CH-46 “Sea Knight”: Katak andalan Marinir Amerika Serikat

Boeing Vertol CH-46 “Sea Knight” memiliki wujud dan fungsi yang serupa dengan helikopter transport rotor tandem CH-47 yang lebih populer. Keduanya menyediakan akses ruang kargo yang luas dengan memposisikan komponen mesin yang tinggi di atas body helikopter dimana keduanya menggunakan desain rotor utama tiga-bilah yang dipatenkan, yang membuat keluarga Chinook dan Sea Knight mudah untuk diidentifikasi. Terlepas dari kesamaan ini, Chinook adalah helikopter yang berdimensi lebih besar dan menjadi tulang punggung utama transport kelas berat bagi Angkatan Darat Amerika Serikat sedangkan Sea Knight bertugas di Korps Marinir Amerika Serikat dan dalam jumlah lebih sedikit di Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai helikopter Transport Medium. Selain di Amerika, Sea Knight juga digunakan di Kanada, Swedia dan beberapa negara lain, serta dibuat secara lisensi oleh pabrik Kawasaki di Jepang.

Selama hampir lebih dari 50 tahun, helikopter CH-46 Sea Knight menjadi tulang punggung armada angkut kelas medium Marinir Amerika. (Sumber: https://airandspace.si.edu/)

Desain dan Pengembangan

Perusahaan Piasecki telah memantapkan dirinya sebagai produsen helikopter dengan desain rotor tandemnya. Pada akhir 1950-an, perusahaan ini berganti nama menjadi “Vertol”, yang kemudian akan menjadi berubah menjadi “Boeing Vertol”, telah menyempurnakan konsep desain rotor tandem, dengan mengembangkan helikopter “CH-46 Sea Knight”, yang akan memiliki karir panjang dengan Marinir AS, Angkatan Laut AS, dan beberapa pengguna dari negara lain. Pada tahun 1956, Vertol memulai studi untuk membuat helikopter kelas medium yang baru, dengan konfigurasi umum yang telah digunakan oleh pabrikan itu dalam membuat helikopter rotor tandem seperti “HUP-1 Retriever/H-25 Mule” dan berdasarkan pada sistem rotor “H-21 Flying Banana”, tetapi dilengkapi dengan mesin turboshaft ringan baru yang sedang dalam pengembangan menggantikan mesin piston pada desain lama. Desain helikopter baru itu kemudian diberi kode “Vertol Model 107 (V-107)”, dan manajemen perusahaan memutuskan untuk terus maju mewujudkan pengembangan desain ini menggunakan dana mereka sendiri. Konstruksi prototipe V-107 dimulai pada Mei 1957. Prototipe ini didukung oleh dua mesin turboshaft Lycoming T53, yang masing-masing memiliki tenaga 640 kW (860 SHP) dan pembuatannya didanai Angkatan Darat AS. Penerbangan awal prototipe itu dilakukan pada 22 April 1958. Prototype yang sudah jadi itu kemudian dipamerkan lewat program demonstrasi penerbangan yang intensif di AS dan luar negeri.

HUP-1 Retriever/H-25 Mule salah satu helikopter rotor tandem yang jadi pendahulu CH-46 Sea Knight. (Sumber: http://www.warbirdregistry.org/)
H-21 Shawnee “Flying Banana, desain rotornya digunakan juga pada desain CH-46 Sea Knight. (Sumber: https://www.zinnfigur.com/)

Pada bulan Juni 1958, Angkatan Darat memberikan kontrak kepada Vertol untuk memproduksi sepuluh pesawat yang diberi kode “YHC-1A”. Angkatan Darat saat itu juga mengeluarkan permintaan kepada perusahaan itu untuk membuat desain helikopter yang lebih besar, dan dengan demikian Vertol kemudian memulai mengerjakan desain untuk versi V-107 yang ditingkatkan, yang dinamai “V-114”. V-114 memenangkan kompetisi Angkatan Darat pada bulan Maret 1959, dan Vertol dianugerahi kontrak untuk membuat mockup dan lima prototipe, yang diberi kode “YHC-1B”. Vertol sekarang sibuk mencoba mengembangkan dua desain helikopter pada saat yang sama, yang sangat menekan kegiatan usaha perusahaan tersebut, yang menyebabkan perusahaan itu akhirnya dibeli oleh Boeing. Jumlah prototipe YHC-1A yang dibuat lalu dikurangi menjadi tiga buah untuk memungkinkan distribusi sumber daya untuk pengembangan YHC-1B. Penerbangan pertama dari prototipe awal YHC-1B dilakukan pada 21 September 1961. Sayangnya pada saat itu Angkatan Darat telah kehilangan minat pada desain YHC-1A yang lebih kecil, dan tiga prototipe yang sudah dibuat adalah satu-satunya seri prototype helikopter ini yang didanai oleh Angkatan Darat. Meski demikian, Boeing Vertol merasa masih ada peluang pasar bagi desain yang telah dibuat. Korps Marinir AS terkesan dengan desain mereka dan memberi perusahaan tersebut kontrak produksi pada Februari 1961. Marinir awalnya ingin memberikan kode desain V-107 dengan nama “HRB-1”, tetapi pada bulan September 1962, Pentagon memperkenalkan skema pengkodean yang baru, sehingga HRB-1 menjadi “CH-46A Sea Knight”, sedangkan HC-1B didesignasi menjadi “CH-47A Chinook”.

YHC-1A prototype awal CH-46 Sea Knight yang uniknya didanai oleh AD Amerika. (Sumber: https://www.flickr.com/)
AD Amerika membutuhkan helikopter yang lebih besar dari spesifikasi V-107, sehingga lahirlah prototype YHC-1B yang nantinya akan menjadi helikopter CH-47 Chinook. (Sumber: http://www.chinook-helicopter.com/)

Penerbangan awal dari CH-46A dilaksanakan pada 16 Oktober 1962, dan tipe ini mulai masuk ke layanan operasional dengan Marinir pada Juni 1964. Marinir waktu itu memperoleh total 160 unit CH-46A. CH-46A mewarisi konfigurasi rotor tandem contra-rotating dari pendahulunya Piasecki HUP Retriever. Dua mesin turboshaft T58-GE8-8B, masing-masing menyediakan kekuatan 930 kW (1.250 SHP), dipasang di kedua sisi bawah rotor belakang. Sebuah driveshaft dihubungkan dengan rotor bagian depan; masing-masing satu dari kedua mesin itu dapat menjalankan kedua rotor dalam keadaan darurat. Tiga bilah rotor memiliki skema pelipatan otomatis untuk memampukannya disimpan di atas kapal, meskipun beberapa varian Sea Knight lainnya akan menghapus fitur ini dan memilih menggunakan rotor yang dilipat secara manual.

CH-46 Sea Knight memiliki mekanisme pelipatan rotor otomatis, namun fitur ini dihapus pada beberapa varian lain, karena pernah terjadi kecelakaan oleh crew saat rotor otomatis terlipat. (Sumber: https://modelingmadness.com/)

Bagian ruang kargo memiliki ramp pemuatan di bagian belakang yang dapat dilepas atau dibiarkan terbuka selama penerbangan saat membawa kargo yang panjang atau untuk penerjunan parasut, dengan ditambah sistem winch dan rol di lantai untuk membantu pemuatan kargo. Terdapat kait sling di bagian perut untuk muatan eksternal yang dapat dipasang melalui lubang palka kargo di lantai. Terdapat pintu penumpang yang membuka atas-bawah di sisi kanan badan, dengan tangga bawaan di bagian bawahnya. CH-46A memiliki tiga awak, dan dapat mengangkut 17 tentara; atau 15 tandu dengan dua petugas; atau bisa juga membawa 1.815 kilogram (4.000 pon) kargo. Dudukan untuk senapan mesin dipasang di setiap sisi badan untuk pertahanan diri. Tampaknya pada awalnya, senapan mesin Browning M2 12,7-milimeter (0,50 kaliber) akan senjata yang biasa digunakan, tetapi nantinya akan digantikan oleh senapan mesin M60 dan M240/MAG 7,62-milimeter (kaliber 0,30). CH-46A memiliki roda pendaratan roda tiga format tricycle, dengan roda kembar di masing-masing unit. 2 roda utama dipasang di sponsor belakang yang juga berisi tangki bahan bakar self-sealing dengan total kapasitas 1.438 liter (350 galon AS). Beberapa varian Sea Knight juga akan dilengkapi dengan tangki eksternal tambahan. Konfigurasi roda yang melandai ke arah belakang membuat proses membawa muatan lebih mudah dimuat dan dibongkar. Ski juga bisa dipasang ke roda pendaratan untuk pengoperasian di salju dan tanah berawa. Sea Knight juga bisa mengapung di perairan yang tenang dalam keadaan darurat, meskipun ia bukan benar-benar helikopter amfibi.

Kabin dalam CH-46 Sea Knight. (Sumber: Pinterest)
Penembak senapan mesin M2 kaliber 12.7 mm di kabin CH-46. (Sumber: Pinterest)
CH-46 “Phrog” si katak yang bersiap melompat. (Sumber: https://airandspace.si.edu/)

Produksi CH-46A kemudian diikuti oleh produksi 266 seri “CH-46D”, dengan pengiriman awal pada bulan September 1966. Peningkatan utama dari seri D adalah peningkatan kekuatan mesin turboshaft T58-GE-10 dengan masing-masing berdaya 1.045 kW (1.400 SHP), dan bilah rotor yang dimodifikasi. Kekuatan yang lebih besar memungkinkan CH-46D mengangkat 25 pasukan atau beban 3.175 kilogram (7.000 pon) kargo. Sekitar 12 CH-46A juga diperbarui ke standar CH-46D. Model produksi Boeing terakhir adalah “CH-46F”, dengan 174 unit diperoleh oleh USMC mulai Juli 1968 hingga Februari 1971. CH-46F mempertahankan mesin turboshaf T58-GE-10, tetapi dengan tambahan perbaikan avionik dan modifikasi lainnya. Dengan tampilan sponsor dan hidung CH-46 yang mirip penampilan seekor katak yang siap untuk melompat, sehingga para Marinir menjulukinya sebagai “Frog” – sering diterjemahkan sebagai “Phrog”, yang tampak tepat untuk digunakan oleh sebuah helikopter yang akrab dengan operasi-operasi “amfibi” yang biasa dilakukan oleh Marinir. Meskipun pada awalnya ada rasa ragu akan tipe ini karena Marinir sudah terbiasa menggunakan helikopter buatan Sikorsky, Frog dengan cepat membuktikan dirinya di Vietnam setelah diperkenalkan ke medan tempur tersebut pada Maret 1966, meskipun armada CH-46 sempat di-grounded untuk sementara waktu pada tahun 1967 ketika beberapa dari mereka hilang dalam kecelakaan. Phrog mampu membuktikan diri dengan baik dalam pertempuran, terutama selama pengepungan Khe Sanh pada awal 1968.

CH-46F seri terakhir keluarga Sea Knight. (Sumber: https://www.historynet.com/)

Angkatan Laut AS juga memperoleh Sea Knight, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, dimulai dengan 24 unit “UH-46A” sebagai helikopter pembawa pasokan ke kapal-kapal (“vertikal replenishment / vertrep”). Pengiriman awal UH-46A dilakukan pada bulan Juli 1965. Pesanan ini diikuti oleh sepuluh unit “UH-46D”, dengan lima UH-46A yang diperbarui untuk konfigurasi ini. Beberapa sumber menyebutkan adanya varian “HH-46A” dan “HH-46D” untuk “search and rescue (SAR)”, serta kapal penyapu ranjau “RH-46”. Sea Knight terbukti memiliki masa pengoperasian yang panjang. Setelah Vietnam, ia turut beraksi dengan Marinir di Lebanon, Grenada, dan di tempat lain. Sejumlah CH-46F juga digunakan oleh HMX-1, unit penerbangan kepresidenan dari Marinir AS, sebagai helikopter pendukung (bukan VIP) dan yang diberi kode “VH-46F”. Sea Knight ini mengalami sejumlah peningkatan dan konversi, dengan sebagian besar yang digunakan Marinir akhirnya distandarisasi ke tipe “CH-46E”. CH-46E yang memiliki bilah rotor fiberglass, penguatan badan pesawat, dan mesin T58-GE-16 yang lebih kuat dengan masing-masing 1.395 kW (1.870 SHP). Beberapa unit diberi kapasitas bahan bakar dua kali lipat dan dijuluki “Bullfrog”. Bilah rotor fiberglass juga dipasang pada Sea Knight milik Angkatan Laut AS, dan banyak unit lainnya dalam layanan militer asing.

CH-46 untuk pesawat kepresidenan. (Sumber: https://murphs-models.webs.com/)

Selama 1980-an, armada Sea Knight Marinir dan Angkatan Laut diberi serangkaian perbaikan melalui program “Keselamatan, Keandalan, & Pemeliharaan (SR&M)”; di akhir dekade mereka juga diberikan sistem pengapungan airbag untuk meningkatkan penggunaan mereka di lingkungan laut. Sea Knight Marinir juga dilengkapi dengan tindakan pencegahan, termasuk sistem peringatan rudal dan dispenser flare, serta pada akhirnya dilengkapi dengan sistem Northrop-Grumman “Directed Infrared Countermeasures (DIRCM)”, yang menggunakan laser untuk mengecoh rudal pencari panas. Beberapa juga dilengkapi dengan dudukan yang fleksibel untuk dipasangi dengan senapan mesin MAG di ramp ekor untuk menyediakan tembakan perlindungan saat helikopter keluar dari zona pendaratan.

Penembak ekor CH-46 dengan senapan mesin M240. (Sumber: Youtube)

Angkatan Laut AS, yang dihadapkan dengan meningkatnya biaya untuk menjaga kelayakan operasional UH-46, akhirnya memilih untuk mempensiunkannya secara bertahap, dengan unit-unit terakhir pensiun pada musim gugur 2004. Mereka digantikan dengan Sikorsky MH-60S Knighthawk, varian baru dari keluarga Sikorsky Blackhawk / Seahawk. Marinir membutuhkan waktu lebih lama untuk menyingkirkan Phrog; mereka ingin menggantinya dengan helikopter transport tilt-rotor Bell-Boeing “MV-22 Osprey”, tetapi program Osprey ini sempat mengalami penundaan. Untuk menjaga agar CH-46 milik USMC tetap bisa beroperasi sampai Osprey dapat mengambil alih tugasnya, Marinir menerapkan program peningkatan, mengganti plat armor baja dengan armor ringan yang baru untuk meningkatkan kapasitas angkat helikopter; dan kemudian melakukan modernisasi kedua untuk meningkatkan kemudahan servis dari mesin turboshafts helikopter T58, dengan mesin yang di-upgrade dinamai “T58-16A”. CH-46 USMC terakhir akhirnya pensiun pada 2015. Dengan total produksi CH-46 sebanyak 524 unit dari tahun 1962-1971, USMC adalah pengguna yang terbesar.

Untuk menggantikan CH-46, US Navy memilih Sikorsky MH-60S Knighthawk. (Sumber: https://thaitechnics.com/)
Setelah 50 tahun mengabdi CH-46 USMC digantikan oleh MV-22 Osprey yang menawarkan fleksibilitas, jangkauan dan kecepatan diatas rata-rata helikopter. (Sumber: https://www.jetphotos.com/)

Sea Knight di Angkatan Bersenjata lain

Boeing menjual total 18 Sea Knight ke Kanada, dimulai dengan enam “CH-113 Labrador” dikirim ke Angkatan Udara Kanada untuk tugas-tugas SAR pada tahun 1963 dan 1964. Pada dasarnya mereka adalah helikopter CH-46A dengan tambahan radar pencarian di hidung dan kapasitas bahan bakar yang lebih besar. Tentara Kanada juga memperoleh 12 “CH-113A Voyageurs” pada tahun 1964-1965, helikopter-helikopter ini tidak berbeda jauh dengan tipe CH-46A. Sea Knights Kanada yang masih ada diberi pembaruan komprehensif oleh Boeing Canada pada pertengahan 1980-an. Sea Knight Kanada ditugaskan untuk misi SAR, tetapi akhirnya ditarik dari dinas operasional pada tahun 2004, dengan delapan dijual kepada operator sipil dan dua dikirimkan di museum.

CH-113 Labrador milik Kanada yang digunakan AU nya untuk misi-misi SAR. (Sumber: https://www.godogwood.com/)

Setelah penandatanganan perjanjian lisensi pada awal 1962, pabrikan Kawasaki dari Jepang mulai memproduksi Sea Knight dengan kode “KV-107/II”. Sea Knight buatan Kawasaki pertama kali terbang pada Mei 1962. Pada tahun 1965, Kawasaki menandatangani perjanjian lanjutan dengan Boeing yang memungkinkan pabrikan Jepang itu menjual helikopter itu di pasaran dunia. Semua penjualan komersial Sea Knight setelah masa itu berasal dari produksi Kawasaki. Seri KV-107/II dilengkapi dengan mesin turboshaft General Electric CT58-110-1 kembar atau Ishikawajima-Harima CT58-IHI-110-1 yang setara kemampuannya. Subvarian buatan Kawasaki adalah:

  • KV-107/II-2: merupakan versi sipil dengan 25 kursi.
  • KV-107/II-3: merupakan versi penyapu ranjau, dengan dua unit dibuat untuk Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF).
  • KV-107/II-4: merupakan versi transport kargo dan personel, dengan 42 unit dibuat untuk Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF). Salah satunya dikonfigurasi sebagai helikopter transport VIP.
  • KV-107/II-5: merupakan versi SAR jarak jauh, dengan tangki bahan bakar tambahan, jendela observasi berkubah, empat lampu sorot, hoist penyelamat, dan perangkat navigasi dan komunikasi elektronik yang ditingkatkan. 14 unit dibangun untuk Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF).
  • KV-107/II-7: merupakan versi transport VIP komersial dengan 6 atau 11 kursi.
KV-107 milik JGSDF buatan Kawasaki. (Sumber: http://www.j-hangarspace.jp/)

Kawasaki kemudian mengembangkan seri “KV-107/IIA” dengan mesin CT58-140-1 atau CT58-IHI-140-1 yang ditingkatkan, yang masing-masing menghasilkan tenaga 1.045 kW (1.400 SHP). Boeing membantu pembuatan versi baru ini. Sejumlah yang dibuat untuk militer Jepang adalah:

  • Tujuh unit penyapu ranjau “KV-107/IIA-3” dijual ke JMSDF.
  • 18 “KV-107/IIA-4” versi transport, termasuk empat dengan tangki bahan bakar eksternal tambahan, dijual ke JGSDF.
  • 22 Helikopter SAR “KV-107/IIA-5” dijual ke JASDF.
Kawasaki  KV-107II-3 digunakan sebagai helikopter penyapu ranjau. (Sumber: https://www.scalemates.com/)

Angkatan udara Swedia memperoleh sepuluh Sea Knight pada tahun 1962 dan 1963, sementara angkatan laut Swedia memperoleh tiga unit dalam waktu yang sama. Kedua tipe ini masing-masing dinamai “Hkp 4A” dan “Hkp 4B”, di mana “Hkp” berasal dari bahasa Swedia yang artinya sama dengan “helikopter”. Unit-unit ini dibuat oleh Boeing dan merupakan varian yang unik, dengan kapasitas bahan bakar yang besar, dan dilengkapi dengan mesin turboshafts Rolls-Royce Gnome H1200. Gnome merupakan versi GE T58 yang dibuat dengan lisensi dan telah disempurnakan – dengan daya 895 kW (1.200 SHP) masing-masing mesin, dan sistem navigasi Decca setelah sampai di Swedia. Versi Hkp 4A Angkatan Udara digunakan untuk SAR, dan memiliki hoist penyelamat yang dapat ditarik di pintu depan. Sementara versi Hkp 4B Angkatan Laut digunakan untuk misi anti kapal selam (ASW) dan penyapu ranjau. Mereka dilengkapi dengan radome radar pencarian di ujung ramp ekor dan dapat membawa sonar yang dicelupkan. Persenjataan ofensifnya terdiri dari empat torpedo, atau enam bom dalam yang dirancang khusus untuk pengoperasian di air dangkal. Sebuah Hkp 4B jatuh pada tahun 1968, dan Boeing menyediakan penggantinya, yang merupakan versi yang diperbarui.

HKP-4B milik AL Swedia yang dipersenjatai dengan torpedo untuk misi anti kapal selam. (Sumber: https://www.flickr.com/)

Angkatan Laut Swedia memperoleh delapan lagi KV-107 yang diberi nama “Hkp 4C” pada tahun 1972-1974, dengan tipe ini memiliki konfigurasi yang sama dengan Hkp 4B tetapi ditenagai oleh mesin Gnome H1400 turboshafts dengan kekuatan 1.045 kW (1.400 SHP) masing-masing. KV-107 ini dibeli dari Kawasaki; karena konstitusi Jepang memberlakukan pembatasan yang sangat ketat pada ekspor sistem senjata mereka, bagaimana mereka menjual bisa menjualnya ke Swedia adalah hal yang menarik. Tampaknya mereka dijual sebagai helikopter sipil yang kemudian ditingkatkan ke konfigurasi militer di Swedia.

Kawasaki Vertol HKP-4C milik AL Swedia. (Sumber: https://www.flickr.com/)

Swedia mengkonsolidasikan aset helikopter militer mereka dalam satu kesatuan pada tahun 1998. Tampaknya sejumlah Hkp 4A diperbarui ke konfigurasi SAR/ASW sebagai “Hkp 4D”. Penerbangan terakhir dari Hkp 4 adalah pada tahun 2011 – sebagian besar atau semua yang masin tersisa dijual ke Helikopter Columbia di AS untuk diperbaiki guna pengoperasian komersil, Columbia memperoleh total sepuluh unit. Mereka biasanya digunakan untuk layanan derek terbang, dengan jendela kokpit samping yang cembung.

Pengalaman Tempur

Dikenal sehari-hari sebagai “Phrog”, Sea Knight digunakan secara luas oleh Marinir A.S dari era Perang Vietnam hingga pensiun dari garis depan pada tahun 2014. Umur yang panjang, reputasi, dan keandalan dari tipe ini menyebabkan munculnya ungkapan seperti “phrogs phorever” dan “jangan pernah mempercayai helikopter (yang berusia) di bawah 30”. CH-46 mampu mengangkut pasukan, mengevakuasi yang terluka, memasok pangkalan garis depan dan depot-depot pengisian bahan bakar (FARP), menjalankan replenishment vertikal, misi pencarian dan penyelamatan, menyelamatkan pesawat terbang yang jatuh beserta kru-nya serta banyak tugas-tugas lainnya. Selama Perang Vietnam, CH-46 adalah salah satu helikopter pengangkut pasukan utama Marinir AS di medan tersebut, bersama dengan Bell UH-1 Iroquois yang lebih kecil dan Sikorsky CH-53 Stallion yang lebih besar.

UH-1E melengkapi armada helikopter angkut ringan Marinir Amerika di Vietnam. (Sumber: https://www.pearlharboraviationmuseum.org/)
CH-53 menjadi tulang punggung helikopter angkut berat Marinir Amerika di Vietnam. (Sumber: https://www.history.navy.mil/)

CH-46 mulai masuk gelanggang perang di Vietnam hanya beberapa bulan setelah serangan di markas helikopter Marinir di Marble Mountain, Da Nang. Upaya untuk membawa CH-46 ke medan perang, sebenarnya telah dimulai pada pertengahan 1965. Pada saat itu, tempo perang telah meningkat, dengan Marinir tidak lagi terikat pada sifat operasi defensif tetapi sekarang secara aktif mereka mulai memburu musuh. Kebutuhan akan lebih banyak helikopter tampaknya sudah tidak dapat ditunda lagi, sementara UH-34, yang selama ini mereka andalkan, tidak lagi memenuhi persyaratan. Diperlukan lebih banyak helikopter yang mampu mengangkut beban lebih banyak dengan segera. Hanya dua skuadron CH-46 (yakni HMM-164 yang dikomandani Warren C Watson dan HMM-265) yang saat itu siap untuk digunakan. Pada pagi hari tanggal 8 Maret, kru UH-34 dan crew nya yang kelelahan di Marble Mountain menyambut datangnya 27 CH–46 yang terbang mendekati pasir putih di pantai, dan mendarat. Saat salah satu pilot menyaksikan, Kapten Alvah J. (“Jerry”) Kettering, kemudian menceritakan, “Pesawat-pesawat besar itu benar-benar merupakan pemandangan yang menyakitkan mata bagi kami, kru ’34.” Para pilot segera melakukan familiarisasi penggunaan CH-46. Awalnya, UH-34 akan terus terbang menjalankan misi normal, namun akan ditemani oleh CH-46A. Beberapa hari berlalu, proses familiarisasi telah usai dan Letnan Kolonel Watson serta skuadronnya segera menanggung beban penuh operasi pertempuran yang dilakukan Marinir.

Di Vietnam CH-46 ditujukan untuk menggantikan helikopter angkut UH-34 Seahorse milik USMC. (Sumber: Pinterest)

Letnan Kolonel Watson dan krunya tidak membuang-buang waktu lagi untuk segera memasuki pertempuran. Dalam 35 hari pertama setelah kedatangan mereka di Vietnam, mereka menerbangkan hampir 2.700 sorti. Pada periode yang sama, delapan pesawat terkena tembakan musuh dan meskipun kerusakan pada helikopter-helikopter itu relatif kecil, namun dua anggota kru-nya terluka. Jenderal Krulak meringkas kesan pertama dari pengoperasian helikopter bermesin turbin baru itu setelah sebulan beroperasi. “Perlu ditekankan,” tulisnya, “bahwa selama periode awal evaluasi CH-46, belum dapat disimpulkan secara pasti mengenai kinerja dan efektifitas helikopter ini dalam medan tempur. Namun, kesan awal kami semua menunjukkan helikopter ini cukup memuaskan.” Dia menyimpulkan bahwa “The CH – 46 membuat kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan serbu helikopter dari Korps Marinir di Vietnam Selatan.”

CH-46 di Marble Mountain saat Perang Vietnam. (Sumber: Pinterest)

Pelajaran lain dari pengoperasian CH-46 di Vietnam adalah lapisan armor perlu ditambahkan ke area kritikal di bagian mesin. Kursi kemudian juga diberi lapisan baja, mirip dengan yang dipasang di UH-34. Namun, perubahan yang paling penting adalah bahwa ketika CH-46 dikirim ke medan pertempuran, helikopter itu perlu dilengkapi dengan senapan mesin. Vertol merancang kit untuk dipasang di pesawat yang akan memungkinkan kepala crew dan penembak untuk mengoperasikan baik senapan mesin berat kaliber. 50 atau M-60 yang sudah umum dikenal. Pihak pabrik merencanakan bahwa mereka memproduksi dan menginstal kit di 54 pesawat pertama. Proyek ini akan selesai pada bulan Juli dengan biaya $ 2.995.000. Karena jadwal yang mendesak sedemikian rupa sehingga beberapa modifikasi harus diselesaikan di atas kapal dalam perjalanan ke Vietnam dan lainnya harus diselesai setelah mereka tiba di Marble Mountain. Penambahan lapisan armor pada mesin dan kursi serta senjata mesin tidak serta merta disambut secara universal. Sebulan setelah Letnan Kolonel Watson dan pasukannya tiba di Vietnam, Jenderal Krulak mengeluh bahwa “senapan mesin kaliber.50 dan berat amunisinya menyebabkan pengurangan yang signifikan dalam kapasitas angkut yang diperbolehkan dari CH-46.” Tidak hanya ada pengurangan muatan tetapi, “pemasangan senapan mesin internal kaliber.50 juga membatasi bidang tembakannya, dan senjata itu terbatas elevasinya karena konfigurasi motor ganda.” “dan lagipula,” tulisnya, “kaliber.50 tidak memiliki kemampuan bawaan dari M-60 untuk bisa dilepas dari pesawat yang jatuh dan digunakan dalam pertahanan layaknya senapan mesin infanteri; senapan kaliber .50!terlalu berat untuk tujuan itu. “

Pemasangan senapan mesin kaliber .50 mengurangi efektifitas dari armada CH-46A awal di Vietnam. (Sumber: MARINES AND HELICOPTERS 1962-1973)

Delapan bulan kemudian, pada bulan Desember, Krupak merangkum pengalamannya yang didapat di Vietnam. “Penambahan armor untuk helikopter ini telah mengurangi kemampuan angkatnya 967 pound, dari 4850 menjadi 3874 (pada suhu 80 derajat Fahrenheit, dan pada ketinggian 1500).” Menurut spesifikasi helikopter ini seharusnya mampu mengangkut 25 pasukan bersenjata lengkap dengan peralatan tempur, sekarang hanya membawa sekitar 15 prajurit ke medan pertempuran. Sementara pada saat dimaksudkan untuk mampu mengangkat howitzer 105mm, namun tugas ini sekarang tidak dapat dilakukan tanpa menanggalkan semua perlengkapan lain, kecuali peralatan yang benar-benar penting. Jika bahan bakar dikurangi untuk meningkatkan daya angkat, terlalu sedikit untuk bisa mencapai fleksibilitas tempur yang dapat diterima. ” Pengoperasian CH-46 awalnya juga terganggu oleh beberapa masalah teknis seperti; mesin, yang rentan terhadap kerusakan benda asing (FOD) dari puing-puing ketika melayang dekat ke tanah, masalah stall kompresor, memiliki masa pakai yang dibatasi 85 jam terbang; sehingga tanggal 21 Juli 1966, semua CH-46 di-grounded sampai filter yang lebih efisien dipasang. Pada 31 Agustus 1967, sebuah CH-46A yang dilibatkan dalam misi evakuasi medis ke USS Tripoli hancur di udara dan membunuh semua penumpangnya. Keesokan harinya sebuah CH-46A lain mengalami kejadian serupa di Marble Mountain Air Facility dekat Da Nang yang menyebabkan semua tipe ini dilarang terbang lagi, kecuali untuk situasi darurat, akibatnya hal ini memotong kapasitas angkutan udara Marinir menjadi setengahnya. 170 Investigasi yang dilakukan oleh gabungan Komando Sistem Angkatan Udara dan Tim investigasi kecelakaan Boeing Vertol mengungkapkan bahwa terdapat kerusakan struktural terjadi di area pylon belakang yang mengakibatkan rotor belakang lepas saat terbang dan hal ini mungkin juga menjadi penyebab beberapa kecelakaan sebelumnya. Tim merekomendasikan untuk dilakukan modifikasi struktural dan sistem untuk memperkuat rotor belakang serta pemasangan perangkat indikator untuk mendeteksi tekanan berlebih pada bagian-bagian penting pesawat. 80 CH-46A dikirim ke Stasiun Udara Korps Marinir Futenma, Okinawa di mana mereka menerima modifikasi yang diperlukan oleh tim gabungan personel Marinir dan Boeing Vertol. CH-46A yang dimodifikasi mulai kembali beroperasi pada bulan Desember 1967 dan semua unit telah kembali dioperasikan pada bulan Februari 1968.

Kemampuan angkut Sea Knight USMC meningkat dengan diperkenalkannya seri CH-46D. (Sumber: MARINES AND HELICOPTERS 1962-1973)

Kebutuhan modifikasi struktural drastis pada CH-46 menunda pengenalan model “D” yang lebih maju ke Vietnam. Letnan Kolonel Louis A. Gull’s “Purple Fox” dari HMM-364 di Santa Ana telah dijadwalkan untuk menjadi skuadron pertama yang ditugaskan ke Vietnam dengan menggunakan CH-46D yang baru, tetapi pengiriman mereka tertahan hingga masing-masing dari 32 helikopter mereka telah dimodifikasi dengan spesifikasi yang baru. Pengerjaan modifikasi CH-46D dimulai pada tanggal 5 Oktober 1967 dan pada tanggal 28, sebagian besar pilot dan kru terbang ke Vietnam di mana mereka mulai mengoperasikan UH-34 untuk membantu meringankan kekurangan helikopter angkut sedang sambil menunggu datangnya pesawat mereka sendiri dari California. Pada tanggal 10 November, pesawat sudah siap. Mereka meninggalkan Amerika Serikat dengan diangkut kapal USS Valley Forge, dan 19 hari kemudian tiba di Phu Bai, utara Da Nang. MAW 1 sekarang memiliki 115 CH-46 di area tempur, 83 di antaranya model “A” yang lebih tua dan kurang kuat. Secara keseluruhan, Korps Marinir memiliki 222 CH-46, dengan 132 di antaranya merupakan versi yang telah ditingkatkan. Perbedaan kemampuan antara kedua model itu segera terlihat di Vietnam. Letnan Jenderal Robert E. Cushman, Jr, yang saat itu mengomandani 3rd MAF dan nantinya akan jadi komandan marinir di masa depan, melaporkan pada musim panas 1968 bahwa “keunggulan CH-46D daripada model A menjadi semakin jelas setiap hari. “

Setelah mengatasi berbagai problem di awal pengoperasiannya, CH-46 segera menjadi tulang punggung armada transport medium USMC. (Sumber: MARINES AND HELICOPTERS 1962-1973)

Dengan kedatangan seri “D” yang pertama di Vietnam dan perbaikan masalah strukturalnya, CH-46 akhirnya mampu mendapat tempat di hati diantara para Marinir, sebagai helikopter angkut medium yang terpercaya, tidak hanya di Vietnam tetapi juga di seluruh dunia. Terhitung sejak 1967 CH-46 telah melakukan berbagai misi penyerangan, mensuplai makanan, air, dan amunisi bagi para marinir, dan mengantar mereka kembali ke pangkalan mereka. Banyak Marinir juga berhutang nyawa kepada CH-46, yang membantu mengevakuasi korban yang terluka – sering dibawah tembakan gencar musuh – dan membawa mereka ke rumah sakit. CH-46 kemudian menjelma menjadi, elemen penting dari tim serbu amphibi, udara dan darat yang berharga dan dihormati para Marinir. Ungkapan kekaguman pada CH-46 seperti “phrogs phorever” dan “jangan pernah mempercayai helikopter (yang berusia) di bawah 30” mulai menyemen reputasinya.

1 Februari 1968, sebuah CH-46 menanti para prajurit terluka yang akan dievakuasi di tepian Perfume River, Hue. (Sumber: https://www.flickr.com/)

Pada tanggal 31 Januari 1968, delapan CH-46 dari Skuadron Helikopter Medium Marinir (HMM) 165 mengirimkan bagian dari Batalion ke-4, Resimen ke-2, Angkatan Darat Republik Vietnam ke Hue Citadel. Cuaca saat itu buruk, mereka terbang di ketinggian kurang dari 300 kaki menuju zona pendaratan yang berada di bawah tembakan mortir musuh. Namun demikian, selama pertempuran 30 hari di Hue, pilot-pilot HMM-165 terbang di mana pun, dalam kondisi apapun mendukung berbagai kebutuhan, mulai mengirimkan pasukan, amunisi dan makanan ke LZ darurat di sekitar kota dan mengevakuasi yang terluka. Hingga tahun 1968, Sea Knight telah terbang selama 75.000 jam dalam 180.000 misi, termasuk 8.700 misi menyelamatkan marinir yang terluka, dan telah mengangkut 500.000 tentara. Pada akhir operasi militer AS di Vietnam, lebih dari seratus Sea Knight telah hilang akibat tembakan musuh. Selama Ofensif Paskah tahun 1972, Sea Knight berperan penting dalam tugas-tugas mengirimkan pasukan darat AS dan Vietnam Selatan ke dan di sekitar garis depan pertempuran.

Sebuah CH-46 tertembak senjata anti pesawat di Vietnam 16 Juli 1966. ( https://www.reddit.com/)
Easter Offensive, 1972 May 13, 1972 – South Vietnamese Marines walk to load-up points at the start of counter-offensive against North Vietnamese-hled territory near Quang Tri City, lauched from Landing Zone Sally, 10 miles North of Hue on May 13, 1972. Operation saw recommitment of US Marines CH-46 Sea Knight helicopters to war from aircraft-carriers off Vietnam Coast. Note this action took place during Easter Offensive, after the fall of Quang Tri city into communists hand on May 1st recently. At that time, only ARVN troops participated the Operation, US troops already srarted their gradual wihdrawal and participated by only providing air support, via Operation Linebacker I launched lately, on May 9, 1972, and air transportation to take ARVN ground troops into combat zones, and also advisors, exactly like whats happened during advisory years from 1961 to 1965 prior to their involvement. (Photo Credit Horst Faas/AP)

Pada bulan Februari 1968, Komando Pengembangan dan Pendidikan Korps Marinir memperoleh beberapa CH-46 untuk melakukan tes diseminasi herbisida dengan menggunakan sistem HIDAL (Helicopter, Insecticide Dispersal Apparatus, Liquid); pengujian yang dilakukan menunjukkan perlunya desain ulang dan studi lebih lanjut atas helikopter ini. Helikopter tandem-rotor ini juga sering digunakan untuk mengangkut hulu ledak nuklir dan dievaluasi untuk misi pengerahan Pasukan Khusus Angkatan Laut dengan Munisi Khusus Atom Penghancur (SADM). Dalam Latihan Kecelakaan Senjata Nuklir 1983 (NUWAX-83), yang mensimulasikan jatuhnya sebuah CH-46E Angkatan Laut yang membawa 3 hulu ledak nuklir, dilakukan di Situs Uji Nevada atas nama beberapa lembaga federal; latihan, yang menggunakan agen radiologis nyata ini, digambarkan dalam film dokumenter yang diproduksi Badan Pertahanan Nuklir.

CH-46 USMC siap mengangkut satuan Ranger dalam Operasi Urgent Fury di Grenada, Oktober 1983. (Sumber: Pinterest)
CH-46 dalam Operasi Iraqi Freedom tahun 2003. (Sumber: https://www.aircav.com/)

CH-46 Marinir AS juga digunakan untuk mengerahkan Resimen Marinir ke-8 ke Grenada selama Operasi Urgent Fury, mengevakuasi awak yang selamat dari AH-1 Cobra yang jatuh, dan kemudian membawa satuan infantri dari Resimen Ranger ke-75 untuk mengamankan dan mengevakuasi siswa-siswa AS di kampus Grand Anse dari Universitas St. George, meskipun ada satu yang jatuh setelah menabrak pohon kelapa. CH-46E Sea Knights juga digunakan oleh Korps Marinir A.S. selama invasi tahun 2003 ke Irak. Dalam satu peristiwa pada 1 April 2003, CH-46E dan CH-53E milik Marinir mengangkut pasukan Angkatan Darat AS dan Satuan Operasi Khusus saat misi ekstraksi untuk menyelamatkan Prajurit Jessica Lynch dari rumah sakit Irak. Selama pendudukan berikutnya di Irak dan operasi kontra-pemberontakan, CH-46E banyak digunakan dalam peran CASEVAC, diminta untuk mempertahankan ketersediaan setiap saat terlepas dari bagaimana kondisi yang ada. Menurut penulis Williamson Murray dan Robert H Scales, Sea Knight menunjukkan masalah biaya, keandalan dan pemeliharaan yang serius selama penggunaannya di Irak, serta “kemampuan angkutnya yang terbatas”. Dari pengalaman di Irak menunjukkan bahwa efektifitas usia pakai dan desain dari CH-46 telah layak dicarikan pengganti. Setelah kehilangan banyak helikopter di medan Irak, Marinir memilih untuk melengkapi CH-46 mereka dengan perangkat penanggulangan anti-rudal yang lebih canggih.

Masa pensiun

Angkatan Laut AS mulai mempensiun CH-46 pada 24 September 2004, menggantikannya dengan MH-60S Seahawk; sementara Korps Marinir tetap mempertahankan armadanya hingga MV-22 Osprey dioperasikan. Pada bulan Maret 2006 Skuadron Helikopter Medium Marinir 263 (HMM-263) dinonaktifkan dan didesain ulang menjadi VMM-263 untuk berfungsi sebagai skuadron MV-22 pertama. Proses penggantian berlanjut pada skuadron helikopter medium lainnya hingga 2014. Pada 5 Oktober 2014, Sea Knight melakukan penerbangan operasional terakhirnya dengan Korps Marinir AS di Marine Corps Air Station Miramar. HMM-364 adalah skuadron terakhir yang menggunakannya di luar wilayah Amerika Serikat, mendaratkannya di atas USS Amerika pada pelayaran transit perdananya. Pada 9 April 2015, CH-46 dipensiunkan oleh Skuadron Pelatihan Helikopter Marinir 164, yang menjadi skuadron Korps Marinir terakhir yang beralih ke MV-22. Secara resmi CH-46 USMC pensiun pada 1 Agustus 2015 dalam sebuah upacara di Udvar-Hazy dekat Washington DC. Varian HH-46E terus beroperasi dalam tugas Pencarian dan Penyelamatan di Cherry Corps Air Station Cherry Point. Penerbangan terakhir dari CH-46 Korps Marinir terjadi pada 25 September 2015 di MCAS Cherry Point dan mengakhiri tugas Pencarian dan Penyelamatan di Cherry Point setelah 57 tahun beroperasi.

Sea Knights final flight
Marines with Marine Medium Helicopter Squadron 774 and Marines from Marine Helicopter Squadron One stand ready for the playing of the Star Spangled Banner Aug. 1, 2015 during the CH-46 Last Flight Retirement Ceremony at the Smithsonian Institution National Air and Space Museum Steven F. Udvar-Hazy Center in Chantilly, Virginia. The CH-46’s main mission has been to provide combat support, however, the aircraft also flew resupply missions, medical evacuations and tactical recovery of aircraft and personnel.

Spesifikasi

General characteristics

  • Crew: 5: two pilots, one crew chief, one aerial gunner/observer, one tail gunner
  • Capacity:
    • 24 troops or
    • 15 stretchers and two attendants or
    • 7,000 lb (3,200 kg)
  • Length: 44 ft 10 in (13.67 m) (fuselage)

83 ft 4 in (25.40 m) (rotors turning)

  • Height: 16 ft 9 in (5.11 m) to top of rear rotor head
  • Empty weight: 15,537 lb (7,047 kg)[
  • Gross weight: 11,585 lb (5,255 kg)
  • Max takeoff weight: 24,300 lb (11,022 kg) 
  • Fuel capacity: 350 US gal (290 imp gal; 1,300 l) internal
  • Powerplant: 2 × General Electric T58-GE-16 turboshaft engines, 1,870 shp (1,390 kW) each
  • Main rotor diameter: 2× 50 ft (15 m)
  • Main rotor area: 3,926.99 sq ft (364.829 m2)
  • Rotor blade section: root: Boeing VR-7 ; tip: Boeing VR-8

Performance

  • Maximum speed: 144 kn (166 mph, 267 km/h) at sea level
  • Cruise speed: 143 kn (165 mph, 265 km/h) maximum at sea level
  • Range: 550 nmi (630 mi, 1,020 km) with 2,400 lb (1,100 kg) payload
  • Ferry range: 600 nmi (690 mi, 1,100 km)
  • Service ceiling: 17,000 ft (5,200 m)
  • Hover ceiling IGE: 9,500 ft (2,900 m)
  • Hover ceiling OGE: 5,750 ft (1,750 m)
  • Rate of climb: 1,715 ft/min (8.71 m/s)
  • Disk loading: 4.43 lb/sq ft (21.6 kg/m2)
  • Power/mass: 0.215 hp/lb (0.353 kW/kg)

Armament

Diterjemahkan dan dilengkapi kembali dari:

The Boeing Sea Knight by Greg Goebel

http://www.airvectors.net/avch47_1.html

MARINES AND HELICOPTERS 1962-1973 by Lieutenat Colonel William R. Fails, USMC; 1978

https://archive.org/details/MarinesAndHelicopters1962-1973

Arsenal – CH-46F Sea Knight: “Phrog” By Carl O. Schuster

https://www.historynet.com/arsenal-ch-46f-sea-knight-the-phrog.htm

Boeing Vertol CH-46 Sea Knight

https://www.militaryfactory.com/aircraft/detail.asp?aircraft_id=176

CH-46 SEA KNIGHT

https://www.boeing.com/history/products/c-46-sea-knight.page

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Boeing_Vertol_CH-46_Sea_Knight

5 thoughts on “CH-46 “Sea Knight”: Katak andalan Marinir Amerika Serikat

  • 28 June 2020 at 8:16 pm
    Permalink

    Hello I am so thrilled I found your blog page, I really found you by accident, while I was looking on Yahoo for something else, Anyhow I am here now and would just like to say thank you for a incredible post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don抰 have time to look over it all at the minute but I have book-marked it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the awesome work.

    Reply
  • 4 August 2020 at 3:15 am
    Permalink

    Hi! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My blog looks weird when browsing from my iphone. I’m trying to find a theme or plugin that might be able to resolve this issue. If you have any recommendations, please share. Cheers!

    Reply
  • 10 August 2020 at 12:21 pm
    Permalink

    you’ve an amazing blog here! would you wish to make some invite posts on my blog?

    Reply
    • 10 August 2020 at 5:33 pm
      Permalink

      Tks

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *