Menyerang dari Lautan: Yankee & Dixie Station (1964-1973)

Setelah insiden Teluk Tonkin pecah pada bulan Agustus tahun 1964, Angkatan Laut Amerika melancarkan serangan balasan dari kapal Induk Ticonderaga dan Constellation. Peristiwa ini menandai dimulainya keterlibatan aktif Angkatan Laut Amerika dalam perang di Asia Tenggara, selama periode ini Angkatan Laut menerbangkan 52 persen sortie (Operasi penerbangan) dari keseluruhan sortie Amerika diatas udara Vietnam Utara, sementara itu 43 persen sortie dijalankan oleh Angkatan Udara (USAF), serta 5 persen lainnya dijalankan oleh Korps Marinir.

Yankee Station & Dixie Station deployment.

Penerbangan Angkatan Laut berada di bawah komando Armada serang kapal induk US 7th Fleet (Armada ke 7 Angkatan Laut Amerika), yang tergabung dalam Task Force 77. TF-77 mengeksekusi misi penyerangan di lokasi yang dikenal sebagai “Yankee Station”, yang ada persis di depan Teluk Tonkin, kurang dari 320 km (200 mil) dari Hanoi dan Haiphong. Akan tetapi di awal perang, kapalkapal induk juga beroperasi di Dixie Station sekitar 160 km (100 mil) sebelah tenggara pelabuhan Cam Ranh, dari sini mereka menyediakan dukungan udara untuk operasi di wilayah Vietnam Selatan sampai Angkatan Udara mampu mengambil alih tanggung jawab. Pada masa ini kapal-kapal induk utamanya digunakan untuk operasi di Vietnam Selatan sebelum kemudian beralih ke Vietnam Utara. Antara 1965-1973 Angkatan Laut setidaknya selalu mengerahkan 4 sampai 5 kapal induk untuk operasi di wilayah Asia Tenggara. Penggunaan insentif menyebabkan 75 persen waktu kapal-kapal induk dihabiskan diatas lautan lepas.

Dixie Station

Dixie Station mulai dioperasikan pada tanggal 15 Mei 1965 sebagai satuan kapal induk (1 kapal induk) untuk melengkapi Yankee Station (terdiri dari beberapa kapal induk), yang bertanggung jawab atas penyerangan target Vietnam Utara. Sasaran serangan Yankee Station dipilih secara pribadi (kadang-kadang beberapa bulan sebelumnya) oleh Presiden Lyndon Johnson dan Menteri Pertahanan, Robert McNamara, yang menggunakan aturan sangat ketat dan kontroversial (dengan banyak larangan dan sedikit kebebasan). Sebaliknya, misi Dixie Station dilakukan untuk menanggapi permintaan dukungan udara jarak dekat dengan pasukan darat kawan yang terlibat pertempuran gerilya melawan musuh di Vietnam Selatan. Kekuatan penyerang, umumnya diarahkan ke target mereka secara real time oleh Tim Pengontrol Udara garis depan di darat. Jika kita pernah menonton Film We Were Soldiers tentang pertempuran pasukan kavaleri udara di lembah Ia Drang, kita akan melihat peran armada penyerang kapal induk di Dixie Station saat pasukan Hal Moore membuka kode “Broken Arrow”

Into the Storm depicts two Phantoms passing the USS Constellation on a MiGCAP mission, armed with Sparrow and Sidewinders in 1967. Two stalwart squadrons are represented here; VF-143’s “Pukin” Dogs” and VF-142’s “Ghostriders”, who flew together as sister squadrons throughout the war.

Nama ” Dixie ” dipilih untuk menyesuaikan dengan alfabet fonetik – “Yankee,” yang menghasilkan kata-kata yang berhubungan dengan istilah slang tradisional yang merujuk memori era Perang Saudara Amerika tentang wilayah Utara (Yankee) dan Selatan (Dixie), dimana misi pemboman Yankee Station ada di Utara, dan Dixie ada di Selatan. Kapal kapal induk terus dirotasi di Dixie Station untuk mendukung pasukan darat kawan sampai 3 Agustus 1966, ketika telah ada cukup banyak pesawat yang berpangkalan di darat tersedia untuk mendukung operasi di wilayah Vietnam Selatan sehingga kekuatan udara dari kapal induk tidak dibutuhkan lagi. Yankee Station, sebaliknya, tetap digunakan sampai Agustus 1973.

Yankee Station

Selama dua periode operasi serangan udara berkelanjutan terhadap target-target di Vietnam Utara (2 Maret 1965-sampai 31 Oktober 1968, dan 30 Maret 1972-sampai 29 Desember 1972) umumnya terdapat minimal 3 kapal induk yang ada di Yankee Station, masing-masing melakukan operasi udara selama dua belas jam, lalu beristirahat selama dua belas jam. Satu kapal induk akan beroperasi di perairan teritorial Vietnam dari siang sampai tengah malam, satu lagi dari tengah malam sampai siang hari, dan satu lagi beroperasi di siang hari, pengaturan ini menyediakan cakupan operasi selama 24 jam dengan kekuatan tambahan pada siang hari, dimana operasi udara paling efektif dilakukan. Akan tetapi pada akhir Mei 1972, enam kapal induk dalam jangka waktu singkat dikerahkan di Yankee Station untuk menjalankan misi serangan dalam Operasi Linebacker I.

Two U.S. Navy McDonnell F-4G Phantom II aircraft of Fighter Squadron VF-213 “Black Lions” on the aircraft carrier USS Kitty Hawk (CVA-63) during that carrier’s deployment to Vietnam from 19 October 1965 to 13 June 1966. 

Kapal induk pertama di Yankee Station adalah Kitty Hawk, yang ditugaskan di bulan April 1964 untuk misi serangan Tim Yankee. Kitty Hawk kemudian diperkuat dengan kapal induk Ticonderoga pada bulan Mei dan Kapal Induk Constellation di bulan Juni, dua bulan sebelum Resolusi Tonkin dicetuskan. Ticonderoga dan Constellation meluncurkan misi pengeboman pertama dari Yankee Station pada tanggal 5 Agustus 1964. Constellation juga merupakan kapal induk terakhir yang melakukan operasi di Yankee Station pada tanggal 15 Agustus 1973. USS Forrestal mengalami kecelakaan besar saat berada di Yankee Station ketika serangkaian kebakaran dan ledakan di deknya menewaskan 134 orang dan melukai 161 lainnya.

Besar dan Kecil

Kapal induk penyerang atau CVA terbagi dalam dua kategori. Yang berdek besar mampu mengoperasikan 80-90 pesawat, dalam kategori ini adalah kapal induk kelas Midway, Forrestal dan Kitty Hawk, serta USS Enterprise yang bertenaga nuklir. Sementara itu tipe yang lebih kecil mampu menampung hingga 60 pesawat, dalam kategori ini adalah kapal induk modifikasi bekas perang Dunia II seperti Kelas Essex, Ticonderaga, dan Oriskany.

USS Oriskany (CV-34) tipe kapal induk berdek kecil yg digunakan Amerika dalam Perang Vietnam.
Vought F-8 Crusader, fighter lawas yg masih jadi andalan kapal induk berdek kecil di Vietnam.

Kekuatan penyerang dari wing udara di tiap kapal induk terdiri dari gabungan skuadron pesawat pemburu dan penyerang (umumnya 12 pesawat tiap skuadron). Di awal perang, biasanya kapal induk dek kecil mengoperasikan 2 Skuadron pemburu Vought F-8 Corsair dan 3 Skuadron penyerang yang dilengkapi dengan Douglas A-4 Skyhawk dan Douglas A-1 Skyraider. Sementara itu kapal induk dek besar wing udaranya terdiri dari 2 Skuadron pemburu McDonnell Douglas F-4 Phantom II dan 4 Skuadron Penyerang A-4 Skyhawk dan pesawat penyerang berat (tepatnya sih pembom) Douglas A-3 Skywarrior dan North American A-5 Vigilante. Dua tipe terakhir kemudian segera dikonversi sebagai pesawat pendukung atau menjalankan misi pengintaian.

USS Midway salah satu kapal induk berdek besar
F-4 Phantom, kekuatan udara defender armada kapal induk Amerika dalam Perang Vietnam.

Secara bertahap skuadron A-1, A-4, dan F-8 dipensiunkan dari kapal induk besar seperti Midway, Forrestal, Constellation dan Kitty Hawk. Akan tetapi pesawat-pesawat ini tetap digunakan di kapal induk kecil seperti Bon Homme Richard, Hancock, Intrepid, Oriskany, dan Ticonderaga. Diatas kapal induk besar mereka digantikan oleh pesawat yang lebih baru dan canggih seperti Grumman A-6 Intruder, Grumman E-2 Hawkeye, dan Vought A-7 Corsair II. Di masa akhir perang kapal induk besar biasanya dilengkapi dengan wing udara yang terdiri dari 2 Skuadron F-4, 2 Skuadron penyerang A-7 dan 1 Skuadron penyerang segala cuaca A-6.

Grumman A-6 Intruder penyerang dan pembom segala cuaca tercanggih dalam perang Vietnam.
E-2 Hawkeye, armada AWACS kapal induk Amerika yg pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964.

Semua pesawat-pesawat ini dikerahkan dalam misi penyerangan di Vietnam Utara dengan Skyraider, Skyhawk, Intruder, dan Corsair mengisi peran penyerang dengan Phantom dan Crusader menyediakan pengamanan udara yang dikenal dengan MiGCAP (MIG Combat Air Patrol). F-4 juga menjalankan misi penyerangan darat sekaligus pengamanan Armada yang biasa dikenal sebagai BARCAP (Barrier Combat Air Patrol). Beberapa A-3 dan A-6 dimodifikasi untuk dilengkapi dengan perangkat pengisian bahan-bakar di udara dan menjalankan misi ECM (Electronic Counter Measure).

Douglas A-3D Skywarrior pesawat bomber terberat US Navy dalam Perang Vietnam.
A-3D Skywarrior yg dimodifikasi sebagai pesawat tanker.

Awalnya mereka kesulitan memperoleh sukses melawan armada MiG Vietnam Utara (yang cenderung menjalankan misi tembak dan lari atau malah sama sekali tidak nongol), akan tetapi saat Angkatan Laut memperbaiki pelatihan pertempuran udara, yang dikenal dengan Top Gun School, jumlah kill mereka naik secara dramatis, dan pada tahun 1972, Tim pesawat Phantom yang terdiri dari Willie Driscoll dan Randy Cunningham dari kapal induk Constellation menjadi Ace Pertama Amerika dalam perang. Akan tetapi selama perang, A-4 dan A-1 yang dilengkapi dengan kanon mampu juga membukukan kill atas MiG, dan dalam catatan setidaknya 2 A-1 Skyraider mampu menembak jatuh MiG-17.

Randy Cunningham & Willie Driscoll Ace Pertama Amerika dalam Perang Vietnam, keduanya dari kapal Induk USS Constellation US Navy.
A-1 Skyraider, pesawat serang utama Angkatan Laut Amerika dalam masa awal perang Vietnam.

Versatile ‘Spad’

Skyraider memulai perang sebagai pesawat penyerang utama Angkatan Laut. Saat itu usianya sudah 20 tahun, dan pesawat ini terus digunakan hingga tahun 1968-sebagian masih dioperasikan lebih dari tahun itu untuk mengisi peran pesawat perang elektronik. The Spad (sebutan lain Skyraider) mampu membawa beban berat dan mampu menahan kerusakan tempur berat untuk tetap terbang dan menjalankan misi RESCAP pendukung helikopter SAR Kaman SH-2 dan SH-3, dalam waktu lama untuk melindungi misi penyelamatan di darat.

A U.S. Navy Sikorsky RH-53A of helicopter mine countermeasures squadron HM-12 Sea Dragons towing a Mk 105 minesweeping off North Vietnam during “Operation End Sweep” in 1973. Note that the original RH-53A were converted CH-53s cargo variants drawn from Marine heavy helicopter squadron HMH-463 Pegasus. The helicopter still wears the HMH-463 tail code “YH” and the service description “MARINES”.

A-4 Skyhawk juga merupakan karya brilian Douglas lainnya untuk menjalankan misi penyerangan sepanjang perang, kelincahannya mampu menjalankan misi melawan target yang dipertahankan kuat. Perannya kemudian diambil alih A-7 Corsair di penghujung perang, Corsair mampu menjalankan tugas yang sama namun bisa membawa muatan lebih banyak. Baik A-4 dan A-7 bisa menembakkan rudal anti radar Shrike dalam misi penyerangan objek-objek pertahanan udara.

TA-4 Skyhawk, menjadi pesawat FAC andalan USMC dalam Perang Vietnam.

Sementara itu A-6 Intruder merupakan pesawat penyerang yang dilengkapi perangkat navigasi paling canggih pada masanya. Pesawat ini mampu menjalankan misi penyerangan ketinggian rendah dengan akurasi luar biasa dalam kondisi cuaca buruk dimana pesawat lain tidak dapat terbang. Misi pengintaian dan penilaian kerusakan akibat kerusakan dijalankan oleh RA-5 Vigilante dan RF-8 Crusader. Keduanya biasa dikawal oleh F-4 dan F-8 (mengenai kisah F-8 dapat dibaca juga di postingan sebelumnya di grup ini) saat menjalankan misi diatas udara Vietnam Utara, karena kedua pesawat pengintai tidak dilengkapi dengan senjata defensif, lagipula meskipun amat cepat, namun Vigilante yang besar tidak cukup baik dalam bermanuver.

North American A-5 Vigilante, bomber supersonik berkemampuan nuklir yg dikonversi sebagai pesawat pengintai US Navy.

Korps marinir yang menerbangkan banyak pesawat di Vietnam, utamanya menjalankan misi penyerangan jarak pendek dari pangkalannya di Chu Lai dan Da Nang. Pesawat yang digunakan hampir serupa dengan milik Angkatan Laut seperti A-4, A-6, F-4 dan F-8, yang digunakan secara eksklusif dalam misi serang darat mendukung operasi di daratan. Penyerangan pesawat-pesawat ini dipandu dengan pesawat FAC seperti TA-4 dan Grumman TF-9 Cougar, sementara elemen ECM disediakan oleh EF-10 Skynight, sebuah versi modifikasi jet penyerang malam era Perang Korea. Rockwell OV-10 kemudian dibeli untuk menjalankan misi penyerangan ringan dan tugas-tugas FAC.

A-7 Corsair II suksesor A-4 Skyhawk.
A U.S. Marine Corps Grumman TF-9J Cougar (BuNo 147384) of Headquarters and Maintenance Squadron 13 (H&MS-13) at Chu Lai, Vietnam. H&MS-11 and H&MS-13 used the Cougar as a fast forward air control aircraft until being replaced by the Douglas TA-4F Skyhawk. This was the only combat use of the Cougar which was in service from 1952 to 1974.

Seteah perundingan perdamaian pada 1973, tindakan terakhir Angkatan Laut Amerika dalam perang adalah dengan membersihkan ranjau di lepas pelabuhan Haiphong dalam Operasi End Sweep yang menggunakan helikopter penyapu ranjau RH-53. Pada tahun 1975, kapal induk Enterprise, Midway, dan Coral Sea menyediakan perlindungan udara bagi misi evakuasi di Saigon, sebuah Operasi yang menandai penugasan tempur pertama bagi pemburu Grumman F-14 Tomcat. Dalam kondisi panik, beberapa helikopter diatas dek kapal induk didorong ke laut segera setelah menurunkan muatan untuk menyediakan ruang bagi mendaratnya helikopter lain diatas dek yang telah over kapasitas.

First combat missions for the F-14 Tomcat. A VF-1 bird on CAP over South Vietnam as cover for operation “Frequent Wind”, april, 1975.
Helikopter didorong ke laut untuk memberi ruang buat pendaratan Helikopter lain dalam Operasi Frequent Wind.
https://www.youtube.com/watch?v=rWuHMpIFwxk
US Navy dalam Perang Vietnam

Diterjemahkan dan ditambahkan kembali dari:

The Encyclopedia Of 20th Century Air Warfare, Chrs Bishop, 2001

https://en.wikipedia.org/wiki/Yankee_Station

https://en.wikipedia.org/wiki/Dixie_Station_(Vietnam_War)

5 thoughts on “Menyerang dari Lautan: Yankee & Dixie Station (1964-1973)

  • 26 September 2020 at 5:37 pm
    Permalink

    Hi my friend! I wish to say that this article is awesome, nice written and include approximately all significant infos. I would like to see more posts like this.

    Reply
    • 26 September 2020 at 6:45 pm
      Permalink

      Tks, I really appreciate if you can share this blog to the others

      Reply
    • 30 September 2020 at 8:10 am
      Permalink

      You’re welcome

      Reply
  • 30 October 2020 at 12:46 am
    Permalink

    Unquestionably believe that which you said. Your favorite justification appeared to be on the internet the simplest thing to be aware of. I say to you, I certainly get annoyed while people consider worries that they plainly don’t know about. You managed to hit the nail upon the top and defined out the whole thing without having side effect , people could take a signal. Will probably be back to get more. Thanks

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *