.

MBT Type 74 Jepang . (Sumber: https://military-wiki.com/)

SEJARAH PENGEMBANGAN

Selama beberapa dekade setelah berakhirnya Perang Dunia II, industri pertahanan Jepang dibatasi dalam hal pembuatan senjata di dalam negeri. Militer Jepang saat itu paling sering diisi dengan perangkat keras militer asal Amerika. Tank Type 61 kemudian hadir sebagai tank pasca-Perang Dunia II pertama yang dirancang dan dibuat di Jepang. JGSDF kemudian mulai mempelajari desain tank baru dengan Mitsubishi pada tahun 1962, setelah tank Type 61 yang baru saja masuk jalur produksi terbukti kalah dengan desain tank baru Soviet seperti T-62. Sekitar tahun 1962, ketika tank Type 61 yang dilengkapi dengan meriam 90mm mulai dioperasikan, tank T-54 dan T-55 telah dilengkapi dengan meriam rifled kaliber 100mm dan menjadi standar di Uni Soviet, yang kemudian diikuti oleh tank T-62 yang dilengkapi dengan meriam kaliber 115mm smoothbore, yang lebih besar kalibernya. Fitur dari beberapa desain kemudian digabungkan untuk desain tank baru Jepang, termasuk suspensi yang dapat dikontrol dari proyek MBT-70 AS-Jerman, lambung tank Leopard 1, beberapa pengaruh desain turret dan senapan mesin anti pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh dari tank M60, serta meriam L7 kaliber 105mm. Desainnya termasuk cupola untuk komandan yang dapat berputar, dan sistem autoloader baru untuk meriam utama tank untuk menjaga agar profil turret tetap rendah. Sebelum munculnya keputusan di tahun 1965 untuk mendesain tank yang sama sekali baru, beberapa teknologi yang nantinya akan digunakan dalam STB-1 (prototipe pertama) sudah dikembangkan secara mandiri di Jepang. Desain Type 74 diselesaikan pada tahun 1964 dan berbagai rig uji dibangun antara tahun 1964 dan 1967. Pembangunan dua prototipe pertama dimulai di pabrik Maruko milik Mitsubishi Heavy Industries pada akhir tahun 1968 dan selesai pada bulan September 1969. Mereka disebut STB-1 dan berisi banyak fitur tank lain yang sedang dikembangkan saat itu. Dari uji coba kemudian diketahui bahwa sistem autoloader terbukti masih terlalu kompleks untuk dioperasikan, dirawat dan tidak dinilai reliable. Sistem ini kemudian dihapus bersama dengan senapan mesin anti pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Akibatnya turret harus diperpanjang untuk bisa mengakomodasi kru loader yang baru. Senapan mesin 12,7 mm (0,50) yang dikendalikan dari jarak jauh lalu diganti dengan dudukan yang lebih sederhana dan turretnya sedikit menjadi berbeda bentuknya dengan rak belakang yang jauh lebih panjang. Pada akhirnya prototipe STB-3 yang mengakomodasi perubahan ini diluncurkan pada tahun 1971, dan setelah menjalani berbagai tes dan modifikasi, STB-6 yang menjadi prototipe final diserahkan pada tahun 1973.

Tank Type 61 tank pasca-Perang Dunia II pertama yang dirancang dan dibuat di Jepang. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Tank T-62 Soviet. T-62 yang dibekali meriam kaliber115mm smoothbore, mengungguli daya tembak tank Type 61 Jepang. Hal ini kemudian mendorong pengembangan tank Type 74. (Sumber: https://tr.super-hobby.com/)
MBT-70, desain tank kerjasama AS-Jerman. Beberapa desain MBT-70 coba ditambahkan dala, desain tank Type 74 Jepang, seperti sistem suspensi yang dapat dikontrol. (Sumber: http://www.missing-lynx.com/)

Desain final ini diterima dan kemudian 893 tank Type 74 diproduksi antara bulan September 1975 dan 1989, dengan 225 unit dikirimkan pada bulan Januari 1980. Tidak diragukan lagi Type 74 akan menjadi tank generasi kedua terbaik di negara-negara Barat yang mengadopsi sistem suspensi hidraulik yang unik dan sistem pengendalian tembakan yang canggih, namun pengembangan tank ini diperlambat karena para perancang berusaha memperkenalkan berbagai inovasi yang terbukti terlalu rumit, sehingga tergolong terlambat dioperasikan. Sejak diperkenalkan tank ini mengalami berbagai modifikasi mulai dari Mod.B hingga Mod.G/Kai. Produksi tank ini berhenti pada tahun 1989, setelah 898 unit sempat diproduksi. Pada saat produksi dihentikan, desain tank Type 74 sudah tergolong usang. 822 tank Type 74 diketahui beroperasi pada tahun 1990, 870 beroperasi antara tahun 1995 – 2000, serta 700 beroperasi pada tahun 2006. Per tanggal 17 Maret 2022, sejak pembubaran Divisi ke-1 Batalyon Tank Angkatan Darat Timur, sekitar 130 tank Type 74 masih tetap beroperasi hingga hari ini. Kehadiran tank Type 74 kemudian diikuti produksinya oleh MBT Type 90 yang dipersenjatai dengan meriam tank smoothbore kaliber 120 mm.

STB-2, prototype tank Type 74. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)
Tank Type 74 Jepang. Produksi tank ini berhenti pada tahun 1989, setelah 898 unit sempat diproduksi. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)
MBT Type 90, yang dirancang untuk menggantikan MBT Type 74. Meski demikian sekitar 130 tank Type 74 masih tetap beroperasi hingga hari ini. (Sumber: https://ru.pinterest.com/)

DESAIN

Lapisan Baja dan Lambung

Alih-alih memakai lapis baja komposit (seperti yang digunakan pada tank tempur utama Tipe 90 kemudian), Type 74 mengadopsi pelat baja RHA yang dilas untuk konstruksi lambungnya, dengan lapis baja miring banyak digunakan untuk mengalahkan peluru penembus lapisan baja dan penetrator energi kinetik lainnya. Tank ini memiliki pelindung lambung bagian depan setebal 80 mm dengan ketebalan pelindung efektif hingga 189 mm untuk glacis atas dan 139 mm untuk glacis bawah. Pelindung samping tank berukuran 35 mm, sedangkan pelindung belakang setebal 25 mm. Turret baja cor diperkirakan memiliki lapisan pelindung setebal 195 mm. Jika dibandingkan dengan MBT generasi kedua lainnya, Type 74 memiliki lapisan baja lebih tebal (antara 189-195 mm pada bagian terkuatnya, seperti glacis dan turret depan) daripada tank Leopard 1 (ketebalan antara 122mm dan 140mm), tetapi kurang tebal dibanding tank Soviet yang sebanding seperti T-62 (ketebalan antara 174mm dan 204mm). Lambung pada tank Type 74 memiliki ciri-ciri agak menanjak pada bagian kompartmen mesin belakangnya, dengan kompartmen pengemudi di bagian depan, dan kompartmen tempur di bagian tengah. MBT ini diawaki empat orang, termasuk komandan, penembak, loader, dan pengemudi. Pengemudi tank duduk di sebelah kiri dengan dilengkapi 3 periskop JM17 Mod 2 dan lubang bukaan tunggal. Periskop malam inframerah atau pasif dapat dipasang di tengah penutup palka dan digunakan bersama dengan lampu inframerah. Sistem operasi penglihatan malam didasarkan pada model yang diperoleh melalui bantuan teknis dari Amerika Serikat. Dua set lampu, sinyal, dan lampu blackout dipasang di masing-masing mudguards pada dudukan yang terlindungi. Tank Type 74 dilengkapi dengan lampu sorot dengan lampu xenon sebagai pengganti lampu tungsten dan, desain awal filter lampu sorot berukuran diameter 60 cm yang mudah pecah akibat guncangan atau hembusan udara setiap kali meriam ditembakkan. Type 74 dilengkapi dengan laser range finder tipe laser ruby. Perangkat penglihatan malam yang melengkapi prototipe Type 74 adalah tipe inframerah aktif, dan jika musuh memiliki perangkat penglihatan malam pasif, ada risiko bagi tank ini untuk mudah mengungkapkan keberadaan mereka. Sementara itu jenis perangkat penglihatan pasif memperkuat cahaya redup alami, dan meskipun tingkat kemudahan deteksinya telah sangat berkurang, ia memiliki kelemahan karena performanya dipengaruhi oleh fenomena alam.

Desain layout tank Type 74. (Sumber: https://thaimilitaryandasianregion.wordpress.com/)
Tank Type 74 memiliki lapisan baja lebih tebal dari tank Leopard 1, namun lebih tipis dibanding tank T-62. (Sumber: https://www.militarytoday.com/)
Foto nampak depan tank Type 74 yang menampilkan lampu xenon sebagai pengganti lampu tungsten. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Peralatan dan kotak penyimpanan pada tank Type 74 diikatkan pada sisi miring tank, dan sisanya pada keranjang turret. Turret adalah tipe cor, yang lebar dan rendah dengan wujud seperti cangkang kura-kura yang bulat didepan dan sempit di bagian belakang. Bagian mantlet menjadi satu kesatuan dengan bagian depan turret. Lubang bukaan tunggal kebelakang untuk loader ada di sebelah kiri tengah turret, dan cupola (dengan 6 blok untuk melihat keluar) komandan yang dapat berputar 360° ada di sebelah kanan, agak kebelakang, serta memiliki penutup palka satu bukaan yang terbuka ke belakang. Posisi penembak ada tepat di depan komandan. Keduanya memiliki periskop, yang lalu di-upgrade dengan pembidik thermal. Terdapat periskop penglihatan inframerah J3 dengan perangkat pencari jarak laser integral dan peranhkat penglihatan dengan perbesaran x1 dan x8 di bagian depan cupola komandan. Komandan juga memiliki lima periskop, dua di kedua sisi dan satu di belakang. Penembak yang duduk di depan komandan dilengkapi dengan perangkat periskopik penglihatan IR J2, dengan perbesaran x1 dan x8, di atap turret dan teleskop yang terhubung ke meriam utama. Loader memiliki periskop yang dapat berputar 360° penuh yang dipasang di depan palkanya. Bagian lambung dan turret ditutup dan dilengkapi dengan peralatan anti nubika (Nuklir-Biologi-Kimia). Terdapat keranjang penyimpanan eksternal di bagian belakang turret tank. Satu MBT Tipe 74 di setiap kompi tank JGSDF diketahui dilengkapi dengan bilah dozer.

Mobilitas

Tank Tipe 74 ditenagai oleh mesin Mitsubishi 10ZF Model 21 10-cylinder two-stroke cycle diesel engineyang menghasilkan tenaga 750 hp (560 kW). Mesin ini dipadukan dengan sistem transmisi manual Mitsubishi MT75. Knalpot dan peredam dipasang di samping hingga bagian belakang lambung, tepat di belakang ring turret. Dengan tenaga 19 hp/ton, rasio power-to-weight Type 74 mirip dengan tank AMX-30 asal Prancis. Rasio ini termasuk terbaik diantara tank di generasinya. Kecepatan jalan maksimum yang dicatat oleh tank Type 74 adalah 53 km/jam; namun, kecepatan setidaknya minimal 60 km/jam sempat dicapai, menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya. Tank Type 74 memiliki jangkauan 300 km, meningkat dibanding Type 61 yang hanya 200 km, sementara radius putarnya minimal 6 meter. Type 74 menggunakan suspensi hidropneumatik, yang menjadi fitur wajib di wilayah Jepang yang bergunung-gunung, berbukit, dan umumnya bermedan kasar. Suspensi ini memungkinkan tank untuk melaju lebih tinggi atau lebih rendah tergantung tipe medannya, condong ke kiri atau kanan, serta naik atau turun pada bagian depan atau belakang kendaraan. Sebagai catatan sistem suspensi serupa juga digunakan oleh tank Strv. 103 Stridsvagn dari Swedia.

Tank Type 74 dilengkapi dengan sistem suspensi yang fleksibel, yang cocok digunakan di daerah Jepang yang bergunung-gunung. (Sumber: https://www.militarytoday.com/)
Sistem suspensi tankType 74 memungkinkan tank ini untuk melaju lebih tinggi atau lebih rendah tergantung tipe medannya, condong ke kiri atau kanan, serta naik atau turun pada bagian depan atau belakang kendaraan. (Sumber: https://www.militarytoday.com/)

Suspensi hidropneumatik Type 74 bisa bergerak vertikal 450 mm, sehingga memberikan peningkatan besar pada kecepatan lintas medan tank, dibandingkan dengan tank Tipe 61 pendahulunya yang menggunakan suspensi tipe torsi dengan kemampuan gerak vertikal cuma 190 mm. Terdapat lima roda berban karet ganda dengan sproket penggerak di belakang dan idler di depan, sementara tidak terdapat track-return rollers. Suspensi hidropneumatik dapat dioperasikan baik oleh komandan atau pengemudi dan memungkinkan tank dimiringkan 6° ke depan atau ke belakang, 9° ke kiri atau ke kanan dan dinaikkan atau diturunkan dengan memberikan ground clearance ke tanah minimum 200 mm dan ground clearance maksimum 650 mm. Lebar track dari Type 74 adalah 0,55 m. Type 74 dapat dilengkapi dengan sebuah snorkel untuk menyeberangi sungai-sungai dengan kedalaman 3-4 meter. Tank ini mampu melintasi dinding setinggi 1,0 m, parit selebar 2,7 m, dan gradien 60%. Peralatan standar yang digunakan termasuk lampu inframerah, lampu sorot inframerah di sebelah kiri meriam utama dan sistem NBC. Dalam mode cahaya putih lampu sorot memiliki jangkauan maksimum 3.000 m dan dalam mode inframerah jangkauannya 1.000 m. Enam pelontar granat asap dipasang di sisi turret (tiga di tiap sisi) dan diluncurkan untuk melindungi tindakan ofensif dan defensif.

Daya Tembak

Tank Type 74 pertama telah dirancang untuk membawa meriam kaliber 90mm M3, yang ada di Tipe 61, dan prototipe STA-1, memperlihatkan dirinya kurang bertenaga dengan memakai meriam ini. Kemudian pada tahap pengembangan, para insinyur memilih untuk melisensikan meriam M68 kaliber 105mm standar NATO. Jepang diketahui hanya memproduksi larasnya di bawah lisensi, sementara mengembangkan sendiri sistem mantlet, pangkal laras, dan rekoil meriam. Panjang penuh meriam yang digunakan adalah 5.592 mm, dengan berat total 2.800 kg. Awalnya meriam utama hanya menggunakan peluru APDS (Armour-Piercing Discarding Sabot) dan HEP (High Explosive Plastic) sebagai amunisi utamanya. Kemudian meriam ini dimodifikasi untuk bisa menembakkan juga peluru APFSDS (Armour-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot) dan HEAT-MP (High-Explosive Anti-Tank Multi-Purpose). Meriam utama dilengkapi dengan mekanisme rekoil konsentrik untuk memungkinkan sudut penembakan yang lebih rendah di ruang yang terbatas. Sementara itu kemampuan menurunkan atau menaikkan sudut meriam memungkinkan tank untuk menembak target dari balik gundukan, tanpa perlu mengekspos badan tank yang menjadi target empuk senjata anti tank lawan. Awal tahun 1984, diumumkan bahwa Pasukan Bela Diri Darat Jepang akan memperkenalkan peluru kaliber 105 mm M735 APFSDS-T dari Amerika untuk MBT Type 74, dengan kontraktor utama di Jepang adalah Daikin Industry. Sebanyak lima puluh lima peluru dapat dibawa untuk meriam, dengan empat belas peluru disimpan di kubah turret dan siap untuk digunakan. Meriam ini memiliki mekanisme drop block-breechdan mekanisme rekoil konsentris baru untuk mengurangi volume bagian atas meriam serta mengurangi area depan turret. Sistem pengendalian tembakan tank ini sangat canggih di masanya. Untuk pertama kalinya di dunia, sebuah tank dilengkapi dengan komputer canggih untuk perhitungan balistik dalam penembakan.

Para insinyur Jepang memilih untuk melisensikan meriam M68 kaliber 105mm standar NATO, sebagai senjata utama MBT Type 74. (Sumber: https://www.militarytoday.com/)
Munisi M735 APFSDS-T yang dapat ditembakkan oleh meriam MBT Type 74. (Sumber: https://www.bulletpicker.com/)
Senapan mesin koaksial Sumitomo Type 74 (dengan 4500 peluru), yang melengkapi MBT Type 74. (Sumber: https://weaponsystems.net/)

Sistem kontrol penembakan mencakup laser range-finder dari Nippon Electric yang dipasang di perangkat penglihatan komandan, yang juga menyediakan input ke komputer balistik Mitsubishi Electric yang terhubung ke perangkat penglihatan penembak. Jarak target diumpankan ke komputer secara otomatis tetapi kemiringan trunnion, keausan laras, jenis amunisi, dan data suhu dimasukkan secara manual. Persenjataan utama distabilkan baik di bidang vertikal maupun horizontal. Meriam utama tank Type 74 memiliki kecepatan elevasi 4°/detik dan bisa berputar 24°/detik. Pemilihan turret meriam bertenaga listrik pada Type 74 divalidasi ketika perang Yom Kippur menunjukkan bahwa turrer tank yang digerakkan secara hidrolik rentan terhadap tembakan lawan. Persenjataan sekunder Type 74 terdiri dari senapan mesin anti-pesawat kaliber 12,7 mm (dengan 660 peluru) dan senapan mesin koaksial Sumitomo Type 74 kaliber 7,62 mm (dengan 4500 peluru). Senapan mesin 12,7 mm dipasang di tengah turret di depan posisi komandan dan loader. Senapan mesin ini memiliki elevasi +60° dan depresi -10°. Keranjang penyimpanan tersedia memanjang di sekitar bagian belakang turret. Pada akhir tahun 1988 diketahui bahwa sejumlah MBT Type 74 telah dilengkapi dengan selubung termal untuk meriam 105 mm mereka, peralatan night vision termal, dan pelindung di bagian atas dan depan turret mereka. Baru-baru ini sejumlah modifikasi lain telah dilakukan pada MBT Type 74. Ini termasuk pemasangan sistem peringatan laser di bagian atap (mirip dengan yang dipasang pada MBT Type 90), modifikasi pada sistem kontrol penembakan, sproket penggerak belakang yang dimodifikasi, dan pemasangan track skirt.

VARIAN

Type 74 mod pertama (74式戦車 初期生産型) 

Type 74 mod B (74式戦車 B型). Pada varian ini terdapat peningkatan sistem kontrol penembakan (FCS) dan Rak Amunisi yang memungkinkannya tank untuk menembakkan peluru APDSFS, Dua peluru APDS baru, dan peluru Tipe 75 HEP.

Type 74 mod C (74式戦車 C型). Pada varian ini skema pengecatan berubah dari olive drab menjadi dua warna hijau dan coklat.

Type 74 mod C, dengan kamuflase musim dingin, tahun 1980-an. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Type 74 mod D (74式戦車 D型). Pada varian ini laras dilengkapi dengan selubung termal.

Type 74 tipe C atau D dalam pola kamuflase Musim Panas/Oktober. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Type 74 mod E (74式戦車 E型). Pada varian ini sistem FCS ditingkatkan lebih lanjut untuk memungkinkan mengganti peluru Type 75 HEP ke peluru Type 91 HEAT-MP.

Type 74 Mod E dalam latihan Musim Dingin, dalam pola kamuflase Zebra. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Type 74 mod F (74式戦車 F型). Pada varian ini ditambahkan pelat untuk memungkinkan dipasangnya Roller ranjau Tipe 92. 

Type 74 mod F, yang dipasangi Roller ranjau Tipe 92. (Sumber: https://www.reddit.com/)

Type 74 mod G/Kai (74式戦車 G型/改). Dikenal juga sebagai Type 74 Kai atau Type 74 Kaishū(Ditingkatkan/Dimodifikasi), adalah Program Perpanjangan Masa Pakai (SLEP) untuk tank Type 74 yang mengubah perangkat night vision menjadi perangkat termal, termasuk fungsi pelacakan target otomatis, sistem peringatan laser yang terhubung langsung ke perangkat pelepasan asap dan perangkat pengukur jarak berbasis laser yang lebih kuat. Selain peningkatan perangkat elektronik, side skirt dan armor applique juga diuji pada varian ini dan program tersebut tampaknya menjanjikan untuk mempertahankan semua Tipe 74 dalam dinas operasional yang lebih lama. Tetapi karena biaya pengembangan yang tinggi, besarnya biaya perbaikan untuk semua Type 74 yang ada (biaya upgrade satu tank mencapai 100 juta yen) dan biaya perawatan kendaraan tersebut, membuat program tersebut dibatalkan. 4 Tipe 74 (G) diadopsi dan dioperasikan oleh Korps Pelatihan Tank Fuji dan kemudian dikembalikan ke kondisi Model E dengan pengecualian mempertahankan perangkat LWS dan NVD Termal, sebelum dipindahkan ke Korps Pelatihan Lapis Baja ke-1 sampai semua Tipe 74 yang dimodifikasi kecuali 1 unit dibesituakan.

Type 74–Kai atau mod.G, dalam kamuflase musim dingin, tahun 1990-an. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)

Meriam Anti-Pesawat Gerak Mandiri Type 87 (87式自走高射機関砲). Type 87 adalah senjata antipesawat gerak sendiri yang dikembangkan sebagai penerus senjata antipesawat gerak sendiri M42 Duster dan senjata antipesawat L90. Kendaraan anti pesawat ini mengambil basis sistem yang sama dengan SPAAG Flakpanzer Gepard dari Jerman. Meski didasarkan pada desain Gepard, namun karena lebih baru, Type 87 ia memiliki keunggulan seperti dalam hal sistem kontrol penembakan dengan komputer digital dan mampu menembak pada saat kendaraan berjalan. Undercarriage dan power packdi Type 87 diambil dari tank Type 74, namun bodinya  benar-benar dikembangkan baru karena perombakan ruang di dalam kendaraan, dan kebutuhan seperti pemasangan perangkat APU. Kontrol gerak dari Type 78 juga memiliki kemampuan seperti tank Type 74. Type 87 dipersenjatai dengan sistem kanon ganda Oerlikon kaliber 35 mm, yang diproduksi secara lisensi, dengan diperlengkapi radar akuisisi target. Type 87 dilengkapi dengan sensor optik elektronik dengan fungsi pelacakan otomatis seperti kamera CCD, LLLTV, dan perangkat pengintai laser untuk cadangan, yang memungkinkan Type 87 untuk mencegat target bahkan di lingkungan penuh gangguan ECM. Awalnya, susunan radar akan sama dengan yang dimiliki Gepard, namun karena masalah hak paten, diubah menjadi susunan yang ada saat ini.

Meriam Anti-Pesawat Gerak Mandiri Type 87. (Sumber: https://www.wallpaperflare.com/)

Kendaraan pemulihan lapis baja Type 78 (78式戦車回収車). Type 78 dikembangkan sebagai penerus kendaraan pemulihan tank Type 70 yang telah dioperasikan hingga saat itu. Dalam varian ini semua persenjataan dilepas. Untuk pertahanan diri, Type 78 dilengkapi dengan senapan mesin M2 kaliber 12,7mm dan peluncur granat asap Type 74 kaliber 60mm. Posisi pengemudi dan komandan ada di kompartmen yang sama di sebelah kiri badan, sementara perangkat pengangkat beban yang besar terpasang di sebelah kanan. Winch hidrolik yang terpasang pada Type 78 mendukung untuk menarik beban hingga 38 Ton, yang setara dengan berat tank Type 74, dan dilengkapi derek yang memiliki kapasitas angkat sebesar 20 Ton atau lebih. Bagian atas ruang mesin juga dilengkapi dengan dudukan yang dapat dipasangi power pack dari tank Type 74. Type 78 tetap mempertahankan suspensi hidropneumatik dari Type 74.

Kendaraan pemulihan lapis baja Type 78. (Sumber: https://www.deviantart.com/)

Kendaraan lapis baja pemasang Jembatan Type 91 (91式戦車橋). Sama seperti namanya, kendaraan ini digunakan untuk memasang jembatan dengan menggunakan chasis dari tank Type 74. Type 91 memiliki bentangan jembatan yang terbagi menjadi dua bagian diatas body tank Type 74. Adalah dimungkinkan untuk secara otomatis membangun jembatan dengan bentangan sekitar 20 meter, yang dapat dilalui oleh tank Type 90, dalam waktu sekitar 5 menit dengan perangkat bertekanan hidrolik. Bagian depan kendaraan dilengkapi dengan alat pendeteksi laser yang mirip dengan pada tank Type 90.

Kendaraan lapis baja pemasang Jembatan Type 91. (Sumber: https://commons.wikimedia.org/)

CATATAN PENGOPERASIAN

Prototipe pertama tank Type 74, diberi nama STB-1, dikirim pada akhir tahun 1968 dan menjalani sejumlah modifikasi hingga tahun 1969. Sistem pemuat peluru meriam otomatis terbukti terlalu rumit dan mahal, dan telah dilepas, begitu pula senapan mesin anti-pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh. Desain turret secara keseluruhan juga diubah menjadi lebih panjang. Perubahan ini menghasilkan prototipe STB-3, yang dikirimkan pada tahun 1971. Prototipe terakhir, yang diberi nama STB-6, dikirimkan pada tahun 1973. Produksi akhirnya dimulai dikenal sebagai Type 74 pada bulan September 1975, dengan pengiriman sebanyak 225 unit dilakukan pada bulan Januari 1980. Produksi tank Type 74 berakhir pada tahun 1989, dengan total produksi mencapai 893 unit. Setiap tank Type 74 diketahui berharga sekitar $3,2 – 3,6 Juta. Dalam dinas operasional, tank ini diperbarui dengan penambahan perangkat pencitraan infra merah daripada menggunakan perangkat penguat gambar untuk komandan dan penembak, dan pembidik laser di kubah komandan. Untuk posisi penembak peralatan yang digunakan termasuk komputer kontrol penembakan digital, data jangkauan dari perangkat pencari jangkauan milik komandan. Peluru untuk meriam utama kemudian ditingkatkan dari HEP ke APFSDS dan HEAT-MP. Type 74 faktanya dianggap ketinggalan zaman bahkan sebelum mulai beroperasi. Type 90 seharusnya langsung menggantikannya, tetapi dengan berakhirnya Perang Dingin, rencana pengadaannya dikurangi. Pada tahun 1993 empat tank Type 74 ditingkatkan kemampuannya menjadi standar Type 74 Kai (改) (Type 74 mod G (G型)) yang baru, dengan menambahkan kamera inframerah pasif dan side skirt. Pembaruan ini terbukti sangat mahal, dan program itu terpaksa ditinggalkan.

Salah satu kendaraan prototipe STB. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Type 74 faktanya dianggap ketinggalan zaman bahkan sebelum mulai beroperasi. (Sumber: https://www.militarytoday.com/)
MBT Type 74 pada hari pembukaan pangkalan JGSDF di Kota Itami, Oktober 2005. Tank Type 74 yang memiliki turret melengkung yang dirancang untuk melawan penetrasi peluru tank lawan lebih tampak menarik daripada tank Type 90 dan memiliki banyak penggemar karena dapat dilihat dalam berbagai festival di berbagai tempat. (Sumber: https://en.m.wikipedia.org/)

Mulai bulan April 2019, Kementerian Pertahanan memberlakukan Rencana Pertahanan Pembangunan Jangka Menengah (31中期防), yang melibatkan dipensiunkannya tank tempur utama Type 74 yang masih beroperasi, untuk digantikan oleh Kendaraan Tempur Manuver Type 16 yang lebih baru. Pada saat yang sama, unit tank resmi yang berbasis di daratan utama Honshu, Kyushu, dan Shikoku akan dibubarkan dan digantikan oleh unit tempur mobilitas baru, dalam bentuk Resimen Pengerahan Cepat atau Batalion Tempur Pengintaian, dengan Divisi dan Brigade berbasis Infanteri untuk menampilkan salah satu dari keduanya. Untuk setiap unit baru, mereka harus dilengkapi dengan satu unit MCV Type 16 (1-2 kompi). Meski rencananya resmi pada tahun 2019, unit tank pertama dibubarkan sepanjang tahun 2018, termasuk Batalyon Tank ke-4 (Divisi ke-4), Batalyon Tank ke-8 (Divisi ke-8), dan Pasukan Tank ke-14 (Brigade ke-14). Setelah rencana tersebut diberlakukan, Batalyon Tank ke-6 dari Divisi ke-6 Angkatan Darat Timur Laut dibubarkan, dan perubahan dilakukan pada formasi tank yang ada, termasuk di Sekolah JGSDF Fuji, untuk menghentikan pengoperasian tank Type 74 yang masih ada. Pada tanggal 17 Maret 2022, pembubaran Batalyon Tank ke-1 Divisi ke-1 Angkatan Darat Timur telah menjadi perubahan terbaru pada formasi lapis baja JGSDF. Sementara itu tank Type 90 eksklusif dioperasikan di Hokkaido, tank Type 10, yang lebih kecil dan lebih ringan dari tank Type 90, mulai dikerahkan sebagai penerus, dan pembaharuan diperkirakan akan dilanjutkan di masa mendatang. Tank Type 74 yang memiliki turret melengkung yang dirancang untuk melawan penetrasi peluru tank lawan lebih tampak menarik daripada tank Type 90 dan memiliki banyak penggemar karena dapat dilihat dalam berbagai festival di berbagai tempat. Tank Type 74 dijadwalkan akan diperbarui secara bertahap dengan tank tipe 10, tetapi tank tetap Type 74 akan terus aktif hingga digantikan sepenuhnya.

Type 74 menampilkan kemampuan suspensi Hidropneumatiknya. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
Type 74 di belakang kendaraan Transport Berat Type 73. (Sumber: https://tanks-encyclopedia.com/)
MBT Type 10, tank paling canggih yang digunakan Jepang. Tank Type 74 dijadwalkan akan diperbarui secara bertahap dengan tank tipe 10, tetapi tank tetap Type 74 akan terus aktif hingga digantikan sepenuhnya. (Sumber: https://inf.news/)

SPESIFIKASI

Bobot: 38 ton (42 short tons; 37 long tons)

Panjang: 9.41 m (30 ft 10 in)

Lebar: 3.18 m (10 ft 5 in)

Tinggi: 2.25 m (7 ft 5 in), hingga atap turret

Kru: 4

Lapisan Baja: 189–195 mm (7.4–7.7 in)

Persenjataan utama: Meriam berlaras ulir kaliber 105 mm M68 dengan 55 peluru

Senjata tambahan: Senapan mesin M2HB kaliber 12,7 mm dengan 660 peluru; Senapan mesin kaliber 7,62 mm Type 74 dengan 4.500 peluru

Mesin: Mitsubishi 10ZF Model 21, 10 cylinders diesel, 21.5 L dengan kekuatan 750 hp (560 kW)

Perbandingan tenaga/bobot: 19 hp/ton

Suspensi: hydropneumatic

Jangkauan Operasional: 300 km (190 mi)

Kecepatan Maksimum: 53 km/h (33 mph)

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Type_74

Type 74 MBT (1975)

https://tanks-encyclopedia.com/coldwar/Japan/type-74-main-battle-tank.php

TYPE 74

http://www.army-guide.com/eng/product1807.html

Type 74 MBT

https://www.globalsecurity.org/military/world/japan/type-74.htm

Type 74 MBT (Family)

https://wiki.warthunder.com/Type_74_(Family)

Type 74 74式戦車

https://weaponsystems.net/system/815-Type+74

Type 74 (Nana-yon) Main Battle Tank (MBT) [ 1975 ]

https://www.militaryfactory.com/armor/detail.php?armor_id=95

14 Years: How Long Japan Took to Develop the Type 74 Tank by Peter Suciu

https://nationalinterest.org/blog/reboot/14-years-how-long-japan-took-develop-type-74-tank-195431

Type 74 MBT: Old But Strong Enough For Japanese Power

https://www.google.com/amp/s/military-wiki.com/type-74-mbt-old-but-strong-enough-for-japanese-power/%3famp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *